Pengguna:Bennylin/HGTT

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Serie No. 198

Harganja f 2.50


HABIS GELAP TERBITLAH TERANG


BOEAH PIKIRAN



Raden Adjeng KARTINI.



UITGAVE VAN DE COMMISSIE VOOR DE VOLKSLECTUUR


D I K E L O E A R K A N O L E H

B A L A I P O E S T A K A


Serie No. 198

Harganja f 2.50


HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.


BOEAH PIKIRAN


Radén Adjeng KARTINI.


Dimelajoekan oléh


EMPAT SAUDARA


Dihiasi dengan 17 boeah gambar.


DIKELOEARKAN OLÉH


BALAI-POESTAKA


1922.


DRUKKERIJ VOLKSLECTUUR WELTEVREDEN.


Potret kartini 8 1.jpg
Kartini signature 8-2.png

ISI KITAB.

Moeka.



Angka-angka Raumawi jang ditjétak dibelakang angka-angka tahoen, menoendjoekkan nama-nama orang tempat R. A. Kartini berkirim soerat; orang-orang itoe ialah:

  1. Nona E. H. Zeehandelaar, sekarang njonja Hartshalt.
  2. Njonja M. C. E. Ovink-Soer.
  3. Toean dan njonja Prof. Dr. G. K. Anton di Jena *)[1] (tanah Djérman).
  4. Toean Dr. N. Adriani.
  5. Njonja H. G de Booij-Boissevain.
  6. Toean H. H. van Kol.
  7. Njonja N. van Kol.
  8. Njonja R. M. Abendanon-Mandri.
  9. Toean Mr. J. H. Abendanon.
  10. Toean E. C. Abendanon.


PERMOELAAN KALAM.



Pendoedoek tanah Hindia tentoe banjak jang kenal akan S. P. toean Mr. Abendanon, Directeur van Onderwijs, Eeredienst en Nijverheid, jang telah berhenti dan sekarang bertempat dikota den Haag ditanah Belanda. Toean itoe seorang Belanda jang ta' tahoe akan djerih pajah, djika akan bekerdja oentoek menolong memadjoekan tanah Hindia dan pendoedoeknja. Sedjak dahoeloe waktoe jang moelia masih di Hindia, sampai sekarang ditanah Belanda selaloe beliau beroesaha dengan sekoeat-koeatnja oentoek kebaikan dan keselamatan Boemipoetera tanah Hindia. Siapa jang dahoeloe membatja soerat kabar Bintang Hindia, tentoelah ada membatja boeah pikiran toean Abendanon semasa beliau masih mendjabat pangkat Directeur van O. E. en N. di Hindia. Boeah pikiran toean itoe dioerai dan dipaparkan oléh engkoe Dr. 'Abdoel Rivai jang déwasa itoe mendjadi Hoofdredacteur s.k. Bintang Hindia.

Banjaklah djasa dan kebaikan toean Abendanon kepada kita pendoedoek tanah Hindia; tetapi hal itoe ta' oesahlah diperbintjangkan lebih landjoet; hanjalah satoe dari pada kebaikannja itoe jang perloe dipaparkan dan jang bergoena oentoek kita ini. Toean Abendanon sesoeai sekali pikirannja dengan Radén Adjeng Kartini tentang maksoed hendak memadjoekan tanah Hindia. Pertimbangannja itoe ialah:

„Djikalau sekiranja tanah Hindia betoel-betoel hendak dimadjoekan, boekanlah laki-laki sadja, tetapi perempoean-perempoean bangsa Boemipoeterapoen wadjiblah dimadjoekan poela, karena dari pada perempoeanlah keloear bermoela-moela pendidikan akan anak-anak jang kelak akan mendjadi besar. Oléh sebab itoe haroeslah poela perempoean beroléh pendidikan jang baik dan berboedi pekerti jang sempoerna."

Boeah pikiran itoelah menjoeroeh toean Abendanon mengoempoelkan soerat-soerat R. A. Kartini, dan mendjadikan dia seboeah kitab dan menjoeroeh mentjétak kitab itoe, soepaja bangsa Belanda boléh tahoe hal-hal apakah jang dapat memadjoekan pendoedoek tanah Hindia. Tetapi pekerdjaan itoe beloemlah tjoekoep, bila bangsa Belanda sadja mengetahoei hal itoe; bangsa R. A. Kartini sendiripoen wadjib poela mengetahoei apa jang patoet diperboeat oléh meréka itoe oentoek memadjoekan diri meréka itoe sendiri. Oléh karena itoelah, toean Abendanon meminta kepada kami menerbitkan kitab ini dengan bahasa Melajoe,
Pekerdjaan menterdjemahkan itoe soeatoe pekerdjaan jang berat; soenggoehpoen demikian, kami ta' dapat menolak permintaan itoe, karena hal itoe kami pandang soeatoe kewadjiban pada kami dan haroes dengan segera kami lakoekan.

Setelah pikiran kami boelat akan mengerdjakan pekerdjaan jang berat itoe, maka kami hadapkan permintaan kepada Commissie voor de Volkslectuur di Betawi, kalau-kalau Commissie itoe soeka mentjétak kitab jang hendak diterdjemahkan itoe. Pada boelan Februari 1917 kami mendapat soerat dari Commissie jang terseboet, bahwa dengan segala soeka hati madjelis itoe soedi mentjétak kitab ini. Dengan besar hati toean Abendanon serta kamipoen mengoetjap terima kasih kepada Commissie voor de Volkslectuur atas kesoedian itoe

Kepada bangsa kami, bangsa Hindia, kami berharap dan meminta, soepaja ia akan mempoenjaï kitab ini dan membatjanja soenggoeh-soenggoeh.

Achirnja kami hadapkan péna kami kepada pembatja-pembatja kitab ini serta kami minta pertolongan, moedah-moedahan toean-toean soedi akan memberi tahoekan kepada kami kesalahan jang terdapat dalam kitab ini, soepaja pada tjétakan jang kedoea kesalahan itoe dapat dioebah.

PENJALIN.



PENDAHOELOEAN.


Pada 8 Augustus 1900 saja datang ke Djapara bersama-sama dengan isteri saja. Waktoe itoe saja mendjabat pangkat Directeur van Onderwijs, Eeredienst en Nijverheid. Maksoed saja pergi ke Djapara hendak membitjarakan dengan marhoem regén Djapara, Radén Mas Adipati Ario Sosroningrat dan isterinja, radén ajoe serta anak-anaknja jang perempoean, bagaimana patoetnja dan apa 'akal akan meloeaskan pemandangan dan mempertinggi pikiran anak-anak perempoean Djawa jang bangsawan dan anak orang kebanjakan.

Hari itoe ialah hari jang ta' moedah kami loepakan dalam hidoep kami.

Adapoen berkenalan dengan regén itoe dan radén ajoenja menjenangkan hati kami sekali ; akan tetapi jang terlebih-lebih meriangkan hati kami ialah anak-anak perempoean boepati jang peramah itoe, apalagi pertemoean dengan ketiga orang anak perempoeannja jang tertoea jang seolah-olah tiga setangkai seperti daoen laiknja, sangat menggirangkan hati kami. Akan anak-anak perempoeannja jang lebih moeda pada masa itoe masih ketjil-ketjil.

Kira-kira seboelan kemoedian dari pada itoe datanglah regén itoe dengan radén ajoe serta ketiga anak perempoeannja jang molék itoe ke Betawi mendjelang kami dan tinggal beberapa hari diroemah kami. Waktoe itoelah persahabatan kami bertambah rapat, jang seorang lebih mengenal dan lebih menghargaï akan seorang ; maka jang djadi 'akibat perkenalan itoe: sedjak itoe kami setia berkirim-kiriman soerat; lebih-lebih dengan jang tertoea dari ketiga anak perempoean itoe, jaïtoe Radén Adjeng Kartini, kami selaloe berbalas-balasan soerat.

Maka soerat-soeratnjalah poela jang terlebih menarik hati kami, karena dalam pikirannja, tinggi hématnja dan haloes perasaannja serta keras kehendaknja akan memadjoekan bangsa Djawa, lebih-lebih akan memadjoekan perempoean bangsa Djawa.

Karena itoe kamipoen hati-hati sekali membalas soeratnja itoe, sebab kami merasa beratnja tanggoengan jang terpikoel atas kami dalam membalas soerat-soerat itoe.

Bahwa sanja moedah sekali toeroet mendjaring angin bersama-sama dengan orang jang besar tjita-tjitanja. Akan tetapi karena tjita-tjita itoe tidak dapat ditjapai dengan tidak meroesakkah barang sesoeatoe jang telah berzaman-zaman lamanja, wadjiblah atas tiap-tiap orang mengoerangi tjita-tjitanja itoe.

Besarnja bahaja meroesakkan barang jang telah beroerat-berakar itoe, tidak terkirakan. Dan kalau kedjadiannja mendoekatjitakan, maka doekatjita itoe tiada selamanja dapat dihilangkan orang. Itoelah sebabnja maka kerap kali kami terpaksa menahan hati kami, soenggoehpoen sebenarnja kami lebih soeka sama-sama bergirang hati dengan R. A. Kartini dan saudara-saudaranja dalam hal memoeliakan tjita-tjita meréka itoe.

R. A. Kartini sendiri merasa berat tanggoengannja dalam hal membiarkan saudara-saudaranja jang perempoean bersamasama bekerdja dengan dia akan menjampaikan maksoednja itoe: „Saja tahoe, djalan jang saja hendak djalani dan toeroeti ialah soeatoe djalan jang soesah, jang penoeh ditaboeri dengan doeri dan randjau, dan banjak lekoek-lekaknja; djalan itoe sangat berbatoe-batoe, toeroen naik dan litjin ; ja, djalan itoe beloem lagi ditebas."

Tetapi saudara-saudaranja menghiboerkan dia dengan perkatakan ini: „Boekan kakanda, boekan orang lain jang dapat memberi kami tjita-tjita, djika benihnja tidak ada pada kami sendiri. Bagaimanapoen djoega kita pergi bersama-sama, baik kesoerga ataupoen kenaraka."

Adapoen jang disoekaï R. A. Kartini pengetahoean, soepaja moedah ia dapat mendjalankan pekerdjaannja jang telah didjandjikannja dalam hatinja sendiri, jaïtoe menambahi kepandaian dan boedi perempoean Djawa, soepaja ia tjakap memeliharakan anak-anaknja. Lain dari pada itoe meiepaskan anak perempoean Djawa dari pada kawin terpaksa dan dari segala ganggoean jang mengoerangi kebébasan si anak itoe. Dengan tjara demikian R. A. Kartini hendak menjampaikan maksoednja, soepaja perempoean-perempoean mendjadi sahabat jang berharga oentoek soeaminja. Dalam pada itoe berapapoen keras hati R. A. Kartini hendak menjampaikan niatnja itoe, iapoen sekali-kali tidaklah maoe mendoekatjitakan ajahanda jang ditjintaïnja.

Adapoen perbédaan Kartini dengan ajahandanja, hanjalah dalam perkara ini sadja, jaïtoe karena R. A. Kartini hendak bébas sama sekali dari pada 'adat-'adat jang lama. Datangnja perbédaan itoe moedah dipikirkan, jaïtoe R. A. Kartini berdiri lebih djaoeh dari 'adat jang lama-lama itoe dari pada ajahandanja. Adapoen ajahandanja itoe anak pengéran Demak jang toea; dari moedanja ia mendapat peladjaran bangsa Eropah seperti saudara-saudaranja djoega; diantara saudara-saudaranja itoe hanjalah regén Demak, Pengéran Ario Hadiningrat, jang masih hidoep. Bagaimana sekalipoen bébas pikiran ajahanda R.A. Kartini, si bapak ta' dapat djoega menoeroeti kehendak si anak, soenggoehpoen si bapak telah banjak poela mengoebahi adat-'adat jang lama itoe. Sepandjang pikiran R. A. Kartini, dinding jang membatasi zaman doeloe dan zaman sekarang ta' ada lagi, pada hal dinding jang terseboet masih berdiri ; kerap kali ia tertoemboek pada dinding itoe, bila diketahoeinja, banjak diantara orang-orang jang ditjintaïnja tidak dapat dioebahnja pikirannja menoeroet kemaoeannja.

Demikianlah hal itoe selama-lamanja, bila si pemboeka djalan memandang kepada meréka itoe, jang beloem dapat membebaskan dirinja dari pada pikiran jang lama-lama. Akan R.A. Kartini tiadalah sia-sia menggerakkan dinding jang diatas itoe. Boekan sadja ajahandanja dapat dipoetar oléh R. A. Kartini menoeroet pikiran jang baroe itoe, tetapi boendanjapoen achirnja membenarkan pikiran R. A. Kartini. Achirnja radén ajoe mendjadi sepakat dengan pikiran jang menoedjoe kemadjoean itoe; karena pikiran itoelah radén ajoe- mendjadi lebih mentjintaï dan menjajangi anak-anaknja, dan djalan itoelah selaloe ditoeroetnja sampai sekarang. Saudara perempoean Kartini jang toea jang lebih doeloe bersoeamipoen achirnja membenarkan boeah pikiran Kartini, soenggoehpoen pada permoelaannja ia membantahi pikiran itoe dengan keras. Demikian poela saudara-saudaranja jang laki-laki mengiakan pikiran jang moelia itoe.

Lama-kelamaan boeah pikiran Kartini itoe tentoe makin dimoeliakan orang dan mendapat kemenangan, dan Kartinipoen tidaklah sia-sia bekerdja dan menanggoengkan kesoesahan karena boeah pikirannja itoe.

Dengan segera tanah Belanda telah menarik hati R. A. Kartini; ia berkehendak bertoekar pikiran dengan anak-anak perempoean di Eropah; oentoek menjampaikan kehendaknja itoe dimasoekkannja soerat adjakan dalam seboeah soerat-boelanan perempoean. Itoelah sebabnja ia berkirim-kiriman soerat dengan nona Estelle H. Zeehandelaar, sekarang njonja Hartshalt. Dengan lekas kedoea anak perempoean itoe mendjadi bersahabat dan jang seorang mempertjajaï jang lain, soenggoehpoen mereka itoe beloem pernah berdjoempa. Lain dari pada itoe banjak lagi orang tempat R. A. Kartini berkirim soerat di Eropah. Beberapa orang dari pada meréka itoe saja ketahoei namanja. Dan meréka itoelah dapat saja menjalin soerat-soerat Kartini jang bergoena akan ditjétak.

Isteri saja, anak saja E. C. dan saja sendiripoen banjak poela menerima soerat Kartini. Seberapa jang perloe soerat-soerat itoepoen disalin dan diatoerkan. Mengatoerkannja itoe menoeroet hari boelan soerat-soerat itoe. Lagi poela saja telah mendapat izin akan menjoeroeh tjétak soerat-soerat itoe dari pada Radén Adipati Ario Djojo Adi Ningrat, regén Rembang, jaïtoe soeami R. A. Kartini dan dari boendanja Radén Ajoe Adipati Ario Sosroningrat, djanda bapaknja jang baroe berpoelang kerahmatoe'llah.

Dan lagi poela saja tahoe, bahasa sandara-saudaranja laki-laki dan perempoean ta' ada sangkoetan baginja menjoeroeh tjétak soerat-soerat itoe.

Achirnja saja pertjaja soenggoeh, bahwa mengeloearkan segala boeah pikirannja itoe akan banjak menolong menjampaikan tjita-tjitanja jang terdapat pada hati noeraninja itoe.

Saja ta' akan memberi tahoekan segala soerat-soeratnja jang dipertjajakannja kepada saja dan tidak poela segala isi soeratsoerat itoe, hanjalah sebahagian sadja saja soeroeh salin, karena menoeroet pikiran saja bahagian itoe akan diizinkan djoega oléh R. A. Kartini mengeloearkanja. Hanjalah soerat-soeratnja jang kesoedahan sekali saja soeroeh tjétak semoeanja, karena soerat-soerat itoe adalah seolah-olah oetjapan selamat tinggal kepada negeri jang fana ini.

Dari segala soerat-soeratnja jang ta' ditjétak seloeroehnja adalah beberapa pikirannja jang pandak jang didjadikan satoe, ditjétak dibelakang soerat-soerat itoe.

Loekisian-loekisan jang dalam kitab ini ialah roemah regén Djapara, roemah tempat R. A. Kartini berperang dalam kehidoepan beberapa tahoen lamanja dan ada lagi beberapa tempat lain-lain jang dinamaïnja „soedoet jang diloepakan", jang teroetama jaïtoe Laoet Boeloe Oedjoeng di Djapara atau „Scheveningen ketjil" jang ditjintaïnja, tempat ia dloedoek bersa'at-sa'at menanggoengkan kesedihan hatinja, dan ditempat itoelah poela ia merasa kesoekaan jang menjoeroehnja meminta terima kasih.

Loekisan Kartini jang ditanda tangani sendiri itoe dikirimkannja kepada kami pada tahoen 1902, jaïtoe pada loekisannja bertiga bersaudara jang hampir sama besar itoe.

Gambar-gambar jang lain diperboeat dengan pinsil oléh „boenda” (Njonja Abendanon). Boenda itoe baroe ini mentjoba menggambar-gambar itoe, karena kasih dan tjintanja kepada Kartini djoega.

Kedalam kitab ini ditambahkan poela seboeah soerat peringatan jang dikarangkan oléh R. A. Kartini dan dengan segala soeka hati telah diberikan kepada saja oléh njonja A. Buyn-Glaser jang dahoeloe mendjadi goeroe perempoean di Djapara dan sahabat kepada Kartini serta kedoea saudaranja.<

Maksoed kitab ini ditjétak lain dari pada menerbitkan kesoekaan hati, ialah akan meminta pertolongan orang banjak oentoek mendirikan sekolah oentoek anak-anak gadis bangsa priaji seperti jang dimaksoed oléh R. A. Kartini, moela-moela berdikit-dikit dan lambat laoennja dibesarkan dan diloeaskan dengan kekoeatan sendiri. Pada sekolah itoe haroeslah anakanak sanggoep memboeat oedjian goeroe pembantoe oentoek pengadjaran Boemipoetera.

Sekalian keoentoengan jang akan saja terima dari toekang tjetak, akan dipergoenakan oentoek mendirikan sekolah Raden Adjeng Kartini; sebagian dari pada oeang oentoek mendirikan itoe soedahlah tersedia.

Tambahan lagi, bila kitab ini telah ditjétak, maksoed saja hendak meminta pertolongan kepada beberapa njonja akan mendirikan seboeah komisi jang akan mengoempoelkan oeang oentoek mendirikan sekolah itoe pada seboeah negeri jang séhat di Djawa Tengah Saja berharap wang jang diberikan oléh pihak partikoelir akan ditambah dan ditolong oléh Pemerintah dengan wang bantoean.

Kabar kawat jang mewartakan wafat Kartini jang ta' disangka-sangka pada 17 September 1904, mendatangkan soeatoe Kedoekaan jang amat sangat kepada kami. Adalah serasa kami kehilangan anak kandoeng sendiri. Bagaimana kedoekaan sahabat kenalannja jang lain-lain dapatlah dibatja orang dalam soerat boelanan Hollandsche Lelie pada 30 November; dalam soerat kabar itoe njonja Ovink-Soer meratapi Kartini jang disajanginja itoe, demikian boenjinja: „Ta' lain jang saja lihat dari padamoe hanjalah kesoetjian hatimoe sadja, Kartini. Engkau selaloe mengoerbankan dirimoe oentoek keselamatan orang lain, selaloe engkau pandang kesedjahteraan orang lain itoe lebih perloe dan pada oentoeng dan keselamatanmoe sendiri. Saja berharap moedah-moedahan anak jang engkau tinggalkan itoe boekan sadja akan djadi seorang terpeladjar dan boediman, tetapi mendjadi seorang moelia seperti boendanja djoega. Engkau akan selaloe tinggal meridjadi ingat-ingatan pada saja."

Demikian poela Augusta de Wit mengoeraikan hal keadaan hidoep Kartini dalam soerat kabar hari-hari dan njonja Nellie van Kol menoelis sepoetjoek soerat kepada Regén Radén Adi Pati Ario Djojo Adi Ningrat. Atas permintaan djoeroe kabar Locomotief di Semarang telah disiarkan soerat itoe dalam soerat kabar jang terseboet. Jang sebenarnja isi soerat itoe njonja itoe berharap, soepaja Radén Mas Sienggih beroesia pandjang dan mendjadi seorang jang senilai dengan boendanja jang ternama itoe.

Kepada sekalian jang dikatakan itoe saja hendak menambahkan ini sedikit: „Boeah pikiran pahlawan jang moelia itoe tentoe akan menghiasi namanja sendiri. Pada sekalian orang tentoe akan terbit pikiran jang sama doeka mengingat, betapa Kartini, orang jang mengoerbankan hidoepnja kepada kemadjoean bangsanja itoe hanja beberapa hari sadja dapat memelihara anak kandoengnja. Tetapi nama iboenja itoe tentoe akan mengingatkan si anak itoe kepada kewadjiban jang tertanggoeng diatas bahoenja."

Bahwa sanja nama Kartini itoe tentoelah akan tinggal mernberi berkat kepada bangsa Djawa dan bangsa lain-lainpoen ditanah Hindia. Kepada bangsa-bangsa itoe adalah Kartini itoe sebagai fadjar jang sedang menjingsing jang menoendjoekkan djalan dari tempat kegelapan kepada tjahaja kemadjoean jang terang-benderang, ja'ni kemadjoean jang hanja dapat diperoléh dengan meninggalkan pikiran dan memoeliakan kalboe noerani.

Kepada bangsa koelit poetihpoen pastilah nama itoe akan memberi berkat poela. Ialah jang telah mendekatkan bangsa itoe dengan boeah pikirannja kepada bangsanja sendiri.

Mr. J. H. ABENDANON.

's Gravenhage, April 1911.



Ilustrasi jalan besar depok bogor 19.jpg

Djalan besar diantara Depok dan Bogor.

Djapara, 20 Mei 1899 (I).

Saja sangat beringin hendak berkenalan dengan seorang „gadis kaoem moeda”, anak gadis jang tjakap dan sanggoep tegak sendiri, jang tjepat kaki ringan tangan serta berani menentang kehidoepan dengan hati jang riang dan pikiran jang soeka, lagi dengan gembira dan keras hatinja bekerdja, boekan oentoek keoentoengan dan keselamatan dirinja sendiri sadja, tetapi soeka mengoerbankan diri akan goena keperloean dan keselamatan orang banjak djoega. Itoelah anak gadis jang saja soekai. Saja beriang hati, bersoeka raja, menjamboet zaman jang baroe, bahkan saja dapat katakan, kalau menilik pikiran dan perasaankoe, ta' hidoep lagi bersama-sama dengan bangsa Hindia, melainkan adalah pikiran dan perasaankoe itoe sesoeai betoel dengan saudara-saudarakoe bangsa koelit poetih jang masoek kaoem kemadjoean ditanah Eropah jang djaoeh itoe.

Djikalau kiranja 'adat lembaga tanah airkoe mengizinkan saja berboeat sedemikian, ta' adalah jang lain jang lebih saja soekai, melainkan toeroet beroesaha oentoek kemadjoean perempoean kaoem moeda ditanah Eropah. Tetapi 'adat lembaga jang telah berzaman-zaman oesianja itoe, jang ta' moedah dihilangkan dan ditinggalkan itoe, mengikat dan merantai kaki kami dengan tangannja jang koekoeh. Tentoe pada soeatoe ketika kami akan terlepas dari pada belenggoe itoe, tetapi waktoe itoe masih djaoeh, ja, teramat djaoeh antaranja pada kami. Jang ia akan datang, tahoelah saja, tetapi datangnja itoe tiga, empat ketoeroenan kemoedian dari pada kami. Saja kira, ta' dapat Toean mengirakan betapa sedihnja hati kami dalam hal seroepa ini: hati kami tjinta dan 'asjik sekali memandang za­man jang baroe, jaïtoe zamanmoe, zaman jang disoekaï hati djantoengkoe, pada hal kaki dan tangan kami masih terikat terbelenggoe oléh 'adat lembaga, 'adat poesaka tanah air kami, jang beloem boleh lagi kami tinggalkan sadja. Akan 'adat lem­baga, 'adat poesaka negeri kami itoe berlainan benar dengan kemaoean zaman baroe, jang hendak saja masoekkan kedalam doenia bangsa kami. Siang dan malam saja pikir dan heningkan daja oepaja, soepaja saja dapat meloepoetkan dirikoe dari 'adat-'adat lembaga tanah airkoe jang keras itoe, tetapi pahamkoe tertoemboek djoega.

Boekan karena 'adat-'adat lembaga bangsa Timoer jang lama itoe koeat dan koekoeh, kalau itoe sadja tentoe akan dapat saja meleboer, menghantjoerkannja akan melepaskan dirikoe. Tetapi ada lagi soeatoe ikatan jang lebih koeat dan tegoeh dari 'adat-'adat jang telah berzaman-zaman itoe, jang menambatkan saja pada doeniakoe. Adapoen ikatan itoe jaïtoe pertjintaan jang ada padakoe akan meréka, jang melahir menghidoepkan dakoe, jang memelihara dan membesarkan dakoe. Boléhkah saja memiloekan hati meréka, jang selama hidoepkoe selaloe memberi dan menoendjoekkan kesajangan dan kebaikan padakoe serta jang memeliharakan saja dengan bersoesah pajah itoe? Adakah hak saja akan itoe? Hati meréka itoe akan saja roesakkan sekali, bila saja menoeroetkan kehendak hatikoe itoe, bila saja kerdjakan perboeatan jang diingini seloeroeh toeboehkoe itoe, tiap helai boeloe, setiap sa'at, sepandjang waktoe.

Boekan sadja soeara-soeara, jang dari loear, dari Eropah, negeri jang beradat haloes dan jang pendoedoeknja soedah terpeladjar itoe masoek ke hatikoe dan menjebabkan saja beringin akan peroebahan tentang hal keadaan jang ada sekarang ini, tetapi waktoe saja masih kanak-kanakpoen, tatkala perkataan „kemerdékaan” beloem saja dengar, beloem saja ketahoei artinja, serta soerat-soerat dan kitab-kitab tentang hal itoe masih djaoeh dari padakoe, soedah ada djoega bidji keinginan dalam hatikoe jang makin lama makin besar itoe, jaïtoe: ke­inginan akan kebébasan, kemerdékaan dan tegak sendiri. Adapoen jang membangoenkan keinginan itoe ialah keadaan jang koelihat berkelilingkoe jang menjedihkan hatikoe, dan mentjoetjoerkan air matakoe, karena kedoekaan jang ta' berhingga.

Dan soeara-soeara, jang selaloe datang dari loear, jang semakin lama semakin keras tibanja kepadakoe, menjebabkan toemboehnja bibit keinginan itoe dan ditambah oléh perasaan

Sekolah dasar jepara 22.jpg

SEKOLAH RENDAH Dl DJAPARA.

3

toeroet berdoekatjita dengan orang lain jang saja sajangi amat sangat, sampai pada hati ketjilkoe; achirnja bibit itoe telah beroerat berakar dan toemboeh dengan soeboernja.

Tetapi hingga inilah perkara itoe doeloe, kemoedian hari dihoeboeng poela. Sekarang saja hendak mentjeriterakan tentang diiikoe sendiri kepada toean, seolah-olah akan berkenalan. Adapoen saja ini anak perempoean jang kedoea oléh regén Djapara; saudara saja ada lima orang laki-laki dan lima orang peiempoean. Kekajaan besar, boekan? Marhoem nénékkoe, Pengéran Ario Tjondronegoro, regén Demak, seorang jang soeka akan kemadjoean, ialah regén jang pertama-tama sekali di Djawa Tengah, jang memboekakan pintoe roemahnja oentoek djamoe jang djaoeh datang dari seberang laoetan: jaïtoe kemadjoean orang Eropah. Sekalian anak-anaknja jang pendidikannja tjara Eropah semoeanja, memoesakaï kemadjoean bapa meréka itoe setelah meréka itoe mendjadi bapa poela, memberi anak-anaknja pendidikan seroepa pendidikan jang telah diterimanja sendiri doeloe. Banjak anak-anak bapa moedakoe dan kakak-kakakkoe telah menammatkan sekolah menengah (H.B.S.), seboeah sekolah jang setinggi-tingginja, jang ada ditanah air­koe, dan kakakkoe laki-laki jang moeda sekali (dia ada tiga orang) telah lebih dari tiga tahoen ditanah Belanda, beladjar oentoek melandjoetkan kepandaiannja, dan doea orang jang lain itoe telah mendjabat pangkat pada Goebernemén. Kami anak-anak perempoean jang terikat kaki tangan kami oléh 'adat-'adat koeno tadi, hanjalah sedikit-sedikit boléh merasaï kelazatan kemadjoean tentang pengadjaran itoe; sebenarnja kami anak-anak perempoean, keloear pergi beladjar dan setiap hari meninggalkan roemah pergi kesekolah itoe soedah soeatoe kesalahan jang besar pada 'adat lembaga jang koeno itoe. Karena 'adat tanah air kami melarang anak-anak perempoean pergi keloear roemahnja. Pergi kenegeri lain kamipoen ta' boléh, sedang sekolah jang ada dinegeri kami jang ketjil ini hanja sekolah rendah jang biasa, sekolah Belanda Goebernemén. Waktoe saja telah ber'oemoer doea belas tahoen, maka saja dikeloearkan dari sekolah itoe. Saja wadjib masoek „koeroengan", saja ditoetoep didalam roemah dan sekali-kali tidak boléh keloear lagi. Kami tidak boléh lebih dahoeloe keloear dari roemah, kalau tidak bersama-sama dengan seorang soeami, seorang laki-laki jang tidak kami kenal, jang dipilih oléh orang toea kami oentoek kami dan dengan si laki-laki itoe kami dikawinkan dengan tidak setahoe kami. Sahabat kenalan kami orang-orang Belanda — sepandjang pendengaran saja kemoe­dian harinja — telah mentjoba dengan bermatjam-matjam daja oepaja akan mengoebahkan pikiran orang toea saja, soepaja dioebahnja kepoetoesan jang bengis, jang ditetapkan atas diri-

4

koe itoe, seorang anak jang masih ketjil dan mandja, tetapi oesaha meréka itoe sia-sia sadja. Orang toeakoe ta' mendengarkan pikiran meréka itoe — saja teroes dimasoekkan kedalam koeroengankoe. Empat tahoen lamanja saja tinggal berchalwat diantara empat dinding jang tebal itoe dengan tiada pernah keloear-keloear sekali djoeapoen. Bagaimana saja menghabiskan waktoe empat tahoen itoe ditempat itoe, ta' tahoelah saja lagi — hanja jang saja ketahoei, bahasa waktoe itoe amat sengsara adanja.

Soeatoe keoentoengan jang amat besar bagikoe, hanjalah karena akoe tidak dilarang membatja kitab-kitab bahasa Belanda dan berkirim-kiriman soerat dengan sahabat-sahabatkoe bangsa Belanda. Itoelah sadja jang menjenangkan hatikoe dalam waktoe jang sial dan mendoekatjitakan itoe dan itoelah sadja tempat akoe bergantoeng; kalau tiada barang jang doea perkara itoe, barangkali sampai adjalkoe atau lebih dari pada itoe — jaïtoe pikirankoe barangkali boléh hilang sama sekali karena itoe. Oentoenglah datang penolong dan pelindoengikoe, jaïtoe peroebahan zaman memboenjikan langkahnja jang keras dan dahsjat itoe. Kedatangan waktoe jang baroe menggojangkan gedoeng-gedoeng 'adat jang koekoeh-koekoeh dan toea-toea dari sendinja dan memboeka pintoe-pintoe gedoeng itoe, jang diKoentji dan didjaga koeat-koeat itoe. Setengahnja terboeka sendirinja dan ada poela jang diboeka dengan kekerasan, tetapi terboeka mesti, tidak boléh tidak. Dari pintoe-pintoe jang terboeka itoelah masoek djamoe jang ta' disoekaï itoe kedalam gedoeng-gedoeng itoe. Pada sekalian tempat jang ditempoeh si djamoe itoe kelihatanlah selaloe bekas djedjaknja. Adapoen si djamoe itoe ialah 'ilmoe kepandaian bangsa Eropah. Achirnja, ketika saja telah ber'oemoer 16 tahoen, boléhlah poela saja keloear roemah. Sjoekoer! beriboe sjoekoer! Seperti seorang bébas boléhlah meninggalkan pendjarakoe dan kaki tangankoe tiadalah tertambat kepada seorang soeami jang dipaksakan sadja kepada saja.

Enam boelan kemoedian dari pada itoe baroe saja boléh pergi keloear roemah poela; soedah itoe terdjadilah bertoeroet toeroet beberapa kedjadian, jang makin lama makin banjak memberi kebébasan kami kembali jang doeloe telah lenjap itoe, dan tahoen jang laloe, waktoe radja kita jang moeda, radja Belanda, naik nobat, maka orang toea kami menganoegerahkan kebébasan itoe kembali dengan berterang-terang.

Waktoe itoelah jang pertama-tama kali selama kami hidoep, kami boléh meninggalkan tempat toempah darah kami dan bersama-sama pergi keiboe negeri, akan menghadiri alat keramaian oentoek memoeliakan hari radja Belanda dinobatkan itoe. Hal itoe ialah soeatoe kemenangan lagi jang patoet kami


• hargaï dan kamipoen ta' loepa menghargaïnja. Maka hendaklah toean ketahoei, bahwa anak-anak gadis orang patoet-patoet dinegeri kami bila berdjalan keloear dimoeka orang banjak, tontoelah anak negeri tertjengang-tjengang melihat jang demikian. Orang2 jang pandjang lidah tentoelah akan ramai mempertoetoerkan kedjadian jang 'aib itoe, tetapi sahabat kenalan kami bangsa Eropah bersorak, beriang hati dan kami merasa beroentoeng sekali, ja, lebih beroentoeng dari pada machloek jang seberoentoeng-beroentoengnja didoenia ini.

Tetapi saja beloem berpoeas hati, sekali-kali beloem. Lebih banjak, ja, lebih banjak lagi saja kehendaki kebébasan itoe. Boekan, boekan keramaian, boekan kesoekaan jang saja ingini dalam mentjintaï kebébasan itoe. Maksoed saja bébas ialah soepaja boléh tegak sendiri dan tidak bergantoeng pada orang lain, serta........sekali-kali tidak akan kawin, karena terpaksa sadja.

Tetapi kami wadjib kawin, wadjib, wadjib. Tiada bersoeami ialah soeatoe dosa jang sebesar-besarnja jang dapat diboeat oleh seorang perempoean jang beragama Islam dan soeatoe maloe jang sebesar-besarnja bagi seorang anak gadis Boemipoetera dan sanak saudaranja.

Kawin dinegeri kami ialah soeatoe kesengsaraan besar; sebenarnja kata kesengsaraan beloem lagi sampai kerasnja. Bagaimana perkawinan tidak akan djadi kesengsaraan, kalau hoekoem dan 'adat semoeanja memberi hak kepada laki-laki sadja, perempoean sedikitpoen tiada? Dan ta' héran hal jang demikian djika adat dan agama kedoeanja oentoek si laki-laki; semoeanja diberikan dan diizinkan kepadanja?

Tjinta. Apakah jang kami ketahoei tentang perkara tjinta. Bagaimanakah kami dapat mentjintaï seorang laki-laki dan si laki-laki mentjintaï kami, djikalau kami tiada berkenalan seorang dengan jang lain, ja, sedangkan melihat si laki-laki kami ta boleh? Anak-anak gadis dan anak laki-laki dipertjeraikan benar-benar.
..................................................................................................................................................................
Ja dengan segala soeka hati saja hendak mendengar sekalian hal keadaan pekerdjaan toean, pekerdjaan itoe roepanja amat bagoes pada perasaan saja. Dan soekakah toean mentjeriterakan kepadakoe segala pengadjaran dan sekolah, jang bergoena oentoek mendjadi jang demikian? Lagi poela saja amat soeka mendengarkan lebih landjoet tjeritera Toynbee-avondjes, demikian poela tjeritera tentang geheel-onthoudersbond = perserikatan orang jang ta' soeka minoeman keras; dalam perserikatan itoe toeanpoen mendjadi anggota jang beroesaha sekali roepanja. Sekalian hal jang matjam itoe ta' adalah pada kami di Hindia. Tetapi saja soeka benar mengetahoei hal itoe.
Soekakah toean nanti mentjeriterakan kissah Toynbee-avondjes itoe kepada saja? Saja ingin benar hendak mendengar lebih banjak kebaikan kerdja itoe oentoek kita sesama manoesia, lebih banjak dari pada jang dikissahkan oléh soerat-soerat chabar hari-hari, dan soerat minggoean dan boelanan dengan pandak sadja.

Dalam doenia pendoedoek Boemipoetera beroentoenglah beloem ada penjakit minoeman keras itoe akan diperangi — tetapi saja takoet, saja takoet, bila kemadjoean bangsa Eropah telah beroerat berakar poela dinegeri kami, kamipoen nanti akan menanggoengkan kedjahatan minoeman keras itoe poela — ma'afkan saja karena hal ini — Kemadjoean bangsa Eropah ialah soeatoe berkat bagi kami, tetapi dalam itoe ada poela keboeroekannja, menoeroet pikirankoe. Kesoekaan hendak meniroeniroe soedah ter'adat pada manoesia. Ra'jat jang kebanjakan biasanja soeka meniroe 'adat-'adat orang baik, — orang baik-baik itoe meneladan orang bangsawan jang lebih tinggi poela dan bangsawan itoe achirnja mengambil dari pada orang jang ber'adat haloes sekali, jaïtoe: orang Eropah.

Soeatoe peralatan tiadalah sedjati, bila pada peralatan itoe orang tidak minoem minoeman jang keras-keras. Sekarang orang selaloe melihat pada peralatan bangsa Boemipoetera, seboeah botol jang empat segi atau lebih dari seboeah, jang tiada dengan hémat ditoeangkan oléh meréka itoe kedalam moeloetnja. Boemipoetera jang demikian ialah meréka jang koerang koeat memegang agamanja — kebanjakan anak Boemipoetera mendjadi Islam, hanjalah sebab bapa dan nénék mojangnja beragama Islam; jang sebenamja meréka itoe ta' berapalah lebih koerangnja dari pada orang jang tiada beragama.

Seboeah benda jang djahat, lebih djahat, teramat djahat lagi dari pada alcohol disini ialah tjandoe. O, betapa besar ketjelakaan jang dibawa oléh benda jang djahat itoe kenegerikoe, kepada bangsakoe, ta' dapatlah dikatakan. Tjandoe penjakit pest jang seganas-ganasnja ditanah Djawa, ja, tjandoe djaoeh lebih djahat lagi dari pada pest. Penjakit pest tidak selaloe berdjangkit, dan lambat laoennja penjakit itoe dapatlah didjaoehkan, tetapi penjakit jang disebabkan oléh tjandoe makin lama makin hébat dan semakin lama semakin berdjangkit, dan tiada akan dapat, ja, sekali-kali ta' dapat dihilangkan. Sebabnja? Moedah sadja; karena tjandoe itoe dibawah perlindoengan Goebernemén. Makin banjak orang meminoem tjandoe, makin penoeh kantoeng wang Goebernemén. Memadjakkan tjandoe ialah seboeah dari mata pentjarian jang teroetama ditanah Hindia oentoek Pemerintah. Berpaédah tidak berpaédahnja perboeatan itoe bagi anak negeri tidak pedoeli, asal Pemerintah mendapat keoentoengan, habis perkara. La'nat jang djahanam itoe mengisi kantoeng Pemerintah dengan beratoesratoes riboe, ja, berdjoeta-djoeta roepiah. Banjak orang mengatakan, minoem tjandoe itoe boekanlah kedjahatan dan ketjelakaan pada anak negeri, tetapi orang jang berkata demikian, beloem pcrnah melihat tanah Hindia, atau mata meréka itoe boeta akan memandang hal jang demikian.

Boekan kedjahatan! Apakah dia itoe pemboenoehan, membakar roemah, ketjoerian, jang ta' terhingga banjaknja itoe, jang sebabnja semata-mata dari karena meminoem tjandoe? Tidak, minoem tjandoe boekan kedjahatan, selama orang sanggoep mengerdjakannja dan ada mempoenjaï wang akan membeli ratjoen jang djahanam itoe; tetapi bila orang ta' dapat minoem itoe lagi, wangpoen ta' ada akan pembelinja dan orangpoen telah mendjadi hamba tjandoe itoe, maka orang itoe mendjadi berbahaja dan iapoen tjelakalah. Peroet jang lapar boléh mendjadikan orang pentjoeri, tetapi menagih akan tjandoe mendjadikan seorang machloek pemboenoeh orang. Kata orang Djawa: „Moela-mbela engkau jang merasaï lazat tjitarasa tjandoe itoe, achirnja dia jang menelan engkau". Sebenar-benarnjalah perkataan itoe. Sedih, soenggoeh sedih hati kita melihat kedjahatan jang berkeliling dan kita ta' berdaja akan mendjaoehkannja.

Kitab njonja Goedkoop jang bagoes itoe telah saja batja beberapa kali. Tidak lelah saja membatja kitab itoe, melainkan tiap-tiap saja oelang membatjanja, selaloe ia menambahi sajang saja kepadanja. Betapalah soeka saja mengeloearkan wang, bila saja boléh dan dapat hidoep dalam zaman Hilda itoe. Alangkah baiknja djika kami di Hindia telah sampai sedjaoeh orang dinegeri toean itoe, sehingga kitab Hilda van Suylenburg itoe dapat mendatangkan gerakan jang besar, seperti gerakan jang telah disebabkan oléh kitab itoe dinegeri toean! Tiadalah diindahkan boeroek atau baik, asal kitab itoe dapat menggerakkan hati bangsakoe, bahwa bangsakoe tiada tidoer lagi. Waktoe sekarang tanah Djawa masih dalam tidoer jang njenjak. Tetapi betapakah dapat saja kehendaki bangsakoe sadar dari tidoernja, kalau meréka jang haroes mendjadi tjontoh teladan oentoek kami, masih menjajangi tidoer jang njenjak itoe poela?

Tidak berbohong saja kalau saja katakan, bahwa kebanjakan perempoean bangsa Eropah (maksoed saja boekan perempoean-perempoean bangsa Belanda, jang ditanah Belanda) jang diHindia sedikit atau tidak sekali-kali mengindahkan pekerdjaan dan kemadjoean saudara-saudara jang ditanah Belanda. Kedjadian jang baroe-baroe ini dalam doenia perempoean bangsa Belanda telah menjatakan hal itoe dengan seterang-terangnja. Tidakkah njonja-njonja bangsa Belanda di Hindia hati-hati (!) beroesaha membantoe Pertoendjoekan Perboeatan Perempoean Bangsa Belanda (Nationale Tentoonstelling van Vrouwenarbeid) ditanah Belanda? Kamipoen dapat panggilan, akan bekerdja bersama-sama oentoek pekerdjaan itoe dan kamipoen dengan segala soeka hati menjamboetnja. Pekerdjaan perempoean jang besar itoe menjoekakan hati saja amat sangat. Kami setoedjoe sekali dengan perkara jang baik itoe, dengan oesaha perempoean-perempoean jang gagah perkasa dinegeri toean itoe dan kami merasa beroentoeng, jang kami dapat dan boléh menolong sedikit mendirikan goenoeng jang besar itoe, goenoeng jang akan dan haroes memberi berkat kepada perempoean-perempoean bangsa koelit poetih dan kepada perempoean bangsa koelit hitampoen. Kamipoen dapat soerat adjakan poela. Tetapi pada bangsa kami soerat adjakan itoe ta' adalah goenanja, seorangpoen tiada hendak menolong. Bagaimana sekalipoen kami terangkan dan paparkan kepada meréka itoe, meréka itoe ta' mengerti djoega dan ta' soeka djoega mendengarkan perkataan kami. Dengan poetoes asa larilah kami kesoedahannja meminta tolong kepada orang Eropah. Kepada kenalan dan boekan kenalan, kami kirim kartoe pos dan toelis soerat akan memohon bantoean meréka itoe.

Pekerdjaan kami itoe sebenarja mengada-adaï sekali. Kami, orang Djawa, pergi kepada orang Eropah memperkatakan perkara bangsa Eropah sendiri, sombong, boekan? Orang boléh djadi marah karena hal itoe kepada kami, tetapi akan kemarahan dan lain-lainnja itoe tiadalah kami pikirkan; pikiran kami, maksoed kami hanjalah seboeah sadja waktoe itoe, jaïtoe: bekerdja dengan sekoeat-koeatnja oentoek perkara jang kami moeliakan sampai kedalam hati itoe. Akan orang Eropah itoe menolong kami sekeras-kerasnja. Roepanja meréka itoe bersoeka hati, jang kami, anak-anak Djawa meminta pertolongannja dan barangkali ............. Padalah, orang telah menolong mengasoet kami dengan baiknja; sedangkan meréka, jang telah bersoempah, tiada sedikit djoea hendak mengindahkan pertoendjoekan itoe, mendjadi berlemah hati dan memboeka tali kantoeng wangnja oentoek pertoendjoekan itoe.

Hanja seorang perempoean Belanda jang amarah kepada kami, karena kami berboeat jang demikian; tetapi hal itoe tiadalah kami indahkan. Soenggoehpoen pertolongan kami oentoek pertoendjoekan itoe achirnja koerang menjenangkan hati kami, tetapi kami tiadalah menjesal barang sekedjap mata djoeapoen, jang kami telah .toeroet bersama-sama bekerdja oentoek pekerdjaan itoe. Toean tjeriterakanlah kepadakoe banjak-banjak tentang kerdja dan haloean, pikiran dan perasaan perempoean-perempoean zaman sekarang, jang ditanah Belanda. Kami sangat menjoekaï segala hal tentang gerakan perempoean-perempoean. Sajang, saja ta' tahoe bahasa Perantjis, Inggeris dan Djérman. Adat kami tiada mengizinkan kami mempeladjari bahasa-bahasa itoe. Tahoe berbahasa Belanda ini telah terlampau- lampau amat benar. Dengan hati djantoengkoe saja berïngin hendak mempeladjari bahasa-bahasa itoe, melainkan soepaja boleh merasaï kelazatan kital>kitab jang bagoes dan banjak, jang tertoelis oléh pengarang-pengarang bangsa Perantjis, Inggeris dan Djérman dalam bahasa meréka itoe sendiri. Meskipoen salinan kitab-kitab itoe baik dan bagoes, tetapi salinan itoe selamanja tidak sebagoes asalnja. Asalnja itoe selamanja lebih baik dan lebih bagoes.

Kami soeka sekali membatja-batja; membatja kitab-kitab jang bagoes kelazatan jang sebesar-besarnja pada kami. Kami ialah adik-adikkoe perempoean dan saja sendiri. Kami bertiga sama-sama dibesarkan dan selaloe tinggal bersama-sama. 'Oemoer kamipoen berselisih satoe tahoen, satoe tahoen sadja. Antara kami bertiga adalah soeatoe tali persahabatan jang koeat sekali. Tentoe sadja sekali-sekali berselisih djoega pikiran kami, tetapi hal itoe tiadalah sedikit djoega menggojangkan tali persaudaraan jang memperhoeboengkan kami bertiga. Menoeroet pikirankoe perselisihan jang ketjil-ketjil itoe énak sekali; maksoedkoe, jang énak perdamaian jang terdjadi soedah itoe. Boekankah soeatoe djoesta jang besar adanja, djika ada orang jang berkata, bahwa ada doea orang jang selaloe sepikiran dalam segala hal. Menoeroet pikirankoe hal itoe ta' boléh djadi, perkataan jang demikian itoe djoesta. Kepada toean saja beloem tjeriterakan, berapa 'oemoerkoe. Boelan jang telah laloe saja betoel oemoer doea poeloeh tahoen. Héran, waktoe saja beroemoei enam belas tahoen, saja rasa saja soedah seorang jang toea, dan kerap kali berdoekatjita; tetapi sekarang, saja ber'oemoer doea poeloeh tahoen, saja rasa diri saja masih moeda, semata-mata soeka menentang kehidoepan dan ......... dan djoega soeka berperang.

Namakan sadjalah saja Kartini, karena demikianlah namakoe. Kami, orang Djawa tiada memakai nama bapa atau keloearga jang lain. Kartini nama ketjilkoe sambil namakoe kalau telah besar. Radén Adjeng ialah doea patah kata, jang menoendjoekkan gelarkoe. Waktoe saja memberikan 'alamat soerat oentoek saja kepada Njonja van Wermeskerken, ta' dapatlah saja mengatakan kepadanja Kartini sadja, hal itoe tentoelah menghérankan orang nanti ditanah Belanda, dan menjeboetkan saja nona atau lain-lainnja dimoeka namakoe; akan memakai gelai nona itoe ta ada hakkoe, boekan, karena saja hanja seorang Djawa sadja.

Sekarang tjoekoeplah soedah pengetahoean toean peri hal saja, boekan? Kemoedian hari saja tjeriterakan kepada toean tentang hal kehidoepan kami di Hindia.

Djikalau toean hendak mengetahoei barang sesoeatoe hal keadaan Hindia, boléh toean tanjakan sadja kepada saja; dengan segala soeka hati saja akan memberi toean keterangan tentang tanah air dan bangsakoe.

Jang hendak saja ketahoei ja'ni: Kenal benarkah toean pada njonja Goedkoop? Kalau toean kenal, soekakah toean nanti mentjeriterakan kepadakoe barang sesoeatoe tentang halnja? Saja sangat ingin mengetahoei sesoeatoe tentang perempoean tinggi pikiran dan berani itoe, jang sangat bersetoedjoe dengan hati saja.

                                 *
                                 **


18 Augustus 1899. (I).

Banjak terima kasih atas soeratmoe jang pandjang dan sedap itoe, kata-katamoe jang lemah lemboet dan toeloes ichlas itoe, jang meriang dan menjoekakan hatikoe. Tidakkah engkau akan ketjéwa nanti, bila engkau mengetahoei berkenalan dengan saja sebetoel-betoelnja? Saja soedah katakan kepadamoe, jang saja ta' tahoe satoe apapoen. Kalau saja bandingkan saja dengan engkau, terasa oléhkoe bahwa akoe ini seorang jang bebal sekali. Engkau roepanja soedah tahoe benar akan gelar-gelar bangsa Djawa. Sebeloem engkau menoelis tentang itoe kepadakoe, tiadalah pernah saja pikirkan dengan sesoenggoehnja jang saja seperti menoeroet katamoe anak bangsawan jang tinggi. Seorang poeterikah saja? Boekan, melainkan orang biasa seperti kamoe djoega. Radja jang achir sekali dari pihak bapa saja, kalau saja ta' salah telah 25 toeroenan telah terdahoeloe. Akan boenda saja masih dekat perhoeboengannja lagi dengan radja radja Madoera. Mojangnja jang laki-laki waktoe hidoepnja radja jang memerintah dan nénéknja jang perempoean demikian poela. Tetapi segala hal itoe ta' lah berharga bagi kami. Pada saja hanja doea matjam bangsawan, jaïtoe: „Bangsawan pikiran dan bangsawan hati". Pada pemandangan saja tiadalah orang lebih gïla dan bodoh dari pada meréka jang sombong dan angkoeh akan asalnja jang tinggi itoe. Djasa apakah jang terkandoeng oléh gelaran graaf atau baron? Saja seorang jang doengoe ini ta' dapatlah memikirkan itoe.

Bangsawan dan berboedi ialah doea boeah perkataan, jang sekawan dan hampir searti betoel. Kasihan pada kedoea kata itoe. Alangkah djahatnja hidoep didoenia ini, hai bangsawan dan berboedi jang tiada menaroeh kasihan mempertjeraikan engkau kedoea oentoek selama-lamanja. Bila bangsawan selaloe seperti ma'nanja, maka mémang soeatoe kehormatan kepada saja, karena berasal tinggi itoe; tetapi sekarang? Saja masih ingat betapa marah kami, tatkala njonja-njonja den Haag pada tahoen j.l. menamakan kami pada Pertoendjoekan oesaha Perempoean „poeteri-poeteri Djapara."

Dinegeri Belanda roepanja, orang menjangka, siapa djoega jang datang dari tanah Hindia, jang boekannja „baboe" atau „spada", semoeanja dikira orang poeteri atau poetera radja. Bangsa Eropah di Hindia ta' banjak menamakan kami „Raden Adjeng", tetapi kebanjakan menegoer kami dengan „freule." Karena hal itoe kerap kali saja poetoes asa. Telah beberapa kali saja katakan kepada meréka itoe, jang kami boekan freule, apalagi boekan poeteri, tetapi meréka itoe ta' maoe djoega mendengarkan kata saja dan selaloe menamakan kami „freule." Begitoe poela, baroe-baroe ini datang keroemah kami seorang-orang Eropah; roepanja ia ada mendengar tentang hal kami; laloe di mintanja kepada orang toea kami, soepaja ia diperkenalkan dengan „poeteri-poeteri." Permintaannja itoe dikaboelkan. O, alangkah besar hati kami. „Regén," katanja lambat-lambat kepada bapa, tetapi kamipoen dapat djoega mendengarnja dengan terang dan boenji soearanja menoendjoekkan, jang ia ketjéwa. „Poeteri2, saja sangka berpakaikan pakaian jang indah-indah, seperti pakaian bangsa Timoer jang penoeh bertatahkan dengan ratna moetoe manikam', tetapi anak-anak toean berpakaian sederhana sadja." Soesah kami menahan gelak kami, tatkala kami mendengar itoe. Dengan tiada disengadjanja telah dipoedjinja kami dengan amat sangat. Beloem pemah kami mendengar poedjian orang demikian. Ta' dapatlah engkau pikirkan, betapa besar hati kami, mendengar ia mengatakan kami berpakaian sederhana; kami takoet sekali akan dikatakan orang sombong dan pesolék.

O, Stella, saja sangat berbesar hati, jang engkau menjamakan saja dengan sahabat-sahabatmoe bangsa Belanda, dan memandang saja seperti saudara sepikiran dengan dikau. Ta' lain kehendakkoe melainkan engkau haroes menjeboet namakoe sadja dan berengkau dan berkamoe kepadakoe. Lihatlah bagoesnja saja telah meniroe engkau.

Bila engkau bertemoe dalam soeratkoe seboetan „toeanhamba" atau „toean", djanganlah engkau pandang itoe sebagai kekakoean, tetapi seperti kealpaan. Sajapoen moesoeh kekakoean. Apakah goenanja bagikoe 'adat-'adat jang kakoe itoe? Saja girang, jang saja dapat memboeangkan 'adat-'adat Djawa jang soesah itoe sementara saja bertjakap-tjakap padamoe dalam soerat ini. Adat lembaga, peratoeran, jang diboeat orang itoe lain tidak perkara jang menjakitkan hati sadja kepada saja. Engkau ta' dapat memikirkan, betapa kerasnja 'adat-'adat koeno jang bersimaharadjaléla dalam doenia bangsawan di Djawa. Bila engkau sedikit sadja menggerakkan dirimoe, maka si 'adat koeno itoepoen dengan marahnja menéngok kepadamoe. Diroemah kami 'adat-'adat jang kakoe-kakoe itoe tiadalah kami indahkan benar lagi. Jang kami moeliakan perkataan:

„Kebébasan itoe kegirangan."

Pada kami, moelaï dari saja, 'adat-'adat jang kakoe itoe telah dihapoeskan, hanja perasaan kami sendiri haroes mengatakan kepada kami, sehingga mana kami boléh menoeroeti batas kemerdékaan itoe.

Bahwa sanja 'adat-'adat kami bangsa Djawa itoe terlaloe amat soekarnja. Bangsa Eropah, jang bertahoen-tahoen di Hindia dan lama bertjampoer gaoel dengan orang besar-besar bangsa Djawapoen ta' dapat mema'loemi 'adat-'adat bangsa Djawa itoe, bila meréka itoe tidak dengan soenggoeh-soenggoeh mempeladjari dia. Saja terpaksa mentjeriterakannja kepada sahabat kenalankoe; tetapi bila telah sedjam saja berbitjara dan kerongkongankoepoen telah kering, pengetahoean meréka itoe masih sebanjak kepandaian anak jang baroe lahir tentang perkara 'adat-'adat kami itoe.

Akan menjatakan bagaimana soesahnja 'adat-'adat kami itoe, marilah saja oeraikan satoe doea misalnja. Adik saja perempoean atau laki-laki wadjib merangkak, bila ia laloe dimoeka saja. Kalau adik saja doedoek diatas koersi dan sajapoen laloe dimoekanja, haroes ia mendjatoehkan diri doedoek kelantai dan menoendoekkan kepala sampai saja ta' kelihatan lagi. Kepada saja ta' boléh adik-adik saja itoe berengkau dan berkamoe, ia boléh bertjakap dengan 'hanjalah memakai bahasa Djawa tinggi; dan sesoedah tiap-tiap kalimat, jang keloear dari moeloetnja, wadjib ia menjembah saja, menjoesoen djari dan mengangkatnja kemoeka. Djikalau adik-adik saja membitjarakan saja dengan orang lain, wadjib ia selaloe memakai bahasa Djawa tinggi, demikian poela djikalau ia mempertjakapkan segala barang-barang kepoenjaan saja oemp: pakaian, tempat doedoek, tangan, kaki, mata saja d.l.l.

Kepala saja jang moelia, ta' boléh sekali-kali dirabanja; djika ia lebih dahoeloe meminta izin dan menjembah beberapa kali, baroelah boléh ia meraba kepala saja. Kalau ada barang jang énak-énak diatas médja, ta' boléh diambil oléh adik-adik saja, sebeloem saja mengambil apa jang saja soekaï. Wah, gementar kita, bila kita datang dalam lingkoengan bangsawan jang moelia itoe. Bertjakap dengan orang jang lebih tinggi haroes lambat-lambat, hanja orang jang dekat disitoe sadja jang dapat mendengarnja. Djika anak gadis tertawa, ta' boléh ia memboeka moeloetnja. „Ja, Allah", koedengar soearamoe mengatakan, ja, banjak lagi barang jang adjaib-'adjaib jang akan engkau dengar bila engkau hendak tahoe semoeanja tentang keadaan kami bangsa Djawa.

Kalau seorang gadis berdjalan, patoetlah ia perlahan-lahan berdjalan itoe dengan langkah jang pandak dan bagoes, adalah seperti semoet berdjalan. Bila anak gadis melangkah agak tjepat, dinamakan orang ia koeda liar. Padalah kita bitjarakan hal itoe; tjeritera ini tentoelah membosankan engkau boekan? Kepada kakak saja laki-laki dan perempoean selaloe saja pakai 'adat-adat itoe; karena saja ta' maoe mengoerangi kehormatannja. Tetapi moelai dengan saja ta' adalah kami memakai 'adat 'adat jang kakoe itoe; jang kami soekaï dan pegang hanja ,,kebébasan, kesamaan dan persaudaraan." Adik-adik saja laki-laki dan perempoean selaloe bébas dan sama dengan saja seperti bersahabat. Kekakoean ta' ada pada kami; hanjalah persahabatan dan keramahan jang akan engkau lihat pada pergaoelan kami itoe. Adik-adik saja perempoean berkamoe dan berengkau kepada saja dan bertjakap dalam bahasa jang saja pakai. Pergaoelan jang bébas dan sama, antara beradik kakak itoe sangat ditjatjat orang; oléh karena itoe kami dinamakan orang anak jang ta' terpeladjar, saja sendiri beroléh nama ,,koeda koré" artinja koeda liar, sebab saja djarang berdjalan, tetapi selaloe melompat-lompat. Ditjela orang saja karena saja kerap kali tertawa gelak-gelak, sehingga gigi saja kelihatan oleh orang. Kelakoean seperti itoe tiada senonoh. Sebab 'adat 'adat jang kakoe itoe telah kami boeang, maka pergaoelan kami selaloe meriangkan kami dan persaudaraan kami mendjadi erat serta kamipoen selaloe sepakat, lebih-lebih antara kami bertiga. Sekalian keadaan itoe mendatangkan kedengkian pada orang lain.

Bila kaulihat, Stella, bagaimana hidoep orang bersaudara dalam kaboepatén jang lain-lain apalah nanti akan katamoe. Meréka itoe bersaudara hanjalah karena seiboe sebapa. Sedarah itoelah sadja jang mendjadi tali persaudaraan meréka itoe. Perempoean beradik kakak jang hidoep bersama-sama, hanja pada moekanja dapat kaulihat, jang ia bersaudara, tetapi lain dari pada itoe ta' dapat engkau mengetahoeinja.

Terima kasih, Stella, atas poedjimoe jang bagoes itoe; besar amat hatikoe mendengarnja. Saja sangat tjinta akan bahasamoe; semendjak dari waktoe saja masih pergi kesekolah, saja selaloe beringin amat sangat hendak mengetahoei dia dengan baik dan soenggoeh. Sampai sekarang saja masih djaoeh dari tempat jang koeingini itoe ............ tetapi, saja telah dekat selangkah pada tempat itoe; demikianlah kata poedjianmoe, jang sangat menggirangkan hati saja. Sebenarnja saja ta' perloe kaumandjakan lagi, karena diroemah dan oléh sahabat kenalan sajapoen amat sangat saja dimandjakan. O, Stella, saja oetjapkan padamoe terima kasih atas pikiranmoe jang baik itoe tentang bangsa kami, bangsa Djawa. Dari doeloe saja telah ketahoei, jang engkau tidak memperbédakan bangsa koelit poetih dan koelit hitam; dari sekalian orang jang sebenar-benarnja berboedi dan terpeladjar ta' pernah kami mendapat lain dari pada kebaikan. Soenggoehpoen bangsa Djawa bodoh, ta' berpengetahoean, ta' berboedi, bangsamoe tentoe akan memandang dia seperti sesama manoesia djoega, jang didjadikan Allah seperti bangsa jang berboedi bahasa itoe. Bangsa Djawapoen ada djoega berhati berdjantoeng dalam toeboehnja dan berperasaan poela oentoek kesakitan, meskipoen moekanja ta' bergerak, dan matanja ta' mengedjap, menoendjoekkan apa jang terasa dihatinja itoe.

Keringkasan isi kitab „Hilda van Suylenburg" jang engkau berikan kepadakoe, telah membesarkan hatikoe dan soeratmoe jang pertama menambah ketjintaankoe padamoe, tetapi soeratmoe jang achir itoe merampas hati djantoengkoe.

Diroemah kami berbahasa Djawa; bërtjakap bahasa Belanda hanja dengan orang Belanda sadja. Kadang-kadang kami memakai bahasa Belanda djoega sama-sarna kami oemp: soeatoe olokan, jang ta' dapat diterdjemahkan, soepaja ma'na olokan itoe djangan hilang.


6 November 1899 (I).

O, Stella, ta' dapat saja katakan banjak terima kasih sajab pada iboe bapakoe atas pemeliharaannja jang bébas jang diberikannja kepadakoe. Lebih baik saja merasaï peperangan dan kesoesahan se'oemoer hidoep, dari pada tidak mengetjap pemeliharaan bangsa Eropah, jang telah koeterima dari ketjilkoe. Saja tahoe, bahwa banjak, ja, amat banjak kesoekaran menoenggoe saja, tetapi saja ta' gentar dan ta' ngeri menantikannja. Saja ta' dapat kembali kepada 'adat-'adat jang lama itoe, madjoe memasoeki doenia zaman sekarangpoen ta' dapat poela, karena masih beriboe-riboe belenggoe jang mengikat akoe dengan sekoeat-koeatnja kepada doenia jang lama itoe. „Apa jang patoet ditoeroet sekarang?" tanja handai tolankoe bangsa Eropah pada dirinja sendiri. Bila saja sendiri tahoe akan djawab pertanjaan itoe, tentoelah dengan soeka hati saja katakan kepada meréka itoe. Sekaliannja tahoe dan mengerti, jang keadaan kami ini serba salah. Orang mengatakan, jang hal ini kesalahan bapa' saja, karena saja dipeliharatnja menoeroet tjara pemeliharaan jang telah saja terima. Tetapi sekali-kali boekan bapa' saja jang bersalah; ia sekali-kali tidak bersalah dakum hal ini. Bapakoe ta' dapat menolong, ia ta' dapat mengetahoei lebih doeloe, bahasa pemeliharaan jang diberikannja oentoek anakanaknja, akan menjoesahkan seorang dari pada si anak itoe. Banjak regén-regén jang lain telah memeliharakan atau tengah memeliharakan anak-anaknja seperti kami. Tetapi pemeliharaan itoe tiadalah lain hakékatnja, melainkan anak-anak itoe hanja pandai bertjakap bahasa Belanda dan memakaikan 'adat'adat Belanda sedikit. Lebih dalam tiadalah terpaham benar kehaloesan 'adat Eropah itoe oléh anak-anak perempoean bangsa Djawa, jang dipelihara seperti bangsa Eropah itoe.

„Apa hendak diboeat sekarang?" tanja meréka, jang telah berkenalan dengan kami kepada njonja Ovink-Soer. Meréka itoe tahoe dan mengerti, jang kami lambat laoen wadjib kembali kepada kehidoepan jang lama dan disitoelah kami nanti merasaï diri kami mendjadi tjelaka dan tiada berbahagia.

Ta' dapat sedikit djoega dioebah lagï. Bésok atau loesa tentoelah saja dipersoeamikan dengan seorang jang tidak saja ketahoei. Pertjintaan pada bangsa Djawa hanjalah soeatoe tjeritera dongéng sadja. Bagaimana orang laki isteri dapat tjinta mentjintaï, kalau meréka itoe baroe bertemoe, waktoe ia telah dikawinkan ?

Saja sekali-kali ta akan dapat mentjintaï soeami jang demikian. Menoeroet pendapatan saja, haroeslah kita moela-moela menghormati seseorang laki-laki, dan kemoedian baroelah dapat mentjintaï dia. Akan saja ta' dapatlah menghormati anak-anak moeda bangsa Djawa. Bagaimana saja dapat menghormati seorang jang telah beristeri dan soedah mendjadi bapa; kemoedian si bapa itoe mengambil perempoean jang lain poela djadi isterinja, karena ia telah poeas beristerikan iboe anak-anaknja itoe. 'Adat jang seperti itoe tidak terlarang dalam agama Islam. Siapa jang ta akan memboeat seperti itoe? Mengapa orang tidak akan memboeatnja Pekerdjaan itoe tidaklah mendatangkan dosa dan boekan soeatoe ketjelaan; karena agama Islam mengizinkan orang laki-laki beristeri empat orang. Soenggoehpoen seriboe kali orang berkata beristeri banjak boekannja dosa dalam agama Islam, tetapi saja dengan tetap mengatakan, jang beristeri banjak itoe soeatoe dosa kadim adanja. Jang saja katakan dosa, ialah barang sesoeatoe pekerdjaan jang menjakiti badan atau hati sesamanja manoesia dan binatang. Engkau tentoelah dapat memikirkan, berapa doekatjita jang wadjib ditanggoengkan oléh seorang perempoean, bila soeaminja dengan perempoean jang lain datang keroemahnja dan ia wadjib mengakoe, bahwa perempoean jang baroe datang itoe isteri soeaminja jang halal. Si soeami tadi boléh menjiksa dan menjakiti perempoeannja dengan sesoekanja sampai matinja. Bila perempoean itoe menangis sampai kelangit sekalipoen hendak meminta kebébasan, tiadalah dapat diperoléhnja, kalau si soeami ta' soeka memberinja. Dalam segala hal si soeami berkoeasa, tetapi si perempoean ta' ada sedikit djoega berhak dian berkoeasa. Demikianlah adanja agama kami.

Dalam soeratmoe jang achir sekali tertoelis: „Kebangsawanan itoe membawa kewadjiban." Alangkah bodohkoe dahoeloe mengira jang bangsawan pikiran itoe selaloe bersama-sama dengan bangsawan boedi; bahwa ber'ilmoe banjak itoe sama artinja dengan berboedi pekerti jang moelia. Betapakah ketjéwa saja tentang itoe.

Mengertikah engkau sekarang apa sebabnja maka saja bentji akan perkawinan? Kerdja jang serendah-rendahnja lebih soeka saja mengerdjakannja, dari pada dikawinkan orang. Dengan besar hati dan terima kasih saja soeka mengerdjakan kerdja jang lebih rendah itoe, asal pekerdjaan itoe membébaskan saja. Tetapi karena pangkat dan daradjat bapakoe, ta' boléh saja mengerdjakan barang sesoeatoe apapoen.

Djikalau saja memilih sesoeatoe kerdja, wadjiblah kerdja itoe sesoeai dengan kedoedoekan saja. Pekerdjaan jang kami tjintaï jang tiada akan merendahkan bangsa saja dan kaoem keloearga saja, jang berpangkat tinggi-tinggi (jaïtoe beberapa orang regén di Djawa Timoer sampai ke Djawa Tengah) ta' akan tertjapai oléh kami. Akan mendapat pekerdjaan itoe wadjib kami lama tinggal ditanah Eropah dan oentoek itoe kami ta' ada beroeang. Kami hendak terbang terlampau tinggi, sekarang kehendak itoe ta' dapat disampaikan, karena itoe kami sendirilah jang menanggoeng kesoesahannja. Tetapi mengapakah Allah menerbitkan nafsoe orang hendak beladjar, kalau orang itoe ta' diberi ichtiar oentoek beladjar itoe. Kedoea saudara saja jang perempoean dengan tiada sedikit djoega bergoeroe, telah pandai sekarang menggambar dan meloekis. Menoeroet timbangan orang jang ahli tentang gambar menggambar, kedoea adikkoe itoe boléh dilandjoetkan kepandaiannja. Tetapi ditanah Djawa ta' dapat dilandjoetkan; pergi ke Eropah kamipoen ta' sanggoep. Akan menjampaikan maksoed itoe wadjiblah dengan izin s.p.j.m.m. Minister van Financiën, tetapi s.p.j.m.m. itoe tiada memberi izin kami. Kami wadjib menolong diri sendiri, bila kami hendak madjoe.

O, Stella, tahoekah engkau, berapa sakitnja itoe, bila engkau bertjinta sekali hendak mengerdjakan sesoeatoe, tetapi kehendakmoe itoe tidak dapat kaulakoekan oléh karena ketiadaan dan kekoerangan ?

Djikalau bapakoe dapat menolong kami, pastilah dan ta' doea hati ia mengirim kami ketanah airmoe jang djaoeh dan dingin itoe. Saja pandai djoega menggambar dan meloekis, tetapi karang-mengarang dan menoelis lebih saja soekaï dari pada menggambar. Mengertikah engkau sekarang apa sebabnja, maka saja ingin benar hendak mengetahoei bahasamoe jang bagoes itoe dengan sebaik-baiknja? Djanganlah engkau memperdajakan saja. Saja sendiripoen telah merasa, bahwa kepandaian saja dalam bahasa Belanda beloem sempoema. Bila pengetahoean saja dalam bahasa Belanda dengan setjoekoep-tjoekoepnja, maka bolehlah dikatakan nasibkoe oentoek hari kemoedian soedah tentoe. Sebidang padang jang loeaspoen akan terbentanglah tempa„ saja bekerdja dan sajapoen mendjadi orang jang bébas. Sebab saja seorang perempoean Djawa sedjati, saja tahoe dan kenal akan segala hal keadaan dalam doenia bangsa Djawa. Meski seorang Eropah, jang bertahoen-tahoen telah tinggal di Djawa, dan tahoe hal keadaan Boemipoetera sekalipoen, tiadalah seperti anak Boemipoetera sendiri mengetahoei 'adat-'adat boemipoetera itoe. Banjak hal jang sekarang masih tersemboenji dan jang ta dima'loemi oléh bangsa Eropah sanggoep saja menerangkannja dengan kata sepatah doea sadja. Tempat-tempat jang ta' boléh dimasoeki oléh bangsa Eropah, dapatlah didatangi oléh anak Boemipoetera. Sekalian perkara jang pelik-pelik, jang terdapat dalam doenia bangsa Boemipoetera, jang beloem diketahoei oléh ahli jang termasjhoer-masjhoer tentang tanah Hmdia, dapatlah dioeraikan oléh anak Boemipoetera. Saja merasaï sendiri jang saja ta' berpengetahoean jang tjoekoep dalam bahasa Belanda, Stella. Tontoelah orang akan tertawa gelak-gelak, bila ia dapat membatja kertas jang setjarik ketjil ini dari belakang saja. Betapakah gila pikiran saja, boekan? Saja, seorang jang tiada terpeladjar dan tiada berpengetahoean sedikit djoeapoen, hendak mentjoba-tjoba poela mempeladjari ïlmoe kitab bahasa Belanda. Soenggoehpoen engkau mentertawakan saja, saja tahoe, jang engkau ta' soeka mentertawakan saja—maka ta' lah akan saja boeangkan maksoed saja itoe. Betoel, pekerdjaan itoe soeatoe pekerdjaan jang sia-sia. „Tetapi siapa jang tiada mentjoba, tidaklah menang." Demikianlah asaskoe. Madjoe sadja, toenggang hilang berani mati. Siapa jang berani, dapat mengalahkan tiga perempat doenia.

Bersama-sama ini saja kirimkan kepada engkau seboeah karangan dari Koninklijk Instituut voor Land-, Taal- en Volkenkunde tanah Hindia. Karangan itoe saja toelis telah empat tahoen jang" laloe, telah lama saja ta' pedoeli lagi akan karangan itoe; baroe-baroe ini, waktoe saja membongkar kertas jang lama-lama, maka terlihat oléh saja akan dia. Karangan itoe dikirimkan oléh bapakoe kepada pengoeroes Koninklijk Instituut jang kebetoelan meminta bantoe kepadanja. Tidak berapa lama sesoedah karangan itoe dikirimkan, saja terima tjétakan karangan itoe. Saja kirimkan karangan ini kepadamoe, karenasaja pikir, engkau barangkali soeka membatjanja. Karangan tentang hal batik membatik, jang saja boeat tahoen jang laloe oentoek „Pertoendjoekan peroesahaan Perempoean" ta' pemah saja mendengar beritanja lagi. Karangan itoe dimasoekkan orang kedalam seboeah kitab jang teroetama tentang batik membatik. Ta' lama lagi akan dikeloearkan tjétakan kitab itoe. Wah, betapa besar hatikoe, waktoe saja baroe-baroe ini mendengar chabar itoe dengan tiba-tiba, karena hal itoe telah lama hilang dari kenang-kenangankoe. Engkau bertanja kepadakoe, bagaimana, maka saja doedoek diantara empat boeah dinding batoe jang tebal. Engkau tentoe menjangka, jang saja doedoek dalam pendjara atau koeroengan. Boekan, Stella, koeroengan saja itoe seboeah roemah besar dengan pekarangan jang loeas kelilingnja dan dipagari dengan dinding batoe jang tinggi. Disitoelah kami dikoeroengkan, tempat itoelah saja namakan pendjara. Berapapoen loeasnja roemah dan pekarangan, djikalau kita selaloe wadjib tinggal didalamnja, tentoelah ia menjesakkan dada kita. Sekarang teringat oléh saja, bagaimana saja menghempaskan badan saja dengan kebodohan dan poetoes asa kepada pintoe jang selaloe tertoetoep itoe dan kepada dinding batoe jang sedjoek itoe. Kemana djoega haloean perdjalanankoe saja toedjoekan, selaloe saja tertoemboek kedinding batoe dan pintoe jang terkoentji.

Pintoe itoe baroe terboeka waktoe Seri Baginda Maharadja Wilhelmina naik nobat. Sedjak itoelah pintoe pendjarakoe selama-lamanja terboeka. Pemboekaan pintoe itoe soeatoe kedjadian jang besar jang telah lama dioesahakan lebih dahoeloe. Soedah bertahoen-tahoen sahabat kenalan kami bangsa Eropah menolong meroentoehkan dinding batoe jang koekoeh itoe, jang memagari kami. Moela-moelanja dinding batoe itoe tegoeh sekali. Lama kelamaan batoe dinding itoe terbongkarlah seboeah lepas seboeah; sehingga waktoe Seri Baginda Maharadja Wilhelmina dinobatkan, maka dinding itoe robohlah dan kami melompatlah kepadang jang bébas, ditarik oléh orang toea kami dengan sekali tarik.

Selang berapa lama ini njonja Ovink kerap kali berkata kepadakoe: „Hai anak-anakkoe, adakah baik perboeatan kami, membawa engkau sekalian keloear dari dinding kaboepatén jang tinggi itoe? Tidakkah lebih baik, bila toean-toean selamanja tinggal didalam kaboepatén itoe ? Sekarang apa hendak diboeat. Hendak kemana kamoe pergi?" Apabila ia melihat loekisan dan gambaran kami, maka berteriaklah ia dengan poetoes asa: „Wahai anak-anakkoe; ta' adakah pekerdjaan lagi bagimoe?" Tidak ada djalan jang lain jang terlebih bagoes, jang saja ketahoei hanjalah kami bertiga melompat keoedara, meloepakan iboe bapa kami dan bahwa ia soedah membesarkan kami. Beroentoeng, jang saja seorang, jang ta' lekas bersoesah hati dan ta' moedah menoendoekkan kepala. Sekarang, apabila saja ta' dapat mendjadi sesoeatoe jang saja ingini, biarlah saja mendjadi koki sadja. Engkau haroes tahoe, bahasa saja „seorang jang pandai sekali" dalam perkara masak memasak. Kaoem keloearga dan sahabat kenalan saja, ta' perloe takoet lagi akan oentoeng nasib saja pada hari kemoedian, boekan? Seorang toekang masak-masak jang baik selaloe dapat dipergoenakan orang dan kemana-mana ia boléh pergi.

Alangkah sedikitnja gadji-gadji ditanah Belanda kalau dibandingkan dengan gadji-gadji amtenar-amtenar di Hindia. Soenggoehpoen demikian meréka itoe mengeloeh djoega mengatakan bahwa gadji di Hindia sedikit. Bila orang 20 tahoen telah bekerdja di Hindia, (pendéta-pendéta 10 tahoen) maka meréka itoe telah berhak mendapat pensioen. Soenggoehpoen demikian kebanjakan orang Belanda memaki-maki tanah Hindia „tanah monjét jang tjelaka." Djikalau saja dengar onang berkata „Hindia jang tjelaka" itoe, maka sajapoen boléh djadi marah amat sangat. Telah kerap kali orang meloepakan, bahwa „tanah monjét jang tjelaka itoe" mengisi kantoeng bangsa Belanda jang kosong dengan emas, bila ia poelang kembali ketanah Belanda sesoedah bekerdja ta' berapa lama di Hindia.

Ta' akan berapa goenanja kalau kitab Hilda van Suylenburg diterdjemahkan kedalam bahasa Melajoe. Siapakah jang membatja boekoe dalam bahasa itoe, ketjoeali orang laki-laki? Lagi poela sedikit sekali perempoean-perempoean bangsa Djawa, jang pandai membatja bahasa Melajoe. Soepaja kitab Hilda dapat dibatja meréka itoe, wadjib ia beroesaha mempeladjari bahasa itoe. Tentoelah ia menjangkakan salinan H.v.S. hanjalah sebagai soeatoe tjeritera jang bagoes sadja. Tidak akan terasa betoel oléhnja maksoed isinja.

Peroebahan dalam doenia kami bangsa Boemipoetera ta' dapat tiada akan datang, gerakan peroebahan telah ditakdirkan Allah, tetapi bila ia akan datang? Itoe soeatoe pertanjaan jang besar. Sa'at peroebahan itoe ta' sanggoeplah kami melekaskannja. Apakah sebabnja maka kami benar jang haroes mempoenjaï pikiran hoeroe hara dalam hoetan rimba, jang djaoeh terletak ditengah-tengah tanah jang ta' bertanah lagi dibaliknja ini? Sahabat kenalan saja berkata, jang kami lebih baik tidoer seratoes tahoen lagi lamanja. Bila kami nanti terbangoen, tentoelah waktoe itoe, soeatoe masa jang baik oentoek kami. Tanah Djawa tentoelah telah beroebah; peroebahan itoe soeatoe peroebahan jang kami kehendaki. Kitab „Maatschappelijk werk in Indië" ada padakoe. Saja dapat dari bapakoe, kitab itoe pemberian poela dari njonja van Zuylen Tromp. Njonja itoe mengirim kitab itoe kepada bapak dan ia memohon permintaan, soepaja bapa soeka memperbaiki dan mengoebahi apa jang salah dalamnja. Njonja itoe hendak mengeloearkan soeatoe karangan tentang perempoeanperempoean bangsa Boemipoetera. Saja minta ma'af karena ta' dapat menolongnja. Banjak saja dapat mentjeriterakan hal keadaan perempoean-perempoean bangsa Djawa, tetapi saja masih moeda sekali, ta' tjoekoep, ja, hampir ta' ada mempoenjaï pendapatan hidoep. Perkara jang wadjib saja oeraikan itoe perkara jang amat penting dan termoelia, ta' boléh dipermoedahmoedah sadja.

Sekarang saja dapat memboeat karangan itoe kalau kiranja saja soeka, tetapi saja tahoe betoel, jang saja akan menjesal kemoedian hari, djika saja boeat karangan itoe. Apa sebabnja? Sebab saja sekarang banjak dirintangi beberapa matjam pikiran; sekalian itoe meragoekan saja, tetapi kalau tiga empat tahoen lagi, boléhlah saja barangkali mempoenjaï pemandangan jang tadjam dalam beberapa perkara itoe. Tentang agama Isiam ta' dapatlah saja mentjeriterakan kepadamoe, Stella. Agama Islam melarang orang Islam mentjeriterakan perkara agama kepada orang jang beragama lain. Dan lagi sebenarnja, saja seorang Islam, hanjalah karena nénék mojang saja orang Islam. Bagaimana saja dapat mentjintaï agama saja kalau saja tidak mengetahoei dia, ja, ta' boléh mengetahoeinja? Koeran ta' boléh diterdjemahkan kedalam bahasa apapoen, karena ia soeatoe kitab jang tersoetji. Ia haroes tertoelis dalam bahasa 'Arab. Dinegeri saja ta' seorang djoega jang tahoe bahasa 'Arab. Orang negeri saja diadjar membatja koeran, tetapi apa jang dibatjanja itoe, tidaklah seorang jang mengerti. Menoeroet pendapatan saja pekerdjaan jang seperti itoe, soeatoe pekerdjaan jang bodoh. Orang diadjar membatja, tetapi apa jang dibatjanja tidaklah diketahoeinja. Samalah keadaannja, bila engkau mengadjar saja membatja kitab Inggeris dan semoea haroes saja hafalkan diloear kepala saja, pada hal satoe patah katapoen tidaklah saja ketahoei artinja. Djikalau saja hendak mengetahoei dan mengerti agama saja, maka patoetlah saja pergi ketanah 'Arab mempeladjari bahasa 'Arab itoe. Biarpoen, orang tidak saléh, tetapi berhati soetji, tentoelah orang itoe seorang jang baik djoega, boekan, Stella?

Hati jang soetji itoelah pokok kebaikan jang teroetama. Agama jang sebenarnja soeatoe rahmat oentoek segala orang, dan ialah jang memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim antara segala hamba Allah. Kita sekalian bersaudara, boekan karena kita seiboe dan sebapa' sadja, tetapi djoega sebab kita hamba Toehan jang esa, jang berkeradjaan dilangit. Orang-orang jang bersaudara wadjib tjinta mentjintaï, tolong menolong dan bantoe membantoe. Orang-orang bersaudara, meskipoen bersaudara laki-laki atau perempoean, wadjib meréka sajang menjajangi, tolong menolong, koeat mengoeatkan, bantoe membantoe. Ja Allah, kadang-kadang saja berkehendak, soepaja ta' ada seboeah djoega agama didoenia ini. Karena agama jang sepatoetnja menjatoekan segala machloek didoenia ini, ialah mendjadi pokok peperangan dan menjebabkan manoesia berbagai-bagai, serta ialah asal pemboenoehan jang ngeri dan jang mentjoetjoerkan darah. Manoesia jang seiboe sebapa, bermoesoeh-moesoehan, oléh karena djalan meréka menghormati Toehan jang esa dan seroe sekalian 'alam itoe berlainan.

Orang-orang jang kalboenja diperhoeboengkan oléh kasih tjinta jang amat sangat, mendjadi berdendam kesoemat hingga djatoeh sengsara, karena agama itoe. Mesdjid dan gerédja, tempat meréka itoe menjembah Toehan jang esa 'itoe, mendjadi dinding jang mentjeraikan hati meréka jang soeka tjinta mentjintaï dan sajang menjajangi itoe.

„Adakah agama itoe mendatangkan berkat kepada manoesia? Tanja saja kerap kali pada dirikoe sendiri. Hai agama, engkaulah jang haroes mendjaoehkan kami dari pada dosa, tetapi berapakah banjaknja dosa jang dilakoekan orang atas namamoe.

Saja ada menaroeh kitab Max Havelaar. Tetapi pertanjaan: „Toendjoekkanlah kepadakoe tempat, jang telah engkau taboeri bibit! tidaklah saja ketahoei. Tetapi itoe akan saja tanjakan kepada orang lain karena saja amat soeka, ja, amat soeka benar pada Multatuli.

Tentang keadaan orang kebanjakan dan kepala-kepala negeri boléhlah kemoedian hari saja tjeriterakan kepadamoe. Sekarang telah sampai pandjangnja saja menoelis dan lagi perkara itoe tidak akan sedikit menghabiskan kertas dan waktoe.

Engkau bertanja bahasa apa jang kami pakai dalam roemah. Jang kami pakai dalam roemah kami tentoelah bahasa kami, ja'ni bahasa Djawa. Bahasa Melajoe kami pakai, kalau kami bertjakap dengan orang Melajoe, orang Keling, orang 'Arab Tjina d.l.l. Bahasa Belanda hanjalah kami pakai, kalau kami bertjakap dengan orang Belanda.

O, Stella, waktoe saja membatja pertanjaanmoe, saja sangat tertawa gelak-gelak, pertanjaanmoe: „Boléhkah engkau memeloek tjioem orang toeamoe dengan seizin meréka itoe?" Dengarlah, Stella, saja beloem pernah mentjioem orang toea dan saudara-saudara saja perempoean dan laki-laki. Bertjioem-tjioeman boekannja soeatoe 'adat pada bangsa Djawa. Hanja anak-anak jang ber'oemoer dari satoe sampai enam tahoen boléh ditjioem-tjioem. Kami ta' pernah bertjioem-tjioeman. Ja, hal itoe tentoelah mendatangkan héran bagimoe. Tetapi sesoenggoehnja begitoe. Hanja sahabat-sahabat kami perempoean bangsa Belanda mentjioem kami, dan kamipoen mentjioem dia poela. Bertjioem-tjioem itoe beloem lama kami lakoekan,

22


mi biarkan sadjakami ditjioem orang. Kami beladjar mentjioem, semendjak kami bersahabat dengan njonja Ovink-Soer. Djikalau ia mentjioem kami, dimintanja kami mentjioemnja poela. Moela-moelanja kami ta' biasa memboeat itoe, sebab itoe kami mentjioem itoe djanggal sekali. Tetapi pekerdjaan itoe ta' lama kami peladjari, maka kamipoen biasalah mengerdjakannja. Bagaimana sekalipoen saja mentjintaï seseorang, ta' adalah niatan saja dengan kehendak sendiri akan mentjioemnja. (Orang Belanda selaloe bertjioem-tjioeman, kami bangsa Djawa ta' pernah bertjioem-tjioeman). Sebabnja, saja ta' maoe mentjioem orang, karena saja ta' tahoe, soekakah ia ditjioem atau tidak.
...............................................................................................

Kalau benar seperti katamoe, jang saja ta'kalah kalau dibandingkan dengan beberapa anak-anak perempoean bangsa Belandia, kepandaian saja itoe teroetama pekerdjaan njonja Ovink, seorang jang soeka bertjampoer gaoel dengan kami, bangsa Djawa; dan ia bertjampoer gaoel itoe seperti orang bersaudara. Pergaoelan dengan njonja-njonja bangsa Belanda jang sedjati, terpeladjar dan berboedi itoe amat baik oentoek bangsa koelit hitam. Iboe saja tahoe, jang iboe bapakoe ditjintaï dan disajangi oléh anak-anaknja jang perempoean. Bapa telah berdjandji kepada kami (jang sebetoelnja njonja Ovink menjoeroeh bapa berdjandji) akan membawa kami ke Djombang kepada njonja Ovink. Toean Ovink dengan segera soeka membawa kami. Kami sangat mentjintaï meréka itoe hampir sebagai mentjintaï iboe bapa kami. Kalau meréka itoe ta' ada lagi dekat kami, seperti kami kehilangan barang jang kami tjintaï. Saja ta' dapat memikirkan, jang meréka itoe telah bertjerai dengan kami. Kami bersama-sama telah banjak menanggoeng soesah dan senang. Dengan santoen menjantoeni kami telah hidoep bersama-sama seperti sekaoem sekeloearga lajaknja.

  • *


November 1899. (II) .


O, njonja jang tertjinta, betapa riang kami hart Minggoe kemarin doeloe. Bapa dan adik saja jang ketjil pergi berkeréta; ta' berapa lamanja, maka meréka itoepoen kembalilah keroemah. Setiba diroemah dengan girang hati bertjeritera adikkoe itoe: „Ja, kakanda, ada seboeah kapal perang dipelaboehan. Dipasar berkeroemoen kelasi kapal. Doea orang dari pada meréka itoe menoeroet dengan kami. Pergilah lekas lihat; ia sekarang diserambi dengan bapa'."

Mendengar kata kapal perang itoe kamipoen melompatlah


Panorama laut bulu ujung jepara 44-1.jpg

PEMANDANGAN DILAOET BOELOE OEDJOENG, DJAPARA.

Serambi muka kabupaten jepara 44-2.jpg

SERAMBI MOEKA KABOEPATÉN DJAPARA.

Pendopo kabupaten jepara 44-3.jpg

PENDOPO KABOEPATÉN DJAPARA.





23

seperti kami digigit lebah. Sebeloem habis adikkoe itoe bertjeritera, kami berlari dari bilik kami pergi kemoeka. Dimoeka tampak oléh kami doea orang toean-toean berpakaian poetih; moelanja meréka itoe maloe masoek kedalam pekarangan kami. Tiada berapa lama antaranja kami lihat meréka itoe telah doedoek dengan bapa' ditengah-tengah serambi moeka. Kemoedian dari pada itoe datang seorang boedjang mengatakan kepada ka­mi, jang kami haroes datang kepada bapa'. Hal itoe kami soekaï benar-benar. Satoe, doea, tiga......kami saroengkan kebaja jang bersih dan sebentar kemoedian dari pada itoe kamipoen doedoeklah bergojang-gojang dikoersi gojang dan ramai berbintjang-bintjang dengan doea orang opsir kapal perang „Edie". Saja ta' tahoe apa sebabnja, tetapi dengan segera kami senang hati bertjakap-tjakap dengan kedoea toean² itoe, seroepa kami telah bertahoen-tahoen berkenalan dengan dia. Apa sebabnja, maka kedoea toean itoe sampai kekaboepatén? Marilah saja tjeriterakan kepada njonja. Seperti saja soedah tjeriterakan di­ atas ini, bapa' pergi berkeréta. Ditengah djalan bertemoe ia empat, lima orang toean-toean. Tiga orang diantaranja menoeroet djalan jang lain, dan jang doea orang lagi mengikoet keréta bapa kekaboepatén. Toean-toean itoe baroe datang ketanah Djawa. Meréka itoe menjangka, jang dijalan kekaboepatén, jang ditoeroet keréta bapa, djalan jang biasa. Roemah kami disangkanja seboeah goedang atau toko jang besar.

Bapa menjoeroeh orang kepada toean-toean itoe meminta dia masoek kedalam. Meréka itoe tentoe terkedjoet, tatkala dikètahoeinja jang ia salah persangkaan dan telah menoeroet orang keroemahnja. Apa hendak diboeat sekarang? Meréka itoe kemaloe-maloean roepan ja, apalagi karena ia tiada mengetahoei bahasa kami, melainkan ia bertjakap bahasa Melajoe sedikit. Bapa menghilangkan maloe orang itoe dengan bertjakap bahasa Belanda kepadanja. Mendengar itoe sangat héran dan soekalah meréka itoe. Sekarang ia soeka sekali masoek keka­boepatén. Roepanja jang seorang dari toean-toean itoe kaoem keloearga dari seorang, jang dikenal betoel oléh bapa. Saja tidak ingat lagi, jang saja pernah merasa senang hati bertjakap de­ ngan bangsa asing, seperti waktoe itoe. Ta' sedikit djoega saja pikirkan, bahwa saja se'oemoer hidoepkoe beloem pernah melihat orang itoe dan sa japoen ta' tahoe, jang meréka itoe lima menit lebih dahoeloe ada didoenia. Héran,héran, selamanja ka­mi lekas sekali berketahoean dengan orang kapal.

Kami sangat mentjintaï laoet; apa sadja jang berhoeboeng dengan laoet senantiasa menarik hati kami. Njonja telah tahoe, betapa besar kegirangan hati kami, orang memperbintjangkan perkara bersampan-sampan atau berlajar-lajaran. Njonja sendiripoen tahoe, jang kami soeka sekali pada laoet, Tatkala saja

24


hampir setengah mati, waktoe saja terbaring dalam perahoe tjandoe itoe, saja merasa senang jang saja dilamboeng-lamboengkan oleh gelombang itoe. Semendjak dahoeloe laoet jang indah itoe menarik hati kami. Kalau saja seorang anak lakijaki, tidaklah saja berpikir lagi dan dengan segera saja mendjadi kelasi. Tahoekah njonja, apa jang dikatakan bapa' kepada opsir laoet itoe. Bapa' berkata: „Anak-anak saja jang perempoean soeka sekali berlajar-lajaran dan hendak pergi kekapal." Bapa' kami jang tertjinta itoe; bapa tahoe sekalian barang jang kami ingini dan soekai itoe. Soenggoehpoen hal itoe ta' pernah ditjeriterakannja, tetapi saja tahoe betoel bahwa begitoe keadaannja. Kadang-kadiang bapa mentjeriterakan hal kami kepada orang lain-lain; jang ditjeriterakannja itoe bersamaan betoel dengan perasaan kami, jang kami simpan sadja dihati kami. Jang sangat menghérankan kami, bagaimana dapat bapa' meng'etahoei segala barang jang kami pikirkan sendïri dan jang tidak kami tjeriterakan kepada orang lain-lain itoe. Sebabnja ta' lain, melainkan karena bapa' menjajangï dan mengasihi kami dan kamipoen begitoe poela akan bapa'. Témpoh-témpoh bapa tiba-tiba menggirangkan hati kami dengan mentjeriterakan barang sesoeatoe, jang masih tersemboenji dihati noeranikoe, dan jang saja sangka tidak seorang djoega mengetahoeinja lain dari pada saja sendiri. Itoekah jang dinamakan persatoean pikiran ? Djikalau seonang jang banjak kepertjajaan, tentoelah saja menjangka,:bahasa bapa pandai membatja boeah pikiran dihati kami.

Ta' oesahlah saja pandjangkan lagi tali kawat jang 'adjaib itoe, jang memperhoeboengkan hati kami dengan hati bapakoe jang tertjinta itoe.

Marilah saja hoeboeng mentjeriterakan kegirangan kami pada minggoe jang laloe itoe. Opsir-opsir itoe merasa sajang benar jang kapal perang „Edie" ta' lama tinggal dipelaboehan kami; kalau tidak, meréka itoe soeka sekali menjamboet kedatangan kami dikapal. Kapal itoe haroes pergi kepoelau Karimoen Djawa mentjari gosong-gosong atau beting-beting. Seharoesnja ia ta' perloe datang kenegeri kami, tetapi komandan kapal perang itoe soeka melihat-lihat Djapara. Kedoea toean-toean itoe nuaoe mentjoba meminta kepada komandannja, soepaja kapal „Edie" hari Sabtoe dan Minggoe datang kembali ke Djapara dan hari Senin baroe berangkat ke Soerabaja. Bila peiTnintaan meréka itoe diperkenankan, soepaja kapal Edie hari Sabtoe datang ke Djapara, maka akan diletoeskannjalah sepoetjoek meriam dari kapal memberi tahoe kami. Saja kira permintaan meréka itoe tidak akan dikaboelkan. Tetapi akan soeatoe kesoekaan jang besarlah bagi kami, bila kapal itoe datang kembali. Saja katakan kepada toean-toean itoe, bila ia melaloei Djapara sekali lagi, haroeslah

25


ia mematahkan soemboe mesin kapal itoe seboeah, soepaja kapal itoe terpaksa tinggal dipelaboehan kami.

Tatkala opsir-opsir itoe ta' ada lagi dan kamipoen kembali kebilik kami, kami sangkakan, segala jang terdjadi pada hari itoe soeatoe mimpi. Ja, sebenarnja, seperti kami telah bermimpi. Dengan tiba-tiba datang orang kepada kami, dengan sekonjong-konjong iapoen hilanglah. Tetapi hal itoe soeatoe soekatjita jang tïdak disangka-sangka, boekan? Saja selaloe maoe tertawa, bila saja ingat akan hal itoe. O, njonja, iboe kami, alangkah besar hati saja djika njonja soedah ada poela kami lihat. Kami, anak-anak njonja, merasa kehilangan njonja sekali. Kami ingin sekali kembali kepada waktoe kita bersama-sama doeloe. lebih lebih sa'at dan masa kami dalam bilik tempat doedoek-doedoek njonja. Dibilik njonja menjoeroeh kami merasaï lazat tjitarasa kitab-kitab jang bagoes dan berpaédah. Disitoelah 'kita banjak memperkatakan barang sesoeatoe jang moeskil-moeskil. Pertjakapan jang demikian ta' dapatlah saja lakoekan sekarang dengan njonja. Boeah pikiran, jang menerbitkan katjau-bilau pikirankoe, dan perasaan, jang senantiasa ta' menjenangkan hatikoe, waktoe bertjakap-tjakap itoelah doeloe saja boekakan kepada njonja, o! boendakoe jang tertjinta. Bila saja tidak bersenang, kalau saja lihat moeka njonja jang djernih dan soeka itoe, maka sajapoen mendjadi seorang anak jang beriang hati dan mandja poela, serta sajapoen dapatlah bernjanii menjanjïkan: „Biarpoen langit itoe roentoeh keboemi. saiapoan akan memikoelnja dengan bahoekoe dengan perkasa." Ja, njonja, toean telah terlampau memandjakan kami. Sekarang ta' lain, jang kami ingin dan tjintaï, hanjalah waktoe kita bersama-sama seperti doeloe, jaïtoe waktoe jang lazat dan senang itoe. Soenggoehpoen kami sangat beringin hendak berdjoempa dengan njonja, tetapi kami berharap amat sangat, soepaja perdjalanan hendak pergi ke Djombang itoe selambat-lambatnja dimoendoerkan. Njonja tentoe bertanja: „Mengapa maka begitoe?" Ja, kami tahoe dan kami rasa, jang di Djombang akan terdjadi perdjoempaan jang achir sekali antara kita. Pertemoean itoe boléh djadi pertjeraian jang selama-lamanja. Ke Djapara tentoelah njonja ta' akan datang lagi dan kamipoen tentoelah tidak moedah-moedah sadja datang kepada njonja. Oléh karena itoe biarlah perdjalanan itoe dimoendoerkan seberapa boléh. Amat sedapnja bila sesoeatoe kegirangan hendak didapat. Kesedapan itoe kami hendak merasaï selama-lamanja boléh. Perdioempaan kembali boléh meriangkan hati. soedah itoe habislah kegirangan itoe. Tidak! kenang-kenangannja tentoe akan tinggal djoega pada kami.

Kami sesoenggoehnja tidak sebaik dan semanis seperti jang njonja sangkakan. Tahoekah toean, hai boendakoe, bahwa se-

26

kalian itoe ta' lain dari pada kelobaan hati sendiri, djika kami sekali-kali berboeat baik dan berlakoe manis itoe? Karena ta' adalah jang lebih menjenangkan hatikoe, lain dari pada menerbitkan tersenjoem orang, apalagi pada orang jang kami tjintaï. Tiadalah jang terlebih meriangkan hati kami, hanjalah bila memandang paras jang riang dan kasih terhadap kepada kami, apalagi, djika kami ketahoei, bahwa keriangan itoe asalnja tersebab oléh kami.

Besar hati kami, jang koki masih teringat kepada kami.

  • *

12 Januari 1900 (I).

Pergi ke Eropah. Itoelah soeatoe tjita-tjita saja, jang akan tinggal sampai hari maoetkoe. Sekiranja saja dapat memperketjil toeboehkoe sampai siaja dapat menjoeroek dalam boengkoesan soerat ini, pergilah saja bersama-sama dengan soerat ini mengoendjoengi engkau, Stella, dan kepada saudara saja laki-laki jang koetjintaï dan kepada......Diam, padalah hingga ini. Boekan kesalahan saja, Stella, djikalau saja disana sini menoelis perkataan jang ta' bergoena. Gamelan katja dipendopo lebih tahoe mentjeriterakan hal itoe kepadamoe dari pada saja. Ia menjanjikan lagoe kami bertiga. Ia boekan njanjian, boekan lagoe, melainkan boenji dan soeara, amat lemah, amat lemboet dan bertoekar-toekar, mendengoeng-dengoeng ta' berketentoean, tetapi bagoes, sehingga merawan dan membimbangkan hati orang. Boekannja boenji gelas atau boenji koeningan dan kajoe, jang terdengar dipendopo itoe; boenji itoe ialah soeara njawa manoesia, jang berkata-kata kepada kita. Boeah katanja sebentar keloeh kesah, sebentar lagi ratap tangis dan sekali-sekali tertawa kegirangan. Maka semangat sajapoen rasa terbanglah bersama-sama dengan boenji jang lemboet dan merdoe itoe keatas oedara jang tinggi, biroe dan renggang itoe pergi keawan jang poetih dan kebintang-bintang jang bertjahaja-tjahaja. Sementara itoe soeara jang lembabpoen naiklah poela keoedara; sajapoen merasa diri saja dibawa poela oléh boenji itoe melaloei lembah jang gelap, djoerang jang dalam, melaloei hoetan rimba jang moeram, semak beloekar jang ta' dapat diaroengi. Maka hati saja gementar dan lisoet rasanja, karena ketakoetan, kesakitan dan kedoekaan. Soenggoehpoen demikian, héran sekali, meski telah beriboe kali terdengar oléh saja „Ginondjing”, tetapi satoe boenji dan soeara gamelanpoen ta' dapatlah saja artikan. Apabila gamelan telah diam, ta' seboeah lagoe jang saja ketahoei lagi; semoeanja hilang dari ingatankoe. Saja ta' dapat mendengar Ginondjing lagi, dengan tiada mera-

27

wankan hati. Bila saja mendengar boenji jang pertama sadja dari lagoe jang bagoes itoe, maka melajanglah semangatkoe. Saja sebenarnja ta' soeka mendengar lagoe jang moeroeng itoe, tetapi ta' dapat saja tahan hati saja mendengarkan soeara jang lemah lemboet itoe, jang mentjeriterakan kepada saja, hal keadaan doeloe kala dan jang akan datang. Roepanja seperti boenji-boenjian jang merdoe itoe bernapas mengemboeskan kain seloeboeng, jang menjeloeboengi barang sesoeatoe jang soelit-soelit jang akan datang. Terang seperti boelan, siang seperti hari roepanja dimata saja segala sesoeatoe jang akan datang itoe. Gementar sekalian toelang sendikoe, bila saja lihat seolah-olah orang-orangan jang moeram dan gelap itoe laloe dimoeka saja. Saja ta' soeka melihatnja, tetapi apa hendak diboeat, matakoe ta' maoe dipedjamkan, ia selaloe terboeka. Pada kaki saja terbentang seboeah djoerang jang amat dalam, jang amat memoesingkan kepala dalamnja. Bila saja melihat keatas, ter­bentang langit jang hidjau diatas kepalakoe. Sinar matahari jang sebagai emas itoe memantjar dengan mandjanja seolah-olah bermain-main dengan awan jang poetih dan bagoes itoe; dalam hati sajapoen terbitlah poela soeatoe tjahaja.

Nah, lihatlah betapa gila dan bodoh saja. Semata-mata perboeatan bodoh, boekan, jang saja soeratkan diatas ini. Tetapi tjoekoeplah tentang hal itoe. Sekarang saja tjobalah bertjakap benar-benar seperti seorang jang séhat. Segala kegilaan dan kebodohan itoe kita boeangkan djaoeh-djaoeh, boekan, Stella?

Tanah airkoe jang panas, tanah jang engkau ingini melihat­nja itoe, telah berapa hari lamanja sekali-kali tidak panas. Setiap hari toeroen hoedjan lebat; minggoe jang terlampau soengai Djapara telah melimpah airnja. Banjak kampoeng-kampoeng dan kota Djapara sendiripoen penoeh dilipoeti oléh airnja jang mérah dan bertjampoer loempoer itoe.

Pagi-pagi tadi badai kentjang sekali disini. Dalam pekarangan kami doea tiga pohon litjin tandas ditoembangkannja. Dahan-dahan kajoe habis patah-patah seperti kajoe api-api. Batang koebis Belanda kami jang bagoes itoe telah seroepa pokok ka­joe jang poetih dan boeloes. Tentoelah kampoeng-kampoeng binasa amat sangat. Dengan atap-atap roemah habis diterbangkan angin. Pada hari menoelis soerat ini bapakoe pergi komisi. Banjak lagi kampoeng-kampoeng jang djaoeh-djaoeh jang dibawah perintah bapa' jang dilipoeti air sekali lagi. Bapa sangat banjak kerdjanja dalam beberapa hari ini; hari ini datang ban­djir, bésok tanah jang roentoeh dan loesa badai jang amat hébatnja. Sepohon randoe jang besar baroe-baroe ini ditoembangkan poela oléh angin. Pohon itoe berdiri ditepi djalan besar. Waktoe ia toembang itoe doea orang perempoean jang laloe disitoe ditimpanja. Kedoeanja loeloeh lantak dibawah po-

28

hon kajoe itoe. Sehari-harian dan semalam-malaman itoe ta' lain jang kami dengar hanjalah boenji laoet jang menderoederoe dan mengaoem-aoem. Di Klein-Scheveningen badai jang amat kentjangnja. Djalan pergi keroemah mandi ditepian itoe habis dipoekoel oléh gelombang. Pantai dimoeka tepian itoe telah hilang lenjap ditelan oléh laoet jang ta' pernah kenjang itoe. Djikalau hari petang nanti tidak hoedjan lebat, saja hen­dak meminta izin kepada bapa', akan pergi kesitoe.

Beberapa pekan jang laloe kami di „Klein Scheveningen.” Ka­mi tegak bertiga diatas seboeah batoe besar, jang terlantar ditepi pantai. Kami melihat pada permainan gelombanog jang bagoes itoe. Karena pemandangan itoe sangat menarik hati kami, sehingga tidak tampak oléh kami, tempat kami berdiri itoe telah didekati oléh gelombang jang bergoeloeng-goeloeng itoe. Kami baroe tahoe, tatkala anak-anak ketjil ditepi pantai dengan ketakoetan memanggil kami, sebab kami telah dilingkoengi oléh air laoet jang berboeih-boeih. Dengan basah pakaian sehingga loetoet kamipoen sampailah kembali kepada tempat anak-anak ketjil itoe.

Beloem beberapa lama doeloe dari pada itoe engkau bertanja kepadakoe hal keadaan orang ketjil pada masa sekarang. Tetapi oléh karena soerat saja ketika itoe soedah pandjang sekali, saja lampaui sadja pertaniaan itoe doeloe; sebab akan mendjawab ta' tjoekoeplah sepatah doea patah kata sadja. Tetapi saja doeloe berdjandji kepadamoe, jang saja kemoedian hari akan kembali memperkatakan hal itoe dan sekarang saja hendak menjampaikan djandji itoe. Tetapi sebeloem saja mentjeriterakan perkara itoe, saja hendak mendjawab lebih doeloe soeratmoe jang ke­moedian sekali. Terima kasih, Stella, atas penghiboeranmoe oentoekkoe. Saja harap bitjaramoe itoe terdjadi djoealah hendaknja. Tahoekah engkau pepatah jang saia pegang? „Saja maoe. Doea patah kata jang pandak itoe telah beberapa kali menolong saja melalcei goenoenjr kesoesahan. „Saja ta' tjakap." Ketiga patah kata itoe menghilangkan keberanian. „Saja maoe,” menggembirakan orang. Saja berani soenggoeh-soenggoeh dan selaloe gembira. Stella, njalakan selaloe api keberaniankoe itoe. Djangan kaupadami ia. Gembirakan hatikoe, gembirakan dia sampai bersinar-sinar, Stella, saja sembah engkau, djangan lepaskan saja.

Saja pohonkan terima kasih pada Allah, jang pertanjaanmoe: „Betoelkah keadaan anak negeri sekarang sangat boeroek seperti jang dikatakan Multatuli?” dapat saja djawab dengan: „Boekan.” Menoeroet sepandjang pengetahoean saja, tjeritera seperti Saidjah dan Adinda sekarang tidak terdjadi lagi. Betoel kadang-kadanp ada kelaparan, jang ditanggoengkan oléh anak negeri, tetapi hal itoe boekannja kesalahan kepala-kepala negeri.

29

Kepala-kepala negeri tentoelah ta' dapat menanggoeng, bila hari lama ta' hoedjan-hoedjan, jang sangat bergoena oentoek sawah-sawah „orang ketjil.” Meréka itoepoen ta' sanggoep menolakkan air jang amat banjak, jang ditoeroenkan oléh langit kesawah-sawah orang ketjil itoe. Bila kehasilan padi diroesakkan oléh binatang-binatang jang ketjil, atau oléh kekoerangan air, atau karena moesim panas terlaloe lama, maka negeri jang ditimpa ketjelakaan itoe, dibébaskan oléh Pemerintah dari membajar oeang kepala (padjak). Waktoe moesim kelaparan kepala-kepala negeri membagikan wang dan makanan oentoek orang-orang jang dapat tjelaka itoe. Kalau sawah-sawah itoe dibinasakan oléh tikoes, maka Pemerintah memberi hadiah ke­pada siapa jang memboenoeh binatang jang ketjil-ketjil. Kalau moesim hoedjan seperti sekarang, maka air soengai mendjadi bandjir dan segala tambak-tambak soengai mendjadi petjah. Ketika itoelah kepala-kepala negeri mentjari daja oepaja, akan memperbaiki sekalian jang roesak-roesak itoe.

Tahoen jang laloe sepekan lamanja seboeah kampoeng jang banjak berkolam ikan dilipoeti oléh air, waktoe itoe siang dan malam bapa' tinggal ditempat jang kena sengsara itoe. Dengan wang partikoelir dibajar segala kerdja akan memperbaiki keroesakan tambak-tambak soengai itoe. Kemoedian wang parti­koelir itoe dibajar kembali oléh Pemerintah. Tetapi siapa jang akan membajar sekalian keroegian anak negeri jang disebabkan oléh air itoe? Sebeloem bandjir 100.000 ékor ikan dalam kolam-kolam itoe, sesoedah bandjir hanja tinggal 15 ékor sadja lagi. Setelah beberapa lamanja sesoedah ketjelakaan jang besar itoe, datang seorang dari Insinjoer Waterstaat bertjeritera kepada bapa, bahwa ia jang salah maka kampoeng itoe dilipoeti air. Ia salah menghilirkan air itoe.

Kemoedian afdeeling Demak, afdeeling jang dibawah perintah bapa' moeda saja. Afdeeling itoe ta' dapat dima'moerkan, bagaimana sekalipoen orang mengerdjakannja. Kaiau tidak kesengsaraan ini kesengsaraan itoe jang mengganggoenja. Waktoe moesim panas sekalian soengai-soengai mendjadi kering dan waktoe moesim hoedjan negeri itoe digenangi oléh air bah. Telah beriboe-riboe wang dikeloearkan oléh Pemerintah, soepaja ia mendapat air waktoe moesim kemarau dan soepaja djangan kedatangan bandjir pada moesim penghoedjan, tetapi semoeanja ta' menolong. Banjak saloeran dan sérokan jang bagoes-bagoes digali disitoe, tetapi roepanja tidaklah sedikit djoea bergoena. Menggaii sérokan dan saloeran itoe mendatangkan soeatoe pentjaharian poela kepada beriboe-riboe manoesia. Soenggoehpoen demikian, pada moesim kemarau selaloe negeri itoe kehaoesan dan pada moesim hoedjan semoeanja terapoeng-apoeng diatas air. Boekan, Stella, Pemerintah ada mendjaga baik-baik oentoek

30


keselamatan anak negeri Djawa. Tetapi, adoeh, Pemerintah terlampau banjak menjoeroeh meréka itoe membajar oeang bia.
Boekan, Stella, anak negeri tiadalah lagi dengan sengadja dirampas oléh kepala-kepala negeri. Bila seperti itoe sekali-sekali kedjadian, maka kepala negeri jang bersalah itoe diperhentikan, atau ditoeroenkan pangkatnja. Tetapi jang masih terdjadi, lebih baik dikatakan, jang masih bertjaboel ialah kedjahatan ini: „Menerima persembahan dan pemberian, jang menoeroet pendapatan saja, sama kedji dengan merampas harta benda orang ketjil," sebagai terseboet dalam Max Havelaar. Tetapi saja ta' boléh menjalahi meréka itoe, soenggoehpoen saja ketahoei kedjadian hal itoe, tetapi saja patoet poela menimbang peri keadaan orang jang bersalah itoe. Pertama-tama sekali bangsa Boemipoetera memandang pekerdjaan mempersembahkan soeatoe pemberian kepada orang jang lebih tinggi,' seperti soeatoe kehormatan dan kemoeliaan baginja. Menerima persembahan itoe dilarang oléh Pemerintah pada orang-orang jang berpangkat. Tetapi kepala-kepala negeri jang lebih rendah mendapat gadji sedikit, sehingga kadang-kadang mendatangkan kehéranan, jang meréka itoe dapat hidoep dengan gadji jang ketjil itoe. Oempamanja, seorang djoeroetoelis kampoeng, jang mendjadi boengkoek karena menoelis setiap hari sepandjang waktoe, bergadji tiada tepermanaï banjaknja, jaïtoe ƒ 25 seboelan. Dengan wang itoe ia wadjib hidoep dengan anak bininja, dengan wang itoe ia membajar séwa roemah, membeli pakaian jang sederhana dan dengan wang itoelah ia memperlihatkan kemegahannja, soepaja kehormatannja dimata orang jang lebih rendah djangan koerang. (Saja harap, djangan engkau menjalahi meréka itoe amat sangat, karena keadaan jang achir itoe; lebih baik kasihanilah meréka itoe, karena ia masih anak-anak jang besar, dan begitoelah kebanjakan bangsakoe itoe). Bila kepada djoeroetoelis kampoeng jang seperti itoe dipersembahkan sesisir pisang atau jang sebagainja oléh seorang-orang kampoeng, maka pertama kali tiadalah diterimanja, kedoea kalipoen tiada diambilnja, tetapi ketiga kali doea hatinja menolak persembahan itoe dan keempat kalinja diterimanjalah persembahan itoe dengan tiada bimbang. Karena menoeroet pikirannja, tidaklah salah, bila ia berboeat jang sedemikian; barang itoe boekan dimintanja, tetapi diberikan kepadanja; tentoelah ia gila dikatakan orang, bila pemberian itoe ditolaknja, apalagi pemberian itoe boléh dipergoenakannja. Memberi persembahan itoe boekannja tanda kehormatan sadja, tetapi djoega seperti soeatoe pagar oentoek si pemberi, bila ia bésok atau loesa dapat kesoesahan dengan kepala negeri. Oempamanja bila ia ditangkap oléh wedana, karena ia memboeat kesalahan sedikit. Dalam hal itoe diharapnja pertolongan sahabatnja, djoeroetoelis kampoeng 31

itoe. Gadji pegawai-pegawai negeri soenggoeh tidak tjoekoep. Seorang asistén wedana kelas doea bergadji delapan poeloeh lima roepiah seboelan. Dengan delapan poeloeh lima roe­piah itoe haroes ia menggadji seorang djoeroetoelis. Asisténasistén wedana itoe tidak diberi djoeroetoelis oléh Pemerintah, soenggoehpoen ia banjak dapat kerdja toelis menoelis sama banjak dengan wedana-wedana, djaksa-djaksa dan lain-lain). Lain dari pada koeda toenggang, jang bergoena oentoek pergi memeriksa hoetan-hoetan, haroeslah ia mempoenjaï seboeah béndi atau sado dengan koeda, roemah dan perkakasnja haroes poela dibelinja; tambahan poela ia haroes membelandjaï roemah tangganja. Achirnja ia haroes menerima kemendoer-kemendoer, regén dan kadang-kadang asistén residén, bila meréka itoe datang kedalam djadjahannja oentoek mengerdjakan barang sesoeatoe hal. Dan kalau asistén wedana djaoeh tinggal dari kota, maka toean-toean jang terseboet tadi tinggal dipesenggerahan. Dengan hal jang demikian, asistén wedana merasa mendapat soeatoe kehormatan jang tinggi, karena ia boléh menjediakan makanan orang besar-besar itoe. Tjeroetoe, air Belanda, bermatjam-matjam minoeman keras dan makanan dalam kaléng. Saja dapat mensahkan kepadamoe, jang semoeanja itoe berharga mahal dan sekalian itoe soeatoe belandja jang banjak bagi asis­tén wedana jang begitoe. Engkau mengerti, jang ia ta' maoe me­njediakan barang² jang ada padanja oentoek djamoenja jang tinggi itoe. Segala sedap-sedapan itoe haroeslah semoeanja didjempoet kekota. Jang sebenarnja hal itoe ta' perloe begitoe, tetapi si pendjamoe memandang soeatoe kewadjiban akan me­njediakan jang terbaik oentoek toean jang besar itoe, biarpoen barang itoe tidak ada padanja. Dalam afdeeling bapa beroentoeng ta' kedjadian seperti itoe. Djikalau bapa' pergi komisi dan iapoen haroes bermalam ditempat lain, maka selaloe ia membawa makanan oentoek dirinja sendiri. Kemendoer dan asistén residénpoen memboeat poela begitoe. Kalau sekadar semangkoek air téh jang diminoem toean-toean itoe pada asistén wedana, tiadalah mendjadikan ia miskin. Kalau kedjadian pemboenoehan atau pentjoerian dalam djadjahan asistén wedana itoe, wadjiblah ia mentjari keterangan jang sesoenggoehnja dalam perkara itoe, karena itoe soeatoe kewadjiban baginja. Akan menjelidiki orang jang bersalah haroeslah ia banjak mengeloearkan wang dari kantoengnja. Kerap kali telah kedjadian jang kepala-kepala negeri menggadaikan perhiasan anak isterinja, akan mendapat oeang jang wadjib ada oentoek mentjari keterangan sesoeatoe perkara jang gelap. Dapatkah ia menerima oeang itoe kembali dari Pemerintah, oentoek mentjari keterangan kehendak Pe­merintah itoe? Mengoetjap sjoekoerlah saja bila benar begitoe.

Oléh sebab tiada demikian halnja maka banjak pegawai-pe- 32

gawai itoe mendjadi orang minta-minta. Allah, apakah jang haroes diboeat oléh pegawai-pegawai, jang tiada bergadji tjoekoep dan tiada beriboe bapa' dan bersanak saudara, jang boléh menolong mereka itoe dengan wang? Anak negeri senantiasa membawa persembahan kepada meréka itoe dan ia melihat jang anak ïstermja berdjalan dengan pakaian robék-robék............ Djangan disalahi amat, pegawai-pegawai itoe, Stella.

Saja tahoe kesoesahan kepala-kepala negeri dan saja tahoe akan kesoekaan dan kedoekaan anak negeri. Apa akan diperboeat Pemerintah sekarang? Pemerintah hendak mengadakan peroebahan dalam hal pemerintahan negeri. Pegawai-pegawai Boemipoetera hendak disoesoeti, oentoek keoentoengan.......... pegawai-pegawai bangsa Eropah. Oléh karena kesoesoetan itoe adalah wang tersimpan setahoen ƒ 164800. Wang itoe akan diberikan oentoek pegawai-pegawai bangsa Eropah, dalam pemerintahan negeri, karena pegawai-pegawai bangsa Eropah itoe diberi gadji seperti anak tiri, pada hal pegawai-pegawai bangsa Eropah dalam golongan lain diberi gadji seperti anak kandoeng. Tetapi, mengapa Pemerintah meroegikan pegawai-pegawai Boemipoetera akan memperbaiki kesalahan-kesalahan itoe? Betoel akan pengganti kesoesoetan jang diatas itoe, pegawai-pegawai Boemipoetera jang bergadji sedikit ditambah gadjinja dan asisten wedana mendapat djoeroetoelis dari Pemerintah. Tetapi apakah artinja peroebahan sedikit itoe, djika diperbandingkan de­ngan penghapoesan pangkat-pangkat jang tinggi itoe? Dan lagi beloem ada kenjataannja, jang pangkat-pangkat itoe tiada bergoena. Karena peratoeran Pemerintah itoe banjak orang bersoengoet. Peratoeran oentoek peroebahan itoe dikaboelkan oléh madjelis persidangan kedoea ditanah Belanda dan boelan Juli j.a.d. didjalankan peroebahan pemerintahan negeri itoe. Hampir sekalian residén-residén melawani peratoeran itoe, tetapi Goebernoer Djenderal mengehendaki begitoe. Meskipoen kehendak itoe dilawani oléh residén-residén, maka peroebahan itoe dimadjoekan djoega. Saja berharap, jang Pemerintah nanti ta' akan memetik boeah kelat dari perboeatannja itoe.

Sekarang tengtang hal anak negeri, teroetama keadaan pendoedoek tanah Djawa. Bangsa Djawa itoe boléh disamakan de­ngan anak jang telah besar. Apa jang telah diboeat oléh Pe­merintah oentoek kemadjoean anak negeri? Oentoek anak² orang berbangsa dalam negeri diadakan Sekolah Ménak, Sekolah Radja dan Sekolah Dokter Djawa. Dan sekolah Boemipoetera oentoek sekalian orang ada terdapat dalam tiap-tiap distrik seboeah sadja. Sekolah Boemipoetera dibagi atas doea djenis oléh Pemerintah; jaïtoe: Sekolah kelas satoe, jang didapatinja hanja pada iboe-iboe negeri sadja; disekolah itoe diadjarkan pengadjaran, jang seperti pengadjaran dalam sekolah Boemipoetera sebeloem 33

ia terbagi doea, tetapi dalam sekolah kelas doea anak-anak diadjari hanja menoelis dan membatja bahasa Djawa dan berhitoeng sedikit. Bahasa Melajoe ta' boléh diadjarkan lagi seperti dahoeloe; apa sebabnja, ta' tahoelah saja. Menoeroet pertimbangan saja Pemerintah menjangka, bila anak negeri mempeladjari itoe, maka ia ta' maoe lagi mengerdjakan tanah.

Tentang hal pengadjaran bapa' telah mempersembahkan sepoetjoek soerat nota kepada Pemerintah. O, Stella, saja soeka engkau dapat membatja soerat itoe. Engkau haroes tahoe jang sebahagian besar dari pada orang-orang berbangsa sangat berbesar hati karena perboeatan Pemerintah itoe. Bangsawan bangsa Djawa makin lama makin moendoer tenaganja. Pemerin­tah di Hindia dan ditanah Belanda dan beberapa orang Djawa jang berbangsa soeka menolong bangsawan itoe dan maoe memadjoekan meréka itoe. Dengan hati koerang senang dipandang oléh bangsawan itoe anak-anak orang kebanjakan memadjoekan dirinja dan karena pengetahoean, kepandaian dan keradjinannja iapoen disamakan doedoeknja oléh Pemerintah dengan anak-anak bangsawan. Anak-anak orang kebanjakan memasoeki se­kolah Belanda dan disitoe ia menoendjoekkan, jang ia didalam segala hal dapat berloemba-loemba dengan anak-anak orang berbangsa tinggi. Sekalian orang bangsawan soeka 'alam ini oentoeknja sadja; pangkat jang tinggi-tinggi dalam negeri dalam tangannja sadja dan ia sendiri hendak berkepandaian dan berboedi pekerti seperti bangsa Eropah. Pemerintah menolong dan membantoe meréka itoe, lebih-lebih karena Pemerintah sendiri mendapat oentoeng dalam hal itoe. Pada tahoen 1895 ia telah memberi perintah, boenjinja: „Anak-anak Boemipoetera (ber'oemoer dari 6 sampai 7 tahoen) tidak boléh diterima masoek sekolah Belanda kalau anak itoe beloem tahoe bertjakap bahasa Belanda atau kalau tidak seizin Goebernoer Djenderal.” Bagaimana anak-anak Boemipoetera jang ber'oemoer 6 atau 7 ta­hoen akan beladjar bahasa Belanda? Akan boléh begitoe hanjalah bila anak itoe mempoenjaï seorang pengasoeh bangsa Be­landa. Tambahan lagi, biarpoen ada waktoe oentoek mempeladjari bahasa Belanda itoe, anak Boemipoetera itoe wadjib mengetahoei bahasanja lebih doeloe, sebeloem ia beladjar bahasa Belanda; dan haroeslah ia tahoe menoelis dan membatja dalam bahasa Djawa lebih doeloe. Hanjalah regén-regén jang memohonkan permintaan, soepaja anak tjoetjoenja boléh dimasoekkan kesekolah Belanda. Kepala-kepala jang lebih rendah takoet jang permintaannja tidak akan dikaboelkan, oléh karena itoe tiadalah dimintanja. Pongahkah bapakoe sebab ia menoendjoekkan ke­pada Pemerintah hal jang sesoenggoeh-soenggoehnja terdjadi, jaïtoe anak-anak orang Afrika dan Ambon segera dimasoekkan kesekolah Belanda dengan tiada mengerti bahasa Belanda se-

HABIS GELAP TEEBITLAH TEBANG. 3 34

patah kata djoeapoen? Stella, waktoe saja masih sekolah, saja sendiri tahoe betoel, bahasa banjak anak-anak Belanda sendiri jang sama banjak kepandaiannja dalam bahasa Belanda dengan saja, waktoe saja moela-moela sekolah.

Bapa mengatakan dalam notanja itoe: „Pemerintah ta' tjakap menjediakan nasi oentoek segala orang Djawa akan dimakannja, tetapi Pemerintah sanggoep memberi ra'jat oepaja akan mentjari soeatoe tempat dan ditempat itoe didapati makanan, maka oepaja itoe ialah „pengadjaran”. Memberi anak negeri pengadjaran jang baik samalah keadaannja seperti Pemerintah memberikan seboeah soeloeh ketangannja. Dengan soeloeh itoe tjakaplah ia sendiri mentjari djalan jang baik dan djalan itoe membawa dia ketempat jang ada bernasi.

Tidak, Stella, ta' oesahlah saja pandjangkan perkara itoe lagi, barangkali bésok atau loesa dapat saja mengirimkan nota bapakoe itoe kepadamoe, dan disitoe dapatlah kaulihat, bagaimana hal keadaan anak negeri pada masa sekarang. Bapa akan bekerdja dengan keras, hendak memadjoekan anak negeri dan sajapoen hendak bekerdja bersama-sama dengan dia.

Bapa seorang jang setia sekali djoega pada asal oesoelnja, tetapi hak tinggal hak, dan mana jang 'adil di'adilkannja.

Dalam hal kepandaian dan boedi pekerti, kami hendak sama tinggi dengan bangsa Eropah. Hak jang kami tagih oentoek diri kami sendiri itoe haroes kami berikan poela kepada siapa jang memintanja. Mengalangi kemadjoean anak negeri samalah ke­ adaannja dengan perboeatan Czaar tanah Roeslan, jang mengoetjapkan perdamaian bagi seloeroeh doenia, pada hal ia menganiaja dan mengindjak anak ra'jatnja sendiri. Itoe namanja menjoekat dengan doea boeah gantang, boekan? Bangsa Eropah sakit hati melihat sipat-sipat bangsa Djawa, oemp. sipat-sipat jang lalai dan malas dll. Hai orang Belanda, bila sekaliannja itoe menjakitkan hati toean, mengapakah toean tidak sedikit djoega mengichtiarkan diri toean hendak memoesnahkan segala kedjahatan itoe? Mengapa ta' toean oendjoekkan tangan toean akan memadjoekan saudara toean jang hitam itoe? Pertjajalah kepadakoe, jang kedjahatan itoe dapat dihapoeskan. Boeangkanlah dari otaknja selimoet kebodohan itoe, boekakan matanja, nanti dapat toean lihat, bahwa padanja ada sipat-sipat jang lain didapati lain dari pada kesoekaan hendak berboeat djahat jang asalnja sebahagian besar oléh karena kebodohan dan kekoerangan pengetahoean.

Tjontohpoen terlampau banjak, Stella, ta' oesahlah koetjari djaoeh-djaoeh tjontoh itoe dan engkaupoen demikian, Stella. Disini dimoekamoe sendiri kaudengar boeah pikiran, jang masoek bilangan bangsa koelit hitam jang dihinakan itoe. Apa 35

jang dapat disalahkannja tentang hal kami dan tingkah lakoe kami? Kenalkah meréka itoe kepada kami?

Meréka itoe ta' mengenal kami, sebagai kami ta' mengenal mereka itoe. Djikalau engkau soeka mengetahoei hal itoe, lihatlah soerat boelanan Neerlandia nomor boelan October. Di­sitoe ada seboeah pidato saudara saja pada soeatoe persidangan tentang bahasa dan 'ilmoe kitab Belanda dikota Gent, ditanah Belgia. Professor Kern membawa dia kesitoe dan memintanja bertjakap disitoe. Perasaan jang dioeraikannja disitoe samalah dengan perasaan saja dan kami semoea.

Engkau bertanja kepadakoe: „Banjakkah kekoeasaan bapamoe?” Apakah jang sebenarnja kekoeasaan? Bapa betoel ada mempoenjaï kehormatan jang besar; tetapi kekoeasaan itoe hanja ada pada bangsa jang memerintah. Saudara saja berkata didalam pidatonja itoe, jang bahasa Belanda wadjib didjadikan bahasa dalam pekerdjaan. Bat ja, Stella, batjalah pidato itoe, soenggoehpoen boekan oentoek kesoekaan hatimoe, tentoe akan kesoekaan bagikoe. Orang-orang Belandla mentertawakan dan mengédjékkan kebodohan kami, tetapi bila kami mentjoba hendak memadjoekan diri sendiri, maka iapoen memandang kami seperti moesoehnja. Alangkah banjak doekatjita saja doeloe, waktoe saja masih dalam sekolah. Goeroe-goeroe dan kawan-kawan saja sesekolahpoen memandang kami seperti moesoehnja. Tetapi, tetapi boekan sekalian goeroe-goeroe dan moerid-moerid jang membentjii kami. Banjak poela jang mengenal kami dan jang menjajangi kami seperti menjajangi anak-anak jang lain. Banjak goeroe-goeroe jang koerang soedi memberikan nomor jang tertinggi kepada anak Djawa, soenggoehpoen anak itoe berhak mendapat itoe.

Saja hendak mentjeriterakan kepadamoe tjeritera seorang anak Boemipoetera jang boediman dan terpeladjar. Anak itoe telah memboeat oedjian penghabisan H.B.S. di Djawa. Anak moeda itoe bersekolah dikota Semarang dan memboeat oedjian di Betawi. Waktoe ia di Semarang ia diterima oléh segala orang jang ternama dan moelia diroemah meréka itoe. Ia seorang anak moeda jang beradab dan sopan, jang tahoe akan 'adat sopan santoen serta peramah. Tiap-tiap orang bertjakap bahasa Be­landa dengan dia, dalam bahasa itoe iapoen dengan moedah dan baik mengeloearkan pikirannja. Baroe-baroe keloear dari doenia jang terseboet diatas, datanglah ia keroemah orang toeanja. Disitoe menoeroet pikirannja ta' lain jang lebih baik akan diboeatnja, lain dari pada pergi menghadap orang besar-besar dinegerinja.

Waktoe ia berhadapan dengan residén, jang bertjakap dengan dia, sahabat saja itoe memboeat soeatoe kesalahan. Bagaimanakah ia seorang-orang Djawa, berani mentjoba, mendjawab per- 36

kataan toean besar itoe dengan bahasa Belanda? Itoelah kesalahannja itoe. Bésoknja ia dapat soerat angkatan oentoek mendjadi djoeroetoelis kemendoer digoenoeng-goenoeng. Disitoelah si anak moeda itoe tinggal memenoengkan „dosanja itoe” dan meloepakan segala 'ilmoe jang dahoeloe dikoempoelkannja dalam sekolah. Beberapa tahoen kemoedian datang kesitoe seorang kemendoer baroe, jang sebenarnja aspiran kemendoer, jang akan mentjoekoepkan sengsaranja sampai melimpah-limpah. Kepalanja jang baroe itoe seorang dari pada kawannja masa disekolah doeloe dan si kepala itoe boekanlah seorang ternama karena ketadjaman otaknja. Si anak moeda tadi, jang dahoeloe selaloe nomor satoe dalam segala hal, wadjiblah djongkok ditanah kepada kawannja jang bodoh doeloe itoe dan iapoen mesti bertjakap bahasa Djawa tinggi dengan dia, sedang toean itoe dengan bahasa Melajoe tangsi mendjawabnja. Dapatlah engkau memikirkan penanggoengan dan sengsara si moeda remadja, jang sangat dihinakan itoe? Betapalah banjak kekoeatan hati jang tersemboenji dalam perbendaharaan si moeda itoe, akan menahan segala 'azab dan antjaman selama itoe. Tetapi achirnja ta' dapatlah ia menanggoengkan lagi; ia berangkat ke Betawi dan mohon permintaan hendak menghadap GoebernoerDjenderal; permintaan itoe dikaboelkan. Kepoetoesan permintaannja itoe ia dikirim ketanah Priangan dengan perintah akan mempeladjari hal peroesahaan bertanam padi. Disitoe ia berboeat soeatoe kebaktian, oléh karena ia menterdjemahkan soerat-soerat tentang peroesahaan tanam-tanaman dari bahasa Belanda kedalam bahasa Djawa dan Soenda. Karena itoe ia dapat anoegerah dari Pemerintah doea tiga ratoes roepiah. Pada Sekolah Kemendoer di Betawi terboeka pangkat seorang goeroe oentoek bahasa Djawa. Goeroe bahasa Djawa disekolah itoe poelang kenegeri Belanda. Banjak sahabat-sahabatnja, bangsa Eropah jang soeka kepada bangsa Djawa, mentjari daja oepaja, soepaja ia diangkat kesekolah itoe djadi goeroe bahasa Djawa, tetapi daja oepaja itoe tiadalah berhasil. Tidakkah pikiran jang amat gila, seorang Boemipoetera mengadjar bangsa Eropah, apalagi bangsa Eropah bakal djadi pegawai-pegawai Pemerintahan negeri? Boeang sadja per­mintaan jang gila itoe. Saja maoe bertanja: Siapa jang lebih pandai mengadjarkan bahasa Djawa lain dari pada orang Djawa sedjati? Si moeda itoepoen kembali kenegerinja; dan sementara itoe datang ketempatnja seorang residén jang lain, laloe si moeda koelit hitam jang tjerdik dan pandai itoe diangkat kesoedahannja mendjadi asistén wedana. Boekannja sia-sia sa­dja ia diboeang ketempat jang djaoeh tadi itoe, karena disitoe­ lah ia menghimpoenkan 'ilmoe hidoep, misalnja: bekerdja pada bangsa Eropah, wadjib berdjongkok ditanah pada meréka itoe 37

dan dekat meréka itoe ta' boléh sekali-kali orang bertoetoer bahasa Belanda. Sekarang orang lain jarig memegang perintah. Tatkala pangkat djoeroe-basa dalam bahasa Djawa terboeka, maka pangkat itoe diserahkanlah bagi sementara kepada si moeda itoe.

Stella, saja kenal seorang asistén-residén jang bertjakap bahasa Melajoe dengan seorang regén, soenggoehpoen ia tahoe bahasa regén itoe tahoe betoel bertoetoer bahasa Belanda. Lagi poela tiap-tiap orang berbintjang-bintjang dengan kepala negeri itoe dalam bahasa Belanda, hanjalah asistén-residén itoe sadja jang tidak soeka. Saudara-saudara saja laki-laki ber­tjakap bahasa Djawa tinggi kepada orang-orang diatasnja, meréka itoe menjahoet dalam bahasa Belanda atau Melajoe. Jang menjahoet dalam bahasa Belanda itoe, orang-orang jang bersahabat dengan kami dan beberapa orang diantaranja meminta kepada saudara-saudarakoe, soepaja ia memakai bahasa Belanda dengan meréka itoe, tetapi saudara-saudarakoe ta' maoe dan bapapoen ta'lah mengizinkan itoe. Bapa dan anak-anaknja lebih tahoe, apa jang lebih baik baginja tentang hal itoe. Pegawai-pegawai bangsa Eropah pada pemerintahan negeri jang menjangkakan dirinja diawan tinggi itoe, takoet sekali roepan ja kehormatannja akan hilang, sebab itoe sebentar-sebentar meréka itoe mengingatkan kehormatan itoe. Saja tidaklah mempedoelikan antjaman meréka itoe. Sebenarnja saja selaloe soeka tertawa melihat kelakoean meréka itoe hendak memeliharakan kehormatannja itoe terhadap kepada kami, bangsa Djawa. Dengan beberapa pegawai pemerintahan negeri bangsa Eropah jang bersahabat dengan saja selaloe saja memperbintjangkan perkara itoe. Perkataan saja itoe tidaklah dibantahinja dan tidak poela diiakannja, soenggoehpoen saja tahoe betoel, bahasa dalam hatinja ia membenarkan perkataankoe itoe. Menjemboenjikan kebenaran itoe tentoelah oentoek ke­ hormatannja poela. Mengertikah engkau sekarang, apa sebabnja saja kadang-kadang ta' dapat menahani gelak saja? Soeatoe keriangan melihat bagaimana toean-toean besar itoe mentjari daja oepaja hendak meninggikan kehormatannja itoe ke­ pada kami.

Saja gigit bibirkoe, akan menahani gelakkoe, waktoe saja baroe-baroe ini didalam perdjalanan, melihat seorang asisténresidén dari kantor pergi keroemahnja berpajoeng emas diatas kepalanja jang moelia itoe jang dipegang oléh opasnja. Loetjoe sekali roepanja.

O, djoendjoengan, tahoekah toean betapa orang banjak, jang sekarang menghindarkan pajoeng bagoes itoe dengan hormatnja, mentertawakan engkau nanti dibelakangmoe? Bagaimanakah timbanganmoe, Stella, tentang kelakoean kepala2 negeri 38

bangsa Eropah, jang banjak, ja, amat banjak soeka menjoeroeh mentjioem kaki atau loetoetnja kepada kepala2 negeri bang­ sa Boemipoetera? Mentjioem kaki soeatoe tanda kehormatan jang tertinggi padia bangsa Djawa kepada iboe bapa dan kaoem keloearga jang lebih toea atau kepada kepala2 negeri kami sendiri. Kepada bangsa asing, hanja kami lakoekan dia dengan hati jang enggan, bila ia wadjib dilakoekan. Ja, bangsa Eropah jang demikian mendjadikan tertawa sekali, djika meréka itoe menagih kehormatan itoe dari pada kami; karena jang berhak akan kehormatan itoe, hanjalah kepala-kepala negeri Boemipoe­tera sadja. Kalau residén-residén dan ass.-ass. residén menamakan dirinja ,,kangdjeng" soedahlah lajaknja, tetapi djika mandoer2 keboen dan djambatan dan bésok barangkali setasioen chef menjoeroeh boedjangnja memanggilkan „kangdjeng" kepadanja, boekankah pekerdjaan jang sebodoh-bodohnja itoe? Tahoekah orang-orang itoe arti kata „kangdjeng?" Meréka itoe menagih kepada orang-orang dibawahnja kehormatan, jang diberikan anak negeri kepada kepala-kepalanja sendiri sadja.

O, o, saja sangka hanjalah si Djawa bodoh itoe sadja jang soeka melihat orang mengambil moeka. Tetapi sekarang saja lihat, bangsa Eropah jang beradab dan terpeladjar itoe tidak poela membentjii dia, ja, lebih gila lagi akan itoe.

Ta' pernah saja izinkan, perempoean jang lebih toea dari saja, biar bangsanja koerang dari sa japoen, bila ia hendak memberi hormat kepada saja, soenggoehpoen saja berhak menagih itoe. Saja tahoe, bahwa ia soeka sekali mengerdjakan itoe. meskipoen saja djaoeh lebih moeda dari padanja, saja seorang ketoeroenan dari orang bangsawan asal jang telah biasa disembah didjoendjoengnja, dan akan goena orang bangsawan itoe maoelah me­réka itoe menjerahkan harta benda dan njawanja. Sangat merawankan hati, melihatkan kesetiaan orang jang rendahrendah kepada orang-orang besarnja. Menjemboer darah didada saja, bila orang-orang jang lebih toea dari saja djongkok ditanah bagi saja.

Dengan sedih hati banjak bangsa Eropah di Hindia melihat­kan, bangsa Djawa, orang jang diperintahinja, perlahan-lahan memadjoekan dirinja dan atjap kali timboellah seorang koelit hitam, jang menerangkan, bahwa ia sama berotak baik dikepalanja dan sama berhati terang ditoeboehnja seperti orang koelit poetih.

Tetapi tjobalah, hal bangsa koelit poetih; akan menahani kemadjoean zaman sekarang tentoe toean-toean tidak akan sanggoep. Saja amat sangat menjajangi orang Belanda dan banjaklah terima kasih saja kepada meréka itoe atas sesoeatoe jang keér.akannja telah saja rasaï. Banjak, ja, amat banjak diantara meréka itoe boléh kami namakan sahabat karib kami, 39

tetapi banjak, ja, sangat banjak poela orang Belanda, jang memandang kami seperti moesoehnja. Hal itoe ta' lain sebabnja melainkan karena kami mentjoba berloemba-loemba kepadang kemadjoean dan kebaikan boedi pekerti dengan dia. Dengan djalan jang kasar diperlihatkannja kepada kami: „saja orang Eropah, kamoe orang Djawa", maksoednja: „saja orang memerintah, kamoe orang terperintah."

Boekan sekali sadja, tetapi beberapa kali orang Eropah menegoer kami dengan bahasa Melajoe tangsi, soenggoehpoen ia tahoe betoel, bahasa kami tahoe bertjakap bahasa Belanda. Saja ta' pedoeli, dalam bahasa apapoen orang menegoer kami, asal ia memakai seboeah bahasa jang sedjati. Baroe-baroe ini ada seorang raden ajoe ditegoer oléh seorang toean; dengan tjakap djawab raden ajoe itoe: „Toean, beri ma'af saja, jang saja meminta kepada toean, soepaja toean memakai bahasa toean sendiri, bila toean hendak menegoer saja. Saja mengerti dan ber­tjakap bahasa Melajoe, tetapi saja hanja tahoe bahasa Melajoe sedjati, boekan bahasa Melajoe tangsi."

Maka si toean itoepoen mendjadi maloe sadja. Mengapa ba­njak orang Belanda ta' soedi bertjakap-tjakap dengan kami dalam bahasanja sendiri? O, ja, sekarang tahoelah saja sebabnja itoe; bahasa Belanda terlampau bagoes akan ditoetoerkan oléh moeloet orang jang berkoelit hitam. Beberapa hari jang laloe kami mengoendjoengi orang Belanda totok. Orang-orang jang bekerdja padanja, sahabat-sahabat lama kami. Kami tahoe bahasa meréka itoe mengerti dan bertjakap bahasa Belanda. Hal itoe saja tjeriterakan kepada orang baroe itoe dan apakah djawab toean pendjamoe kami itoe? „Tidak, ia tidak boléh ber­tjakap bahasa Belanda." „Mengapa tidak?" tanjakoe kepadanja. Djawabnja: „Anak Boemipoetera ta' boléh mengetahoei bahasa Belanda." Tertjengang saja memandang kepada orang jang berkata itoe. Dengan segera kehéranan saja hilanglah, dan oedjoeng moeloet sajapoen bergerak-geraklah oléh karena hendak tertawa. Moeka toean itoe mendjadi mérah seperti api, dan iapoen bersoengoet-söengoet dengan djanggoetnja serta ia merasa apa-apa jang 'adjaib pada sepatoenja, jang goenanja barangkali akan menghilangkan toetoer katanja jang telandjoer tadi.

Sekarang ada seboeah tjeritera lagi, jang kedjadian ditanah Priangan. Pada soeatoe malam regén anoe menerima djamoe dikaboepaténnja. Djamoe itoe ialah seorang partikoelir dan residén ditempat itoe. Tiada berapa lamanja datang seorang aspiran kemendoer kedalam perkoempoelan itoe. Anak regén itoe seorang moerid H. B. S., jang sedang diroemah karena wak­toe témpoh. Anak itoe berdjalan dipendopo. Tatkala dilihatnja, boekan bapanja sadja doedoek, maka iapoen hendak mendjaoehkan dirinja, tetapi residén melihat daa memanggil dia datang kepadanja. Toean besar itoe menjahoeti tabik anak moeda itoe dengan soeka hati, dan lama dan ramah bertjakap-tjakap dengan dia. Tatkala pertjakapan itoe telah habis, maka anak moeda itoe datang kepada aspiran kemendoer itoe dan memberi tabik dengan hormat. Toean ketjil itoe menimbang ta' perloe, akan mendjawab tabik hormat itoe, hanjalah dianggoekkannja kepalanja sedikit dan matanja dengan pemandangan jang menghmakan mengamat-amati anak moeda itoe dari poentjak kepala sampai kekakinja serta meroengoetkan kata ini dari moeloetnja: ,,Tabee. Anak moeda itoe mendjadi poetjat, dan bibirnja bergerak-gerak dan tangannja ditindjoekannja.

Beberapa lamanja kemoedian dari pada itoe ditjeriterakannja kepada orang partikoelir, jang doedoek bersama-sama pada waktoe hal itoe terdjadi: „Saja soeka sekali kepada orang Belanda, toean, banjak sahabat kenalan saja orang Belanda, sahabat-sahabat karib, tebapi „tabee" aspiran itoe sekali-kali ta'dapat saja loepakan, hal itoe menggorés hati saja."

O, Stella, saja soedah kerap kali menoedjoekan pemandangan saja pada segala hal keadaan dalam doenia kehidoepan ditanah Hindia; dengan tiada sengadja terlihat oléh saja dibelakang-belakang doenia pegawai-pegawai itoe loeboek2 jang amat dalam. O, Stella, melihat sekalian itoe sadja telah boléh memoesingkan kepalamoe. O. Allah. Alangkah banjak perboeatan jang djahat dan ngeri didoenia ini! Ada residén-residén dan asistén-asistén residén jang djaoeh koerang baik lagi dari pada toean Slymering dalam Max Havelaar. Tidak, saja ta' soeka mendjadikan soerat saja ini sepoetjoek soerat kedjahatan.

O, sekarang saja mengerti, mengapa orang Belandla ta' soeka. kami bangsa Djawa mendjadi madjoe. Apabila si Djawa telah berpengetahoean, tentoelah ia tidak akan mengia dan mengaminkan sadja lagi akan barang sesoeatoe jang dipikoelkan orang jang lebih tinggi diatas bahoenja.

Lihatlah, sekarang soerat chabar Belanda „Locomotief", soerat chabar jang teroetama di Hindia, telah memasoekkan karang-karangan, jang ditoelis oléh anak Boemipoetera dalamnja. Dalam karang-karangan itoe diboekakannja boeah pikirannja, jang telah bertahoen-tahoen bertjaboel didalam hati pegawai-pegawai anak negeri, soenggoehpoen boekan pada segala pegawai-pegawai, tetapi pada sebagian besar dari pegawai-pegawai anak negeri itoe. Boeah pikiran itoe doeloe selaloe didiamkan sadja. Boekannja pegawai-pegawai jang berpangkat tinggi sadja didalam negeri, sedangkan pegawai-pegawai jang lebih rendahpoen sekarang memboekakan soearanja poela. Soerat chabar hari-hari menamakan hal itoe soeatoe tanda jang baik dan menjorakkan keadaan itoe amat sangat. Bagaimana pikiran pegawai-pegawai Eropah tentang hal itoe, tiadalah saja keta-
hoei; hanjalah jang saja ketahoei, bahwa seorang kemendoer meminta peroebahan dalam golongan pemerintahan negeri. Peroebahan itoe tiada sedikitpoen mendatangkan keroegian kepada Pemerintah, tetapi mendatangkan keoentoengan, boekan sadja keoentoengan oentoek pegawai Belanda, tetapi memberi keoentoengan poela kepada pegawai Boemipoetera. Kemendoer itoe menegaki kegoenaan pemerintahan anak negeri, ditangan kepala-kepalanja sendiri. Pikiran itoe telah dihadapkan dimoeka madjelis kamer kedoea ditanah Belanda. Iapoen meminta, soepaja didalam pekerdjaan pegawai-pegawai Belandia diwadjibkan memakai bahasa Pelanda dengan pegawai-pegawai Boemipoetera. Bagoes! kakakkoe tiada berdiri sendiri sadja menegaki perkara itoe.

Seperti dinegerimoe bangsa perempoean bergerak meminta disamakan haknja dengan laki-laki, demikian poela bangsakoe hendak memerdehékakan dirinja. Sebagai dinegerimoe perempoean dan gadis-gadis selaloe dirintangi oléh meréka, jang berzaman-zaman telah mendjadi toeannja, demikian poela bangsa Djawa dalam pergerakannja diganggoe oléh bangsa jang lebih tinggi.

Pergerakan bangsa Djawa itoe baharoe moelaï. Beroentoeng benar orang-orang ternama dan terpandang memperhatikan pe'kara kami. Tentoelah pergerakan itoe akan mendjadi peperangan jang hébat, orang jang memperperang-perangkannja boekannja akan berlawan dengan moesoehnja sadja, tetapi ia akan berdjoeang poela dengan kebodohan bangsanja sendiri, jaïtoe orang jang diperperangkannja itoe. Djikalau peperangan si laki-laki sangat hébatnja, maka perempoean-perempoeanpoen tentoelah akan terbangoen. Adoehai bangsakoe laki-laki, betapakah banjak kerdjamoe nanti.

Beroentoeng sekali rasanja kami hidoep pada zaman sekarang. Peroebahan dari zaman koeno kepada zaman kaoem moeda. Beloem selang berapa hari ini saja membatja: ,,Djanganlah engkau tjela, hai orang toea-toea, barang sesoeatoe jang baroe. Pikirkanlah bahasa barang jang toea sekarang, doeloe moeda djoega." (Kata-kata itoe saja seboetkan dari kepala saja sadja). Alangkah pandjang soerat ini, Stella; koeharap, soerat ini djangan terlampau memajahkan engkau, oléh karena membatja dia. Dan ma'afkan saja, bila ada dalam soerat ini kata-kata saja jang menjedihkan hatimoe, saja toelis sekalian itoe oléh karena kegembiraan saja.

Stella, ma'afkan, jang semata-mata loepa, kepada siapa saja sekarang menoelis soerat. Pada dirimoe saja dapati seorang jang sepikiran dengan saja. Kepadakoe telah kaukatakan, jang saja ta' lain dari pada seorang saudara sepikiran bagimoe. Dan be-

42


gitoe poela saja memandang engkau. Pada pemandanganmoe saja boekan orang Djawa, boekan anak bangsa koelit hitam jang dihinakan itoe; maka begitoe poela engkau dalam pemandangankoe boekan seorang bangsa koelit poetih, jang membentjii, mentertawakan dan menghinakan si Djawa. Padakoe, engkau poetih sebenar-benarnja poetih, poetih koelit dan poetih hatimoe. Engkau saja pandang tinggi; engkau saja tjintai amat sangat. Tentoelah banjak bangsakoe membenarkan katakoe itoe, bila meréka itoe mengenal engkau. O, kalau sekalian orang Belanda seperti engkau dan sahabat kenalankoe bangsa koelit poetih jang lain, jang saja hormati tinggi dan tjintaï amat sangat.........!

Kitab Carthold Meryan telah didjandjikan kepada saja, tetapi sampai sekarang beloemlah djoega datang, boléh djadi si penajoeal kitab-kitab itoe haroes memesan lebih doeloe kenegeri Belanda.

Tetapi selang beberapa hari ini saja membatja kitab „Moderne Vrouwen", jang diterdjemahkan dari bahasa Perantjis kedalam bahasa Belanda oléh Jeanette van Riemsdyk. Dengan ketjéwa saja letakkan kitab itoe kembali. Banjak soerat-soerat chabar mengatakan kitab itoe soeatoe kitab jang bagoes sekali dan tjeriteranja didalam segala hal djaoeh lebih tinggi dari pada hikajat Hilda van Suylenburg, serta iapoen seboeah hikajat jang sempoerna jang ta' ketjelaan dan kekoerangannja.

Tetapi menoeroet pikirankoe, kitab H. v. S. masih selaloe ratee dan sekalian kitab-kitab jang telah tertjétak tentang kemerdekaan perempoean. Biarlah saja nantikan dahoeloe mengeloearkan bandingan saja perihal kitab „Moderne Vrouwen," tetapi sepandjang pendapatan saja kitab itoe ta' menghidoepkan dan menggembirakan hati seperti kitab H. v. S.

Pertjajakah engkau bahasa saja tidak berhenti-henti membatja kitab H.v. S. sehingga tammat? Saja toetoep dirikoe dalam bilik kami, saja loepakan sekalian pekerdjaan saja, saja ta'dapat mendjaoehkan kitab itoe dari tangan saja. Kitab itoe menarik saja amat sangat.

Sajang, jang kitab peringatan saja telah hilang. Saja hendak menjoeroeh batja kepadamoe, seboeah karangan jang baroe-baroe ini saja batja. Ia itoe seboeah karangan dalam bahasa Inggeris, jang telah diterdjemahkan kedalam bahasa Belanda dan bernama „Het doel der Vrouwenbeweging" = „Maksoed gerakan perempoean-perempoean". Saja ta' tahoe betoel lagi karangan itoe dimoeatkan, entah dalam soerat chabar de „Gids", entahkan dalam soerat chabar „Wetenschappelijke bladen". Dan lagi haroes engkau batja, bila engkau beloem membatja karangan „Wajang-Wong" dikarangkan oléh Martine Tonnet dalam soerat chabar de „Gids" nomor boelan November. Ka-

43


rangan itoe amat bagoes tentang keadaan orang Djawa dan kepandaiannja dan hal keadaan dalam istana di Djokdjakarta. Engkau tentoe akan merasa kesedapannja, bila engkau membatja itoe. Baroe-baroe ini telah doea kali saja membatja „Minnebrieven" (soerat tjinta-tjinta) jang dikarangkan oléh Multatuli. Alangkah pandainja Multatuli itoe. Oentoenglah, ta' lama lagi akan dikeloearkan, segala karangan-karangan dengan harga moerah. Oentoek hendak mendapat boekoe-boekoe itoe saja hendak memboedjoek-boedjoek bapa. Bapa Asistén Residén kami seorang sahabat baik Multatuli dan dari padanja kami mendengar beberapa ke'adjaiban hidoep orang jang pandai itoe. Couperus selaloe masih di Hindia; bila ia kembali ke Belanda, tentoe ia menoeroet pikirankoe, akan mengeloearkan seboeah kitab, jang bagoes perihal tanah airkoe. Alangkah bagoes dan molék kalimat dan soesoenan kata-katanja.

Ilustrasi rimba bambu kandang kerbau depok 67.jpg

Rimba bamboe dengan kandang kerbau dekat Depok.

Permoelaan 1900 (II).

Njonja tahoe, bagaimana ingin kami hendak pergi ke Eropah. Karena tanah Eropah ta' dapat kami tjapai, maka kamipoen bersenang hatilah, beladjar disini sadja. Tahoen jang laloe kami telah berbesar hati akan pergi ke Betawi, meskipoen kenang-kenangan kami tatkala itoe telah terbang ke Eropah. Kami minta kepada Pemerintah Hindia, soepaja kami dikirim ketanah Eropah atas tanggoengan Pemerintah. Apabila permintaan itoe diperkenankan, maka Roekmini akan beladjar oentoek perkara gambar menggambar dan memboeat patoeng, soepaja kemoedian ia dapat mengadjari bangsanja, akan menghidoepkan kepandaian Boemipoetera kembali tentang perkara itoe; kepandaian itoe salah soeatoe mata pentjaharian oentoek anak negeri. Kleintje, adikkoe pergi kesekolah perkara roemah tangga; ia nanti akan mengadjar segala perempoean jang mendjadi iboe dan perempoean roemah, dan mengadjarkan harga wang dan kehématan serta kebadjikan, jang bergoena oentoek bangsa Djawa jang lalai, sia-sia dan jang soeka kebagoesan dan keindahan itoe. Dan saja oentoek djadi pengadjar, akan menoendjoeki perempoean-perempoean jang akan mendjadi iboe itoe, pengertian kata tjinta dan 'adil, serta 'ilmoe jang lain-lain, jaïtoe kata-kata jang telah ditoendjoekkan bangsa Eropah kepada kami. Pemerintah soeka mema'moerkan tanah Djawa, hendak mengadjar bangsa Djawa berhémat. Kalau hendak memboeat itoe wadjiblah Pemerintah moelaï mengadjar pegawai-pegawainja berhémat. Apa goena Pemerintah memaksa si laki-laki menjimpan wang, kalau si perempoean jang memegang wang oentoek roemah tangga, ta' tahoe menghargakan wang itoe?

Pemerintah hendak memadjoekan bangsa Djawa. Akan memoelaï pekerdjaan itoe dipaksa orang-orang bangsawan Djawa mempeladjari bahasa Belanda doeloe. Karena sekarang, bila Pemerintah hendak mengangkat seseorang, maka Pemerintah menilik kepandaian meréka itoe. Tetapi kepandaian sadja tjoekoepkah oentoek mendjabat soeatoe pangkat?

Djika Pemerintah betoel-betoel hendak mengadjar dan membaiki bangsa Djawa, haroeslah ia djangan memadjoekan kepandaian sadja, tetapi boedi pekerti djoega.

Siapakah jang teroetama dapat mengerdjakan perboeatan jang achir itoe, ialah poela jang banjak menolong meninggikan kadar kelakoean manoesia? Orang jang sanggoep mengerdjakannja ialah perempoean. Karena si iboelah, jang memberikan pendidikan jang pertama-tama sekali kepada manoesia. Diatas pangkoean si iboe, anaknja manoesia jang ketjil itoe moelaï beladjar merasa, berpikir dan berkata. Pendidikan jang bermoela-moela sekali adalah baktinja oentoek se'oemoer hidoep. Seboeah kelakoean jang tidak baik, jang wadjib dihilangkan dari bangsa Djawa ialah kesombongan. Hal itoe banjak akan menolong keselamatan bangsa Djawa. Akan menghapoeskan itoe hanjalah pendidikan boedi pekerti jang baik.

Banjak kekoeatan, jang boléh mendjadi keoentoengan dan keselamatan pada bangsa dan negeri, jang tiada dipergoenakan, karena orang jang empoenja dia ta' maoe memakainja, karena kesombongannja. Orang-orang bangsawan lebih soeka menanggoeng kemiskinan dan kesengsaraan, dari pada mempoenjaï harta benda, asal pajoeng emas menoedoengi kepalanja jang bangsawan itoe. Orang-orang bangsawan menghinakan segala barang jang tidak ditoedoengi oléh barang jang ditjintaïnja, jaïtoe pajoeng keemasan itoe.......................

Bangsa kami ta' ada mempoenjaï keinginan jang banjak dan kenang-kenangan jang tinggi. Kami haroes menghérankan dia dengan seboeah tjontoh, jang menarik hati dan memaksa meréka itoe meniroenja; kami hendak menjampaikan maksoed kami oentoek mendjadi pemboeka djalan dan soeloeh. Sebab itoe kami hendak pergi kenegeri Belanda; oentoek sekaliannja, oentoek pengadjaran dan bagi kami sendiri amat baik, djika kami pergi kesitoe; njonja, bantoelah maksoed kami ini.

Djikalau kami telah tammat beladjar dan kembali ketanah Djawa, kami akan mendirikan seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean orang bangsawan; kalau dapat, sekolah itoe,

46


sekolah Goebernemén. Kalau tidak dapat, kami tjoba mendirikan sekolah partikoelir dengan wang loterai dan lain-lain.

Bila maksoed kami telah sampai, dapatlah poela 'akal pendirikan sekolah itoe. Sekarang jang amat mengalangi kami akan pergi ke Eropah itoe, hal keadaan kami diroemah; izin jang akan diberi bapa, lebih besar dari izin jang dikaboelkan radja. O, bila kami boléh mendapat izin itoe?

Wah, njonja, sakit, ja, sengsara jang amat besar jang diï asaï, bila oiang seorang gadis Djawa dan mempoenjaï perasaan jang haloes. Kasihan nasib iboe bapa jang mempoenjaï anak seperti kami. Kami berharap akan meminta pada Allah, soepaja 'oemoer oesia orang toea kami dipandjangkannja dan meréka itoe nanti akan beriang hati karena kami, meskipoen kami tiada berdjalan dibawah pajoeng keemasan.

Hai sahabat kami, tolonglah kami, soepaja kami berangkat dari negeri Djawa, pergï bekerdja oentoek menjampaikan tjita-tjita dan kenang-kenangan kami. Déwasa inilah moela ke'adilan dan achir kelaliman, jang telah beriboe-riboe meloekaï hati perempoean dan gadis-gadis. Akan pembéla itoe saja akan mempeladjari bahasa Belanda sebaik-baiknja dan sesempoerna-sempoeraanja, soepaja saja dapat bekerdja dengan bahasa itoe, dan dapat saja pergoenakan menoeroet kesoekaan saja. Dengan pénakoe boléh saja tjoba mengambil hati orang jang dapat membantoe dan bersama-sama dengan dia akan memperbaiki oentoeng nasib bangsa perempoean Djawa. Tentoe njonja akan berkata kepada kami bila membatja soerat ini: „Hai anak-anak gila dan malang. Engkau dengan kedoea adikmoe hendak menggojangkan goedang 'adat jang besar itoekah, maoe engkau merobohkannja?"

„Ja, njonja," djawabkoe, „kami hendak menggojang goedang 'adat itoe dengan segala kekoeatan kami; biarpoen seboeah batoe sadja jang djatoeh, kamipoen berbesar hati. Karena dengan tjara begitoe, tiadalah kami hidoep sia-sia didoenia ini. Sebeloem kami memoelaï pekerdjaan itoe, kami tjoba doeloe mentjari pertolongan seorang laki-laki Djawa jang terpeladjar sekali. Kami hendak berhoeboeng dengan bangsa kami laki-laki jang terpeladjar dan soeka akan kemadjoean; dan dengan hal jang demikian hendak mentjahari persahabatan dengan meréka itoe dan kemoedian meminta pertolongannja. Kami tidak hendak berlawan dengan laki-laki, tetapi hanja berhadapan dengan orang kaoem koeno, jang berpikiran bodoh, ber'adat jang ta' baik lagi oentoek tanah Djawa zaman sekarang dan jang akan datang. Sekarang telah ada orang jang lain, jang bersama-sama dengan kami mendjadi si penebas djalan setiap hari sepandjang waktoe, dan dimana-mana akan menanggoeng kesoesahan dan kesengsaraan. Amat bagoes, bila seseorang ada mempoenjaï

47


tjita-tjita dan kemaoean hati. Namakanlah kami gila, bodoh dan apapoen djoega njonja soeka menamakan kami; kamipoen tiadalah akan beroebah; karena kemaoean itoe telah masoek dalam darah daging kami.

Nénék sajapoen seorang si penebas djalan poela doeloe. Setengah abad jang laloe ia telah memberi anaknja laki-laki perempoean pendidikan tjara Eropah. Kami ta' berhak akan mendjadi bodoh dan akan mendjadi orang ta' berharga sedikit djoea. Orang bangsawan itoe ada kewadjibannja. Demikian poela bangsawan jang tertinggi haroes madjoe kemoeka.

Sekarang kami beloem dapat berhoeboeng dengan laki-laki bangsa Boemipoetera jang berhaloean kemadjoean. Djika kami boeat pekerdjaan itoe, dengan segera orang tentoe membentjanakan kami, karena persahabatan antara perempoean-perempoean jang ta' bersoeami dengan laki-laki soeatoe pekerdjaan jang ta' pernah kedjadian; biarpoen si laki-laki soedah atau beloem kawin sekalipoen.

Nanti, apabila kebébasan telah kami peroléh, nistjajalah pekerdjaan itoe kami lakoekan. Saudara saja laki-laki kenal kepada meréka itoe oléh karena berkirim-kiriman soerat atau sebab bertemoe sendiri. Kami tahoe bahwa ada laki2 jang menghargaï perempoean jang pandai berpikir dan bersopan santoen. Saja mendengar seorang Boemipoetera berpangkat tinggi mengatakan, bahwa perempoean jang terpeladjar dan tahoe 'adat sopan santoen soeatoe pertolongan dan bantoean jang besar bagi lakinja.

  • *

13 Augustus, 1900. (VIII).


Kami merasa diri kami tjelaka, soenggoeh tjelaka, karena kebenaran jang sesoenggoeh-soenggoehnja itoe mengantjam hendak menghapoeskan tjita-tjita kami. Boedi jang tawar itoe menjoeroeh memboeang dan mengoeboerkan mimpi dan tjita-tjita itoe, karena tjita-tjita jang seperti itoe ta' bergoena dalam doenia kami Boemipoetera..........................................
Dan tiba-tiba bertemoelah njonja dengan kami............. Ta' sanggoep kami rasanja mengeloearkan dengan kata-kata, apa jang bertjaboel dalam hati kami. Perkataan jang semanis-manisnja dan setoeloes-toeloesnja ta' dapat menggambarkan perasaan hati kami itoe.

Ketahoeilah, njonja jang berboedi, bahasa selama hidoep kami, kedoea nama toean itoe selaloe akan tinggal pada kenangkenangan kami dengan banjak terima kasih.

Tatkala bapa boelan jang laloe bertjeritera, bahwa toean Di-

48


reeteur v.O.E. en N. akan datang kemari, dan maksoed kedatangan itoe kami dengar, maka kamipoen segera sangat menghormati dan memoeliakan s.p.j.m. soeami njonja itoe, soenggoehpoen jang moelia itoe beloem kami kenal. Kami telah tahoe, bahwa j.m. menaroeh kasih pada orang Djawa, laki-laki dan perempoean. Dengan keinginan jang ta' terkira, kami menantikan kedatangan beliau j.m. datang dan disisinja berdjalan seorang njonja jang lemah lemboet pekertinja, tangannja jang pengasih menaboerkan boenga-boengaan ditaman hati noerani kami. Toetoer katanja jang manis dan baik itoe keloear dari bibirnja seperti lagoe jang merdoe boenjinja pada telinga kami dan masoek kedalam hati djantoeng kami. Kata-katanja itoe adalah semisal sinar matahari, jang menerangi kalboe kami serta meriang dan menghiboerkan hati kami.

Kami oetjapkan terima kasih kepada' Allah, karena Allah telah menggerakkan njonja pergi kepada kami dan kamipoen mendapati njonja seorang pengasih dan penjajang. Doea, tiga hari j.l. kami beloem sedikit djoega tahoe kepadla njonja dan sekarang kami mentjintaï njonja sebagai kami telah se'oemoer hidoep berkenalan dengan njonja. Alangkah gandjil dan 'adjaibnja pertjintaan itoe. Ia ta' maoe dipaksa dan ta' maoe terikat dimana djoeapoen; ia datang tidak dipanggil dan tidak disangka-sangka. Dengan sepatah kata sadja ia mengikat doea kalboe, jang permoelaannja ta' berkenalan, dengan tali tambatan jang erat dan koeat dan ialah memandang dengan pemandangan jang teroes pada hati kedoea belah pihak meréka itoe!

Alangkah amat lazat, amat berbahagia rasianja mengetahoei, bahwa perasaan dan kenang-kenangan, jang terasa oléh kita dan jang kita tjintaï terdapat poela pada orang lain. Itoelah soeatoe tali jang ta' kelihatan, tetapi jang koekoeh, jang terentang dari soeatoe hati kehati jang lain dan itoelah achirnja jang membawa kita berhampiran, jang menjebabkan pergaoelan jang bertahoen-tahoen.

O! kami soeka bersorak-sorak karena kegirangan dan maoe bernjanjikan lagoe-lagoe poedjian dan terima kasih bersama-sama dengan boeroeng-boeroeng diatas pokok kajoe kepada Toehan sarwa sekalian 'alam, dan dengan si penjanji jang bersajap itoe bersorak-sorak terbang kelangit kepada Toehan jang esa mengoetjap terima kasih atas kehidoepan jang bagoes dan indah ini. Biarpoen hidoep itoe banjak poela ketjelaannja, tetapi iapoen indah dan bagoes dan dalam ketjelaannja itoe baroelah terang kelihatan kebaikan dan kebagoesannja itoe. Allah selaloe bermaksoed jang baik kepada kita. Hidoep diberikan kepada kita sebagai rahmat dan boekan seperti beban. Kita manoesia sendiri memboeat hidoep itoe mendjadi tonggak gantoengan.

49


Kebaikan dan rahmat Allah pada kita itoe jang terbaik kita rasaï dan ketahoei, bila kita memandang kemoeliaan 'alamnja. Di Klein Scheveningen kami atjap kali ta' poeas merasaï bahagia kami. Sekalian jang kami pandang disitoe bernapaskan rahmat Toehan, kesentosaan dan keselamatan. Rasanja hidoep kami seolah-olah bertoekar, jaïtoe semakin lama, semakin bagoes.

O! alangkah besar kekoeasaan dan kebesaran bangsawan pikiran dan bangsawan, jang setiap masa dan ketika sanggoep mendatangkan peroebahan dalam hidoep manoesia.

  • *

Augustus 1900 (VIII).


„Ta' adalah didoenia ini bahasa, bagaimana sekalipoen pandai kita memakainja, jang dapat mentjeriterakan perasaan itoe dengan baik. Bahasa seperti itoe soenggoeh-soenggoeh tiadalah ada." Sajapoen berpikir demikian poela seperti njonja itoe, bahasa jang sedemikian ta' ada didapat; ja'ni ta' ada dalam bahasa-bahasa jang ditoetoer dan ditoeliskan orang. Tetapi ada seboeah bahasa jang gandjil dan 'adjaib, jang tidak mempergoenakan kata-kata dan hoeroef-hoeroef, tetapi dapat dikenal dan diketahoei oléh masing-masing jang merasaï dia. Dan bahasa itoe boléh dipertjaja amat sangat, karena perkataan „doesta" tiadalah didapat dalam kitab kamoesnja.

Bahasa itoe bahasa mata jang soetji dan terpilih dan ialah tjermin kalboe manoesia! Dan djika njonja dapat melihat saja pada petang, waktoe kertas jang lima helai jang haroem dan sedap baoenja gementar ditangankoe dan air mata jang panas djatoeh berlinang-linang dipipikoe, maka akan mengertilah njonja, apa jang terasa dihatikoe, soenggoehpoen ta' sepatah kata djoeapoen njonja dengar dari moeloetkoe.

Apa jang ta' dapat oléh moeloet mengatakan dan oléh péna menoeliskan, dapatlah njonja melihat pada matakoe, jang basah oléh air mata menéngok keatas seperti mentjari seorang diantara bidadari disitoe, jang akan toeroen kebawah, akan memboedjoek hati kami jang piloe dan berdoekatjita oléh karena kesengsaraan, jang banjak didoenia ini dan dialah jang akan memboedjoek kami sebagai didalam soerga nanti.

Sjoekoer, sjoekoer, sjoekoer, kata hatikoe, setiap kali darah toeroen naik dan tiap-tiap napaskoe, itoelah mendjadi oetjapan mohon terima kasih.

Kami hanja anak-anak manoesia biasa sadja, ja'ni orang berboedi boeroek dan baik sebagai berdjoeta-djoeta orang jang lain. Boléh djadi pada masa ini lebih banjak jang baik dari

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.

4

50


jang boeroek ada pada kami, tetapi sebabnja maka begitoe ta' oesahlah ditjari lebih djaoeh. Bila orang hidoep dalam lingkoengan jang sederhana, tentoelah tiada akan soesah ia mendjadi orang baik. Dengan ta' disangka ia akan baik djoega jang sebenarnja boekan kepandaian, boekan djasa, akan memboeat jang tidak djahat, kalau orang ta' sempat memboeat kedjahatan itoe dan djika ia masih didalam pendjagaan orang toeanja.

Nanti, djikalau kami keloear dari roemah orang toea kami jang baik dan sentosa itoe, dan soedah berdiri sendiri dalam penghidoepan jang loeas ini, serta tidak kami rasaï lagi lengan orang toea kami jang lemah lemboet memangkoe kami akan melindoengkan kami, kalau badai kehidoepan datang menjerang menggoda kami. Djika tangan jang pengasih tiada lagi membimbing dan memegang kami, soepaja kaki kami djangan djatoeh tergelintjir dalam kehidoepan....................Pada déwasa itoelah baroe kami akan menjatakan, siapa kami!

Saja minta pada Allah, soepaja kami djangan akan mempertinggi poela goenoeng ketjéwaan, jang telah menjoesahkan kehidoepan njonja. Oléh sebab itoe kami minta pada njonja amat sangat, soepaja njonja djangan menjangkakan kami orang jang semanis dan semolék itoe djoega. Karena pekerdjaan itoe ta' dapat tidak achirnja mengetjéwakan njonja dan kalau demikian tentoelah hal itoe akan mendoekatjitakan kami.

Dengan perlahan-lahan saja hendak mentjeriterakan kepada njonja berdikit-dikit peri hal keadaan kami jang sebenar-benarnja, soepaja njonja dapat mengetahoei tingkah lakoe kami, soepaja njonja, karena baik hati njonja, djangan memandang kami bersipat-sipat baik, karena sipat jang demikian ta' adalah pada kami.

Kami masih moeda, kami lagi boléh hidoep, 'biar nanti kita lihat, apa jang dapat kami perboeat. Njonja menoelis kepada saja: „Saja menaroeh kasihan kepada perempoean-perempoean, nasibnja menarik hati saja, ia masih dihina dan dianiaja didalam kebanjakan negeri-negeri diboemi ini dalam abad „kemadjoean" seperti sekarang. Dengan soeka dan setia saja menegaki dan melindoengi meréka itoe."

Saja mohon banjak terima kasih kepada njonja atas toetoer kata njonja jang manis dan pengasih itoe. Dalam kata-kata jang diatas itoe njata kepada kami, bahasa njonja menjajangi sesama manoesia dan dapat merasaï penanggoengan berjoetajoeta perempoean, jang telah berzaman-zaman 'dianiaja oléh sesamanja manoesia, jaïtoe si laki-laki.

Sjoekoer! Mengoetjap sjoekoer banjak-banjak kepada Allah, karena 'ada roepanja orang jang berhati dan pikiran jang moelia, jang menaroeh kasih kepada nasib perempoean-perem-

51


poean Boemipoetera jang doeka itoe. Orang-orang itoelah hendak menerangi doenia perempoean jang gelap dan moeram itoe.

Perempoean-perempoean Boemipoetera telah padalah disiksa dan si gadis-gadis moeda remadja itoe telah banjaklah penanggoengannja. Hai saudara perempoean bangsa koelit poetih, jang berhati pengasih dan penjajang, oendjoekkanlah tanganmoe kepada kami, dengan pemandanganmoe jang loeas, otakmoe jang tadjam dan hélakanlah kami dari pada loempoer kesoekaran dan kesakitan ini. Kelobaan si laki-lakilah jang memasoekkan dan menahani kami keloempoer jang tjelaka itoe. Tolong kami memerangi dadjal kelobaan si laki-laki jang ganas, jang telah beratoes-ratoes tahoen menjiksa dan mengindjaki kami itoe, dan jang menjangka perboeatannja itoe perboeatan jang biasa dan tiadalah ia memikirkan bahasa perboeatannja itoe lalim adanja. Serta ia dengan sabar memandang perboeatannja itoe sebagai hak jang patoet bagi si laki-laki, atau seperti soeatoe poesaka akan kedoekaan si perempoean.

Soenggoehpoen saja masih moeda, saja tidak pekak dan boeta, sehingga saja telah banjak mendengar dan melihat, ja, barangkali telah terlampau banjak penglihatan dan pendengaran, jang menjakiti kalboekoe, dan menjoeroeh saja melawan dengan gagah kepada 'adat-'adat koeno jang boeroek itoe, jang mendjadi soeatoe la'nat kepada perempoean-perempoean dan anak-anak!

Dengan poetoes asa dan berdoekatjita amat sangat, saja perpoelaskan tangan saja memikirkan diri sendiri, seorang jang ta' berdaja akan berhadapan dengan soeatoe kedjahatan jang amat besar itoe. Kedjahatan jang dilindoengi oléh agama Islam dan dïhidoepi oléh kebodohan perempoean jang djadi koerban kedjahatan itoe!

Adoeh, bila koekenangkan oentoeng nasibkoe jang akan memaksa saja............mendjalani atoeran 'hidoep jang bernama permadoean, kelaliman jang bengis itoe: „Saja ta' maoe!" teriak lidah saja dengan kerasnja, dan hati sajapoen mengoelang teriak itoe beriboe-riboe kali.............Kemaoean! adakah kita manoesia mempoenjaï kemaoean?

Semendjak hari lahir kita sampai kepada hari maoet, kita mesti............mesti, tidak boléh tidak.

Hai, hidoep, alangkah banjak ke'adjaiban dan masaalah jang soekar-soekar dalam dirimoe!

Kami menjangka, jang kami telah mengenal engkau dan keadaanmoe, tetapi sebenar-benarnja kami ta' tahoe peri halmoe sedikit djoega! Kami menjangka mempoenjaï kemaoean, 'soeatoe kemaoean jang 'keras sebagai besi dan kami sangka diri kami koeat dan sanggoep memindahkan goenoeng............Te-

52


tapi, bila kami melihat air mata orang jang berdoekatjita itoe,maka lemahlah kekoeatan kami.

Boléhkah saja mentjeriterakan kepada njonja soeatoe tjeritera, jang tidak menarik dan menjoekakan hati, melainkan mendjemoekan, pandjang dan beroelang-oelang, dan memaksa njonja berhati sabar ? Lebih doeloe saja minta kepada njonja, soepaja njonja memberi ma'af saja, bila tjeritera itoe nanti membosankan njonja dan menghabiskan waktoe. Saja berani mentjeriterakan itoe kepada njonja, karena njonja telah menoelis kepada saja: „Toelislah soerat kepada saja sebanjak-banjak dan sepandjang-pandjang engkau dapat memboeatnja."

Ah, kalau njonja ketahoei lebih doeloe, jang kebaikan njonja itoe akan diroesakkan, tentoelah toetoer kata jang merdoe diatas itoe tidak akan njonja keloearkan.

Tjeritera itoe soeatoe hikajat tiga orang perempoean bangsa koelit hitam; anak orang sebelah Timoer, dinegeri jang amat panas. Ketiga anak itoe lahir dengan bermata boeta, kemoedian, sesoedah matanja diobati, dapatlah meréka itoe melihat, sekarang dapat ia merasa dan mengoetjap kemolékan dan kemoeliaan doenia. Setelah mata meréka itoe telah biasa pada tjoeatja dan kebagoesan dan mentjintaï matahari, jang menerangi seloeroeh alam dan tempat sekelilingnja jang bagoes itoe, maka datanglah perasaan pada dirinja, bahwa kain penoetoep matanja akan terikat kembali dan meréka itoepoen ditolakkan kembali ketempat jang gelap, tempat 'asal datangnja, jaïtoe tempat segala kaoem keloearga dan nénék mojang meréka itoe dipeliharakan!

Orang mempersalah kitab-kitab jang penoeh dengan „perkataan sia-sia," jang datang dari tanah sebelah Barat, tanah jang djaoeh itoe masoek ketengah-tengah negeri, tempat jang soetji dan damai dipesisir tanah Djawa jang hidjau itoe. Disitoelah tinggal ketiga anak perempoean jang terseboet tadi; ketiganja itoe bersaudara. Ketiga saudara itoe ta' soeka dan ta' maoe memikoel dibahoenja beban jang biasa dipikoel oléh nénék mojangnja jang perempoean dengan sabar dan kesoekaan: Sekarang beban itoe tergantoeng dan terbanting dioedara, setiap sa'at'ia boléh djatoeh diatas bahoe orang jang ta' menjoekaïnja itoe.

Perkataan orang jang mempersalah kitab-kitab itoe tiadalah sekaliannja benar. Boekan kitab-kitab sadja jang menjoeroeh dia melawan, dan menjoeroeh ketiga anak itoe membentjii hal keadaan dinegerinja, jang sedjak doeloe kala telah terdiri dan jang djadi soeatoe la'nat kepada segala manoesia jang bernama perempoean atau gadis!

Kehendak kepada kebébasan, kemerdékaan, dan maoe tegak sendiri, boekannja kehendak masa sekarang.

Tetapi kehendak itoe telah ada waktoe meréka itoe masih

53


ketjil, sebeloem ia mengetahoei „kemerdékaan", dan waktoe kitab-kitab dan soerat-soerat jang berisi tentang hal itoe beloem ada dalam tjapaian meréka itoe, waktoe itoepoen kehendak jang terseboet telah ada dalam kalboe seorang dari ketiga saudara itoe; keadaan jang dilihatnja dan didengamja sehari-hari membangoenkan kehendak itoe padanja.

Kedatangan kehendak pada anak jang seorang itoe, beginilah kissahnja.

Pada waktoe bermain-main disekolah Belanda dinegeri ketjil Djapara, dibawah pohon baroe jang berdaoen koening, jang terdiri dalam pekarangan sekolah, doedoeklah bertoempoek-toempoek anak-anak perempoean ketjil dan besar diatas roempoet jang sebagai pennadani hidjau roepanja dan lemboet rasanja. Waktoe itoe hari sangat panasnja dan seorangpoen ta' soeka hendak bermain-main.

Déwasa itoe berkata anak perempoean bangsa koelit 'hitam jang diatas itoe; boekan sadja karena koelitnja hitam, tetapi pada pikirannjapoen tampaklah, bahasa ia seorang anak Boemipoetera, katanja: „Tjoba, Letsy, bertjeritera sedikit atau batjakan apa-apa kepadakoe!" Seorang anak perempoean bangsa koelit poetih, jang besar dan doedoek bersandar dipokok kajoe membatja seboeah kitab ketjil menéngok pada si anak tadi dan menjahoet, katanja: „Ah, tidak, saja haroes menghafalkan pengadjaran bahasa Perantjis."

„Diroemah dapat kamoe menghafalkan itoe, karena kita ta' ada kerdja. Sekolah oentoek bésok", kata anak koelit hitam tadi lagi.

„Betoel, tetapi kalau saja tiada mempeladjari bahasa Perantjis baik-baik, ta' boléhlah saja doea tahoen pergi kenegeri Belanda. Saja ingin hendak pergi beladjar kesekolah goeroe perempoean, barangkali saja ditempatkan disini, djika demikian saja tidak doedoek dibangkoe lagi, melainkan dikoersi dimoeka kelas.

Tetapi, Ni, tjoba tjeriterakan kepadakoe; maoe djadi apa engkau nanti? Hal itoe beloem pernah kautjeriterakan kepadakoe," tanja anak Belanda itoe. Kedoea mata si koelit hitam jang besar itoe memandang kepada jang bertanja dengan hérannja.

„Nah, tjeriterakanlah", kata si Belanda lagi. Anak Djawa itoe poen menggéléngkan kepalanja serta berkata dengan ringkas: „'ndak tahoe". Ia betoel-betoel ta' tahoe, ia beloem pernah memikirkan hal itoe, ia masih amat ketjil masih melompat-lompat. Pertanjaan sahabatnja bangsa koelit poetih itoe termakan dalam hatinja. Ta' dapat ia meloepakannja dan selaloe mendesoes ditelinganja perkataan: „Maoe mendjadi apa engkau nanti?"

Dimenoeng-menoengkannja sehingga kepalanja mendjadi sakit. Pada hari itoe ia beberapa kali mendapat hoekoeman menoelis disekolah, ia mendjadi bingoeng, dan memberi djawab

54


jang bodoh bila orang bertanja barang sesoeatoe kepadanja dan memboeat kesalahan jang bodoh sekali dalam kerdjanja. Tentoe sadjalah begitoe, karena pikiran dan otaknja tidak pada pengadjaran; pikirannja selaloe pada 'kata-kata jang didengarnja waktoe bermain-main tadi. Jang moela-moela diboeatnja, setiba ia diroemah, ialah pergi kepada bapanja, akan 'mentjeriterakan pertanjaan jang tergorés dihatinja itoe: „Hendak mendjadi apa saja nanti?"

Si bapa tiada berkata apa-apa, melainkan ia tertawa sadja dan memidjit pipi si anak itoe. Tetapi dengan tjara demikian ta'lah si anak itoe bersenang hati dan selaloe merengoet menantikan djawab. Kakaknja laki-laki laloe disitoe, mendengar pertanjaan si anak itoe, telinga si anak jang tadjam itoe mendengar djawab ini: „Akan mendjadi apa anak-anak perempoean? Tentoelah mendjadi raden ajoe!" Si anak itoe bersenang hati dan berlari dengan kesoekaan. „Raden ajoe," dioelangnja kerap kali dalam hatinja. Apa itoe „radén ajoe?" Pikiran jang baroe itoe ta' dapat poela diloepakannja, selaloe pikirannja pada kedoea patah kata „radén ajoe" itoe sadja.

Ia wadjib mendjadi itoe poela. Ia menéngok kiri kanan, ia melihat dan beramah-ramahan dengan kebanjakan radén ajoe.

Sedjak itoe selaloe diperhatikannja beberapa radén ajoe dan dipeladjarinja kehidoepan meréka itoe.

Apa jang dapat diketahoei si anak itoe dari pada kehidoepan perempoean-perempoean itoe, menimboelkan kedoerhakaan dalam hatinja kepada kata „radén ajoe", kepada 'adat jang telah berzaman-zaman didjoendjoeng-djoendjoeng bangsanja itoe: „Anak-anak perempoean wadjib kawin, wadjib mendjadi milik seorang laki-laki dengan tiada boléh bertanjakan, apa, siapa dan bagaimana 'si laki-laki itoe!"

Beberapa lama kemoedian dari pada itoe si anak perempoean tadi telah ber'oemoer doea belas setengah tahoen dan waktoepoen datanglah, ia akan meninggalkan kehidoepan anakanak jang selaloe mandja itoe; bangkoe sekolah, bangkoe jang sangat disoekaïnja haroeslah ditinggalkannja dan iapoen haroes bertjerai dengan sahabat kenalannja bangsa Eropah, soenggoehpoen ia soeka amat 'bermain-main dan bertjampoer gaoel dengan meréka itoe. 'Oemoernja telah tjoekoeplah akan tinggal diroemah, akan menjerahkan dirinja kepada sekalian 'adat-'adat tanah airnja; 'adat-'adat jang menjoeroeh anak-anak gadis tinggal diroemah, menjoeroeh hidoep berchalwat jang amat sangat dalam doenia jang soenji sampai datang seorang laki-laki, jang didjadikan Allah oentoek tiap-tiap anak gadis menagihnja akan membawanja keroemahnja.

Apakah jang ta' ada pada kepala si anak itoe dan ta' timboel dalam hatinja, tatkala ia kesoedahan sekali menempoeh djalan

55


dari sekolah pergi keroemah. Matanja jang hitam itoe dilipoeti oléh air mata, dadanja jang ramping mendjadi kembang kempis dengan hébatnja. Bibirnja jang ketjil itoe bergerak-gerak akan menahani sedan-sedannja. Ia tahoe betoel bahwa segala sesoeatoe jang ditjintaïnja telah tertoetoep baginja, sebagai pintoe sekolah. Pertjeraian dengan goeroe jang menjajanginja, jang berkata manis dan merdoe padanja, waktoe ia akan berangkat itoe, pertjeraian dengan kawan-kawannja, jang berdjabat tangan dengan dia dengan mentjoetjoerkan air mata, dan pertjeraian dengan tempat doedoeknja, tempat jang telah banjak memberi kesoekaan kepadanja, semoeanja mendoekakan dia tiada berhingga; tetapi kedoekaan itoe tiadalah sebesar kesedihan hatinja karena hendak berhenti beladjar. Ia sangat soeka dan tjinta akan beladjar dan ia tahoe, bahasa lain dari pada peladjaran disekolah rendah tiada tepermanaï banjaknja lagi jang akan diketahoei dan dipeladjari orang. Ia agak loba akan kehormatan, tentang „kepandaian", ia ta' soeka tertinggal dibelakang kawan-kawannja bangsa Eropah, jang berangkat ke Eropah itoe dan ta' maoe tertjétjér pada kakak-kakaknja, jang memasoeki sekolah menengah (H. B. S.).

Disembahnja bapanja, meminta, soepaja ia dikirim ke Semarang bersama-sama dengan anak laki-laki memasoeki sekolah menengah dan ia berdjandji akan beladjar dengan seradjin-radjinnja, dan orang toeanja ta' lah akan bersoesah hati padanja. Ia berloetoet dimoeka bapanja, tangannja jang tersimpoel terletak diatas loeloet bapa' itoe, dan matanja jang besar dan seperti mata bonéka itoe terboekalah menentang si bapa' dengan penoeh keinginan dan pengharapan, serta dengan hati berdebardebar dinantinja djawab si bapa' itoe. Dengan kasih sajang, si bapa mengoeroet-oeroet kepala si anak jang hitam itoe, dan ramboet jang koesoet pada dahi si anak dihindarkan oléh si bapa' dengan djarinja dari dahi itoe, semoeanja itoe kedjadian dengan lemah lemboet, tetapi dari moeloet si bapa' berboenjilah perkataan „tidak!" Ia ta' boléh beladjar ke Semarang. Ia melompat, ia tahoe, arti kata „tidak," jang keloear dari moeloet bapaknja. Ia berlari kebiliknja, menjoeroek kebawah tempat tidoer akan menjemboenjikan dirinja, soepaja djangan kelihatan oléh orang lain. Ia maoe sendiri sadja, dengan kedoekaan, jang mendjadikan ia tersedoe-sedoe keras, sedoe jang ta' dapat disabarkan. Pada soeatoe ketika goeroe bertanja, kalau-kalau ia soeka pergi kenegeri Belanda bersama-sama dengan Letsy, anak goeroe itoe, sahabatnja akan meiandjoetkan pengadjaran. Dengan gemar dan mata jang bertjahaja-tjahaja didengarnja perkataan goeroe itoe: „Bagaimana, maoekah engkau?"

„Djangan tanjakan pada saja, saja soeka? Tanjakan sadja: „saja boléh?" djawab si anak itoe waktoe itoe dengan soeara

56


jang lemboet, jang keloear dari bibir jang gementar itoe.
Tatkala ia dibawah tempat tidoer itoe, ia berpikir, jang goeroe itoe seorang baik, dan goeroe itoe bermaksoed baik dengan dia.

Sebentar lagi si anak itoe berpikir lain poela: Orang asing seperti dia, jang ta' tahoe 'adat-'adat Boemipoetera, ta' tahoelah akan kekedjaman, bertanjakan pertanjaan jang sedemikian kepada si anak itoe.

Menghadapkan makanan jang énak dan lazat, jang melaparkan si anak itoe melihatnja, tetapi si anak tadi ta' dapat dan ta' boléh mengetjap makanan itoe.

Si anak itoe anak perempoean jang gila. Ia ta' tahoe, bahasa maksoed orang toeanja jang baik itoe, menjoeroeh ia pergi kesekolah, boekannja hendak memboeat pikirannja mendjadi hoeroe-hara. Ia pergi kesekolah lain tidak melainkan akan beladjar bahasa Belanda dan 'adat-'adat Belanda, tentoelah ia kemoedian akan terhinaar dari kesengsaraan jang banjak itoe.

Tetapi anak 'ketjil dan bodoh itoe boekanlah memboeat dirinja sendiri sengsara, ia ta' dapat menolong, jang Allah memberinja hati jang demikian, hati itoe memandang segala pengadjaran jang bagoes dikatakan bahasa Belanda padanja.

Anak jang malang! Dalam kalboenja pikiran bangsa Barat berarak dengan tempik soraknja, tetapi kaki tangannja terikat pada 'adat-'adat bangsa Timoer. Kaki dan tangannja itoe masih lemah dan lemboet, oentoek memoetoes mematahkan ikatan dan belenggoe, jang mengikatnja itoe. Dan kemoedian bila ia merasa dirinja koeat akan memetjahkan belenggoe dan ikatan itoe dengan sekali renggoet, waktoe itoelah...........tetapi djanganlah kita terlampau hendak lekas, karena hal itoe beloemlah kedjadian.

Pintoe sekolah dibelakangnja telah tertoetoep dan roemah orang toeanja soeka dan riang menerima dia.........Roemah itoe besar, pekarangannja loeas sekali, tetapi dinding jang mengelilingi pekarangan itoe tinggi dan tebal. Tempat jang empat segi dan tertoetoep itoelah jang akan datang mendjadi doenia dan 'alamnja.

Bagaimana 'sekalipoen loeas dan bagoes serta penoeh kesenangan seboeah sangkar, maka ia tinggal S A N G K A R djoega pada pemandangan boeroeng jang dikoeroeng dalamnja!

Telah laloe! hari moedanja jang mandja itoe telah laloe! sekalian keriangan jang diketjapnja pada masa ketjilnja, telah laloe. Tetapi dirasanja dirinja masih anak-anak, sebenarnjapoen ia masih anak-anak; tetapi 'adat negerin ja membilang dia dengan segera masoek bilangan seorang jang telah sampai 'oemoer. Padanja ta' ada sérokan jang lébar jang ta' dapat dilompatinja, dan ta' ada pohon tinggi jang ta' dipandjatnja dan iapoen ta'

Murid sekolah dasar jepara 80.jpg

SEKOLAH RENDAH DI DJAPARA.

57

pemah berdjalan, melainkan selaloe melompat-lompat sebagai anak koeda jang man dja ditengah padang; sekarang ia haroes djadi pendiam dan sopan seperti lajaknja pada anak-anak gadis orang bangsawan tinggi.

Pada mata bangsa Djawa, anak gadis dinamakan seboeah permata dari 'segala gadis-gadis, bila ia pendiam dan ta' ber­gerak seperti bonéka, berkata ketika perloe sadja dengan soeara jang haloes, sehingga semoetpoen ta' dapat mendengar, berdjalan haroeslah selangkah doea sebagai sipoet, tertawa djangan kedengaran dan bibirpoen selaloe tertoetoep, tidak senonoh lakoenja bila giginja kelihatan sedang tertawa, djika kelihatan maka dikatakan roepanja seperti „loeak" atau moesang.

Ni, jaïtoe si anak tadi, setiap waktoe melanggar 'adat sopan santoen itoe.

Hidoep jang soenji dan jang sama sadja berkepandjangan hari itoe moelaïlah. Dari sehari kesehari ia haroes memboeat pekerdjaan jang ta' bertoekar-toekar dalam lingkoengan jang tidak berganti-ganti, serta bergaoel dengan orang-orang jang selaloe dilihat djoega.

Dalam hidoep jang sedemikian jang dapat membesarkan hatinja hanjalah kedatangan sahabatnja Letsy. Keriangan besar baginja, djika Letsy ada padanja, ia kembali mendjadi seorang anak jang mandja dan loepalah ia akan pendjaranja, jaïtoe pendjara jang akan membalas keloepaannja itoe dengan kesedihan jang bertambah lebih lagi, bila Letsy poelang keroemahnja.

Keriangan itoepoen ta' lama, kemoedian lenjaplah dari hidoepnja jang soenji itoe, karena Letsy, sahabatnja itoe, berangkat kenegeri sebelah Oetara jang djaoeh itoe. Djadi ta' adalah sa­habatnja lagi. Akan persahabatannja itoe tidaklah poetoes, soerat dapat djoega memperhoeboengkan meréka itoe, soenggoehpoen meréka itoe berdjaoehan. Tetapi hidoepnja karena itoe makin bertambah-tambah soenji dan tidak bertjahaja...........

Dengan keinginan jang amat sangat Ni melihat kepada adik-adiknja perempoean, bila meréka itoe lengkap dengan batoe dan kitabnja, keloear dari roemah akan pergi kegoedang 'ilmoe hendak mengoempoelkan pengetahoean disitoe.

Ada beberapa lamanja ia sendiri memadjoekan pengadjarannja dengan kitab-kitab; tetapi kemoedian ia ma'loem, bahasa beladjar dengan tiada goeroe, pekerdjaan jang sia-sia adanja; maka disimpannjalah kitab-kitabnja dengan keloeh jang amat sangat.

Djikalau sekiranja ban tal dan goeling tahoe bertoetoer, pastilah ia akan dapat bertjeritera banjak; dan tentoe ia akan mentjeriterakan kesengsaraan seorang anak ketjil, jang dari semalam kesemalam mentjoetjoerkan air mata jang amat sedih!

Si anak itoe ta' dapat menjabarkan dirinja! Dalam kepala- 58

nja jang gila dan hatinja jang rawan itoe timboel silih berganti dengan tiada berhenti-hentinja beratoes-ratoes pikiran jang hoeroe-hara. Ia merasa dirinja ditempat jang soenji senjap, soenggoehpoen ia dikelilingi beberapa orang jang selaloe hari bersama-sama diam dan hidoep dengan dia. Betoel ia bersaudara dengan meréka itoe, dan setiap hari bersama-sama dengan dia, tetapi perasaannja dan pendapatannja berlainan sekali dengan perasaan dan pendapatan meréka itoe dan roepanja keadaan itoe akan tinggal demikian.'

Ia ada mempoenjaï seorang kakak perempoean, jang sama-sama dalam pendjara itoe dengan dia. Benar ia sajang pada kakaknja itoe, tetapi tali persahabatan jang memperhoeboengkan si kakak dan si adik itoe, tiadalah berapa tegoehnja, karena perasaan dan boeah pikiran kedoea saudara itoe berbéda amat sangat. Si kakak itoe pendiam, penjabar, tenang dan soeka sendiri-sendiri sadja. Tetapi si adik, seorang anak jang semata-mata berhati mandja dan riang. Boeah pikiran, jang terdapat pada si adik semoeanja pikiran jang salah pada pemandangan si kakak, jang soeka dan keras pada 'adat-'adat jang lama.

Telah kerap kali si adik itoe datang kepada si kakak dengan mata jang bertjahaja-tjahaja dan berhati jang besar mentjeriterakan pendapatannja dan meminta pertimbangan dalam beberapa hal. Kalau si adik telah habis bertjeritera, betoel si kakak tiada melarang si adik itoe, tetapi si kakak selaloe mendjawab dengan tiada pedoeli: „Toeroetlah kehendakmoe, akoe ORANG DJAWA!" Hati si Ni mendjadi ketjoet, sebagai diraba oléh tangan jang kasar dan seloeroeh toeboehnja mendjadi gementar. Adik-adiknja jang perempoeanpoen telah mendjaoehkan diri dari padanja. Kakaknja jang toea ta' soeka melihatkan adikadiknja 'jang ketjil kerap bertjampoer gaoel dengan si Ni, ka­rena si Ni mempoenjaï boeah pikiran jang gila-gila. Si kakak itoe keras sekali. Adik-adiknja jang ketjil amat takoet kepadanja.

Hal itoe meroesakkan hati si Ni sekali, tetapi iboenja lebih lagi dari itoe mendoekatjitakan hatinja.

Hati iboenja itoe lebih-lebih lagi tertoetoep kepada si Ni, ka­rena pikiran si Ni berlainan sekali dengan pikiran iboenja itoe.

Ni, anak jang malang benar, hati noeraninja mentjintaï kasih sajang, tetapi seorangpoen ta' hendak memberikan kasihnja kepadanja, pada hal ia sendiri selaloe menghamboerkan kasih mesra kepada orang lain.

Itoe sebenarnja boekan salah orang, mengapa si Ni selaloe asing dan lain, ja, berlain benar dengan orang-orang lain?

Iapoen sebenarnja telah kerap kali mentjoba mengoebah di­rinja, soepaja ia mendjadi seroepa saudaranja jang lain-lain djoega, tetapi tiap-tiap kali bila ia akan hampir beroebah itoe, 59

maka tiba-tiba datanglah pikiran dalam hatinja jang dibangoenkan oléh pengetahoean bahasa* Belandanja melarang dia mempertoeroetkan jang baroe itoe, seolah-olah 'ia ta' setia pada pengetahoeannja. Sesoedah itoe ia biasanja menjesal, laloe me­megang pikirannja jang lama itoe lebih keras lagi dari sampai pada waktoe itoe.

Dalam pada itoe hidoepnjapoen tiada terlampau soenji senjap benar. Karena dalam antara keloearganja adalah djoega doea orang jang menjajanginja, sebagai ia menjajangi meréka itoe, jang mentjintaïnja seperti jang ditjita-tjitanja sendiri, jaïtoe dengan kesajangan dan pertjintaan jang soenggoeh dan soetji.

Kedoea orang itoelah poela jang ditjintaïnja dengan pertjinta­ an jang sampai kedalam hati noeraninja. Kedoea orang itoe ialah bapanja dan seorang saudaranja jang laki-laki jaïtoe kakaknja jang ketiga, ja'ni jang boengsoe dari kakaknja jang bertiga itoe. Betoel bapa'nja ta' dapat memenoehi kehendaknja jang sangat ditjintaïnja itoe, jaïtoe: memberi dia kebébasan! Betoel bapanja itoe ta' tjakap mentjoekoepi .keinginannja akan kepandaian; tetapi bapaknja itoe soenggoeh baik kepadanja dan menjajangi dia, si gadis gila itoe dengan sehabis-habis kasihnja. Bahwa bapanja mentjintaïnja itoe diketahoei dan dirasaï oléh si anak. Bapa itoe pandai benar memandang dia dengan pemandangan kesajangan dan setiawan. Djarinja jang lemah itoe soenggoeh pandai meraba pipi anaknja itoe dengan lemboetnja serta menjelisik ramboetnja, ramboet jang hitam dan pand jang itoe, serta tangannja jang koeat itoepoen pandai nian memeloek léhér dan bahoe si anak itoe.

Si adik itoe tahoe, bahwa kakaknja tadi sajang padanja, meskipoen si kakak ta' pernah menampakkan sajangnja itoe dengan toetoer kata jang manis dan ta' sekali djoea memboedjoek menghiboerkan dia! Tetapi hiraunja akan adiknja itoe menjatakan kepada si adik, bahwa kakaknja itoe menaroeh kasih sajang kepadanja. Kakaknja itoe tidak mentertawakan dia bila ia mengeloearkan boeah pikirannja padanja, melainkan selaloe didengarkannja dengan soenggoeh-soenggoeh dan ta' pernah ia menggementarkan si adik itoe dengan perkataan: „Toeroetlah kehendakmoe, akan akoe tinggal orang Djawa." Soenggoehpoen ia tidak mengatakan, jang ia menjetoedjoei tjita-tjita adiknja itoe, tetapi si adik tahoe, bahwa kakaknja itoe dalam hatinja membenarkan pikirannja. Si adik tahoe, menilik kitab-kitab jang dioendjoekkan si kakak ketangannja. Ni, merasa dirinja kaja beroléh kasih sajang kedoea orang itoe dan karena pikirannja disetoedjoei pikiran kakaknja itoe.

Bapanja tidak selaloe dekatnja, karena bapa' itoe banjak kerdjanja, ketempat ia bekerdja itoe ta' boléh si Ni datang, karena ia ta' boléh keloear dari dalam biliknja jang tertoetoep itoe dan 60

kakaknja jang ditjmtaïnja itoe hanja beberapa kali boléh datang keroemah, karena ia bersekolah di Semarang. Jang tetap tinggal diroemah ialah kakaknja jang soeloeng, sebab sekolahnja telah tammat;,ia telah mendapat pangkat dinegerinja dan diam bersama-sama dengan orang toeanja. Kediamannja ber­sama-sama dengan orang toeanja itoe tiadalah meriangkan hati si Ni melainkan kebalikannja ja'ni mendoekatjitakannja.

Dahoeloe sebeloem kakaknja jang soeloeng itoe datang, Ni telah banjak penanggoengannja, sebab tidak diindahkan oléh hampir segala orang seroemahnja, sebab ia dipendjarakan itoe, sebab melihatkan 'adat-'adat koeno, jang ta' dapat disetoedjoeinja itoe. Kini datang poela oesikan dan ganggoean kakaknja jang soeloeng itoe menambahi penanggoengan jang menjakiti hatinja itoe.

Ni ta' soeka dan ta' dapat menoeroet segala kehendak kakak­nja itoe. Selaloe dikatakan kepadanja: „Jang lebih moeda haroes menoeroet perintah jang lebih toea; lebih-lebih anak-anak perempoean wadjib menoeroet kehendak kakak-kakaknja jang laki-laki."

Tetapi Ni, seorang anak jang memakai pikiran sendiri, ia ta' mengelti mengapa hal itoe wadjib demikian. Ni berkata: „Boe­kan salah saja, jang sa ja kemoedian dilahirkan dari kakakkakak saja itoe." Sepandjang pikirannja bodoh sekali, jang ia karena itoe wadjib menoeroet kehendak kakak-kakaknja itoe. Sepandjang pikirannja, tidak seorangpoen mesti ditoeroetnja, lain dan pada pikiran dan hatinja sendiri.

Dan ia tiada akan membenarkan perkataan kakaknja itoe, kalau ia ta jakin, bahwa si kakak berkata benar dan bermaksoed baik. Adapoen kakaknja jang soeloeng itoe seorang anak jang telah roesak, anak kesajangan iboenja. Tiap-tiap orang berloemba-loemba memoedjinja dan memperlakoekan kehendaknja, karena orang maloe akan pangkat bapanja jang tinggi itoe. Sebab itoe sepandjang pikirannja telah 'adatnja tiap-tiap orang, jang dipandangnja rendah dari padanja, wadjib menoe­roet kehendaknja.

Moela-moela ia héran, kemoedian djadi marah ia, tatkala dilihatnja adiknja perempoean, jang setengah loesin tahoen lebih moeda dari padanja itoe, berani menjanggah „kemaoeannja". Ia berdjandji kepada dirinja, bahwa anak jang ta' ber'adat itoe haroes, ja, mesti dita'loekkannja. Pada pemandangannja sekalian jang diperboeat si Ni salah. Bila Ni bersalah sedikit sadja dimarahinjalah dengan keras. Hampir setiap hari si kakak dan si adik berselisih, si kakak dengan moeka asam dan toetoer kata jang kasar, menjakiti hati si adik sampai berloemoer darah, dan si adik dengan bibir jang bergerak-gerak dan soeara jang gementar membéla dengan perkasa hak miliknja, jang hendak 61

diindjak oléh si kakak itoe. Si adik tegak sendiri melawan kelaliman kakaknja itoe, kakaknja jarig nanti akan melindoenginja, bila tjelaka datang atasnja, ja'ni bila orang toeanja ta' ada lagi, sebeloem ia dibawa keroemahnja oléh seorang laki-laki jang didjadikan Allah oentoeknja!!!

Tetapi dekat bapanja tentoelah si kakak tiada berani menggoda si adik tadi, karena bapa' sekali-kali ta'kan maoe mengizinkan hal jang demikian, dan lagi si kakak itoe tahoe, jang si Ni ta' maoe mengadoekan dia, sebab Ni boekannja si pengoempat. Akan orang-orang lain jang seroemah dengan dia dan melihat perselisihan itoe setiap hari, membiarkan sadja de­ngan berdiam diri, meskipoen meréka itoe tahoe, jang 'si adik menoeroet djalan jang benar. Si adik perempoean itoe mendjadi kasar dengan tiada berhingga, karena si kakak selaloe menerbitkan kekerasan itoe padanja. Kekasaran si adik amat sangat, sehingga ia berani mengatakan „tidak", bila si kakak menjeboetkan „ia" biarpoen ia masih moeda, dan si kakak djaoeh lebih toea. Seorang anak perempoean ta' boléh mempoenjaï hak jang akan meroegikan seorang laki-laki dalam sebarang perkara. Hak seorang anak perempoean hanjalah barang sesoeatoe jang diizinkan baginja oléh kakak laki-lakinja jang ta' loba. Beberapa tahoen kemoedian, ketika Ni teringat akan perselisihan itoe, mengertilah ia, mengapa laki-laki sangat loba. Moelaï dari waktoe ketjilnja, si ' laki-laki telah diadjar mendjadi loba, moela-moela sekali oléh iboenja. Sedjak ketjilnja diadjar ia memandang anak perempoean sebagai seorang machloek jang rendah kedoedoekannja dari padanja. Boekankah selaloe didengar oléh si Ni, iboenja, atau saudara perempoean iboenja atau sahabat kenalannja peirempoean-perempoean mengatakan de­ngan soeara jang menghinakan: „seorang gadis, hanja seorang anak perempoean sadja?" Djadi perempoean sendiri jang mengadjar si laki-laki menghinakan perempoean. Darah Ni poen mendidih, bila ia mendengar seorang perempoean memperbintjangkan seorang gadis dengan soeara jang merendah dan menghinakan itoe.

„Perempoean-perempoean ta' ada harganja."

„Perempoean-perempoean didjadikan oentoek laki-laki, akan kesoekaan meréka itoe; si laki-laki boléh memperboeat perem­poean-perempoean menoeroet kesoekaannja."

Bila Ni mendengar itoe, matanja berapi-api, dengan marah ditindjoekannja tangannja dan dikatoepkannja bibirnja akan menahani kemarahannja jang ta' berhingga-hingga itoe. „Sekali-kali boekan begitoe," teriaknja dalam hatinja. „Tidak, tidak, kamipoen manoesia djoega sebagai laki-laki itoe. Berilah akoe menoendjoekkan, bahwa kamipoen orang djoega. Boekalah belenggoekoe! dan izinkan saja, tentoe saja toendjoekkan, 62

jang sajapoen seorang manoesia, manoesia jang sama dengan seorang laki-laki." lapoen berpoesing-poesing menarik dan merenggoetkan.rantai itoe amat sangat koeatnja, rantai itoe mengïkat kaki tangannja dengan seerat-eratnja. Rantai itoe ta' dapat dipoetoeskannja melainkan kaki dan tangannja jang loeka karena itoe!

Dapatkah ia menjabarkan dirinja? Dalam kepalanja jang moeda bertjaboel beratoes-ratoes pikiran dengan tidak berhenti-hentinja. Dalam hatinja telah masaklah pikiran jang hendak melawan keadaan jang koeno-koeno itoe; ia soeka, ia wadjib mengikoet djalan jang baroe. Bagaimana akan mentjari djalan itoe, beloemlah diketahoeinja; hal itoe masih gelap, dan koesoet dalam otaknja jang bodoh itoe, tetapi ia tahoe, jang ia maoe menempoeh djalan itoe.

Itoelah nasib anak jang lekas ber'akal! Anak-anak jang beroemoei sebagai dia itoe, biasanja ta'lain dalam kenang-kenangan, melainkan bermain-main dan bermandja-mandja, tetapi si anak ini selaloe memikirkan hal jang pelik-pelik dalam kehidoepanitoe, jang selaloe menjakitkan hatinja dan mendoekatjilaKan dia.

Hal itoe ta' boleh tidak tentoe terdjadi begitoe; ia tidak pekak dan tidak boeta, dan ia hidoep dalam doenia jang pintjang dan timpang, jaïtoe didoenia bangsa Boemipoetera, jang tidak menaroeh kasihan kepada anak-anak moeda dan tidak mempoeinjaï perasaan jang haloes. Dengan mendadak mata jang moeda dan haloes itoe telah terboeka melihat kehidoepan manoesia jang sebenarnja, jaïtoe kehidoepan jang penoeh berisi kekasaran, kekotoran dan kebengisan jang ganas. Dari orang toeanja sendiri ta'pernah ia mendengarkan perkataan jang kasar, jang menghoeroe-harakan kalboenja jang soetji dan meloekakan hatinia jang berperasaan haloes itoe; tetapi ia hidoep tidak hanja bersama-sama dengan orang toeanja; ia hidoep didoenia manoesia; doenia jang ta menaroeh kasih kepada anak-anak moeda dan perasaannja jang haloes itoe.

O, maoet! mengapakah engkau dinamakan orang moesoeh jang amat ditakoeti? Boekankah engkau jang meiepaskan ma­noesia dan hidoep jang bengis itoe ? Ni tentoe akan memohonkan terima kasih padakau dan dengan soekatjita mengikoetmoe!

Tidak seorang djoea, jang menoendjoekkan kepada Ni, kemdahan dan kemoeliaan hidoep diloear kedjahatan dan kekedjiannja itoe. 'Adat-'adat Boemipoetera mengharoeskan, soepaja anak dan orang toea djangan «terlaloe beramah-ramahan. Mereka itoe boléh dan dapat 'djoega berdjinak-djinakan dan bera­mah-ramahan, tetapi berdjinak-djinakan jang soenggoeh-soenggoeh seperti pada kebanjakan bangsa Eropah antara anak dan orang toeanja, tidak boléh djadi. Ni mentjinta dan menjajangi 63

bapanja dan iapoen tiadalah akan memboeat barang sesoeatoenja dengan tiada sepengetahoean orang toeanja; soenggoehpoen ta' dapatlah ia memboekakan sekalian jang tersemboenji dalam hati noeraninja kepada meréka itoe. Keras dan kasar berdiri 'adat-'adat koeno bangsa Djawa itoe mentjeraikan si bapa dari si anak.

Ni melarikan dirinja sedapat-dapatnja dari pada meréka jang merendahkan dia dari pada kelakoean meréka itoe. Karena 'adat lembaga negerinja tidak mengadakan dia mentjari penghiboeran hatinja pada pangkoean orang toeanja, terpaksalah ia mentjari penghiboeran «hatinja jang doeka nestapa itoe pada sahabat-sahabatnja jang ta' pandai berkata-kata, jaïtoe: „kitab-kitab." Dahoeloe djoega ia soeka membatja-batja, tetapi sekarang kesoekaan itoe mendjadi ke'asjikan.

Kalau sekiranja ia ta' ada kerdja, atau kerdja jang disoeroeh boeat kepadanja telah soedah, maka dengan segera ia mentjapai seboeah kitab atau sehelai soerat chabar. Semoea dibatjanja, apa sadja jang terlihat oléh matanja, dibatjanja, masak mentah kabar-kabar itoe seolah-olah ditelannja kesemoeanja. Kadangkadang ada poela terdjadi, jang ia memboeangkan seboeah kitab dari padanja karena bent jin ja. Boekankah ia membat ja itoe hendak meloepakan barang jang hidoep, barang-barang jang seperti itoe ta' perloe ditjarinja dalam kitab-kitab, sebab didalam hidoep jang sebenar-benamja soedah sampai banjak benda kedji-kedji, dan jang men djemoekan orang? Oléh karena hal itoelah ia melarikan dirinja dari doenia jang kedji itoe, dan memasoeki doenia kitab-kitab, doenia jang didirikan oléh 'akal dan boedi manoesia. Ada kitab-kitab jang bagoes, jang tiada terkatakan lazatnja. Kebagoesan dan kelazatan itoelah jang menghilangkan kesoesahan dan kemelaratan hidoepnja. Boedi pekerti jang baik, pikiran jang tinggi orang moelia dan boediman dalam kitab-kitab itoe menggembirakan hatinja dan menglipoerkan laranja. Ia hidoep bersama-sama dengan sekalian apapoen jang dibatjanja dan iapoen tiada kekoerangan kitab-kitab jang akan dibatjanja. Ia hanja perloe mendjoeloerkan tangannja dan men­tjapai kitab-kitab dan soerat chabar dalam teromol pembatjaan jang tiap-tiap pekan selaloe membawa perbekalan jang baroebaroe baginja. Bapanja jang selaloe beroesaha akan menjoekakan hatinja dan jang bersoekatjita sendiri melihat anaknja soe­ka batja membatja itoe meroesakkan dia dengan kitab-kitab jang dihadiahkannja kepadanja. Ia ta' mengerti semoea, apa jang dibatjanja, tetapi itoe ta' menghilangkan gemar hatinja. Bila ia pada pertama kali tidak mengerti isi seboeah kitab, maka pada kedoea kali mengertilah ia sedikit-sedikit, dan pada ketiga atau keempat kali membatja kitab itoe mengertilah ia semoeanja.

Tiap-tiap kata jang ta' diketahoeinja, ditoeliskannja dalam 64

kitab peringatannja, soepaja nanti bila kakak kesajangannja ada diroemah, boléh ia bertanjakan arti kata-kata itoe kepadanja. Si kakak itoe setia sekali kepadanja dan dengan segala soeka hati menolong adiknja.

O, betapakah besar hatinja, bila kemoedian hari diketahoeinja, jang membatja kitab-kitab itoe boekan sadja memberi ni'mat jang lazat tjitarasanja padanja, melainkan memberinja pengadjaran jang ta' berhingga djoega.

O, bila ia ta' mempoenjaï bapanja jang ditjintaïnja itoe dan kakak jang setia, dan kitab-kitab jang indah-indah, tentoelah ia akan berhati doeka setiap hari, sepandjang waktoe. Ia ten­toelah akan merasa dalam kesengsaraan, jang meroesakkan hidoepnja jang moeda remadja dan njawanja jang lemah itoe de­ngan kesedihan jang amat sangat. Bapa' dan kakaknja itoelah jang memoeaskan kelaparan hatinja kepada ketjintaan dan ki­tab-kitab itoelah jang memberi makanan oentoek pikirannja jang lapar, pikiran jang telah dibangoenkan olëh bahasa Belanda!

Kemoedian iboenja melahirkan seorang anak laki-laki. Kedjadian itoelah jang menarik dia kembali dari djalan jang salah, membawanja kedjalan jang baik, djalan jang telah lama ta' ditoeroetnja lagi. Ia hampir-hampir mendjadi anak jang doerhaka kepada iboenja. Doeloe hatinja soedah hampir tertoetoep kepada boendanja itoe. Sekarang adiknja jang baroe lahir itoe memboekakan pintoe hatinja itoe kembali. Adiknja jang ketjil itoe mengadjar dia apa jang sebenarnja Iboe itoe dan apakah kewadjiban si anak pada iboenja.

Keliling peloepoek mata iboenja berwarna hidjau.dan roepanja seperti orang ta' koeat dan lelah; adiknja jang ketjil itoe jang menjebabkan sekalian itoe. Karena, adiknja itoe selaloe mengoesik boenda dan jang semalam-malaman berteriak-teriak, sehingga iboe ta' dapat tidoer. Soenggoehpoen adik sangat menjoesahkannja, tetapi boendapoen ta" pernahlah memasamkan moekanja barang sedikitpoen karena oesikan itoe. Apabila adik berteriak dan ,menangis mendjerit-djerit, maka dengan sekedijap mata iapoen telah ada dekat adik dan dengan lemah lemboet diambilnja adik, dipangkoenja, dan sebeloem adik tertidoer njenjak dipangkoeannja, beloemlah dilepaskannja dari tangannja.

Boekankah Ni seorang anak jang ketjil dan ta' berdaja seper­ti adiknja itoe doeloe?

Tidakkah boendanja tatkala doeloe bersoesah pajah poela karenanja? Awan jang melipoeti hati Nipoen hilang dan kalboenja gembira lagi akan mentjinta menjajangi perempoean, jang me­lahirkan dia kedoenia ini! Pada tahoen jang pertama adikpoen séhat dan wal'afiat dan kemoedian dari pada itoe ia mendjadi sakit-sakit, dan tiga tahoen lamanja ia ta' pernah senang, jang 65

sebenar-benarnja seolah-olah ia berperang jang hébat hendak mempertahankan njawanja.

Melihat adik-adiknja sakit itoe, Ni beladjar dengan sebaik-baiknja arti anak bagi si boenda.

Dengan tjara demikian tahoelah Ni, bahasa ia koerang pengetahoean tentang hal itoe, sekaranglah ia mengenangkan dirinja sendiri dan baroelah ia tahoe, bahwa sampai waktoe itoe ia hanja selaloe memikirkan kesoesahan sendiri, dan ta' pernah memikirkan kesengsaraan orang lain.

Waktoe itoelah baharoe ia insaf akan kesalahannja sendiri. Iapoen doeloe seperti adiknja itoe poela, ia ta' akan datang kedoenia ini kalau ia ta' ada berboenda. Laloe teringat poela oléhnja kelakoeannja dengan kitab-kitab tadi, jang mendjaoehkan dia dari ïboenja.

Iboenja itoe tentoelah banjak penanggoengan waktoe itoe dan Darangkali sekarangpoen masih ada penanggoengannja itoe. Nipoen tentoe ta' dapat menolong, jang moela-moelanja berselisih pikiran dengan boendanja, tetapi soenggoehpoen begitoe, iapoen sangat menjesali dirinja doeloe berkelakoean jang sedemikian.

Adiknja jang ketjil itoe mengadjar Ni, menjebabkan dia insaf akan dirinja dan mengadjar dia berhati sabar serta mengoetjap terima kasih, lagi mengadjar dia memberi orang lain dengan tiada mengharap pemberian orang jang lain itoe kembali.

Empat tahoen lamanja waktoe telah laloe; orang jang tiada dalam pikirannja tentoelah menjangka, bahwa waktoe itoe berdjalan senang dan sentosa sadja, tetapi meréka jang tadjam penglihatannja tentoe mema'loemi, bahwa waktoe itoe bagi Ni waktoe peperangan adanja, lahir dan batin. Dalam tiga tahoen i oe banjaklah jang dipeladjarinja, ja'ni: memerintah diri sen­diri, berhati sabar dan tidak lebih doeloe memikirkan oentoek diri sendiri sadja, tetapi berserah diri beloemlah dipeladjarinjadan iapoen ta' sanggoep mempeladjari itoe. Dalam kepalanja selaloe bertjaboel dan berkatjau pikiran jang bimbang dan goendah goelana disertaï oléh penglihatan jang berkelilingnia dan jang terdjadi pada tempat jang lain-lain.

Sekalian itoe menjedihkan hatinja dan mendjadikan darahnja mendidih. Soeara jang datang dari tanah Eropah jang djaoeh itoe jang tertera dalam kitab-kitab, soerat-soerat boelanan dan soerat-soerat kabar serta warkah-warkah dari sahabat-sahabatnja bangsa Belanda menambahi bimbang pikirannja itoe dan soeara itoe masoek kedalam hati noebarinja.

Dalam empat tahoen itoe hanja beberapa kali ia keloear dari roemah orang toeanja.

Waktoe boelan poeasa djikalau orang toea pergi kekoeboeran maka saudara-saudaranja perempoean dan Nipoen boléh pergi bersama-sama dan pada .soeatoe hari orang toeanja membawa

HABIS GELAP TERB1TLAH TERANG.

5 66

saudaranja perempoean jang soeloeng dan Ni sendiri pergi kepada bapak moedanja jang tinggal dinegeri lain.

Setahoen lamanja ia bersama-sama dengan saudara-saudaranja perempoean mendapat pengadjaran dalam djahit-mendjahit dari seorang perempoean Belanda, sedjam lamanja pada tia-ptiap petang. Oentoek Ni djam itoe soeatoe sa'at jang memberi kesenangan, karena ketika itoe ia dapat bertjakap-tjakap bahasa Belanda, bahasa jang ditjintaïnja itoe.

Sementara itoe kakaknja jang soeloeng dipindahkan ketempat lain. Kepindahan itoe membesarkan hati Ni. Jang sebenarnja Ni maloe mengatakan jang ia berbesar hati karena itoe, sebab jang pindah itoe kakaknja, betoel si kakak itoe ta' sajang kepadanja.

Waktoe dan perantaraan telah berboeat pekerdjaan jang 'adjaib. Kedoea hal itoe menghapoeskan dendam chasoemat dari hati Ni. Ia telah sajang kepada kakaknja itoe kembali dan menaroeh kasihan pada kakaknja jang moeloetnja manis dan berkata merdoe itoe. Betapa soeka hati Ni, tatkala ia melihat ka­kaknja itoe lama kelamaan insaf akan kesalahannja itoe.

Soenggoehpoen hal itoe tidak dikabakannja kepada Ni, tetapi lakoe dan perangainja menjatakan jang ia menjesali dirinja ber­boeat jang tidak 'adil pada adiknja. Dengan air mata jang bertjoetjoeran Ni mengoetjapkan terima kasih dan sjoekoer pada Allah, sebab kakaknja sekarang menjajanginja. Dahoeloe Ni dibentji dan digoda oléh ,kakaknja itoe, sekarang Ni mendjadi kesajangannja. Orang lain-lain, biarpoen isterinja sekalipoen, ta' dapat mengambil hati si kakak itoe, tetapi Ni selaloe dapat mengambil hatinja.

Telah setengah tahoen datang adiknja, Bemi mengawani Ni dalam pendjara itoe. Bemi beroentoeng, karena ketika Ni ber'oemoer sebagai Bemi, ia telah lama dikoeroengkan dibelakang dinding jang tebal dan tinggi itoe, tetapi Bemi waktoe ber'oemoer sedemikian masih bébas melompat kian kemari dan boléh berdjalan-djalan memboeat barang jang lain-lain jang dahoeloe ta' boléh diboeat Ni. Bemi telah ber'oemoer empat belas sete­ngah tahoen, baroe haroes tinggal diroemah. Déwasa itoe Ni telah ber'oemoer enam belas tahoen, saudaranja perempoean jang tertoea telah dipersoeamikan. Perkawinan itoe mendatangkan peroebahan dalam hidoep Ni. Ia mengadjar kenal adik-adiknja jang sebeloem dari waktoe itoe disangkakannja seperti orang asing sadja. Dengan adik-adiknja itoe ia hidoep berdjinakdjinakan. Saudaranja perempoean jang tertoea itoe ta' ada lagi jang akan mempertjeraikan meréka itoe. Ni mendjadi saudara jang tertoea dalam roemah, tetapi ia ta' soeka ditoeakan seperti kedoea kakaknja laki-laki dan pe,rempoean itoe...ia maoe disajangi, tidak ditakoeti. Kebébasan dan kesamaan dimintanja pada 67

dirinja sendiri. Tiadakah ia memberi kebébasan dan kesamaan kepada orang jang lain-lain? Pergaoelan dengan adik-adiknja haroeslah bébas dan tidak dipaksa, diboeangnja segala barang sesoeatoe jang menjangkoeti dan menahani kebébasan dan kesamaan itoe.

Dengan adik-adiknja, Bemi dan Wi, jang soedah wadjib poela tinggal diroemah, ia mendapat bilik saudaranja jang toea itoe......... Dibilik itoe datang tiga orang machloek jang moela-moelanja tiada berkenalan satoe dengan jang lain, disitoelah meréka itoe sama-sama bertemoe dan berkoempoel mendjadi satoe. Serta ditempat itoelah permoelaan tjeritera anak tiga bersaudara itoe.

Augustus 1900 (II).

Héran benar, kekasih kami jang djaoeh dari kami, apalah sebabnja maka ta' dapat kami mimpikan, sedang ia selaloe dalam kenang-kenangan kami dan selaloe kami perbintjangkan!

Tetapi adalah pada soeatoe malam anak njonja jang tertoea ini bermimpikan njonja. Toean kedoea rasanja datang kembali ke Djapara dan waktoe itoe kami pergilah menjongsong toean dan njonja sampai ke Semarang. Pertemoean kami dengan njonja itoé sangat merawankan hati kami, dan dengan tiada menghamboerkan kata sepatah djoeapoen. Kami masing-masing berganti-ganti njonja peloek dengan peloek jang sampai kehati noerani dan njonja pegang kami dengan tegoeh seperti kami ta' akan dilepaskan lagi rasanja. Dan dalam pangkoean njonja itoe berderailah air mata kami, karena merasa beroentoeng jang ta' dapat dihinggakan.

Tatkala anak njonja tersadar dari pada tidoernja, maka bantalnja dilihatnja telah basahlah oléh air matanja. Sehari-harian itoe ia berhati sajoe, karena mengenangkan perdjoempaan di­ atas ini, hanjalah semata-mata soeatoe mimpi sadja.

Kami takoet, kami takoet benar njonja dan toean tidak akan berdjoempa lagi dengan kami, anak-anak njonja, bila kelak njonja telah meninggalkan kami. Sekarang kami rasa soekatjita kami mendjadi soesoet. Makin lama makin kami ketahoei, bahwa kami sekarang tidaklah seperti dahoeloe lagi. Pengetahoean dan keinsafan itoelah mendjadi soeatoe benda jang mendoekakan hati kami.

0, hidoep! apakah jang telah engkau perboeat atas anak-anak perempoean mama Mies, dan apakah djadinja anak-anak gadis itoe sekarang? Kemanakah perginja kegembiraan kami jang amat besar itoe? Karena kegembiraan jang ta' dapat dini- 68

lai itoelah maka kami dapat sampai keseberang laoetan kesoesahan, dan kegembiraan itoe wadjib kami taroeh senantiasa oentoek mengaroengi rimba raja dalam doenia penghidoepan jang akan kami tempoeh tentoelah dengan s o e s a h dan s o e k a r. Kemanakah perginja keradjinan dan kegirangan kami jang menghiboerkan hati selaloe maoe bekerdja, dan jang ba­njak menghasilkan berbagai-bagai pertjintaan? Kemanakah perginja si penglipoer hati jang menghilangkan dan meloepakan djemoe dan bosan jang tertera dalam kitab kamoes?

Tiap-tiapnja, jang selama mi kami indahkan dan menggirangkan hati kami, semoeanja sekarang telah meninggalkan kami. Wahai, ma' Mies, dapatkah toean memikirkan, bahasa ta' adalah orang jang lebih tjelaka dari pada orang jang ta' tentoe toedjoean maksoed hidoepnja?

Nistjaja akan mendjadi orang sia-sialah kami, kalau ta' ada sesoeatoe apa-apa terdjadi, jang menggembirakan hati kami dalam keadaan ta' berhawa nafsoe dan ta' berdaja ini. Begitoelah keadaan kami sekarang.

Segala kesoekaan kami jang dahoeloe, telah terloepa terletak, bertjendawan ditempat jang soenji. Gambar-menggambar, moesik, djahit-mendjahit, masak-memasak, berkirim-kiriman soerat, ja, sedangkan batja-membatja jang dahoeloe mendjadi bahagian hidoep kamipoen sekarang telah kami abaikan. Kami boléh dikatakan telah mendjadi orang jang semalas-malasnja semasa ini. Wadjib kami memaksa diri sendiri akan menghabiskan membatja soeatoe kitab ketjil. Soeatoe paksalah rasanja bagi kami sekarang batja-membatja itoe, sedang dahoeloenja itoelah soeatoe kesoekaan jang amat sangat bagi kami, lebih dari jang lain. O, ma', demikianlah kemoendoeran kami sekarang. Kemanakah perginja kemaoean dan kekoeatan kami dahoeloe itoe? Soenggoeh ta' dapatlah ditjeriterakan bagaimana penanggoengan kami ini, jang disebabkan oléh kelalaian dan kesia-siaan jang menjerang kami.

Kami seolah-olah ta' bekerdja sedikit djoega. Dan djikalau ada apa-apa jang perloe kami perboeat, maka kami kerdjakanlah keperloean itoe seperti mesin sadja. Apakah kiranja jang koe­rang bagi kami? Sakit kamipoen tidak. Boléh djadikah agaknja sekalian itoe disebabkan oléh kesengsaraan jang telah kami tanggoengkan dahoeloe ? O! Kesedihan hati! Kesakitan itoe soenggoeh kadang-kadang ta' dapat ditahani! Akan penolak bahaja itoe wadjiblah kami hendaknja menaroeh barang sesoea­toe, teroetama ialah soeatoe pekerdjaan tetap, jang menarik hati kami semata-mata, ja'ni p e k e r d j a a n jang ta' sempat membiarkan diri oentoek memikirkan kesengsaraan, meskipoen barang sekedjap mata sekalipoen! Itoelah soeatoe oepaja jang baik, jang akan dapat membangoenkan pikiran kami jang telah 69

tertidoer itoe, dan jang sanggoep mengembalikan kemaoean hati kami jang telah melajang itoe. Dalam bekerdja, disitoelah tersemboenji oepaja itoe. Kenang-kenangan kepada beringin sangat-sangat akan mendapat kerdja jang kasihi, itoelah jang mendoekakan hati kami benar. Kami sangat beriba hati, bila kami merasa jang badan sendiri berhati maoe dab koeat akan bekerdja, tetapi oléh karena oentoeng malang, kemaoean dan kesoekaan itoe ta' dapat dilangsoengkan !

Sekalian kesoesahan dan kesengsaraan itoe membawa kami kepadang kelalaian dan kemalasan. Anak njonja jang tertoea héranlah akan dirinja sendiri melihatkan soerat jang sepandjang ini dapat ditoelisnja........., tetapi mengapa tidak......... karena soerat ini ialah oentoek ma' Mies jang koetjintaï akan mengabarkan kesengsaraan, djadi ta' héranlah jang kata-kata itoe sebagai mengalir sadja dari pénakoe ini.

Kami ta' dapat dan ta' soeka mempertjajaï, bahwa hidoep kami achirnja akan seperti hidoep jang banjak sadja; tetapi kamipoen ta' maoe poela pertjaja dan sekali-kali ta' dapat memikirkan, jang mimpi kami jang bagoes itoe akan terdjadi. Walaupoen demikian makin dekat kami berdiri pada perasaan kedjadian tjita-tjita kami itoe, makin sangatlah kami mentjintaïnja! Demikianlah pikiran kami. Ringkasnja, kami menjangka sekarang, bahwa seakan-akan hanja beberapa hari sadjalah antara kami tergenggang dari pada hidoep jang baroe, jang kami ingini benar itoe!

Sangat sedihlah hati kami memikirkan hal itoe kembali. Ta' maoelah kami mentjeriterakan dia lagi disini, soenggoehpoen demikian kami berdiam diri, boekanlah poela artinja maoe membiarkan sedja penanggoengan kami atau mengizinkannja. Oléh karena kami sekarang dengan peladjaran kami telah sampai sedjaoeh itoe berdjalan, ta' maoelah kami memboeangkan apa jang telah tertaroeh bagi kami, dan sedjak dari dahoeloe, sekali-kali tiadalah kami berhadjat hendak memboeangkannja.

Baik tidakja perboeatan kami ta' tahoelah kami, tetapi kami ta' dapat dan ta' soeka menoeroet kehendak soeara jang lain, lain dari pada soeara hati kami sendiri. Sesoeatoe tjita-tjita kami jang besar sekali, ja'ni hendak mengasihi orang dan dalam hal itoe mentjoba, soepaja mendapat kasih sajang orang, jang dapat kami harapkan akan mempertinggi pikiran kami. Boelan Juni jang laloe, ketika kami diroemah toean Sythoff, bertanjalah toean residén itoe kepada anak njonja jang soeloeng ini, kalau-kalau si anak itoe telah tahoe, bahasa Directeur van Onderwijs ada mentjari seorang goeroe kepala perempoean oentoek seboeah sekolah gadis, jang bakal didirikan. Sebeloem anak njonja ini mendjawab, toean residén memoetar tanja itoe kepada bapa: ,,Soedahkah toean tjeriterakan hal itoe kepada anak-anak toean, 70

regén?" Dan setelah mendapat djawab, ia bertanja lagi kepada anak njonja ini: „Soekakah engkau mendjadi goeroe kepala sekolah itoe?" Si anak tiada berkata apa-apa melainkan diboeangnja moekanja ketempat lain, soepaja bapa dan residén jang doedoek berhadapan dekat kami, ta' dapat melihat mata si anak, jang telah siap dengan segala gambar tjita-tjita jang tersemboenji dihatinja itoe. Ia tiada berdjandji akan mendiamkan kehendak dan tjita-tjitanja itoe, tetapi ia ta' tahoe, bahwa bapanja ta' soeka, jang si anak memperbintjangkan hal itoe dengan orang lain. Dalam segala hal haroes nama bapa' dipeliharakan, dan pertjakapan jang terseboet diatas ini ialah sebagai soeatoe mimpi, jang menakoeti dan mengerikan bapa.......

„Kami sedianja wadjib mendjadi anak laki-laki, dan kalau demikian boléhlah kami mendjadi laki-laki jang koekoeh," itoelah perkataan jang atjap kali kami dengar, sehingga djemoelah telinga kami mendengarnja. Djikalau benar hal itoe dan ada bagi kami sifat-sifat jang boléh mendjadikan kami laki-laki jang koekoeh, apakah sebabnja maka kami sebagai keadaan kami sekarang ini, ta' boléh mendjadi p e r e m p o e a n jang koekoeh dan perkasa? Atau mestikah hendaknja orang menaroeh otak, jang asing zat-zat jang mendjadikannja, oentoek tjétakan lakilaki jang koekoeh dan perkasa itoe? Atau barangkali ta' bergoenakah perempoean jang berani dan koekoeh didoenia ini?" Tetapi mémanglah soedah djadi nasib kami perempoean jang sedemikian; ja'ni kami perempoean Djawa ini haroes teroetama bersifat patoeh, penoeroet dan mesti berserah diri sadja. Kami sebenarnja boléh disamakan dengan tanah liat, jang dapat diperbagai-bagaikan orang bangoennja, menoeroet seperti kehendak laki-laki sahadja. Tetapi apakah goenanja kita memperbintjangkan keadaan itoe? Kalau demikian ta' adalah oebahnja seperti orang menjajangi kapal jang tenggelam, dan mengatakan apakah sebabnja maka kapal itoe tiada ditinggalkan sadja dipelaboehan ? Karena kalau demikian tentoelah ia ta' akan tenggelam. Dan lagi dengan salah-menjalahi dan membongkar segala kesalahan dan menjelidiki siapa jang bersalah, sekali-kali ta' dapatlah kita menolong, soepaja kapal itoe djangan tenggelam. Tetapi bila kita membanting toelang, bekerdja keras memberi pertolongan dan memompa air pada tempat jang botjor, nistjaja boléhlah ketjelakaan itoe tertolak; kalau tidak demikian dilakoekan terbaiklah orang membiarkan dirinja mati lemas sadja......................................................................

Pada setahoen jang baroe laloe ini sadja perasaan hidoep kami lebih banjak dari pada perasaan pada tahoen-tahoen jang lain, sama sekali dikoempoelkan.

Adalah anak soeloeng njonja ini menaroeh sangka, jang bapa' berniat hendak mengatakan barang sesoeatoenja padakoe, tetapi 71

bapa' enggan hatinja mengatakan itoe, karena hal itoe pastilah akan menjedihkan hati si anak. Dapatkah ma' memikirkan betapa beraitnja hal itoe, sehingga dapat menjedihkan hati bapa serta anaknja itoe?

Telah berapa lamanja kemoedian dari padia itoe, tatkala si anak menjesak bapa', meminta menjelesaikan ketetapan kedoeaoekan kami, maka dapatlah si anak melihat pada mata bapa' dengan penglihatan jang piloe kepada si anak, seperti ia hendak berkata: „O, soeka benarkah engkau dengan selekas-lekasnja hendak memnggalkan sa ja, hai anakkoe?" Si anak memalingkan moekanja.........hatinja mendjadi piloe, piloe jang amat sangat!

O, Allah, benarlah tjinta itoe soeatoe benda jang amat 'adjaib, jalan soerga dan naraka pada manoesia. Mentjintaï dan menghormati bapak, itoelah soeatoe keperloean dalam hidoep bagi kami. [Jan tjmtanja itoelah poela bahagian jang besar dari pada bahagia kami. Kalau hidoep kami tiada dengan ketjintaannja, tentoelah hidoep kami selaloe gelap. Sebab itoelah maka bahagia itoe dengan soekatjita kami menerima dari tangannja. bahagia jang ta' datang dari bapa sendiri, kami pandang tidaklan sebagai bahagia jang menjelamatkan kami. Lebih djaoeh kamipoen pertjaja poela, bahwa hidoep dengan tiada mempoenjai kasih tjinta bapa', ta' pennahlah kami akan hidoep selamatcian hidoep beserta dengan kasih tjintanja, ta' pemahlah akan membawa kami sama sekali kepada hidoep melarat.

  • *

23 Augusfots 1900 (I).

Stella, pertjajalah engkau kepadakoe, djikalau tjita-tjita saja atau tjita-tjita kami sampai, „sampai" seperti menoeroet maksoedmoe atau seperti maksoed saja, maka keadiaan itoe tentoelah torajadi °léh karena pekerdjaanmoe. Saja menoelis kata ini tidaklah dengan semena-mena sadja, tetapi kata ini koekatakan, keloeanija dan hatikoe. Telah banjak engkau mengadjari saja, betoel-betoel amatlah banjaknja, dan adjakanmoe itoelah soea­ toe bantoean jang tegoeh dan soeatoe kekoeatan bagikoe. feaja soeka sekali hendak menoentoet kebébasankoe. Kerdja itoe akan koekerdjakan. Saja soeka..........saja mesti......... terdengarkah oléhmoe katakoe itoe? Bagaimanakah saja akan menang, djika saja tidak pergi berperang menoentoetnja? Bagaimana saja akan mendapat, kalau saja tidak mentjari? dengan tidak berperang ta' adalah kemenangan. Saja soeka berperang Stella, sebab saja maoe mendapat kebébasan. Ta' gentar saja akan bertentangan dengan keberatan dan kesoesalian. Menoeroet perasaankoe dirikoe sama koekoeh akan 72

menoeroet kebébasan; tetapi adalah soeatoe hal jang amat koetakoeti, ja'ni bapa' saja. O, Stella! telah kerap kali saja tjeriterakan kepadamoe jang saja tjinta dan sajang kepada bapakoe. Ta' tahoelah saja entah adalah kiranja keberanian dalam dirikoe hendak memadjoekan kemaoeankoe itoe, bilamana saja ketahoei, jang saja kelak dengan keberanian itoe akan meroesakkan hatinja jang tjinta dan sajang padakoe itoe.

Saja mentjintaï bapakkoe dengan tjinta jang tiada berhingga. Bapakoe telah toea, telah beramboet poetih, poetih ramboetnja itoe ialah karena .memeliharakan kami, dan memeliharakan saja. Dan djika sekiranja adalah seorang diantara kami jang patoet mendapat tjelaka, biarlah saja jang menanggoeng tjelaka itoe. Demikianlah kerélaan jang tersemboenji dalam hatikoe; karena moestahillah saja akan beroentoeng, meskipoen saja men­dapat kebébasan, kemerdékaan dan tegak sendiri, kal au sekira­nja saja dalam hal itoe mentjelakakan .dan meroesakkan hati bapakoe. „Adakah engkau maioem benar bahwa hal itoe ialah hal keadaan jang amat soekar?" katamoe kepadakoe. O ja, de­ngan sebenarnja! Saja sendiripoen telah membajang-bajangkan kepadamoe dahoeloe, betapa moedahnja berboeat demikian, dan dengan girang hatikoe mangatakannja témpoh itoe, tetapi sekarang

Maoekah engkau mendengarkan katakoe? Perdjalanan hidoep anak-anak perempoean Djawa telah ditentoe dan dihinggakan, serta dengan koekoeh lagi dibatasi oléh 'adat jang koeno. Kami ta' bolch mempoenjaï tjita-tjita hati. Tjita-tjita jang boléh saja mimpikan ialah: bésok atau loesa saja akan mendjadi isteri jang kesekian dari seorang laki-laki. Saja maoe menentang keras meréka itoe, jang dapat menidakkan bitjara itoe. Djikalau dipikirkan dan dibandingkan hal keadaan Hindia dan Eropah, tentoelah engkau akan membenarkan, bahwa tingkah lakoe lakilaki disitoe tiadalah sedikit djoega lebih baik dari pada lakilaki disini, dan perempoean-perempoean disitoe sama menang­ goeng nasib tjelaka seperti perempoean-perempoean disini. Hanjalah ini sadja perbédaannja: kebanjakan perempoean-perempoean disana bersoeami dengan seorang laki-laki, jang bekal ditoeroetnja menoempang bersarpa-sama dikapal perkawinan, jang berhaloean bébas; tetapi perempoean-perempoean disini tiada menaroeh kebébasan jang demikian, melainkan ia dikawinkan sadja, karena menoeroet kemaoean orang toeanja atau walinja. Meréka itoe kawin dengan laki-laki jang disetoedjoei oléh pikiran orang toea atau .wali itoe, jang memandang bahwa si lakilaki itoe orang baik dan patoet. Dalam agama Islam mengawinkan orang tiadalah dengan izin si perempoean, ja, tidaklah dihadapannja kedjadian hal itoe. Boléh sadja oempamanja: Bapa datang hari ini keroemah dan berkata kepadakoe: „Ni, engkau 73

telah dikawinkan dengan si Anoe." Sekarang saja wadjib menoeroetkan soeamikoe itoe. Boléh djoega tidak saja toeroetkan, tetapi hal itoe memberi si laki- itoe berhak boléh merantai saja se oemoer hidoep, dengan tiada mengindahkan dan mempedoelian saja sedikit djoeapoen. Meskipoen saja tidak menoeroetkannja, maka sajapoen tinggal isterinja djoega; sebab ia ta'maoe mentjeraikan saja, dan sajapoen dengan hal itoe selama hidoep selaloelah terikat kepadanja, sedang ia sendiri boléh ting­gal bébas memboeat barang sesoeatoenja. Ia boléh beristeri seberapa soekanja sadja, dengan tiada mempedoelikan saja sedikit djoeapoen. Djikalau sekiranja bapak mempersoeamikan saja seperti itoe, maka maoelah rasanja saja memboenoeh dirikoe sendiri, tetapi bapakkoe tentoelah tiada akan memboeat seperti itoe. Allah mendjadikan perempoean oentoek mendjadi kawan si laki-laki dan oentoéng nasibnja ialah akan dikawinkan. Betoel pikiran itoe tiadalah akan saja bantahi, dan dengan soeka hati saja mengakoe bahasa oentoeng perempoeanlah kelak, jang sebesar-besarnja, biarpoen oentoeng itoe akan terdjadi pada zaman-zaman jang akan datang, ja'ni bilamana si perempoean dengan soeaminja hidoep dengan berdjinak-djinakan dan damai. Moestahillah akan dapat diperoléh hidoep jang berdjinak-djinak­ an dan damai itoe, djikalau oendang-oendang oentoek kami perempoean masih berlakoe sebagai oepaja, jang telah saja oeraikan kepadamoe diatas ini. Ta' patoetkah saja membentjii dan menghinakan perkawinan jang sedemikian itoe, sebab si perem­poean dengan hal jang sedemikian terang dianiajanja?

Sjoekoerlah, tidak tiap-tiap orang Islam beristeri empat orang. Tetapi masing-masing perempoean. Islam jang bersoeamipoen tahoelah, bahwa tiadalah ia seorang sadja jang berhak mendjadi isteii si laki-laki itoe. Bésok atau loesa boléhlah lagi soeaminja membawa isterinja, perempoean jang lain, keroemahnja itoe. Perempoean jang baroe itoe sama banjak haknja dengan dia tentang kepada soeaminja, karena menoeroet roekoen Islam perempoean itoepoen isteri gahara djoega. Dalam negei'i-negeri Goebernemén tiadalah begitoe banjak kesengsaraan perempoeanperempoean, seperti penanggoengan saudara-saudaranja ditanah Solo dan Djokdja. Disitoe banjak benar perempoean-perempoean jang tjelaka bersama-sama dengan satoe, doea, tiga, empat perempoean jang lain jang bemama „selir" soeaminja. Dinegerinegeri Solo dan Djokdja itoelah perempoean-perempoean diseboetkan permainan anak-anak!

Pada negeri-negeri itoe tiada seorang djoega laki-laki jang beristeri seorang. Dalam ling'koengan orang-orang bangsawan lebih-lebih dalam lingkoengan Soesoehoenan, ada banjak lakilaki jang beristeri lebih dari pada doea poeloeh enam orang.

Boléhkah keadaan jang demikian itoe dibiarkan sadja, Stella? 74

Meréka itoe telah biasa memakaikan keadaan jang demikian, sehingga roepanja tiadalah dirasaïnja kesengsaraan itoe lagi, tetapi soenggoehpoen demikian, jang sebenanija banjak djoega perempoean-perempoean -jang menanggoengkan kesakitan itoe dengan diam-diam. Hampir sekalian perempoean jang saja kenal disini semoeanja menjoempahi hak si laki-laki jang menganiaja itoe. Tetapi dengan soempah itoe siadja tidaklah akan menolong melainkan sekalian itoe wadjiblah diperangi benar-benar.

Hai perempoean-perempoean dan gadis-gadis! Bangoenlah engkau, marilah kita bersoenggoeh-soenggoeh dan bekerdja bersama-sama oentoek mendatangkan peroebahan dalam hal menolak bahaja jang telah menoelar selama itoe.

Ja Stella, saja tahoe bahasa dibenoea Eropah boedi pekerti si laki-lakipoen kedji poela. Saja bersama-sama dengan engkau menghormati anak .moeda laki-laki jang •membelakangi 'adat'adat koeno dan penggodaan itoe. Dan saja hormati lagi akan gadis-gadis zaman sekarang, jang tidak maoe menoeroetkan lakilaki jang ta' senonoh kelakoeannja, dengan hidoep tjemar lagi tiada berpengetahoean. Tentoelah iboe-iboe jang masih moeda lebih pandai mendjaga kedjahatan itoe. Kepada saudara-saudarakoe telah atjap kali saja beri tahoekan hal itoe.

Saja soeka beranak laki-laki dan perempoean jang akan dipelihara dan diberi pendidikan seperti kehendak hatikoe. Moelamoela saja hendak menghapoeskan 'adat-'adat koeno, jang memandang anak.laki-laki lebih tinggi daradjatnja dari pada anak perempoean. Saja ta' héran melihat kelobaan si laki2, bila saja ingat bagaimana si laki-laki itoe masa ketjilnja, dilebihi pemeliharaannja dari pada anak perempoean, saudaranja. Waktoe ketjil si laki-laki telah diadjar menghinakan anak perempoean. Boekankah kerap sekali saja dengar si polan berkata kepada anaknja jang laki-laki, bila si anak itoe terdjatoeh dan menangis: „Tjis, anak laki2 menangis sebagai anak perempoean!" Sa­ja akan mengadjar anak-anak saja memandang anak laki-laki dan perempoean sama rata, dan memberi meréka itote pendidik­an jang sama benar, menoeroetkan kekoeatan otaknja masingmasing. Oempamanja, saja ta' akan menjoeroeh seorang anak perempoean beladjar, djika ia ta' soeka dan tidak mempoenjaï otak oentoek beladjar, biarpoen maksoed saja hendak mendjadikan si anak itoe seorang perempoean moeda; tetapi haknja akan saja koerangkan dari pada hak saudaranja jang laki2 sekali-kali tidak! Dan sajapoen akan berichtiar menjoeroeh meroentoehkan dinding jang membatasi si laki-laki dan si perem­poean itoe. Saja mengakoe bahasa, djika dinding itoe telah roentoeh, adalah kebaikannja, lebih2 kepada si laki2. Saja ta' dapat dan ta' akan pertjaja, bahasa laki2 jang berpengetahoean dan bersopan santoen, dengan sengadja akan menjisihkan perkoem- poelan perempoean-perempoean, jang sama tinggi kedoedoekannja dalam hal pengetahoean dan sopan santoen, atau akan pergi menjamarkan dirinja kedalam tangan perempoean jang ta' ada kehormatannja. Apakah jang melarang si laki-laki bertjampoer gaoel dengan perempoean perempoean jang berboedi pekerti, dan apakah jang menegahkan djika seorang laki-laki hendak bergoerau .dengan seorang anak gadis jang tiada berhadjat hendak kawin?

Sekalian itoe boléhlah hilang lenjap, bila pergaoelan laki-laki dan perempoean boléh bébas, ja'ni seperti pergaoelan jang telah biasa bagi anak-anak jang telah ber'oemoer.

Engkau berkata: „Kita anak-anak perempoean sanggoep memboeat anak laki-laki selaloe menoeroet djalan jang baik, tetapi sajang amat sedikit benar kita mengetahoei djalan hidoep meréka itoe/' Pada waktoenja tentoelah sekaliannja akan beroebah, tetapi dalam itoe kami haroes bekerdja keras, dan kalau tiada demikian, waktoe itoepoen tiadalah poela akan datang. Kami disini, ditanah Djawa, sekarang baroe berdiri dimoeka pintoe peroebahan itoe. Haroes poelakah kami menempoeh sekalian djalan-djalan jang engkau sekalian telah aroengi, soepaja sampailah poela kami kepada waktoe jang dipakai oléh bangsa Eropah dalam zaman ini?

Diantara kitab-kitab jang baroe sa ja terima, terdapatlah oléhkoe kitab „Het Jongetje, dikarangkan oléh toean Borel. Benarlah katamoe itoe bahasa kitab itoe jang bagoes sekali. Kebanjakan orang disini .memikirkan jang isi kitab itoe terlampau dilebih-lebihi dari pada keadaan jang sebenarnja.

Tetapi saja tidak sepakat dengan pikiran meréka itoe. Isinja itoe tiadalah berlebih-lebihan. Betoel, banjak hal keadaan jang tiada sesoeai dengan kitab „Het Jongetje" itoe, tetapi dinegeri saja ini adalah saja ketahoei hal-hal jang seperti itoe. Demikianlah halnja seorang anak toean asistén-residén disini oempamanja telah mendjelma mendjadi „het jongetje" dalam kitab toean Borel itoe. Pada soeatoe kali ia berkata kepada Kardinah: „Ma' moeda, saja soeka benar kepada anak perempoean-perempoean, karena anak-anak itoe pandai tertawa gelak-gelak, .dan meréka berlainan betoel dengan anak-anak laki-laki; anak-anak perempoean manis dan lemah lemboet kelakoeannja." Jang mengatakan seperti itoe ialah seorang anak jang ber'oemoer lima tahoen. Tjobalah pikir oléhmoe, dirabanja dan diamat-amatinja tangan Kardinah, kemoedian ia berkata lagi: „Ma' moeda, apakah sebabnja maka anak-anak perempoean lemah lemboet?" Kemoedian dirabanja tangannja sendiri dan soedah itoe berkata poelala: „Soenggoehpoen saja masih ketjil, tetapi saja laki-laki, sebab itoelah saja kasar." O, anak itoe seorang anak jang sangat nis tingkah lakoenja dan bermata boelat dan besar, ramboetnja hitam dan ikal. Sebeloem ia datang kemari ia telah melihat gambar kami pada seorang sahabat kenalan kami di Soerabaja. Iboenja mentjeriterakan kepadanja, bahasa dinegeri, kemana ia hendak pergi, adalah tinggal disana ma'-ma' jang penjajang. Anak itoe berpikir, bahwa .ia haroes kawin dan bertanja: „Boendakoe! haroeskah saja kawin dengan ketiganja, atau dlengan salah satoe dari pada meréka itoe?"

Tatkala ia datang kemari dan berkenalan dengan kami, maka iboenja bertanja: „Hai anakkoe, soedahkah engkau pilih siapa jang kausoekaï? Dengan ma' moeda jang manakah engkau soeka kawin?"

„O, ma', saja ta' dapat memilih, karena ketiganja sama-sama manis," djawab si anak ketjil itoe, dan katanja kepada masingmasing kami: „Saja soeka kepadamoe, kepadamoe dan kepadamoe, ja, saja soeka kepada segala jang baik dan manis didoenia ini!" Kalau orang lain mentjeriterakan hal itoe kepada saja, tentoelah saja tidak akan pertjaja, tetapi hal itoe saja lihat dengan mata sendiri dan saja dengar dengan telinga sendiri....................................................................

Perkara jang diingini oléh njonja van Zuylen-Tromp melihatnja, ialah tentang, „hidoep anak2 Boemipoeetera." Tentang hal itoe lebih baik ta' oesah saja toeliskan sekarang. Tentang perkara itoe banjak jang akan saja tjeriterakan dan sekarang moestahillah saja akan dapat memboeat tjeritera jang senonoh tentang hal itoe. Barangkali doea tiga tahoen lagi, djikalau saja telah berpikiran jang lebih sempoerna dan mendjadi agak sabar, baroelah saja memboeatnja. Sekarang pikiran saja terpoesing-poesing, tiada berketentoean, adalah semisal daoen-daoen jang djatoeh, jang dihamboes oléh angin. Alangkah bagoesnja perbandingan itoe boekan? ....................................................................

Pagi-pagi hari disini sangat bagoes, malampoen demikian poela, dan waktoe tengah-tengah hari maoelah saja selaloe berendam dalam air, djikalau sekiranja air waktoe itoe tiadalah ngiloe-ngiloe koekoe seperti sekarang.

Alangkah énaknja perasaan disini waktoe pagi-pagi; sebab hari masih sedjoek dan pemandanganpoen amat bagoes. Kami pergilah berdjalan-djalan keliling keboen, jang penoeh berisi dengan boenga-boengaan jang haroem dan sedap baoenja. Ber­djalan-djalan pagi-pagi dikeboen itoe soeatoe kesedapan jang sebenar-benarnja. Keboen kami jang kami boeat dan tanami sendiri, sekarang telah moelaï berboenga. Betapa bagoesnja, bila engkau dapat sama-sama berdjalan-djalan dengan .kami dalam keboen itoe; soekakah engkau pada boenga-boengaan dan pohon-pohonan? Ma' berkeboen sajoer-sajoeran dan berke- boen boenga ros. Keboen kami letaknja dimoeka bilik kami. Bila malam poernama, maka pemandangan disana seperti pemandangan didoesoen-doesoen, jang sangat menarik hati. Saudara-saudara saja jang perempoean membawa ketjapinja keloear, dan doedoek diantara pokok-pokok jang rendah, sambil memetik ketjapinja dengan lagoe jang merdoe. Sesoedah berlagoe-lagoe itu baharoelah kami bersoeka-soeka, berbintjang-bintjang dan tertawa.

..........................................................................

Kemarahan hatimoe kepada perboeatan bangsa Eropah jang telah ditanggoeng oléh doea bangsakoe jang berpengatahoean dan bersopan-santoen menjenangkan hatikoe. Pertjajalah engkau bahwa boekannja orang jang bodoh sadja, jang berhati tinggi kepada orang Djawa. Beberapa kali saja telah bertemoe orang koelit poetih, jang semata-mata tidak bodoh, ja, meréka itoe soenggoeh terpeladjar dan bangsawan pikiran, tetapi o, sangat tinggi hatinja dan sombong, sombong boekan kepalang. Hal itoe menjakiti hatikoe boekan boeatan, dan atjap kalo saja bertemoe dengan kebanjakan bangsa koelit poetih, jan memperlihatkan dan menjoeroeh kami merasa, jang kamo bangsa Djawa boekannja manoesia. Bagaimanakah kami akan dapat mentjintaï orang Belanda, bila meréka itoe selaloe memperboeat kami sedemikian? Tjinta membangoenkan tjinta jang lain. Tetapi dengan kehinaan jang hina itoe sekali-kali tidaklah akan dapat orang membangoenkan tjinta. Kami banjak mempoenjaï sahabat-sahabat diantara orang Belanda, jang kami tjintaï dan sajangi, ja, lebih dari pada sahabat kenalan bangsa kami sendiri. Meréka itoe telah beroesaha mengenal dan mengetahoei kami, dan meréka itoepoen mengertilah maksoed kami, serta mentjintaï dan menjajangi kami poela dengan setoeloes hatinja.

Kami soeka sekali kepada bangsa Belanda jang demikian, dan kami oetjapkan banjak-banjak terima kasih atas segala kebaikannja, karena kami telah diadjarnja. Kami ta' akan meloepakan meréka itoe, jang telag membangoenkan kami dari doenia kebodohan dan telah menolong memadjoekan kami. Orang Belanda mémang boleh memboeat jang ta' 'adil pada kami, dan saja sendiri akan mentjintaï meréka itoe djoega serta mengoetjapkan terima kasih tentang perboeatan-perboeatan meréka itoe jang baik oentoek kami.

Orang Belanda mémang boléh mengatakan apa sadja soekanja tentang bangsa Djawa, tetapi dalam hal itoe ta' pertjaja saja, jang bangsa Djawa ta' berboedi. Bangsa Djawa sebenar-benarnja ada berboedi, dan meréka itoe pandai mengoetjapkan terima kasih atas kebaikan tentang pemberian harta benda, ataupoen pemberian 'ilmoe kepadanja. Soenggoehpoen tanda terima kasih ta' kelihatan dimoekanja, tetapi dalam hati meréka itoe sangatlah ia soekoer dan terima kasih. Ta' oesahlah hal itoe sa ja terangkan kepadamoe, Stella, karena engkau memandang sekalian manoesia diboemi ini sama rata sadja, biarpoen ,hitam atau poetih koelitnja seperti engkau.

O, saja bergirang hati, ja, bergirang hati amat sangat, sebab saja boléh menaroehmoe. Saja tiadalah akan meiepaskan engkau, Stella. Saja sajang sangat akan engkau, sehingga ta' dapatlah saja memikirkan betapa nanti kesoedahannja, bila hidoep jang diberikan Allah datang mentjeraikan kita.

Kalau hidoep masih dalam diri kita masing-masing, maka laoetan jang besar dan loeas itoe ta' dapatlah mentjeraikan kita. Roepanja, pikiranlah jang menerbitkan persahabatan dan tjinta mentjintaï, dengan tiada mengindahkan perantaraan jang djaoeh. Bersesoeaian pikiran itoelah titian antara laoet-laoetan jang besar dan tanah-tanah jang loeas, itoelah titian jang memperhoeboengkan kita. Berkirim-kiriman soerat itoelah pendapatan jang amat baik! Selamatlah hendaknja orang jang moela-moela mendapatnja! Pekan jang soedah, datang kepada kami Directeur van O. E. en Nijverheid bersama-sama dengan isteri jang moelia dari Betawi.....................

Stella, saja sangat bersoekatjita, sebab Directeur itoe datang sendiri kemari dengan maksoed akan mendengarkan pikiran bapak, tentang boeah pikiran kami, hendak memintia kepada Pemerintah, soepaja didirikan sekolah-sekolah oentoek anakanak perempoean! Saja ketika itoe sakit, saja merasa diri saja sebagai sengsara, karena boekan sadja badankoe jang sakit, te­tapi hatikoepoen mendjadi piloe. Stella, saja pertjaja jang mimpi saja oentoek kebébasan segera akan hilang. Kepertjajaan itoe datangnja tatkala bapak memberikan soerat dari toean Direc­teur kepada saja. Dalam soerat itoe ia meminta kepada bapak memperbintjangkan dan mengoeraikan hal itoe. Soerat itoe sa­ngat membesarkan dan menghiboerkan hati saja. Sekalian itoe memberi tahoe kepadakoe bahasa adalah seorang dari pegawaipegawai Pemerintah jang berpangkat tinggi di Betawi kiranja, jang berhati kasih kepadia bangsa Djawa dan perempoean bangsa Djawa. Tatkala mama' datang kebilikkoe melihat saja sebentar, maka didapatinja saja sedang dengan air mata berlinanglinang dimata. O, saja amat beroentoeng dan mengoetjap banjak terima kasih waktoe itoe! Saja haroes dan tentoe akan semboeh bila .toean Directeur itoe datang, karena saja hendak berbitjara dengan jang moelia itoe.

Toean Directeur datanglah........................tiada sendiri sadja......,isterinjapoen datang bersama-sama. O, Stella, beloem pernah se'oemoer hidoep kami berkenalan dengan orang jang meriangkan dan membesarkan hati kami seperti sekarang. Saja telah mentjintaï j.m. tatkala saja tahoe maksoed kedatangannja itoe. Pertjitaankoe djadi bertambah-tambah, tatkala saja melihat jang moelia masoek berkeréta kedalam pekarangan kami, j.m. doedoek dibangkoe dimoeka dan isterinja dengan bapak saja doedoek dibangkoe belakang. Bapak saja pergi mendjempoet kedoea j.m. kesetasioen. Saja tahoe jang bapak ta' maoe doedoek dekat ïsteri j.m. itoe, kalau j.m. ta' meminta jang sedemikian dengan sesoenggoeh-soenggoehnja. Bagimoe, Stella, tentoelah hal itoe ta' lain dari pada soeatoe kehormatan jang biasa sadja, te­tapi, Stella, tertawakanlah saja oléhmoe bila saja mengatakan bahwa itoe membesarkan hati saja, dan itoelah menjatakan poela kepada saja kerendahan hati j.m. itoe. Ketinggian jang ditaroeh oleh hampir sekalian pegawai-pegawai disini, tidaklah dapat dalam toeboeh jang moelia itoe. Saja biasa melihat bapak disini bertempat disebelah kiri dari residén, asistén-residén, biarpoen toean² itoe lebih djaoeh moeda dari bapak saja. Boekan sadja saja, sedangkan bangsa Eropahpoen sakit hatinja melihat keakoean orang berpangkat jang gila akan kehormatan. Diperoempoelan kepala-kepala negeri, hanjalah pegawai-pegawai bangsa Eropah dan regén-regén sadja jang boléh doedoek dikoersi, sedang wedana-wedana jang telah beramboet poetih, haroes doedoek dilantai jang dingin, beralas dengan tikar bam­boe sadja, kadang-kadang tidak poela beralas. Bangsa Eropah biarpoen berpangkat rendah sekali berhak doedoek dikoersi; tetapi pegawai-pegawai. Boemipoetera jang ta' seberapa koerang pangkatnja dan pada pangkat regén, telah toea lagi bangsawan dan pandai, wadjib doedoek dilantai jang dingin itoe. Atoeran hina itoe wadjib ditoeroet, bila pegawai bangsa Eropah ada hadir disitoe. Soenggoeh naik benar darah dihati melihat, bagaimana seorang wedana jang telah toea beramboet poetih djongkok ditanah oentoek kangdjeng toean aspiran, seorang anak ketjil jang kemarin baroe keloear dari sekolah. .Tetapi padalah hal ini............. Berbéda soenggoeh dengan kehormatan j.m. itoe seorang jang berpangkat tinggi, itoelah sebabnja maka ia meriangkan hatikoe boekan boeatan.

Kami dengar toean Directeur itoe berkata kepada bapak: „Saja. telah pergi kemana-mana ditanah Djawa dan telah bermoesjawarat dengan kepala-kepala negeri, regén.

Toean sendiri telah memberi tjontoh menjoeroeh anak-anak perempoean pergi beladjar kesekolah. Saja bertanja kepada anak-anak perempoean jang masih bersekolah, ada soekakah meréka itoe meneroeskan pengadjarannja. Sekalian meréka itoe mendjawab dengan bersoekatjita: „Ja!" Toean Directeur itoe bertanja kepada bapak, bagaimana patoetnja sekolah oentoek anak-anak peiempoean itoe akan diatoerkan, dan dimana baik didirikan dahoeloe oentoek pertjobaan, di Djawa Barat, Tengah atau Timoerkah?

O, Stella, matakoe mendjadi bertjahaja-tjahaja, telingakoe mendjadi tadjam dan kalboekoe berdebar-debar, karena keriangan tatkala mendengar sekalian itoe. Tentoelah akan datang soeatoe tjahaja, jang akan menerangi doenia perempoean lagi, jang gelap .goelita dan tjelaka itoe. Waktoe toean Directeur itoe bertjakap-tjakap dengan bapak, maka njonjapoen berbintjang-bintjang dengan kami. Alangkah besar hati kami mendengarkan toetoernja!

Njonja mentjeriterakan kepadakoe, apa-apa maksoed soeaminja dan bertanjakan bagaimana pikirankoe dalam hal itoe. „Njo­nja, pikiran kami bila disampaikan, tentoelah akan mendjadi berkat bagi doenia perempoean bangsa Boemipoetera. Berkat itoe bertambah besar bila anak² perempoean itoe dapat poela mempeladjari .soeatoe 'ilmoe pekerdjaan, jang kemoedian hari kelak dapat menolong dirinja, oentoek mentjari penghidoepan sendiri, kalau-kalau meréka itoe nanti mendapat kesoesahan, karena kemadjoeannja itoe; djadi 'ilmoe itoe boléhlah menolongnja oentoek mentjari rezeki. Anak perempoean jang telah berpengetahoean dan loeas pemandangan tiadalah lagi dapat hidoep senang dalam doenia nénék mojangnja jang koeno itoe. Setelah orang mengadjarnja bébas sedikit, teroeslah ia dimasoekkan orang kedalam pendjara, dan seteliah ia diadjar orang terbang, laloe ia dimasoekkan orang dalam sangkar. Tidak moengkin perempoean jang sebenarnja terpeladjar, moestahillah akan merasa senang dalam doenia bangsa Boemipoetera, kalau sekiranja doenia ini masih tinggal seperti sekarang ini. Sampai sekarang hanjalah seboeah sadja djalan jang terboeka jang boléh ditempoeh oléh anak² perempoean Boemipoetera oen­toek masoek kedalam hidoep bersama-sama ja'ni „kawin." Bagaimana tjaranja perkawinan dalam doenia Boemipoetera, ten­toelah njonja telah tahoe. Njonja telah sekian lama ditanah Djawa. Kami merasa beroentoeng, jang soeanji njonja akan memberi pendidikan dan pengetahoean oentoek anak-anak pe­rempoean, tetapi dalam sekolah itoe baiklah diadjarkan poela barang sesoeatoe 'ilmoe pekerdjaan. Kalau demikian tentoe bertambahlah kebadjikan, jang diberikan oléh soeami njonja dalam doenia bangsa Boemipoetera, ja, i t o e l a h   s o e a t o e   b e r ­k a t   j a n g   s e b e n a r - b e n a r n j a."

„Hai soeamikoe, adakah kaudengar katanja itoe?" tanja njo­nja itoe kepada soeaminja dengan bersoekatjita. „Si gadis ini meminta sekolah jang berpengadjaran bermatjam-matjam 'ilmoe pekerdjaan oentoek anak-anak perempoean bangsa Boemi­poetera."

Dengan héran toean Directeur itoe bertanja kepadakoe: „Be- toelkah Radén Adjeng meminta sekolah jang demikian? Bagaimanakah kemaoean toean? Tjobalah tjeritakan kepadakoe, hendak djadi apakah toean?, dokter?" Saja merasaï ketika itoe segala mata terhadap kepadakoe, lebih-lebih mata orang toeakoe serasa membakar moekakoe, maka sajapoen laloe menoendoekkan kepala. Dalam telingakoe mendengoeng-dengoeng dan mendesir-desir sebagai soeramoe, Stella, jang mengatakan kepadakoe: ,,Kartini, beranikan dirimoe, djangan gentar!"

Tjobalah toean katakan, hendak mendjadi apa jang toean soekaï? O, Saja tahoe toean hendak mendjadi pengarang, tetapi oentoek hal itoe ta' lah oesah diadjari lagi. Sebab kalau toean hendak mendjadi pengarang, dapatlah toean menolong diri sendiri!" kata toean Directeur itoe poela.

Oentoek beladjar, sajang waktoenja itoe bagikoe telah laloe; walaupoen demikian dalam hal itoe saja ta' boleh mengedjapkan mata, tetapi saja wadjib berani memandang keatas dan menentang kemoeka.

Stella, Stella, djanganlah kiranja engkau lepaskan saja, genggamlah tangankoe dalam tanganmoe dan bimbinglah saja! Dari engkaulah datangnja kekoeatan jang memberanikan hatikoe, djanganlah engkau biarkan sadja saja seorang diri! Bila sampai kiranja maksoedkoe, maka kedjadian itoe ialah oléh karena kerdjamoelah, wahai kekasihkoe! Njonja itoe lama memperbitjangkan ini dan itoe dengan saja, ja'ïtu memperbitjangkan perkara jang telah atjap kali kita berdoea memperkatakannja, ,,perkara perempuan."

Tatkala kami malam itoe hendak pergi tidoer, njonja itoepoen mengambil tangan saja dengan kedoea belah tangannja, dan digenggamnja tangankoe sampai panas, seraja berkata: ,,Sahabatkoe, tentang hal itoe nanti kita hoeboeng lagi pertjakapan kita. Saja soeka menoelis pandjang dan kerap kali kepada toean, maoekah toean berboeat sedemikian poela kepadakoe? Tjeriterakanlah banjak-banjak kepadakoe, tjeritakan semoea!"

Bésok paginja kami antarkan meréka itoe berangkat. Tiga djam lamanja kami doedoek bersama-sama dengan njonja dan toean itoe dalam keréta dan dikeréta api, maka sementara itoe njonja dan sajapoen senantiasa bertjakap-tjakap sadja. Soenggoehpoen kemarin malam soedah poekoel doea belas kami baroe bertjerai pergi tidoer, tetapi njonja roepanja malam itoe djoega telah mentjeritakan sekalian jang diketahoeinja tentang hal kami kepada suaminja.

,,O regén", berkata njonja itoe atjap kali, ,,berikanlah anak-anak toean ini kepadakoe, soeroeh dia pergi ke Betawi. Lepaslah si gadis ini datang kepadakoe, saja sendiri soeka datang mendjempoetnja." Bapak berkata kepada njonja, jang ia soenggoeh telah bermaksoed, dalam tahoen ini akan melepaskan dia pergi ke Betawi: „Tetapi tinggal disana tentoelah diroemah iboenja, boekan, njonja?" Maksoed bapak mengatakan „dia" jaïtoe saja sendiri. Ta' tahoelah saja akan maksoed perkataan itoe, entah main-main sadja, entah sebenar-benarnja?

Njonja soeka jang kami mestilah hendaknja pergi ke Betawi, ialah akan bertjakap-tjakap sendiri dengan orang-orang besar disitoe, oentoek membéla oentoeng nasib perempoean bangsa Boemipoetera. O, Stella, saja berharap jang saja dapat dan boléh membéla itoe dengan baik. Njonja akain pergi ke Bogor, pergi bertanja kepada njonja Roseboom, kalau-kalau njonja besar itoe ada sempat akan mendengarkan tjeritera keadaan bangsa Djawa.

Ketika akan bertjerai, njonja itoe berkata kepadakoe: „Djangan takoet2, selaloe berani dan p e r t j a j a. Keadaan jang hina itoe ta' boléh lebih lama dibiarkan begitoe sadja, sekalian itoe wadjib dan patoet akan diperangai. Djangan tjemas." Stella, sedang bermimpikah atau sedang bangoenkah saja? Adakah soenggoeh2 akan datang peroebahan bagi kami? Boléhkah kami berharap, jang mimpi kami itoe dapat disampaikan dengan sebenarnja? Banjak lagi jang saja dengar. Banjak lagi njonja Directeur mentjeriterakan kepadakoe; tetapi saja ta' berani mentjeriterakannja kepadamoe. Karena sekalian hal itoe masih djaoeh tempatnja, tetapi tjaha jan ja dan sinarnja telah sampailah kemoekakoe. Nanti, nanti, Stella, kekasihkoe, kalau keadaan itoe telah ada dalam tangankoe dan telah koepegang tegoeh2, sehingga ia ta' dapat lari lagi, pada waktoe itoelah engkau dapat mengetahoei, apa jang sebenarnja jang telah koerahsiakan itoe. Saja telah bertanja kepada saudara-saudarakoe, masih hidoepkah saja karena hatikoe sekarang merasa amat beroentoeng dan berbahagia jang tiada berhingga! Berdo'alah engkau oentoekkoe, Stella, moga-moga sekalian itoe djangan hendaknja tinggal tjita-tjita dan kenang-kenangan sadja! Karena ma'loemlah, kalau sekiranja harapan itoe poetoes, mémanglah sematamata ia akan mendoekakan hati benar! Oléh sebab itoe ta' oesahlah saja sekarang terlaloe bersoekatjita benar, karena hal itoe beloem ten toe, dan lagi dalam. hal itoe boléh poela salah djalannja dan boeroek kesoedahannja.

Goeroe sekolah nomor doea akan segera pergi ke Eropah; ta' baikkah menoeroet pikiranmoe, jang goeroe itoe diganti dengan seorang goeroe perempoean? Toean Directeur akan menjoeroeh seorang goeroe perempoean Belanda kemari, toea atau moeda samalah sadja bagi kami; tetapi ia wadjib hendaknja seorang berpengetahoean dan bersopan santoen, jang boléh tempat kami bertanja dan beladjar. Itoelah jang moela-moela dapat diboeat toean Directeur itoe oentoek kami dan kemoedian; o, Stella, fcatkala ia melihat-lihat diroemah hasil pekerdjaan kami seperti: gambar-gambaran, patoeng-patoeng dan sebagainja, maka tiba-tiba bertanjalah ia: „Dapatkah dalam témpoh setahoen lamanja menjediakan sekaliannja itoe, oentoek dipertoendjoekkan pada pasar malam?" Ia merasa sajang sekali jang kami ta' lagi mengirim barang-barang oentoek pertoendjoekan besar di Perantjis. Bésoknja ia berkata, jang ia akan memperbintjangkan dengan meréka jang berkoeasa di Betawi, soepaja pada tahoen jang akan datang dapat diadakan pertoendjoekan peroesahaan anak Boemipoetera di Betawi. „Raden Adjeng mesti mengirim sekalian barang-barang jang telah kami lihat disini."

O, Stella, ta' dapat saja berkata ketika itoe, hanja saja pandang sadja toean dan njonja dengan air mata jang berlinangé-linang dimatakoe, oléh karena kebesaran hati.

Apakah kiranja sebabnja maka kami mendapat sekian banjaknja kasih sajang dan bahagia? Dahoeloe dari pada itoe beloemlah kami mengetahoei njonja dan toean Directeur itoe. Kami hidoep sekarang sebagai dalam mimpi. Bagi kami ta' adalah hari kemarin atau hari bésok, hanjalah jang kami ketahoei ialah hari sekarang, jang bersinar-sinar dengan oentoeng dan bahagia! Kebagoesan jang banjak itoe memeningkan kepala dan menakoetkan hatikoe. O, kebalikannja akan menjedihkan hati kami bila mimpi dan tjita-tjita, jang ada pada kami itoe akan hilang lenjap seperti asap sadja. Setiba saja diroemah, dengan segera saja ambillah kertas dan péna, laloe menoelis sepoetjoek soerat jang riang dan bersoekatjita kepada sahabat kami, njonja Ovink, karena doea tiga hari jang laloe tentoelah ratap tangiskoe telah sampai kepadanja, dan ma'loemlah jang njonja itoe, ialah seorang ma'koe jang baik boedi, haroeslah poela mengetahoei bahwa saja, anaknja, telah tiba-tiba beroentoeng kembali. Ta' sedikit djoega saja bertjeritera kepadanja, sekalian apa jang telah saja tjeriterakan ketika ini kepadamoe; hanjalah saja kabarkan dengan ringkas, jang saja sekarang ada merasa dirikoe sangat beroentoeng, hidoep bergirang hati dan penoeh dengan kesoekaan. Tetapi kepadamoe semoeanja saja tjeriterakan, ketjoeali jang satoe tadi. Engkau berhak mendengar dia, karena sekalian kerdja itoe jang sebenarnja ialah kerdjamoe, tetapi oentoek kebaikankoe. Djikalau saja poetoes asa tentoelah pertolonganmoe jang 'oemoem itoe akan memimpinkoe, adjakan dan boedjoekanmoe itoe akan mengoeatkan hatikoe, sekiranja saja merasa jang saja ta' berdaja lagi. Stella bila saja pernah-pernah dapat memboeat barang sesoeatoe oentoek saudara-saudara saja dipoelau Djawa, tentoelah keadaan itoe semata-mata oléh karena pertolonganmoe.

Saja telah mentjeriterakan kepadamoe, bahasa njonja Ter Horst telah berdjandji kepadakoe, jang saja boléh mengarang dalam soerat kabarnja, oentoek pembéla oentoeng nasib perem- poean bangsa Boemipoetera, dan ia berdjandji poela akan menjemboenjikan nama saja, dan akan memperboeat karang-karangankoe nanti sebagai pertjakapan doea orang anak regén perempoean. Njonja itoe soeka memboeat segala apa, jang dapat dikerdjakannja oentoek memadjoekan perkara-perkara jang baik, asal saja soeka mengatakan bagaimana patoet diboeat. O! Stella, Stella, alangkah banjaknja sekarang keriangan jang telah diberikan orang ketangankoe. Bapakkoepoen telah mengizinkan saja poela memboeat itoe. Saja berharap jang Toehan akan memberi saja kekoeatan oentoek mengerdjakannja.

Bantoe serta koeatkanlah saja ini, wahai sahabatkoe! Kirimlah soerat pandjang-pandjang kepadakoe, Stella! Saja beladjar karang-mengarang itoe dengan mengarangkan barang sesoeatoe, jang biasa kedjadian pada hidoep kami sendiri. Seboeah dari pada karangankoe telah keloear dalam soerat chabar „Echo." Nama samaran jang saja pilih, ialah „tiga saudara", karena kami bertiga mendjadi satoe. Tetapi dengan segera diketahoei orang siapa „tiga saudara" itoe. Dalam soerat kabar Hindia „Locomotief" adalah soeatoe poedjian tentang karangan itoe. Hal itoe menggadoeh hatikoe. Sedianja saja lebih soeka jang orang merahsiakan sekalian jang saja karangkan. Koerang senang hatikoe, bila saja diperkatakan orang seperti itoe. Barangkali orang menjangka jang saja mempermain-mainkannja, tetapi betoel-betoel saja ta' soeka kepada poedji-poedjian itoe. Tetapi kabar jang didalam soerat kabar itoe ada kebaikannja, ja, adalah kebaikannja jang amatsangat. Lihatlah, boelan jang laloe doea helai soerat boelanan jang baroe, oentoek bangsa Boemipoetera dikirimkan orang kepada bapa, serta berikoet dengan sepoetjoek soerat, jang isinja meminta soepaja „tiga saudara" soedi membantoe soerat boelanan itoe. Itoelah soerat boelanan jang pertama-tama kali dalam bahasa Belanda, jang telah didirikan oentoek bangsa Boemipoetera. Oetjapkanlah selamat kepadakoe, karena soerat boelanan jang sedemikian te­lah terbit. Saja berharap, banjaklah hendaknja keselamatan „bahasa Belanda" oentoek bangsakoe, oentoek kami bangsa Boe­mipoetera. Soerat boelanan jang baharoe itoe haloeannja seperti s.b. Lelie! Boenga Belanda, jang telah menébarkan baoenja dan kebagoesannja sampai ketanah Hindia, tanah jang sedjaoeh itoe! Sekarang soerat kabar „Echo," bertoekar dengan „Nederlandsche Taal"! Engkau tentoe boléh ma'loem, bahasa saja sekarang telah menoelis sepoetjoek soerat, dengan bergirang hati, kepada djoeroe kabar dan orang jang mendirikan soerat kabar itoe (Directeur sekolah Ménak di Probolinggo) dan mengabarkan jang saja maoe mengarang dalam soerat kabarnja. Baroe sebentar ini orang datang membawa balasan soerat itoe kepadakoe. Dalam soerat itoe ia memberi pokok-pokok jang

disoekaïnja, jang akan, saja karangkan. Stella, tjobalah engkau ketahoei apa jang moela-moela saja batja dalam soerat boelanan itoem jaïtoe: „Pengadjaran Boemipoetera oentoek anak-anak perempoean,” kemoedian „'Adat² Boemipoetera,” dan achirnja „Kepandaian bangsa Djawa.” Tentoelah engkau akan berkata kepadakoe: „Kartini, djanganlah engkau mengatakan engkau ta' pandai dan ta' tjakap, tetapi katakanlah: „saja soeka.” Sajapoen soeka, Stella, saja soeka dan maoe sekali mentjobanja. Saja berharap amat sangat jang engkau akan menghargaï kekoeatankoe, biarlah djangan berlebih-lebihan. Kalau demikian tentoelah saja akan bekerdja dengan sebaik-baiknja. Jang hendak saja tjeriterakan sekarang lagi, ialah bahasa kami bertiga telah moelaï mempeladjari bahasa Perantjis dengan memakai kitab-kitab peladjaran karangan Servaas de Bruijn. Telah kami tammatkan tiga empat boeah kitab itoe, dan sekarang kami hendak meminta kepadamoe, soepaja engkau mengatakan kepada kami nama-nama kitab pembatjaan dalam bahasa Perantjis jang moedah-moedah jang akan kami batja-batja periangkan hati. Bapak telah memberi izin kami boléh beladjar lagi bahasa Djérman, tetapi bila peladjaran bahasa Perantjis kami habiskan, kemoedian kami berharap akan memoelaï poela mempeladjari bahasa Inggeris. Tetapi pikiran kami bahasa Djérman kemoedian sekalilah. bila kami masih hidoep djoega. Sekarang kami mentjoba membatja soerat-soerat kabar bergambar dalam bahasa Peran­tjis, tetapi membatja dan mengerti itoe doea matjam, boekan? Moela-moela sekali kami telah memboeat salinan jang segila-gilanja, tetapi soekoerlah, makin lama adalah makin bertambah baik. Masih banjak harapan kami. Roekmini adalah bertjeritera pada soeatoe hari jang ia bermimpi dalam bahasa Perantjis, ia bersama-sama dengan Chateaubriand di Louisiana, soeatoe tanah 'adjaib, jang ditjeriterakan oléh Chateubriand itoe. Bahasa Perantjis banjak bersamaan dengan bahasa kami, tentang soesoenan kata-kata dan hoeroefnja sama benar dengan bahasa kami. Sahabat baharoe kami, njonja Directeur, berkata kepada soeaminja: „Saja soeka beladjar bahasa², wahai soeamikoe, betapalah soeka hatikoe kalau sekiranja saja sendiri dapat mengadjarkan bahasa-bahasa itoe kepada si gadis itoe!” Kemarin saja telah mendapat sepoetjoek soerat jang 20 halaman pandjangnja. Alangkah manis isi soerat itoe. Ia berkata, bahasa menoeroet perkataannja, ia akan bertjakap-tjakap lagi dengan kami nanti sekali lagi, dan iapoen pertjaja jang perasaan itoe akan terdjadi. Sajapoen bersama-sama berharap demikian. „Bertanjalah pada waktoe jang akan datang!" kata soeratnja kepadakoe. Dan sajapoen pertjaja soenggoeh, sekiranja engkau dan njonja itoe ada selaloe disisikoe. Soeratnja selaloe memboeat saja mendjadi kemaloe-maloean seperti soeratmoe djoega, eng- 86

kau dan njonja itoe selaloe berpikir baik oentoek hal keadaankoe. O, moga² djanganlah hendaknja saja akan mengetjéwakan meréka itoe, jang sekian moedahnja telah mempertjajaï saja! Perasaan itoe datangnja dari hati ketjilkoe, sebagai soeatoe do'a dalam waktoe jang soenji dan baik. Soenggoehpoen begitoe, Stella, mémanglah kita ini penoeh dengan lingkoengan teka-teki dan rahsia, apalagi manoesia tiada berhati tetap. Hal itoe boekanlah menoendjoekkan manoesia berpekerti boeroek. Bahwa sanja amat banjak hal keadaan jang boléh mendatangi hidoepnja itoe. Adalah hal itoe jang mendjadikan seorang berani dan ada poela mendjadikan seorang penakoet. Djanganlah lekas disalahi seseorang jang roepanja telah memboeat kelakoean jang hina, sebeloem engkau ketahoei sebab-sebabnja.

Saja amat banjak merasa dalam beberapa hari jang achir ini. Kebanjakan perasaan itoe merawankan hatikoe. Moela-moela saja hampir poetoes asa, karena saja menjangka bahasa mimpi kebébasankoe rasanja dengan tiba-tiba telah dikoeboerkan de­ngan sedalam-dalamnja, dan saja wadjib dengan sekoeat-koeatnja mengangkat kembali keatas. Setelah itoe datang sahabatsahabat dari Betawi, dan perasaan jang berbahagia melipoeti segenap toeboehkoe, sehingga mendjadikan saja pening dan pingsan karena soekatjita. Waktoe itoe mémanglah saja dalam maboek kesoekaan jang amat sangat, hampir saja ta' dapat bernapas lagi. Terperandjat besarlah jang membangoenkan saja dengan ganas dari maboek kesoekaan itoe. Dalam hal itoe dirikoe sendiri tidaklah koeingat lagi, karena ingatankoe, toedjoeannja hanjalah kepada seseorang jang saja tjintaï amat sangat. Sajapoen laloe mengeloeh dan dipapah.

O, mengapa? Mengapakah soeka dan doeka itoe wadjib selekas itoe bertoeroet-toeroet? Saja ta' dapat memikirkannja, hanjalah merasa sadja kesakitan jang amat sangat itoe dalam hatikoe. Sekarang darahkoe telah poelang kembali seperti semoela dan boléhlah berpikir sebagai biasa.

Kasihan bapakoe jang ditjinta itoe, ia telah banjak benar menanggoeng doekatjita, sebab hidoepnja selaloe membawa ketjéwa jang menjakitkan hatinja. Stella, bapakoe ta' ada lain jang disajanginja lain dari pada anak-anaknja, kami semoeanja boeah hatinja dan penglipoer doekanja. Saja dalam hal itoe sa­ngat mentjintaï kebébasan. O, itoelah jang bergoena oentoek hidoepkoe dan oentoek hidoep saudara-saudarakoe perempoean. Saja soenggoeh soeka sekali menolong adik-adikkoe dan maoelah saja mendjadi koerban masing² meréka itoe, bila koerban itoe mendatangkan kebaikan oentoeknja. Saja pandang keadaan jang seperti itoe sebagai soeatoe kewadjiban jang berbahagia. Tetapi dari pada ketiga saudara itoe, bapakkoelah jang lebih saja tjintaï dan saja sajangï dan badankoepoen terserahlah ke- 87

padanja. Stella, engkau tentoe mengatakan penakoet, dan ta' berpikiran jang tetap, benarlah itoe, ta' dapat saja oebah lagi. Sebab bila bapak ta' maoe, jang saja akan mengoerbankan dirikoe, betapa sekalipoen ratap tangis dalam hatikoe, mestilah saja akan menoeroet kata bapakoe. Saja ta' berani lagi meloekaï hatinja jang setia, jang selaloe mentjintaï dan menjajangi saja. Hatinja jang setia itoe telah padalah hendaknja mengeloearkan darah. Soenggoehpoen hal itoe terdjadinja boekannja karena kesalahankoe. Engkau berkata jang engkau ta' dapat mengerti apa sebabnja orang wadjib kawin. Engkau selaloe memperlawankan mesti dengan „maoe". Itoe benar, tetapi saja sendiri ta' dapat memperlawankan itoe, karena tjintakoe kepada bapakkoe boekan sedikit. Apalagi ta' sanggoep saja, karena saja tahoe, perboaatan itoe boléh mendatangkan sengsara jang amat berat kepadanja. Apa-apa sadja jang hendak saja boeat sekarang, boekanlah saja pandang seperti soeatoe „kewadjiban", te­tapi hanjalah kerdja itoe mendatangkan soeka „bapak." Saja menoelis, menggambar, dan bekerdja sekalian itoe karena bapak berbesar hati sebab itoe. Saja akan bekerdja keras dan dengan soenggoeh hati akan memboeat barang sesoeatoe jang baik, jang boléh meriangkan hatinja. Stella, engkau tentoe akan mengatakan saja gila, berlebih-lebihan, tetapi itoelah jang dapat saja perboeat, soepaja bapakkoe tetap menjajangi dan mengasihi saja. Saja tentoelah akan berdoekatjita amat sangat, bila bapak­-koe melawani maksoedkoe oentoek mentjari kebébasan, tetapi lebih-lebih lagi doekatjitakoe, bila sekiranja kehendakkoe sampai, dan dalam hal itoe kasih sajang melajang dari toeboehkoe. Kasih sajang itoe mémanglah tiada akan hilang, saja ta' pertjaja ia akan lenjap sama sekali, perboeatankoe itoe tentoelah meroesakkan hatinja. Dari perboeatan orang lain barangkali dapat ia menahan ketjéwa itoe, tetapi dari saja tentoelah akan meloekaï hatinja, karena ia lebih menjajangi dan mengasihi saja dari pada orang jang lain. Kepada bapakoe, tjinta dan sajangkoe boekan boeatan! Stella, alangkah 'adjaibnja halkoe ini? Seorangpoen boléh dikatakan ta' pernah menggoda dan mendoekatjitakan saja, tetapi saja selaloe ada berpenanggoengan. O! perasaan jang dalam, itoelah penanggoengankoe, tetapi ta' lain lagi kehendakkoe ialah penanggoengan itoe. Meskipoen penanggoengan itoe meloekaï hatikoe, tetapi iapoen kadang-kadang memberi bahagia jang ta' ada hingganja kepadakoe. Betapa besarnja bahagia itoe ta' dapatlah poela dikira-kirakan oléh djauhari dan bidjaksana. 88

Augustus 1900 (II).

Saja bertanja kepada bapak: „Sekarang kalau kami ta' boléh pergi kenegeri Belanda, boléhkah saja pergi ke Betawi beladjar 'ilmoe dokter?" Bapak mendjawab dengan ringkas dan baik: „Anakkoe wadjib, ta' boléh meloepakan jang engkau anak Djawa dan sekarang beloem boléh anak perempoean menoeroet djalan itoe ............ boléh djadi 20 tahoen lagi keadaan itoe akan bertoekar, ............ tetapi sekarang beloemlah boléh ............atau kalau ditoeroet djoega tentoelah engkau akan mendapat k e s o e s a h a n, ............ karena dalam hal ini tentoelah eng­kau anak perempoean pertama-tama sekali." Bapakoe tentoelah ta' dapat menentoekan hal itoe dengan sekedjap mata. Bapakkoe tentoelah lebih dahoeloe akan memikirkannja pand jang lébar dan bermoesjawarat dengan orangorang lain. Itoelah soeatoe tanda jang menjatakan, bahasa bapa semata-mata ta' menolak boeah pikirankoe? dan bapapoen tahoe djoega jang saja setiap masa dan ketika selaloe hendak djadi bébas, merdéka dengan tegak sendiri, ia poen tahoe djoega jang saja tidaklah akan beroentoeng dalam hidoep perkawinan seperti 'adat jang lazim sekarang. Setelah itoe saja bertanja lagi: „Tetapi apabila sekolah anak perempoean Boemipoetera jang akan diboeat oléh toean Mr. Abendanon itoe sampai terdiri, boléhkah saja mendjadi goeroe disitoe?"

Dan lagi saja tjeriterakan poela lebih pandjang, apa-apa jang telah diminta oléh njonja Abendanon kepadakoe, dan apa-apa jang lain, jang dikenangkannja djoega.

O, ma', sebagai mendapat goenoeng intanlah saja rasanja, dan seakan-akan terbanglah rasanja saja diawang-awangan, karena kegirangan hati, tatkala koedengar bapak mendjawab: „Itoe baik, itoe bagoes! Itoe mémang boléh engkau kerdjakan!"

Kalau demikian perloelah saja lebih dahoeloe pergi beladjar oentoek pekerdjaan itoe. Saja wadjib tiga empat tahoen beladjar disekolah gerédja, dan kemoedian teroes memboeat oedjian. Sebab kalau sekiranja tiada mempoenjaï soerat tammat beladjar, ta' maoelah saja mendjadi goeroe sekolah.

Bapapoen membenarkan hal itoe, dan meloeloeskan kehendakkoe. O, ma', alangkah beroentoeng saja sekarang ini, ta' pernahlah saja sangka-sangka hal itoe dengan moedahnja sadja dapat diperkenankan oléh bapa. Sepatah djoeapoen ta' ada kata-kata jang keras, pedih dan tadjam dari bapa, meskipoen telah banjaklah jang terpikir diotakkoe karena hendak menjampaikan maksoed ini ............. biarlah, saja terima soekoerlah sekalian itoe dengan hati jang ichlas. Tetapi bapa berlakoe dalam hal itoe njatalah benar-benar dengan lemah lemboet dan dengan kasih sajang. 89

O, sekali-kali ta' adalah sedikit djoea salah sangka-sangkakoe tentang kesajangan bapak kepadakoe, ia merasa dan hidoep betoel-betoel bersama-sama dengan anaknja. Sajapoen ma'loem kalau saja menanggoengkan soeatoe kesoesahan, maka bapak sendiri lebihlah menanggoengkan hal itoe dari pada saja; dan harapannja sama-sama besar dengan pengharapankoe, tentang menantikan soeatoe kepoetoesan jang memberi kebadjikan di­ atas dirikoe.

O, ta dapat saja rentjanakan betapa hatikoe bersoeka raja, bersimaharadjaléla, waktoe saja mendapat ketentoean jang berbahagia itoe, ja'ni ketika saja mengetahoei, bahasa bapakkoe jang koetjintaï dan akoe sajangi itoe meloeloeskan boeah pikiran, kehendak dan keinginankoe dengan tidak m e n d o e k a k a n dirinja sendiri!

Oléh karena memikirkan bapaklah maka saja merasa dirikoe poetoes asa, dan berboelan-boelan lamanja pikinankoe bimbang dan lemah, ja, takoet-takoetan, karena saja sekali-kali ta' sampai hati akan merawankan hatinja. Sekalian itoe mestilah saja lakoekan demikian, karena saja sekali-kali ta' maoe, ta' soeka merendahkan kehormatan hati dan daradjat kemanoesiaan pelempoean jang ada dalam dirikoe. Saja haroes melawani segala maksoed meréka itoe jang akan menghinakan perempoean. Saja perloe sekali dalam hal itoe, dan ta' boléh berdiam diri sadja. Sebenar-benarnja mémanglah keras dan hébat peperangan dalam hatikoe pada masa itoe. O, bapak sekarang telah berkawanlah dengan saja, karena itoelah kesoesahan jang sebesar-besarnja sekarang telah terhapoes poela, dan alangan jang sebesar-besarnjapoen telah lenjaplah. Karena saja tahoe bahasa bapa ada disisikoe, sekarang saja ta' gentar dan ta' ngeri lagi, melamkan dengan soeka dan riang, dengan langkah jang ringan dan tersenjoem-senjoem dapat pergi menentangi moesoeh.

Sekarang hanja tergantoeng kepada kemaoean dan kesanggoepankoe sendiri sadja lagi, oentoek akan menjampaikan maksoed-maksoedkoe itoe! Harapankoe sangat besar dan keberaniankoe ta' koerang. Ma', tolonglah beranikan hatikoe selaloe! De­ngan segera telah saja minta kepada bapak, boléhkah saja kabarkan kabar baik ini kepada njonja Abendanon, djawabnja: boléh. Pada malam itoe djoega saja toelislah sepoetjoek soerat kepada njonja Abendaaion dan sepoetjoek kepada ma' sendiri.

Sekarang tinggallah lagi soeatoe angan-angankoe, dapatlah kelak didirikan sekolah anak perempoean itoe, tetapi dalam hal itoe saja poetoes asa. Beberapa tanda-tanda telah membajang, menjatakan bagaimana soesah orang-orang' jang berpangkat tinggi, hendak mempertinggi kedoedoekan doenia bangsa Boemipoetera dan hendak memantjarkan tjahaja kedalam 'alam perempoean bangsa Boemipoetera dan hendak mengeloearkan 90

perempoean-perempoean itoe dari keadaan jang penoeh berloemoer dengan kesengsaraan. Biarlah orang-orang jang berpangkat tinggi seperti itoe sekarang masih beloem banjak didapati.

Di Djokdja kami pergi mengoendjoengi njonja Ter Horst sebagai jang telah saja kabarkan, kepadla njonja. Ia amat baik dan peramah, didjempoetnja kami dari setasioen, tetapi ia ta' bertemoe dengan kami disetasioen itoe, karena kami telah toeroen dari keréta disetasioen lain, dan diroemahnja disediakannjalah makan-makanan oentoek kami. Kami datang kepadanja hanja hen­dak berdjabat tangan sadja, tetapi ia banjak hendak berbintjang dengan saja. Ia bertjeritera kepadakoe bahasa residén de B, jang beloem lagi mendengar maksoed toean Mr. Abendanon, telah bermaksoed dengan soenggoeh-soenggoeh, hendak mendirikan seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean daiï kepala-kepala bangsa Boemipoetera. Maksoed itoe seboléh-boléhnja dilangsoengkan dengan pertolongan Pemerintah, kalau tidak dapat, dengan pertolongan partikoelir sadja. Residén itoe meminta kepadanja akan mengatoerkan maksoed itoe, dan setelah itoe boléhlah residén itoe sendiri nanti meneroeskan pekerdjaan itoe, laloe saja terangkan, bahwa barang sesoeatoe jang baik tentang pengadjaran dan penge.tahoean oentoek anak-anak perempoean hendaklah disama ratakan sadja, meski oentoek anakanak kepala-kepala jang berpangkat tinggi, atau jang berpangkat rendah, sóepaja kema'moeran dan boedi pekerti anak negeri djadi bertambah-tambah dalam dan lébar.

Bahwa sanja mémang adalah orang jang berhadjat dengan soenggoeh-soenggoeh hendak memberi pengadjaran oentoek anak-anak perempoean bangsa Boemipoetera. Bila oesaha toean Mr. Abendanon oentoek mendirikan sekolah anak perempoean itoe ta' sampai, tetapi saja harap Allah akan menolongnja akan menjampaikan djoea maksoednja, dan tentoelah saja tidak akan mendjadi goeroe, saja minta kepada njonja, jang njonja tidak membiarkan saja sendiri sadja, boekajn ma'? Dan soekakah njonja poela menolongkoe memintakan saja izin kepada bapak, soepaja saja boléh beladjar mendjadi dokter? Atau ta' soekakah toean kedoea saja mendjadi dokter itoe? Kalau toean soeka maka toean kedoealah jang dapat memintakan itoe kepada bapak.

Semendjak petang jang ta' moedah diloepakan itoe, kasih bapak doea kali lebih ganda kepadakoe. Bitjaranja sangat lemah lemboet, dirabanja kepalakoe dan dipeloeknja dengan kedoea tangannja, seolah-olah tangannja itoe hendak melindoengi saja dari ketjelakaan jang akan datang.

Saja ketahoei sekali itoe, dan saja rasa kasih sajangnja jang tiada berhingga itoe, sebab itoelah saja mendjadi mandja dan berbahagia benar! 91

Sedjak kami kembali dari Betawi, adalah perasaan kami sekarang, seolah-olah kami poelang keroemah, hanjalah akan melepaskan lelah dan pergi berdjabat tangan sadja, setelah itoe hendak terbang kembali ............ Kemana????? Saja sekarang hendak merasai benar-benar kesedapan tinggal diroemah, karena dimana djoeapoen di'alam ini tiadalah sebaik tinggal di­roemah orang toea sendiri, dan hal itoelah jang telah menimboelkan terima kasih dalam hatikoe, apabila ésok atau loesa saja meninggalkan roemah orang toeakoe; pergi itoe tentoelah dengan berkat do'a bapakoe. Saja harap soenggoeh-soenggoeh, demikianlah poela hendaknja dengan saudara-saudarakoe jang lain.

Dahoeloe saja beladjar adalah dengan moedah............. saja ta' pernah tertjétjér dibelakang............. tetapi antara dahoeloe dengan sekarang telah amat lama. Sekalian jang telah saja pelajari disekolah peroebel, saja telah loepa. Waktoe 'oemoerkoe doea belas setengah tahoen, tatkala itoelah saja meninggalkan sekolah itoe. Tetapi kalau m a o e, hampir semoeanja boléh dapat, boekan, ma'? Dalam segala hal saja akan mengoesahakan diri dan akan bekerdja keras. Do'akanlah saja oléh toean kedoea. Moga-moga hatikoe tetap selaloe, tjoekoep dengan kemaoean dan keberanian jang hidoep, hai kekasihkoe! Sekarang semoeanja dengan toeloes dan ichlas telah saja tjeriterakan kepada toean, o, ma'koe! Bagaimana pikiran toean ke­ doea tentang sekalian hal itoe? Katakanlah dengan terang kepadakoe boeah pikiran toean kedoea, saja s e m a t a - m a t a a n a k t o e a n, dan toean tahoe, betapa besarnja saja hargaï boeah pikran toean kedoea.

Saja menoelis soerat dengan kepertjajaan sesoenggoeh-soenggoehnja, bahasa ta' adalah orang jang lain, jang lebih mengindahkan hal keadaankoe, hanjalah toean kedoea. Hal itoe berhoeboeng koeat dengan nasibkoe piada waktoe jang akan datang. Lain dari itoe sajapoen tahoe djoega, bahasa saja setiap wak­toe boléh datang kepada toean kedoea, akan meminta nasihat, pertolongan dan pergi melipoerkan hati. Oléh karena itoelah kelak saja akan datang kerap kali kepada toean.


7 October 1900 (VIII).

Saja menanti waktoekoe dengan sabar. Apabila waktoe itoe datang kelak, disitoelah nanti orang akan melihat, jang saja boekanlah soeatoe benda jang ta' ada bernjawa, tetapi ialah sebenarnja seorang manoesia, jang berotak dan berhati, ada berpikiran dan ada berperasaan. 92

Mémang mendjadi soeatoe kelobaan jang terlampau kepadakoe, karena saja akan mendjadikan njonja seorang kawan jang sama-sama bepertjintaan. Pertjintaan itoe koetaroeh, koesemboenjikan dalam kalboekoe dan mendatangkan keriangan kepadakoe, tetapi kepada njonja, njonja mendjadi..........................kedoekaan! Djadi doekatjita itoelah jang saja berikan kepada sekalian meréka jang sajang kepadakoe! O, sekarang maoelah saja berteriak keras mengatakan kepada njonja, karena saja sangat tjinta kepada njonja: „Lepaskanlah saja, dan tariklah diri serta kasih njonja kembali dari saja! Boeanglah saja dalam ingatan toean! dan dari hati njonja! Biarkanlah saja berperang sendiri! O, Allah Toehan jang kaja, roepanja tiadalah njonja tahoe berapa dalamnja dan besarnja loebang, jang njonja hamboeri karena njonja mengasihikoe! Biarkanlah saja sendiri! Biarkanlah saja selaloe soekoer kepada Allah, karena saja telah menerima kasih sajang dan pertolongan dari njonja; bahwa njonjalah djoea jang menjimpangkan djalan hidoepkoe kedjalan jang telah njonja taboeri dengan intan permata dan boenga-boengaan. Misalkanlah perdjoempaan kita jang soedah² sebagai kapal-kapal jang bersaboeng dilaoetan loeas, pada malam gelap goelita. Kita berdjoempa dalam kelam, beri-memberi selamat dengan riang, kemoedian tampaklah djediak kapal dimoeka air, dan sesoedah itoe hilanglah sekaliannja! Tetapi saja takoet, saja tahoe bahasa njonja ta' s a n g g o e p berboeat sedemikian, meskipoen njonja boléh berboeat lakoe begitoe. Lebih baik ta' oesahlah saja pandjangkan kalam tentang itoe. ..................................................................................

Beloem berapa lamanja telah laloe iboe dengan siaja mempertjakapkan hal ihwal perempoean, dan dalam pertjakapan itoe saja njatakanlah kepadanja, bahasa ta' adalah jang lebih menghiboerkan serta menarik hatikoe, dan ta' lain jang saja ingini, lain dari pada maksoed hendak mentjari penghidoepan oentoek diri.

Iboe berkata: „Tetapi sampai sekarang beloem seorang djoega diantara kita jang berboeat sedemikian."

„Kalau begitoe mémang telah datang waktoenja sekarang, jang kita akan berboeat sedemikian," djawabkoe poela.

„Tetapi engkau telah tahoe, bahasa segala permoelaan itoe soekar adanja, tahoekah engkau lagi bahwa tiap-tiap oiang jang bermoela memboeat sesoeatoe pekerdjaan, amat soesah oentoeng nasibnja? Ketjelaan, ketjéwa, datang berganti-ganti dan banjaklah poela penggodaan jang akan menimpanja, tahoekah engkau sekaliannja itoe?" kata iboe.

„Ja, tahoe keadaan itoe! Hal-hal jang sedemikian boe­kan kemarin dan sekarang sadja telah terkandoeng dalam kal-

Alun alun jepara 118.jpg

ALOEN-ALOEN DI DJAPARA.

boekoe, tetapi telah bertahoen-tahoen lamanja," djawabkoe poela.

Apakah kebaikannja kepadamoe? Adakah ia mentjoekoepi nafsoemoe? Dapatkah ia mendjadikan engkau beroentoeng?" sahoet iboe poela.

Saja tahoe bahasa djalan jang akan tempoeh itoe banjak kesoekarannja, penoeh dengan batoe, doeri dan randjau, banjak berloebang-loebang berisi dengan benda jang roentjing dan tadjam, lagi berkélok-kélok dan berloempoer, ja, sebab djalan itoe ........... masih beloem ditebas orang! Meskipoen saja karena menempoeh djalan itoe tiada akan beroentoeng, ataupoen karena itoe saja akan meninggal doenia ditengah djalan, biarlah, senanglah hatikoe berpoelang kerahmatoe'llah dengan tjara sedemikian. Apabila djalan itoe kelak terboeka dengan oesahakoe, meskipoen dalam hal itoe dirikoe sendiri akan mendjadi koerbannja, sajapoen akan bersoekatjita, karena saja ketahoei, jang saja telah memboekakan soeatoe djalan, jang boléh membawa perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera kepadang kebébasan dan pandai tegak sendiri dalam hidoep bersama-sama. Alangkah sjoekoernja saja kepada Allah, djika orang-orang toea anak-anak perempoean jang lain, menggemari poela hendak tegak sendiri, ta' pernah akan berkata kepada anak perempoean: ,,Beloem ada seorang djoega diantara kaoem keloearga kita jang telah berboeat seperti itoe."

Soenggoeh 'adjaib sekali, karena waktoe saja mengeloearkan kata-kata itoe, saja ta' sedikit djoega merasa takoet atau ngeri dan gentar, melainkan hatikoe ketika itoe betoel-betoel berani dan sabar, sajang hatikoe jang bodoh dan gila ini menjebabkan poela dalam hal itoe kepiloean jang amat sangat.

October 1900 (II).

Saja soeka beladjar oentoek mendjadi goeroe, hendak mendapat doea boeah diploma jaïtoe diploma goeroe bantoe dan diploma goeroe kepala dan dalam itoe hendak saja peladjari lagi perkara keséhatan toeboeh, baroet-membaroet orang loeka dan mendjaga orang sakit.

Dan kemoedian sekali baharoelah kehendak saja beladjar oentoek memperoléh diploma ja'ni diploma bahasa, bahasakoe sendiri. Dan setelah kami tammat beladjar, maka kami berdoea akan mendirikan sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala-kepala negeri. Saja terlaloe soeka beladjar dinegeri Belanda, karena tanah Belandalah jang sanggoep melengkapkan saja da-

94


lam segala hal, oentoek pikoelan jang' berat dan besar, jang hendak saja pikoelkan kebahoekoe.
..............................................................

Telah kerap kali selama hidoepkoe, saja merasaï bahwa laloenja kehendak hati itoe kebiasaan bersama-sama dengan keloekaan hati.

Roepa-roepa kedjadian dalam waktoe-waktoe jang laloe telah menjatakan, jang kita manoesia hanja memikirkan, dan Allah djoealah jang mendjadikan. Sekaliannja itoe hendaknja mendjadi kiasan bagi kita manoesia, jang ta' loeas pemandangan, ja'ni kiasan, soepaja manoesia itoe djangan terlampau berbesar hati sekali mempertjajaï dirinja sendiri sadja, mengirakan bahasa kita betoel-betoel mempoenjaï „k e m a o e a n" sendiri sambil meloepakan Allah.

Mémang adalah soeatoe k e k o e a s a a n, jang lebih keras dan lebih koeasa dari pada kemaoean sekalian manoesia, di'alam ini. Soenggoeh sia-sialah orang jang membesarkan dirinja dan menjombong mengatakan: kemaoeannja besar dan keras sekeras besi!

Hanjalah s e s o e a t o e sadja kemaoean jang wadjib dan patoet kita poenjaï ja'ni: kemaoean memoeliakan dia, Toehan jang baik!

Ta' oesahlah saja katakan kepada njonja, karena njonja sendiri telah tahoe bahasa kami kedoea sangat berharap dan beringin hendak bertemoe lagi dengan toean kedoea di Semarang atau ditempat lain. Pertemoean itoe sangat kami ingini, o, kekasih kami jang ditjinta, tetapi keinginan kami ta' dapatlah kami mengharapkan soenggoeh-soenggoeh. Hanjalah kami berharap dan meminta, Allah akan mengaboelkan tjita-tjita kami itoe! Tentoelah telah banjak peroebahan dalam hati kami, maka kami berkata sedemikian.

Ja, amat banjaklah soedah, jang beroebah dihati kami, boekan boeatan banjaknja!

O, ma', kami ta' dapat mengatakan kepada toean betapa girang dan terima kasih kami, karena kami telah berkenalan dengan njonja van Kol.

„Orang jang sebaik-baiknja dan sebagoes-bagoesnja, ialah machloek jang lemah dan moerah hatinja," kata njonja itoe...

Dan kami tambah lagi: „Manoesia itoe bersifat fana!" Djangan harap kepada manoesia!............ Boekantah ta' salah sekalian itoe saja katakan kepada njonja, karena tempat kami berharap ialah manoesia?........... kami mentjari kekoeatanpoen pada manoesia djoega............ Segala kedjadian-kedjadian jang kami rasaï dalam hidoep kami pada tahoen-tahoen jang achir ini, menjatakan kepada kami betapa kami telah menempoeh djalan jang sesat.

95


Kami banjak mengoetjap terima kasih kepada Nellie van Kol, karena ia telah menoendjoekkan kepada kami djalan jang sebenar-benarnja kepadang kebébasan.

Ta' ada seorang manoesia jang bébas apabila kasihnja telah tertoempah kepada seseorang jang lain. Berharap kepada seseorang artinja menjerahkan dirinja djadi tawanan kepada orang itoe. Djalan kepada Allah dan kepadang kebébasan jang sebenarnja hanjalah seboeah sadja. Siapa jang memperhambakan dirinja kepada Allah, tidaklah ia mendjadi tawanan orang, melainkan ialah sebenar-benarnja orang jang bébas.

Dalam beberapa hari ini adalah sesoeatoe jang ta' menjenangkan hatikoe, jang mendjadikan kami poetoes asa, sebeloem peroebahan Allah datang.

Tetapi sekarang kami pegang tegoeh-tegoeh tangan peroebahan itoe, dan kepadanja kami tentangkan benar-benar mata kami, dengan tiada menoléh-noléh kekiri dan kekanan. Ia tentoelah akan mengemoedikan kami poela......... menimbang hal keadaan kami dengan kasih sajang.......... Waktoe itoelah waktoe jang gelap akan mendjadi terang, dan angin riboet akan mendjadi angin jang lemah lemboet.

Sekalian jang mengelilingi kami tinggallah seperti sediakala, tetapi bagi kami tidaklah rasanja dia seperti dahoeloe lagi. Peroebahan jang sebenarnja telah ada dihati kami, peroebahan itoe menjinari sekaliannja, dengan tjahaja jang terang. Damai dan sentosa timboellah dihati kami.......... Ma', kami sekarang beroentoeng dan berbahagia.

Bahagia itoe boekanlah dengan bergila-gila dan bersorak-sorai, tetapi ialah dengan damai, sabar dan insaf.

Boekan kepalang soeka hati kami hendak memperbintjangkan hal itoe sekaliannja dengan njonja. Toean van Kol........telah mengirimkan kepada kami setjarik ketjil kojakan soerat ïsterinja dan terseboetlah dalamnja „tetapi sekali-kali djanganlah maoe mengangkat diri! karena segala kemoeliaan semata-mata ialah rahmat Allah!" Sesoeailah dengan jang telah atjap kali dikatakan iboe kepada kami. Peringatan itoe amat bergoena kepada kami, sebab semendjak ketjil kami selaloe hidoep didoenia dengan mandja dan penoeh poedjian.

Kepada kami, teroetama kepada kami bergoena amat peringatan itoe oentoek mendjaoehkan kami dari penjakit mengangkat diri itoe, karena ialah soeatoe gosong tempat kapal terdampar dan berbahaja, bila njawa manoesia berpoelang; kerahmatoe'llah!

Kami selaloe mendo'a meminta kodrat dan kekoeatan, soepaja dapatlah kami dengan sempoerna menanggoeng soeka dan doeka. Lebih-lebih oentoek kesoekaan hati, karena dalam soeka itoe biasanja adalah penggodaan jang besar. Kebanjakan kapal-

96


kapal jang bermoeat dengan hidoep anak-anak moeda beroebah haloeannja, bila sadja angin riboet kesoekaan telah datang menghamboesnja, dan pada waktoe itoelah poela ia kerap kali segera tenggelam! Alangkah sombongnja perkataankoe, boekan. Bila njonja bertemoe dengan saja nanti, hélakanlah telingakoe.

Betapalah gerangan perasaan kita kedoea belah pihak, bila kita nanti dapat bertemoe lagi! Saja tahoe rasanja apa jang moela-moela akan njonja katakan kepadakoe: „Hai 'nak, alangkah gemoeknja engkau sekarang!" Saja mendjawab dengan berbisik kepada njonja: „Dimoekakoe roepanja saja telah mendjadi toea, tetapi dihatikoe adalah tertoelis dengan hoeroef emas, kata: tjinta, jang senantiasa tinggal tetap, selaloe moeda."

  • *


1 November 1900 (VIII).


Kabar baik!

O, saja amat beroentoeng dan berbahagia! dan saja tahoe o e n t o e k m e n d j a d i g o e r o e! oetjapkanlah kepadakoe selamat! Peloeklah saja dalam kenang-kenangan njonja, pandanglah bahagia jang bertjahaja-tjahaja jang keloear dari matakoe! Saja telah bertjakap dengan bapak dan bertjeritera kepadanja, apa jang telah njonja minta kepadakoe dahoeloe, ketika njonja masih tinggal disini! Bapakpoen soeka memperkenankan hal itoe! Soeka sekali mengaboelkannja! Sekarang boléhlah saja doedoek dibangkoe sekolah, soepaja nanti saja boléh lagi berdiri dimoeka bangkoe itoe, bila telah ada berhak memperboeat demikian.

B o l é h dan m a o e ! m a o e dan b o l é h ! ta' ada jang sebagoes soesoenan kedoea kata itoe! dan dengan kata „tjakap" sempoernalah dia mendjadi tiga sedjoli!

M a o e artinja t j a k a p , boekan?

O, saja boléh! saja boléh, saja boléh pergi b e l a d j a r jang toean kedoea akan beriang hati mendengarkan oentoeng bahagiakoe itoe.

Sekarang betoellah saja beloem mendjadi a p a - a p a, tetapi nanti boléh saja mendjadi barang sesoeatoenja, soenggoeh senang sekali! „Berharaplah, pertjajalah dan hendaklah berani!"

Ketiga kata-kata itoe, ja'ni kata-kata njonja jang selaloe saja kenang-kenangkan, dan selaloe kata-kata itoe setia mengiringkan saja, ketika saja tadi pergi menghadap bapak dan bertjakap dengan dia.

Saja amat sabar dan riang sedikit waktoe itoe, soenggoeh poen lebih dahoeloe saja telah merasa, jang pertjakapan itoe akan baik kesoedahannja. Bapak menjoekaï benar pikirankoe,

97


hendak mendjadi goeroe disekolah oentoek anak-anak perempoean itoe. Alangkah lemah lemboet bapak berkata ketika itoe dengan saja! O, tiadalah saja salah sangka akan dia, jang ia menjanjangi anaknja dan mengerti benar-benar akan kehendak si anak itoe.

Dahoeloe saja telah berdiri ditepi tebing jang amat tjoeram, dan telah menéngok keloerah jang dalam, dengan gelap goelitanja! Sekalian itoe waktoenja telah terlampau! Tjinta kasih sajang telah melompatkan saja keseberang loerah jang dalam itoe.

Maoelah rasanja saja memeloek doenia ini, karena kesoekaan hati jang sebenar-benarnja itoe.

Izin dan berkat dari bapak itoe telah saja djoendjoeng tinggi, dan itoelah sebabnja maka segala 'aral besar-besar jang melintang djalan hidoepkoe jang akan datang, sekarang telah hilang dan hapoes.

  • *


2 November 1900 (II).


Soeatoe rahsia jang penting sekali hendak koebisikkan kepada njonja, kekasihkoe jang ditjinta, saja berharap sangat dan pertjaja, jang rahsia ini sedikit hari lagi ta' a k a n m e n d j a d i r a h s i a l a g i! O, saja sangat beroentoeng! Peloeklah saja dengan kedoea belah tangan, dan rengkoehlah moekakoe kehati njonja, tjioemlah kepalakoe dan oetjapkan selamat kepadakoe, o kekasihkoe! Boekanlah kenang-kenangan jang hampa dan tidaklah mimpi jang kosong jang saja kedjar itoe, dengarlah oléhmoe, ma', saja telah m e m b é b a s k a n dirikoe dan boléh t e g a k s e n d i r i! Saja boléh mendjabat pekerdjaan! Sedjak kemarin saja merasa dirikoe seakan-akan ta' hidoep lagi, tetap, rasanja tempatkoe djaoeh dari roemah ja'ni dalam soerga bahagia dan rahmat!

Saja boléh! Saja boléh! Saja boléh! telah beriboe-riboe kali saja oelangi kata itoe dan selaloe hendak saja oelangi lagi'

O sekalian anggotakoe toeroet beriang hati, bersoeka raja, hal itoe tentoe dapat njonja ma'loemkan, boekan, ma'? Njonjalah jang mengenal saja sampai kedalam hati ketjilkoe, dan njonjapoen tahoe poela bahasa beloem lama antaranja angin riboet telah melanggar hatikoe, ketika itoe betoellah dia mendjadi soeatoe kesengsaraan bagikoe jang telah saja perangi dengan hebat. Tetapi semoeanja itoe adalah mendatangkan kebaikan bagikoe, peperangan jang hébat dalam hatikoe itoe telah mengoeatkan saja!

O, ma', djikalau perkara di Betawi dan di Modjowarno telah selesai, tentoelah akan moelai peperangan jang hébat bagikoe. Kedoea tempat itoe menghéla hatikoe; pihak jang satoe karena

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.

98


dekat pada njonja, dan dapat bersama-sama dengan saudarakoe, jang tentoe akan datang ke Modjowarno, bila kabar jang kami terima nanti tentang halkoe, kabar baik.................. disana negeri ketjil, djaoeh dari rioeh rendah seperti dikota, dan djaoeh dari asoeng fitnah manoesia dan diam ditengah-tengah meréka, jang berhati soetji dan bersih, jang hidoep dalam oedara jang soetji, sambil berkasih-kasihan sesamanja manoesia........dan pihak jang satoe lagi...........?

„Barang soeatoe dengan moedah dan kemalasan boléh didapat, ta' adalah jang lama boléh berharga dan lama boléh memberi soekatjita oentoek kita," kata njonja Abendanon. Tetapi ta' oesahlah saja petjahkan kepalakoe oentoek pemilihan itoe. Perlahan-lahan dan dengan sabar boléhlah djoega kita sampai ketempat jang kita toedjoei, apalagi pekerdjaan jang gopoh-gapah biasanja melambatkan. Biarlah saja dengar sadja soeara, jang dibisikkan oléh kalboekoe, dan apa-apa kata soeara itoe akan saja bandinglah dengan pikiran jang keloear dari otakkoe. Baikkah dilakoekan sedemikian, ma'?

Ilustrasi sungai ciliwung 126.jpg

Pemandangan pada soengai Tjilioeng (Depok).

9 Januari 1901 (I).

Adalah hal keadaan jang baroe, jang akan datang kedalam doenia bangsa Boemipoetera, meskipoen tidak terdjadi karena perboeatan kami, tetapi boléh djoega karena orang jang lain

Kemerdekaan telah membajang dioedara, ia telah ditakdirkan Allah Dan barang siapa jang telah dinasibkan, jang akan mendjadi kepala oentoek jang baharoe itoe, mestilah berpenanggoengan. Hal itoe mendjadi 'adat doenia telah berzaman-zaman lamanja: „Siapa jang hamil wadjib merasaï keberatan dan kesakitan bersalin! Tetapi anak jang dilahirkan oléh si ïboe itoe dengan segala kesoesahan dan kesakitan jang tidak berhingga, selamanja dikasihi, ditjintaï dan disajanginja!"

O, ta' ada perasaan jang lebih tjelaka dari pada perasaan kekoeatan maoe bekerdja, jang tiba-tiba bertoekar mendjadi kekoatan ta' maoe bekerdja. Sjoekoer, sjoekoerlah perasaan itoe telah terhindar dari badankoe.

Beloem berapa lama ini adalah seorang professor dari Jena datang kepada kami. Toean itoe namanja Professor Dr Anton, ia dengan isterinja, sedang tamasja oentoek 'ilmoe pengetahoean, datang kemari hendak berkenalan dengan kami.

Saja takoet pemandangan orang t e r l a m p a u tinggi kepadakoe. Saja tahoe betoel lagi, bahasa orang memperdajakan dirinja dengan kebagoesan jang baroe dan barangkali oléh karena kasihannja ia berboeat sedemikian.

100


Bagi orang banjak kami sekarang berpendapatan baroe, ja, bagi orang2 disinipoen baroe. Segala jang baroe kebiasaan disoekaï dan di'adjaibkan orang. Professor itoe menjangka dalam hatinja, jang kami masih setengah biadab; sekarang dilihatnja sendiri, bahwa kami disini seperti manoesia jang biasa sadlja. Jang 'adjaib kepadanja, hanjalah warna koelit kami, pakaian dan sekalian jang ada dalam lingkoengan kami, karena sekalian itoe ta' biasa diilihatnja. Boekankah kita merasa amat senang hati, bila boeah pikiran kita, kita dapati poela pada orang jang lain? Dan djika orang itoe orang asing, orang bangsa lain, dari benoea jang lain, berdarah, berkoelit dan ber'adat lain poela, maka bertambahlah dalam hati kita kesoekaan persaudaraan sepikiran itoe. Saja pertjaja benar jang orang tidak sedikit djoega akan mengindahkan kami bila sekiranja k a m i t i d a k m e m a k a i s a r o e n g d a n k e b a j a, melainkan mengenakan pakaian nona-nona dan demikian djoega djika sekiranja kami tiada memakai nama Djawa, melainkan memakai nama Belanda serta berdarah Eropah dan boekan berdiarah Djawa dalam toeboeh kami.

Baroe sebentar ini kami terima anoegerah doea tiga boeah kitab, diantara kitab itoe, jang bagoes sekali karangan B. van Suttner, bernama: „De wapens neer gelegd" (Sendjata diletakkan).

Saja telah membatja bermatjam-matjam kitab, tetapi kitab jang bernama „Moderne Maagden" (Gadis-gadis kaoem moeda) itoelah kitab jang amat bagoes, sangat menarik dan merawankan hatikoe, karena sekalian jang telah saja pikiri dan rasaï dan jang hidoep dihatikoe sendiri itoe, sekaliannja terseboetlah dalam kitab itoe. Sesoenggoehnja Marcel Prévost telah memperhatikan sekalian hal itoe baik-baik, dan ia taboe lagi menjoeratkan penglihatan, pikiran dan perasaannja dengan benar. Menoeroet pendapatankoe kitabnja itoe amat bagoes. Sampai sekarang kepadakoe beloem ada lagi kepoetoesan tentang perkara jang besar itoe, dan halkoe dalam itoe tinggallah sebagai biasa, sebeloem berkenalan dengan M. M., tetapi melihat orang jang pandai menerangkan maksoed gerakan perempoean dengan kebenaran dan kekoeatan, jang seterang dan sedjelas itoe, saja beloem pernah. Si pengarang itoe ta' berhenti-hentinja memaki akan djoeara2 dalam gerakan perempoean itoe, ketjoeali djoeara seperti Fedi dan Lea. Djoeara-djoeara jang banjak itoe dikatakannja kedji, tiada sempoerna, ta' beratoeran. Sekalian itoe tiadalah mendjadikan saja marah. Amat bagoes dan manis toetoer kata Pirnet, seorang djoeara perempoean jang besar dan meskipoen berbadan roesak, tetapi amat disajangi orang. Batjalah keadaan itoe, lebih2 pada penghabisan kitabnja. Toetoer katanja, semoeanja terang dan benar, dengan

101



seterang-terangnja dioeraikannja maksoed gerakan perempoean. Berlipat ganda saja merasaï betapa lazat rasanja kata-kata itoe. Apalagi oléh karena seorang laki-laki jang memikirkan dan mengarangkannja. Sebeloem saja membatja kitab itoe, saja telah menoelis doea poetjoek soerat jang pandjang kepada doea orang sahabat karibkoe, tentang hal itoe. Sekiranja saja mengirim soerat itoe sesoedah saja membatja kitab M. M. itoe, tentoelah saja akan menjangka, bahwa saja menoelis soerat itoe, ialah sebab telah membatja kitab M.M., oléh karena boeah pikiran jang terloekis didalam kitab itoe, bersesoeaian benar dengan isi kedoea soeratkoe itoe.

Saja soeka sekali, bila adalah orang disini, tempat saja boeh memperbintjangkan isi kitab M.M. itoe. Banjak perkara jang terseboet didalam kitab itoe hendak saja perkatakan dengan orang jang telah banjak penanggoengan dan pendapatannja.

Banjak poela jang hendak saja tjeriterakan kepadamoe tentang maksoed hendak mendirikan sekolah-sekolah perempoean oentoek bangsa Boemipoetera. Sekarang maksoed itoe telah diketahoei oleh sekalian orang. Adalah banjak lagi hal jang lain-lain hendak saja kabarkan, tetapi pada hari ini maksoedkoe hendak berkirim soerat jang ringkas sadja. Hanja soeatoe hal jang saja tjeriterakan kepadamoe: maksoed toean Mr. Abendanon itoe adalah disoekaï orang dimana-mana djoeapoen. Banjak orang-orang Eropah jang berpangkat tinggi dengan soeka hati mendengarkan boeah pikiran toean Mr. Abendanon itoe dan kepada meréka itoelah lagi bergantoengnja maksoed sahabat kami itoe, boléh sampai atau tidaknja. Banjak sahabat kenalan kami diantara pegawai-pegawai bangsa Eropah, jang soeka menolong menjampaikan hadjat toean Mr. Abendanon, ja'ni soeka mempertinggi kedoedoekan doenia perempoean bangsa Boemipoetera, jang sekarang soenggoeh-soenggoeh dalam kesengsaraan. Dan banjak poela orang-orang lain, jang beloem kami kenal, menjoekaï djoega maksoed jang moelia itoe.

Sedikit hari lagi maoelah saja mengirimkan soerat édaran toean Mr. Abendanon itoe, kepada kepala-kepala negeri bangsa Eropah dan Boemipoetera tentang maksoed hendak mendirikan sekolah-sekolah itoe. „Dari dahoeloe sampai sekarang kemadjoean oentoek perempoean-perempoean senantiasa mendjadi soeatoe perkara jang penting, oentoek kehormatan bangsa."

„Kepandaian dan pengetahoean bangsa Boemipoetera tanah Hindia ini, tiadalah akan madjoe dengan selekas-lekasnja, apabila keperloean perempoean-perempoean selaloe ditinggalkan dibelakang. Perempoean ialah manoesia jang memikoel kehormatan!". Demikian boenji soerat édaran toean Mr. Abendanon

102


itoe, Stella, tiadakah boeah pikiran toean Mr. Abendanon itoe menghiboerkan hatimoe?

Telah setengah tahoen lamanja kelihatan, bahasa bangsa Boemipoetera soeka benar hendak mempeladjari bahasamoe jang bagoes itoe. Sajang kebanjakan orang Eropah ta' senang hatinja melihat keadaan itoe, tetapi orang Belanda jang berpikiran moelia adalah menjoekaï, dan menggembirakan hati kami menjoeroeh menjampaikan maksoed itoe.

Dikota-kota besar, telah terdirilah sekolah-sekolah Belanda, sebagai tjendawan toemboeh. Sekolah-sekolah itoe dimasoeki oléh anak-anak ketjil, dan oléh orang-orang jang telah ber'oemoer, jang telah b e r t a h o e n-t a h o e n lamanja bekerdja pada Goebernemén.

Banjak pegawai-pegawai besar Goebernemén, jang dikepalaï oléh Goebernoer Djenderal menjoekaï benar, soepaja bahasa Belanda diadjarkan kepada anak Boemipoetera, karena bahasa Belanda itoe boléh mendjadi perkakas, jang dapat memadjoekan bangsa Hindia dan mendekatkan bangsa Djawa kepada bangsa Belanda, dan soepaja bangsa Belanda itoe tiadalah lagi mendjadi orang jang ditakoeti, tetapi mendjadi orang jang disajangi oléh bangsa Djawa, jang akan melindoengi dan rnenolongnja. Kalau demikian tentoelah mimpi kakakkoe dan beberapa orang Eropah jang berpikiran jang moelia, kelak akan mendjadli barang jang sebenarnja. Bersoraklah engkau, Stella, bersama-sama dengan sa ja akan tanda bergirang hati!

  • *


21 Januari 1901 (VIII).


Petang tadi kami dengan njonja Gonggrijp pergi ketepi laoet dan mandi-mandi disana. Waktoe itoe laoetan sedang hening dan warnanja bagoes sama rata, saja ketika itoe doedoek diatas tebing dengan kakikoe terdjoentai kedalam air, dan pemandangankoe menoedjoe arah ketepi langit jang djaoeh itoe. O, alangkah bagoesnja boemi ini! Keriangan serta terima kasih timboellah dihatikoe. 'Alam ini selaloe menghiboerkan hati kami, bila kami datang kepadanja minta dihiboerkan...........

Telah lama dan soedah banjak saja memikirkan tentang pendidikan, lebih-lebih baroe-baroe ini, dan menoeroet pendapatankoe, pendapatan itoe ialah soeatoe kewadjiban jang moelia dan bertoeah; dalam hal itoe saja menjangka dirikoe berboeat soeatoe kedjahatanlah, bila saja mengadjarkan 'ilmoe pendidikan itoe dengan pengetahoean jang tidak sempoerna. Apalagi haroes njata lebih dahoeloe, boléhkah saja mendjadi goeroe pendidik. Bagi saja pendidikan artinja mengadjar orang

103


berpikir dan berperasaan. O, saja ta' pernah akan bersenang atas dirikoe' bila saja nanti telah mendjadi goeroe, tetapi saja ta' sanggoep melakoekan kewadjibankoe sebaik-baiknja menoeroet pikirankoe tentang pekerdjaan goeroe pendidikan jang sepatoetnja, meskipoen dalam hal itoe ta' adalah orang lain jang ta' bersenang hati melihatkan pekerdjaankoe jang tiada sempoerna itoe. Menoeroet timbangankoe, bila si goeroe sekadar memboekakan pikiran si anak itoe sadja, beloemlah ia boléh dikatakan t j o e k o e p melakoekan kewadjibannja, ja, demikian poela beloem boléh dipandang tjoekoep; karena si goeroe itoe wadjib poela membentoek boedi si anak itoe, soenggoehpoen ta' ada oendang-oendang jang memaksa dia berboeat sedemikian, tetapi hendaklah hatinja sendiri si goeroe itoe wadjib menjoeroeh mengerdjakan hal itoe. Kadang-kadang saja tanjaï dirikoe sendiri, sanggoepkah saja mengerdjakan sekalian itoe? Saja sendiri, jang masih wadjib perloe lagi mempoenjaï pendidikan jang sedemikian? Kerap kali saja mendengar orang mengatakan, bahasa sekaliannja itoe kelak akan datang sendirinja, karena dengan mempoenjaï 'ilmoe pengetahoean, maka perasaan sopan santoen jang haloes dan moeliapoen datanglah; tetapi telah saja perhatikan, dan saja merasa sajang sekali, karena keadaan itoe sekali-kali t i a d a l a h selamanja sedemikian. Bermatjam-matjam peladjaran dan pengetahoean boekanlah dia mendjadi soeatoe diploma dari boedi pekerti jang haloes dan moelia. Oléh sebab itoe djanganlah kita lekas salah tampa melihat beberapa banjak meréka itoe jang telah tinggi pengetahoeannja, tetapi kelakoeannja tinggal biadab dan tiada senonoh, karena ketiadaan pekerti dan 'adat sopan santoen jang baik itoe boekanlah kesalahannja sendiri, melainkan sebab pendidikannja ta' sempoerna. Amat banjak orang jang mendjaga dan beroesaha benar-benar soepaja otak si anak mendjadi tadjam dan tangkas, tetapi meréka itoe kerap kali loepa sama sekali mendidik si anak itoe, soepaja berkelakoean dan betertib sopan jang élok!

O, betapa soekatjita hati saja membatja dan membenarkan boeah pikiran toean jang sedjelas dan seterang itoe dalam soerat édaran tentang pengadjaran oentoek anak-anak perempoean bangsia Boemipoet6ea itoe: ,,Perempoean ialah jang memikoel kehormatan! boekanlah karena p e r e m p o e a n jang dipandang memikoel kemoeliaan itoe, tetapi ialah karena saja sendiripoen pertjaja bahasa dari perempoeanlah djoea datangnja kekoeasaan jang besar, jang boléh memperbaiki ataupoen meroesakkan manoesia semasa hidoepnja, sebab itoelah poela saja pertjaja benar, bahasa perempoeanlah jang' pandai mempertinggi tertib sopan dan boedi pekerti manoesia dalam boemi ini."

Bahwa sanja mémang dari pada perempoeanlah diterima

104


orang jang moela2 sekali pendidikan itoe, dan diatas pangkoeannjalah si anak beladjar m e r a s a, b e r p i k i r dan b e r t o e t o e r; sekarang bertambah masoek dalam pikirankoe, bahasa pendidikan jang pertama-tama itoe tidaklah sedikit artinja dalam hidoep manoesia. Kalau demikian bagaimanakah kiranja perempoean bangsa Boemipoetera dengan sempoerna dapat memeliharakan anaknja, djikalau ia sendiri tidak dididik?

Oléh sebab itoelah maka saja sangat gembira mendengarkan maksoed hendak memberi anak-anak perempoean 'ilmoe pendidikan dan pengetahoean. Telah lama saja ma'loem bahasa pendidikan dan pengadjaran itoelah, jang sanggoep membawa peroebahan dalam hal keadaan perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera jang kedji itoe.

Paédah peladjaran itoe kelak boekanlah sadja oentoek doenia perempoean, tetapi sama ada oentoek sekalian bangsa Boemipoetera dalam hidoep bersama-sama.

Dimana-mana sadja sekarang kami dengar orang memperkatakan, hendak mendirikan sekolah-sekolah oentoek anak-anak perempoean. Mata kami djadi bertjahaja-tjahaja, karena kegirangan hati, bila kami mendengar orang memperbintjangkan hal itoe dengan soenggoeh dan soekatjita; dan kerap kali kami terpaksa menggigit lidah. Tangan kami, kami genggamkan tegoeh-tegoeh akan menahan kesoekaan hati, jang hendak terhamboer dari moeloet kami.

Dalam doenia perempoean bangsa Boemipoeterapoen orang bersoekatjita mendengar kabar tentang maksoed itoe. Sekalian perempoean jang telah ber'oemoer tempat kami memperbintjangkan maksoed itoe, semoeanja berkehendak maoe kembali mendjadi anak-anak, soepaja meréka dapat poela merasaï lazatnja pengadjaran itoe. Sekolah-sekolah Boemipoetera di Pati, Koedoes dan Djapara dan ditempat jang lain-lain, dapatlah nanti menoendjoekkan kepada njonja dengan njata segala kebadjikan jang pertama-tama, hasil dari pekerdjaan jang moelia itoe. Disekolah-sekolah itoe telah diterima djoega anak-anak perempoean orang kebanjakan jang banjaknja makin lama makin bertambah-tambah. Soenggoehlah soeatoe kegirangan!

Bésok iboe akan menjerahkan seorang anak perempoean anak piatoe, dari anak mas iboe, pergi kesekolah; dan pada boelan jang laloe orang-orang toea kami telah menjoeroeh poela seorang magang anak moeda jang radjin dan baik kelakoeannja pergi beladjar bahasa Belanda.

105


31 Januari 1901 (VIII).


Dalam bermenoeng melihatlah saja keloear memandang kelangit jang hidjau warnanja; seolah-olah saja menantikan djawab jang tergores-gores dalam hatikoe itoe.

Dengan tiada koeketahoei maka matakoepoen menoeroetilah awan jang berarak dalam lapangan jang loeas itoe dan kemoedian lenjaplah awan itoe dibalik daoen pohon njioer jang sedang melambai-lambai dihamboes angin. Waktoe itoe terpandanglah olehkoe daoen2 kajoe jang bergojang-gojang berkilat-kilat karena sinar tjahaja matahari, dan tiba-tiba timboellah pertanjaan dalam hatikoe: „Adakah pernah orang bertanja, apakah sebabnja matahari bertjahaja? Apakah dan siapakah jang dikiriminja tjahaja itoe?" Wahai mataharikoe, mataharikoe emas semata saja maoe hidoep didoenia ini, soepaja kemanoesiaankoe berharga, akan toean sinari, tjahajaï dan panasi dengan tjahaja toean jang moelia, jang menghidoepi dan membagoeskan doenia ini...........

Sebab itoe ta' oesahlah berdoekatjita, wahai kekasihkoe, bila soerat permintaankoe itoe ta' baik balasannja, sebab hidoepkoe tidaklah akan mendjadi sia-sia karena itoe, dan dengan hidoep sebagai sekarang ada djoega apa2 jang baik, dapat diboeat. Saja maoe, dan tentoelah akan mendjadi sedemikian! Siapa jang memperhambakan diri kepada malikoe'rrahim tentoelah hidoepnja tiada akan sia-sia........dan.........siapa jang mentjahari malikóe'rrahim, tentoelah akan mendapat bahagia, ja'ni bahagia jang sebenar-benarnja: damai dan senang dalam hati........ dan itoepoen boléhlah djoega didapat di Modjowarno........siapa tahoe barangkali di Modjowarno lebih lekas kesenangan itoe diperoléh dari pada ditempat-tempat lain. Djanganlah bersoesah hati! Kamipoen sekarang mémanglah banjak menerima kasih, karena pokok maksoed kami jang te roeta ma telah kami peroléh, ja'ni: bébas, merdéka dan tegak sendiri........dan..........biarlah mendjadi doekoen beranak, dapatlah djoega kami berboeat baik oentoek hidoep bersama-sama.


19 Maart 1901 (IV).


Jang moelia toean Doktor (1) Adriani,


Telah lama saja hendak menoelis soerat kepada toean tetapi karena bermatjam-matjam alangan, lebih-lebih karena
____________
(1) Toean Adriani, boekannja doktor orang, tetapi doktor bahasa-bahasa tanah Hindia.

106


hampir sekalian ahli dalam roemah, sakit belaka; itoelah jang telah melintangi saja benar menjampaikan maksoedkoe hendak menoelis soerat kepada toean. Sekarang oentoenglah sekalian kami dikaboepatén, besar dan ketjil, adalah dalam selamat wa'l'afiat, djadi ta maoelah saja menantikan lebih lama lagi hendak memboeat soerat, jang telah lama dalam kenang-kenangankoe ini, dan barangkali toeanpoen telah lama menoenggoe-noenggoe kedatangannja. Ma'afkanlah saja, bila benar sangkakoe ini. Saja sendiripoen amat beringin hendak menoelis isi soerat ini, karena hendak mengoetjapkan banjak terima kasih kepada toean atas soerat toean jang sedemikian ramahnja, jang di'alamatkan kepada adikkoe Roekmini, dan atas penêrimaan kitab-kitab jang telah toean kirimkan, jang sangat meriangkan hati kami ketiganja dari bermoela sampai sekarang. Kami amat bersoekatjita mema'loemi, jang toean telah mengenang kami dengan kenang-kenangan jang baik dan kasih sajang. Kami selaloe memikirkan hal itoe, dan atjap kali poela kami memperbintjangkan toean dan kekasih toean, Boemipoetera Toradja, serta pekerdjaan toean disana; pandaknja sekalian jang telah kami dengar pada malam itoe dari toean dan njonja Abendanon tentang toean, semoeanja kami perbintjangkan. Malam kita doedoek di Betawi itoe bertjengkerma bersama-sama, malam itoe selaloeLah mendjadi tinggal kenang-kenangan jang menjenangkan hati kami.

Dengan hati jang toeloes dan ichlas kami berharap, hendaknja djanganlah sekali itoe sadja kita dapat berdjoempa, tetapi hingga ini keatas atjap kalilah hendaknja kami dapat bertemoe dengan toean. Semendjak pertjeraian kita di Betawi itoe, selaloelah mendjadi tjita-tjita dalam hati kami hendak bertemoe dan bertjakap-tjakap dengan toean barang sekali lagi. Betapakah besar dan girang hati kami, bila sekiranja kami dapat menjamboet kedatangan toean di Djapara.

Persangkaan toean betoel ta' salah; kami betoel-betoel menghargaï pekerdjaan zendeling-zendeling ditanah Hindia Bélanda dan kami indahkan soenggoeh-soenggoeh akan kerdja, oesaha dan hidoep meréka itoe berhati soetji, jang tinggal ditempat jang sedjaoeh itoe, soenji dan dalam rimba, lagi djaoeh dari tanah air, djaoeh dari pada kaoem keloearga dan kawan sepikiran meréka itoe; péndéknja dljaoeh dari doenia jang didiami manoesia jang bertertib sopan jaïtoe dengan maksoed hendak memasoekkan kepandaian, jang akan memperbagoes dan mempertinggi hidoep sesamanja manoesia, bangsa, jang dinamakan oléh bangsa jang terpeladjar, „bangsa jang biadab!"

Dengan segala soeka hati saja telah membatja kedoea karangan toean itoe, dan saja mengoetjapkan banjak terima kasih kepada toean, karena toean telah memberi kami kesem-

107


patan, soepaja dapat mengetahoei perkara jang penting-penting, jang dahoeloenja beloem kami ketahoei.

Baroe-baroe ini kami membatja karangan „Maatschappelijk Werk in Indie" (Pekerdjaan pendoedoek di Hindia) ja'ni rapor-rapor persidangan-persidangan pada Waktoe Nationale Tentoonstelling van Vrouwenarbeid di den Haag 1898, dan seperti membatja karangan-karangan toean jang terseboet tadi, lamalah poela kami memikirkan dan membatja kabar-kabar pekerdjaan zendeling-zendeling Nasrani ditanah Hindia, jang terseboet dalam rapor-rapor itoe. O, hati saja sangat bersoekatjita memandang pekerdjaan jang bagoes dan moelia itoe, dan demikian djoega melihat meréka itoe laki-laki dan perempoean, sekaliannja bangsawan-bangsawan pikiran, jang telah mengerdjakan pekerdjaan jang semoelia dan sebagoes itoe, tetapi beratnja boekan boeatan, dengan hati kasih sajang lagi jakin dan sabar.

Pada tahoen 1896 kami beroentoeng dan berbesar hati, karena kami dapat menghadiri peralatan menaiki gerédja baroe Kedoeng-Pendjalin. Barangkali agaknja selama hidoep kami sekali itoelah kami akan dapat menghadiri peralatan jang seperti itoe. Waktoe itoelah jang pertama-tama kali kami memasoeki gerédja Nasrani sambil menghadiri orang sembahjang; sekalian jang kami lihat dan jang kami dengar disana terasa benar dihati kami. Soenggoehpoen hal itoe telah lama kedjadian tetapi karena kebebasan peralatan itoe amat menawan hati kami, serasa seperti kemarinlah sadja terdjadinja. Alangkah merdoenja boenji njanji jang keloear dari moeloet meréka jang sekian banjaknja itoe, dan njanji itoe besar bahananja dalam gerédja jang seloeas itoe, dan boenga2 jang menghiasinja sedap sekali mata memandangnja. Bersama-sama dengan orang banjak jang doedoek hening dengan tepekoernja itoe, kamipoen toeroetlah poela dengan hati-hati mendengarkan sekalian jang dipidatokan dari atas mimbar, dalam bahasa Djawa jang sedjati. Lain dari pada toean Hubert adalah lagi tiga orang goeroe-goeroe zendeling jang berganti-ganti membatja chotbah diatas mimbar itoe. Dan jang menambah lagi moelianja peralatan itoe ialah soeatoe sa'at, tatkala seorang toea bangsa Djawa laloe tegak berdiri dan berpidato kepada orang-orang Djawa, baik jang seagama dengan dia atau tidak. Hal itoe sekaliannja menimboelkan kesoekoeran kepada Allah; dan banjaklah lagi hal jang lain, jang menjebabkan saja sekali-kali ta' dapat meloepakan peralatan digerédja itoe.

Sedjak saja keloear dari sekolah, baharoe pagi itoelah saja bermoela sekali dapat pergi keloear roemah, melihat doenia jang loeas ini. Toean tentoe telah mengetahoei, bahwa telah mendjadi soeatoe 'adatlah bagi kami, mengoeroeng anak-

108


anak gadis didalam roemah, dan mentjegah meréka sekeras-kerasnja ta' boléh pergï keloear roemah, sampai pada waktoe kedatangan seorang laki-laki meminta si gadis itoe akan mendjadi isterinja. Pada déwasa itoelah koeroengan itoe boléh diboekakan, dan boeroeng jang terpendjara dalamnja itoe poen terbanglah keloear, beralih tempat dan „pertoeanan" lain. „Keloear roemah" seperti jang dimaksoed oléh doenia, ta' a d a l a h s e d i k i t djoega goenanja bagi orang perempoean. Tetapi bagi kami, orang jang mentjintaï kebébasan, adalah koeroengan seperti itoe semata-mata mendjadi soeatoe penanggoengan jang amat besar. Kami selaloe mengoetjap banjak terima kasih kepada orang toea kami, karena meréka itoe telah meroentoehkan 'adat koeno itoe. Kemoedian dari perdjalanan kami jang amat berkat, pergi ke Kedoeng-Pendjalin itoe, kerap kalilah kami pergi keloear roemah; moela-moela sekali-sekali, kemoedian bertambah kerap dan djaoeh kami boléh pergi dari roemah; pada tahoen jang laloe sampailah perdjalanan kami ke Betawi.

Dihalaman soerat kabar jang menerangkan nama-nama penoempang kapal, telah kami batja, jang njonja isteri toean telah balik kembali ketanah Hindia, dan tentoelah ia segera akan datang kepada toean; kamipoen toeroet bergirang hati dalam hal itoe! Dengan pos jang akan datang, kami akan mengirimkan gambar kami kepada toean dan njonja, akan memberi selamat kepada toean kedoeanja atas kedatangan itoe dan meskipoen beloem berkenalan, kami oetjapkanlah kepada njonja selamat sampai di Mapane. Tidakkah kiranja orangorang Toradja berbesar hati karena „boenda" meréka itoe boléh dikelilinginja lagi bersama-sama?

  • *


20 Mei 1901 (I)



Meskipoen saja masih moeda, sesoenggoehnja telah banjaklah penanggoengan jang telah saja rasaï dalam hidoepkoe, tetapi sekalian itoe beloemlah seberapa, kalau dibandingkan dengan doekatjita hatikoe, tatkala bapak dalam sakit. Waktoe itoelah saja ta' ada bernafsoe, selaloe gementar dan takoet lahir dan batin, moeloetkoe jang dahoeloenja dengan gagah mengatakan: „datanglah apa sadja jang hendak datang!" sekarang moeloetkoe itoe menggigil dan berdo'a mengatakan: „Ja Allah kasihanilah hambamoe ini!" Keramaian pada waktoe hari lahirkoe mendjadi kesoekaan jang berlipat ganda, bertambah dari biasa karena kesemboehan bapakpoen dirajakan poela waktoe itoe. Saja telah perlihatkan kepada bapak pemberianmoe dan

109

saja telah tjeriterakan djoega kepadanja kegirangan hatimoe karena memperoleh poterétnja. Waktoe itoe bapak sedang tidoer berbaring dikoersi pandjang, dan saja doedoek dilantai disisinja, tangannja dirabakannja kekepalakoe. Pada waktoe itoelah saja mempertjakapkan engkau kepadanja. Bapak tersenjoem-senjoem tatkala saja mentjeriterakan poedjianmoe jang baik dan jang sebenarnja itoe, jang terhadap kepadanja. Moeloetnja tersenjoem dan pikirannja tentoelah kepada orang jang menghormatinja, ja'ni kekasih jang karib dari anaknja ini dan dalam itoe maka si sakitpoen tertidoerlah. Begitoelah dekatnja engkau kepadakoe, dan kepada kami sekalian, Stella. Pertjajakah engkau sekarang, bahasa kami sekali-kali ta' bentjilah kepadamoe, maka kami berdiam diri selama ini dan dapatkah engkau memaafkan saja karena berdiam diri itoe? Marilah saja oetjapkan sekali lagi terima kasihkoe atas persahabatan dan kasihmoe jang telah meninggikann hidoep dan daradjatkoe, dan marilah engkau dalam ingatankoe koepeloek dan koepangkoe tegoeh-tegoeh akan mendjadi tanda betapa tjinta hatikoe kepadamoe. O! betapalah baiknja djika saja sanggoep berboeat sedemikian dengan sebenar-benarnja, tiadalah dalam kenang-kenangan saja, ja'ni sebenar-benarnja kita doedoek bertentangan, bermoeka-moeka, akan mengeloearkan boeah pikirankoe jang sedang penoeh dengan kedoekaan. Stella, saja soenggoeh-soenggoehnja soeka benar hendak melihat engkau berbahagia dan bersoekatjita karena menerima sepoetjoek soeratkoe, jang bergirang hati dan bersorak-sorai meriangkan hatimoe dengan kabar jang baik, jang dapat menjatakan jang bahasa kami beroentoeng dan maksoed kami telah sampai! Adoeh! kekasihkoe, soerat ini boekanlah isinja perkataan jang meriangkan dan menghiboerkan hati, melainkan ialah soeatoe ratap tangis. Saja sekali-kali ta' menjesal, tetapi hal jang benar itoe haroes saja katakan. Sekonjong-konjong hal keadaan kami dan haloeannja telah berpoetar. Sekarang hal ini bertambah lebih soekar dan pada jang soedah2, dan ta' boléh dibiarkan sadja demikian. Hal itoe bergantoeng kepada salah satoe dari doea perkara, ja'ni h i d o e p atau m a t i, m e n a n g atau k a l a h s a m a s e k a l i, dan tangan kami dalam hal itoe t e r i k a t dengan b e l e n g g o e. Adalah soeatoe kewadjiban jang bernama „terima kasih" dan adalah lagi kewadjiban jang tinggi dan moelia, jang bernama "kasih kepada anak", tetapi lain dari pada kedoea kewadjiban itoe, adalah poela soeatoe kedjahatan jang hina dan kedji, jang bernama „kelobaan oentoek diri sendiri". Ja, kadang-kadang amatlah soesahnja menoendjoekkan dimana oedjoeng kebaikan dan dimana poela pangkal kedjahatan. Djikalau dipikirkan hal itoe lebih landjoet, baroelah sedikit sekali batas kedjahatan dan
110

kebaikan itoe boléh kelihatan. Keséhatan toeboeh bapakoe sekarang demikian halnja, was-was hati kami jang sangat mendoekakan hati, w a d j i b dihindarkan. Tahoekah engkau apa artinja ini? Kami tiada berdaja lagi, dan mestilah sadja berserah kepada n a s i b jang beloem kami ketahoei.

Dahoeloe telah hampirlah kami sampai ketempat jang kami ingini, tetapi sekarang telah djaoeh poela kami terhindar' dari tempat itoe, dan diatas kepala kami tergantoenglah sekarang apa-apa jang hébat, jang akan menimpa kami. Sesoedah kami bermimpi baik, jang menghapoeskan sekalian kesoesahan hati kami, kamipoen terbangoenlah dengan hati jang sedih. Kasihanlah hatikoe jang sengsara, jang selaloe berteriak-teriak dengan soeara ketakoet-takoetan: apakah kewadjibankoe, dengan ta' ada djawabnja, sedang orang jang wadjib mendjawabnja itoe masih meraba berpoetar-poetar dalam gelap goelita. Ja Allah, berilah kami tjahaja, tjahaja jang terang! dan bantoelah kami! kami ta' tahoe bagaimana hal itoe dan dimana nanti kesoedahannja!

Kami mendengar jang Pemerintah benar-benar bermaksoed akan mendidik anak-anak gadis regén oentoek djadi goeroe, ialah akan memboedjoek atau meriangkan hati kami sadja. Sekarang maksoed itoe ta' dapat disampaikan, karena banjak regén jang mentjegah maksoed itoe, karena ia berlawanan dengan 'adat, ja'ni bila anak-anak gadis itoe menerima pengadjaran diloear roemah. Itoelah soeatoe keadaan sekarang bagi kami jang meroesakkan hati, karena dahoeloe kedatangannja jang baik telah kami harapkan. Doeka dan piloe benar hati kami, karena harapan kami telah mendjadi soeatoe mimpi sadja, dan terlampau bagoes akan didjadikan hal jang sebenar-benarnja! O, tjoba sekiranja ada diketahoei oléh meréka itoe a p a jang telah ditjegah dan ditolaknja itoe! Tetapi soedahlah, biarlah kami berdiam diri. Kami ta' boléh lekas salah sangka, dan ta' boléh menjalahi benar-benar meréka, jang mempoenjaï perasaan toempoel akan maksoed Pemerintah jang menoedjoe kemadjoean dan kebaikan oentoek anak-anak perempoean itoe. Soepaja dapat orang menghargaï barang sesoeatoenja, maka wadjiblah orang itoe moela-moela mengerti akan paédahnja, dan sekarang bagaimanakah meréka itoe dapat mengerti akan kehendak dan keinginan kami kaoem moeda ini, karena meréka itoe ta' lain jang diketahoeinja dan jang dirasaïnja hanjalah lazat tjita 'adat koeno itoe sadja? Sedangkan dibenoea Eropah, poesat djala poempoenan 'ilmoe pengetahoean, benoea jang telah terpeladjar, dari sana terpantjar segala tjahaja kepandaian, dibenoea itoepoen masih hébat perang oen­ toek memperoléh hak si perempoean, apalagi di Hindia ini, jang telah berzaman-zaman selaloe dan sekarang masih tidoer nje-

111

njak berselimoet kebodohan; karena itoe tentoelah di Hindia ini meréka itoe akan lama waktoenja maka boléh dapat menjabarkan dirinja dan memperkenankan si perempoean, jang telah beratoes-ratoes tahoen dipandang seperti machloek jang koerang harga kemanoesiaannja itoe, akan beroebah mendjadi manoesia jang ada berhak akan berhati bébas.

O, Stella, kami merasa sangat beroentoeng dan berbahagia, lagi nonggong, tatkala kami mendengar Pemerintah bermaksoed jang baik itoe, ja'ni akan memboeka sekolah-sekolah tempat memberi anak-anak gadis regén pengadjaran bekal mendjadi goeroe perempoean. Bagi anak-anak gadis jang terseboet, sekiranja hal itoe terdjadi, akan terboekalah djalan penghidoepan boléh tegak sendiri, dan demikian lagi djalan jang menoedjoe kepadang kebébasan dan kesenangan hati, tetapi apa hendak dikata, djalan jang sebaik itoe sekarang telah dimoesnahkan orang. Daholoe doedoeklah saja berbesar hati dengan matakoe bertjahaja-tjahaja dan bersinar-sinar mengenang-ngenangkan kabar jang sebaik itoe, dan sekarang kabar baik itoepoen telah lenjaplah melajang keoedara. Bagaimana halnja perkara itoe sekarang ta' tahoelah saja. Sahabat kami jang di Betawi sekarang dalam temasa. Tetapi sepandjang pikiran kami perkara itoe telah roesak binasa. Apa boléh boeat, soedahlah, asal maksoed jang moelia oentoek mengadjar anak-anak perempoean sekalian tiadalah akan dihilangkan poela. Walaupoen orang-orang toea dalam hal itoe ta' soeka, tiadalah rasanja akan mendjadi alangan. Hal itoe kalau kedjadian poela, soenggoeh tjelaka! O, engkau tentoe ta' tahoe, betapa geli dan panas tangankoe sekarang hendak menoelis maksoed toean Directeur van Onderwijs tentang pengadjaran anak-anak gadis regén, oentoek mendjadi goeroe perempoean itoe, tetapi saja ta' berdaja lagi, saja wadjib menoetoep moeloetkoe dan meletakkan pénakoe, saja ta' boléh mengeloearkan pertimbangankoe lagi, tentang perkara-perkara jang penting-penting itoe, dan ta' boleh sekali-kali pikiran itoe dimasoekkan kedalam soerat kabar. Tahoekah engkau bahwa meréka jang dalam lingkoengan kamipoen ta' tahoe sedikit djoega apa jang bergerak, mendidih dan menjala dalam kalboe kami. Tertawa saja dalam hatikoe, tatkala seorang kenalan, jang kerap kali datang keroemah kami, pada soeatoe hari membatja dalam soerat kabat, tentang pengadjaran oentoek anak-anak gadis regén, berkata kepada adik-adikkoe, bahwa maksoed jang sedemikian amat bagoes oentoek saja kerdjakan. Kenalankoe itoe beserta soeaminja memperbintjangkan hal itoe dengan saja. Seperti orang jang ta' tahoe akan hal itoe, maka saja biarkanlah sadja ia bertjeritera dan 112

berkata. Kedoeanja laki isteri menjokong tjita-tjitakoe, meréka itoepoen menjoekaï poela akan kemerdékaan dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera. Ia seorang pegawai Pemerintah negeri dan sanggoep poela menolong kami dalam perkara itoe. Isterinja berdjandji akan menolong saja pada hari jang akan datang. Besar hati kami melihat betapa gembira hatinja, dan ma'loemlah kami bahwa ia seorang jang amat soeka memboeat soeatoe kebaikan, tetapi ia ta' tahoe bagaimana djalan memboeatnja itoe.

Ta' lama lagi soeaminja akan naik pangkat, kalau ia telah naik pangkat, pada waktoe itoelah meréka itoe dapat bekerdja banjak oentoek meninggikan daradjat bangsa kami. Telah kami peroendingkan tentang daja oepaja meréka itoe, soepaja ia dapat memboeat kebaikan, dan soearanja boléh didengar orang poela. Djika soeaminja telah mendjadi asistén-residén, ia hen­dak menjoeroeh anak-anak gadis pegawai jang dibawah perintah soeaminja, datang keroemahnja beladjar merénda, memasak-masak, dan barangkali djoega diadjarnja meréka itoe menoelis dan membatja. Kalau demikian tentoelah ia memboeat soeatoe pekerdjaan jang haroes dihormati dan dimoeliakan! Ia sangat berbesar hati mengenang-ngenang hal itoe, marilah kita berharap jang maksoed si njonja itoe akan disampaikan Allah. Ta' bagoeskah maksoed itoe? Sajapoen telah bertjeritera kepadanja tentang halmoe. engkau dipandangnja serta dihormatinja tinggi dan dimoeliakannja; keadaan itoe sangat menjenangkan hatikoe. lapoen soeka poela mendjadi anggota perserikatan „Onderlinge Vrouwenbeweging" (Pergerakan sesama Perempoean). Ia ada mempoenjaï doea orang anak perem­poean dinegeri Belanda, jang seorang akan mendjadi advocaat, dan jang seorang lagi akan beladjar kepandaian jang lain. Pa­da soeatoe hari tatkala katakoe telandjoer mengatakan, bahwa sebeloemnja saja pergi mengaroengi doenia hidoep bersamasama, saja hendak bekerdja dahoeloe diroemah sakit, biarpoen barang setengah tahoen sadja lamanja, soepaja dapatlah saja mengetahoei dan mempeladjari betapa mendjagaï orang sakit, dan kalau sekiranja nanti adalah seseorang jang sakit diroe­mah .kami, djadi dapatlah saja mendjaganja dengan tiada bersalah. Dengan segera njonja itoe berkata kepadakoe, bahwa adalah iparnja jang berpangkat dokter, soedi menolong saja mengadjarkan segala rahsia tentang djaga-mendjaga orang sakit, dan itoelah sebenarnja soeatoe pengetahoean jang amat bergoena bagikoe setiap masa oentoek menolong orang jang berdekatan dengan saja.

Dokter itoe orang baroe, dan ta' tahoe bertjakap bahasa Djawa, hanjalah ia pandai sedikit bertoetoer bahasa Melajoe, dalam hal itoepoen saja dapatlah poela menolongnja sebagai

113

djoeroe bahasanja, karena orang-orang sakit jang data kepadanja kebanjakan anak Boemipoetera dan orang Tjina. Saja bermaksoed benar hendak bekerdja barang beberapa lamanja sadja diroemah sakit. Pekerdjaan itoe haroes mendjadi soeatoe bahagian dari pada pendidikankoe. Hal itoe telah lama saja pikirkan. Bagaimanakah pikiranmoe tentang maksoedkoe itoe? O, adalah soeatoe hal jang mengetjoetkan hatikoe, ja, soenggoeh mengetjoetkan hatikoe benar, ja'ni melihat orang jang menanggoeng dan mendjerit karena kesakitan, tetapi si penglihat ta' tjakap meringankan kesakitannja itoe, melainkan karena hal itoe si penglihatpoen merasa lebih menanggoeng kesakitan dari pada si sakit itoe sendiri. Telah kerap kali saja doedoek disisi orang sakit, maka timboellah pikiran dalam hatikoe hendak mempeladjari pengetahoean mendjaga orang sakit; moela-moela pikiran itoe terbajang-bajang sadja, achirnja mendjadi njata dan terang, dan sekarang ia telah mendjadi koeat dan koekoeh dalam hatikoe. Djikalau saja nanti boléh bertjakap, artinja boléh mengeloearkan segala jang terasa dihati saja tentang pendidikan anak perempoean, maka sajapoen akan mengoeatkan paédah pengetahoean tentang keséhatan toeboeh, demikianpoen pengetahoean tentang toeboeh manoesia d.l.l. oentoek keperloean perempoean.
Soeka benar saja bila sekalian jang terseboet diatas ini dapat diadjarkan djoega dalam sekolah anak-anak perempoean jang akan didirikan itoe. Kasihan boekan, karena moerid-moerid sekolah jang terseboet lain dari pada peladjaran jang biasa wadjib poela menelan pengadjaran itoe. Sekolah anak2 perempoean oentoek bangsa Boemipoetera jang demikian, nistjaja akan mendjadi sekolah jang ta' ternilai harganja, boekan? Lihatlah apa apa pengadjaran jang akan diterimanja: kepandaian, pengetahoean, masak-masakan, perkara roemah tangga, djahit-mendjahit, 'ilmoe keséhatan toehoeh dan pengadjaran tentang soeatoe kerdja jang tentoe perloe mestilah poela diadjarkan. Bermimpilah, mimpikanlah sekaliannja itoe, asal sadja hatimoe boleh senang. Boekantah ta' adalah orang jang akan melarangmoe bermimpi itoe? ..............................................................................................
Apa sadja jang saja karangkan sampai sekarang oentoek orang banjak, sekaliannja itoe hanjalah perkataan jang sia-sia, dan pemandangan sadja dalam beberapa hal jang telah kedjadian. Perkara jang penting-penting beloem boléh saja oeraikan, sajang sekali, boekan? Nanti apabila kami telah terlepas dari belenggoe besi 'adat-adat koeno itoe, tentoelah sekalian keadaan
TERBIT GELAP TERBITLAH TERANG 114

itoe akan beroebah. ('Adat-'adat itoe masih kami toeroet ialah karena kasih dan tjinta kami sadja kepada orang-orang toea kami). Bapak ta' soeka jang anaknja mendjadi boeah toetoer orang lain. Bila saja nanti telah boléh tegak sendiri, bolehlah saja mengatakan boeah pikiran saja. Sabarlah dahoeloe Stella, kepadamoe boekanlah perkataan jang kosong saja katakan. Djikalau saja mengarangkan apa-apa jang saja soekaï itoelah soeatoe boekti jang benar-benar terbit dan hatikoe, dan tetoelah karangan itoe mesti saja kinmkan kepadamoe.

10 Juni 1901 (III).

Karangan toean Borel jang bagoes itoe tentang gamelan (moesik njawa dinamaï oléh pengarang) teiah kami batja dan kitabnja adalah kami poenjaï. Tahoekah toean kitab-kitab jang lain, jang telah dikarangkannja? misalnja „Het Jongetje" amat molék dan bagoes isinja. Banjak orang mengatatam jong Borel katanja berlebih-lebihan dan antjak-antjak, tetapi kami telah merasa lazat isi kitab-kitabnja itoe! Kitabnja jang bagoes poela jang bernama „De laatste incarnatie", dan jang terlebih bagoes kitabnja jang bernama „Droom uit Tosari". Dalam kitab itoe ia memaparkan kebagoesan 'alam digoenoeng-goenoeng tanah Djawa jang senantiasa berwarna hidjau itoe, soenggoeh merdoe benar toetoer bahasanja!

Siapa djoeapoen jang telah merasa kelazatan toetoer katanja itoe, tentoelah akan pertjaja, bahwa si pengarang itoe betoel sebenar-benarnja ahli pengarang, ataupoen setidak-tidaknja ia mesti ada mempoenjaï perasaan jang sedjati oentoek m e l i h a t dan m e r a s a ï keindahan 'alam ini. Akan mentjeriterakan keindahannja itoe haroeslah si pengarang itoe seorang machloek jang berbahagia, jang keningnja mémang telah ditjioem oleh déwa-déwa 'ilmoe kepandaian.

Saja berharapa jang saja akan beroentoeng dapat mempeladjari benar-benar bahasa toean jang manis dan merdoe itoe. Sekarang djoega dapatlah saja mensahkan kepada toean, bahwa saja senantiasa tiada akan mengabaikan dia, bilamana sadja saja sempat mempeladjarinja. Itoelah soetoe maksoed jang soenggoeh-soenggoeh dalam hatikoe, ja'ni hendak mengetahoei benar-benar akan bahasa toean itoe. Saja merasa diri saja sekarang telah beroentoeng, biarpoen saja hanja sekadar pandai membatja dan menoelis dalam bahasa toean. Dan bila saja nanti beroentoeng poela dapat mengetahoei bahasa Djérman, maka datanglah saja nanti kepada toean, boléhkah itoe? Sementara itoe tentoelah orang telah pandai memboeat kapal terbang dan

115

pada soeatoe ketika jang baik, tentoelah lagi toean akan melihat seboeah kapal terbang, melajang-lajang diatas oedara dinegeri Jena, jang membawa penoempang dari djaoeh, datang mendapatkan toean!!!
Seharoesnja saja dilahirkan mendjadi anak laki-laki. Kalau demikian baroelah maksoedkoe jang tinggi itoe dapat disampaikan. Sekarang ini saja, ialah seorang peremnoean dalam doenia Boemipoetera pada zaman sekarang, soesahlah dapat menjampaikan maksoed jang terseboet itoe. Maksoed itoe soeatoe perkara moestahil, ta' boleh dioebah lagi. Sedangkan dibenoea Eropah poesat djala bagi sekalian 'ilmoe pengetahoean dan kepandaian, masih hébat orang berperang, oentoek memperoléh hak perempoean jang sedjati. Djangan kata lagi ditanah Hindia, tanah jang pendoedoeknja masih biadab, dan tiada berpengetehoean, tanah jang perempoean-perempoeannja telah berzaman, berabad-abad dipandang oléh laki-laki sebagai machloek jang hina...... ja, beranilah saja mengatakan lagi, bahwa perempoean disini dipandang oléh laki-laki seperti benda jang bernjawa sadja. Tentoelah orang akan lama menanti, jang ditanah Hindia ini laki-laki akan memandang anak-anak perempoean sebagai manoesia sedjati, manoesia sedjati kata saja ialah machloek jang berhak, berhati bébas, bébas dalam hal berpikir, belaas dalam hal perasaan dan bekerdja?
Baroe-baroe ini saja membatja dalam soêrat kabar bahwa Pemerintah Hindia bermaksoed akan mendirikan seboeah sekohh tempat anak-anak gadis regén beladjar oentoek mendjadi goeroe. Siapa jang beroesaha oentoek mejampaikan maksoed jang moelia itoe, ta' oesahlah saja kabarkan kepada toean. Tatkala saja mendengar kabar itoe, maka adalah semisal pintoe soerga terboeka dimoekakoe, dan matakoepoen memandanglah segala ni'mat jang tiada tepermanaï banjaknja didalam soerga itoe dengan bersoekatjita. Mendengar boenji soerat kabar itoe kami hampir setengah gila karena kegirangan hati; dan hal itoe telah membawa kami selangkah lagi madjoe kemoeka, seperti kata pepatah: „Pokoknja asal langkah jang pertama telah dilangkahkan. O, pandailah hendaknja sekalian meréka jang akan mendapat kebaikan itoe menghargakan kebaikan itoe! Soepaja orang boléh dapat menghargakan barang sesoeatoenja, haroeslah orang itoe mengerti lebih dahoeloe, dan akan mengerti itoelah soeatoe perkata jang amat soekar, ta' dapat dalam sehari, ja, ta' dapat setahoenpoen mempeladjarinja. Oleh sebab itoe moestahillah kebanjakan kepala-kepala anak-anak negeri akan dapat memoeliakan maksoed Pemerintah oentoek keselamatan dan keoentoengan anak-anaknja jang perempoean, bilamana keselamatan dan keoentoengan itoe, meskipoen oleh kami bangsa kaoem moeda sangat tinggi har-

116


ganja, tetapi dalam pemandangan meréka itoe adalah maksoed itoe seperti teka-teki dan barang rahsia sadja?
Adoeh, ketakoetan kami itoe benar roepanja! Maksoed Pemerintah jang bagoes, jang boléh banjak menjampaikan pengharapan kami, tiadalah akan makboel, karena kebanjakan kepala-kepala negeri tempat Pemerintah bertanja oentoek melangsoengkan maksoed itoe, mentjegah maksoed itoe, oléh sebab ia berlawanan dengan 'adat. Menoeroet sepandjang 'adat, anak-anak gadis ta' boléh beladjar diloear roemahnja. Tinggallah engkau, wahai kenang-kenangkoe! Mimpikoe sebagai emas disepoeh oentoek waktoe jang akan datang, tinggallah engkau! Adoeh, telah kerap kali benar saja oelang-oelangi dalam hati saja dan berteriak dengan soeara jang keras, bahasa mimpi dan kenang-kenangan itoe semata-mata beban, jang ta' bergoena dalam doenia bangsa Boemipoetera, dialah poela soeatoe benda jang sia-sia dan berbahaja!.............., tetapi sekalian itoe hanjalah moeloet sadja, jang mengatakannja, sebab diemboeskan oléh pikiran jang tawar dan dingin itoe; dan hati kami jang bodoh dan gila ini ta' maoe melepaskan kenang-kenangan dan mimpi itoe. Mimpi kebébasan dan tjita-tjita jang lain-lain telah beroerat dan berakar dalam hati kami, sehingga ta' moedahlah ia ditarik dan dihélakan, djikalau sekiranja pohon tempat ia melekat itoe ta' dimoesnahkan lebih dahoeloe.
Menoeroet pendapatankoe hati toean sangat baik sekali, karena toean telah menjoesahkan diri toean oentoek memikirkan oentoeng nasibkoe pada waktoe jang akan datang. Saja banjak meminta terima kasih kepada toean atas hal itoe. Tetapi djanganlah kiranja toean soesahkan benar akan halkoe atau lebih baik saja katakan, bahwa kami telah tahoe apa jang akan datang kepada kami. Kami bertiga akan pergi berpegang-pegang tangan menempoeh djalan doenia, jang banjak akan mendatangkan peperangan, ketjéwaan dan kedoekaan kepada kami! Djalan jang telah kami pilih, tiadalah ditaboeri dengan boenga ros, tetapi djalan itoe mémanglah penoeh dengan doeri dan randjau; kami pilih djalan itoe ialah karena tjinta hati kami akan dia. Dengan tjinta hati dan soeka kamilah akan menempoeh djalan itoe. Djalan itoelah poela jang akan kami tolong menebaskan bersama-sama, dan dialah nanti jang akan membawa beriboe-riboe hamba Allah jang teraniaja, saudara-saudara kami, kepadang kebébasan dan keoentoengan. Djalan jang akan membawa berdjoeta-djoeta bangsa kami kepada boedi pekerti jang lebih tinggi. Bersama-sama bekerdja akan menjempoemakan pekerdjaan jang berzaman-zaman dikerdjakan oléh orang jang ternama, soepaja kedoedoekan boedi pekerti dalam kemanoesiaan boléh bertambah tinggi,

117


ja, pendeknja akan membawa 'alam kami jang bagoes ini kepadang kesempoernaan. Boekankah kesoekaran pekerdjaan itoe ada berharga besar oentoek menerangi kesoesahan hidoep?
Itoelah mimpi si „Tiga saudara” ja'ni ketiganja anak perempoean Djawa ditanah panas jang djaoeh ini. O, dapatlah kiranja kami pergi ketanah jang moesimnja berganti-ganti, ketanah panas dan dingin, tanah air sekalian “ilmoe pengetahoean, soepaja dapatlah kami disitoe melengkapkan diri kami entoek peperangan besar, jang akan kami tempoeh, oentoek mentjari keselamatan dan bahagia bangsa kami. Beladjar! beladjar di Eropah, mengoempoelkan “ilmoe pengetahoean, disana kalboe kami diisi dengan kesoetjian dan kebagoesan, soepaja bila kami kembali ketanah air sendiri dapatlah kami bekerdja oentoek mengembangkan tjita-tjita kami ! Masing-masing haroes mempoenjai otak dan kepandaian, soepaja dapat memboeat barang sesoeatoenja; lebih-lebih akan memboeat sesoeatoe pekerdjaan dengan sebaik-baiknja; hal itoe ta? dapat dibantahi lagi, soenggoehpoen masih ada djoega orang membantahi keperloean itoe, sebab berboeat pekerdjaan dengan sebaik-baiknja dan berboeat pekerdjaan dengan 'akal boedi, itoelah doea perkara jang berlawanan, jang ta' dapat disedjalankan. Tetapi dalam hal itoelah poela tersemboenji kebidjaksanaan jang besar, djikalau sekiranja orang pandai menjatoekan kedoea kekoeasaan jang berlawanan itoe, jang tersemboenji dalam hati manoesia. O, kerap kali telah saja lihat, bahwa memboeat pekerdjaan dengan sebaik-baiknja itoe tidak dengan pikiran atau 'akal boedi, lebih banjak mendatangkan kedjahatan dari pada kebaikan.
Wahai Eropah! Eropah! selamanjakah kiranja engkau ta' dapat kami datangi? Kami jang senantiasa dengan hati dan njawa kami mengingini toean? Ta' dapatlah dan ta' maoelah kami mempertjajai hal itoe........., tetapi roepanja soenggoehlah demikian halnja. Perdjalanan pergi ke Eropah dan tinggal disana memanglah sangat mahal. Minister van Financiën kita ta' dapat mengoerniaï kami dengan ni'matnja.
Tetapi dalam hal itoe ta' oesahlah kami bersoesah hati. Hidoep itoe amat senang dan bagoes tempat meloeloehkan hati dengan ratap tangis karena sesoeatoe hal jang ta' dapat dioebahi lagi. Biarlah kami meminta soekoer kepada Allah..........dan selaloe tinggal soekoer soedahlah mendjadi kebiasaan kami.........atas segala berkat dan ni'mat jang dihadiahkan Allah kepada kami. Boekankah kami ini telah diberkati oleh Toehan lebih baik da: pada beriboe-riboe hambanja jang lain? Lihatlah apa jang ada pada kami siapa kami ini. Kami masih beriboe-bapak jang kami tjintaï, dan kedoeanja adalah sehat wa'l'afiat, ja, banjaklah lagi kebaikan jang lain, jang

118

telah menghiasi hidoep kami. O, hidoep itoe mémang penoehlah dengan kebagoesan, bila kami soeka memperhatikan sekaliannja itoe, —betoel adalah poela hal-hal jang menjoesahkan kami, tetapi kami dalam hal itoe mestilah selaloe mempertinggi kebagoesan dan meringankan kedoekaan itoe.
Banjaklah soenggoeh hal-hal jang menjoeroeh kami meminta terima kasih! Apabila kami merasa kelazatan njanji boeroeng dioedara, atau moesik jang merdoe jang meriangkan hati, maka kamipoen mengoetjap terima kasih kepada Allah, karena Ia tiadalah mendjadikan kami orang jang pekak! Bila kami doedoek di Klein Scheveningen, tempat jang sederhana ditepi laoet, tempat jang soenji, damai lagi permai itoe, sedang matahari hendak terbenam, kelihatanlah kekajaan Allah disana dengan moléknja. Ta' tjoekoeplah kiranja kami memohonkan terima kasih, sebab kami ada bermata jang séhat dan dengan mata kami itoe dapatlah kami memandang sekalian jang bagoes dan memperhatikan tjahaja-tjahaja jang manis dan berwarna-warna dipoentjak gelombang, dan dilangit itoe jang hening dengan sedapnja, karena itoe timboellah do'a jang meminta sjoekoer kepada Toehan jang mahakoeasa, jang mendjadikan serta memerintah seloeroeh 'alam ini. Terima kasih! Sjoekoer alhamdoeli'llah! demikianlah soeara jang riang dan gembira dalam hatikoe. Sjoekoer, karena saja dapat dan boléh melihat segala keindahan diatas doenia ini. Berapa banjak orang jang ta' dapat merasa kelazatan akan keindahan dan kebagoesan itoe? Tidak sadja meréka jang memandang siang dan malam sama halnja, ja'ni selaloe dalam gelap goelita, tetapi amat banjak poela meréka, jang mempoenjaï mata dengan setjoekoepnja, tetapi meréka itoepoen ta' dapatlah djoega melihat keindahan dan kebagoesan itoe. Itoelah jang menjebabkan kami insaf bagaimana kelebihan kami dari pada sesama manoesia jang lain, dan kamipoen karena itoe meminta terima kasih akan rahmat Toehan jang rahim jang memenoehi roeang-rongga kalboe kami! Oléh karena memikirkan, bahwa banjaklah diantara kita manoesia jang bersedih hati mengingatkan diri sendiri, wadjiblah insaf kita akan kelebihan kita itoe.
Amat banjak perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera jang lebih pandai dan lebih terpeladjar dan lebih boediman dari pada kami, jang tjoekoep mempoenjaï kekoeatan dan kekoeasaan, jang tidak bersifat kekoerangan, jang berotak dan berpikiran sempoerna, jang berpendidikan 'ilmoe pengetahoean, sehingga tidak adalah alangan baginja akan melébarkan dan mengoeraikan kekoeatan pikirannja, ja, betoel-betoel soenggoeh mendapat segala pekerdjaan jang disoekaïnja. Meréka itoe semoeanja ta' ada memboeat apa-apa, dan ta' sanggoep mentjapaikan apa-apa, oentoek menoendjoekkan djalan akan

119


mempertinggi kedoedoekan bangsa dan 'adatnja. Setengah meréka itoe telah soeroet kembali kedalam doenia jang koeno, dan setengah lagi semata-mata telah mendjadi dan teroes ber'adat bangsa Eropah. Kedoea djalan jang ditoeroet oléh meréka itoe sekali-kali ta' bergoenalah oentoek bangsanja, meréka itoe boléh dikatakan telah hilang lenjap dari bangsanja. Tetapi kalau meréka itoe soeka dan maoe, tentoelah ia akan mendjadi semarak oentoek bangsanja, karena dapatlah ia membawa perempoean-perempoean sesamanja kedoenia jang terang, jang memberi meréka itoe pendidikan jang bébas. Boekankah soedah mendjadi kewadjiban bagi tiap-tiap orang, jang lebih berboedi dan lebih terpeladjar dari pada sesamanja jang lain, akan membantoe kawan-kawannja jang koerang pandai, dan menerangkan barang sesoeatoenja kepada meréka akan pengetahoeannja itoe? Sebenarnjalah ta' ada oendang-oendang jang memaksanja mesti mengerdjakan pekerdjaan jang sedemikian, tetapi boedi pekertinja jang terpoedji itoelah jang memaksanja wadjib melakoekan hal jang sedemikian.
O, kata-katakoe telah telandjoer poela, ma'afkanlah saja, sekiranja kata-katakoe itoe membosankan dan meroesakkan hati toean. Apakah jang memberanikan saja sampai menoelis sekalian itoe kepada toean, sambil merampas waktoe toean dengan pertjakapan jang kosong itoe? Ma'afkanlah saja! tetapi toean sendiripoen bersalah poela dalam hal itoe, karena soerat-soerat toean kedoea jang terletak dimoekakoe, kata-katanja sangat menarik hatikoe. Waktoe saja membatja toetoer kata jang semanis itoe, sajapoen menjangka jang toean kedoea semisal hadir dihadapankoe doedoek bertjengkerma. Dalam persangkaan itoelah teroes saja menoelis apa-apa jang terasa dihatikoe.
Seboeah dari goenoeng api dipoelau Djawa Timoer telah memperlihatkan kekoeasaannja jang hébat dan telah mengoerbankan njawa beberapa hamba Allah, tentoelah toean telah mendengar. Tentang hal itoe ta' oesahlah saja oeraikan lagi pandjang lébar. Menoeroet sepandjang soerat-soerat chabar doea tiga boeah goenoeng berapi jang lain, akan moelaï poela memperlihatkan kegagahannja. O, goenoeng-goenoeng hidjau jang bagoes, jang berbahaja!
Waktoe gerhana matahari pada 18 Mei, gerhana jang menarik hati segala orang pandai-pandai didoenia ini datang ke Hindlia pada waktoe itoe, hanjalah sebentar sadja melihat gerhana itoe, karena kemalangan kami, langit pada waktoe itoe dilipoeti oléh awan jang hitam, dan hoedjanpoen toeroenlah poela! Tetapi teriak kemalangan kami ini, bagi orang tani mendjadi soeatoe berkat! Bapakpoen merasa dirinja beroentoeng karena hoedjan itoe, sebab ia mendatangkan kebaikan oentoek

120


sekalian tanah jang kering dan koeroes. Kepada hoedjan itoelah bergantoeng'nja sekalian itoe. Alangkah besar berkatnja hoedjan jang lebat itoe! Mendjadi kema'moeran dan kesentosaan oentoek beratoes-ratoes, ja, oentoek beriboe-riboe manoesia!

  • *

6 Juni 1901 (V).


Hilda jang tertjinta!
Marilah saja moelaï, poen diatas nama adik-adikkoe, memberi selamat kepada toean atas kelahiran anak laki-laki toean jang kedoea itoe, dan berharap kami, soepaja ia akan mendjadi seorang anak jang séhat sebagai kakaknja, dan berangsoer-angsoer akan mendjadi seorang anak laki-laki jang tangkas, sehingga toean kedoea karena itoe boléh berhak akan bersombong diri.
Bagaimanakah tingkah lakoe sahabat kami jang ketjil jang sekarang telah berpangkat „kakak?" Tidak maoekah ia bermain-main dengan ségera dengan adiknja si Alfred itoe? Boekankah itoe nama si ketjil itoe?

Si anak dalam boelan Mei! Toean de Genestet telah memboeat sja'ir jang amat bagoes tentang anak-anak jang lahir dalam boelan Mei. Achir sja'ir itoe amat masjgoel, tetapi oentoek anak Mei toean, kami harap jang do'a permintaan si toekang sja'ir itoe dalam doea boeah sja'irnja pada bahagian jang pertama, akan dikaboelkan oléh Toehan jang esa. Soenggoehpoen sja'ir itoe toean kenal, tetapi amat soeka hatikoe akan menoeliskannja sekali lagi dibawah ini:

Wahai déwata moesim jang segar,
Taboerkan dikakinja si boenga mawar,
Wahai déwata si tjinta hati,
Koerniakan padanja setia sedjati!
Selamatlah toean ditaman ajah,
Boenda membimbing ta' tahoe pajah,
Toean sebagai boenga melati,
Anak boelan Mei Allah berkati!


Saja dengar toean mentertawakan dirikoe sendiri bila toean membatja jang diatas ini, alangkah gilanja? Djanganlah toean menghérankan diri dalam hal itoe, karena segala bibit-bibit jang telah ber'oemoer, mémanglah selaloe lekas berhati rindoe, dan jang bertanda tangan dibawah inipoen telah masoek mendjadi bibit jang telah toea.

121


1 Augustus 1901 (VIII).


Boenga-boengaan dan doepa perasapan ta' boléh tinggal bagi kami bangsa Djawa dalam segala hal.
O, baoe boenga dan baoe doepa bangsa Boemipoetera jang sedap itoe moedah benar menerbitkan soesoenan pikiran dan perasaan kepadakoe, tiap-tiap kali apabila saja membaoeinja, timboellah soesoenan jang terseboet dalam dirikoe. Sepandjang hari ia membangoenkan kenang-kenangankoe dan menegoehkan perasaankoe ada berdarah Djawa jang mengalir diseloeroeh toeboehkoe.
O, njawa bangsakoe, jang moela-moelanja amat soetji, bagoes, moelia dan bersifat chidmat, apakah kedjadian toean sekarang? Didjadikan apakah toean oléh waktoe jang berzaman-zaman lamanja, waktoe jang sia-sia itoe?
Kerap kali orang mengatakan jang kami dalam hati lebih menjoekaï tjara Belanda dari pada tjara Djawa. Alangkah sajoenja pikiran itoe! Biarlah kami dikatakan orang berpikir dan berperasaan sebagai tjara Eropah, tetapi darah Djawa kami jang sedjati, jang hidoep dan panas mengalir diseloeroeh toeboeh kami ta' dapatlah disemboenjikan. Kami rasaï hal itoe senantiasa, bila kamii membaoei boenga dan asap doepa, mendengar boenji gamelan dan desir angin dipoentjak pohon njioer, mendengar boenji boeroeng tekoekoer, boenji poepoet batang padi dan boenji den tam lesoeng padi..........................
Soenggoeh ta' sia-sialah kami akan tinggal se'oemoer hidoep dalam soeatoe lingkoengan, jang telah mendjadikan 'adat lembaga jang sedjati, tetapi dalam hal itoe telah kami peladjari dan selidiki poela kehampaan 'adat lembaga itoe, sehingga koeketahoei benar-benar jang ia ta' ada berisi. Sekarang itoelah sebabnja maka selaloe kami mendengar ratap tangis dan soeara poetoes-poetoes asa, jang keloear dari hati noerani kami: „Apa goenanja lembaga jang ta' berisi itoe?" Soeatoe lembaga patoetlah boeatannja sempoerna, tetapi jang teroetama sekali ialah isinja. Soenggoehpoen demikian adalah banjak jang lain jang baik pada bangsa Djawa. O, kami soeka benar bila njonja datang kepada kami, akan melihat kebagoesan jang terdapat pada bangsa kami. Djika saja melihat barang sesoeatoe kebagoesan jang sebenar-benamja kepoenjaan bangsa Djawa, selaloe saja berpikir: „Alangkah baiknja, bila njonja A. bersama-sama diam dengan kami. Tentoelah ia amat soeka melihat sekaliannja itoe, apalagi karena adalah orang disisinja, jang dapat menerangkan kepadanja barang sesoeatoe jang tidak dikenalnja itoe, jang dipandangnja barangkali hanja sebagai teka-teki dan benda jang gaib sadja. Ia tentoelah akan merasa kelazatan dan kamipoen akan berbesar hati dan menghormatinja, sebab ialah 122

orang jang mempoenjaï penglihatan benar oentoek segala benda jang bagoes dan molék."

Si Djawa ahli oekir, demikian namanja njonja seboetkan, sekarang telah poela mengoekir apa-apa jang bagoes, jaïtoe seboeah peti, penoeh dioekimja dengan tjeritera wajang, toetoep peti itoe diloear dan didalam serta keempat dindingnja dioekir dengan gambar-gambar wajang; dan lagi adalah poela seboeah kotak jang bergoena oentoek menjimpan barang perhiasan, itoepoen telah dihiasinja poela dengan oekir-oekiran. Peti itoe akan saja lapisi dengan soetera koening sebelah kedalamnja serta diberi bertepi pérak; jang akan memboeat itoe ialah anak Boemipoetera djoega. Peti itoe mestilah bagoes sekali hendaknja, karena akan digoenakan oentoek menjimpan porterét regén-regén tanah Djawa dan Madoera, jang akan dipersembahkan kepada Seri Baginda Maharadja Wilhelmina. Pikiran jang bagoes itoe keloearnja dari si pemesan kotak itoe, jaïtoe regén Garoet. Akan menghiasi kedoea barang itoe dipoelangkan orang kepadakoe, sa ja boléb mengeloearkan oeang seberapa sadja oentoek mengerdjakannja, asal peti dan kotak itoe boléh bagoes roepanja.


8 — 9 Augustus 1901 (VIII).

Sekarang saja lihat lagi ditepi laoet jang bagoes itoe, ja, boekan boeatan moléknja disinari oléh tjahaja boelan jang koe­ning seperti emas, sinar jang mana sekarang berdjoeta-djoeta kali pantjar-memantjar diatas ombak dan aloen dalam laoetan jang loeas. itoe, sehingga kelihatanlah roepanja sebagai oelar jang bertjahaja-tjahaja, jang dipaloet dengan emas dan pérak!

Dan saja dengar lagi desir daoen njioer jang sedang bergojang-gojang, dan melambai-lambai sebagai boeloe-boeloe pérak jang amat besar, ditioep oléh angin malam jang amat sedap terasa dipipi, dan desir lemah lemboet kedengaran ditelinga kami. Amat merdoe lagi boenji itoe karena ditjampoeri oléh boenji ombak dan gelombang jang gagah dan mand ja, memaloekan dirinja diatas pantai jang poetih dan berkilat-kilat itoe. Hal itoe sekaliannja ialah mimpi kebagoesan dan bahagia! Kami doedoek waktoe itoe adalah dikelilingi oléh laoetan mas dan pérak, dan ditoedoengi oléh langit berwania kilau-kilauan dan ditaboeri lagi oléh bintang jang sedang memantjarkan tjahajanja kian kemari, soenggoeh serasa kami doedoek dalam soerga doenia, dengan penghabisan kelazatan dan keriangan hati; bertambah-tambah lagi karena kami mendengarkan soeara jang merdoe jang mentjeriterakan kabar jang bagoes-bagoes dari negeri-

Mengukir kayu jepara 150.jpg

MENGOEKIR KAJOE DIKABOEPATÉN DJAPARA.

123

negeri asing, jang djaoeh, djaoeh dibalik laoetan, laoetan jang lébar dan bersinar-sinar dimoeka kami, ja'ni kabar tentang tempat toempah darahnja sendiri. ........................................................................................................................................

Masakan saja dapat meloepakan perdjalanan jang menggirangkan hati, ketika kami mengantarkan njonja pergi kesetasioen? Waktoe itoe sampai sekarang telah setahoen lamanja, tahoen jang penoeh dengan hidoep rahim dan ni'mat, tahoen pada waktoe saja sangat bersoeka raja, terkadang meratap dan menangis, dan berhati sedih, tahoen pada waktoe saja hidoep dalam sa'at jang lazat tjita, tetapi djoega berpoetoes asa dan berbimbang hati, sa'at ketjelakaan, kesiksaan dan berpenanggoengan jang mengangoeskan hati. Saja telah hidoep dalam setahoen ini lebih berharga dari pada doea poeloeh satoe tahoen jang soedah sama sekali bersama-sama! Soenggoehpoen demikian tiap-tiap hari dalam tahoen ini masih terang tergaris diotakkoe. Hanjalah menit-menitnja sadja jang telah saja loepakan, tetapi tidak 365 kali 24 djam! Sekarang hatikoe masih gembira, dan njawakoe masih bergojang, karena mengenal dan mengingatkan keberatan jang besar, jang telah mendatangi saja dalam hidoepkoe! Alangkah terangnja sekalian itoe, masih tertoelis rasanja dimentagikoe. Ja, sekalian jang saja lihat pada njonja, waktoe njonja disini, masih teringat oléhkoe. Njonja memakai pakaian jang kehidjau-hidjauan dengan molék dan sederhananja ............. Kamipoen berpakaian jang kehidjau-hidjauan djoega. Adalah seolah-olah telah dimoepakatkan lebih dahoeloe akan memakai pakaian jang berwarna hidjau, warna kesetiaan itoe!

Setia, ialah sepatah kata jang ketjil sadja, tetapi artinja boekan boeatan besarnja! Setia lebih besar artinja dari pada tjinta; setia kerap kali menagih kekoeatan jang amat besar. O, hati anak-anak moeda! hati jang berdebak-deboer, dibalik warna jang hidjau jang melindoenginja, moga-moga boléhlah hendaknja engkau koeat dan perkasa akan meninggikan arti warna jang toean pakai itoe selaloe waktoe, jaïtoe: „setia!"

Lihatlah disana adalah laloe koernia Allah sebagai seboeah kendaraan jang penoeh berisi dengan kiasan Allah jang tiada ternilai harganja; kendaraan itoe menempoeh djalan jang panas dan bertjahaja, melaloei djalan jang dipagari dengan kajoe jang rindang dan padang jang loeas jang berselimoetkan terang tjoeatja seperti mas. Koernia itoe ialah: „setia" namanja. 'Alam ini sama sekali ialah kegirangan dan tjahaja, telah mendjadi satoe dengan njawa kami, poen sedang hidoep dalam oedara keriangan dan soekatjita!

Patoetkah pertemoean jang sebaik itoe dengan lekas sadja

124

dipertjeraikan ? Ta' dapatkah pergaoelan itoe dilamakan beberapa hari lagi?

Waktoe njonja berangkat dari roemah kami, njonja berkata kepada kami: „Toean ta' tahoe betapa soeka hati kami lebih la­ma tinggal disini, lebih-lebih karena soeamikoe banjak lagi hen­dak memperkatakan apa-apa jang lain dengan bapak toean, tetapi soeamikoe sajang ta' dapat tinggal lebih lama, sebab waktoenja telah dihinggakan amat sedikit. Bila kami pandai memanterakan waktoe itoe tentoe boléhlah kami tinggal...............tjobalah djika sekiranja kami dapat membawa toean ke Betawi, itoelah jang sebaik-baiknja!" Kami menjahoet: „Kami mengoetjap terima kasih akan toean kedoea, karena toean telah datang kemari." Dengan tiada berkata sepatahpoen lagi njonja berdjabat tangan dengan saja, dan sajapoen ta' meiepaskan tangannia itoe.

,,Hati jang sederhana lekas mengerti soeatoe dengan jang lain," kata njonja kepada dirinja sendiri, tatkala dilihatnja moeloetkoe ta' sanggoep menjemboenjikan rahsia diam-diam, jang pada halnja tidaklah mendjadi rahasia lagi kepada njonja. „Amat beroentoenglah saja dapat berkenalan dengan meréka kedoea, dan mendapat kasih sajang dari padanja."

Waktoe itoelah sa'at jang berni'mat kepadakoe, sa'at ketika saja bersama-sama dengan meréka itoe! Saja maboek rasanja waktoe itoe karena kekajaan, maboek karena berbahagia dan saja merasa dirikoe seringan kapas, moedahlah dapat diemboeskan oléh angin laloe kelangit jang hidjau, kepada tjahaja jang gilang-gemilang!

Apakah artinja oentoeng bahagia, lain dari pada sa'at-sa'at jang bergirang hati, bersoeka raja, sehingga ta' sadarkan diri, girang hati, goendah goelana?..................sa'at-sa'at jang menjesakkan dada karena debar-deboer hati jang amat sangat, sehingga serasa melajanglah kami kelangit membawa kegirangan dan kesoekaan tiada berhingga-hingga itoe .................. sa'at-sa'at jang seperti kilat itoe tjepatnja, tetapi amat lama dan banjak mengandoeng kedermawanan pada hari kemoedian! Kasih sajang baroe dapat mendjadikan orang berbahagia, djikalau sekiranja si penerimanja sendiri adalah poela mempoenjaï kasih sajang itoe! ........................................................................................................................................

Penoempangpoen segeralah poela naik, karena keréta mesti berangkat. O, binatang boeas jang berteriak dan berboenji hiroek-pikoek, lambatkanlah dan koerangkanlah larimoe! Djangan engkau terlaloe lekas membawa kami sampai ketempat pertjeraian kami, ja'ni ditempat jang kemarin tempat kami berdjoempa. Adoeh! Si toekang menjalakan api ta' mendengar katakoe itoe, keréta teroes berlari seperti biasa, meskipoen didengarnja benar katakoe itoe, tentoelah ta' akan dipedoelikannja kehendak,

125

keinginan anak perempoean gila ini. Dengan sabar melantjarlah keréta itoe sebagai biasa diatas réi besi jang terbentang itoe; dan pada waktoe jang telah tertentoe keréta itoepoen masoeklah kesetasioen jang kami takoeti itoe. Dengan perkasa saja soeroetkan kembali gelemboeng, jang terbekang dikerongkongankoe, tanda hendak mentjoetjoerkan air mata. Saja gigitlah bibirkoe soepaja ia djangan menggigil. Dengan hal jang demikianlah saja berdiri dihadapan njonja, dan berdiam diri menéngok kepadanja. Dengan hati jang amat sedih, njonja me­megang tangankoe tegoeh-tegoeh, dan berkata dengan lemah lemboet. „Toean nanti akan hébat berdjoeang dalam peperangan, tangkaskan dan beranikanlah hatimoe dengan gembira, djangan poetoes asa, dan pertjajalah toean!"

Sekali lagi bersalam dengan tangannja jang haloes itoe, se­kali lagi ia memandang kami dengan matanja jang penoeh tjinta kasih sajang, dan njonjapoen berdirilah diberanda setasioen. „Marilah kita bersalam sekali lagi," katanja kepada kami sekalian dengan manisnja. „Lekas-lekas lontjéng telah berboenji! Wah, boenji lontjéng tjelaka itoe sangat menjakiti hati ketika itoe!

Kerétapoen bergeraklah, moela-moela lambat, kemoedian bertambah-tambah tjepat.

Dari atas keréta njonja melambai-lambaikan sapoetangannja dan toean topinja. Kerétapoen dalam itoe selaloe mempertjepat perdjalanannja. Sekarang meréka itoe telah lenjaplah, soedah hilanglah, amat djaoeh dari kami. Meréka itoe jang kemarin dahoeloe sedikitpoen beloem kami kenal, tahoe-tahoe sekarang meréka itoe telah mendjadi sebahagian dari hati djantoengkoe, jang ta' dapat dipisahkan dari hidoepkoe.

O, hidoep, hidoep jang penoeh dengan teka-teki, bilakah engkau akan memboekakan segala rahasiamoe kepada kami?

Siapakah jang dapat mengangkat tirai jang tiada bernjawa dan berbadan itoe dari kami ini? Siapakah jang dapat menerangkan kepada kami akan ke'adjaiban jang besar dan bagoes jang tersemboenji dalam manoesia itoe, jaïtoe ke'adjaiban jang bernama njawa itoe? Siapa dapat menjoeloehi benda jang gelap jang diseboetkan persaudaraan njawa jang amat 'adjaib itoe, karena semata-mata hidoep meréka masing-masing tidak pernah kenal-mengenal, dan kemoedian tahoe-tahoe dengan sepatah kata dan sekedjap mata sadja boléh mendjadi soeatoe persahabatan jang amat koekoeh, jang mempertalikan meréka itoe dengan sekoeat-koeatnja?

126

10 Augustus 1901 (IV).

Ma'afkanlah saja dahoeloe karena baroe sekaranglah saja mendjawab tentang kiriman doea boeah porterét toean, akan djadi anoegerah toean oentoek kami. Anoegerah itoe sangat membesarkan hati kami, dan amat tinggi harganja kepada kami. Atas pemberian itoe kami pohonkan banjak terima kasih kepada toean.

Apakah jang ta' timboel dalam kenang-kenangankoe, tatkala saja melihat porterét toean itoe. Kerap kali djika saja bermoeram doerdja dan bersoesah hati dan poetoes asa, karena melihat bermatjam-matjam ketjelakaan, ketjelakaan jang ta' koeasa saja menentangnja, serta melihat sekian banjaknja kelaliman dan sekian banjaknja orang jang ta' menaroeh iba-kasihan, maka hatikoe segera mendjadi senang, djika ingatankoe melajang kepada sahabat kami jang djaoeh itoe. Saja sekarang boléh me nam ai toean sahabat kami, boekan? Sahabat jang bertani memboeang dirinja dari doenia kesendirian, karena kasihnja jang sedjati kepada sesamanja manoesia, dan gagah menempatkan dirinja dihoetan rimba, ditengah-tengah bangsa jang biadab, memberi dan mengadjar meréka itoe arti kata kasih. ka­sih jang dirasaïnja soenggoeh-soenggoeh dalam hati sanoebarinja.

Oléh karena hal itoe maka kami bersoekatjita mendapat kedoea porterét toean itoe. Melihat porterét itoe menarik ha­tikoe mengenang-ngenangkan toean, orang jang kami moeliakan, hormati dan soekaï benar.

Apa chabar toean kedoea sekarang? Saja harap soenggoeh-soenggoeh, jang toean kedoea seperti kamilah hendaknja, kami adalah didalam séhat wa'l'afiat. Saja sangat meminta soekoer atas hal itoe kepada Allah, lebih-lebih lagi karena dimana-mana sadja sekarang adalah penjakit. Ta' adalah tempat sekarang, jang tiada digoda oléh sesoeatoe penjakit, kebanjakan penjakit demam.

Dekat negeri kami, dikota Semarang, telah berdjangkit poela penjakit koléra, ja'ni penjakit jang amat ganas, jang telah banjak sekali memoesnahkan njawa pendoedoek kota Betawi dan Soerabaja.

Beroentoenglah jang di Semarang penjakit itoe hanjalan sadja satoe2 jang dihinggapinja; tetapi koléra itoe roepan ja soeatoe penjakit jang seboeas-boeasnja, karena hampir ta adalah orang jang kena penjakit itoe jang semboeh kembali. Lain dan pada penjakit koléra itoe, ialah penjakit demam kepialoe pe­njakit jang djahanam sekali jang ditanggoeng oleh pendoedoek beberapa negeri ditanah Djawa; penjakit itoe asalnja karena:.,,ta' tjoekoep makan." Kami berharap soepaja Allah akan men-

127

djaoehkan dari tanah kami segala soeatoe bahaja jang sangat kesengsaraan dan ketjelakaannja dan jang tjakap memoesnah kan seboeah negeri, jaïtoe jang bernama: bahaja kelaparan.

Hampir ta' dapat dipertjajai, bahwa ditanah Djawa, tanah jang ma'moer dan soeboer, boléh ditanami dengan bermatjam matjam toemboeh-toemboehan, disana boléh kedjadian kekoerangan makanan. Hal itoe sesoenggoehnja amat menjedihkan hati, kasihan! Bahaja jang sedemikian dengan hébat telah kedjadian di Poerwodadi, dan beloem selang berapa hari ini saja telah membatja dalam soerat kabar, jang membesarkan hati, bahwa Pemerintah telah mengeloearkan wang tiga ratoes lima poeloeh riboe roepiah banjaknja, oentoek pembeli sapi-sapi pembadjak akan dipakai di Poerwodadi dan Demak. Demak ialah seboeah negeri jang dibawah pemerintahan pamankoe, regén Demak. Tiap-tiap tahoen anak negeri amat takoet melihat kedatangan moesim hoedjan disana, sebab moesim itoe selaloe menenggelamkan negeri itoe. Ta' tahoelah saja telah beberapa riboe mas, jang telah dikeloearkan oleh Pemerintah oentoek belandja perkakas penahan air, tetapi soenggoehpoen demikian tiap-tiap moesim hoedjan selaloelah disana ada bandjir besar. Bagaimana djoega besarnja ketjelakaan itoe disini, tetapi orang disini masih beroentoeng, djikalau dibandingkan dengan saudarah-saudara kami jang miskin, laki-laki dan perempoean jang diam ditanah Eropah jang djaoeh itoe, jang telah biasa menanggoeng kelaparan dan kedinginan dalam moesim dingin. Padakoe disini ada seboeah kitab toean Fielding jang baroe saja terima dari negeri Belanda. Kitab itoe meriwajatkan hal ihwal agama Boedha, dan menoeroet pemberi tahoean jang telah saja batja dalam beberapa soerat-soerat kabar, kitab itoe amat bagoes. Kitab itoe diterdjemahkan dari bahasa Inggeris kedalam bahasa Belanda, oléh toean Felix van Ort, djoeroe kabar dari soerat kabar ,,Waarheid en Vrede" (Kebenaran dan Damai). Tentoe toean telah mengenal pengarang itoe. Ia seorang jang mempoenjaï banjak tjita-tjita jang hendak mengembangkan kejakinan pikirannja oentoek,,mengalahkan kedjahatan dengan kesajangan." Hal itoe amat bagoes dalam kenang-kenangan, tetapi dalam hidoep bersama-sama amat soekar melakoekannja. Kami amat menjoekaï hal itoe, dan kamipoen telah membatja djoega kitabnja jang bernama: ,,Naar het groote Licht" (Pergi ketjahaja jang besar). Kitab itoe isinja mengoeraikan berma tjam-matjam pertanjaan, jang biasa bertemoe tiap-tiap hari dalam hidoep hari-hari.

Telah hampir setahoen lamanja, sesoedah kita berdjoempa di Dépok. Tatkala itoe ta' adalah pikiran kami sedikit djoega, jang perkenalan kita disana akan meriangkan hati sebagai sekarang ini. Hingga ini masih teringat kepadakoe, toean datang berdiri dekat keréta api, dan bertanjakan, kalau-kalau ,,regén Djapara datang poela bersama-sama." Ta' dapat saja memikirkannja, bahwa hal itoe telah kedjadian pada tahoen jang laloe. bagikoe rasanja seakan-akan baroe kemarin. Alangkah lekasnja terbang waktoe itoe!

Dari pada njonja A. saja baroe sebentar ini mendapat sepoe tjoek soerat; njonja dan toean kedoeanja sekarang tidaklah begitoe séhat..............................

Tiap-tiap hari, waktoe kami tinggal di Betawi itoe, sekaliannja hari soeka raja bagi kami! Kami sahabat-sahabat toean gadis-gadis Djawa ini, sangat tama' kepada persahabatan, kesajangan dan kesoekaan itoe. Ketiga perkara itoe ta' pernah membosankan meréka itoe. Sekaliannja itoe didapatinja diroemah toean amat banjak! Kemarin doeloe tjoekoeplah setahoen lamanja, jang Toehan rabboe'l'izati mendatangkan soeka raja itoe sehari-hari kepada kami, dan sedjak itoe ta' dapatlah kenang-kenangan kami, kami tjeraikan dari hidoep kami lagi. Pada hari tahoen perkenalan kami itoe, kami rajakanlah di Klein Scheveningen, ditepi pantai kami jang amat tjantik; tempat itoe amat kami kasihi, karena disitoelah kami dapat memandang sekalian jang bagoes-bagoes dalam doenia hidoep kami.

Laoetpoen waktoe itoe amat bagoes, amat tenang, hening dan permai serta disinari oléh beberapa djenis warna jang di manterakan oléh matahari akan terbenam! Adalah roepanja seolah-olah orang melihat seboeah karang moetiara jang amat besar sekali. Disebelah barat langit warnanja amat menjala sebagai matahari sedang terbakar roepanja. Dipihak selatan tempat pertemoean langit dan laoet warnanja keoengoe-oengoean. Waktoe itoe betapalah poela énaknja melihat warna hidjau toea jang bagoes dan molék diatas kepala kami, sesoedah memandangi segala jang bersinar-sinar jang meraboenkan mata itoe! Ditengah-tengah sekalian kebagoesan itoe doedoeklah kami di pantai poetih jang soetji itoe dengan kaki kami terdjoentai ke dalam air, dan hidoeplah kami rasanja dengan hidoep jang penoeh dengan mimpi jang berbahagia!

Toean tentoelah berpikir, alangkah gilanja anak-anak itoe! Ja, moeda dan kegila-gilaan, remadja dan 'asjik, selamanja diatas sedjalan dan sepasang! Kami berharap sangat jang kami selaloe boléh bergila-gila sebagai itoe, dan ta' pernah mendjadi 'arif dan bidjaksana, jang akan mendjadikan kami dan kakoe! Kami gementar melihat si pendiam dan si kakoe itoe, tetapi lebih baik kakoe dan pendiam dari pada ke palang kakoe!

Sajang dan berdoekatjitalah kami jang kami sampai sekarang beloem dapat mengoendjoengi sahabat kami, njonja dan toean Ovink di Djombang. Kami sama-sama beringin hendak bertemoe, tetapi atjapkali djika kami hendak pergi kesitoe selaloe ada alangannja. Djikalau kami datang kesitoe, pestilah kami akan pergi ke Modjowarno, jaïtoe tempat jang telah banjak kami dengar tjeriteranja. Njonja Ovink mentjeriterakan kepadi kami sekalian kebaikan njonja dan toean Bervoets, jang dimoeliakannja tinggi. Pamanku regén dengan Demak dengan anak isterinja telah pergi poela ke Modjowarna, meréka sangat mengharoemkan keadaan disitoe. Djika sekiranja toean nanti hendak menggirangkankoe dengan sepoetjoek soerat, baiklah toean banjak² mentjeriterakan hal keadaan toean sendiri, kerdja toean dan meréka itoe, jang hidoep bersama-sama dengan toean kedoea disitoe; karena sekalian itoe soeatoe kelazatan jang amat sangat kepadakoe hendak mendengarnja. Alangkah lamanja didjalan soerat jang dikirim dari Gorontalo maka sampai ke Djawa! Hampir sama lama perdjalanan soerat itoe dengan soerat jang dikirim kenegeri Belanda. Dalam boelan Juli jang baroe laloe berkoempoellah kami sekalian sanak saudara, ipar bésan anak joetjoe, ja, segala kaoem keloearga kami. O, sekaliannja katakoe tidak benar, adalah lagi seboeah tempat, jang tinggal kosong dalam perkoempoelan itoe, jaïtoe tempat kakakkoe jang tertjinta ditanah Belanda. Senang hati melihat wadjah sekalian meréka itoe bersama-sama, tetapi rawam poela hati kami mengenangkan, jang kakak jang ditjinta itoe ta' hadir déwasa itoe. Kakandakoe itoe seorang jang baik hati, kami sekalian soeka dan sajang kepadanja. Pastilah soeatoe kenang-kenangan jang merawankan hati bagi orang² toea, bahwa sekalian anak-anaknja, kasih sajangnja, darah dagingnja sendiri, pada soeatoe ketika nanti mestilah akan meninggalkannja dan tidaklah lagi mendjadi hak miliknja, karena masing-masing perloe pergi menoeroet oentoeng nasibnja sendiri-sendiri.

19 Augustus 1901 (V).

Toean tentoe akan berpikir bahasa lakoe ta' baik, karena berdiam diri sekian lama, dan tidak hendak membalas soerat toean jang merdoe itoe, apalagi ta' maoe mengindahkan panggilan toean serta tidak memberi kabar tentang kiriman porterét toean jang bagoes itoe, jang amat menggirangkan hatikoe. Berdiam diri itoe boekanlah sekali-kali disebabkan oléh karena saja segan, tetapi karena Kartini jang mempoenjaï kesehatan sebaik itoe, telah memboeat dirinja poera² sakit oentoek pertoekaran hidoep. Karena ia beringi hendak memandjakan sebagai orang sakit, sebab itoela menoeroet pikirankoe, ta' apalah sakit-sakit sedikit dilebih-lebihi menanggoengkannja. Kalau sekiranja

130

ta' ada mata dari belakang, jang saja takoeti, jang melihat saja menoelis dan membatja soerat itoe, soenggoeh amat banjak jang akan saja toeliskan. Wah betapalah marah adik-adikkoe kepa- dakoe, bila maksoed itoe saja sampaikan! Adik-adikkoe mémang pandai poela memarahi orang, hal itoe boléhlah saja sahkan kepada toean! Tetapi apakah jang saja boeat sekarang, hendak mentjeriterakan keboeroekan adik-adikkoe jang koetjinta, itoe ta' baik!

........................................................................................................................................

Ta' ada jang moestahil didoenia ini! Apa-apa jang kita teriak- kan moestahil pada hari ini, bésoknja telah kedjadian. Dalam doenia bangsa Boemipoetera telah ada gerakan, jang bermaksoed hendak „madjoe.” Gerakan itoe telah beroerat dalam kenang- kenangan, dan mémanglah menggembirakan hati. Tetapi sajang gerakan itoe maoe bertoemboek dengan bidji mata bangsa Djawa, ja‘ni ‘adatnja jang telah toea itoe. Akan memperoléh kemadjoean itoe mestilah lebih dahoeloe banjak peperangan de- ngan diri sendiri, dan peperangan jang lain-lain, jang haroes di- lakoekan oentoek mengalahkan bermatjam-matjam boeah pikir- an dan ‘adat-‘adat lama jang tiada berpadanan dengan kema­- djoean, jang patoet dikoeboerkan dengan sedalam-dalamnja, soepaja ta' pernah lagi bangoen kembali.

*
* *

Augustus 1901 (VII).


Saja sangat jakin, bahwa dari perempoean boléhlah timboel kekoeasaan besar jang bergoena oentoek hidoep bersama-sama, karena itoelah maka ta' ada keinginankoe jang lain dari pada beladjar oentoek mendjadi goeroe perempoean, soepaja saja nanti sanggoep mempergoenakan dirikoe mendidik anak-anak perempoean kepala-kepala negeri. O, amat sangat keinginankoe, soepaja saja tjakap membimbing hati anak-anak, memperbaiki tingkah lakoe, menadjamkan otaknja jang masih moeda itoe, mendjadikan meréka itoe oentoek perempoean jang akan diha- rap, perempoean jang kelak pandai menanam dan mengem- bangkan segala bidji jang baik dalam hidoep meréka itoe.

Oentoek perempoean-perempoean sendiri, kamipoen sangat beringinkan pengadjaran dan pendidikan itoe, baginja tentoelah soeatoe berkat dan rahmat jang ta' ternilai harganja.

Dalam doenia perempoean bangsa Djawa banjak benar hal- hal jang menjoesahkan hati, dan amat banjak poela penang- goengan jang sedih-sedih. Djalan toenggal jang terboeka oen-­ toek anak-anak perempoean bangsa Djawa, lebih-lebih bagi anak-anak perempoean bangsawan ialah: „kawin”.

131

Adakah diboeat oléh kebisaan 'adat perkawinan itoe sekarang, jang asalnja moela-moela perintah Allah, soeatoe roe koen jang oedjoetnja akan meninggikan daradjat perempoean? Kawin, jang seharoesnja mendjadi soeatoe daradjat jang moelia, sekarang telah mendjadi soeatoe kerdja jang biasa sadja! O, dengan perdjandjian jang menghinakan dan merendahkan ke hormatan kemanoesiaan, wadjiblah perempoean Djawa maoe ta' maoe melakoekan kedja itoe. Atas paksaan bapak, paman, atau kakak laki-laki, wadjiblah si gadis boeta toeli menoeroetkan seo- rang laki-laki asing ja'ni laki-laki, jang kerap kalitelah mem- poenjaï anak dan isteri ditempat lain. Pikiran si gadis itoe tidak- lah ditanjanja-tanja, kewadjibannja hanjalah menoeroet perintah sadja. Waktoe perkawinan itoe si gadis ta' perloe, demikian djoega kaboelnja tidak perloe diminta.

Djaoeh dan dekat kami ketahoei penanggoengan jang seng- sara, jang disebabkan oléh roekoen Islam, jang amat memoe- dahkan kewadjiban si laki-laki, tetapi sangat menjedihkan dan mentjelakakan si perempoean! Perempoean-perempoean telah diboeat sedemikian dan hal itoe ta' dirasanja, kata orang jang segala „tahoe.” Kalau hal itoe tiada setoedjoé dengan pi- kirannja, mengapa ia membiarkan hal jang sedemikian itoe?

Biarlah saja ini seorang anak bangsa Djawa jang dibesarkan dalam pangkoean bangsa itoe, dan selaMa hidupkoe tinggal didoenia bangsa Djawa, berani menjatakan kepada toean, bahasa perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera ada berhati ma- noesia djoega, hati jang dapat merasa dan menanggoengkan, seperti hati perempoean jang berboedi pekerti dinegeri toean. Tetapi disini hal itoe tinggal ditanggoengkan sadja oléh pe-­ rempoean-perempoean dengan diam-diam, berserah diri ta' koeasa dan ta' koeat sekali-kali, karena meréka itoe ta' ada berkepandaian dan berpengetahoean.

Dalam hikajat nabi adalah ditjeriterakan begini: Soeami Fa­ timah pergi kawin sekali lagi, waktoe itoe Fatimah ditaniaï oléh nabi Moehammad, bagaimanakah perasaannja, karena soe- aminja beristeri seorang lagi. Fatimah mendjawab: „Ta' ada apa-apa bapak, sekali-kali ta' adalah apa-apa perasaankoe.” Waktoe ia berkata itoe Fatimah sedang bersandar pada seba- tang pohon pisang yang moela-moelanja berdaoen segar dan soeboer, tiba-tiba daoen pisang itoe mendjadi lajoe dan pohon- nja tempat ia bersandar itoe mendjadi angoes.

Sekali lagi nabi bertanja akan perasaan Fatimah. Fatimah- poen mendjawab lagi: „Ta' ada apa-apa, bapak, sekali-kali ta' apa-apa perasaankoe!” Nabi laloe memberi Fatimah sebidji teloei mentah, dan dimmtanja meletakkan teloer pada dada Fatimah. Kemoedian nabi meminta teloer itoe kembali serta dipetjahnja dan dilihatnja waktoe itoe teloer itoe telah masak! 132

Semendjak itoe hati perempoean-perempoean sebelah timoer tiadalah beroebah-oebah. Hikajat jang diatas ini menerangkan djoega kepada kita betapa pikiran kebanjakan perempoean, tentang hak si laki-laki jang amat bengis itoe.

Banjak perempoean-perempoean memandang, bahwa mendjadi soeatoe kehormatanlah kepadanja, pandai menjabarkan diri dengan tiada mengoebah air moeka, bila doedoek berdekatan dengan isteri-isteri soeaminja jang lain, tetapi djanganlah ditanja apa jang tersemboenji dan teroekir-oekir dalam dadanja jang terloepoet sama sekali dari pada mata orang banjak, ialah: hati perempoean jang sangat disakiti, dan njawa sebagai njawa kanak-kanak jang ta' patoet berpenanggoengan dan kena siksa hidoep-hidoep.

Sekali lagi saja berkata, bahwa amat banjak penanggoengan jang ditanggoeng dengan kesedihan dan dahsjat dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera jang membawa meréka melarat. Penanggoengan meréka itoe jang saja pandang ketika saja masih ketjil itoelah jang moela², jang menerbitkan dan membangoenkan keinginankoe hendak memerangi kebiasaan hina itoe, jang roepanja terpandang 'adil, karena telah beroerat berakar dari doeloe kala. Oesaha kami adalah doea maksoednja, pertama akan bekerdja bersama-sama oentoek meninggikan daradjat bangsa kami dan menebas djalan oentoek saudara-saudara kami jang perempoean kepadang keadaan jang lebih bagoes, keadaan hak kemanoesiaan.

Kepada toean sekalian jang menaroeh kasih dan tjinta bagi tanah Djawa dan kepada pendoedoeknja, anak Djawa, kami pohonkan permintaan jang amat sangat: „Tolonglah kami menjampaikan tjita-tjita kami, kaoem perempoean.”

Berilah perempoean-perempoean pendidikan, boekakan hati dan pikirannja; dan toean sekalian jang mendjadi sahabat tanah Djawa, tentoelah toean akan mendapat penolong-penolong jang tangkas dalam pekerdjaan toean jang berat, bagoes dan moelia itoe, ja'ni: kesopanan, pengetahoean dan daradjat jang tinggi dari soeatoe bangsa!

Adjarlah meréka sesoeatoe kepandaian, soepaja meréka itoe ta' lama lagi tinggal mendjadi barang rampasan, ta' ada berdaja, bila orang jang melindoenginja, berkehendak akan mengawinkannja. Perkawinan itoe kalau sekiranja ia beranak, akan menghamboerkan dia dan anak-anaknja itoe kedalam loerah ketjelakaan itoe. Kami telah banjak melihat kemelaratan dalam doenia perkawinan bangsa Djawa, hal itoe ialah disebabkan oléh kare­na hak laki-laki orang Islam jang sangat bengis itoe. Doeka hati perempoean dalam perkawinan jang demikian dan kemelaratan anak-anak jang toemboeh sebab perkawinan jang demikian,

133

membakar hati kami, dan djalan itoe mentjamboek kami akan melawani hal keadaan itoe!

Hanja seboeah sadja djalan tempat kami lari akan melepaskan diri dari pada hidoep jang sedemikian, jaïtoe si gadis itoe wadjib sanggoep berperang mentjari penghidoepan sendiri.

Beloem seorang djoega perempoean jang memboeat sedemikian, ataupoen jang berani memboeat sedemikian! Karena maloe besar, bila anak gadis tidak dikawinkan, demikianpoen djika seorang perempoean tinggal tidak bersoeami.

Tjita-tjita kami ialah apabila kami ada berkepandaian jang tjoekoep boléh mengadakan seboeah sekolah oentoek anak-anak gadis kepala-kepala negeri, maka disekolah itoe akan kami adjarkan lain dari pada pengetahoean biasa jang bergoena oentoek hidoep setiap hari, ialah 'ilmoe kesopanan, jang meninggikan pikiran dan menjoetjikan hati.

Dapatkah akan terdiri seboeah sekolah jang sedemikian? Kami berani mengatakan „boléh”. Meskipoen kebanjakan kepala-kepala negeri jang telah mengirim anak-anak gadisnja sekarang pergi beladjar kesekolah, hanjalah oentoek pemoedjikan dirinja sadja, karena meréka ta' maoe kalah oléh kawan sedjawatnja jang lain, dan sekali-kali boekanlah sebab ia insaf akan goena peladjaran perempoean-perempoean oentoek si poenja diri sendiri dan orang sekaliannja; tetapi hal itoe tiadalah kiranja mendatangkan keroegian bagi doenia perempoean, karena makin lama makin banjak poela kepala-kepala negeri dan orang besar-besar jang betoel-betoel berkehendak akan pendidikan jang bébas oentoek anak-anak gadisnja. Sekolah-sekolah Goebernemén dan partikoelir dapat menjatakan kebenaran perkataan jang diatas ini. Sedangkan Soesoehoenan Solo telah mengi­rim anak-anak gadisnja kesekolah. Ditanah Priangan jang soeka madjoe itoe, jaïtoe ditempat anak-anak perempoean sekarang soedah mendjadi kebiasaan pergi bersekolah, telah diboeka orang lagi seboeah sekolah partikoelir oentoek anak-anak pe­rempoean bangsawan, jang dibantoe oléh Pemerintah. Disitoelah anak-anak gadis regén-regén bersekolah beramai-ramai, terpisah dari roemah orang toea meréka itoe.

Banjak orang toea-toea jang soeka sekali hendak menjoeroeh anak-anak gadisnja beladjar kesekolah, tetapi tidak membiar menjampaikan maksoed itoe, karena meréka itoe ta' senang hatinja mengirim anak-anak perempoeannja kesekolah, jang dalamnja anak-anak perempoean beladjar bersama-sama sadja dengan anak-anak laki-laki.

Akan menggadji seorang goeroe perempoean Belanda datang keroemah terlampau mahal oentoek orang kebanjakan, dan hanjalah satoe-satoe orang sadja jang sanggoep melakoekan pekerdjaan jang semahal itoe; soenggoehpoen demikian adalah

134

seorang wedana, tidak „terpeladjar" dan tidak kaja, telah berani menggadji seorang goeroe perempoean Belanda oentoek mengadjar tjoetjoenja jang perempoean dalam roemahnja.

Doeloe adalah seorang iboe jang moeda jang telah menjoeroeh soeaminja berdjandji, waktoe ia sedang sakit keras dan hendak meninggalkan doenia, bahwa bila si soeami berpangkat jang lebih tinggi kelak, si soeami akan menjampaikan tjita-tjita si isteri, ja'ni: „Akan menjerahkan anaknja perempoean pergi kesekolah Belanda."

Kami telah beberapa kali memperkatakan perkara itoe dan tjita-tjita oentoek perempoean-perempoean jang boléh tegak sendiri, dan jang sanggoep mentjari penghidoepan sendiri, dengan isteri kepala-kepala negeri. Sekaliannja itoe mempertegoeh pengharapan dan kepertjajaan kami, bahwa akan menjampaikan tjita-tjita itoe; pokoknja, hanjalah melangkahkan langkah jang pertama, artinja wadjiblah ada hendaknja soeatoe tjontoh jang bermoela sekali dahoeloe dan apabila hal itoe roepanja betoel-betoel bergoena entoek hidoep bersama-sama dan dapat disesoeaikan dengan hal jang lain-lain, pastilah keadaan itoe akan ditoeroeti oléh orang lain.

Tentoe adalah anak-anak gadis lain jang berpikir dan merasa seperti kami, dan jang soeita djoega mematah dan memoesnahkan rantai dan belenggoe jang menegoehkan 'adat, jang mengikat perempoean-perempoean orang Islam. Meréka itoepoen sekaliannja sedang berhenti poela sekarang dimoeka pintoe: „Beloem ada lagi perempoean jang memboeat sedemikian?"

Sebab itoe mestilah ada satoe tjontoh jang pertama!

Sekarang adalah seorang kepala negeri jang telah memohonkan permintaan kepada Directeur v. O. E. en N., soepaja anaknja jang perempoean boléh diterima disekolah dokter. Bapa dan anak jang berbahagia! Si anak itoe tentoelah akan mendjadi soeatoe kebadjikan besar nanti oentoek tan ah airnja. Saja harap, jang si anak itoe akan menjampaikan maksoednja dengan soenggoeh-soenggoeh!

Adikkoe Roekmini, soeka benar gambar-menggambar; tjitatjitanja jang besar, ialah hendak memasoeki sekolah tinggi menggambar, soepaja dapat ia mempergoenakan dirinia kelak, boeat menghidoepkan kembali segala kepandaian anak Boemipoetera. Boekankah kepandaian anak negeri itoe soeatoe djalan poela pergi kepadang kemadjoean dan keselamatan anak negeri?

Djikalau sekiranja disekoiah tinggi menggambar itoe ia tidak doedoek pada tempatnja, artinja ta' tjoekoep ketjakapannja oentoek beladjar disana, ia akan pergi beladjar kesekolah mengoeroes roemah-tangga, soepaja nanti ia dapat mengadjarkan harga wang kepada anak-anak gadis jang akan mendjadi perem­poean, ja'ni soeatoe peladjaran jang sangat bergoena sekali

135

oentoek doenia bangsa Boemipoetera. Sedangkan Pemerintah telah bermaksoed hendak mengadjar pegawai-pegawai Boemipoe­tera berhémat. Tetapi apakah paédahnja Pemerintah memaksa si laki-laki menjimpan wang, kalau isterinja, orang jang meme­gang oeroesan roemah-tangga, ta' tahoe akan harga wang itoe?

Adikkoe dan saja akan bekerdja bersama-sama.

Jang kami soekaï lagi, soepaja dalam sekolah jang kami kehendaki itoe diadjarkan poela: pengadjaran keséhatan dan penjakit, dan kepandaian paloet-memaloet orang loeka!

Pengetahoean itoe soeatoe pengetahoean jang lajak kepada kami dan sangat bergoena dalam hidoep bersama-sama. Tiaptiap orang lambat laoennja mestilah akan melajani orang sakit, dan mémanglah mendjadi soeatoe kesedihan kepada kita melihat kekasih kita menanggoeng kesakitan, sedang kita dalam hal itoe ta' tahoe bagaimana ichtiar akan meringankan kesakitan itoe. Pengadjaran tentang keséhatan, penjakit dan paloet-mema­loet orang loeka, itoelah pengadjaran jang wadjib dimasoekkan kedalam bahagian pendidikan. Berapa banjak ketjelakaan jang tidak akan terdjadi, atau banjak jang boléh dikoerangi kesakitannja, djikalau sekiranja dari dahoeloe-dahoeloe orang telah mengadjarkan pengetahoean jang bergoena itoe kepada laki-laki atau perempoean-perempoean jang maoe mempeladjarinja.

Kami sekali-kali tidak bermaksoed akan mendjadikan bangsa Djawa bangsa Djawa-Eropah oléh karena meréka diberi pen­didikan jang bébas; tjita-tjita kami hanjalah hendak memberi meréka itoe barang jang bagoes, jang asalnja dari bangsabangsa lain, akan penambah sipat-sipat jang bagoes, jang ada pada meréka sendiri, dan boekanlah poela akan penghalau sipat-sipat meréka jang telah lazim, tetapi teroetama akan memperbaiki sipat-sipat jang ada itoe! ........................................................................................................................................

Alangkah besar soekatjitakoe membatja permoelaan kata toean dalam karangan toean jang bernama „Land en Volk van Java" (Tanah dan bangsa Djawa).

Hal itoe sangat meriang dlan membesarkan hatikoe, tatkala saja membatja kata-kata jang gembira, jang mengoeraikan dan memaparkan kebagoesan tanah airkoe dan............dan memboekakan goetji wasiat jang berisi dengan keboeroekannja. Perasaan jang berbahagia lagi berkoeasa kerap kali baroe dapat menghiboerkan kami, apabila kami ada diloear, dipadang jang loeas dan bébas, koernia Allah.

Terdjaoeh, djaoeh dari toetoer kata orang banjak jang doengoe dan bebal. Berhati dan berpikiran sendiri dalam oedara jang sedap, dibawah langit jang hidjau, dekat laoetan jang lébar dihadapan kami, dan dibelakang kami daoen njioer jang me-

136

lambai-lambai. O, disitoelah perasaan kami jarig berbahagia berlipat ganda!

Kerap kali terbit dalam pikirankoe jang sangat loba: „Ja Allah, biarkanlah saja sendiri hidoep dalam oedara jang soetji, djaoeh dari rioeh dan rendah, djaoeh dari berdjenis-djenis perkara, hanja sendiri sadja dengan 'alam dan kalboekoe! Itoelah loba, sebenar-benarnja loba! Salah sekali, sebab kemaoean jang demikian boekanlah maksoed hidoep kami, kami wadjib hidoep bersama-sama dan bertolong-tolongan dengan sesama manoesia jang lain. Memperbagoes hidoep, itoelah hadjat kami sebenarnja.

Tetapi sekarang saja telah terlaloe lama menggoda toean, toean tentoe adalah bekerdja jang lain, jang lebih bergoena dari pada mendengarkan pertjakapan seorang gadis Djawa, jang bersedih hati berlebih-lebihan.

4 September 1901 (VIII).

O, kami ta' dapat, kami ta' maoe pertjaja, bahwa hidoep kami akan berpenghabisan jang biasa dan soesah seperti hidoep beriboe-riboe orang jang lain jang dahoeloe dan jang kemoedian dari pada kami. Tetapi kadang-kadang roepan ja sebagai barang jang moestahil! Kadang-kadang maksoed jang kami tjintaï benar-benar itoe roepan ja seakan-akan sampai, dan tiba-tiba boe­kan boeatan djaoeh antaranja dari kami.

Sekali-sekali adalah hati manoesia jang sedang diajoen dan diempaskan kian kemari oléh sjak dan waham, bertanja: „O, Allah, apakah artinja kewadjiban?"

Mengoerbankan diri bernama kewadjiban, dan memenangkan diri bernama djoega kewadjiban. Boekankah moestahil doea perkara jang mémang berlawanan, kedoeanja sama-sama ber­nama dan berarti kewadjiban?

„Teroes", teriak soeatoe soeara jang njaring dalam hatikoe „Teroeslah perangi kehendak dan keinginan toean, karena menoeroet kemaoean meréka jang toean tjinta dan sajangi, dan karena meréka jang mentjinta dan menjajangi toean, sebab peperangan toean jang seperti itoe memoeliakan kemanoesiaan. Teroeslah!"

Kemoedian berboenji poela soeatoe soeara jang lain, sama-sama koeat dan keras: „Pergilah bekerdja oentoek menjampaikan tjita-tjita toean, bekerdjalah oentoek waktoe jang akan datang, bekerdjalah oentoek keselamatan beriboe-riboe hamba Allah, jang telah boengkoek dliimpit oléh bermatjam-matjam oendang jang ta' 'adil dan oléh pengertian jang lantjoeng ten-

137

tang boeroek dan baik, pergilah , pergilah, tanggoengkan dan berperanglah, ja, bekerdjalah soenggoeh-soenggoeh oentoek keselamatan jang kekal!" Kewadjiban manakah jang tertinggi? Kewadjiban jang pertama atau jang achir?

Kelobaan selaloe saja pandang sebagai kedjahatan jang sekedji-kedjinja, jang terdapat didoenia ini, dan jang saja bentjii benar, demikian poela bersipat tidak terima kasih. Dan hal jang lain jaïtoe tjita-tjita kami, telah mendjadi satoelah dengan hidoep kami. Kami ta' dapat hidoep dengan ta' ada bertjita-tjita, dan kamipoen ta' dapat poela hidoep dengan ketiadaan tjinta kasih sajang dari meréka jang kami tjinta dan sajangi itoe.

Bilangan meréka tidaklah banjak, jang sebenar-benarnja mengerti dan ma'loem soeatoe dengan jang lain, sebagai bapakoe mengerti dan ma'loem kepadakoe, biarpoen meréka itoe berhoeboeng sedekat-dekatnja, karena sedarah dan sedaging. Amat banjak kesesoeaian dan kesamaan sipat-sipat dan kemaoean ka­mi berdoea, dalam segala hal kami soeka-menjoekaï dan sajangmenjajangi, dan hanjalah dalam soeatoe hal sadja kami ta' da­pat sesoeai. O, mengapa maka sedemikian, dan apakah sebabnja itoe? 'Agaknja benarkah seperti kata orang, bahasa didalam 'alam jang loeas dan lébar ini ta' adalah didapat doea boeah benda jang seroepa benar², dan ta' adalah poela doea orang manoesia jang semata-mata sama sipatnja? O, bapakkoe jang tertjinta, kita kedoea sama-sama mengetahoei betapa kita timbal balik kasih-mengasihi, kami tahoe benar-benar, bahasa djalan jang telah dipilih oléh anak-anak perempoean toean banjak bertaboer dengan doeri, tetapi toeanpoen tahoe djoega, o, kekasihkoe, bahwa dalam hal itoe boekanlah kegilaan hati jang membimbing kami, dan jang kami pergantoengi ialah tjita2 kami dengan toeloes ichlas kami, seoempama kami mempergantoengi toean; mengapa, mengapakah kiranja maka djalan jang telah soekar dan soesah itoe, toean persoesah lagi dengan keizinan toean, jang selaloe toean tahan oentoek kami itoe?

Bahwa hidoep kami tiada akan beroentoeng, kalau sekiranja kami tiada mendapat berkat dari toean, toeanpoen telah tahoe, demikianpoen kalau tjita-tjita kami ta' dapat kami sampaikan.

Berkat rahmat toean, tentoelah dimoeka kami selaloe akan bertjahaja, dan djalan jang sangat soekarnja nistjaja akan tertempoehlah! Bapak, bapakkoe, mengapakah toean ta' maoe mengizinkan kami dalam hal jang satoe itoe? Tjinta itoe mahakoeasa, dan telah berzaman-zaman diingat dan dimasjhoerkan. Tjinta antara kita kedoea amat besar. O, tjinta jang sangat moelia, dan jang telah atjap kali mendjatoehkan air matakoe, berilah kami berkat kerdjamoe: hapoeskanlah perselisihan sipat kami itoe, padoelah sipat itoe mendjadi satoe!

Saja sangat mengasihi bapakoe, njonjapoen tahoe sendiri,

138

tetapi kasih bapak kepada kami lebih besar lagi. Saja lekas kesal, tidak sabar, ja, pandaknja: „peradjoek." Tetapi betapa sabar bapakkoe menahan tingkah ragamkoe! Ta' pernah saja mendengar sepatah kata jang kasar atau pedih. Bapak selaloe berkata manis dan lemah lemboet! Oléh karena itoelah dapat saja merasaï kasihnja jang tiada berhingga itoe! Betapa lamanja telah laloe, tatkala saja menjesakkan kepoetoesan perkara kami, melihatlah bapak kepada koe dengan pemandangan jang amat berdoekatjita. Matanja jang bersoesah hati itoe adalah seolah-olah seperti hendak bertanja: „Hendak lekas benarkah engkau maoe meninggalkan dakoe, o, anakkoe?"

Ketika itoe segeralah saja palingkan moekakoe, saja ta' maoe menéngok mata jang setia dan jang koekasihi itoe, saja hendak menegapkan dan ta' maoe melemahkan diri.

Hati sajapoen hampir hantjoerlah rasanja, tatkala kami berdoea doedoek berhadapan, sambil bapak memangkoekoe dengan kedoea belah tangannja dan bertanja: „Wadjibkah diperboeat benar-benar sedemikian? Ta' dapatkah dioebah lagi? Wadjibkah meréka itoe semoea seperti engkau? Ta' boléh dioebah lagi?" Sekaliannja terasalah kepada kami masing-masing dengan air mata berlinang-linang dipipi, pada waktoe kami bertentangan itoe.

Tatkala itoe sangatlah beratnja penanggoengankoe diatas doenia. Hal itoe kedjadian beberapa hari sebeloem bapak sakit. Kemoedian setelah bapak semboeh, berkatalah boenda kepadakoe: „Wahai anakkoe, sabarkanlah dirimoe!" „Saja ta' dapat menjabarkannja," djawabkoe dengan soeara jang piloe.

Sedjak itoe boendapoen ta' pernah lagi memperkatakan hal itoe diengan saja. Asal sadja bapak mengizinkan kami, maka boendapoen toeroetlah poela memberikan berkat dan rahmatnja kepada kami. Meréka sekalian kasih dan sajang kepada kami, karena hal itoelah poela maka peperangan kami mendjadi lebih dahsjat.

Penanggoengan............penanggoengan............ta' lain dari pada penanggoengan jang kami masoekkan kedalam segala hati meréka, jang amat setia dan kasih itoe!

30 September 1901 (VIII).

Ditanah Priangan banjak perempoean-perempoean dan gadis-gadis jang telah bersekolah dan pandai bertjakap bahasa Belanda. Kebanjakan meréka jang berkenalan dengan kami ber­tjakap bahasa Belanda dengan kami. Senang sekali! Betoel amat bersoekatjita kami disitoe berkenalan dengan bangsa dan kaoem kami sendiri. Pergaoelan dengan meréka itoe membesarkan

139

hati, bébas dan tiada kakoe. Meréka itoe gemar bersoeka-soekaan, bersenda goerau dan tersenjoem-senjoem!

Apa jang saja lihat dan saja dengar dalam perdjalanankoe itoe, senantiasa mengoeatkan pikirankoe, bahwa kalau manoesia itoe hanja berpikiran tinggi sadja, beloem tjoekoep oentoek hidoep bersama-sama, lain dari pada itoe manoesia wadjiblah poela ada mempoenjaï soeatoe 'ilmoe jang lebih dalam jang akan menolong dan membawa manoesia ketempat jang haroes ditoeroetnja. Dekat ketadjaman otak wadjiblah hadir kesoetjian hati, kalau tidak demikian, tentoelah 'adat kesopanan tidak dalam, melainkan tinggal dikoelit sadja.

..............................................................

O, djanganlah dibangoenkan djoega tjita-tjita, sia-sia sadja, karena pasti ia akan mati, dan demikian djoega djanganlah dikenangkan poela hendak bermimpi, karena mimpi itoe telah kita ketahoei boléh tiba-tiba menjadarkan orang dengan bengis. Itoe soeatoe lial jang bengis dan ganas! O, alangkah besarnja niatkoe hendak mempoenjaï kepandaian jang sempoerna hanja dalam soeatoe bahasa sadja, jaïtoe bahasa sendiri atau bahasa Belanda, soepaja dapat saja benar-benar mengoeraikan segala jang saja pikirkan dan rasaï, tentang sekalian jang menjoekakan menghérankan saja, atau tentang sekalian jang menjakiti hatikoe, seperti ketjelakaan jang dimoeliakan dan dipergantoengi oléh bangsakoe ja'ni: kelobaan si laki-laki dalam hal memiliki dan memerintah perempoean, dan kelemahan si perempoean da­lam hidoep bersama-sama, karena koerang pengetahoean meréka itoe, dan soepaja dalam segala hal itoe dapat diberi ke'adilannja! Saja adalah mempoenjaï pikiran jang keras dan tadjam tentang tjita2 itoe. Kadang-kadang amat gatal djari saja hén­ dak menoelis segala boeah pikirankoe itoe kepada orang tempat kepertjajaankoe, demikian poela hendak menampalkannja kemoeka orang jang patoet mengetahoeinja. Tetapi apakah paédahnja sekalian itoe? Tentoelah orang akan mengangkat bahoenja sadja mendengarkan itoe, jang lain lagi akan mentertawakan, dan jang kebanjakan tentoelah tidak akan mengindahkan hal itoe. Sebab dikiranja pekerdjaan orang gila atau poesoeng!

Barangkali lebih baik saja tiada mengetahoei bahasa itoe de­ngan sepertinja, soepaja ta' dapat saja memboeat tjitatjita, jang saja soekaï dengan bahasa itoe. Siapa tahoe betapa kedjahatan jang akan diterbitkan oléh péna orang jang keras kepala, jang beloem banjak penanggoengannja, dan dalam hal itoe maksoed jang baik boléh djadi boeroek.

Mengetahoei bahasa itoe dengan sebenar-benamja tiadalah akan banjak goenanja bagikoe déwasa ini, karena saja ta' boléh berseroe keras-keras.

140

Setelah segala kesengsaraan jang terseboet diatas ini, hendak saja kabarkan poela, jang akan menjenangkan hati njonja.

Beloem berapa lamanja jang laloe datanglah bertandang njonja dan toean Quartero dengan seorang kemendoer lain keroemah kami. Waktoe itoe toean-toean itoe memperbintjangkan seorang regén jang dikenal baik oléh kemendoer lain itoe. „Se­orang jang sangat terpeladjar,” katanja kedengaran oléh kami dan sebentar lagi ia berkata: „Tidak, ia ta' beristeri, tetapi ia ada beristeri seorang perempoean jang boekan djodohnja, ta' dapat dibawanja kemédan, sebab isterinja itoe seorang perem­poean anak orang kebanjakan sadja, dan dengan perempoean itoe ada beranak doea orang. Ia ta' bermaksoed lagi akan beristeri, ia ta' soeka mengawini radén ajoe, karena ia ta' maoe mentjeraikan perempoean itoe, atau ta' soedi mendjadikan is­terinja itoe seorang perempoean jang tidak berhak dalam roemah.

Salah soeatoe dari perkara itoe tentoelah akan menjakiti hati perempoeannja itoe, dan ia ta' soeka memperboeat pekerdjaan jang sedemikian.”

Hatikoe terboeka tatkala saja mendengar tjeritera itoe, sambil berpikir, kalau demikian adalah djoega roepan ja laki-laki jang baik dalam doenia bangsa Djawa! Patoet dipoedji, boekan? Njonja Quartero mentjeriterakan kemoedian dari itoe kepada kami, bahwa ia dan soeaminja tiba-tiba memandang kepada kami, tatkala meréka itoe mendengar tjeritera itoe, dan kedoeanja sama-sama berpikir: „Adakah pertjakapan itoe didengar oléh anak-anak gadis itoe? Alangkah tingginja kehormatan regén jang terseboet dalam hati meréka itoe!" Ja, kamipoen sangat menghormati regén jang seperti itoe. Kami berharap soenggoeh-soenggoeh jang regén itoe akan tinggal tetap seperti itoe dan sedikitpoen ta' akan soeka mengoebah kepoetoesan pikirannja jang bagoes itoe.

Sekarang kami dengan girang hati hendak berkenalan dan bertjampoer gaoel dengan regén itoe, kami berharap jang maksoed itoe akan lekas sampai.

Kaoem moeda jang berpikir demikian, baik laki-laki atau perempoean wadjib lekas memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim soeatoe dengan jang lain. Tiap-tiap orang mémang dapatlah memboeat sesoeatoenja, oentoek meninggikan nama dan kesopanan bangsa kami, tetapi apabila kami sepakat serta menjatoekan kekoeatan dan bekerdja bersama-sama, tentoelah akan mendapat hasil lebih banjak. Dalam kata sepakat itoelah tersemboenji kekoeatan dan kekoeasaan.

141

11 October 1901 (I).

Hai sahabatkoe jang setia, sekaranglah akan saja tjeriterakan kepadamoe tentang hal ihwal maksoed kami, memaparkan hal itoe tentoelah karena kepertjajaankoe penoeh kepadamoe.

Djalan-djalan jang terboeka bagi kami oentoek mentjari penghidoepan sendiri sambil boléh mempergoenakan diri kami oentoek hidoep bersama-sama, ialah mendjadi dokter, doekoen beranak, goeroe, pengarang, ahli dalam perkara memboeat patoeng-patoeng. Mémang adalah lagi djalan-djalan lain, jang terboeka bagi kami oentoek mentjari penghidoepan diri sendiri, tetapi djalan itoe tiadalah kami maoe toeroet dan ingini, karena ia tidak bergoena oentoek bangsa kami. Apalah gerangan paédahnja oentoek bangsa kami, djika kami perempoean-perempoean djadi pembantoe apotheker, toekang boekoe, toekang kawat, djoeroetoelis pada bermatjam-matjam kantor dan lain-lain sebagainja?

Kerdja-kerdja dan hidoep jang berhoeboeng dengan kerdja itoe tiadalah menarik hati kami. Kami maoe bekerdja hendak mentjari penghidoepan sendiri sambil hendak mempertinggi kedoedoekan kemanoesiaan bangsa kami, dan boedi pekertinja. Kami ingin hidoep jang tjoekoep dan sempoerna. Engkau telah tahoe, bahwa pada Pemerintah ada bermaksoed lagi, jang sedang dioeraikan oléh Directeur van O. E. en N. jaïtoe maksoed akan mendirikan sekolah-sekolah oeroesan roemah-tangga oen­toek anak-anak perempoean Boemipoetera dan oentoek pertjobaan akan didirikan sadja dahoeloe seboeah sekolah bagi anak-anak gadis kepala-kepala Boemipoetera. Pada tahoen jang laloe, tatkala kami sendiri mendengar maksoed jang baik itoe, dari moeloet padoeka toean itoe sendiri, maka bertanjalah isterinja, kalau-kalau saja soeka mendjadi goeroe pada sekolah jang terseboet itoe. Saja mendjawab, bahasa saja menjoekaï benar pekerdjaan itoe, tetapi saja ta' sanggoep mendjabatnja, sebab saja beloem beladjar oentoek mendjabat pekerdjaan itoe, itoelah sa­dja alangannja. Waktoe itoe njonja jang terseboet mendjawab, jang soeaminja soeka mengangkat saja mendjadi goeroe disekolah itoe, teroetama ialah akan membimbing hati anak-anak itoe dan membangoenkan tingkah lakoe meréka itoe jang baik. Disekolah itoe saja wadjib bertjampoer gaoel dengan anak-anak itoe sebagai saudaranja jang tertoea, dan akan mendjadi tjontoh kepada meréka itoe. Itoe soeatoe pangkat jang moelia, te­tapi saja ta' boléh disalahkan, sebab saja ta' maoe mendjabat pangkat itoe; alangannja sebab saja tiada berkepandaian jang disahkan (menoeroet oendang-oendang). Oentoek mendjalankan djabatan goeroe itoe, njonja itoe berkata poela, kalau sekiranja saja soeka benar hendak beladjar oentoek djadi goeroe itoe,

142

maka saja haroes pergi beladjar pada salah satoe sekolah Nor­maal di Betawi atau ditempat jang lain, barang beberapa lamanja oentoek mengambil diploma. Dan hal itoe boekanlah mendjadi soeatoe keberatan. Sekarang bergantoenglah pekerdjaan itoe kepada kemaoeankoe lagi.

Jang bapakkoe menjoekaï hal itoe, engkaupoen telah tahoe. Tentoe saja akan pergi ke Betawi, disitoe segala bantoean dan pertolongan oentoek menjampaikan hadjatkoe itoe, soedahlah poela didjandjikan oléh directie 1) sekolah menengah oen­toek anak-anak perempoean kepadakoe. Dengan directie itoe baroe sekali sadja kami bertemoe dan bertjakap-tjakap. Kebaikan hatinja, seorang jang baroe kami kenal, sangat meriangkan hati kami. Jang ia lekas menjajangi pergerakan kami itoe sangatlah poela mengoeatkankoe. Sjoekoerlah! Dimanakah saja boléh dapat bantoean dan pimpinan, jang lebih baik lagi dari pada seorang nona, jang telah mendjadi kepala pada seboeah sekolah menengah? Tiada ditjari dan tidak disangka-sangka, telah djatoehlah soeatoe pertolongan jang amat besar diatas pangkoeankoe. Saja amat gembira, merasa dirikoe sebagai terbang diawan jang tinggi dan menjangka bahwa saja akan berangkat ke Betawi ta' lama lagi, boléh djadi dalam sepekan doea pekan ini atau selambat-lambatnja dalam seboelan doea lagi.....

Sajapoen telah mentjeriterakan kepadamoe, bahwa kami sekali-kali boekanlah orang berada, soenggoehpoen bapakoe bergadji besar, tetapi ia wadjib lagi banjak mengeloearkan belandja, sehingga gadjinja jang besar itoe hanja tjoekoep oentoek kami hidoep sederhana, dan akan memberi saudara-saudarakoe laki-laki pendidikan jang baik. Anak laki-laki dalam segala hal wadjib ditolong lebih dahoeloe! Sajapoen telah memikirkan djoega tentang keberatan dalam perkara wang itoe, karena itoelah saja telah bermaksoed hendak mengoebah toedjoean dan haloeankoe, jaïtoe hendak pergi ke Sekolah Dokter di Betawi, sebab keberatan oentoek beladjar mendjadi goeroe itoe terlaloe besar; oentoek menjampaikan maksoed itoe haroes bapakkoe mengeloearkan wang dalam setahoen kira-kira seriboe doea ratoes roepiah, ja'ni sebanjak gadji bapakkoe dalaam seboelan; hal itoe boekanlah perkara ketjil menilik keperloean oentoek roemah tangga kami, jang sebesar itoe. Akan beladjar djadi dokter ta' goena orang mengeloearkan wang sedikit djoeapoen, tetapi sajang moerid-moerid jang diterima disitoe hanjalah anak laki-laki sadja; moerid-moerid perempoean sampai sekarang beloem pernah diterima. Sekalian keperloean peladjaran oentoek djadi dokter, semoea ditanggoeng oléh Pemerintah. Moerid-moerid mendapat roemah tempat tinggal, dan diberi oeang

1) Nona E. van Loon.

143

tiap-tiap boelan oentoek membajar makan, pembeli pakaian dan mendapat pertolongan dokter dengan tiada membajar.

Ketika saja di Betawi saja tanjakan kepada Directeur van O. E. en N., kalau-kalau anak-anak perempoean boléh diterima disekolah jang terseboet, karena sekolah itoe masoek pendjagaan Departeménnja. Toean Mr. A. boekan ta' soeka, melainkan soeka benar, ia bergirang hati akan maksoedkoe itoe; keberatannja moerid² perempoean wadjiblah hendaknja tinggal diloear sekolah. Tjita-tjitakoe meminta kepada Pemerintah, soepaja saja diterima di Sekolah Dokter, dengan perdjandjian jang saja akan mendapat hak, betoel-betoel seperti hak jang diperoléh moerid-moerid laki-laki dalam sekolah itoe. Tiap-tiap orang moedahlah memikirkan, kegoenaan dokter perempoean itoe, apalagi oentoek perempoean-perempoean anak negeri, ka­rena bodohnja, lebih soeka ia mati dari pada badannja diraba oléh seorang dokter. Kepala Departement van Onderwijs dengan segala soeka hati akan menolong permintaankoe itoe, tentoe besarlah harapankoe, jang Pemerintah akan mengaboelkan permintaankoe itoe.

Saja selaloe menjoekaï kepandaian dokter itoe, hanjalah saja takoet, karena lamanja beladjar disitoe. Oentoek orang jang beloem ber'oemoer doea poeloeh tahoen, bila beladjar lamanja toedjoeh tahoen, menoeroet timbangankoe, ta' adalah alangannja; tetapi bila 'oemoer orang itoe telah léwat dari doea poeloeh tahoen, menoeroet pikirankoe adalah agak lama waktoe itoe. Dan lagi anak gadis jang telah sampai 'oemoer wadjib setiap hari doedoek diantara anak-anak laki-laki jang ber'oemoer 13-18 tahoen, dan beberapa lamanja kemoedian akan mendjadi seo­rang perempoean toenggal dalam laki-laki jang sebanjak itoe, koeranglah menarik hatikoe. Tetapi sekalian hal itoe, hanjalah perkara ketjil sadja, moedah dapat saja hapoeskan. Tetapi adalah lagi alangan jang lain. Bapak dan sahabat kenalankoe ta' menjoekaï hal itoe; masing² adalah dengan sebabnja. Bapak mengatakan ta' maoe, karena saja sadjalah nanti seorang anak perempoean didalam koempoelan laki-laki dan boedjang² jang banjak itoe — hal jang seperti itoe beloem pernah terdjadi disini; dan sahabat kenalankoepoen ta' soeka, sebab meréka itoe chawatir, bahwa perasaan jang koeat oentoek peladjaran itoe, barangkali ta' ada kepadakoe. Mendjadi dokter mémanglah satoe kerdja jang baik, tetapi kerdja itoe ta' dapatlah dikerdjakan oléh tiap2 orang. Meréka jang beladjar mendjadi dokter perloe ada kepadanja, kemaoean jang koeat, kekerasan hati dan pera­saan jang tetap. Itoelah jang dikoeatirkan oléh sahabat kenal­ankoe, tetapi saja dalam hal itoe tiadalah takoet. Menoeroet pikiran bapak, pekerdjaan goeroelah jang sebagoes-bagoesnja oentoek kami, demikian poela pikiran sahabat-sahabatkoe di

144

Betawi. Menoeroet timbangan meréka itoe lagi, kerdja goeroe itoelah jang amat bagoes dan pantas sekali oentoekkoe, sepadan benar dengan tjita-tjitakoe. Dan dimanakah lagi saja boléh lebih baik, dapat memaparkan tjita-tjitakoe, lain dari pada mendjadi seorang pendidik anak² gadis, jang kelak akan mendjadi perempoean dan boenda dalam hidoep bersama-sama. Dalam tangan si anak itoelah terletak keadaan jang akan datang, dan ditangan si boenda tergenggam keadaan si anak itoe. Bila saja mendjadi pengarang tentoelah banjak dapat saja bekerdja oentoek pendjelmakan tjita-tjitakoe dan mempertinggi kedoedoekan kesopanan bangsakoe; dan kalau saja mendjadi goeroe hanjalah sedikit sadja padang tempat saja bekerdja, tetapi saja boléh dengan segera dapat mendidik meréka itoe, dan padang jang sedikit itoe tentoelah lama-lama boléh mendjadi loeas dan kembang, dan ditoeroet orang, asal sadja tjontoh jang diberikan disitoe tjontoh jang baik.

Engkau tahoe jang kesoekaankoe ialah membatja kitab-kitab dan dalam itoe kenang-kenangankoe, soepaja kesoekaankoe itoe dapat mendjadikan saja seorang jang berarti tentang oesaha dalam 'ilmoe bahasa. Tetapi orang ta' dapat mengerdjakan doea kerdja dalam soeatoe waktoe, itoelah sebabnja maka ta' ada harapankoe akan mendjadi goeroe, ja'ni goeroe jang saja kehendaki, jang sanggoep menadjamkan pikiran si anak, dan menimboelkan boedi pekerti jang baik, goeroe jang sepandjang hari mestilah mengindahkan si anak itoe, dan dalam itoe hen­dak beroesaha lagi oentoek 'ilmoe bahasa. Saja soeka bekerdja satoe sadja, tetapi saja' maoe memboeat kerdja itoe dengan sebaik-baiknja. Sekarang kedoedoekankoe antara doea benda jang soetji, Stella. Bila saja mendjadi dokter atau jang lain, agaknja ta' oesahlah saja meninggalkan kerdja jang sangat saja sajangi itoe ja'ni: „pendjilat péna!”

Tetapi menoeroet pikirankoe pengadjaran dan pendidikan jang dipertjajakan orang kepadakoe, itoelah kerdja jang amat soetji dan memberi berkat, sehingga karena itoe saja ta' bersenang hati mengerdjakannja, bila saja merasa, bahwa saja ta' tjakap melakoekan kewadjiban itoe........ ja'ni kewadjiban jang saja sendiri tahoe, mestilah dilakoekan oléh seorang pendidik jang tjakap. Sekiranja mendjadi goeroe disekolah oeroesan roemah tangga, tentoelah sepandjang hari saja mesti berdjinak-djinakan dengan anak-anak, dan malam haripoen, ja, sampai laroet malam, tentoelah saja beloem akan bébas, karena anak-anak itoe telah dipertjajakan kepadakoe. Kepertjajaan mendatangkan kewadjiban jang besar, dan mendjadi goeroe disekolah itoe artinja menerima penanggoengan jang amat berat. Barangkali menoeroet pikiranmoe ingatankoe dalam hal itoe terlampau pandjang, tetapi ta' dapat saja oebah 145

ingatan itoe dan saja kira mendjadi soeatoe kesalahanlah, bila saja berani memikoel pendidikan anak-anak, ja'ni meréka jang menggenggam keadaan jang akan datang, sebab saja mengingatkan, bahwa saja ta' tjakap berboeat kerdja jang sebesar itoe, moelia dan soetji pada pemandangankoe. Sajapoen tiadalah poela akan bersenang hati akan mendapat poedjian dari pada kepala-kepalakoe, bila kerdjakoe itoe tiada sesoeai menoeroet kehendak hatikoe.

Tjita-tjita bapakkoe dan sahabat kenalankoe, ialah djika sekiranja saja benar-benar hendak mendjabat sesoeatoe djabatan dan maoe bekerdja oentoek keperloean orang banjak, maka wadjiblah saja mendjadi goeroe kepala pada seboeah sekolah perempoean. Dan engkau, Stella, oentoek mendjadi apakah saja, jang baik dalam pikiranmoe? Dan djalan mana jang patoet saja toeroet? Katakan kepadakoe dengan hati jang toeloes ichlas, keloearkanlah pertimbanganmoe seterang-terangnja dalam hal ini, dan dari padamoe ta' lain jang saja harapkan hanjalah sekalian jang baik sadja. Engkau selaloe menjatakan kepadakoe jang engkau seorang sahabatkoe jang baik dan toeloes hati, sekarang engkau boeatlah djoega sedemikian itoe.

Adalah djalan lain lagi jang terboeka oentoek kami. Adalah seorang dokter pendéta beloem berkenalan benar dengan kami, jang ternama lagi amat moelia, telah kerap kali men­dengar hal kami dari sahabat kenalan kami. Pada soeatoe hari atas kemaoeannja sendiri, telah mengoendjoekkan dirinja kepada kami, menerangkan, bila mana kami soeka hendak beladjar kepadanja oentoek mendjadi doekoen beranak, maoelah ia mengadjar kami dengan tiada membajar oeang seko­lah. Pada pihak lainpoen adalah datang poela pertolongan jang sedemikian kepada kami. Dalam hal itoe sangatlah kami mengoetjapkan terima kasih! Engkau tentoe telah mendengar atau membatja peri hal orang Boemipoetera jang beragama Nasrani di Modjowarno dalam residénsi Soerabaja? Dalam rapor „Maatschappelijk Werk in Indië” (Pekerdjaan bersama-sama di Hindüa), dari rapat-rapat Pertoendjoekan peroesahaan. Perempoean, hanjalah terseboet nama dokter pendéta 1) itoe, demikian poela di Modjowarno amat mashoer namanja. Engkau tentoe telah kerap kali mendengar, bahasa doekoen beranak amat bergoena sekali ditanah Hindia. Pada tiap-tiap tahoen djika dipoekoel rata-rata, adalah kira-kira 20.000 perempoean ditanah Hindia jang mati beranak, dan adalah kira-kira 30.000 anak-anak mati waktoe lahir, karena tiada mendapat pertolongan dari doekoen beranak. Dalam hal itoe masih banjaklah oesaha jang boléh kami kerdjakan, oentoek

1). jaïtoe Dr. H. Bervoets.

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. 10

146

berboeat djasa dan paédah bagi saudara-saudara kami dalam hidoep bersama-sama.

Kami soenggoeh menjoekaï sekali kerdja doekoen beranak itoe; tetapi tentoelah kami akan berdoesta bila kami berkata, bahwa mendjadi doekoen beranak itoe telah soeatoe tjita-tjita kami. Soenggoehpoen demikian mendjadi doekoen beranak itoe mémanglah seriboe kali lebih baik dari pada tinggal bergantoeng sadja kepada kaoem keloearga, apalagi dari pada perkawinan jang terpaksa.

Dari bapak kami telah mendapat izin pergi ke Modjowarno, oentoek beladjar mendjadi doekoen beranak, kalau sekiranja djalan-djalan jang lain tidak dapat kami tempoeh lagi. Kaoem keloearga jang lain sekali-kali ta' menjoekakan kerdja itoe, karena menoeroet pikiran meréka itoe kerdja doekoen beranak itoe amat hina bagi tangan kami, anak orang bangsawan!!! Sahabat kenalan kamipoen tiada akan bersoekatjita, bila kami menoeroet djalan itoe, tetapi meréka ada mempoenjaï sebab jang lebih moelia, ja, sebab jang lebih tinggi. Menoeroet timbangan meréka, sangat soesah bagi kami bekerdja seperti itoe, karena kami ada menaroeh tjita-tjita jang lain. Pada hal jang sebenarnja boekanlah meréka ta' soeka jang kami pergi ke Modjowarno, sekali-kali tidak, menoeroet pemandangannja kerdja doekoen-doekoen itoe soeatoe kerdja jang tinggi dan moelia, tetapi maksoed kami hendak mendjadi tjontoh dan mendjadi soeri teladan itoe, boléhkah dapat kami sampaikan dengan tjara demikian? Sedangkan di Eropah jang pendoedoeknja telah terpeladjar, disanapoen orang masih menghinakan kerdja doekoen beranak itoe, apalagi ditanah Hindia, jang pendoedoeknja masih gila akan kehormatan dan kemoeïiaan, tentoelah meréka itoe ta' dapat menghargakan kerdja jang baik itoe dengan sepatoet-patoetnja.

Tentoelah meréka itoe akan memandang pangkat itoe hina; apa-apa jang ta' tinggi, ta' bertjahaja dan ta' haroem selaloe dipandang oléh bangsakoe koerang, ta' ada berharga. Engkau tentoe mengerti jang kami sendiri tiada akan menghinakan kerdja itoe, tetapi oentoek diri kami haroeslah ka­mi mengindahkan keadaan itoe djangan mendjadi sesalan kelak. Kami jang maoe memboekakan djalan oentoek kebébasan dan hidoep tegak sendiri oentoek perempoean-perempoean bangsa Djawa! Tjontoh jang akan kami berikan wadjib sesoeai dan sepadan dengan orang lain. Barang sesoeatoe jang dipandang orang hina tentoelah tidak akan ditoeroet orang. Bila kita berniat jang orang lain hendaknja menoeroeti djedjak kita, ha­roeslah tjontoh jang kita berikan itoe soeatoe benda jang baik dan menghérankan orang, serta memberahikan orang akan meniroenja. Dalam hal itoe boekanlah kita mengingatkan ke-

Pohon kenari jalan jepara 176.jpg

DJALAN KE DJAPARA DENGAN POHON KENARI SEBELAH-MENJEBELAH.

147

hendak kita sendiri sadja, tetapi patoetlah kita ingat benar akan keadaan bangsa, jang hendak kita adjari dan kita beri tjontoh itoe.

Pada masa sekarang ditanah Belanda dan teroetama di den Haag telah timboel soeatoe gerakan, jang hendak menghidoepkan dan menerbitkan kembali kepandaian anak Hindia jang telah lenjap. Perserikatan „Oost en West”, ialah toenas dari „Pertoendjoekan peroesahaan Perempoean.” Engkau tentoe te­lah mendengar hal keadaan perserikatan itoe, jang teroetama kerdjanja ialah hendak memperhatikan roepa² keadaan Hindia. Perserikatan itoe ada mempoenjaï soeaióe afdleeling oentoek 'ilmoe kepandaian dan afdeeling itoe dipimpin oléh beberapa orang pandai-pandai, ahli dalam 'ilmoe kepandaian.

Afdeeling 'ilmoe kepandaian itoe bermaksoed hendak mengirim orang pandai-pandai (tentang perkara patoeng) pergi ketanah Hindia, akan membantoe dan memperbaiki 'ilmoe kepandaian anak Hindia, teroetama kepandaian membatik, jang sekarang tidak sedjati lagi, karena telah ditjampoeri oléh kepandaian bangsa asing, bangsa Eropah dan lain-lain, jang meroesakkan dan meroentoehkan kepandaian asal bangsa Hin­dia itoe. Kesoekaan orang ditanah Belanda, soepaja kepandaian bangsa Hindia diterbitkan oléh kemadjoean pertoendjoekan kepandaian bangsa Timoer dan Barat. Ditanah-tanah jang lain kepandaian bangsa Hindia, lebih-lebih kepandaian batik-mem­batik, moelaïlah dikenali dan diketahoei orang.

Saja menjangka, jang saja telah mentjeriterakan kepadamoe, bahwa Roekmini ada berotak baik dan tjakap oentoek mempeladjari perkara gambar-menggambar; tjita-tjitanja senantiasa hendak mendjadi pandai-gambar. Oentoek pekerdjaan itoe haroes ia beladjar ditanah Eropah, tetapi sajang hal itoe ta' dapat dilakoekannja.

Dengan wang kami sendiri ta' sanggoeplah kami menolong menjampaikan tjita-tjita adikkoe itoe. Tahoekah engkau kemana kami hendaknja meminta tolong? Kami bermaksoed hendak memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim dengan perserikatan „Oost en West” dan meminta pertolongan perserikatan itoe, soepaja adikkoe dapat menjampaikan tjita-tjitanja jang bagoes itoe, sehingga ia dengan pertolongan perserikatan „Oost en West”, atau perserikatan jang lain dapat memasoeki sekolah tinggi gambar-menggambar, loekis-meloekis di den Haag, dan nanti setelah tammat peladjarannja ia boléh mengoesahakan dirinja oentoek kepandaian bangsa kami. Siapakah jang boléh lebih baik mengoesahakan dirinja oentoek hal keadaan kepandaian bangsa Djawa, lain dari pada anak bangsa itoe sendiri, jang mémang ada menaroeh tjinta sedjak ketjilnja, akan kepandaian bangsa Boemipoetera?

148

Karena Roekmini seorang anak dari pada bangsa Djawa sendiri, maka dapatlah ia memasoeki sekalian tempat, jang ta' dapat dimasoeki oléh bangsa Eropah, biarpoen orang itoe berniat baik kepada bangsa Djawa. Kami adalah mengenal beberapa orang diantara pengoeroes-pengoeroes „Oost en West” dan afdeeling 'ilmoe kepandaian itoe. Bila pertjobaan kami ini ta' berhasil, maka Roekmini bermaksoed hendak beladjar mendjadi doekoen beranak. Ia maoe mendjadi pandai gambar atau doekoen beranak, tetapi apa djoeapoen jang akan diboeatnja, ia maoe memperboeat kerdja itoe dengan sebaik-baiknja. Oléh sebab itoe bila nasibnja telah menjoeroehnja mendjadi doekoen beranak, oentoek mentjari penghidoepannja, dan akan memberi paédah kepada orang banjak, ia amat soeka berdjerih pajah mempeladtjari 'ilmoe itoe ditanah Eropah. Dinegeri Belanda tentoelah dapat 'ilmoe itoe dipeladjarinja dengan setjoekoep-tjoekoepnja, dan apabila tammatlah peladjarannja, tentoe­ lah 'ilmoenja itoe besar sekali faédahnja bagi perempoean-perempoean disini.

Dokter-dokter disini dapat mengadjarnja hanjalah oentoek mendjadi doekoen beranak, jang selaloe mesti bekerdja dibawah pengadjaran seorang dokter. Pada pemandangan bangsa kami, jang beloem mempoenjaï tjita-tjita jang besar dan boeah pikiran jang tinggi, ja'ni bangsa jang hanja pandai memoeliakan keindahan dan kebagoesan sadja, besarlah perbédaannja bagi meréka, bila Roekmini beladjar disini atau beladjar di Eropah oentoek mendjadi doekoen beranak itoe. Bila ia berdiploma dari Eropah, orangpoen tiadalah akan memandang rendah kerdjanja, dan meréka itoe tentoelah soeka menoeroet kerdjanja itoe. Dalam hal itoe kami hendak meminta pertolongan kepada Professor Hector Treub di Amsterdam dan Dr. Stratz di den Haag, jaïtoe meréka jang kerap kali telah memperbintjangkan tentang pertolongan jang patoet diberikan kepada perempoean-perempoean jang sakit beranak di Hindia, soepaja karena pertolongan itoe beriboe-riboe manoesia tiap-tiap tahoen akan terlepas dari pada bahaja maoet. Dalam madjelis persidangan Tweede Kamer, kalau saja ta' salah perkara itoe telah dioeraikan djoega oléh toean van Kol. Kabarnja toean itoe akan datang ketanah Hindia, saja berharap soepaja saja diapat bertemoe dan bertjakap-tjakap dengan dia. Kakakkoe tahoe benar kepadanja.

Pemerintah ditanah Hindia telah berhadjat akan mengadakan peroebahan jang baik atas hal keadaan jang boeroek itoe. Segala dokter ditanah Djawa jang soeka mengadjar pe­ rempoean-perempoean jang maoe beladjar oentoek mendjadi doekoen beranak akan mendapat oeang bantoean tiap-tiap boelan dari Pemerintah. Dan perempoean-perempoean itoe se-

149

lama beladjar itoe, mendapat poela oeang bantoean dari Pemerintah oentoek pembajar séwa roemah dan lain-lain, dan setelah meréka itoe memboeat oedjian, maka diberilah gadji oléh Goebernemén.

Maksoed adikkoe Roekmini, djika telah tammat peladjarannja di Eropah oentoek doekoen beranak itoe, akan mendirikan seboeah sekolah oentoek mengadjarkan kepandaian doekoen itoe. Akan kepandaian dokter-dokter jang memberi peladjaran tentang hal itoe disini, tentoelah tidak dapat ditjatjat, tetapi apakah goenanja dan artinja kepandaian itoe, kalau dokter­ dokter itoe ta' dapat menerangkan peladjarannja kepada moerid-moeridnja dengan sempoerna, karena si goeroe dan si moerid masing-masing hanja mengerti dalam bahasanja sendirisendiri? Hampir sekalian dokter-dokter disini betoel mengetahoeï bahasa anak negeri ja'ni bahasa Melajoe, tetapi sedikit, ja, amat sedikit benar, bahasa itoelah djoega jang dipakai dokter­-dokter itoe bila ia bertjakap-tjakap dengan anak negeri. Bahasa Djawa hampir ta' ada seorangpoen dokter jang mengerti. Diantara orang-orang Djawa jang sebanjak itoe, hanjalah amat sedikit poela, jang mengerti bahasa dan bertjakap Melajoe. Tahoekah engkau sekarang betapa kesoesahan dokter-dokter itoe bertjakap bahasa Melajoe, ja'ni bahasa jang amat sedikit diketahoeinja, akan menerangkan apa-apa kepada moerid-moeridnja, perempoean-perempoean dan anak-anak gadis dari désa, jang sedjak dari ketjilnja ta' pernah mendapat pengadjaran, dan ta' kenal serta ta' mengerti soeatoepoen bahasa asing, ketjoeali bahasanja sendiri?

Sekalian kesoesahan itoe tentoelah akan hilang lenjap, bila orang jang mendjabat pangkat oentoek mengadjar perempoe­an-perempoean Djawa mendjadi doekoen beranak itoe, me­ngerti benar-benar bahasa anak negeri.

Karena Roekmini sendiri anak Djawa, itoepoen boléh poela menolong menjampaikan maksoed itoe lebih lekas. Bangsa Boemipoetera selaloe setia kepada orang-orang bangsawan bangsanja, dan apa-apa jang diboeat oléh bangsawan, jang dihormati oléh anak negeri, moedah diterima dan dipertjajaï oléh meréka itoe.

Pada 24 hari boelan October berhentilah saja menoelis soerat ini, sekarang saja moelaï lagi menghoeboengnja. Kartoepos jang saja kirimkan sementara itoe kepadamoe, telah mengabarkan betapa soesah hal keadaan jang telah menggoda kami, dan sekarang beroentoeng kami karena kesoesahan itoe ta' ada lagi. Jang Roekmini dahoeloe sakit keras, engkaupoen telah tahoe. Telah doea kali njawanja seakan-akan bergantoeng pada sehelai ramboet, tetapi sekarang dengan pertolongan Allah ia telah moelaï semboeh, dan setiap hari adalah bertambah

150

séhat, sehingga pada hari ini ia telah pergi keloear. Bagaimana kami bersoekatjita dan betapa kami meminta terima kasih ka­rena kesemboehannja itoe, ta' dapatlah saja katakan kepadamoe. Adikkoe Kardinahpoen telah berdjalan-djalan poela sampai-sampai seperempat djam lamanja, dan moekanja jang poetjat dan koeroes dahoeloe itoe, sekarang telah moelaïlah berwarna. Soenggoeh banjak benar kesoesahan kami sekali ini.

Dimana-mana djoeapoen sekarang hawa negeri koerang séhat, karena moesim panas jang amat sangat. Wahai tanah jang malang, itoelah jang toean tanggoengkan, lain dari pada bermatjam-matjam penjakit jang berbahaja? Oléh karena moesim panas jang amat sangat itoe hampir sekalian sawah diseloeroeh negeri kami mendjadi roesak binasa. Di Grobogan ta' djaoeh dari sini dalam kesoesahan jang besar sekali, sebab dilanggar bahaja kelaparan, dan anak negeri Demak sekarang takoet boekan boeatan menanti kedatangan moesim penghoedjan, jang menenggelamkan negeri itoe tiap-tiap tahoen; dan disana sawah jang tidak mendjadi, karena dilanggar panas, ta' koerang 26000 H.A.; dan dalam hal itoe dinegeri itoe sekarang berdjangkit poela penjakit koléra amat sangat. O, tanah jang malang, dalam moesim kemarau, engkau tjelaka karena kekoerangan air, dan moesim penghoedjan engkau melarat terbenam karena kebanjakan air! Ta' oesah saja pandjangkan lagi tentang kesengsaraan itoe, biarlah saja hoeboeng teroes tjeriterakoe pada empat belas hari jang laloe. Adikkoe Kardinahpoen maoe mendjadi goeroe djoega dan pengadjaran jang disoekaïnja, ialah kepandaian oeroesan roemah-tangga dan masak-memasak. Maksoed kami selaloe akan tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama, soepaja ka­mi dapat sekoetoe menjampaikan hadjat kami jaïtoe: hendak meninggikan kesopanan bangsa kami. Bila nasib kami baik, kami bersama-sama akan memboeka seboeah sekolah, tempat mengadjarkan segala pengadjaran seperti disekolah rendah dan ditambah lagi dengan kepandaian: djahit-mendjahit, oeroesan roemah-tangga dan lain-lain sebagainja; lagi poela akan diadjarkan disitoe kepandaian membatik, menggambar d.1.1. atau 'ilmoe doekoen beranak.

Oentoek beladjar mendjadi goeroe dalam 'ilmoe oeroesan roemah-tangga dan masak-memasak haroeslah orang pergi kenegeri Belandla. Sekolah jang sedemikian ta' ada disini. Keinginan Kardinah jang teroetama sekali ialah moesik dan itoelah tjita-tjitanja jang dihati ketjilnja benar dan itoelah sebabnja maka ia selaloe 'asjik mengoesahakan dirinja mempeladjari moesik itoe, tetapi maksoed itoe sekali-kali ta' dapatlah disampaikannja. Adikkoe jang boengsoe itoe telah memboeangkan tjita-tjitanja itoe, dan mengambil maksoed jang lain. Ia

151

akan merasa beroentoeng, bila tjita-tjitanja jang lain itoe dapat mendjelmakan dirinja. Ia berkehendak benar-benar akan menolong meninggikan kedoedoekan kehormatan bangsanja. Djika ia mendjadi goeroe dalam peladjaran oeroesan roemahtangga, banjaklah jang akan dapat diboeatnja. Makin lama makin banjak Pemerintah memperlihatkan kesoekaannja, soepaja anak negeri dan pegawai-pegawainja bersipat hémat.

Karena hal keadaan oeroesan roemah-tangga tergenggam dalam tangan perempoean, maka patoetlah orang lebih dahoeloe moelaï mengadjar perempoean bersipat hémat, soepaja sipat itoe boléh kembang dalam bangsanja. Apakah paédahnja laki-laki diadjar berhémat itoe, kalau sekiranja perempoean jang mendjaga roemah-tangga ta' mengenal harga wang? Itoelah sebab jang akan kami hadapkan kepada Pemerintah, bila kami memohonkan permintaan soepaja Kardinah diadjar men­djadi goeroe dalam oeroesan roemah-tangga, soepaja nanti sanggoeplah ia memberi pengadjaran tentang kepandaian itoe ditanah Djawa. Adikkoe itoe maoe memikoel beban jang berat itoe dengan bahoenja, akan mengadjar perempoean-perempoean dan iboe-iboe pada waktoe jang akan datang, ditanah Djawa, soepaja meréka itoe pandai berhémat dan tahoe akan harga oeang.

Oentoek dirikoe sendiri saja boléhlah madjoe disini, artinja mengambil diploma disini sadja; tetapi beladjar di Eropah tentoelah lebih baik dari pada di Hindia, karena di Eropah orang dapat lebih moedah mempertinggi pikiran dan memperloeas pemandangan dan sebagainja.

Lebih-lebih masa sekarang Pemerintah telah memperlihat­ kan betapa ia mengindahkan kesopanan dan kepandaian pegawai-pegawainja, hal itoe njata sekali waktoe mengangkat regén-regén baroe-baroe ini, ja'ni Pemerintah telah memilih doea orang moeda, meskipoen menoeroet sepandjang atoeran jang biasa, meréka itoe tidaklah masoek bilangan waris, karena meréka boekanlah kaoem keloearga regén jang digantikan itoe ...............menoeroet sepandjang atoeran biasa bapak digan­tikan oléh anaknja, dan bila si bapak ta' beranak laki-laki atau ta' beranak jang tjakap oentoek menggantikannja, maka bo­léhlah diangkat seseorang dari kaoem keloearga regén jang berhenti itoe............ Tetapi regén-regén jang baroe diangkat itoe, karena terpeladjar dan telah menerima pendidikan ditanah Eropah.

Sekalian itoe menjatakan, bahwa pada Pemerintah adalah tersimpan maksoed jang moelia hendak memadjoekan dan mempertinggi kedoedoekan kehormatan tanah Hindia, teroetama oentoek bangsa Djawa dan lebih-lebih bangsawan-bangsawan Boemipoetera, jang kebanjakan akan mendjadi pegawai

152

negeri, diberi lebih dahoeloe 'ilmoe kepandaian dan pengadjaran jang haroes ditaroehnja.

Toean Abendanon telah berkata: „Ta' oesahlah diperkatakan lagi, bahwa doenia Boemipoetera tidaklah akan lekas madjoe kemoeka, kalau sekiranja perempoean-perempoean bangsa Boe­mipoetera selaloe tertinggal dibelakang. Setiap hari sepandjang waktoe telah njata, bahwa kemadjoean perempoean itoe soeatoe perkara jang penting oentoek kemadjoean soeatoe bangsa.”

Kebanjakan bangsa Boemipoetera masih enggan menjoeroeh anak-anaknja perempoean pergi kesekolah, karena disana lakilaki jang mengadjar. Sebab itoe goeroe-goeroe perempoeanpoen haroeslah poela ada disitoe.

Lima belas tahoen jang telah laloe Pemerintah mengirim empat orang anak moeda-moeda bangsa Boemipoetera dengan ongkos Pemerintah pergi beladjar kenegeri Belanda, dengan pendjagaan seorang goeroe kepala jang pandai; disana meréka itoe diadjar oentoek mendjadi goeroe. Meréka itoe soeka sekali pergi kenegeri Belanda oentoek beladjar mendjadi goeroe itoe, karena beladjar disana lebih banjak mendatangkan faédah dari pada djika meréka beladjar ditanah Hindia, dan soepaja nanti sanggoeplah meréka bekerdja oentoek kesopanan dan ke­ madjoean bangsanja, boekanlah kemaoean meréka sendiri, hanjalah kemaoean jang datangnja dari pada seseorang jang benar-benar soeka hendak memadjoekan tanah Hindia.

Keadaan kami berlainan dengan hal meréka itoe. Bagi kami ialah soeatoe kemaoean, keinginan hendak mempoenjaï „tjahaja” kemadjoean, jang keloear dari hati jang jakin, jang diterbitkan oléh kedoekaan hati sendiri, karena kasihan memikirkannja dan sama-sama merasa sedih dengan meréka jang sengsara dalam hidoep bersama-sama.

..................................................................

Akan melakoekan tjita-tjita kami itoe hanjalah kami menantikan izin bapak sadja lagi. Ma'afkanlah bapakkoe dalam hal itoe, Stella, karena ia chawatir melepaskan anak-anaknja kedalam soeatoe hal jang akan datang, jang beloem njata kepadanja. Orang jang mendjadi pemboeka djalan seperti kami ini, wadjiblah memerangi dan mena'loekkan segala sjak dan waham itoe lebih dahoeloe; bahwa hal itoe ta' moedah dan akan mendatangkan banjak ketjéwa dan doekatjita bagi kami, kamipoen ma'loemlah poela. Dan orang-orang toea dimanakah jang ta' gemar melindoengi anak-anaknja dari pada kedoekaan? Orang-orang toea dimanakah poela jang tidak akan berhati ketjoet dan berat membiarkan anak-anaknja kedalam doenia jang penoeh dengan peperangan dan ketjéwaan? Demikianlah

153

nasibnja sekalian meréka jang mendjadi orang pemboeka djalan.

Saja ta' tahoe jang saja nanti betoel-betoel maoe pergi beladjar ketanah Belanda. bila sekiranja adalah orang menjoeroeh saja kesana. Hal itoe dahoeloe soeatoe tjita-tjita padakoe, dan sekarang iapoen masih demikian djoega, hendak pergi beladjar kenegeri Belanda itoe. Tahoen jang soedah tatkala kenang-kenangan itoe diperkatakan, dan saja akan disoeroeh beladjar diroemah, maka saja melawani maksoed itoe dengan sekoeat-koeatnja. Bila saja beladjar, saja maoe beladjar baik-baik, be­ladjar baik-baik itoe hanja dapat saja lakoekan dinegeri Belanda atau di Betawi. Negeri Belanda ta' dapat saja tjapai, kalau saja wadjib beladjar disana dengan oeang sendiri; achirnja negeri Betawilah jang tinggal dikepalakoe.

Diroemah tentoelah ta' dapat beladjar sebaik-baiknja, artinja sekali-kali ta' dapatlah saja mengoesahakan dirikoe benar-benar oentoek peladjarankoe; hal itoe sangat, ja, sangat bergoena sekali oentoek meréka jang telah ber'oemoer seperti saja ini. Kewadjiban dalam roemah dan kewadjiban menerima djamoe, tentoelah banjak akan merintangkoe dalam pengadjarankoe. Apabila saja ada diroemah, tetapi tiada bekerdja oentoek keperloean roemah, itoelah poela pekerdjaan jang moestahil. Djadi dengan hal jang demikian nistjajalah 'amat soesah. Hal itoe terdjadinja tahoen jang laloe, tatkala bapakkoe séhat dan koeat; sekarang bapakkoe tidaklah seséhat dan sekoeat itoe lagi, sajang!

Ma'afkanlah seorang anak gadis, Stella, kalau-kalau ia me­lepaskan maksoednja, bilamana ia ditolong orang akan menjampaikan hadjatnja itoe, jang mémang bertali kemoedian hari dengan keselamatan orang-orang lain, karena hati si gadis itoe ta' melepaskan bapaknja jang se'oemoer hidoepnja men­djadi soeatoe ketjintaan dan keberkatan kepadanja. Ia selaloe mengoetjapkan terima kasih kepada si bapak, si djantoeng hatinja itoe, sekarang didalam 'oezoer dan kerap kali sakit-sakit, djadi jang wadjib didjaga dan disajangi oléh si anak lipat ganda dari jang soedah-soedah.

Stella, saja ini seorang anak, saja ini seorang anak gadis dan boekanlah sadja perempoean jang semata-mata amat beringin memberikan dan mengoesahakan dirinja oentoek kerdja jang bagoes dan moelia, jang bergoena dan berkat bagi orang banjak; tetapi saja inipoen seorang anak jang jakin dan sangat sajang kepada bapakkoe jang sekarang telah toea dan beramboet poetih, jang telah mendjadi toea dan beramboet poetih karena memeliharakan anak-anaknja, dan diantara anak-anak itoe, sajalah barangkali jang sangat menjajanginja, karena

154

tingkah lakoe kami banjak jang bersamaan, sebab kami sepikiran dan seperasaan.

Stella, engkau jang telah mengetahoei betapa kasih sajangkoe kepada bapakkoe dan lagi mengetahoei poela, bahwa tjinta itoe saja pandang sebagai seroean Allah kepada kita, dan eng­kau tahoe djoega betapa persangkoetankoe dengan adik-adikkoe, jang sangat koeatnja, tentoelah engkau akan mengerti poela betapa hébat peperangan dalam hatikoe, bila saja mesti memilih salah soeatoe dari pada doea djalan jang hendak koetoeroet: pertama tinggal dengan bapakkoe, bertjerai dengan adik-adikkoe dan mengabaikan sebahagian besar dari seroean Allah itoe atas dirikoe, atau saja tinggalkan bapakkoe dan pergi bersama-sama dengan adikkoe, serta menjerahkan dirikoe benar-benar kepada seroean itoe!

Bapakkoe sekarang koerang koeat, ia haroes selaloe didjaga dan selaloe dipelihara; mendjaga dan memeliharanja itoelah soeatoe kewadjiban bagikoe.

Katakanlah itoe perkara ketjil, tetapi o, Stella, saja sekali-kali tidaklah akan bersenang hati barang sekedjap mata djoeapoen dalam mengerdjakan soeroeh Allah, djaoeh dari bapakkoe, sedang sajapoen tahoe, bahwa bapakkoe jang koetinggalkan itoe dalam sakit-sakit dan selaloe wadjib ditolong!

Soetji, moelia kerdja jang ditakdirkan Allah kepada kami itoe, sebab menjoeroeh kami mengoesahakan diri oentoek hal keadaan jang besar-besar, oentoek meninggalkan kedoedoekan kemanoesiaan bangsa perempoean Boemipoetera jang senantiasa dalam teraniaja, ja, ringkasnja soepaja doenia Boemipoetera boléh berarti, dan arti itoe akan tinggal selama-lamanja; tetapi saja sekali-kali ta' dapatlah menanggoengkan kesedihan dalam hatikoe, apabila saja bekerdja dan beroesaha oentoek orang lain, dan dalam itoe bapakkoe jang telah toea itoe, jang teroetama berhak akan dirikoe, akan koebiarkan sadja menanggoeng kesakitan dan kesoesahan.

Satoe dari pada tjita-tjitakoe jang hendak saja kembangkan ialah: hormati segala jang bernjawa, hormati hak dan perasaannja. Takoetilah menjakiti orang lain, biar sedikit sekalipoen, dan takoetilah poela menjakiti itoe, meski dipaksa atau tidak dipaksa mengerdjakannja. Tjita-tjita itoe semata-mata dapatlah melindoengi sesama kita manoesia, ja'ni dengan sedapat-dapatnja kita melindoengi dia dari pada segala sengsara, dan dengan hal jang demikianlah kita boléh menolong memperbagoes hidoep meréka itoe. Itoelah soeatoe kewadjiban jang soetji dan moelia, jang bernama terima kasih. Maoekah bangsakoe mempertjajaï tjita-tjitakoe itoe djikalau sekiranja saja sendiri orang jang menasihatkannja, tidak mengerdjakan sebagai nasihat itoe?

155

Kewadjiban anak kepada bapaknja ta' boléh saja moengkirkan, tetapi saja ta' boléh poela menjangkal kewadjiban jang wadjib saja lakoekan atas diri sendiri, lebih-lebih lagi djikalau kewadjiban itoe paédahnja boekanlah oentoek saja sendiri, tetapi bertali poela dengan paédah oentoek orang-orang lain. Adalah doea boeah kewadjiban besar jang berlain-lainan lagi wadjib saja kerdjakan; sekarang oepajakoe ialah akan menjatakan kedoea kewadjiban itoe dengan seboléh-boléhnja. Oepaja itoe oentoek sementara ialah, jang saja akan tinggal disisi bapakkoe, dan sementara itoe beladjarpoen tiadalah poela akan saja abaikan.

Diroemah dengan sedapat-dapatnja saja maoe beladjar sen­diri oentoek mendjadi goeroe, ja'ni seberapa jang dapat dibantoe oléh kemaoean hati dan pikiran tetap. Akan mengambil diploma goeroe kepala wadjib orang menaroeh diploma goeroe bantoe serta soerat keterangan jang menjatakan, bahwa ia telah doea tahoen mengadjar disekolah. Saja sendiri telah lama memikirkan maksoed itoe, tetapi ketetapan maksoed itoe baroe saja dapat tatkala njonja Abendanon baroe-baroe ini telah menimboelkan poela maksoed itoe kepada kami. Sementara menanti kepoetoesan nasib kami jang bimbang itoe, maka kami bertigapoen telah moelaïlah beladjar sendiri. Bagaimana djoeapoen nasib adik-adikkoe itoe nanti, sekalian jang dipeladjarinja adalah goenanja oentoek hari kemoedian.

Telah doea boelan lamanja kami mendapat seorang goeroe perempoean diinegeri ini, jang telah bersahabait baik dan tjinta-mentjintaï dengan kami. Ia masih moeda, seorang anak gadis jang tjakap dan baik hati, jang telah meninggalkan kaoem keloearganja, kampoeng halamannja dan pergi kemari mentjari penghidoepannja sendiri. Ia kerap kali datang ke­ pada kami, dan tatkala saja mentjeriterakan maksoed kami kepadanja, dengan segera ia soedi menolong kami dengan seda­pat-dapatnja dalam segala hal. Lain dari pada diploma goeroe bantoe, ia ada poela mempoenjaï diploma bahasa Perantjis. Dengan segera ia pergi menanjakan kitab-kitab jang dipakai orang di Sekolah Normaal di Soerabaja dan di Betawi oentoek oedjian goeroe bantoe. Sekalian kitab-kitab jang ada padanja boléh kami pakai, dan kitab-kitab jang ta' ada padanja, akan kami terima dari njonja dan toean A.

Nanti saja maoe poela memboeat oedjian dalam bahasa-bahasa Boemipoetera, bahasa Djawa dan bahasa Melajoe.

Tetapi sajang sementara itoe datanglah penjakit menggoda kami, kalau tidak karena itoe tentoelah sekarang kami sedang 'asjik beladjar, dan didalam sakit itoe ta' dapatlah saja memboeka kitab-kitab itoe. Annie Glaser, itoelah nama goeroe

156

jang terseboet tadi, ta' berapa lama lagi akan pindah dari roemah makan keroemah lain disini. Kalau tempatnja nanti telah teratoer, maka ia akan membantoe kami atau saja sendiri bekerdja. Adik-adikkoe jang malang itoe ta' dapat dan ta' boléh lagi bekerdja dengan tangan, apalagi bekerdja dengan otak. Meréka itoe ta' bersenang hati, bila ia ta' dapat mengerdjakan barang sesoeatoenja; tetapi apa jang hendak dikata, tangan dan otaknja masih lemah. Apa pikiranmoe mendengarkan sekalian maksoed-maksoed jang terbang tinggi itoe?

Djanganlah hendaknja engkau berkata: „Ni, Ni, pikiranmoe terbang terlampau tinggi”, kalau demikian senanglah hatikoe. Tahoekah engkau apa jang telah saja perhatikan bagi kebanjakan sahabat-sahabat kami? Meréka itoe mempoenjaï pengharapan terlaloe banjak kepada kami. Meréka mengarangkan bermatjam-matjam kepandaian kami, tetapi meréka membenarkan poela jang kami ta' mempoenjaïnja. Kadang-kadang kami haroes tertawa, karena keriangan hati meréka itoe. Pepatah Belanda jang mengatakan bahwa: tjinta itoe boeta atau memboetakan, sebenarnjalah. Sesoenggoehnjalah amat banjak pada sangka-sangka meréka itoe sanggoep boléh kami kerdjakan! Kami merasa benar-benar keketjilan kami, apabila sahabat kenalan kami itoe mengandjoengkan kami sampai kelangit. Ketjil, tetapi, o, betapa terima kasih kami atas kesajangan meréka jang terbit dari hati ketjilnja itoe. Seorang sahabat kami soeka sekali melihat saja bekerdja dengan péna oentoek meninggikan kedoedoekan kemanoesiaan bangsa kami. Saja haroes, katanja, mengeloearkan soerat minggoean atau soerat boelanan, jang isinja teroentoek bagi hal-ihwal anak negeri sadja, dan pada soerat kabar itoe haroeslah saja hendaknja jang mendjadi djoeroe-kabarnja; atau kalau tidak hendaklah saja mendjadi pembantoe soerat-soerat kabar atau soerat-soerat minggoean jang ternama ditanah Hindiia ini, dan dalam soerat-soerat kabar itoe mestilah saja mengarangkan roepa-roepa hal, jang wadjib membangoenkan dan menjadarkan bangsakoe jang masih tidoer njenjak itoe!!! Tidak benarkah apa jang saja katakan tadi, jang tjinta itoe memboetakan?

Djika saja telah mempoenjaï diploma goeroe bantoe, tentoelah saja wadjib keloear roemah akan pergi beladjar oentoek mengambil diploma goeroe kepala dan pergi mengadjar djoega kesekolah. Akan menjampaikan maksoed itoe, saja telah mendapat izin dari sekolah-sekolah gerédja di Betawi. Disitoe nan­ti saja memberi pengadjaran disekolah rendah, dan pembalas djasakoe saja dapat pengadjanan oedjian goeroe kepala, dan lagi dapat roemah, makan, pertolongan dokter, serta pakaianpoen ditjoetjikan orang poela. Tetapi oentoek itoe beloem ada waktoenja. Moela-moela mesti diambil diploma goeroe bantoe,

157

dan kemoedian............ datanglah waktoe itoe, datanglah poela 'akal!

Soeatoe kenang-kenangan jang amat merawankan hati akan bertjerai dengan adik-adikkoe. Meréka itoe ta' bersenang hati karena itoe, dan sajapoen demikian poela, lebih-lebih djika memikirkan kalau-kalau permintaannja itoe diperkenankan. Tentoelah ia akan djaoeh dari pada kami, djaoeh dinegeri orang. Beroentoenglah karena ada kakak laki-lakinja disana, amat kasih kepada adik-adiknja, ta' oebahnja seperti saja. Kakak kami itoe amat menjoekaï dan setoedjoe dengan tjita-tjita kami, karena didalam tjita-tjita kami itoelah didapatnja kembali tjita-tjitanja sendiri. Kami telah memboeat perdjandjian jaïtoe, kalau ia telah tammat beladjar, ia akan tinggal didekat kami, akan bekerdja bersama-sama menjampaikan tjita-tjita kami itoe!

Kami berbesar hati mendengar, jang ia bertjita-tjita djoega seperti adik-adiknja perempoean. Hal itoe tambah memberanikan hati dan meninggikan nafsoe serta menolak kita kemoeka, soenggoeh seperti kekoeatan kegirangan dan kesajanganmoe poela kepada kami. Adalah poela seorang anak moeda, orang Eropah, jang kenal kepada kami karena boendanja sahabat kami. Ia bergirang hati dan bersoekatjita poela dengan maksoed-maksoed kami itoe. Keriangan hati jang toeloes dan kesoekaan jang soenggoeh dari sahabat kenalan kami, djaoeh dan dekat, itoelah jang mendjadi soeatoe bantoean jang besar bagi kami. Bantoean kesoetjian hati itoe amat bergoena kepada kami! Berilah saja selaloe bantoean itoe, o, Stella!


18 October 1901 (VIII).

Kadang-kadang kedjadianlah dalam hidoep kami, seolah-olah sekaliannja berkoempoel, akan mematahkan kekoeatan hidoep kami. Semoeanja sama-sama tiba, goeroeh dan topan toeroenlah dengan hébat serta kentjahgnja menimpa kami, seolah-olah ia berkata: „Soedjoed engkau, hai machloek jang hina, soedjoed sampai ketanah!” Hanjalah meréka jang keras hati dan tadjam pikiran jang sanggoep berdiri dalam angin topan jang sedemikian, dan jang dapat melawani kegalakan dan kekerasan kekoeatan doenia itoe.

Roepanja sekalian meréka jang keras hati dan tadjam pikiranlah jang kerap kali didatangi oléh sesoeatoe hal jang dinamakan orang: „boeroek nasib!” Bah, mengapakah saja berdoekatjita sekarang? Itoe tentoelah disebabkan karena saja dalam beberapa hari ini banjak melihat dan memandang ke-

158

sengsaraan. O, dirikoe, orang jang hina ini, saja lekas menggigil dan gementar, djika saja seakan-akan merasa poekoelan tongkat jang tiba dibadankoe; bagaimanalah 'akalkoe akan meenjenangkan dan meriangkan dirikoe?

Njonja ta' boléh meninggalkan tanah airkoe sebeloem kami sekali lagi berdjoempa dengan njonja dan sebeloem..........njonja tahoe, bahwa anak-anak njonja ketiga ini.................beroentoeng, sebeloem kami sebenar-benarnja mendapat kemenangan dari meréka, jang hendak merendahkan kami ketanah, dan maoe mendjadikan kami manoesia jang bodoh dan ta' berharga. Tetapi kemaoean meréka itoe tiadalah akan laloe; meréka tentoe dapatlah mematahkan hati anak-anak njonja, tetapi memboedjoek kami sekali-kali tidak. Dengan pertolongan toe­an kedoea, kami mesti sampai ketempat jang kami toedjoei!

Disini adalah tiga orang anak gadis, jang hatinja mentjintaï dan menjajangi toean, serta setianja tegoeh kepada toean, hati ketiganja soenggoeh-soenggoeh mempertjajakan dirinja kepada toean! Tentoelah toean tidak sekali-kali akan mening­galkan kami, boekan? Meskipoen perantaraan jang mentjeraikan kita itoe amat djaoeh, tetapi perantaraan itoe mémanglah dapat diseberangi oléh kapal jang tangkas dalam beberapa pekan sadja. Waktoe ini, karena iapoen akan datang djoea, lebih baik tidaklah kami pikirkan.

Kami ta' dapat bersenang hati memikirkan, jang toean akan sekian djaoehnja dari kami, djaoeh jang ta' dapat kami tjapai lagi. Roekmini dan Kardinah telah bermaksoed tidak akan memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim lagi; meréka ta' maoe menjajangi orang lain lagi, lain dari pada toean kedoea. Adik-adikkoe jang gila, siapakah orang jang boléh mengatakannja lebih dahoeloe bagaimana hendaknja kemaoean hatinja? Tjinta dan sajang datangnja tidak oléh sebab dipanggil; maoe ta' maoe tjinta dan sajang itoe mengikat hati kita dengan sekoeat-koeatnja.


20 November 1901 (VIII).

Jang sebenarnja sekali-kali ta' boléh kita mendjandjikan apa-apa, ketjoeali dengan dirinja sendiri, karena manoesia itoe ta' dapat mengetahoei lebih dahoeloe, apa jang akan terdjadi. Dengan hal jang demikian ta' adalah kita akan mengetjéwakan hati orang lain. Bagaimana sekalipoen toeloes dan ichlas perdjandjian itoe, dan bagaimanapoen kemaoean hati kita hendak menepati djandji itoe, tetapi alangan jang tidak disangka-sangka, oemp. sakit, boléhlah menghambat kita mene-

159

patinja. Bagi kami bangsa Djawa ada soeatoe kepertjajaan jaïtoe sipat jang tiada menepati djandjinja, ia nanti akan didatangi oléh oelar weling namanja. Oelar itoelah jang akan mengingatkan kepada meréka jang telah berdjandji itoe akan djandjinja. Bila meréka ta' lekas menepati djandjinja, maka datanglah poela kepadanja oelar welang namanja, jaïtoe oelar jang sangat bisa, jang gigitnja boléh memboenoeh. Bila hal itoe terdjadi, djanganlah nanti menjesal, djika meréka masih enggan djoega akan menepati djandjinja, karena tentoe adalah sesoeatoe ketjelakaan jang akan menimpa meréka jang moengkir djandji itoe. Hal itoe boléh kedjadian bilamana orang berdjandji ditempat-tempat keramat atau kepada orang keramat. Misalnja djika orang berdjandjikan boenga, doepa, kendoeri dll. kepada arwah orang-orang keramat. Oelar-oelar itoe ialah disoeroeh oléh arwah meréka akan mengingatkan orang, soepaja menepati djandjinja. Tetapi apalah goenanja saja mentjeriterakan kepertjajaan orang Djawa kepada njonja? Ma'aflah saja, sekalian itoe teringat sadja dalam hatikoe sedang menoelis.

Seharoesnja saja kena marah, karena saja telah lama berdiam diri, hal itoe teroetama ialah karena kelalaiankoe. Saja tidak bersenang hati atas dirikoe sendiri! Apa sebabnja saja bo­léh mendjadi semalas itoe dan ta' ada bernafsoe oentoek bekerdja, saja sendiripoen ta' mengerti. Hanjalah jang saja ketahoei, bahwa badankoe ngeri-ngeri sadja rasanja. Sakit benar-benarpoen saja tidak, betoel-betoel séhatpoen tidak poela, malas, segan, lelah dan djemoe, kosong sadja! — doekatjita — itoe dia!

Saja haroes mengoesahakan dirikoe dan bekerdja banjak­ banjak. Itoelah jang sebenarnja; kerdja jang bergoena ada padakoe, demikianpoen kerdja jang koetjintaï. Sekarang kebodohankoe ialah: karena saja ta' boléh mendapat barang jang koekehendaki, maka meradjoeklah saja berpaling diri, dan doedoek termenoeng-menoeng memikirkan sekalian hal itoe. Semoeanja itoe mémanglah kelemahankoe, kelemahan jang besar sekali. O, alang-alangan meroesakkan dirikoe, jang setiap hari datang beroelang-oelang, sangat melelahkan sendi anggota! Lebih baik saja dipoekoel dengan tongkat dari pada menanggoengkan toesoek-toesoekan djaroem, jang tidak berhenti-hentinja itoe. Dalam beberapa hari ini banjak benar penanggoengan dan perasaankoe. Oerat-oerat saraf saja mendjadi ta' berketentoean djalannja, dokterpoen mengatakan: „bekerdja”. Sifatkoe jang mandjapoen meninggalkan saja, sekarang apa-apa jang telah timboel dikepalakoe, ta' moedah saja hilangkan, mestilah saja pikirkan selaloe.

160

29 November 1901 (VIII).

Kami tahoe bahasa kabar jang diberitakan oléh soeratkoe ini akan mendoekatjitakan hati toean kedoea. Toean kedoea tentoe akan bersoeka hati mendengar, jang kami sekarang telah mendjadi sabar, meskipoen kedoedoekan hal ihwal kami beloem beroebah. Sekarang dikalboe kami ta' gelap lagi, damai dan sentosa telah merajap disitoe. Dalam gelap goelita itoe kami melihat soeatoe badan jang amat bagoes dan bertjahaja-tjahaja, sambil melambai-lambai kami dengan tangan jang ramah: hai tjita-tjita kami!

Sekarang tahoelah kami benar-benar, bahwa hal itoe ta' dapat kami djaoehi lagi, ia telah mendjadi satoe dengan kami. Bertjerai dengan dia menenggelamkan kami. Boekanlah hari ini, boekanlah poela kemarin sadja kami telah memikirkan, merasaï, menanggoengkan dan hidoep bersama-sama dengan hal keadaan kami itoe.

Soepaja kami boléh mengoebah pikiran dan perasaan kami, hendaklah orang memberi kami hati jang baroe, otak dan darah jang baroe oentoek toeboeh kami. Siapa jang telah mengenal njawanja ja'ni soeatoe benda jang hidoep dalam toeboeh manoesia serta telah mendengar dan mengerti akan seroean njawa itoe meminta „tjahaja” kemadjoean, ta' dapatlah lagi meloepakannja.

Apa jang telah njonja toeliskan kepadakoe, semoeanja telah saja pikirkan, rasaï dan tjobaï. Telah lama, lama doeloe sebeloem perdjoempaan kita, telah beberapa kali saja katakan kepada adik-adikkoe, meminta dan memohon kepada mereka, me­lepaskan dirikoe, dan sedikitpoen djangan hatinja bergantoeng kepadakoe.

Apakah saja, siapakah saja, saja anak gila jang tinggi hati, apakah sebabnja maka saja sabarkan memandang dan membiarkan adik-adikkoe pergi bersama-sama dengan saja? Saja jang mendjalani djalan-djalan jang 'adjaib dan beloem dikenal, jang moelanja haroes membawa saja kesoerga, tetapi jang sebenarnja sekarang membawa saja kenaraka. Pergi kenaraka mémang lebih lekas dari pada kesoerga, karena naraka itoe lebih dekat dan moedah ditjapai, tetapi soerga amat djaoeh dan soekar didekati.

„Betoel” kata adik-adikkoe: „Meski toean sendiri, meskipoen orang lain, ta' sanggoeplah memasoekkan bermatjam-matjam perasaan dengan sempoerna dan sampai tinggal diotak dan dikepala kami, djikalau sekiranja kami sendiri tidak telah ditakdirkan Allah akan mendapatnja. Biarlah kita sama-sama pergi kesoerga ataupoen kenaraka!”

Wahai, kekasihkoe jang setia, jang sebenarja tidaklah

161

engkau jang beladjar kepadakoe hanja saja sedjak dahoeloe sampai sekarang masih mendjadi moëridmoe. O, alangkah banjaknja jang telah engkau adjarkan kepadakoe!

Dimanakah boléh djadi sekalian itoe kalau sekiranja kami tiada sepikiran dan seperasaan? Sekaliannja, lahir dan batin bekerdja bersama-sama menjatoekan kami. Selama hidoep ka­mi selaloe kami bersama-sama. Sebagian besar dari pada bilangan oesia kami itoe haroes diboeangkan, karena waktoe itoe hidoep pertjampoeran kami, hanja roepanja sadja jang baik; tetapi enam tahoen jang kesoedahannja amat besar harganja dan baik diperhatikan benar. Hati meréka jang telah sajang-menjajangi amat sangat, biarpoen dalam sekedjap mata, ta' dapat ia diloepakan; apalagi waktoe jang lamanja enam tahoen, selaloe hidoep dengan setia dan sepakat dan berkasih-kasihan. Keenam tahoen itoe sepoeloeh kali lebih harganja dari pada harga jang sebenarnja.

Setiap hari kami sama-sama melihat, dan sama-sama men­dengar barang sesoeatoenja, dan sama-sama poela memperkatakannja. Dalam segala hal kami sepikiran, sekesoekaan dan seperasaan. Kami membatja soerat-soerat kabar, soerat-soerat boelanan dan kitab-kitab jang sama dan seroepa. Kami perkatakan, paparkan dan bertoekar pikiran tentang segala hal jang telah kami batja. Orang-orang toea kami bergirang hati melihat kami sepakat, serta memberanikan hati kami benar-benar, soepaja tiap-tiap boeah pikiran itoe, boekannja diperkatakan sadja, tetapi lebih-lebih haroes diperboeat dan dilakoekan djoega. Kesoekaan hatinja atas sepakat kami itoe amat besar, sehingga orang-orang toea itoe kadang-kadang telah berlakoe jang koerang 'adil kepada orang-orang lain, karena hendak melebihkan kami bertiga dari pada meréka itoe.

Betoel-betoel soeatoe 'adat jang amat siallah, perkawinan pada bangsa kami terdjadinja tidak dengan setahoe si anak gadis. Kalau seorang perempoean akan kawin, jang bergoena ialah izin dari bapa, paman atau saudara jang laki-laki perempoean itoe. Apabila toenangannja akan mendjabat kaboel, sekali-kali ta' goena dihadirinja. Hanjalah diminta ia datang menghadiri itoe, kalau ia tiada berbapak, berpaman atau bersaudara laki-laki.

Meréka jang melindoengi kami boléhlah mengawinkan kami dengan siapa jang disoekaïnja, dan hanjalah dalam soeatoe hal sadja orang toea kami ta' boléh memaksa kami kawin, jaïtoe apabila si laki-laki itoe bangsanja koerang dari pada kami. Iboe bapa ta' boléh memaksa anak-anaknja perempoean kawin dengan laki-laki jang koerang bangsanja dari pada bangsanja.

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. 11

162

Itoelah soeatoe sendjata kami jang boléh melawani kehendak meréka jang melindoengi kami itoe.

Oentoek sesoeatoe perkawinan, jang perloe hanjalah si laki-laki jang mendjadi toenangan dengan bapak atau paman atau saudara laki-laki si gadis pergi kepada penghoeloe atau orang lain, disitoe dikawinkanlah si laki-laki itoe, biarpoen hal itoe sekali-kali tiada disoekaï oléh si gadis itoe. Ia mesti kawin, bila orang toeanja telah menjoekakan.

Mamak adalah mengenal seorang perempoean jang ta' maoe dikawinkan. Lebih baik ia mati, dari pada dikawinkan dengan laki-laki jang telah dioentoekkan orang toeanja baginja. Allah, Toehan jang pengasih, tiga boelan lagi ia akan dikawinkan, maka njawapoen melajanglah, karena penjakit koléra. Bila ia masih hidoep tentoelah orang tiada akan mengindahkan bantahan si gadis itoe; soenggoehpoen ia ta' soeka, tentoelah ia mesti dikawinkan djoega. Hal itoe boekannja keadaan baharoe, dari dahoeloe adalah djoega anak-anak gadis jang melawani perkawinan meréka itoe.

Senantiasa orang mengatakan ketelinga kami, bahwa kami haroes menoeroet sadja segala jang dikatakan orang toea kami kepada kami. Dan demikianlah poela kata orang kepada seorang perempoean moeda, mestilah menjerahkan diri kepada laki-la­ki jang djadi soeaminja dan menoeroet segala perintahnja, sebab itoe si perempoean merasa dirinja tjelaka dengan laki-laki itoe: „Kosong, banjak tingkah, mengapakah maka perem­poean itoe maoe kawin? Bila orang telah kawin, tandanja ia telah mendapat kesoekaannja.” Djika si perempoean menoeroetkan soeaminja, mémanglah sebab kesoekaannja; tentang apa-apa jang disoekaï, ta'boléh mengoempat.

Tatkala saja menerima soerat dan doea boeah karangan toean kami telah siap akan pergi menghadiri soeatoe alat ka­win. Boekanlah 'adatnja, anak-anak gadis pergi kealat jang seperti itoe, dan doedoek bersama-sama dalam perkoempoelan jang demikian, tetapi meskipoen demikian mama' telah mengizinkan kami pergi kesitoe. Seorang perempoean sahabat lama kami boenda anak dara, meminta kami dengan seboleh-boléhnja menghadiri peralatan besar itoe, karena kedatangan kami disitoe, katanja mendjadi soeatoe „kehormatan bagi meréka itoe; kalau tidak demikian, kami dengan segala soekatjita akan tinggal diroemah. Waktoe kami hendak berangkat telah kami lihat perarakan mempelai pergi kemesdjid. Hoedjan waktoe itoe sangat lebatnja; keréta tempat mempelai doedoek bertoetoep, demikian poela keréta lain jang mengiringkannja Pajoeng-pajoeng keemasan jang beragi-ragi telah meléwati aloen-aloen. Perarakan itoe roepanja amat moeram, kamipoen menaroeh kasihan melihat hal itoe. Karena perarak-

Masjid jepara 195.jpg

MESDJID DI DJAPARA.

163

ah pengantin itoe roepanja seakan-akan perarakan orang mati.

Waktoe kami sampai keroemah anak dara itoe, kami dapati si anak dara itoe sedang doedoek dengan sikapnja diatas soeatoe kedoedoekan jang bernama dalam bahasa Djawa „kwade", menantikan mempelai jang masih ada dimesdjid. Bapakoe pergi poela bersama-sama dengan kami dan roepanja amat poetjat! Kasihan, bapakoe jang malang itoe!

Kami doedoek diatas tikar dekat pintoe, ma' diantara adikkoe kedoea. Baoe doepa dan boenga-boengaan memenoehi bilik anak dara tempat kami doedoek itoe. Boenji gamelan dan soeara jang lemah lemboet datang dari loear masoek ketelinga kami. Dalam hal itoe saja pandangkanlah matakoe kepada anak-dara, kemoedian kepada anak gadis jang doedoek dekat saja, dan setelah itoe kepada bapak jang sedang doedoek diloear. Gamelan berboenjilah berlagoe selamat datang, dan mempelaipoen datanglah.

Doea orang perempoean memegang tangan anak-dara dan membawa serta membimbing dia pergi menjongsong mempelai itoe, jang dibimbing poela oléh doea orang datang mendekati anak-dara. Beberapa langkah antaranja, maka anakdara dan mempelai masing-masing melémparkan sirih bergoeloeng, beberapa langkah lagi meréka itoepoen berdekatanlah, dan kedoeanja doedoeklah berloetoet bsrhadap-hadapan diatas tikar. Dengan loetoet anak-dara itoe pergilah mengingsoet-ingsoetkan dirinja mendekati mempelai itoe dan menoendjoekkan kerendahannja kepada mempelai itoe dimoeka orang banjak. Setelah mempelai itoe dekat benar, maka anak-dara itoe menjembah dan kemoedian mentjioem kaki mempelai itoe dengan sabarnja. Sekali lagi menjembahkan sembah jang menjajoekan hati itoe, laloe berdiri kedoeanja berpegang-pegangan tangan pergi kekoersi kajangan jang djahat itoe, serta doedoek lah disana.

„Joe, joe," bisik Kardinah ketelingakoe dengan matanja jang bertjahaja-tjahaja dan gerakan jang djenaka dimoeloetnja: „Wah, alangkah soekakoe kalau dapat melihat pengantin jang bertemoe itoe masing-masing tersenjoem-senjoem dan melémparkan sirih dengan mata jang gembira. Tentoelah pengantin jang sedemikian itoe, ialah meréka jang masoek kaoem moeda, jang telah berkenalan dengan isterinja itoe lebih dahoeloe. Alangkah bagoesnja djika begitoe, boekan, joe? Boléhkah nanti terdjadi sedemikian itoe? Saja soeka benar melihat keadaan jang seroepa itoe."

„Waktoe jang sedemikian, tentoelah akan datang djoega," djawabkoe dengan lekas dan tersenjoem-senjoem, tetapi da-

164

lam hatikoe, o, hatikoe ketika itoe seakan-akan ditikam de­ngan keris.

Dan disisikoe jang sebelah lagi doedoeklah adikkoe Roek­mini dengan moekanja berseri-seri dan matanja bertjahaja-tjahaja!

Sesoedah saja memandang seorang moeda jang bersikap haloes, jang doedoek disebelahkoe itoe, maka pemandangankoepoen djatoehlah kepada seorang jang koekoeh badannja lagi besar, jang sedang doedoek dilingkoengi oléh kepala kepala negeri. Kebetoelan waktoe itoe orang itoe menéngok kepihak kami. Saja lihat moeka orang besar itoe poetjat dan moeram. Penglihatan itoe menjedihkan hatikoe poela. O, apakah sebabnja maka demikian? Sebabnja? beginilah seroean dalam hatikoe, dengan poetoes asa dan ketjéwa.

Esok harinja saja ambillah seboeah kitab, sembarang sadja hendak saja batja oentoek merintang-rintang hatikoe. Saja boekalah kitab itoe, dan apalah kiranja jang terbatja oléhkoe? Ialah „Gebed van onwetende” (Do'a orang jang ta' ber'ilmoe), karangan Multatuli. Pada beberapa hari jang laloe terambil poe­la oléhkoe, seboeah kitab karangan Multatuli djoega, dan saja boeka poela kitab itoe, maka terlihatlah oléhkoe bermoela sekali „Thugater.” Sampai sekarang masih mendentjing ditelingakoe segala kata-katanja: „Bapak, katakan kepada si ga­dis, bahwa mengetahoei, mengerti dan berkehendak semata-mata dosalah kepada anak perempoean.”

Penoelis jang ternama itoe tentoelah tiada menjangka-njangka, tatkala ia menoeliskan kata-kata itoe, bahwa kata-kata itoe akan dirasaï soenggoeh soenggoeh akan kebenarannja oléh anak-anak perempoean bangsa Boemipoetera, bangsa jang disajanginja dan dikasihinja itoe, dan lagi karena bangsa itoelah maka pengarang itoe berperang, ja, berperang dengan hébatnja.

Kamipoen tahoe djoega seperti Barthold Meryan, apakah jang akan menantikan kami, apabila kami selaloe tinggal soedjoed, dimoeka mimbar tjita-tjita kami jang soetji dan moelia, ja'ni mimbar jang hanjalah bersendikan onggok-onggok batoe, jang asalnja roemah dari roemah toea jang terboeat dari pada segala benda jang sesoetji-soetjinja dan sebagoes-bagoesnja diatas doenia ini.

Adalah seorang perempoean bangsa orang kebanjakan mendjadi isteri jang kedoea dari seorang pegawai. Isterinja jang pertama kegila-gilaan lari meninggalkan soeaminja dan bebe­rapa orang anaknja pada soeaminja itoe. Isterinja jang kedoea itoelah jang mendjadi isteri jang sebenarnja bagi pegawai itoe, ia telah mendjadi boenda jang pengasih, lagi hati-hati mendjaga anak-anak tirinja itoe; ia sangat radjin dan bekerdja keras oentoek menambah gadji soeaminja, soepaja

165

dapat memberi anak-anak tadi pendidikan jang baik. Anak-anaknja jang laki-laki semoeanja mendjadi ,orang baik-baik, ialah karena oesaha iboe tiri itoe. Sekarang datanglah rahmat terima kasih dari soeaminja kepadanja. Pada soeatoe hari pergilah soeaminja kekota dan waktoe laroet malam baroelah ia poelang. Pegawai itoe laloe memanggil isterinja keloear, ka­rena adalah seorang djamoe datang bersama-sama, jang haroes didjagaïnja, dan haroes diberinja seboeah bilik oentoek djamoe itoe dll. Tatkala isterinja itoe tiba diloear, maka tampak oléhnja bahwa djamoe itoe ialah seorang perempoean moeda. Dan tatkala itoe............... tatkala itoe soeaminja mentjeriterakan kepadanja, jang djamoe itoe............... ialah isteri moedanja dan dia isterinja jang toea, haroeslah hingga ini keatas hidoep bersama-sama dengan perempoean itoe.

Héran serta tertjengang, berdirilah ia mermandang soeami­nja, karena ta' mengerti akan perboeatan si laki itoe; tetapi sesoedah kebenaran jang sangat piloe masoek kedaliam hatinja, maka iapoen djatoeh pingsanlah dan tiada berkata-kata. Setelah ia sadar akan dlirinja, sebentar itoe djoega ia meminta tjerainja. Moela-moela soeaminja itoe ta' maoe mendengarkan hal itoe sedikit djoeapoen, tetapi isterinja itoe menjesakkan dan memaksanja, sehingga soeaminja achirnja téwas, laloe memberi isterinja soerat jang diminta itoe. Malam itoe djoega ia keloear dari roemah itoe berdjalan kaki, melaloei hoetan rimba, semak beloekar pergi keroemah orang toeanja dikota. Tjara bagaimana ia sampai kesana tiadalah diketahoeinja. Ketika ia telah pandai berpikir lagi, maka iapoen tahoelah bahwa ia sekarang diroemah kaoem keloearganja, dan meréka itoe mengatakan kepadanja, bahwa ia telah lama sakit terba­ring.

Kemoedian ketika ia telah semboeh benar, maka dibatjanjalah soerat jang diterimanja dari soeaminja pada tengah ma­lam perbantahan dahoeloe; roepanja ia beloem bertjerai de­ngan soeaminja. Karena isi soerat itoe hanjalah menerangkan jang ia lari dari soeaminja itoe.

Soeaminja itoe sekali-kali tiadalah bermaksoed hendak mengembalikan kebébasan isterinja itoe. Kemoedian ia berbaik kembali dengan soeaminja itoe. Perempoean jang lain itoe keloearlah dari roemahnja, dan pergi diam keroemah jang lain. Isterinja jang toea dalam hal itoe mendapat kekoeasaannja jang lama kembali. Pada tengah malam perbantahan itoe ia bersoempah dengan nama Allah, sambil menelan pasir, jang ia sekali-kali tidak akan menolong meréka jang hendak meroesakkan hak orang lain. Waktoe ketjilnja ia telah bersoem­pah demikian itoe. Orang toeanja teiah mengawinkannja ke­tika ia ber'oemoer empat belas tahoen. Ia dahoeloe ta' tahoe

166

apa jang akan diboeatnja, ia hanja menoeroet kata orang toeanja, dan.......... sebab itoelah ia sekarang mendapat hoekoemannja. Sekarang ia tahoe betapa kesakitan api naraka, bila seorang perempoean dioesir oléh seorang perempoean jang lain, ïsteri soeaminja jang baroe. Ia selaloe setia akan soempahnja itoe. Beloem berapa lama ini soeaminja mengawinkan adiknja perempoean dengan seorang laki-laki jang teah beristeri. Ia sekali-kali ta' soeka mengoendjoekkan tangannja menolong perkawinan itoe dan ditahannjalah kemarahan soeaminja. Peralatan itoe tiadalah diroemahnja dikerdjakan orang. Kami tahoe benar kepada perempoean itoe dan sangat menghormatinja. Hidoepnja seperti sekarang, sekaliannja ïalah karena oesahanja sendiri. Ia telah bekerdja sendiri meninggikan kedoedoekan kemanoesiaannja. Dari ketjilnja ta' ada jang dipeladjarinja, hanjalah ia beladjar membatja sadja dan lapoen telah membatja bermatjam-matjam kitab dengan berhasil. Kerap kali kami héran mendengarkan bitjaranja jang menjaksikan kepada kami, bahwa ia menaroeh pikiran jang dalam dan berotak jang tadjam. Ia betoel-betoel seorang perempoean jang adjaib (tentoelah ada lagi perempoean-perempoean jang lain, jang seperti itoe) jang tidak sedikit djoega beladjar dan ta' djaoeh pemandangannja, tetapi pandai berpikir dan merasa seperti kami. Sahabat kami itoe telah banjak penanggoengannja jang amat dahsjat. Sebagai penanggoengannja itoe boekanlah ia seorang sahadja jang menanggoengkan itoe, tetapi banjak lagi perempoean-perempoean jang lain, jang telah menanggoeng seperti dia itoe. Dimanakah saja dapat berhenti menoelis, djikalau saja selaloe mentjeriterakan kepada toean sekalian penanggoengan dalam doenia perempoean Boemipoetera? Siapa jang ta' boeta matanja ta' pekak telinganja, tahoelah ia betapa penanggoengan itoe didalam 'alam kami. Hélakan hati kami dari dalam toeboeh, dan otak dari kepala kami, djikalau sekiranja soenggoeh-soenggoeh orang hendak mengoebahi nasib kami.

Beberapa antaranja sebeloem njonja mengirimkan kepadakoe boeah pikiran Sangwill jang keloear dari kitabnja: „Droomen van het Ghetto” (Mimpi-mimpi dari tanah Ghetto), maka Roekminipoen telah mengeloearkan djoega pikiran. jang hampir seroepa dengan itoe, soenggoehpoen kata-katanja itoe tidak sebagoes itoe benar. Pada soeatoe hari kami sedang memakan koeé boloe dan koeé jang lain-lain, adikkoe itoe datang dan maoe poela sedikit. Ketika itoe ta' ada tersedia piring jang bersih, dan Kardinahpoen berkata: „Makanlah dalam piring joe, joe, dan boléhlah engkau nanti pandai seperti dia poela.” Roekmini mendjawab dengan tangkasnja: „Tidak, saja ta' soeka, biarlah saja tinggal bodoh. Pandai itoe boe-

167

kanlah oentoeng bahagia bagi tiap-tiap orang. Pandai ialah tjelaka bagi seorang jang tadjam pikiran, tetapi ia ta' sanggoep melakoekannja. Dan lebih tjelaka lagi, apabila kita dapat merasa bahwa kita tjakap dan maoe; tetapi ta' boléh mengerdjakannja. Biarlah saja tinggal bodoh." Dalam kata-kata itoe tersemboenjilah seroean jang memoetoeskan pengharapan.

........................................................................................................................................

Pada soeatoe hari saja bersandar didindling dengan tiada bergerak-gerak, karena kesedihan hati: waktoe itoe mata saja membelalak, tetapi ta' dapat melihat, memandang teroes keoedara, dan pada telingakoe terdengar soeara jang menjedihkan hati, soeara jang membawa hatikoe ketempat kebenaran. Bapakpoen melindoengi saja dengan tangannja memangkoe saja, dlan iapoen menghiboerkan hatikoe, tetapi moekanja dipalingkannja melihatkoe. Hal itoelah soeatoe seroean jang sedih dari hati jang loeka, jang berkata dengan gementar: „Ah, boekan, boekannja begitoe, Ni, bapak bermaksoed akan mempertjakapkan hal ini dengan orang lain, sabarlah dahoeloe!"

„Sétan iblis," teriak dalam hatikoe, „mengapakah engkau soeroeh bapakkoe menanggoeng seperti itoe, djahanam?"

Dengan tangannja memeloek saja, pergilah saja dengan bapak keserambi belakang mendapatkan orang lain-lain jang ada disana.

Soeatoe perasaan jang amat piloe terasalah diseloeroeh toeboehkoe!

O, bapakkoe, mengapa toean ta' mendengarkan soeara hati toean sendiri dan ta' maoe mengikoetnja? Mengapa toean maoe mendengarkan soeara orang lain? Mengapa orang lain, orang jang ta' sedikit djoega berhati baik kepada kami, jang tiada mengindahkan kami dipanggil memperkatakan perkara ini, perkara jang wadjib dipoetoes d!an diselesaikan oléh toean sendiri, sedang orang jang bersangkoetan dalam perkara ini hanjalah ia meminta soeara toean sadja!

O, tjoekoeplah soeatoe perboeatan, tjoekoeplah soeatoe perboeatan jang berani sadja, dan tanah jang ternganga jang hendak menelan kami itoe, tentoelah tadi boléh tertimboen!

Bapak mengatakan tjita-tjita kami bagoes dan mengiakan, jang kami senantiasa beringin akan 'ilmoe dan ke'adilan. Hal itoe bockanlah main-main, tahoen jang laloe bapak telah mengizinkan kami, boléh bekerdja mentjari penghidloepan oentoek tegak sendiri. Sekalian itoe mengasoet pikiran kami mendjadi hoeroe hara, bila kami pikiri mengapakah maka kami selaloe dianiaja dan mengapakah maka kami haroes soeroet kembali? Mengapakah maka kami direndahkan serta dihinakan sedemikian? Lain tidak karena bitjara meréka, jang tjemboeroelah maka kami diboeat demikian.

168

Oléh karena itoelah maka karni haroes meninggalkan tjita-tjita kami, soepaja dapatlah kami menjenangkan hati orang banjak jang tjemboeroe itoe. Djika hal itoe perloe, ja, soenggoeh amat perloe, jang kami mesti meninggalkan tjita-tjita kami itoe, ja, tentoelah wadjib kami boeangkan; tetapi hal itoe sebenarnja boekan begitoe, sekaliannja berpoetar pada soeatoe soemboe, dan soemboe itoe ialah pikiran orang banjak. Oléh sebab itoelah maka hal itoe semoeanja mendjadi roesak! Sekalian hal itoe haroes kami koerbankan.

Orang banjak itoe tentoelah akan berkata ini dan itoe, kalau kami memboeat sesoeatoe jang kami soekaï. Siapakah orang banjak itoe? Bah, oléh karena orang banjak itoe, haroeslah roepanja kesoekaan kami dihambat dan dimatikan, dan kami wadjiblah kembali kedoenia jang gelap goelita?

Bila kami memikirkan sekalian hal itoe, maka darah kamipoen mendidihlah.

Kesajangan meréka jang memakai pikiran 'alam jang loeas, mémanglah banjak harganja, ja, hal itoe benar sekali. Kami tahoe benar betapa besar hati meréka itoe, bila kami dipoedji dan dikasihi oléh meréka jang terpeladjar dan pandai-pandai, tetapi gelak senjoem meréka jang bodoh, manoesia jang ba­njak diatas doenia ini, roepanja amat banjak dihargaï orang, lebih dari pada pikiran jang tersisip dihati. Dapatkah kiranja kami menjabarkan hati kami dalam hal itoe?

Telah banjak diperkatakan dan dikarangkan orang tentang kemadjoean kaoem keloearga kami, ja'ni kemadjoean ketoeroenan Tjonderonegoro. Nénékanda telah lama meninggal doenia, tetapi namanja masih hidoep, betapa hormat dan kasih orang jang tahoe akan dia menjeboet nama marhoem itoe, atau jang mendengar tjeriteranja. Nénékandalah jang pertamatama sekali membei'i anak-anaknja laki-laki dan perempoean pendidikan bangsa Eropah. Nénékanda ialah seorang jang menebas djalan, ia seorang jang tinggi pikiran.

Sebab itoelah maka ta' adalah hak bagi kami akan mendjadi bodoh.

Bapakkoe seorang jang dimaloei dian dihormati bangsa Eropah dan oléh bangsanja sendiri, apakah sebabnja? Seorang regénpoen ta' adalah jang diambil oléh bapak mendjadi menantoe, tetapi bapak mendjadikan anak-anaknja laki-laki dan perempoean orang jang berpikiran. Itoelah kebaikan, ja'ni kebaikan jang menjebabkan bapak dipandang dan dihormati oléh orang banjak. Kehormatan dan kesajangan meréka jang berpikiran tiadalah akan berkoerang-koerangan, tetapi selaloe akan bertambah, apabila bapakoe menghiasi pekerdjaannja dengan memberi kami izin meinjampaikan tjita-tjita hati kami jang dibangoenkan oléh bapakkoe sendiri. Tetapi sajang terta-

169

wa orang banjak, jang ta' mengerti itoe, itoelah jang lebih berharga, o, Allah!

Pendiidikan kami samalah dengan soeatoe komidi, karena maksoednja hanjalah keindahan sadja. Kami wadjib senantiasa tinggal bertjahaja-tjahaja, biarpoen karena mengenakan intan permata, ataupoen mengenakan intan lantjoeng roepa-roepanja. Hal jang seperti itoe ta' boléh mendjadikan kami berketjil hati; demikian djoega dalam doenia jang telah kami kenal, jang memandang tinggi sekalian jang poera-poera. Malang, malang, karena kami anak-anak jang menjajangi kebenaran, lebih kami sajangi dari pada radja jang berkoeasa, jang bernama: „Poera-poera itoe." Kamipoen terpaksa akan bermain komidi poela, komidi, jang mewadjibkan kami mempermainkannja, ialah oentoek meninggikan hati kami ka­rena kami ta' maoe memperlihatkan loeka dan kesedihan hati kami kepada orang banjak.

31 December 1901 (VIII).

Kami ta' soeka lama berlajar dengan kapal jang telah roesak binasa itoe. Patoet benar dikerdjakan soenggoeh-soenggoeh akan pengoebah perkara jang boeroek itoe. Alangkah besar hati kami, kalau orang pandai-pandai memikirkan hal itoe. Kerap kali saja berbitjara dengan isteri-isteri kepala negeri dan perempoean-perempoean dikampoeng tentang hal kemerdékaan, membanting toelang sendiri serta dengan djerih, peloeh, mentjahari penghidoepan bagi anak gadis Boemipoetera, dan poetoeslah pikirannja begini: „Haroeslah ada seorang, jang akan memberi tjontoh." Kami pertjaja soenggoeh, sekiranja ada seorang jang berani memoelaï pekerdjaan itoe, banjaklah orang jang akan menoeroetnja. Sebenarnjalah pekerdjaan itoe boekan pekerdjaan jang sia-sia. Pokoknja asal: seorang madjoe kemoeka, dan jang menoeroetinja orang-orang baik dan sedjati. Sekarang jang seorang menanti jang lain: ta' seorang djoega jang berani moela-moela, jang pertama memboeatnja: orang-orang toea nanti-menantikan. Siapa jang berani soenggoeh-soenggoeh akan mengasoeh anaknja perempoean, soepaja mendjadi perempoean jang merdéka, tahoe berdiri sendirinja? Kami kenal se­orang gadis anak regén, jang se'oemoer dengan kami, jang djoe­ga berhati gembira oentoek kemerdékaan. Ia soeka benar hen­dak menambah pengadjarannja, lagi pandai berbahasa Belanda dan telah banjak kitab-kitab jang dibatjanja. Ia seorang ga­dis, anak regén Koetoardjo: ada doea orang anaknja perem­poean, jang amat baik boedi bahasanja. Kami amat sajang

170

kepadanja. Saja tahoe dari seorang sahabatkoe, seorang goeroe perempoean, bahwa anak gadis regén itoe jang toea, soeka benar hendak beladjar lebih landjoet. Dari goeroe perempoean itoe sendiri saja dengar, bahasa anak gadis itoe soeka benar hendak melihat tanah Eropah. Anak gadis jang kedoea, seorang anak, jang bagoes dan tjantik. Beberapa tahoen jang laloe, ia menoempang diroemah kami. Ketika ia kembali keroemahnja, segeralah ia beladjar menggambar dan sekarang amat pandai ia. Ajahnja berkata, bahwa pertolongan besar bagi laki-laki, sekiranja perempoean terpeladjar. Dihargaïnja benar perem­poean jang ber'adat baik dan terpeladjar. Kamipoen telah bertjakap-tjakap dengan anaknja jang telah kawin. Soenggoehpoen ia tiada pandai berbahasa Belanda, tetapi pandai berbintjang dalam segala hal, dan ia djoega soeka akan kemerdékaan sebagai perempoean Eropah. Itoelah niat dan kenang-kenangannja, soepaja Boemipoetera Hindia merdéka sebagai bangsa Eropah.

Ada poela anak regén kemari dahoeloe, anak gadis dari tanah Soenda, jang ta' tahoe berbahasa Djawa, tetapi bertjakap-tjakap dengan kami dalam bahasa Belanda.

Pertanjaannja jang pertama kepadakoe: „Berapa orang iboemoe?" sajapoen melihatnja dengan sedïh hati. (Ia dipeliharakan diroemah orang Belanda). Soedah itoe ia menjamboeng perkataannja (djanganlah pembatja terkedjoet): „Iboekoe 53 orang banjaknja dan anak bapak kami 83 orang. (Batjalah sekali lagi delapan poeloeh tiga). Saja ta' kenal akan saudara-saudarakoe jang laki-laki dan perempoean semoeanja. Saja anak jang boengsoe, ajahkoe tiada poela koekenal, karena ia telah meninggal doenia sebeloem saja lahir. Tidaklah hal itoe menjedihkan hati jang amat sangat?"

Pada beberapa tempat diresidénsi Priangan, anak-anak gadis bangsawan dapat memilih, dan kebanjakan meréka itoe kenal akan djodohnja. Anak-anak moeda disana kenal seorang dengan jang lain, dan bertoenangan sebagai 'adat Eropah. Itoelah tanah jang berbahagia, tetapi, tetapi............! Disana adalah seorang anak gadis, tjoetjoe toenggal dari seorang regén (orang toeanja telah mati). Ia telah menerima pemeliharaan dan pendidikan jang baik. Menoeroet pengadjaran jang diterimanja, ten toe ia anak jang berkepandaian jang tiada tepermanaï: ia berpidato, dll. Ia bertoenangan sebagai 'adat-'adat Belanda dan kawin dengan seorang — jang beristeri banjak dan telah mempoenjaï anak satoe pasoekan. Diantara anaknja itoe; ada jang telah balig. Saja telah berkenalan dengan menantoenja, seorang perempoean jang pandai berbahasa Belanda, iboe oléh seorang anak jang ber'oemoer doea tahoen; ketika itoe perempoean itoe ber'oemoer 17 tahoen — setahoen doea

171

lebih moeda dari pada isteri mentoeanja jang laki-laki. Ia sendiri telah memilih soeaminja itoe, katanja kepadakoe bahwa hidoepnja amat beroentoeng.

........................................................................................................................................

Boeah pikiran dalam segala hal jang telah koepikirkan dan koerasaï tentang perkara jang boeroek-boeroek, jang haroes dihapoeskan dari 'alam perempoean Islam, telah lama hendak koesiarkan. Pikirankoe hendak mengeloearkan seboeah kitab, jang mentjeriterakan doea orang anak regén, seorang perem­poean Soenda dan seorang Djawa, berkirim-kiriman soerat. Telah beberapa poetjoek soerat soedah koetoelis akan djadi pendahoeloean kitab itoe, dan lagi banjaklah poela koeboeat peringatannja. Kenang-kenangan itoe tiadalah akan saja boeangkan, meskipoen pekerdjaan itoe baroe beberapa tahoen lagi dapat koesoedahkan. Maksoed itoe tiada akan saja hilangkan, apalagi karena saja tahoe, bahasa toean bermaksoed begitoe poela. Kesoesahan jang besar ialah karena bapak tidak mengizinkan saja menjiarkan karang-karangan itoe. „Saja pandai berbahasa Belanda itoe bagoes," kata bapak; „tetapi kepandaian itoe ta' boléh saja pergoenakan akan menjatakan pikirankoe."

Kami anak perempoean ta' boléh mengeloearkan pikiran, kami haroes mengatakan, ja dan amin sadja, kami haroes membenarkan apa jang dikatakan orang baik bagi kami. Beberapa tahoen jang telah soedah, adalah seorang penoelis bangsa Be­landa, jang koekasihi, djoeroe kabar dari seboeah soerat kabar oentoek perempoean, tempat saja berkirim-kiriman soerat, meminta kepadakoe akan menjiarkan soerat-soeratkoe dalam soe­rat kabarnja. Dalam soerat itoe saja tjeriterakan seperti hal jang terseboet diatas. Boléh djadi, kalau hal jang begitoe disiarkannja, akan mengadjak ahli pikiran mengeloearkan pikirannja, dan dengan hal itoe boléh poela akan memperbaiki pi­ kiran itoe. Djoeroe kabar itoe akan merahsiakan benar-benar: nama saja, tempat tinggal, dll. Sekalian hal tentang dirikoepoen akan disemboenjikannja, dan hanjalah fasal 'adat isti'adat jang akan diwartakannja. Soerat karangan itoe dikirimnja ke Djawa, soepaja bapak dapat memikirkannja. Bapak tidak soedi memperkenankan — nantilah............??............Saja tahoe apa artinja kata nanti itoe, nantikan kalau saja tiada berbahaja lagi, kalau namakoe Radén Adjeng berganti dengan Radén Ajoe. Entjik sitti si pengarang itoe meminta beberapa kali lagi, tetapi (selaloe) ta' boléh.

Baroe-baroe ini ia meroendingkan poela perkara itoe sekali lagi. Njonja Ter Horst, pengarang dan jang mengeloearkan soerat kabar oentoek perempoean Hindia ,,de Echo", menjediakan tempat disoerat kabarnja oentoekkoe. Njonja itoe tahoe benar dan melihat dengan mata sendiri bagaimana kehidoepan

172

perempoean Boemipoetera, dan ia merasa kasihan akan gadis-gadis bangsawan di Djokdja dan di Solo. Soerat kabar itoe disiarkannja kemana-mana, mendjadi anoegerah kepada jang soeka. Diadjarnja saja mengarang pertjakapan antara doea orang perempoean anak-anak regén. Apa jang patoet dirahsiakan, akan ditanggoengnja. Djoega tjeritera jang boléh mempeibaiki kehidoepan bangsa baik djoega dikarangkan. Saja batjakan soerat itoe kepada bapak, laloe dapatlah izin: tetapi sebeloem saja sempat mengarang apa-apa, izin itoe ditarik kembali. Beloem boléh saja mengeloearkan boeah pikirankoe ............sekali lagi bapak berkata............nantilah.

Toean Boes di Probolinggo berkirim soerat kepada bapak, dan meminta pertolongankoe oentoek soerat kabamja jang bernama_: „de Nederlandsche Taal" jaïtoe soerat kabar oentoek Boemipoetera. Permintaan itoe adalah dikaboelkan. Toean Boes meminta karangankoe tentang: „Pengadjaran oentoek anak pe­rempoean Boemipoetera", „Apa-apa tentang kepandaian Boemi­poetera" dan „Soeatoe peratoeran anak negeri jang berpaédah."

Ketika itoe kami pergi ke Betawi. Lagi poela banjak perkara jang mengganggoe saja mengarang, hari ini saja maoe menoelis karangan itoe, tetapi bésok tiada lagi, sehingga achirnja poetoeslah harapankoe, dan kertas-kertas itoepoen koetjabi'klah. Alangkah bodohnja pekerdjaankoe itoe. Sekali-sekali saja keras kepala dan marah sebagai ini, karena itoe poetoeslah harapankoe. Saja hanja boléh menoelis karangan jang tiada berarti sadja, perkara jang soekar-soekar ta' boléh saja ganggoe.

Ketika itoe saja bei'pikir: djikalau saja mengarang perkara jang penting-penting, tentoelah sekalian Boemipoetera akan djadi moesoehkoe, dan sekiranja saja djadi goeroe, siapakah jang akan menjerahkan anaknja kepadakoe? Tentoelah saja dikatakan orang gila. Soenggoehpoen demikian ingin benar hatikoe akan memperkatakan segala hal itoe didalam soeratsoerat kabar. Tjobalah pikirkan, sekolah jiug ta' ada bermoerid-— goeroe-goeroe jang tiada bermoerid— tetapi harapankoe masih tegoeh. Kami haroes mentjari 'akal dahoeloe, bagaimana akan dapat teroes beladjar. Baiklah bapak kami boedjoek akan membantoe permintaan kami kepada toean besar Goebernoer-Djenderal.

Ta' baiklah kami lekas bergirang hati mengatakan, bahwa permintaan kami itoe akan dikaboelkan. Ja Allah, kalau tiada diperkenankan, bagaimanakah nanti? Hanjalah seboeah djalan oentoek kami jang terboeka, ja'ni: baik mendjadi doekoen beranak. Tentoelah kami haroes menghapoeskan peringatan, jang maksoed kami hendak mendjadi tjontoh dan pedoman itoe: tentoalah kami hanja sanggoep menolong manoesia kadar be- 173

berapa orang sadja, tetapi itoepoen baik djoega, lebih baik dari bekerdja ditoko atau diroemah obat oempamanja, karena dalam pekerdjaan itoe tentoelah kehidoepan kami kosong, tiada berharga. Tentoelah hidoep sedemikian oentoek diri sendiri, tetapi kami soeka hidoep oentoek tanah air, dan maoeJah kami mengoerbankan diri oentoek keselamatan kemanoesiaan jang seperti kami tjintaï itoe.

Telah banjak saja dapat keterangan tentang sekolah doekoen beranak di Amsterdam. Disana orang boléh beladjar dengan tiada membajar. Djikalau kami hendak pergi kesana, tentoelah haroes meminta pertolongan toean Prof. Hector Treub. Anak negeri bangsa kami kelak dapat membédakan, dimana kami telah beladjar mendjadi doekoen beranak itoe. Tiadalah meréka itoe akan menghinakan kami, djikalau sekiranja kami bela­ djar di Eropah.

Beladjar disana doea tahoen lamanja. Bagaimanakah 'akal kami akan dapat pergi ke Eropah? Ta' tahoelah kami, tetapi kami haroes mentjari 'akal dahoeloe. Ta'soeka kami memboeang maksoed itoe, sebeloem sekalian ichtiar, jang boléh kami harap akan menjampaikan maksoed kami, kami tjoba mendjalankannja. ............................................................................................................................................

Wahai, alangkah baiknja, kalau dapat kami berkenalan dengan anak-anak moeda bangsa kami jang telah terpeladjar, dan jang mentjintaï kemadjoean, seperti Abdoel Rivai dll. Alangkah baiknja kalau dapat kami mengambil hati meréka itoe akan menolong memadjoekan maksoed kami jang moelia itoe. Adóeh, apabila gerangan waktoenja anak-anak moeda, laki-laki dan perempoean, dapat bertjampoer gaoel seperti bersaudara jang sama haknja?

Seperti sekarang didalam doenia bangsa Boemipoetera, bah! boekan boeatan rasanja kami perempoean-perempoean dihinakan, selaloe, setiap hari!

Ilustrasi desa ciputri priangan 207.jpg

Désa Tjipoetri dekat Patjet (Priangan).

3 Januari 1902 (VIII).

Tetapi toean residén akan melihat kami dan akan bertjakap-tjakap dengan kami. Toean besar itoelah jang membawa kami moela-moela keloear roemah 6 tahoen jang laloe. Oléh permintaannja, dapatlah kami berdjalan keloear. Dahoeloe dari waktoe itoe ta' pernah kami pergi keperdjamoean, sehingga pendopopoen beloem pernah kami djedjak, dan sekalian orang jang hendak melihat atau bertjakap dengan kami, haroes pergi masoek kedalam atau pergi keserambi dibelakang. Senang hati kami mengingatkan bagaimana kami selangkah-selangkah menempoeh djalan kemerdékaan. Toean S ij t h o f f itoelah poela jang moela-moela menolong kami melangkahkan langkah jang pertama menempoeh djalan itoe. Sekarang kami telah bersiap akan menempoeh zaman jang baroe. Enam tahoen soedah lamanja jang boléh kami namakan tahoen beroentoeng............betoel didalam tahoen-tahoen itoe kami banjak menangis, tetapi banjak poela bersoekatjita.

Ketika kami tiba di Semarang, datanglah saudara perempoean kami jang soeloeng jang tinggal di Kendal, melihat kami. Ta' senanglah hatinja sebeloem berdjoempa dengan kami bertiga: „Adik, adikkoe,” itoelah sadja katanja ketika melihat kami. Tangannja jang memeloek kami gementar dan air matanjapoen berlinang-linang dipipinja.

Ketika kami berhadap-hadapan dan bertentangan dengan 175

saudara itoe, ta' dapatlah kami mengeloearkan kata sepatah djoeapoen, mengertilah kami apa jang' terasa dihati pada waktoe itoe. Sekaranglah baroe kami dapat bertemoe dengan hati jang sesoeai. Kasih dan iba hati kami melihat saudara kami itoe. Dimoekanja tampak oléh kami, bahwa ia soeka benar hendak menoeroet kepada kami, dan tahoe poela ia akan kelemahannja. Baroelah sekarang, setelah beberapa tahoen, baroe dapat ia menghargaï kami dan menjoekaï maksoed kami. Sekalian itoe mengoeatkan dan menegoehkan tjita-tjita hati kami serta menambah keberanian hati. Saudara kami itoe moelamoelanja soenggoeh-soenggoeh bentji kepada sekalian 'adat jang baroe, ia soenggoeh kaoem koeno, tetapi sekarang............?

Alangkah ta'adjoebnja ia melihat keadaan kedoea adik-adikkoe jang masih ketjil itoe. Besar hatinja boekan boeatan melihat peroebahan itoe. Djanganlah kiranja toean terkedjoet melihatkan kami, berani memoedji diri dan berhati gadoek sebagai ini! Sebenarnjalah besar hati kami, melihatkan bagaimana ia dengan ta'adjoeb mengakoe, bahwa kami tiada djahat seperti perasaan hatinja dahoeloe; tetapi iba poela hati mengingatkan bagaimana ia berdoekatjita melihatkan kami berkelakoean jang demikian.

Soeaminja seorang laki-laki jang baik hati. Baroe inilah saja tahoe, bagaimana dan siapa ia. Dahoeloe kami bertemoe sekali-sekali dengan dia, dan bertjakap sepatah doea sadja. Sekaliannja ta' tahoe saja bagaimana dia. Baroe-baroe ini ketika kami bertemoe dengan dia, lama kami bertjakap-tjakap............pada pikirankoe saudarakoe perempoean beroentoeng mendapat soeami jang demikian. Soeaminja itoe dahoeloe bersekolah di H.B.S. dan beladjar disana hanjalah pada beberapa kelas, kemoedian pergilah ia mendjadi pegawai. Iparkoe itoe ta' berbapak lagi. Sekalian adiknja perempoean dan laki-laki bersekolah Belanda. Seorang adiknja laki- masih bersekolah di H.B.S. Ia sekarang dikelas 4 dan akan naik kekelas 5. Anak itoe tadjam otaknja. Paman iparkoe itoe, seorang regén, menjoeroeh adiknja jang di H.B.S. itoe dikeloearkan dari sekolah. Regén itoe akan menolong soepaja ia mendapat kerdja. Selaloe iparkoe diasoetnja, tetapi ia ta' maoe mengeloearkan adiknja dari se­kolah itoe. „Apa, menjoeroeh adikkoe keloear dari H. B. S. itoe? Dan akan mendjadi djoeroetoelis asistén-wedana jang bergadji ƒ 15 atau ƒ 20? Ta' maoe saja," katanja, „Ia haroes meinjampaikan peladjarannja di H. B. S. Nanti ia boléh bekerdja per­kara dagang atau dikeréta api."

Iparkoe itoe mémang gagah, ia ta' soeka memimpikan pajoeng emas atau boeah badjoe leter W. Dan iboenjapoen djoega bermaksoed demikian, ja'ni maoe menjoeroeh anaknja beladjar sampai tammat, soenggoehpoen ia tahoe, bahasa anaknja di- 176

roemah adalah 4 orang lagi. Baik benar maksoed iboenja itoe, boekan?

Alangkah senangnja orang jang beroeang banjak. Dengan oeang itoe banjak orang dapat ditolongnja soepaja berbahagia. Besar kemaoeankoe hendak beroeang beriboe-riboe roepiah, dan kalau ada oeang itoe dapatlah saja mengirim anak itoe pergi beladjar ke Eropah.

Ada poela seorang anak gadis kenalan saja, jang telah beladjar disekolah gerédja di Semarang, tetapi kasihan si gadis itoe sekarang telah koeroes, karena angan-angan sadja. Kehidoepannja sekarang berlainan dari dahoeloe. Ia sekarang telah tinggal diroemah seperti anak wedana biasa, ta'boléh bertjampoer gaoel atau bertjakap-tjakap dengan orang asing. Seperti diratjoen oranglah rasa hatinja. Djikalau sekiranja adalah kepandaiannja, jang memoedahkannja mentjahari penghidoepan sendiri tentoelah tidak begitoe halnja? Kepada anak jang seperti itoe haroes diberi tjontoh, soepaja tahoe, bahwa „bekerdja itoe meninggikan diri" dan anak gadis bangsa Boemipoetera ta' perloe selaloe bergantoeng hidoepnja kepada kaoem keloearganja, kalau ia ta' soeka.

Apakah kehinaan jang lebih besar lagi lain dari pada selaloe bergantoeng sadja kepada Orang lain? Djikalau adalah ia beladjar sesoeatoe kepandaian, jang boléh menghasilkan oeang, tentoelah ia akan bébas dan pandai tegak sendiri. Sekarang apa­kah nasib jang akan ditanggoengkannja, kalau 'oemoemja dipandjangkan Toehan? Tentoelah ia akan kawin.

Baroe-baroe ini datang bermain kemari soeatoe wajang orang. Diantara perempoean-peirmpoean anak wajang itoe adalah se­orang tjoetjoe perempoean dari seorang regén. Apakah asalnja terdjadi kehinaan jang sedemikian itoe?

Dahoeloe boekanlah mendjadi 'adat menjoeroeh anak-anak pergi beladjar: tetapi sekarang telah mendjadi keperloean biasa. Kalau ada seorang jang beranak 25 orang banjaknja, tentoelah ia ta' diapat memberi sekalian anaknja itoe pendidikan jang sempoerna.

Orang ada bertanja sekarang, apakah sebabnja bangsawan Boemipoetera kehormatannja mendjadi koerang? Adakah orang jang bertanja itoe. memikirkan lebih djaoeh, bahwa manoesia itoe ta' berhak menjebabkan hamba Allah lahir kedoenia, djikalau sekiranja tidak akan dihidoepkan dengan sempoerna? Soenggoehlah amat bodoh saja ini!

Kalau koepikirkan segala hal itoe, timboellah dihatikoe, soeatoe keinginan jang amat sangat: „Beri apalah kiranja orang Djawa pendidikan jang baik." Pendidikan itoe boekanlah sahadja hendaknja penambah pikiran, tetapi djoega bergoena oentoek penjoetjikan hati. Tiap-tiap saja mendengar atau meli- 177

liat perkara jang menjedihkan hati itoe, timboellah dihatikoe permintaan „Beri apalah kiranja orang Djawa pendidikan jang baik!

Besar tjita-tjitakoe hendak berkenalan dan beroending de­ngan segala orang pandai-pandai dan orang jang berkehendak kemadjoean ditanah Hindia ini.

Seorang diri sadja ta adalah kekoeasaankoe; tetapi djikalau sekalian anak-anak moeda jang berkehendak kemadjoean itoe mendjadikan seboeah perserikatan, tentoelah dapat kami bersama-sama berboeat baik. Tiadalah tepermanaï besarnja hati kami, kalau kami membatja karangan bangsa kami jang berisi. Bagaimanakah daja kami dapat berkenalan dengan meréka itoe' Koepanja itoelah soeatoe hal jang moestahil. Tentoelah orang mengatakan kami nanti hendak bermaksoed djahat. Persahabatan antara anak-anak moeda laki-laki dan perempoean beloemlah masoek dalam pikiran orang masa sekarang. Kalau saudara kami jang laki-laki poelang dari negeri Belanda, baroelah dapat kami moelaï berboeat seperti kemaoean kami itoe ......... Koepikir sendiri-sendiri dihatikoe, djikalau sekiranja saja berboeat kesalahan jang sebenar-benarnja, tentoelah mereka itoe akan memisahkan dirinja dari saja, dan tentoelah saja akan dioesir dan dihmakannja; tetapi maoekah bapak dan iboekoe berboeat djoega sedemikian akan dakoe? O, tidak, tentoe ta' maoelah ia berboeat demikian. Saja ini tinggal anaknja djoea, tempat hatinja, meskipoen saja berdosa besar. Dan ketika itoe timboellah dihatikoe, kasih sajang jang tidak berhingga akan orang toeakoe. Ketika kami sedang doedoek merenda pakaian adikkoe Roekmini (kamilah sadja jang diizinan memboeatnja) selaloe pintoe bilik terboeka, dan bapak masoeklah kedalam hanja akan meraba kepala anaknja ini, jang penoeh berisi pikiran berlawan-lawanan.

Empat pekan lagi antaranja saudarakoe itoe tidaklah akan tinggal lagi bersama-sama dengan kami. „Saja tahoe jang engkau kedoeanja akan tertjanggoeng bila koetinggalkan", kaanja. lelah biasa kami hanja bertjampoer gaoel bertiga sadja, selaloe berkoempoel bertiga, tetapi sekarang?..........................

Tiadalah sekali-kali kami dapat meloepakan hal itoe.

         *
        * *

15 Februari 1902 (I).

Kalau ada orang berboeat apa-apa jang ta' patoet kepadakoe, maka darahkoepoen naiklah, marahkoe terbitlah, tetapi sesoedah itoe datanglah kesoekaan dalam hatikoe: Saja girang karena meréka itoelah jang berboeat salah kepadakoe dan tiada-

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. 12 178

lah sa ja berboeat djahat kepadanja, dan pekerdjaan jang sedemikian ta' patoetlah saja memboeatnja. Kalau saja berdoekatjita, ta'lain sebabnja, ialah karena meréka itoe telah berkelakoean jang tiada patoet dan tidak 'adil kepadakoe. Ma'afkanlah saja, sebab saja baroe sekarang berkirim soerat kepadamoe; setelah adikkoe bidji matakoe itoe berangkat, tiadalah dapat saja mengenangkan hendak berkirim soerat. Soenggoehpoen demikian tiadalah hilang wadjah toean dari dalam pemandangankoe. Adikkoe berangkat tanggal 31 Januari dari sini keroemahnja jang baroe itoe. Moga-moga Toehan memberin jaoentoeng dan rahmat seperti oentoek seorang anak jang soetji hati dan jang tiada berdosa.

Engkau tahoe bahasa kami bertiga sangat berkasih-kasihan, dan Roekmini ialah bidji mata, dan tangkai hati kami, karena ia seorang anak jang lemah, dan haroes banjak mendapat pertolongan dari saudara-saudaranja. Sebeloem ia kawin, banjak perasaan-perasaan jang kami tanggoengkan, karena mengingatkan kami akan bertjerai itoe, sehingga tatkala waktoe itoe datanglah, kamipoen seakan-akan ta'merasa lagi, adalah sebagai manoesia jang tiada berhati. Ketika itoe kami soenggoeh amat sabar, tiadalah kami berpikir dan tiadalah merasaï apaapa djoeapoen. Waktoe berangkat kami lihat dengan mata jang kering. Kami takoet akan diri kami sendiri, kami biarkan sadja ia berangkat dengan hati jang dingin, ta'ada perasaan apaapa jang menarik hati kami. Hal jang seperti itoe ta'pernah kami tanggoengkan, dan tabi'at berhati dingin itoe tiadalah tabi'at kami. Kami takoet, kalau-kalau ada bahaja jang akan datang, atau tjelaka jang tersemboenji seperti sakit dsb. Kepalakoe rasanja seperti tiada berisi, dan badankoe lemah seperti tiada bertoelang. Annie Glasser, sahabat kami, atjap kali datang keroemah, ialah sebab permintaan adik kami itoe. Pada soeatoe malam ketika ia datang bertandang, ia bermain lagoe-lagoe jang amat disoekaï oléh adik kami, dan djoega lagoet-lagoe jang lain jang kami soekaï dipiano. Lama-lama hilanglah doekatjita kami, karena merdoenja boenji lagoe-lagoe itoe. Dan sekedjap itoe djoega piloe poela rasanja hati kami mengenangkan hal jang telah laloe. Sjoekoerlah jang perasaan kami telah kembali semoela dibadan diri kami! Sjoekoerlah kata kami, karena barang siapa jang tiada merasaï kepiloean hati, tiadalah poela ada perasaannja oentoek kesoekaan hatinja. Dan siapa jang beloem pernah berdoekatjita, beloemlah poela dapat bersoekatjita.

Adikkoe telah djaoeh dari mata kami, jang ta'dapat kami memikirkan jang ta'ada bertjampoer lagi dengan kami, adik kami jang kami kasihi itoe. Selaloe wadjahnja terbajang-bajang dimata kami, ia seperti selaloe ada disisi kami. Bédanja 179

hanja kami sekarang ta' dapat lagi bertjakap-tjakap seperti dahoeloe, hanja berkata-kata dalam kenangan sadja. Alangkah adjaibnja bagi kami, bahwa kami haroes mengambil kertas dan da wat, kalau kami hendak bertjakap-tjakap dengan dia. Bidji matakoe, tangkai hatikoe, betoelkah toean telah bertjearai dengan kami? Wahai adikkoe jang ditjinta, beroentoenglah hendaknja toean dalam hidoepmoe jang sekarang ini, dan taboeikanlah disana oentoeng dan bahagia, seperti jang telah engkau perboeat disini. Moedah-moedahan dapatlah toean menghoeboengkan hati meréka itoe kepada dirimoe.

Stella, sabarlah engkau dahoeloe akan saja, soeka benar saja sekarang hendak mengirim soerat jang meriangkan hati, tetapi beloem dapatlah rasanja saja menoelis soerat jang se­perti kehendakkoe itoe. Meskipoen demikian djanganlah kiranja toean berketjil hati, karena sampai sekarang beloemlah pernah kami berniat hendak memboeangkan tjita-tjita kami. Kami selaloe bekerdja oentoek penambah daradjat kami. Sjoekoerlah bertambah banjak djoega sekarang orang jang mentjintaï maksoed kami.

Adalah seorang anak moeda, jang amat pandai, lagi boediman, jang kami kenal, tetapi djoega bertjintakan maksoed kami, dan selaloe ia bertanjakan hal kemadjoean kami, seolah-olah ia sebagai saudara kami lakoenja. Kami selaloe berkirim-kinman soerat dengan dia, dan nanti ia akan datang kemari dengan adik-adiknja perempoean hendak berkenalan dengan kami. Alangkah besar bédanja anak moeda itoe dengan laki-laki jang lain jang kami kenal. Pada soeatoe kali adalah saja membatja, bahwa harta jang mahal sekali didoenia ini, ialah hati laki-laki jang moelia. Kamipoen pertjaja akan kebenaran kata itoe, hati laki-laki jang moelia itoe mémanglah harta jang mahal sekali, tetapi amat soekar mentjarinja. Soenggoeh beroentoeng perempoean-perempoean jang dapat mestika itoe. Kamipoen ber­oentoeng, karena adalah kami mengenal beberapa orang jang ada mempoenjaï benda jang mahal didapat, soekar ditjari itoe. Lihatlah sekalian jang baik, selaloe memberi kami bantoeandan menambah kekoeatan dan keberanian hati akan bekerdja dan memerangi kesoesahan hidoep.

..........................................................................

Adikkoe Roekmini, sangat sajang kepadamoe dan tinggi kehormatan toean dimatanja. Ia itoe anak jang baik lagi setia. Engkau tentoe dapatbertjampoer beramah-ramahan dengan dia, apabila engkau telah berkenalan dengan dia. Tetapi toean sendiripoen tahoe kepadanja karena saja, boekan?

Ketika saja sakit, koeminta dia mengirim soerat kepadamoe, tetapi ia ta' maoe, sebab takoet kamoe nanti berdoekatjita. 180

Rendah goenoeng, tinggi harapankoe, soepaja tjita-tjitanja lekas akan sampai.

Tahoekah engkau apa jang tergorés dihatikoe dan jang melemahkan pengharapankoe?

Ketika adikkoe itoe sakit, dan kemoedian saja poela dalam sakit, tepekoerlah saja: „Lihatlah disini adia terbaring seorang hamba Allah jang senantiasa dalam gembira hendak mentjapai maksoednja jang moelia, dan berkehendak soenggoehsoenggoeh, selaloe hendak berboeat baik, seperti terkata dalam hatinja. Menoeroet doegaannja ia sampai koeat akan- mengangkat seboeah goenoeng, tetapi lihatlah ia sekarang terbaring dengan tiada berdaja dan tiada berkoeasa!

Kalau sekiranja adalah seorang mengangkatnja dan melémpaikannja kedalam soemoer, tentoelah dibiarkannja sadja, karena ia sekali-kali tiada berdaja dan tiada berkoeasa.

Sekarang baroe kami mengerti benar-benar apa jang dikatakan oléh de Genestet dalam sja'irnja jang bernama „Terug­blik (Melihat kebelakang) :

Wat wij wenschen, willen, streven,

..........................................................

..........................................................

Pengarang itoelah jang menghiboerkan hati kami dalam waktoe kesoesahan dan kesakitan itoe.


18 Februari 1902 (VIII).

Kami pandai poela bermandja-mandja dan beriang hati, seperti orang moeda-moeda — o, betapalah besar hati kami, kalau sekiranja toean dtengan sekedjap mata boléh kami terbangkan kemari. Hari Ahad jang laloe sesoedah menerima soerat njonja, dan hari Ahad ini djoega kami dengan Anneke pergi ketepi laoet. Kami terkenang akan .njonja dan selaloe memperkatakan toean. Wah, betapa baiknja kalau njonja sekarang ada disini, melihat ombak jang berkedjar-kedjar itoe, dan warna langit sedang bagoes dan 'adjaib, disinari oléh tjahaja matahari jang hendak terbenam. Anginpoen memperlihatkan kesoekaannja poela dan dengan sebentar sadjapoen ramboet kami koesoet-koesoet ditioepnja dan pakaian kami, kami peganglah erat-erat soepaja djangan diemboesnja. Keriangan roepanja terbebar dimana-mana, dipohon-pohon kajoe, dimoeka laoet ditepi 'langit, demikian poela dihati kami sedang bermainmain dan membiarkan diri dikedjar-kedjar ombak. Alangkah soekatjitanja hati kami! Diantara boenji ombak jang mendajoe-dajoe itoe kedengaranlah soeara dan gelak kami. Itoe- 181

lah perboeatan „goeroe perempoean" dan „poeteri-poeteri" jang betertib sopan, gila berlari-lari dan berkedjar-kedjaran, sehingga ramboetnja mendjadi koesoet dan pakaiannja berkibaran diterbangkan angin. Kami sekarang bersoekasoeKaan seperti anak moeda-moeda jang mandja! Koesir kami dan orang jang laloe disana ternganga moeloetnja héran melihat pekerti kami. Bésoknjapoen kami pergilah poela kepantai, laoet waktoe itoe soedah tenang, telah berhenti memperlihatkan kegagahannja. Laoetan jang tiada tepermanaï loeasnja itoepoen telah tedoeh, hening tiada bergerak terkembang dimoeka kami; hanjalah disana-sini tampak ombak² ketjil, bersinar-sinar seperti intan oléh tjahaja matahari, dan dalam laoet jang seperti tjermin itoe kelihatanlah poela wama langit jang hidjau bagoes itoe. Kamipoen pergilah berenang kelaoet; tanahnja datar ta' berbatoe, tiada berloemoet dan tiada berloempoer. Djaoeh kami berenang ketengah laoet, sehingga air sampai kedagoe kami. Baboe kami jang doedoek ditepi pantaipoen takoetlah melihat dan soeara kami masing-masing kedengaran oléh kami berkatjau bilau sadja. Seperti orang gila si baboe ditepi laoet melambaikan tangannja memanggil kami. Tetapi ia kami tertawakan dari djaoeh, karena ketakoetannja itoe. Dari djaoeh dilihatnja ditengah laoet adalah 5 boeah kepala orang terapoeng-apoeng, dan dalam itoe kamipoen gila melontjat-lontjat dan menari-nari didalam laoet. Dan jang kede­ngaran waktoe itoe hanjalah soeara kami sadja sediang bernjanji dengan gembira.

Dengan perasaan jang segar dan bertambah moeda, keloearlah kami dari dalam laoet dan teroes poelang keroemah de­ngan lapar jang amat sangat. Setelah kami kenjang makan, maka Annie pergilah kepiano. Oléh kegirangan hati dimainkannjalah dengan 'asjiknja lagoe jang meminta terima kasih kepada Toehan dan kamipoen toeroetlah bernjanji bersama-sama. Sementara itoe haripoen telah poekoel setengah sebelas. Se­karang haroeslah kami pergi bekerdja. Diserambi dibelakang telah sedia kotak gambar. Berlima-lima doedoeklah kami mengelilingi médja dan sebentar lagi kamipoen 'asjiklah poela menggambar; tiadalah djari tangan sadja jang bekerdja, moeloet kamipoen toeroet poela bergerak, ta' sekedjap djoea dapat tertoetoep. Selaloe kami bertjakap-tjakap dan tertawa-tawa serta bernjanji-njanji. Beberapa antaranja poekoel satoe berboenjilah, dan kamipoen pergilah poela makan. Petang-petang kami pergi bersiar-siar dengan keréta, soedah itoe berdjalan-djalan ditepi laoet. Sesoedah berdjalan-djalan itoe kalau sekiranja hari beloem kelam, kami minoemlah téh dalam keboen, dibawah pohon² kajoe jang amat rindang daoennja, dan diatas kepala kami kelihatanlah langit dengan bagoes warnanja, serta ditaboeri 182

oléh bintang-bintang jang tjemerlang, dan boelanpoen terbitah poela menambah kebagoesan malam. Soedah itoe kami pergiJah membat ja kitab atau pergi bennain moesik. Kalau Annie bermain piano, kamipoen doedoeklah mendjahit atau menoelis senang hati bekerdja, djika waktoe itoe moesik berboenji. Kertjapoen lekas habis. Tiap hari kamipoen beladjar bertanak dan menggoelai dan pekerdjaan itoe kami lakoekan petang, sesoedah makan tengah hari.

Datanglah toean kedoea kemari akan meiepaskan lelah sesoedah bekerdja di Betawi itoe. Ajoehlah, tjobalah toean kedoea datang, soepaja boléh kami meriangkan hati toean. Boléh kami melipoerkan hati toean, hidoep dikampoeng dengan senang sentosa damai dan ma'moer; kami nanti menjamboet toean dengan gembira, kami akan gembira bersama-sama dengan pohon-pohonan, angin, laoetan dan boeroeng-boeroeng, semoea itoe akan memberi selamat datang akan toean kedoea dan bernjanji mengeloearkan soearanja jang merdoe itoe setiap pagi.

Datanglah, wahai sahabat kami kedoea, datanglah keroemah kami jang soenji dan sederhana ini, soepaja dapatlah toean kedoea mengambil kekoeatan jang baroe dengan segeranja!

........................................................................................................................................

Sekarang koetjeriterakan lagi tentang peralatan kawin adikkoe, anak-dara jang tjantik roepanja. Ia kawin dengan berpakaian seperti wajang, amat élok roepanja. Malamnja ketika dalam alat besar itoe, roepanja seperti seorang poeteri jang terseboet dalam hikajat seriboe satoe malam. Ia memakai mahkota emas dikepalanja. Ta' oebahnja kami sebagai bermimpi melihatnja, tentoelah keadaan itoe akan d'itiroe orang nanti.

Residén Sijthoff jang soeka melihat adikkoe mendjadi anakdara itoe. toeroet menghadiri peralatan itoe sampai penghabisannja. Meréka itoe bemiat benar hendak mendjabat tangan adik kami, akan memberi selamat, tetapi tiadalah dapat; hanjalah dengan mata sadja meréka itoe dapat memberi selamat, karena anak-dara itoe seperti patoeng jang hidoep tetap doedoek diatas „kwadé", ja'ni singgasana keemasan, jang tjemer­lang tjahajanja: adikkoe itoe selaloe disana doedoek loeroes sebagai mertjoe, kepalanja tegak dengan sikapnja, dan matanja teroes melihat kemoeka, memenoengkan nasib jang akan datang, jang dalam sedikit hari lagi moelaï ditanggoengkannja. Sebagai 'adatnja air matapoen bertjoetjoeranlah waktoe itoe; tetapi adikkoe dan kami berdoea tinggal berdiam diri, hening sebagai majat. Gamelan, moesik, kemenjan dan boenga-boengaanpoen ta' dapatlah menjedihkan kami dalam hal itoe.

Kami tiada berperasaan lagi. Sekalian orang bersangka, bahwa pertjeraian kami tentoelah akan menghantjoerkan hati 183

kami benar-benar. Sekarang soenggoeh tertjenganglah meréka itoe melihat kami.

Banjak orang datang melihat kami, meréka itoe makin lama makin bertambah banjak. Sekalian meréka itoe ingin hendak melihat, bagaimana kami .akan menanggoeng kesoekaran, pada waktoe pertjeraian kami itoe.

Malam itoe djoega kami mengabarkan tjita-tjita hati kami kepada toean residén. Tjobalah toean pikirkan: ditengah peralatan jang sebagai itoe, kami hendak memperkatakan djoega perkara jang penting dan soelit sebagai itoe. Tetapi pada waktoe itoelah sadja kami dapat menghadapnja, dan pekerdjaan itoe haroes dilekaskan. Ditengah boenga-boengaan dan tjahaja emas dan intan itoe serta diantara orang beramai-ramaian itoe, pada waktoe itoelah kami dengan memegang gelas jang berisi anggoer, memperkatakan perkara jang penting. Ketika itoe hari telah laroet malam. Sedjak bermoela kami telah ketahoei, bahasa ia akan/mentertawakan kami, dan tentoelah akan mengatakan kami „gila". Tetapi tiadalah kami indahkan. Moela-moela ia berkata dengan saja, kemoedian dengan Roekmini akan mengetahoei kalau-kalau kami ada bersedih hati dalam hal perkawinan adik kami itoe.

Sedang ia bertjakap-tjakap dengan kami itoe, atjap kali ia pergi dari tempat kami, dengan tiada berbesar hati, tetapi ke­moedian datang lagi kembali menjamboeng perkataannja tadi.

........................................................................................................................................

Kalau sekiranja kami dapat pergi beladjar kenegeri Belanda, manakah jang baik bagi kami dalam pikiran toean, kami pergi kesana atau kami tinggal disini? Maoekah toean mendjawab pertanjaan ini? Karena toean ta' dapat melihat matakoe ketika menoelis soerat ini, baiklah koekatakan kepada njonja, bahasa saja bertanja dengan moeka jang manis dan mata jang tjemerlang!

Seboeah lagi permintaankoe. Maoekah njonja dengan hati jang baik pergi menanjakan kepada sahabat toean, Dr. Snouck Hurgronje, adakah dalam oendang-oendang agama Islam terseboet, bahwa kalau seorang anak telah ber'oemoer sekian tahoen, ia boléh berdiri sendiri, ta' oesah lagi bergantoeng djoega kepada orang toeanja?

Atau baikkah saja sendiri bertanjakan kepada toean itoe? Soeka benar saja hendak mengetahoei tentang hak dan kewadjiban, menoeroet oendang-oendang agama Islam, lebih-lebih tentang hak gadis dan perempoean. Tentoelah amat bagoes tjeriteranja; tetapi maloelah kami menanjakan, karena kami sendiri orang Islam ta' tahoe akan hal itoe. Alangkah sedikitnja pengetahoean kami! 184

Saja sangat bersedih hati mendengar kabar, jang sekolah H. B. S. perempoean akan ditoetoep, sajang!

28 Februari 1902 (VIII).

Darah asal itoe tiadalah akan mendoestakan dirinja. Besar harganja kepadakoe 'mengetahoei dari mana asalnja barangbarang jang mengelilingi akoe. Dalam perasaankoe barangbarang, jang asalnja dari meréka jang koekasihi dan hormati, akan memberi oentoeng akan dakoe! Kitab jang datang dari njonja tentoelah dengan berahi, gembira dan moedah saja peladjari! Perasaan gila, perasaan hatikoe itoe, boekan? Saja ini ta' oebahnja seperti anak-anak jang telah ber'oemoer, jang berkehendak selaloe akan dikasihi, dan soeka hendak mengetahoei sekaliannja, soepaja dapat ia memperhatikan keadaan benda itoe. Itoelah niat kami jang sebenarnja!

Mengetahoei itoe ialah soeatoe kepandaian jang soekar boe­kan, kekasihkoe? — soesah mempeladjarinja, kalau Toehan beloem mentakdirkan kepadanja.

Mengetahoei dalam soeatoe perkara, menjoeroeh kita berhati 'adil dan soeka mengampoeni kesalahan orang. Itoelah jang memboeat kita berhati jang sempoerna baik. Berapa banjaknja toean kedoea telah berboeat baik kepada kami, sebab itoe kamipoen banjak meminta terima kasih, karena toean kedoealah jang mengadjar kami mengetahoei keadaan bermatjam-matjam hal.

Malam Djoem'at, jaïtoe malam kami bermain gamelan, bermatjam-matjam lagoe jang kami soekaï, kami lagoekanlah!

Hati jang sebagai batoe waktoe itoe mendjadi lemah dan tjahajanja bertjemerlang menjinari toeboeh jang dingin. Sekarang baroelah perasaan kami hidoep kembali! Sedang angin mencjajoe-dajoe dipendopo, mengandoeng lagoe jang manis dan soeara jang merdoe itoe, rasa terbanglah njawa kami kesoerga kenang-kenangan!

Bermimpilah wahai dirikoe, teroeslah toean bermimpi sedapat-dapatnja! Kalau sekiranja ta' adia mimpi didoenia ini, dimanakah hidoep akan senang. Hidoep jang sebenarnja boekan main beratnja. Barangkali benarlah seperti kata orang, bahwa kami haroeslah tinggal dipoelau jang tiada didiami orang! Tetapi itoelah kelobaan manoesia jang sebenar-benarnja, boekan? Pikirankoe, kita haroes hidoep bersama-sama dan bertolongtolongan, itoelah goenanja kita dilahirkan kedoenia akan membagoeskan „hidoep bersama-sama!" Sengsara itoe menjoetjikan hati, kalau orang jang ditimpanja itoe berhati baik. Sekiranja 185

djahat hatinja, maka iapoen masoeklah kedalam naraka doenia. Kamipoen sekarang telah beroebah poela, tetapi bagaimana peroebahan itoe pada hari jang akan datanglah dapat menentoekannja, hanja jang kami ketahoei sekarang, bahwa kami tiadalah lagi anak-anak mandja seperti dahoeloe.

Sekalian barang-barang jang ta' bergoena dibilik kami, ka­mi boeang, kami hadiahkan kepada anak-anak akan pembesarkan hatinja. Bilik anak gadis jang indah dahoeloe, tempat ia bermimpi, bemiat dan berpikir, mengeloearkan kepiloean hati dan tempat tertawa karena kebesaran hati, tempat ia bekerdja memerangi kesengsaraan hidoep dlan tempat menanggoeng 'azab sengsara, sekarang telah beroebah sama sekali. Hanjalah tempat lemari kitab kami jang ta' beroebah dan sahabat-siahabat lama kami masih selaloe bermoeka manis melihat kami, selaloe mendidik kami, dan menambah karib persahabatan kami!

Seorang dari sahabat kami, jaïtoe seorang toea jang tiada dipandang orang lagi, karena ia masoek kaoem koeno, sehingga kalau dilihat roemahnja sampai kedalam, tampaklah oléh kita, bahasa ia masoek bahagian manoesia zaman dahoeloe. Banjak orang jang mengédjékkan orang toea itoe, tetapi kami kasih akan dia dan dialah jang beloem pernah soeka meninggalkan kami dan ialah jang selaloe toeroet bersoekatjita dalam kesenangan kami, dan memberi kami boedjoekan dalam hari kedoekaan. Orang toea itoe............de Genestet. Ialah jang memboedjoek kami pada waktoe jang laloe, jang beloem lama terlampau!

5 Maart 1902 (VIII).

Tahoekah njonia siapa jang selaloe menggambarkan wajang oentoek kami ? Ta' dapatlah toean terka. Ialah toekang ga­melan kami. 'Adjaib kita melihatkan bagaimana pandainja memboeat itoe dengan bagoesnja. Roepan ja pandai menggambar di Djapara, soedahlah mendjadi kebiasaan orang disana. Boedak-boedak ketjil toekang gembala kerbau, bagoes-bagoes wajang digambarnja, baikpoen ditanah, didinding, didjambatan atau dipagar-pagar. Dinding dibelakang roemah kami penoeh dioekir orang dengan gambaran wajang. Kalau pagar djambatan hari ini dipoetihkan dengan kapoer, bésoknja djambatan itoe penoehlah poela dengan gambaran wajang, jang digambar dengan arang atau batoe témbok oléh boedak-boedak, jang bertelandjang boelat, jang penoeh badannja berloemoer dengan loempoer. Soenggoeh amat moedah bagi kami disini akan me- 186

naroeh toekang gambar. Kami hanja perloe mengatakan dan menerangkan sadja kepadanja apa jang akan diboeatnja.

Sekarang toekang oekir itoe sedang memboeat barang jang indah, ja'ni seboeah lemari kitab, terboeat dari kajoe djati dan tepinja terboeat dari kajoe sena. Pintoenja diberi berkatja besar dan berbingkai doea lapis jang terboeat dari kajoe sena djoega dan pada beberapa tempat beroekir dengan gambar wajang. Diantara bingkai dibawah dengan bingkai diatas, teroekir oelar-oelar jang membelit-belit diri sedang berkelahi, seperti akar Tjina. Pada bingkai diatas teroekir gambar wa­jang dan kahmat poedjian. Kepala lemari itoe berdiri antara doea boeah tiang jang beroekir, terboeat dari kajoe sena. Oekiran-oekiran itoe kami lihat di Moentingan, dikoeboeran Soeltan Moentingan jang djaoehnja lebih koerang setengah djam dari sini. Gambar itoe disana tidaklah teroekir pada kajoe melainkan teroekir pada batoe. Oekiran itoe asalnja dari tanah Tjina, dan soeltan itoe dahoeloe telah pergi kesana.

Pandjang tjeriteranja koeboer itoe. Koeboer itoe keramat; kami atjap kali pergi kesana. Seorang Tjina jang menoeroetkan soeltan itoe kemari, telah meninggal doenia disini. Dekat koeboernja adalah pohon patje'. Pohon itoe kera­mat poela kata orang. Perempoean jang tiada beranak pergilah kesana bernazar, soepaja boléh mendapat anak. Dikoeboer soeltan itoe dibakarnja kemenjan dan ditaboerkannja boenga. Kalau boeah patje' itoe goegoer keatas koeboer Tjina itoe, maka dipoengoetlah oléh perempoean jang bernazar itoe, dan diboeatnjalah roedjak laloe dimakannja. Itoelah tanda maksoednja akan sampai. Banjak orang mengatakan kepada kami, bahwa barang siapa jang berniat ditempat itoe, kebanjakan maksoednja sampai. Benarlah kata si Edi, bahwa bangsa Djawa ialah soeatoe bangsa jang banjak bertjeritera jang 'adjaib-'adjaib. Kata orang sekalian perempoean jang bernazar dikoeboer Soeltan Moentingan beranak perempoean belaka! Kasihan perempoean-perempoean jang bernazar itoe! Kami hanjalah maoe bernazar kekoeboer keramat jang memberi anak laki-laki sadja, karena soedah terlampau banjak anak perempoean didoenia ini!

Ja Allah, betapa maka saja tersesat sampai kemari." Saja tadi menoeliskan perkara lemari, tetapi sekarang itoe telah loepa. Lemari itoe diboeat oentoek Kardinah, pemberian toean dan njonja Ovink. Adikkoe soenggoeh beroentoeng mendapat lemari itoe!

Boelan jang laloe soedah doea boeah sekeram diboeatnja oentoek seorang kemendoer, jang hendak pergi kenegeri Belanda. Bagoes benar sekeram itoe, beroekir-oekir dengan gam­bar wajang, jang seboeah berlipat tiga, terboeat dari kajoe 187

djati, dan jang seboeah lagi hanja terboeat dari sebilah papan kajoe djati sadja dan bertepikan kajoe sena. Betoel bagoes!

Besar hatikoe, melihat banjak orang meminta barang-barang oekiran Djapara. Tjobalah njonja pikirkan, apa jang terdjadi baroe-baroe ini. Didalam seboeah soerat kabar terseboet, bahwa perkara oekir-mengoekir di Djapara telah moendoer, karena diroesakkan oléh beberapa orang perempoean, anak-anak dari seorang jang berpangkat tinggi disana, jang selaloe menjoeroeh mengoekir menoeroet loekisan Eropah. Tertjengang kami membatja kabar itoe, karena dalam pikiran kami, bahwa loekisan wajang itoe ialah loekisan Hindia, tetapi roepanja sekarang ka­mi salah sangka, karena kata orang oekiran itoe, oekiran Ero­pah, karena loekisannja datang dari kaboepatén. Tetapi bersalah sangka itoe soedahlah mendjadi 'adat manoesia, boekan? Apalagi kami ini hanja manoesia seperti manoesia jang banjak djoega, lagi poela kami ini hanjalah seorang Djawa sadja. Amat soesah kami dahoeloe menjoeroeh toekang-toekang itoe, soepaja meréka maoe memboeat bonéka-bonéka wajang itoe. Me­réka itoe takoet kalau-kalau semangat wajang itoe marah kepadanja. Setelah bapak mengakoe bahasa bapak jang akan menanggoeng sekalian hal, baik kemarahan, atau antjaman semangat wajang-wajang itoe, dan tiadalah akan menggoda meréka itoe, melainkan bapak jang akan digodanja, karena ialah jang menjoeroeh memperboeatnja, baharoelah meréka itoe bekerdja seperti sekarang. Tertawa kita melihat keadaan itoe, begitoe djoea dalam hal jang lain-lain!

Dahoeloe amat soesah memboeat gambar porterét dikampoeng-kampoeng. Menoeroet kepertjajaan orang disini, singkat 'oemoer, kalau diboeat gambar diri sendiri, dan toekang gambamja itoe berdosa besar. Sekalian gambar porterét itoe nanti akan meminta njawanja pada hari kemoedian. Ketika kami dengan seorang toekang gambar pergi kekampoeng, menangislah beberapa orang perempoean, karena takoet akan digambar. Kesoedahannja adalah seorang jang berani, dan karena itoe jang lainpoen mengeringkan air matanja. Ke­tika kami datang sekali lagi, datanglah meréka itoe sendiri meminta digambar. Begitoelah pergerakan dalam doenia ini, satoe orang mestilah berani dahoeloe, oentoek memberi tjontoh! Adikkoe Roekmini sedang bekerdja memboeat gambar adikkoe Kardinah sebagai anak-dara. Ia menggambar tiada bertjontoh, tetapi diloear kepala sadja. Bibir diatas dan hidoeng beloem seroepa benar, dan jang selebihnja boléhlah: apa­ lagi pakaian anak dara itoe bagoes benar digambarnja. Ia nanti hendek mentjoba lagi menggambarkan gambar itoe dipapan seperti jang njonja katakan kepadanja. Didalam kitab gambarnja adalah digambarkannja adikkoe Kardinah. Soenggoeh pin- 188

tar anak itoe, karena sekalian itoe diperboeatnja tiada dengan beladjar, tetapi ta' heranlah karena ia anak Djapara. Disini anak gembala kerbaupoen pandai menggambar. Beroentoenglah negeri Djapara itoe! Ta' tahoelah toean betapa besarnja hati kami, karena kami anak Djapara. Banjak poela orang jang tinggal disini menjoempahi kemalangan, karena meréka beroemah dinegeri jang boeroek ini. Perasaan berlain-lainan!

Sekarang sedikit perkara kegadoekan hati. Baroe-baroe ini saja bertanja kepada seorang perempoean pengarang Belanda bagaimanakah menoeroet pikirannja............bahasa Belandakoe. Pekan jang laloe saja dapat soerat dari padanja dan dalam soerat itoe ada tertoempang lagi seboeah soerat dari seorang njonja tempat ia meminta pertimbangan, sesoedah ia telah membatja soeratkoe! Besar hatikoe mendengamja! Pekan jang terlampau itoe poela, saja diminta oléh seorang njonja pengarang seboeah soerat kabar pemadjoekan perempoean, kalau² soeka saja mendjadi pembantoe disoerat kabar itoe, soepaja saja sekali 14 hari menoelis disana. Jang menjampaikan permmtaan itoe, ïalah seorang njonja sahabatkoe dan saja haroes mengirim soerat tiap-tiap soerat kabar itoe dikeloearkan. Sahabatkoe itoe mentjeriterakan peri hal kami kepada njonja itoe dan njonja itoe menjoekaï sekali maksoed kami dan soedi memberi tempat disoerat kabarnja oentoek kami, akan pendidik perempoean Djawa. Dan dalam pertimbangannja patoet benar anak perempoean bangsa Djawa sendiri mengeloearkan soearanja, akan menoendjoekkan kepada bangsa Belanda, bagaimana benar keadaan bangsa Djawa itoe dan menjoeroeh bangsa Belanda itoe mengasihi bangsa itoe. Saja soeka benar memperkenankan maksoednja itoe, tetapi kami haroes lebih dahoeloe mendapat izin dari bapak. Sekarang adalah harapankoe, jang permintaankoe akan dikaboelkannja.

14 Maart 1902 (I).

Pada soeratmoe koelihat engkau berhati masgoel. Boeangkanlah kesoesahan hatimoe itoe, karena beloemlah ada seorang djoeapoen jang berboeat djahat kepadakoe. Tetapi kesoekaankoe mémang soeka menggoenting hati sendiri. Sipat itoe ialah soeatoe kebodohankoe, boekan? Banjak orang berkata: „Penanggoengan itoe boléh mendatangkan kegirangan hati," teta­pi tahoekah meréka itoe betapa ganasnja penanggoengan itoe?

Tentang adikkoe telah koetjeriterakan dalam soerat jang dahoeloe. Soenji benar kami sekarang, karena bidji mata, tangkai hati kami ta' ada lagi. Seperti kehilangan saudaralah kami 189

rasanja; tetapi oentoenglah selaloe kami menerima soerat jang meriangkan hati dari padanja. O, itoelah anak jang baik boedi dan berhati moelia. Ia lebih berharga dari pada kami berdoea. Ia adalah dalam selamat diroemahnja jang baroe itoe dan banjaklah poela orang kasih akan dia disana. Kaoem keloearga soeaminja menjajangi dia, seperti menating minjak jang penoeh, dan kemana sadja ia pergi selaloe ia diterima orang dan disamboet dengan baik dan hati jang soetji, baik oléh bangsa Boemipoetera ataupoen oléh bangsa Eropah. Orang Eropah berharap jang ia akan memadjoekan isteri pegawai-pegawai Boemipoetera disana.

Adikkoe itoe sekarang banjak dapat memboeat apa-apa jang kami maksoedi.

Apa pangkat soeaminja, tentoelah engkau telah tahoe, ketika kami mengirim kartjis perkawinannja dahoeloe. Ia patih jaïtoe pangkat jang kedoea jang tertinggi dalam doenia pegawai Boe­mipoetera, tetapi ia bakal mendjadi regén djoega, kalau ajahnja nanti berhenti dari pekerdjaannja. Kalau ia telah mendjadi isteri regén, tentoelah banjak ia dapat memadjoekan perempoean bangsa Boemipoetera, lebih banjak dari pada kami. Ka­mi berharap jang soeaminja itoe akan menolong membantoenja, apalagi kabarnja ia soeka benar menjokong tjita-tjita toean Abendanon. Ia amat kasih akan isterinja, selaloe berhati besar dan ramah, dan kepada orang lain pengasih dan penjajang. Itoelah sebabnja maka banjak sekali kaoem keloearganja jang dipeliharakannja, baik hati ia, boekan?

Banjaklah anak Boemipoetera jang berboeat jang sedemikian dan siapa jang berada selaloe mengenal akan sanak saudaranja jang miskin. Ta' adalah kepala anak negeri jang tiada memeliharakan kaoem keloearganja diroemah. Tiadalah sia-sia orang mengatakan, bahasa orang Hindia peramah dan pemoerah. Tentoe engkau berbesar hati, karena engkau telah mendengar sekalian hal ihwal adikkoe itoe.

Hanjalah sekarang ia didalam ketjemasan sadja, mengingatkan keketjilannja, sebab banjak orang jang berharap akan kebaikannja, dan saudaranja jang tertoea merasa djoega sedemikian, apalagi ketika seorang Belanda memoedjinja di Am­sterdam, dalam soerat kabar.

Sebenarnja, Stella, djanganlah engkau berboeat begitoe poela. Tentoe engkau saja oempat dengan sedjadi-djadinja, kalau saja tiba-tiba diterbangkan oléh Toehan keribaanmoe. Engkau menjangka bahwa saja soenggoeh baik hati dan 'arif bidjaksana. Sekalian itoe beloemlah berharga sedoeit djoeapoen oentoek badankoe, soenggoeh katakoe itoe. Tetapi betoel ada­lah seboeah benda dalam hatikoe jang tidak akan mengetjéwakan toean, jaïtoe kesajangankoe kepadamoe! 190

Baroe-baroe ini sa ja mendapat sepoetjoek soerat dari seorang toean jang telah toea, mengatakan jang saja berhati lemah-lemboet, ber'adat bagoes dan pandai berbahasa Belanda. Sajapoen tersenjoem ketika membatja soerat itoe dan timboellah pikiran dalam hatikoe, tahoe benarkah toean itoe akan dakoe. Pada penghabisan tahoen jang laloe maksoednja akan datang kemari, hendak mengoendjoengi kami; tetapi adalah alangan jang merintangi maksoednja itoe; karena penjakitnja haroeslah ia dengan selekas-lekasnja pergi kembali keEropah. Dan isterinjapoen toeroetlah poela bersama-sama, memnggalKan negeri jang panas ini, jang selaloe disinari oléh matahari.

Sajang sekali ia ta' datang; kami beringin benar hendak bertemoe dengan dia akan memperkatakan maksoed kami. Baroe-baroe ini ketika kami menjangka, jang kami akan teroes pergi beladjar kenegeri Belanda, berharaplah kami akan pergi bersama-sama dengan toean dan njonja itoe dalam moesim panas. Sajang pengharapan itoe telah mendjadi angin. Kemarin kami mendapat soerat dari negeri Belanda, dan saja berkata dalam hatikoe: „Hai dirikoe, tegakkan kepalamoe, karena boekanlah sadja ketjéwa jang akan menggodamoe semasa hidoepmoe, pertjajalah engkau, bahwa waktoe jang akan datang, banjak lagi mengandoeng kesengsaraan jang akan engkau tanggoengkan!" Sajapoen ta' memikirkan hal itoe lagi. Hidoep kita nanti akan mengadjar kita berhati berani.

Sekarang koeperkatakan lagi permintaan nona Van der Mey. Marilah koeminta dahoeloe terima kasih atas segala kesoesah.mmoe telah menolongkoe, dan lagi koeoetjapkan terima kasih atas karanganmoe tentang „hak dan keoentoengan". Soerat jang berisi permintaan itoe koebatjakan kepada bapak. Bapak maoe dahoeloe menantikan kedatangan toean van Kol, baroelah ia memoetoeskan perkara itoe. Besar harapankoe jang bapak akan mengaboelkannja. Perloe djoeakah siaja mengata­kan bahwa „saja maoe?" Engkau tahoe bahwa saja soeka benar menoelis dan kerdja karang-mengarang selaloe menarik ha­tikoe, dan engkaupoen telah beberapa kali poela mengatakan bahasa saja pandai mengarang.

Ja Stella, saja maoe menoelis dan mengarang, tetapi saja ta' soeka memberi tahoekan namakoe jang sedjati, ia haroes dirahsiakan, katakan hal itoe kepada nona Van der Mey. Adakah itoe akan memberi paédah!!! Kalau orang Hindia membatja karangan seorang perempoean Djawa, tentoelah ia lekas boléh menoendjoekkan, siapakah jang berboeat salah itoe. Hal jang demikian mendjemoekan hatikoe. Saja ta' soeka bila orang memperkatakan boeah pénakoe (jang tiada sempoerna), apalagi kalau orang selaloe memoedjikoei, bah! Kalau perempoean 191

Djawa mengarang dalam bahasa Belanda, roepanja hati orang djadi tertarik membatjanja, itoelah rahsianja akan mendapat oentoeng dengan moedah. Soenggoehlah membesarkan hatikoe! Tetapi marilah dahoeloe koekatakan apa benar goenanja „penarikan hati?" Itoelah sekali-kali ta' dapat koeloepakan.

Betoel besar paédahnja. Engkau dan sajapoen mengakoe, bahasa anak negeri sendiri haroes mengeloearkan soearanja. Banjak paédahnja kalau bangsa Djawa sendiri mentjeriterakan sakit senang kehidoepan bangsanja.

Poen amat banjak perempoean bangsa kami, jang menanggoeng sengsara dalam hidoepnja. Tapi sebeloemnja saja mengeloearkan soearakoe, mengabarkan perkara jang lalimlalim, jang ditanggóengkan perempoean bangsa kami, haroeslah saja berpikir benar-benar lebih dahoeloe; saja mesti tahoe betoel-betoel apa jang akan koeperboeat. Kalau koeboekakan soearakoe, nistjaja sekalian orang jang memperoléh keoentoengan karena kelalimannja akan bentji kepadakoe, tetapi saja ialah hendak melawan kelazimannja itoe.

Oentoek diri saja sendiri tiadalah saja indahkan permoesoehan ini, tetapi ia dapat meroesakkan tjita-tjita kami. Sekiranja saja mendjadi goeroe, tentoelah meréka itoe ta' soedi menjerahkan anaknja kepadakoe, karena saja telah bersalah, melawan 'adat-'adat jan£ telah beroerat berakar itoe. Akan menoelis karangan jang demikian ta' maoe bapa memberi izin saja, apalagi pada waktoe ini. Kerap kali orang meminta kepa­dakoe mengarangkan sekalian hal ihwal itoe. Tetapi saja ta' boléh melakoekannja.

Tetapi apa jang diminta oléh nona Van der Mey, ialah fasal jang lain poela. Saja harap permintaannja itoe dapat dikaboelkan. Tetapi seperti jang telah koekatakan tadi, engkau mesti berdjandji akan merahsiakan namakoe.

Seorang sahabatkoe telah menjoeroeh saja djoega mengarang, betoel seperti itoe, oentoek orang banjak. Jang baik saja karangkan ialah perkara-perkara jang dapat diperbintjangkan dimana-mana, ja, boléh hendaknja diperbintjangkan dalam persidangan Tweede Kamer, sehingga dengan perintah persidangan itoe disoeroeh periksa lebih terang dan landjoet tentang segala perkara itoe.

Saja selaloe berniat djoega hendak mengeloearkan karangan tentang segala hal keadaan itoe, tetapi saja sendiri merasa, bahwa masa sekarang beloemlah ada waktoenja oentoek menjampaikan maksoedkoe itoe, banjak rahsia jang beloem koeselidiki, dan lagi beloemlah tjoekoep kekoeatankoe mengerdjakannja. Saja haroes lebih banjak melihat dan mendengar segala jang terdjadi disini, sekalian itoe haroes koetimbang dan koepikiri baik-baik. 192

Boeah pikirankoe beloemlah masak, Stella, kalau sekiranja telah masak tiadalah saja akan enggan mengabarkan hal keadaan itoe kepada orang banjak. Kalau kami menghadapkan permintaan kami itoe kepada Koningin Wilhelmina, itoe artinja boekanïah kami meminta pertolongan kepada keradjaan, soepaja berkat daulat Seri Baginda dapatlah kami pertolongan Pemerintah, lain tidak, melainkan dalam hal itoe kami meminta kepada Seri Baginda, soepaja Seri Baginda sendiri menolong kami. Djikalau engkau sekiranja mengetahoei akan ketinggian hati kami, tentoe mengertilah poela engkau, bagaimana beratnja hati kami memoetoeskan hendak meminta pertolongan.

Tetapi seperti katamoe djoega: kalau ada keperloean jang besar, maka keperloean jang ketjil haroeslah didiamkan dahoeloé.

Dan ketinggian hati kami itoe, kami hilangkanlah, soepaja kami dapat bekerdja oentoek kebadjikan orang banjak. Selaloe kami bentji kepada minta-minta, soenggoehpoen kami telah mengetahoei, bahwa permintaan itoe akan diperkenankan. Dan dalam hal jang demikian, meminta itoelah djalan jang toenggal akan memperoléh maksoed itoe.

Adalah seorang jang telah pergi menghadap kedoea Seri Ba­ginda Maharadja dinegeri Belanda, mengatakan dengan soenggoeh kepadakoe, bahwa Seri Baginda Iboe Soeripoen banjak poela mengetahoei dan amat mengindahkan tentang hal keadaan tanah Hindia.

Kami maoe benar mempertjajaï kabar itoe. Tatkala kami menjembahkan beberapa persembahan kepada Seri Baginda Maha­radja Wilhelmina, waktoe Pertoendjoekan peroesahaan Perempoean, maka Seri Baginda Iboe Soeripoen menitahkan kepada sekertarisnja, menanjakan kepada presidente perserikatan itoe, jang mengoeroeskan kirim-kiriman dari Hindia, apakah ïsinja persembahan kami dahoeloe itoe. Bagindalah jang meminta kepada presidente pertoendjoekan itoe, jang selaloe mengiringkan Seri Baginda dalam pertoendjoekan itoe, membatjakan isi soeratkoe sedikit kepada Seri Baginda. Kepada Pemerintah atau kepada Seri Baginda Maharadjalah tempatkoe menjembahkan permintaankoe itoe. Kalau permintaankoe tiada diperkenankan oléh Seri Baginda atau oléh Pemermtah, maka pergilah saja ke Modjowarno, meskipoen disana tiadalah se­perti jang dimaksoedi benar. Tahoekah engkau, kalau saja kepoetoesan asa, kemana saja hendak pergi? Kenegeri lain diloear tanah Djawa, kepada seorang sahabat kami (1) jang

1).Doktor-pendéta N. Adriani didanau Poso (Selébés). 193

tinggal djaoeh ditengah soeatoe poelau jang Boemipoeteranja masih biadab, dan disanalah ia berboeat baik akan meréka itoe dan menolong meréka itoe memberi obat-obat.

Sebagai ajam kena kepala saja hendak pergi kepadanja, tentoelah ia akan meraba-raba kepalakoe, sampai keloehkoe hilang' dan napaskoe jang sesak djadi berhenti, dan dari tangannja jang dingin akan mengalirlah perdamaian jang melipoeti segenap toeboehnja, masoek kedalam dirikoe! Soenggoehpoen demikian iapoen seorang manoesia djoega, jang selaloe menanggoeng sakit dan senang, dan kesoesahan hati, jang mesti dilawannja.

Stella, Stella, kalau sekiranja saja dapat memeloek léhérmoe sekarang dan menjandarkan kepalakoe kedadamoe, alangkah senangnja.

Barangkali djadi djoega saja pergi ke Selébés kepada sahabatkoe itoe dan meréka jang biadab, pemotong kepala itoe. Dengan djalan apa sekalipoen kita berboeat baik, ta' goenalah diindahkan benar, asal sadja perboeatan itoe baik. Wah, djanganlah engkau terkedjoet dan djangan barpikir pandjang lagi, Stella, barangkali ta' perloe lagi saja pergi kesana, dan teka-teki jang soekar itoe barangkali dapat diterka dengan djalan jang menjenangkan hati. Dalam badankoe masih ada kemaoean dan kekoeatan, sjoekoerlah!

Perbanjak do'a, ingatlah sadja kepada jang baik, dan djanganlah engkau loepa kepadakoe, Stella, kekasihkoe.


21 Maart 1902 (V).

Benarlah kata njonja itoe. Adikkoe berangkat itoe, sebagai kami kehilangan besar. Kami telah lama dan selaloe hidoep damai dan riang bersama-sama dengan dia. Tiadalah salah djika orang mengatakan bahasa kami bertiga telah mendjadi satoe, satoe dalam pikiran, satoe dalam perasaan. Rasanja beloem pertjaja benar kami, bahwa si adik itoe meninggalkan kami oentoek selama-lamanja; sangatlah menggoendahkan hati kami mengenangkan, jang ia telah berangkat dan tidak akan kembali lagi. Kami bersangka bahasa ia hanja pergi menoempang oentoek beberapa hari sadja dan sedikit hari lagi akan poelang kembali. Kami soenggoeh tertjanggoeng karena kehi­langan si tjantik ketjil itoe. Tetapi lebih baiklah kami ta' memikirkan hal itoe, karena pertjeraian jang meremoekkan hati itoe, boekanlah seboeah sadja. Tentoe ada poela nanti pertje­raian jang lain, jang akan menoeroeti pada hari jang akan datang. Lambat laoennja manoesia didoenia ini akan bertjerai

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. 13 194

djoea, „bertjerai”, itoelah kata jang selaloe kita dengar selama hidoep!

Sekali-sekali baik tali persahabatan jang koeat dan soetji itoe dipoetoeskan, kata de Genestet, tetapi nasihat itoe moedah diseboetkan, tetapi amat soekar akan dilakoekan, betoelkah atau tidak?

Kami selaloe menerima soerat jang berisi kabar baik dan kegirangan hati dari pada adik kami itoe. Ia adalah dalam selamat wa'l'afiat sadja. Sjoekoer, alhamdoeli'llah! Rahmat jang diperoléhnjapoen mendjadi rahmiat kami poela.

Sekarang marilah saja perkenankan kehendak toean, mentjeriterakan ini dan itoe tentang alat perkawinan adikkoe itoe.

Alat perkawinan anak negeri selaloe amat banjak hoeroe-haranja. Beberapa hari dan beberapa pekan dimoeka sebeloem alat itoe dilangsoengkan, maka disediakanlah sekalian alat keramaian itoe. Ketika itoe tiadalah kami bersoeka-soekaan benar, karena adalah seorang keloearga kami jang meninggalkan doenia, jaïtoe seorang saudara perempoean, adik oléh mempelai itoe, telah berpoelang kerahmatoe'llah sebeloem peralatan itoe mendjadi. Kasihan sekali, ia masih moeda dan meninggalkan anak beberapa orang. Ketahoeilah oléh njonja, bahwa adik­koe kawin ialah dengan anak saudara perempoean bapak, djadi kawin bersaudara namanja. Dahoeloe adalah ia datang sekali kemari, tetapi ketika itoe ia masih ketjil sedang bersekolah dan seorang djoeapoen tiadalah jang mengenang akan perkawinan itoe.

Atjap kali didapati adalah anak-anak jang dipertoenangkan ketika ketjil dan nanti kalau meréka telah besar laloe dikawinkan sadja.

Adikkoe mengoelangi persahabatannja dengan soeaminja itoe, ketika toean besar Goebernoer Djenderal ada di Semarang. Menoeroet sepandjang 'adat ta' boléh sekali-kali anak-anak gadis pergi keloear roemah, ketjoeali kalau ia pergi menoeroeti soeaminja, biarpoen beloem peraah dikenalnja. Tetapi seperti jang telah saja katakan, banjaklah dari pada 'adat-'adat itoe jang tiada kami toeroet lagi, karena tiada sepadan dengan pendidikan kami jang bébas itoe. Kami bermaksoed sekarang banjak lagi hendak menghapoeskan 'adat-'adat koeno dan boeroek itoe! Lebih-lebih beberapa lamanja mendjelang anak gadis jang akan dikawinkan, ia sekali-kali ta' boléh ke­loear dari roemah. Ia haroes tinggal diroemah atau kalau ia ada berbilik, dikoeroeng didalam biliknja.

Boelan December jang laloe kami ada di Semarang, dan sekalian toko-toko disana semoea kami masoeki, pergi membeli apa-apa jang kami soekaï.

Kepada anak gadis Djawa jang baroe bertoenangan, tiadalah 195

dioetjapkan orang selamat, demikianpoen hal itoe tiadalah diperkataan orang dengan dia, dan ia sendiripoen lebih-lebih ta' soeka memperkatakan pertoenangannja itoe, dan berlakoe seperti ia ta' tahoe sadja. Djikalau sekiranja boléh, maoelah saja masoek kedalam hati bangsakoe hendak membatja, apa jang tergorés didalamnja, ketika adikkoe dengan moed'ahnja memperkatakan perkawinannja dengan meréka itoe. „Terlaloe sekali” kami ini. Oh, ja, sedangkan bagi orang jang ber'adat sopanpoen boekankah begitoe poela? Meréka itoepoen soeka sekali menjalahkan barang sesoeatoe pekerdjaan jang tiada dapat dima'loeminja.

Ta' boléhlah kami marah kepada bangsa kami jang beloem berpengetahoean itoe dan karena ta' tahoelah maka meréka seperti itoe.

Sehari doea sebeloem perkawinan itoe akan dilangsoengkan, kamipoen kendoeri dan mendo'a, menjeroe arwah-arwah kaoem keloearga jang telah miati. Lihatlah itoe, betapa bagoesnja 'adat kami. Dengan segala soekatjita selaloe kami mengenang kepada keloearga kami jang telah meninggalkan doenia. Kendoeri artinja makan-makan bersama-sama, sesoedah itoe bersama-sama poela dengan 'oelama menadahkan tangan arah kelangit meminta kepada Allah dan rasoel, rahmat dan ni'mat oentoek se­gala arwah-arwah orang toea-toea dan ahli lain jang telah meninggal itoe, dan berkat meréka itoe moedah-moedahan perkawinan itoe akan diselamatkan Toehan. Mendo'a itoe dilakoekan diroemah anak-dara. Iparkoepoen datang dengan kaoem keloearganja, waktoe bésoknja akan kawin. Mempelai Belanda setibanja dinegeri kekasihnja itoe, tentoelah ia jang pertama-tama sekali akan pergi keroemah anak-dara itoe, tetapi menoeroet 'adat kami ta' boléh diperboeat jang demikian. Mempelai ta' boléh melihat isterinja, sebeloem ia mendjawat kaboel, demikianpoen kaoem keloearganja ta' boléh djoega me­lihat anak-dara itoe.

Bésoknja alat akan dilangsoengkan, dimandikanlah anak-dara hari ini dengan air boenga-boengaan; setelah itoe baroelah ia diserahkan ketangan toekang paés atau toekang sanggoel namanja, jaïtoe seorang perempoean jang digadji, jang faham dalam menghiasi dan pakai-memakaii anak-dara dan mempelai.

Anak-dara itoe didoedoekkan diatas tikar jang berlapis dengan kain sekelat dan soetera jang telah dilengkapkan oen­toek hari jang moelia itoe. Tikar itoe kelak mendjadi kepoenjaan toekang sanggoel. Berkeliling anak-dara itoe terletak makan-makanan, sirih dan pinang, pisang, air sekendi, beras, ajam panggang dan lagi seékor.......... ajam hidoep dan pelita ketjil jang menjala.

Kemenjanpoen dibakar oranglah dan toekang sanggoel 196

moelaïlah mentjoekoer boeloe roma dipipi dan dikodok anak-dara itoe. Ramboet jang dikening digoentingnja sama pandjang, demikian djoega ramboet jang dekat telinga, alis mata diperbaiki dan ditjoekoer ditepi-tepinja. Melihat ramboet ke­ning dan ramboet dekat telinga jang telah digcenting dan alis mata jang telah ditjoekoer itoe, maka tahoelah kita, bahasa perempoean Djawa baharoe kawin.

Poekoel empat petang moelaïlah orang mengenakan pakaian si anak-dara tadi. Keningnja dihiasi dengan loekisan jang berwarna hitam sampai ketelinganja dan moekanja dibedaki poetih-poetih, serta ramboetnja disanggoel seperti bangoen kepala tjapoeng, jang dihiasi dengan boenga-boengaan.

Pada sanggoel anak-dara itoe ditjotjokkanlah toedjoeh boeah toesoek sanggoel permata, jang beranting-anting dan selaloe memantjarkan tjahajanja. Kain jang bertaboeri emas dan kebaja jang dihiasi, dikenakanlah kepadanja. Dan banjaklah lagi perhiasan jang dipakainja, seperti: pending, dokoh, gelang, soebang, boeah badjoe lengan dan lain-lain, tjoekoeplah semoeanja. Anak gadis Djawa ta' boléh memakai boenga diramboet, hanjalah perempoean jang telah kawin sadja boléh memakainja. Itoelah sebabnja maka perempoean jang telah ber'oemoer banjak kelihatan memakai boenga diramboet.

Malam bésok akan kawin, malam itoe bernama „widodaréni”. „Widodari” artinja „bidadari” dalam bahasa Melajoe, jang bertempat disoerga. Pada malam itoe anak gadis, jang bésoknja akan dipersoeamikan, dipandang seperti bidadari dan iapoen dimoeliakanlah poela seperti itoe.

Njonja barangkali telah melihat porterét-porterét oekiran-oekiran boeatan Djepoen diroemah njonja Rooseboom. Boekankah diantaranja adalah seboeah porterét sebagai singgasana jang mempoenjaï tiga boeah pintoe gerbang? Singgasana itoe namanja dalam bahasa Djawa „kwadé”, jaïtoe soeatoe perkakas roemah jang dipakai ketika beralat kawin. Kwadé beroekir-oekir itoe, iang berwarna mérah toea dan berloekis dengan air emas, terletak dikaboepatén dalam bilik besar dibelakang. Sekalian médja, koersi dan bangkoe dipindahkan dari bilik itoe ketempat lain, setelah itoe dikembangkanlah disana sehelai permadani besar.

Sebelah menjebelah kwadé jang dihiasi dengan tabir dan boenga-boengaan itoe terletak doea boeah djambangan tembaga, jang dihiasi dengan poetjoek pohon kelapa dan boenga-boe­ngaan. Djambangan itoe namanja „kembang majang” dan pada tiap-tiap peralatan kawin ta' boléh ditinggalkan. Kira-kira poekoel setengah delapan malam, tatkala djamoe perempoean telah berkoempoel dibilik „kwadé” itoe, doedoek berléret diatas permadani sebelah menjebelah kwadé itoe, maka adikkoepoen 197

masoeklah kedalam bilik itoe dibimbing oléh saudara perempoean jang telah kawin dan oléh ipar perempoean kami serta diikoeti oléh seorang perempoean jang membawa tjerana dan tempat loedah. Adikkoe doedoeklah dipintoe gerbang kwadé jang tengah-tengah, diapit oléh kaoem keloearganja dan orang patoet-patoet. Tjerana tempat sirih itoe diletakkan dimoekanja, asal menoeroet 'adat sadja, sebab adikkoe si gadis ketjil itoe tiada biasa memakan sirih. Dibelakangnja adalah seorang anak gadis toekang mengipas-ngipasnja.

Dimoeka kwadé jang tjemerlang tjahajanja itoe serta diapit oléh djamoe perempoean-perempoean isteri kepala-kepala negeri, jang doedoek teratoer menoeroet pangkatnja serta berpakaian jang indah-indah, disanalah adikkoe doedoek bersila berdiam diri seperti patoeng Boedha. Orangpoen segera menghidangkan makan-makanan, jang disertaï dengan air téh. Masing-masing meréka itoe mendapat semangkoek téh dan doea piring koeé-koeé, dan si anak-dara dengan djamoe-djamoe jang ternama masing-masing mendapat seboeah doelang jang penoeh berisi makan-makanan. Waktoe itoe roepanja bilik itoe adalah seperti sehelai permadani jang penoeh ditaboeri dengan sedap-sedapan dan disana-sini disela dengan tjerana dan tempat loedah jang terboeat dari pada emas, pérak, tembaga dan koelit penjoe. Sekalian djamoe itoe perempoean jang telah bersoeami; dan kami jang beloem bersoeami ta' boléh doedoek bersama-sama dengan meréka itoe.

Njonja barangkali telah mendengar djoega, bahwa tiadalah kemalangan dan maloe jang lebih besar bagi seorang perem­poean, kalau ia tiada bersoeami. Ditanah Eropah, jang telah berkesopanan terang tjoeatja, beloem berapa lama jang laloepoen orang masih berpikir demikian itoe djoega, boekan? Sebab itoe ta' patoetlah kita marah atas kepertjajaan bangsakoe, bangsa Hindia jang masih doengoe dan bodoh itoe.

Kalau sekiranja iboe mempelai masih hidoep, toeroetlah ia djoega doedoek pada malam itoe meramaikan alat menantoenja.

Djamoe jang laki-laki doedoek dengan bapak dipendopo, dan mempelai tinggallah sadja berdiam diri diroemah tempatnja menoempang. Betapa besar hati adikkoe, ketika hari telah poekoel setengah sepoeloeh, ta' dapat dikatakan, karena ia telah boléh berorak sila. Dengan segala 'adat tertib sopan, berdjalanlah ia perlahan-lahan dari madjelis radén-radén ajoe itoe, dan setiba diloear pintoe, berlarilah ia kebiliknja akan menanggalkan sekalian pakaiannja itoe. Sekarang ia telah mendjadi adik kami kembali, si gadis jang soeka berbesar hati itoe, tidaklah lagi doedoek sebagai patoeng Boedha. Malam itoe malam Mauloed. Kami kendoeri dan bersedekah tidaklah diroemah, hanja sekali itoe dimesdjid, dan waktoe itoe 198

orangpoen memintakan do'a selamat kepada Toehan, soepaja perkawinan itoe akan berbahagia. Ditempat kendoeri itoe hanjalah laki-laki sadja, kami perempoean-perempoean makan diroemah, demikian djoega regén-regén jang datang menghadiri alat kami.

Pada 24 Januari, sebeloem padjar terbit, telah ramailah orang dikaboepatén, jang telah dihiasi dengan gaba-gaba dan bendéra-bendéra. Ditengah djalanpoen riang dan ramai poela. Bendéra si tiga warna, jang berpantjangan pada gaba-gaba, jang menoedjoe roemah anak-dara itoe, selaloe berkibar-kibar membesarkan hati. Dipeséban jang dihiasi dengan boenga-boengaan dan daoen-daoenan dan dipanggoeng-panggoeng ditanah lapang, dimoeka kaboepatén, berboenjilah gamelan samboet-menjamboet dengan gembiranja.

Diserambi belakang tersedialah beberapa kerandjang boenga kenanga, boenga melati dan boenga tjempaka; disanalah poela doedoek perempoean-perempoean mengatoer boenga-boengaan itoe atau menderai-deraikan akan ditaboerkan nanti ditempat anak-dara dan mempelai akan berdjalan. Kaboepatén waktoe itoe penoeh dengan manoesia, boenji gamelan dan baoe boenga-boengaan jang haroem itoe. Dibilik kami anak-dara moela-moela sekali dihiasi orang. Keningnja diloekisi dengan warna hitam dan loekisan itoe dihiasi dengan emas.

Adikkoe doedoeklah seperti orang jang akan dibedah. Dibelakang loekisan itoe ditaroeh orang rénda lilin pada kedoea belah pihak, jang berwarna hitam. Pada loebang-loehangnja itoe dihiasi dengan intan permata. Kebiasaannja rénda lilin itoe terboeat dari pada ramboet anak-dara sendiri jang diberi berlilin. Tetapi adikkoe, kami beri rénda lantjoeng, karena memboeat rénda itoe dengan ramboet benar, si gadis nanti banjak menanggoeng kesakitan, lebih-lebih adik­ koe itoe baroe semboeh dari sakitnja; tentoelah ta' dapat ia menanggoengkan. Dibelakang rénda itoe disisipkan toesoek koendai emas bepermata moetoe manikam. Dalam hal itoe ram­boet disanggoel seperti boelan sebelah dan dihiasi dengan boenga-boengaan. Berkeliling kepalanja tergantoeng boenga me­lati bersoesoen teroembai-oembai sampai kebahoe. Pada sanggoel itoe disisipkan lagi toedjoeh boeah boenga intan beranting-anting dan dibelakang telinganja sebelah-menjebelah tergantoeng enam boeah rantai boenga, terdjoerai-djoerai sampai kedada dan kepinggangnja. Rantai boenga itoe besarnja sebesar djari, diatoer dari boenga poetih disela dengan geloeng-geloeng dan dioedjoengnja tergantoeng seboeah boenga kenanga koening, jang diapit dengan boenga-boenga melati.

Kalau berpakaian seperti wajang haroeslah léhér, bahoe dan lengan diatas ditampakkan. Sekalian itoe digosok dengan

Kabupaten jepara 232.jpg

KABOEPATÉN DJAPARA.

199


minjak koening jang haroem baoenja, melainkan moeka sadjalah jang dibedaki. Adikkoe memakai kain jang bertaboerkan emas dan dipaloet lagi dengan kain soetera, itoepoen bertaboer poela dengan emas dan berikat pinggang jang terboeat dari pada soetera koening, jang oedjoengnja beroembai-oembai, terboeat dari pada soetera mérah bertatahkan emas. Sehelai kain pand jang berwarna hidjau daoen toea, amat bagoes roepanja, bertekat dengan benang emas, jang ditengah-tengahnja berwarna hidjau moeda dan dipaloetkanlah kebadannja, sedang lengan dan bahoe sama sekali kelihatan. Ikat pinggangnja soetera koening jang bernama „mendologiri" dipaloet dengan emban, tiga djari lébarja, bertatah poela dengan moetoe manikam. Diikat pinggang itoe dengan oedjoeng pangkalnja terdjoembai-djoembai, dililitkan lagi rantai boenga dari seboeah paha kepaha jang lain. Pada léhérnja tergantoeng dokoh intan berdjila-djila sampai kepinggangnja.
Pada lengannja dibawah dipakainja gelang tangan, dan pada lengan diatas gelang oelar-oelar. Kepala dan ékor oelar itoe menengadah keatas, dan disana tergantoenglah oeang tali emas terdjoembai-djoembai.
Dalam pada itoe haripoen telah sampai kira-kira poekoel lima petang. Dibilik kwadé itoe telah berkoempoel sekalian isteri kepala-kepala negeri, jang berpakaikan pakaian kehormatan. Dari kwadé sampai kependopo djalannja penoeh ditaboeri dengan boenga-boengaan, seakan-akan permadani pandjang lajaknja. Disanalah nanti pengantin itoe berdjalan.
Adikkoe dibimbinglah oléh saudara-saudaranja keloear dan berdirilah dimoeka kwadé itoe. Lampoe-lampoepoen telah dipasanglah dan dipendopo penoehlah berdiri regén-regén berpakaian kebesaran. Beberapa orang kenalan kami bangsa Belanda ada djoega disana hendak melihat adikkoe oentoek penghabisan. Ditanah lapang dan dipekarangan kaboepatén penoeh manoesia seperti semoet banjaknja, hanjalah didjalan-djalan jang dihiasi dengan gaba-gaba dan bendéra tinggal lapang.
Dari djaoeh kelihatan mengoening pajoeng-pajoeng emas angkatan. Bertambah lama bertambah dekat, kiranja itoelah kedatangan kepala-kepala anak negeri Boemipoetera, jang berpakaian kebesaran dan berdjalan masing-masing dibawah pajoeng keemasannja. Dan dibelakang meréka itoe kelihatanlah oepatjara mempelai. Mempelai doedoek dengan regén-regén didalam keréta jang terboeka dan berpajoeng emas. Dari peséban dan kaboepatén kedengaranlah boenji gamelan tanda memberi selamat datang kepada meréka itoe. Oepatjara itoe setiba dikaboepatén berhentilah dimoeka pendopo; sekalian kepala-kepala negeri doedoeklah berdjongkok; dan mempelaipoen toeroenlah dari kerétanja diiringkan oléh

200


regén-regén laloe naik ketangga teroes pergi ketengah-tengah pendopo dan doedoeklah ketiganja disana diatas parmadani, memberi hormat kepada bapak dan regén-regén jang lain-lain. Regén-regén jang mengiringkan mempelai itoe berloetoet moendoer kebelakang serta meninggalkan mempelai jang berpakaian wajang itoe ditengah-tengah pendopo; sebentar antaranja datanglah kepala-kepala negeri itoe mengelilinginja dan dibelakang meréka itoe doedoeklah 'oelama-'oelama. Dioedjoeng pendopo itoe, disitoelah doedoek regén-regén bersila diatas permadani. Bapak dan penghoeloe doedoek dekat mempelai. Bapak laloe mengatakan kepada meréka jang hadir, apa maksoednja memanggil meréka itoe beramai-ramai datang pada hari itoe dan kemoedian dimintakannjalah penghoeloe mengawinkan anaknja dengan mempelai itoe, Sementara penghoeloe itoe mendo'a, kedengaranlah dipendopo itoe boenji soeara manoesia jang sebanjak itoe beroelang-oelang menderoe-deroe, sajoep-sajoep sampai seakan-akan diawang-awangan rasanja menjeboetkan: amin, amin!
Sajang sekali kami ta' dapat mendekati benar madjelis itoe. Seorang goeroe perempoean, sahabat kami, Roekmini dan saja, kami bertiga sadjalah perempoean dipendopo itoe jang hadir. Oentoenglah ada diizinkan orang kami berdiri disana, dengan sesoeka hati kami. Tetapi akan doedoek dekat laki-laki jang banjak itoe, mendengarkan perkawinan itoe sekali-kali kami ta' boléh. Soenggoeh sajang sekali: kami soeka benar hendak mendengar sjahadat nikah dan melihat keadaan penghoeloe mengawinkan orang dari bermoela sampai kesoedahannja. Hanja jang kami ketahoei, bahwa ketika ia membatja sjahadat nikah dipegangnjalah tangan mempelai dan mempelai wadjib menjeboet sjahadat itoe sekali lagi.
Selama-lamanja keadaan itoe dilakoekan dalam seperempat djam sadja, tetapi bagi kami serasa berdjam-djam lamanja. Waktoe itoe orang doedoek tepekoer dan berdiam diri, melainkan jang kedengaran ialah soeara 'oelama jang sajoep-sajoep sampai membatja do'a selamat.
Setelah itoe moelaïlah kerapatan itoe bergerak, karena 'oelama-'oelama itoe mengandjoer dirinja beringsoet-ingsoet kebelakang. Itoelah tanda perkawinan itoe telah selesai.
Regén-regénpoen berdirilah, doea orang diantaranja pergilah membimbing mempelai dan berdjalanlah meréka itoe bersama-sama diatas permadani boenga-boengkan itoe diiringkan oléh regén-regén jang lain. Dibilik kwadé adikkoepoen dibimbinglah poela oléh saudara-saudaranja dan pergilah poela berdjalan didjalan jang berboenga-boengaan itoe, diiringkan oléh iboekoe dan sekalian djamoe perempoean. Ketika mempelai dan anakdara beberapa langkah lagi akan bertemoe, dilepaskan 201

oranglah meréka itoe dan kedoea pengantin itoe teroeslah lémpar-melémparkan sirih bergoeloeng, jang berisi dengan boenga-boengaan. Böberapa langkah lagi meréka itoe akan berhadapan, kedoeanja laloe berdjongkok, demikian poela sekalian pengiring meréka itoe.

Sementara mempelai doedoek, datanglah anak-dara beringsoet-ingsoet dengan loetoetnja, pergi menghampiri mempelai; setelah berdekatan benar, laloe menjembah dan mentjioem loetoet mempelai jang sebelah kanan. Setelah sekali lagi ia menjembah, maka mempelaipoen berdirilah, laloe mengangkat isterinja dan berbimbing-bimbinglah meréka itoe, pergi kekwadé diiringkan oléh pesemandan. Regén-regén itoe baliklah kembali kependopo.

Kedoea pengantin itoe doedoeklah dimoeka kwadé itoe, kedoea-doeanja seperti patoeng Boedha roepanja. Pada sebelah menjebelahnja doedoeklah keloearga dan sekalian djamoe perempoean. Di belakang pengantin itoe doedoeklah doea orang anak gadis mengipas-ngipas pengantin itoe. Menoeroet 'adat jang biasa disitoelah pertemoean jang pertama kali antara laki dan isteri, jang baroe-baroe kawin. Kira-kira poekoel setengah toedjoeh, masoeklah regén-regén itoe kedalam dan doedoeklah seperti boelan sebelah dimoeka pengantin itoe. Dibelakang pengantin itoe doedoeklah poela kaoem keloearga perempoean. Sesoedah itoe pergilah kedoea pengantin itoe mentjioem kaki keloearganja jang toea-toea. Anak-daralah jang lebih dahoeloe berdiri, dan pergilah berloetoet kepada iboekoe, laloe menjembah dan mentjioem loetoet iboe; demikianlah djalannja ia menerima rahmat dari pada iboe atas perkawinannja. Dari iboe itoe pergilah adikkoe kepada mamak-mamak moeda. Saudara-saudara jang toea akan meminta rahmat seperti tadi. Kemoedian pergilah ia lagi kepada bapak mentjioem loetoetnja meminta rahmat, sesoedah itoe pergilah ia kepada mentoeanja jang laki-laki dan bapak-bapak moeda dan saudara-saudara laki-laki sekalian. Sesoedah itoe doedoeklah ia kembali ketempatnja dan mempelaipoen moelailah pergi mentjioem loetoet sekalian meréka itoe, seperti jang telah diperboeat oléh anak-dara tadi. Setelah soedah berboeat jang demikian itoe, maka berdirilah regén-regén itoe pergi minoem téh dan makan makan-makanan jang telah dihidangkan orang, seperti tadi malam. Poekoel tengah delapan baroelah diizinkan pengantin berdiri dari tempatnja.

Berbimbing-bimbingan berdjalanlah meréka itoe keloear. Sepatoetnja meréka itoe berdjalan berloetoet, tetapi karena meréka itoe kedoeanja baroe semboeh dari pada sakitnja, di­izinkan ia berdjalan berdiri.

Pada kaoem regén jang lain: mempelai itoe setiba diroe-

202


mah mentoeanja, haroeslah merangkak menaiki tangga, sekali-kali ta' boleh berdiri, sebeloem ia bertemoe dengan isterinja. Itoelah 'adat orang besar-besar namanja.
Mempelai pergilah kebilik anak-dara dan adikkoe pergilah kebilik kami mengganti pakaiannja akan menjamboet kedatangan djamoe bangsa Eropah.
Mengenakan sekalian pakaian anak-dara itoe sehari lamanja, tetapi menanggalkan hanjalah dalam lima menit sadja. Sanggoel dan perhiasan dikeningnja tidaklah kami tanggalkan. Kami anak-anak gadis sebenarnja ta' boleh mengenakan pakaian anak-dara, tetapi hal itoe tiadalah kami pedoelikan, kami boeatlah sadja pekerdjaan itoe. Pikiran jang seperti itoe, pada sangka kami pikiran gila. Masakan kami ta' boleh memakaii adik kami dengan pakaian anak-dara! Kami beri adikkoe berkain soetera bertekat emas dan kebaja beledoe bersoedji perak. Kami kenakan dilehernja dokoh intan jang lain. Boenga-boenga emas jang diramboetnja dan toesoek koendainja kami tanggalkan dan kami lekatkan dikepalanja mahkota emas dan dengan lajahnja. (1) Dikepalanja kami toesoekkan intan permata jang bertangkai berpilin-pilin. Demikianlah. adikkoe kami pakaii, bermahkota berlajah, ta' oebahnja. seperti poeteri dalam tjeritera seriboe satoe malam.
Bagoes sekali roepanja ia memakai pakaian itoe, demikianpoen berpakaian seperti wajang. Sajanglah ta' dapat kami menjoeroeh memboeat porteretnja.
Mempelai waktoe itoe memakai badjoe angkatannja. Sekali lagi pergilah pengantin itoe doedoek kemoeka kwade, dan tatkala hampir poekoel delapan, pergilah mereka itoe berkepit tangan keserambi moeka, doedoek dikoersi keemasan jang tersedia oentoek mereka itoe, jang dilingkoengi dengan pohon pinang. Disana berdirilah mereka itoe menerima oetjapan selamat dari njonja-njonja dan toean-toean bangsa Eropah. Itoelah namanja receptie, dalam bahasa Belanda; dalam pada itoe dipendopo berboenjilah moesik, amat merdoe-merdoe sekali lagoenja, dan tari-menari mendjadilah poela; kedoea pengantinpoen dengan berkepit tangan berdjalan-djalanlah poela berkeliling pendopo beberapa kali.
Poen menoeroet 'adat jang biasa, anak-anak gadis ta' boleh pergi kealat kawin. Itoepoen tidaklah kami indahkan. Masakan kami akan tinggal dibelakang sadja, waktoe memperalatkan perkawinan adik kami itoe!
Hampir poekoel doea belas, toean residen jang datang djoega menghadiri peralatan itoe berpidatolah, mengoetjapkan selamat kepada pengantin, Pidato itoe didjawab bapak. Setelah
____________
1) lajah telekoeng (olnier)

203


itoe maka djamoe bangsa Eropah memberi selamat tinggal laloe poelang keroemahnja masing-masing, tetapi toean residén dan beberapa orang toean-toean jang lain dan seorang nona sahabat kami, tinggal disana menghadiri keramaian Boemipoetera. Setelah djamoe bangsa Belanda berdjalan, maka datanglah kepala-kepala negeri Boemipoetera jang tadinja doedoek disisi pendopo, laloe masoek ketengah dan doedoek seperti boelan sebelah mengelilingi mempelai, jang waktoe itoe akan memperlihatkan kepandaiannja tentang menari.
Regén-regén dan kepala-kepala negeri jang lain masingmasing sekarang berpakaian angkatan jang biasa. Gamelanpoen berboenjilah dan toekang tari seorang gadis djogét moelaïlah menari.
Patih Djapara menjembahkan kepada mempelai sehelai kain soetera diatas seboeah doelang pérak. Setelah diterimanja seléndang soetera itoe, maka Patih itoepoen balik ketempatnja. Gamelan teroeslah diboenjikan dengan lemah lemboet, tanda meminta datang djoeara alat, akan memboeka peralatan itoe. Mempelaipoen berdirilah dari tempatnja laloe pergilah ketengah-tengah pendopo. Seléndang soetera itoe diikatkannja pada kerisnja dan dimintanja orang memboenjikan lagoe jang disoekaïnja. Permintaan itoe segeralah dikaboelkan.
Ta' maoelah saja mentjoba mentjeriterakan keadaan tari itoe, karena ta' tjakap rasanja pénakoe merentjanakannja. Hanjalah jang dapat saja katakan, bahwa amat senang mata memandang djogét jang lemah gemalai itoe menarikan dirinja. Pergerakan badannja amat sesoeai dipandang dengan boenji lagoe gamelan itoe, dan dibelakangnja itoe menarilah gadis djogét itoe sei'ta menjanji sekali. Kepala-kepala anak negeri jang doedoek berkeliling itoe bertempik dan bersoraklah beramai-ramai dan menjanji bersama-sama.
Ketika mempelai hampir habis menari, maka toean residénpoen tiba-tiba datang membawa doea gelas berisi minoeman kepada si pandai tari itoe, jaïtoe pada waktoe goeng berboenji penghabisan, akan penoetoep lagoe itoe, dan ketika kedoea pandai tari itoe sedang doedoek berloetoet. Dengan mengangkat sembah diterimanja oléh si pandai tari jang laki-laki segelas minoeman itoe dari toean residén, dan kedoea orang besar-besar itoe meminoem habislah isi gelas masing-masing, dan orangpoen bersorak-sorak dan gamelan berboenjilah poela melagoekan lagoe jang bersoekatjita. Seorang boedjang pergilah mengambil kedoea gelas jang kosong itoe, dan toean residénpoen mohonlah berangkat poelang. Setelah mempelai berdiri sekali lagi, laloe menari. Sekarang bapakkoe minoemlah memberi selamat menantoenja. Sambil menari itoe datanglah kedoeanja dekat mendekati dan ketika goeng penghabisan akan berboenji ber-

204


loetoetlah si pandai tari jang moeda menjembah menerima minoeman dari pada mentoeanja, tanda oetjapan terima kasih.
Setelah sekalian regén-regén jang hadir, mengoetjapkan selamat, baroelah ia boléh berhenti menari dan pergi doedoek kembali dekat istennja. Sebentar lagi pengantinpoen berangkatlah. Dan djamoe bangsa Eropah jang masih ada lagi poelanglah keroemahnja masing-masing; tetapi kepala-kepala negeri Boemipoetera teroeslah beramai-ramai sampai pagi. Toean-toean itoe sekaliannja toeroetlah djoega menari, apalagi toean asisten-residen kami sangat pandai benar menari tjara Djawa.
Iboekoe, serta sahabatkoe jang perempoean dan saja bersama-sama Roekmini doedoeklah djoega melihat keramaian itoe sampai waktoe djamoe bangsa Eropah habis poelang semoeanja.
Besoknja tinggallah kedoea pengantin itoe diroemah menjenangkan diri Dan pada malamnja itoe haroeslah meréka itoe mentjoekoepi lagi 'adat perkawinannja, ja'ni kedoea pengantin itoe perloe pergi mendjelang roemah orang toea mempelai. Orang Djawa mengatakan 'adat itoe „ngoendoeh mantoe" artinja kalau dibahasa Melajoekan: „memetik menantoe perempoean." Menantoe perempoean dimisalkan oléh orang-orang toea mempelai seperti boenga jang dipetik oléh meréka itoe oentoek anaknja jang laki-laki.

Jang sebenarnja kedoea pengantin haroeslah hendaknja berpakaian pengantin seperti pergi berarak, tetapi karena banjak mendatangkan kesoesahan kepada pengantin, sebab itoelah tiada dipakaikan. Mempelai berpakaian seperti biasa, adikkoe bersaroeng kaïn keemasan dan memakai kebaja soetera. Ramboetnja disanggoel seperti kepala tjapoeng. Pada tempat jang koeberi bertanda ini, diberi berboenga-boenga. ja, sama sekali diatas kepalanja penoehlah dengan boenga melati jang bagoes soesoenannja. Pada sanggoelnja itoe disisipkanlah iagi boenga-boenga intan jang gilang-gemilang tjahajanja.
Kedoea pengantin itoe doedoeklah' dikeréta, dimoeka dan dibelakang keréta itoe berdjalanlah sekalian kepala-kepala negeri, jang toeroet berarak pergi mendjelang roemah tempat bapak mempelai menoempang.
Berhari-hari, berpekan-pekan sesoedah pêrkawinan itoe, kedoea meréka itoepoen dikatakan orang djoega anak-dara dan mempelai. Dan anak-dara dikatakan orang sampai ia beranak. Adalah djoega perempoean-perempoean dan iboe-iboe, jang' selama hidoepnja dikatakan orang „ngantén", ja'ni kepéndékan dan pada „pengantin".
Bebarapa hari sesoedah beralat, pergilah meréka itoe mengoendjoengi sahabat-sahabatnja bangsa Eropah dan handai tolannja.
Lima hari sesoedah kawin, beralatlah sekali lagi dikaboepa-

205


tén; karena hari pekan jang pertama sesoedah kawin menoeroet 'adat Djawa haroes dimoeliakan.
Sepekan sesoedah beralat besar itoe, maka kedoea pengantinpoen berangkatlah meninggalkan roemah orang toeanja. Dimana-mana meréka berhenti, selaloe disamboet dengan segala kehormatan dan soekatjita oléh sanak saudara.
Di Tegal peralatan itoe dioelang sekali lagi; "disana meréka itoe tinggal sepekan, kemoedian baroelah pergi ketempatnja sendiri di Pemalang.
Demikianlah tjeritera peralatan kawin orang Djawa jang besar-besar. Adikkoe kawin dikatakan dengan peralatan ketjil, sebab kami tiadalah memakai sekalian 'adat oepatjara. Walaupoen demikian boekan boeatan soesah kami mengerdjakannja; dan betapakah soesahnja lagi kalau beralat dengan 'adat jang selengkapnja?
Kami sesoedah beralat hampir tiada berdaja lagi. Pemberian jang dibawa orang ketika beralat kawin, ja'ni: kain saroeng, kain pinggang, kain kepala, dan soetera oentoek kebaja, laken bakal badjoe djas dan ada djoega makan-makanan seperti: beras, teloer, ajam dan kerbau; sekalian itoe teroetama dipergoenakan selama dalam beralat.
Kardinahpoen ada mendapat seékor sapi djantan jang bagoes dari bapak moeda. Dan pemberian itoe patoetnja diperlihatkan poela bersama-sama dengan barang-barang anoegerah jang lain!!!
O ja, ada lagi jang hendak saja tjeriterakan, kalau orang menjembelih kerbau ketika beralat kawin itoe — biasanja menjembelih lebih dari pada seékor — maka pada beberapa djorong digali orang loebang dan dimasoekkan kedalam loebang itoe seboeah ketiding jang berisi sirih, koeé2, pinang, daging sesajat, darah kerbau jang disembelih itoe sedikit dan boenga-boengaan, atau diletakkan ketiding jang berisi itoe disimpang-simpang djalan, djambatan dan disoemoer; sekalian itoe goenanja oentoek sedekah kepada djin dan sétan jang tinggal disana. Kalau tiada diboeat demikian, maka djin dan sétan jang tinggal didjorong, disimpang, didjambatan dan disoemoer itoe marah nanti kepada meréka jang beralat itoe, dan merékapoen tentoelah akan ditjelakakannja. Demikianlah kepertjajaan Boemipoetera! Dari mana asal kepertjajaan itoe ta' tahoelah saja.
Bagaimana pikiranmoe tentang hal itoe sekaliannja, Hilda? Seorang sahabat kami mengatakan bahwa bangsa Djawa itoe, jaïtoe satoe bangsa jang penoeh dengan tjeritera dan kabar jang 'adjaib-'adjaib. Siapakah jang akan membawa bangsa kami jang penoeh dengan tjeritera wajang dan tjeritera jang 'adjaib-'adjaib itoe kepadang kemoedian, hidoep jang sebenarnja? Kesanalah kami

206


haroes pergi. Kalau kepertjajaan jang sia-sia itoe telah hilang lenjap, nistjaja ta' goenalah kami mengindjak-indjak kehéranan dan kebagoesan dalam tjeritera-tjeritera itoe.
Apa poelakah jang koekatakan itoe? Dari pada membitjarakan itoe lebih baik saja bertanja kepadamoe, besarkah hatimoe membatja karangan jang pandjang ini, dan soekakah engkau mema'afkan kesalahankoe, karena telah menjoeroeh engkau menoenggoe sekian lama? Sesoenggoehnja banjaklah hal jang bagoes dan 'adjaib-'adjaib dihati dan 'alam bangsa kami, teroetama banjak kehéranan dalam kepertjajaan hatinja jang masih seperti anak-anak itoe.
Tentoe engkau tertjengang mendengarkan sekalian hal itoe, tetapi benarlah katakoe itoe, bahwa engkau bangsa Eropah telah mengadjar saja mengasihi dan mentjintaï bangsa dan tanah airkoe sendiri. Pendidikan kami jang seperti 'adat Belanda, tiada akan mendjaoehkan kami dari pada bangsa kami, melainkan ialah jang membawa kami bertambah dekat kepadanja. Pendidikan itoelah jang memboeka mata dan hati kami akan mengetahoei kebagoesan jang tersimpan pada tanah dan bangsa kami, dan ialah poela jang memboekakan mata kami akan mengetahoei kesoesahan dan kesengsaraan meréka itoe. Boekan boeatan tjinta kami kepada tanah dan bangsa kami! O! dapatlah kiranja kami hendaknja menolong nasib meréka jang malang itoe. Kalau dapat berapalah soekatjita kami!
Tetapi ta' goenalah saja lebih lama lagi menggadoeh engkau, dengan tjakar ajam seorang anak gadis Djawa jang „gila" ini. Tjoekoeplah sehingga ini dahoeloe.
Hoeboengan soerat:
Pada beberapa tempat, 'adatnja ketika kedoea pengantin itoe baroe bertemoe, maka sebeloem anak-dara mentjioem loetoet soeaminja, haroeslah lebih dahoeloe membasoeh kaki mempelai akan tanda si perempoean memperhambakan dirinja.
Djikalau seorang djanda laki-laki kawin dengan anak gadis, atau djanda perempoean kawin dengan seorang anak boedjang, maka sesoedah melémparkan sirih, maka djanda itoepoen menoendjoekkan sekerat kajoe jang masih berapi kepada si gadis atau si boedjang jang beloem kawin; dan dalam hal itoe si djanda menerima poela seboeah kendi jang berisi air akan pemadamkan api itoe. Setelah api itoe padam dan air dalam kendi kosong, maka kajoe itoepoen diboeangkan dan kendi itoe dipetjahkanlah. Apa maksoed atau arti perboeatan itoe, ta' goena saja terangkan, karena moedahlah dima'loemi.
Engkau hendaknja patoet sekali melihat adikkoe tatkala ia doedoek bersama seperti patoeng Boedha dimoeka kwade itoe, betoel-betoel bagoes. Baik benarlah sedianja disoeroeh porterét atau jang lebih baik lagi disoeroeh gambar dengan tangan, se-

207


hingga sekalian warna jang dipakainja itoe dapat dilihat dengan seterang-terangn ja.
Betapa haloes tertib dan sopannja waktoe berdjalan diatas permadani dengan boenga-boengaan sebanjak itoe serta haroemnja ditambah lagi dengan baoe doepa, ta' dapat saja perikan. Tetapi roepanja hampir seperti Boedhisatwa.
Kalau saja sekarang mendengar boenji gamelan dan mentjioem baoe boenga-boengaan jang bertjampoer dengan baoe doepa, maka terkenanglah oléhkoe keadaan adikkoe jang telah laloe.
Banjaklah meréka itoe jang memoengoet boenga-boengaan jang tertaboer diatas permadani tempat adikkoe berdjalan itoe, karena menoeroet kepertjajaannja, boenga itoe membawa oentoeng baik kalau disimpan; dan kalau anak-anak gadis jang menjimpannja, akan beroetoeng mendapat soeami!!!
Padakoe sekarang adalah seboeah kitab agama Boedha, jang bernama „De ziel van een volk" (Njawa soeatoe bangsa); isinja amat bagoes!


27 Maart 1902 (VIII).


Tjelaan dan penghinaan orang banjak tiadalah kami indahkan; tetapi kesajangan meréka itoe jang berboedi, jang seriboe kali lebih tinggi daradjatnja dari pada meréka itoe, amat besar harganja kepada kami, karena ialah jang membesarkan hati bekerdja, memberi kekoeatan, pertolongan dan penghiboeran hati. Bagaimana djoega kesoedahannja, djanganlah toean djemoe berboeat baik; itoelah kalimat jang saja batja tadi, dan menoeroet pikiran kami sekalian tjita-tjita kami mémanglah baik.
Sekalian orang tahoe, bahwa biasanja anak gadis bangsa Djawa dikawinkan oléh orang jang mengasoehnja dengan tiada setahoe si anak. Betoel ditanah Soenda anak-anak perempoean kenal akan djodohnja, pernah melihat dan bertemoe dengan dia, tetapi tjobalah tanjakan, ditempat manakah jang lain ditanah Djawa diperboeat orang demikian?
Wahai, tjobalah lihat diroemah orang jang „baik-baik dan berada!" misalnja dikaboepatén. Tiadalah saja tanjakan, bagaimana pikiran perempoean-perempoean dan perasaannja tentang hal itoe, tetapi saja tahoe betapa anak-anak gadis jang mendapat pendidikan tjara Eropah memikirkan hal itoe. Sekiranja hal itoe ta' dapat dipikirkan oléh meréka itoe, tetapi tentoelah sekoerang-koerangnja ia merasa, betapa ia dihinakan orang.

208


„Meréka itoe hidoep bersenang-senang!"
Kesenangan melipoerkan kedoekaan dan perasaan perempoean. Meréka itoe ta' boléh mengadoekan halnja, karena ia telah memboeat hal itoe menoeroet kehendak hatinja sendiri! Tetapi bagaimana anak-anaknja? Apakah jang lebih lagi menghantjoerkan hati lain dari pada kalau melihat kehidoepan anak-anak jang tjelaka dalam kesengsaraan, karena anak-anak jang semoeda itoe telah merasaï selekas itoe akan kesoesahan dan kekedjian hidoep? Apalagi anak-anak gadislah jang teraniaja benar, karena setiap hari meréka dipaksa memboenoeh perasaan hatinja. Tiadakah namanja itoe meroentoehkan kemaoean 'alam, djika seorang laki-laki tiada berboedi, memaksa isteri-isterinja wadjib berdjinak-djinakan seorang dengan jang lain?
Patoet benarlah sekarang anak perempoean bangsa Boemipoetera sendiri berani mengeloearkan soearanja!
Dan maoekah djoega nanti orang mengatakan dengan hati jang tetap: „Meréka itoe hidoep bersenang-senang, kalau sekira dilihatnja poela apa-apa jang telah kami lihat, dan diketahoeinja poela apa-apa jang telah kami ketahoei?"
Saja telah menjalin boeah pikiran toean Prof. Max Müller, seorang Djérman jang pandai dalam bahasa-bahasa tanah Timoer, babad, tambo d.l.l. Beginilah boenjinja: „Beristeri banjak seperti 'adat bangsa-bangsa disebelah timoer, itoelah soeatoe „kebaikan" bagi perermpoean-perempoean dan gadis-gadis, jang ta' dapat hidoep ditanah airnja kalau tiada bersoeami, atau kalau ta' ada seorangpoen jang akan mendjaganja."
Max Müller telah meninggal, ta' dapat lagi kami memanggilnja kemari akan menjoeroeh memperlihatkan kepada kami, dimana benar „kebaikan" beristeri banjak itoe terdapatnja. Atjap kali orang mengadjar kami serta mengatakan, bahasa kalau perempoean ta' kawin, itoelah jang sebesar-besar maloe, lagi berdosa besar. Ja, kerap kali benar orang mengatakan sedemikian kepada kami.
O, dihinakan dan ditjela orang benar perempoean jang tiada bersoeami itoe. Kami ingin benar hendak pergi ketanah Belanda, karena tanah Belanda itoelah jang akan membébaskan kami.
Tanah Eropahlah jang akan memberi kami berdinding besi, jang akan menangkis dan mengalangi segala asoetan dan penghinaan orang banjak di Hindia ini!
Akan mendjadi bébas haroes kawin dahoeloe, sesoedah itoe bertjerai lagi! Tetapi bertjerai ta' moedah poela. Kalau soeami ta' soeka, kelangitpoen perempoean berteriak ta' akan dapat kebébasan itoe; tetapi kalau si laki hendak bertjerai, ta' oesah ia menanja kemaoean isterinja, setiap waktoe boléh perempoean itoe dioesirnja. O, Allah! dimanakah letaknja rahmat dan ke'adilan oentoek doenia perempoean dalam hal itoe? Boléh

209


djoega perempoean membébaskan dirinja jaïtoe dengan oeang, ia wadjib membajar oeang sekian banjaknja. Itoelah poela soeatoe keadaan jang boeroek benar, jang dilakoekan oléh laki-laki kepada ikan dalam belanganja! Tetapi bagaimanakah kami akan dapat meminta ke'adilan, kalau ditanah Barat, tanah jang telah tinggi kesopanannja, masih djoega menjamakan perempoean dengan anak-anak atau orang-orang gila? Ta' goena saja memperkatakan hal itoe lagi, nantilah poela saja hoeboeng.

*

* *


8 April 1902 (VIII).


Tambo tanah Belanda jang dahoeloenja, ketika saja masih bersekolah, ta' pernah menarik hatikoe oentoek mempeladjarinja karena mendjemoekan hati, sekarang baroelah membesarkan hatikoe. Girang hati membatjanja, apalagi banjak kabar jang indah-indah didalamnja. Kitab jang koebatja sekarang djaoeh berlainan dengan kitab jang koebatja disekolah.
Beladjar ketika telah ber'oemoer ada poela kebaikannja; sekaranglah baroe kami mengerti dan dapat memahamkan perkara-perkara jang diadjarkan dengan moedah. Banjak perkara jang dahoeloe seperti benda jang „mati" sadja, ta' dapat menarik hati kami, sekarang telah bersemangat dan bernjawa, soeka benar kami hendak mengêtahoei sekarang keadaan benda-benda itoe. Dahoeloe ta' maoe kami mengindahkannja, karena kami ta' dapat mema'loeminja. Alangkah beroentoeng kami, kalau sekiranja ada kami menaroeh sekarang goeroe jang pandai mengoeraikan perkara-perkara jang hendak kami ketahoei! Goeroe-goeroe jang berdiam diri diroemahlah jang wadjib memberi kami djawaban akan sekalian pertanjaan kami. Hari ini saja mengadjarkan 'ilmoe „bahasa". Anak-anak ketjil itoe tertjengang-tjengang sadja melihat apa-apa jang saja perboeat, sebab meréka tiada mengerti, tetapi mestilah diadjarkan djoega. Apabilakah akan tiba masanja kami dapat memeloek kepandaian dimoeka boemi ini, seperti seorang laki-laki jang mengasihi isterinja?
......................................................................................
Kita haroes mentjahari dalam ingatan kita sekalian pikiran jang baik-baik; kalau tiada kedapatan biarlah jang ada dalamnja meski jang ta' baikpoen digosok bersih2, soepaja boléh bertjahaja; itoelah soeatoe 'akal, soepaja hidoep boléh mendapat kesoekaan, boekan? Telah banjak koepikirkan tentang hal jang dikatakan orang „hidoep senang". Dalam beberapa hal jang koelihat dalam beberapa hari jang baroe laloe ini atjap kali terkenang oléhkoe akan kalimat itoe, dan pahitlah senjoemkoe

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.

14

memikirkannja. O, njonja jang koetjintaï! Roepanja tidaklah akan sekali ini sadja orang merahsiakan dan menidakkan sesoeatoe hal jang kedjadian! Doenia ini masih penoeh berisi manoesia jang mengatakan dirinja mempoenjaï kesopanan tinggi. Karena itoelah maka meréka itoe ta' maoe melihat keadaan dan kebenaran jang sesoenggoehnja, sebab sekalian itoe dioempamakannja seperti seorang perempoean jang bertelandjang boelat, dan dipalingkannjalah moekanja, sambil mentjela dan menghinakan perempoean itoe.
..........................................................................................................................................
Petang ini roentoehlah rasanja hati kami melihat soeatoe tjontoh kesengsaraan hidoep. Adalah kami bertemoe dengan seorang anak jang ber'oemoer 6 tahoen sedang mendjoeal roempoet. Anak itoe kira-kira sebesar anak bapak moeda. Waktoe memikoel roempoet itoe tiadalah tampak badannja, hilang diantara kedoea radjoet roempoet jang dipikoelnja itoe, hanjalah seperti doea boeah radjoet roempoet jang tampak oléh kami berdjalan. Bapak menjoeroeh memanggil anak itoe, dan disanalah kami dengar kabar penanggoengannja, perasaan jang ditanggoeng oléh beratoes-ratoes, ja, beriboe-riboe kawannja jang lain didésa-désa. Anak itoe tiada berbapak lagi, iboenja pergi bekerdja dan diroemah tinggallah doea orang adiknja laki-laki. Ialah anak jang toea. Kami tanjakan kepadanja: soedahkah ia makan? „Beloem," djawabnja. Meréka itoe makan nasi sekali sehari, jaïtoe malam hari, kalau iboenja telah poelang; tengah hari dimakannja koeé sagoe seboeah jang berharga setengah sén.

Saja pandanglah anak jang sengsara itoe, kemoedian saja pandang lagi anak moeda jang sama besar dengan dia itoe, dan teringatlah oléhkoe, bahwa makan kami 3 kali sehari; itoelah jang menghantjoerkan hati kami.

Kami beri ia makan, tetapi ia ta' maoe memakan makanan itoe disana, makanan itoe dibawanja poelang.

Sajapoen memandang anak ketjil itoe sampai hilang dari matakoe; perkakasnja hanjalah seboeah pemikoel dan seboeah sabit. Banjaklah pikiran jang timboel dikepalakoe dan perasaan dihatikoe ketika memandang anak itoe dari djaoeh.

Maloelah saja memikirkan kelobaan dirikoe sendiri. Saja hanja memikirkan dan mengenangkan halkoe sendiri; tetapi lihatlah diloear roemahkoe, amat banjak orang jang lebih tjelaka dan sengsara! Sebentar itoe djoega seperti kedengaranlah oléhkoe orang dikelilingkoe mengeloeh dan memekik meminta tolong sampai keoedara karena kesengsaraan. Lebih koeat lagi dari pada keloeh dan pekik jang terdengar ditelingakoe, soeara jang mengatakan: „Bekerdja, bekerdja! bekerdja! Berperanglah engkau mereboet kebébasanmoe itoe! Kalau engkau telah bébas

211


oléh karena bekerdja itoe, baroelah dapat engkau menolong orarig lain! Bekerdja! Terang sekali kedengaran oléhkoe soeara itoe sedemikian terangnja, sehingga seperti tampak oléhkoe tertoelis dipemandangankoe, menjoeroeh saja menoeliskannja kepada toean, karena toeanlah jang maoe menoeroet bersama-sama menanggoeng perasaan kami. Toean kedoea saja taroeh dihatikoe, dan kaoem keloeargakoe sekalipoen tiadalah koekasihi demikian. Dalam pikirankoe bersama-sama dengan toeanlah hati dan njawakoe, toean kedoea telah mendjadi hati djantoengkoe sedjak kita berkenalan! Alangkah 'adjaibnja hidoep didoenia ini, beloem berapa lamanja jang laloe, saja ta' tahoe, bahasa toean kedoea adalah hidoep didoenia ini dan toeanpoen ta' tahoe poela kepadakoe, tetapi sekarang toean ta' dapat dipertjeraikan lagi dengan saja!

*

* *


27 April 1902 (VII).


Dari sedjak ketjil saja soeka beladjar dan selaloe niat dan maksoed saja jang teroetama sekali hendak mengetahoei sekalian hal, soepaja saja boléh memberi paédah dalam hidoep bersama-sama. Berapa soekanja hatikoe hendak toeroet beladjar bersama-sama dengan anak laki-laki bangsa kami disekolah menengah (H.B.S.), tetapi sajang tiada dikaboelkan! Telah beroentoenglah kami, karena kami telah dapat mengoendjoengi sekolah Belanda itoe, sebab boekanlah 'adatnja anak-anak gadis pergi kesekolah; dalam hal itoe kami meminta terima kasih kepada bapak kami, karena keberaniannja telah meroesakkan 'adat, menjoeroeh kami bersekolah. Pengetahoean dalam bahasa Belanda mernberi kami kesoekaan jang tiada tepermanaï banjaknja. Ialah jang memboekakan kazanah ni'mat bagi kami, jang dahoeloenja ta' tahoe kami akan keadaannja.
Apa-apa jang bagoes pada bangsa asing, soeka kami memberikannja kepada bangsa sendiri, tetapi ta' adalah maksoed bagi kami hendak memboeang apa-apa jang bagoes pada bangsa kami dan menggantinja dengan benda-benda bangsa asing; melainkan itoe bergoena kepada kami akan menambah kebagoesan kepoenjaan kami. Ja'ni akan mengangkat daradjat bangsa dan membawanja kepada kelakoean dan kesopanan jang lebih tinggi, sehingga keadaan kemanoesiaannja mendjadi baik dan beroentoeng; itoelah tjita-tjita kami. Sekalian peperangan hidoep kami bergoena oentoek mentjapai tjita-tjita itoe. Tetapi bagaimanakah kami akan mentjapainja? dan apakah moelamoela akan dikerdjakan? Kita haroes moelaï bekerdja pada permoelaannja. Dan permoelaan itoe bernama: pendidikan!

212


O! atjap kali timboel dihati ketjil kami, tiap-tiap kali apabila kami mengenangkan kesoesahan dan ratap-tangis meréka itoe, ka ren a kesengsaraan badan dan hati, soeatoe pengharapan jang amat sedih: „Berilah orang Djawa pendidikan jang baik." Sama sekali, sekalian anak negeri sekarang akan diberi pendidikan jang baik, tentoelah ta' dapat, hanja boléh djadi kalau dimoelaï dahoeloe dengan orang jang patoet-patoet dan kemoedian berangsoer-angsoer dilébarkan sampai kepada bangsa jang dibawahnja!

*

* *


17 Mei 1902 (I).


Ta' dapat koekatakan kepadamoe betapa besar hatikoe, karena baroelah sekarang saja boléh lagi teroes beladjar. Sekarang saja mengoelang pengetahoean jang telah koeketahoei dahoeloe. Telah lebih dari 10 tahoen saja keloear dari sekolah; dan héranlah saja karena tiada sekaliannja telah saja loepakan. Adalah poela keélokan dan keoentoengankoe lambat beladjar itoe, jaïtoe saja sekarang lebih moedah mengerti dan memahamkan pengadjaran dari pada témpoh masih ketjil. Sajang sekali 'oemoerkoe sekarang telah 23 tahoen, tidak lagi tiga belas tahoen seperti dahoeloe. Waktoe itoe tentoelah saja dapat banjak menambah pengadjarankoe, tetapi saja sekarang terikat oléh 'oemoerkoe. Moela-moela saja hendak mengambil diploma goeroe Belanda dan kemoedian saja toèroet dalam oedjian mengambil diploma satóe atau doea bahasa anak negeri.
Sebentar ini saja haroes berhenti bekerdja, karena tangkai pénakoe patah, beloem pernah kedjadian hal sebagai itoe padakoe! Kasihan, pada pénakoe itoe! Saja sajang kepadanja, karena telah lama kami bekerdja bersama-sama dengan hati jang girang.
Saja ini seperti orang gila, karena siapakah jang mengeloeh demikian, sebab tangkai pénanja jang patah?
Pada boelan April jang baroe laloe, kami pergi berdjalan djaoeh, karena kami hendak pergi melihat adik kami. Ketika kami berangkat dari roemah, tiadalah kami berhadjat pergi kepadanja, melainkan kami hendak pergi melihat saudara perempoean kami jang toea, jang déwasa itoe sedang sakit. Disana kami terima soerat dari pada adik kami, jang bersoenggoehsoenggoeh meminta, soepaja perdjalanan kami itoe mestilah diteroeskan sampai ke Pemalang. Bésok harinja kami berkerétaapilah pergi kesitoe. Ta' dapatlah saja mentjeriterakan pertemoean kami itoe! Betoel-betoel sangat menggirangkan hati kami! Moela-moela tiadalah lain, jang kami perboeat hanjalah

213


seorang melihat jang lain, laloe tertawa tersenjoem-senjoem dengan berpegang-pegangan. Meminta sjoekoerlah saja melihat adikkoe itoe dalam séhat wa'l'afiat. Lebih-lebih dari dahoeloe roepa badannja sekarang, adalah semisal boenga jang baharoe kembang. Pipinja mérah sebagai paoeh dilajang. Bertambah-tambah banjak saja meminta sjoekoer melihatkan betapa soeaminja menghormati dan menghargaïnja.
Betoel girang soenggoeh hatikoe memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim dengan saudarakoe jang baharoe itoe. Ia seorang jang baik hati dan banjak sipat jang baik-baik terdapat padanja. Ia selaloe berkata benar, 'adil dan setia serta berhati jang pengasih dan penjajang. Adikkoe itoe tidak sadja isterinja, tetapi djoega mendjadi kawannja, sahabatnja jang perempoean dan iboe dari pada anak-anaknja, jang tiga orang itoe, jang mengasihi adikkoe sebagai iboe kandoengnja sendiri.
Anak-anak itoe selaloe menoeroetkannja kemana-mana, seperti koetjing maoe. Anaknja jang soeloeng ber'oemoer toedjoeh tahoen, tinggal diroemah nénéknja. Adikkoe itoe soeka benar hendak membawa si anak itoe keroemahnja, dan anak itoepoen amat sajang kepadanja dan maoe poela datang kesitoe, tetapi nénéknja ta' maoe melepaskannja. Anaknja jang doea orang lagi anak perempoean baroe ber'oemoer 4 dan 6 tahoen; sekarang adikkoe mengadjar meréka itoe diroemah, dan anak-anak itoelah nanti bakal djadi moerid-moeridkoe, Stella! Soeaminja menjerahkan pendidikan anaknja sama sekali kepada adikkoe, tentoelah adikkoe akan mengasoeh anak-anaknja itoe seperti tjita-tjita kami. Adikkoe tatkala masih gadis ta' dapat menjampaikan kenang-kenangan kami, tetapi kerdja jang ditanggoengnja' sekarang koerang bagoeskah itoe ? Ia selaloe boléh menaboerkan kebadjikan kesana sini.
Djalan jang kami toeroet soenggoehlah berlain-lainan, tetapi kami kedoea dalam itoe sama-sama bermaksoed akan menghasilkan tjita-tjita kami itoe. Kalau djalan jang ditoeroet itoe berlainan sekalipoen tiadalah ia akan mendjadi alangan, boekan? asal sadja djalan itoe baik dan kitapoen sampai ketempat jang ditoedjoei itoe.
.................................................................................
Saja berniat soenggoeh-soenggoeh hendak pergi kenegeri Belanda, adalah beberapa sebabnja. Pertama karena disana lebih baik dari pada disini melengkapkan sekalian keperloean oentoek kerdjakoe nanti, jang akan koetanggoeng; kedoea saja hendak bernapas dalam oedara ditanah Eropah akan memboeangkan ketjelaan jang masih ada pada dirikoe; soenggoehpoen ta' banjak, tetapi ia mengganggoe oesahakoe. Negeri Belanda wadjib dan akan mendjadikan saja seorang perempoean jang bébas sebenar-benarnja. Oedaramoe, kedinginan tanah airmoe wadjib

214


menarik dan memboeangkan sekalian ketjelaan jang ada pada dirikoe; sesoedah itoe baroelah saja bébas!
Dengarlah oempamanja ini: Saja tiadalah akan berhati gentar dan maloe-maloe akan menempoeh seboeah bilik besar, jang penoeh dengan toean-toean bangsa Eropah; tetapi amat bingoeng saja rasanja akan menerima seorang laki-laki bangsakoe jang tidak koekenal, dan jang beloem beristeri mendjadi djamoekoe. Engkau tentoe mengatakan kelakoeankoe jang sedemikian bodoh, ta' patoet dan gila, tetapi sekalian itoe benar; saja ta' berani oempamanja, laloe dimoeka orang laki-laki asing, kalau ta' ada pengiringkoe. Sekiranja ada pengiringkoe tiadalah senang hatikoe menempoehnja, karena maloe!
Sekarang ma'loemlah engkau, soenggoehpoen besar kehendakkoe akan bébas, ta' dapatlah djoega saja mendjaoehkan dirikoe dari pada kekerasan pendidikan bangsakoe, jang mempertjeraikan soenggoeh-soenggoeh doenia anak-anak perempoean dengan doenia anak-anak laki-laki. Selaloe dipertaroehkan orang kepadamoe, bahasa ta' patoet anak gadis menampakkan dirinja kepada mata laki-laki asing dan haroes senantiasa mendjaoehi tempat laki-laki; dan dengan hal jang demikian ta' héranlah lagi, jang anak gadis itoe sangat sekali takoet akan bertemoe dengan machloek itoe. Hal jang seperti itoe mestilah beroebah; dan ketjelaan itoe wadjiblah hilang. Kalau tiada hilang bagaimanakah kami boléh bekerdja bersama-sama dengan laki-laki nanti? Itoelah tjita-tjita kami jang amat besar!
Oedara ditanah Eropah sadjalah jang dapat membersihkan kekerasan pendidikan bangsakoe jang ada pada dirikoe ini; tanah airmoe, Stella, jang akan memboeangkan tjelaan jang merintangi kemadjoean itoe.
Tertawakanlah saja sesoeka hatimoe atas perkataankoe jang ta' sempoema itoe. Tetapi pastilah tanahmoe jang akan membébaskan dirikoe, betoel-betoel bébas!
Pada 19 April baliklah kami dari perdjalanan itoe. Bapakkoe mendjempoet kami dari setasioen, jang tiada berapa djaoehnja dari roemah, dan ditjeriterakannjalah kepada kami dengan riang, bahwa ia dapat soerat kawat jang pandjang isinja, dari pada toean residén, mengatakan kabar baik, ja'ni toean van Kol akan datang bésok ke Djapara. Itoelah soeatoe soerat selamat datang jang amat menggirangkan hatikoe, apalagi diroemah telah menanti poela soeratmoe. Sekalian pegawai jang berkedoedoekan disepandjang djalan jang akan dilaloei oléh toean van Kol dapat perintah dari pada toean residén akan menoenggoe kedatangan toean itoe. Dalam perdjalanannja dari Semarang ke Djapara sekaliannja diperhatikannja dengan soenggoeh-soenggoeh.
Alangkah radjin dan tadjam otaknja! Ta' ada jang tiada

215


diselidikinja. Melihat, mendengar, memasoekkan kepikiran, memahamkan, sekalian itoe telah 'mendjadi satoe padanja. Hari Ahad kira-kira poekoel 3 petang sampailah toean van Kol ke Djapara dengan seorang djoeroe kabar, jang mendjadi penoendjoek djalan serta djoeroe bahasanja, bersama-sama dengan bapak jang pergi menjongsong meréka itoe kebatas. Ditengah djalan meréka itoe mendapat ketjelakaan, jaïtoe soemboe roda keréta meréka itoe patah, dan perdjalanan itoe diteroeskanlah dengan sado jang amat lambat larinja. Beroentoeng benar toean itoe! karena dimana-mana sadja, kalau perloe, dapatlah ia melepaskan lelahnja; diatas sado jang terbanting-banting itoe dapatlah ia tidoer njenjak seperti ditempat petidoeran jang berkasoer.
Toean itoe ta' maoe menoempang ditempat-tempat lain, lain dari pada diroemah makan, sebab itoelah selaloe ditolaknja permintaan orang jang hendak mendjamoenja menoempang diroemah meréka itoe. Ketika ia baroe datang, ia bermaksoed ójoega hendak menoempang diroemah makan; tetapi setelah ia berkenalan dengan kami, maka diterimanjalah permintaan kami, soepaja sekali itoe ia menoempang diroemah kami. Kemoedian kami dengarlah, bahasa karena kamilah maka toean van Kol memoetoeskan maksoednja itoe. Dilihatnja disini banjaklah hal-hal jang hendak didjadikannja pengetahoean dan pemeriksaan. Ia hendak menjelidiki, bagaimanakah kebaikan pendidikan bangsa Eropah oentoek anak-anak perempoean bangsawan dan itoelah sebabnja maka ia ta' maoe melepaskan sa'at jang baik itoe.
Oentoeng benarlah kemoedian baroe kami tahoe akan maksoednja itoe; djika sekiranja waktoe itoe kami tahoe, bahwa kami akan djadi benda jang akan diselidikinja, tentoelah kami akan bergoesar hati dan tiadalah akan berlakoe seperti jang biasa sadja.
Ketika makan tengah hari selaloe kami memperbintjangkan anak isterinja. Besar hati kami mendengarkan bagaimana ia menghormati isterinja. Karena berkirim-kiriman soeratlah ia kenal akan isterinja. Itoelah jang memperhoeboengkan meréka itoe, Stella. la berkirim-kiriman soerat dengan isterinja itoe dahoeloe, ialah tentang karangan njonja itoe. Dengan tiada disangka-sangkanja diketahoeinjalah sekarang, bahwa ia adalah menaroeh rahmat Toehan jang amat baik itoe, ja'ni pandai mengarang. Ia dahoeloe djadi pendidik, dan pada soeatoe hari ia pergi dengan kawan-kawannja tamasja kepada seboeah gedoeng dikaki goenoeng Penanggoengan. (Menoeroet nama gedoeng itoelah nanti roemahnja di Prinsenhage dinamaïnja poela sedemikian: „Lali Djiwa"). Seorang diantara meréka itoe haroes mengarangkan perdjalanan itoe. Ketika dioendi, njonja

216


itoelah jang kena. Iapoen mengirimkan karangannja tentang perdjalanan itoe, dan sesoedah itoe djoeroe kabar kerap kali meminta karangannja lagi.
Toean van Kol mengoendjoengi sekalian negeri tempat ia diam dahoeloe dan tempatnja bekerdja. Anak-anak jang dahoeloe bermain-main dengan anak perempoeannja, sekarang dilihatnja telah mendjadi iboe. Ia masih tahoe akan nama meréka itoe. Di Djawa Tengah ia hendak tinggal 4 hari lamanja, dan dalam hari jang empat itoe ia hendak tinggal sehari bersama-sama dengan kami. Stella, kesoekaan hati kami seperti pada, hari'itoe dan malamnja bersama-sama dengan toean van Kol, telah lama tidak kami rasaï. O, alangkah baiknja kalau adikkoe ada diroemah ketika itoe, betapakah ia akan bergirang hati dan djikalau engkau ada disini, Stella, tentoelah engkau akan toeroet berbesar hati bersoeka raja; tetapi engkau pada masa itoe ada bersama-sama, karena engkau ada selaloe dalam kenang-kenangankoe, ketika saja doedoek dekat toean van Kol. Hatikoe berdebar-debar mengatakan: Stella, Stella. Sekalian itoe perboeatan engkau, hai kekasihkoe, karena engkaulah jang sebenarnja toean van Kol doedoek bersama-sama dengan kami, bertjakap, bertjengkerma, mengeloearkan pikiran jang menggirangkan hati benar-benar, ialah akan mendjadi penebas djalan oentoek kami! Saja selaloe banjak meminta terima kasih kepadamoe, ta' terbalas djasamoe oléhkoe, Stella. Kami semoeanja doedoek dimoeka dipendopo jaïtoe djamoe kami, orang toea kami, Annie Glaser, Roekmini dan saja sendiri. Kami perlihatkan kepadanja sekalian barang-barang hasil kepandaian bangsa kami. Toean van Kolpoen tertjengang tersenjoem-senjoem melihatnja, sambil ditoeliskannjalah nama barang-barang itoe dalam seboeah kitab peringatannja. Beberapa orang dalam madjelis itoe, berdirilah meninggalkan tempatnja, maka sajapoen beralihlah doeloe kepada seboeah koersi jang kosong, dekat toean van Kol itoe.
Iapoen moelaïlah bertanja: „Betoel Radén Adjeng hendak pergi kenegeri Belanda? Melchers, jang mengatakan kepadakoe." Sajapoen membenarkan katanja itoe, dan ia laloe teroes berkata: „Tetapi soesah bagi toean balik kemari nanti. Dan akan balik kemari itoelah soeatoe kesoesahan jang amat besar."
„Apakah maksoed toean berkata demikian?"
Iapoen laloe meminta hendak berkata teroes terang dan me­ngeloearkan pertimbangannja. Djawabkoe: „Itoelah jang saja kehendaki kepada toean." Iapoen berkata poela: „Bagi Radén Adjeng nanti soesah, kalau kawin. Kalau Radén Adjeng telah pergi kenegeri Belanda, tentoelah toean tidak akan bersenang hati lagi, kalau toean mendjadi isteri seorang kepala negeri."
Diberinja bermatjam-matjam oempama, bahwa banjak sa- 217

habatnja nona-nona Hindia jang terpeladjar, jang telah kawin dengan Belanda totok. Meréka itoe betoel amat tjinta-mentjintaï, tetapi nona Hindia itoe ta' dapat hidoep tjara Belanda dan soeaminja ta' dapat hidoep tjara Hindia; itoelah sebabnja banjak perselisihan diantara meréka itoe."

Moela-moela saja berdiam diri sadja membiarkan dia mengeloearkan boeah pikirannja. Sesoedah itoe baroelah saja menerangkan pertimbangankoe: „Toean van Kol, maksoedkoe pergi kenegeri Belanda hendak beladjar mentjari kepandaian oentoek mendjadi goeroe, dan kalau balik nanti ke Hindia, saja hendak memboeka sekolah oentoek anak-anak kepala-kepala negeri jang perempoean. Saja hendak memberi pendidikan kepada meréka itoe."

Ia tertjengang melihatlcoe, matanja jang hidjau itoe bersinarsinarlah bergirang hati serta memandang saja, seakan-akan ia berkata dalam hatinja: „Itoe bagoes, hagoes kehendakmoe itoe, berbahagia maksoedmoe itoe," dan katanja kepadakoe: „Tiadakah besar hati Radén Adjeng menaroeh sesoeatoe maksoed hidoep?"

Ia bertanja itoe dengan beriang hati. keriangan itoe kelihatan pada matanja jang bertjahaja-tjahaja itoe Hatikoepoen besar mendengarkannja; dengan tiada setahoekoe, keloearlah sepatah kata dari moeloetkoe mengatakan: „Stella". Stella, djikalau sekiranja saja dapat mendjelmakan engkau kemari, dekatkoe barang sebentar, biarpoen sekedjap mata, maka boemi ini rasanja ketjillah bagikoe, karana pada sa'at itoe saja mengerti soenggoeh-soenggosh akan maksoedkoe sendiri; dan hal inilah. mendjadi soeatoe oentoeng dan bahagia serta rahmat bagikoe, apalagi tjita-tjitakoe itoe dihargaï oléh orang besar seperti toean van Kol itoe; perasaan hati jang demikian mestilah poela dirasaï hendaknja oléh iboe-iboe, kalau dilihatnja pikiran anaknja dima'loemi dan dihargaï orang.

Toean itoe sangat memoedahkan kerdjakoe; saja ta' goena banjak berkata, ia mengerti lekas akan maksoedkoe dengan sebsnar-benarnja.

Ia bertanja kepadakoe; soedahkah saja memperbintjangkan hal itoe dengan njonja Rcoseboom? Tidak, saja ta' sempat mengabarkan hal itoe, karena doea kali kami telah bertemoe dengan njonja itoe, selaloe pertemoean itoe dalam madjelis besar, sekali dalam keramaian menari dan sekali lagi dalam perdjamoaan jang besar. Roepan ja meréka itoe diistana di Bogor, mentjeriterakan hal kami, karena toean van Kol setiba diroemah kami, tiba-tiba bertjeritera kepada kami, bahwa toean besar Goebernoer Djenderal kenal akan kami ketiganja.

Sajang saja ta' dapat pergi ke Bogor akan bertjakap-tjakap dengan njonja Rooseboom. Dalam perbintjangan lebih moe- 218

dah kita mengatakan apa-apa, jang kita pikirkan dan jang kita maksoed. Baroe-baroe ini saja didjamoe oléh seorang njonja, ia meminta saja datang ke Bogor menoempang diroemahnja. Njonja itoe kerap kali datang kepada njonja Rooseboom. Annie Glaser kalau ia telah témpoh pada boelan jang akan datang, akan pergi ke Betawi dan ke Bogor; ia akan pergi djoega menjampaikan pesan kami kepada toean dan njonja A.. dan akan memperkatakan apa-apa jang terasa dihati kami, dan djoega akan pergi kepada njonja jang koeseboetkan diatas tadi. Ah, kalau sekiranja saja dapat pergi bersama-sama dengan dia, alangkah baiknja. Toean van Kol akan mengirim kabar nanti dari Betawi, apa jang patoet kami perboeat, misalnja, menoelis soerat permintaan dll. dan seboeah lagi, kalau ia telah kembali ke Betawi, haroeslah kami mengirim sepostjoek soerat kepadanja, menga­takan nama dan 'oemoer kami, ringkasnja sekalian apa-apa jang kami kehendaki. Dan soepaja dinegeri Belanda dapat ia miengenangkan kami, haroeslah saja mengirim soerat kepada isterinja. Permintaan itoe telah kerap kali dimintanja dan sajapoen soeka benar mengaboelkannja.

Maksoed Roekminipoen hendak pergi kesekolah tinggi; itoelah soeatoe maksoed jang disoekaï toean itoe dan djoega maksoednja hendak pergi kesekolah oeroesan roemah tangga oentoek perempoean, jang akan dimasoekinja, djikalau diketahoeinja nanti bahwa ia tidak akan tjakap beladjar tentang hal kepandaian jang dimaksoednja itoe. Ia lebih soeka, kalau Roekmini pergi dahoeloe beladjar kesekolah tinggi beberapa boelan lamanja, sebeloem ia menetapkan pikirannja oentoek pergi beladjar tentang perkara oeroesan roemah tangga itoe. Baik benar menoeroet pendapatannja; kami berdoea akan bekerdja ber­sama-sama, jang seorang akan memenoehi dan menolong jang lain. Ia selaloe berkata: „Pada pendapatankoe, bagoes benar kedoea Radén Adjeng bermaksoed jang demikian dan berani akan mengerdjakannja."

Dan djoega saja perkatakan tentang hal pengadjaran pada segala sekolah 'ilmoe keséhatan toeboeh dan segala ke­pandaian jang bersangkootan dengan 'ilmoe itoe; saja katakan kepadanja jang saja nanti hendak bersekolah dalam 'ilmoe ke­séhatan toeboeh dan kepandaian paloet-memaloet orang loeka, membela orang jang sakit, dan segala pengetahoean itoe nanti akan saja adjarkan disekolah kami. Menoeroet pertimbangannja bagoes benar maksoed kami itoe.

„Di Hindia ta' dapat Radén Adjeng akan menjampaikan maksoed itoe, atau boléh djoega disampaikan disini, tetapi de­ngan kesoesahan jang amat besar. Ditanah Éropah moedah be­nar menjampaikannja, karona disitoe semoeanja boléh didapat, dan dalam beberapa tahoen sadja, tentoelah toean akan tammat

219


beladjar. Radén Adjengpoen telah pandai bertjakap, menoelis, membatja dalam bahasa Belanda." Achirnja ia berkata: „Kita haroes pergi kenegeri Belanda. Kalau maksoed Radén Adjeng demikian haroeslah toean pergi ke Eropah, karena disini toean ta' dapat menjampaikan maksoed jang moelia itoe. Sajang soenggoeh saja kalau toean ta' dapat menjampaikan tjita-tjita hati toean itoe." Saja tjeriterakan djoaga kepadanja, apa sebabnja maka kami hendak tinggal beberapa lamanja ditanah Eropah. Iapoen membenarkan perasaan kami itoe. Ia membenarkan poela kata kami, ja'ni kami akan memberi tjontoh teladan kepada orang banjak, tentoe soekalah orang akan menoeroet boeah pikiran kami; tetapi tentoelah akan bertambah-tambah kesoekaan itoe, kalau kami dididik dan dibawah perlindoengan Pemerintah bekerdja. Bangsa Djawa jang boléh dimisalkan seperti seorang anak jang besar, amat soeka akan keindahan dan keemasan. Djadi dimana sadja Pemerintah jang berkoeasa itoe mentjampoerkan dirinja, nistjajalah pekerdjaan itoe akan dihormati oléh orang banjak.
Ketika saja katakan kepada toean van Kol sekalian tjitatjita dan boeah pikirankoe itoe, maka bertanjalah ia kepadakoe menanjakan, dari manakah saja mendapat pikiran jang sedemikian. Dengan soenggoeh-soenggoeh hati ia mendengarkan sekalian jang saja tjeriterakan itoe. Sebentar-sebentar ia bertanja kepadakoe: „Maoekah toean menoelis soerat kepada isterikoe ?"
Kamipoen memperkatakan tentang hal pendidikan (kalau boléh diseboetkan) oentoek anak-anak perempoean bangsawan. Toean van Kol tahoe akan isteri regén-regén dan tahoe poela, bahwa meréka itoe hidoep soenji dan senjap.
Telah adalah waktoenja sekarang akan memberi dengan sedapat-dapatnja pendidikan oentoek anak-anak perempoean bangsa Djawa. Toean itoelah orang jang penghabisan sekali, tempat saja memperkatakan apa arti perempoean-perempoean dimoeka boemi ini. Betapa tjinta, hormat dan baktinja bila ia memperkatakan isterinja, dan besar poela ia menghargakan, bahwa isterinja itoe seorang perempoean jang tinggi daradjatnja, lagi boediman jang mendjadi pedoman dan jang memberi petoea kepadanja!
Orang besar itoe sangat mengetjilkan dirinja oentoek isterinja...................hanjalah badannja jang ketjil itoe, tetapi hatinja dan pikirannja sangat besarnja. Itoelah jang merawankan hatikoe! Saja tatkala dihadapan toean jang terseboet berhati lemah lemboet. Betapakah baiknja bagikoe kalau Toehan jang pengasih penjajang mendjelmakan saja nanti ke „Lali Djiwa", sehingga saja berpekan-pekan boléh bertjampoer dengan manoesia jang berhati soetji dan berpikiran moelia itoe.

220


Bolehkah hal itoe terdjadi, Stella? Saja tahoe benar, bahasa sekalian itoe bagoes sekali kalau kedjadian. Telah beberapa kali, pada waktoe jang baroe inipoen, koesangka jang tjita-tjitakoe itoe hampir-hampir akan terdjadi, tetapi jang sebenainja sekahan itoe ialah angan-angan sadja. Dan kalau ada apa-apa jang akan meroesakkan hati, baroelah ia datang dengan sebenarnja.
Soedah banjaklah jang telah kami tanggoengkan oentoek tjita-tjita kami itoe, Stella; sekalian itoe kami ketahoei, demikian djoega banjak, ja, lebih banjak lagi jang akan datang, jang akan kami tanggoengkan. Moedah-moedahan Allah memberi berkat dan paédah bagi sekalian penanggoengan dan peperangan hati kami itoe, dan timboellah hendaknja karena itoe boenga-boengaan jang haroem oentoek sesama kami perempoean. Kamipoen akan meminta sjoekoer djoega, kalau sekiranja peperangan kesedihan hati dan ratap tangis kami itoe hanja menghasilkan seboeah boenga sadja oentoek meréka itoe! Kalau kami ta' dapat pergi ketanah Belanda, biarlah kami pergi ke Modjowarno. Banjaklah tjita-tjita kami nanti jang akan hilang lenjap, tetapi toean toeroetlah bersama-sama dengan kami mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena kami telah pandai mendjaga boedi pekerti kami selaloe tinggal tinggi. Pergi ke Modjowarno artinja kepada kami, bahwa telah berpoelang kerahmatoe'llah dari doenia tjita-tjita kami oentoek hidoep bersama-sama, tempat kami tinggal selama ini, dan sekarang kami hidoep lagi oentoek beberapa orang jang soenggoeh kasih kepada kami, dan jang pikirannja kami hargaï benar-benar, ja, oentoek meréka itoelah sadja keperloean hidoep kami. Kami ta' dapat lagi berboeat barang sesoeatoe oentoek kemanoesiaan perempoean-perempoean bangsawan, jang hidoep dalam sengsara (kebanjakan diantaranja bernasib jang demikian) dan itoelah poela jang amat mengibakan hati kami. Kami dapat memberi pertolongan kepada meréka itoe, hanjalah dengan péna dan dawat sadja. Tetapi boekti seboeah tjontoh jang njata, lebih baik dari pada seroean seriboe kata-kata jang bernjawa. Tjontoh itoelah jang dapat mengoeatkan arti kata-kata itoe. Bagi kami pergi ke Modjowarno soeatoe pekerdjaan jang moedah, disana tiadalah kami akan mendapat kesoesahan, dan tiadalah poela tjelaan akan kami tanggoeng. Anak negeri disana soeka benar menerima kami. Peperangan jang akan ditanggoengkan disana, ialah peperangan dengan diri sendiri, dengan bermatjam-matjam keadaan jang gandjil dalam pendidikan kami.
Adalah orang jang memberi saja pikiran menjoeroeh menoeliskan sekalian jang telah koepikirkan dan koerasaï, tentang kelaliman laki-laki dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera, sehingga banjaklah diantaranja jang menang-

221


goeng hidoep tjelaka dan sengsara itoe. Sekalian ini baik koetoeliskan dalam sepoetjoek soerat atau seboeah kitab, dan soerat atau kitab itoe dipersembahkan kepada Seri Baginda Maharadja Belanda. Nistjaja banjaklah kebaikannja perboeatan itoe oentoek tjita-tjita kami, sebab perempoean bangsa Djawa sendiri jang menoendjoekkan kelaliman itoe. Tetapi saja haroes benar tahoe, apa jang akan saja perboeat itoe. Kalau saja mengeloearkan soeara tentang hal itoe, maka sekalian laki-laki bangsa Djawa tentoelah akan marah dan bentji kepadakoe. Saja tahoe betoel hal itoe, dan bagi dirikoe sendiri tiadalah saja takoet akan kemarahan dan kebentjian meréka itoe, tetapi kalau saja nanti mendjadi goeroe, boléh djadi saja berdiri dimoeka kelas jang tiada bermoerid. Kepada orang jang demikian halnja, tentoelah meréka itoe ta' kan maoe menjerahkan anaknja. Kalau saja berboeat jang demikian itoe, ta' oebahnjalah seperti saja memoekoel kelobaan hati laki-laki. Djagalah hati-hati meréka jang berani mengoesik doenia kesenangan laki-laki jang telah beroerat berakar itoe!
Djawab tentang pertanjaankoe, apabilakah anak gadis Islam berhak mendapat kemerdékaan, telah koeterima. Boenjinja: „Anak gadis bangsa Islam ta' pernah mendapat kemerdékaan; kalau ia hendak bébas haroeslah ia kawin dahoeloe, soedah itoe boléhlah ia bertjerai dengan soeaminja itoe."
Kami anak-anak gadis haroes mensahkan sendiri hak kemerdékaannja, dan memaksa doenia ini menjoeroeh mengakoe akan kebébasan itoe; hal itoe mesti kami lakoekan! Engkau telah tahoe bahwa toean van Kol datang kemari dengan seorang djoeroe kabar, toean itoe mengarangkan perdjalanannja bersamasama dengan toean van Kol. Kedatangan meréka itoe kekaboepatén Djaparapoen ditjeriterakannja poela. Tjobalah engkau pikir, dalam karangannja itoe ditjeriterakaimja poela sedikit perbintjangan kami dengan toean van Kol. Sekarang tahoelah orang kemana toedjoean kami. Saja harap benar jang pemberi tahoean itoe djanganlah hendaknja meroesakkan tjita-tjita kami, melainkan akan memberi paédahnja. Baroe sekali itoelah namakoe diseboet orang dalam hidoep bersama-sama jang bertali dengan bangsakoe, mémang disanalah nanti tempat namakoe itoe!
Keadaan itoe amat membesarkan hatikoe, Stella, karena namakoe diseboet setali dengan bangsakoe, bangsa Djawa!
..............................................................................................
Simpanlah oléhmoe porterét itoe akan djadi soeatoe tanda mata dari perserikatan kami bertiga. Sajang si tiga sedjoli waktoenja telah laloe, telah habis dan amat bagoes keadaannja; itoelah sebabnja maka sekarang kami haroes bertjerai-berai. Porterét itoe ialah porterét jang sebaik-baiknja, gambar kami

222


bertiga, dan seroepa benar masing-masing kami didalamnja. Porterét itoe diboeat pada hari Mauloed nabi Isa. Ja'ni porterét kami jang kesoedahan, ketika kami bertiga masih mendjadi anak-anak gadis. Porterét itoe menimboelkan doekatjitakoe melihat perkoempoelan kami bertiga itoe. Soenggoeh bagoes benar keadaan kami dahoeloe itoe, hati tiga bertangkai satoe, dan sekarang jang seboeah telah goegoer dari tangkainja. Boléhkah loeka jang sedemikian akan mendjadi semboeh? Saja ta' tahoe, dan kalau ia tersinggoeng sedikit sadja, maka darahpoen keloearlah.
O, Stella, engkau ta' tahoe betapa kesoesahan hati kami kehilangan adikkoe itoe. Sekaliannja menimboelkan ingatan mengenangkannja, dan sekaliannja membisikkan adik kekasih kami itoe. Pada perasaan kami sekarang kami telah terlaloe toea, pertjampoeran kami seperti telah berzaman-zaman lamanja telah laloe. Tetapi jang sebenarnja beloemlah tjoekoep setengah tahoen adikkoe itoe meninggalkan kami!

  • *

26 Mei 1902 (V).


Soerat njonja jang kemoedian sekali jang didalamnja menerangkan kesoekaan dan kesajangan njonja tiada berhingga kepada bangsa Djawa, kerap kali koeoelang-oelang membatjanja. Besar soenggoeh-soenggoeh hatikoe melihat toean berhati penjajang dan peramah oentoek memikirkan bangsakoe bangsa koelit hitam itoe. O, kalau sekiranja saja boléh berdekatan dengan toean sekalian disini, soeka benarlah saja hendak memperlihatkan berbagai-bagai keadaan bangsa kami kepada toean. Dimanakah dapat orang memperhatikan dan mema'loemi akan hal keadaan sesoeatoe bangsa dengan sebaik-baiknja, kalau tiada pada tempat meréka itoe sendiri, dan disini kami betoel-betoel dalam kampoeng Djawa? Njonja telah tahoe, bahasa toean sekalian selaloe boléh datang kepada kami, dan kamipoen dengan soetji hati menerima kedatangan toean itoe. Pada perasaankoe baik soenggoeh hati njonja soeka menerima saja diroemah toean, tetapi apa boléh boeat, karena saja sekarang hanjalah boléh menerima sekadar kesoekaan toean itoe sadja. Sedangkan pergi berdjalan ke Bogor waktoe ini masih banjak alangannja. Tetapi siapa tahoe kalau-kalau peroebahan dalam hal itoe akan lekas datang! Siapa tahoe, sebab banjak kali apaapa jang sekarang moestahil, ésok harinja telah kedjadian. Bangsa Djawa jaïtoe bangsa jang penoeh dengan kenang-kenangan dan tjeritera jang 'adjaib-'adjaib, dalam bermimpi dan

223


kenang-kenangan, banjaklah kedjadian hal-hal jang 'adjaib'adjaib. Dan hatikoe, hati Djawa itoe memegang kenang-kenangan itoe sangat tegoeh-tegoeh; kalau sekiranja pada zaman poerbakala boléh terdjadi hal jang gandjil-gandjil, tentoelah sekarang boléh djoega terdjadi hal jang sedemikian!
O, sekiranja njonja tahoe apa jang dimimpikan anak-anak Djawa sahabat njonja itoe! Kalau saja tjeriterakan, boléh djadi toean akan tertjengang mendengarnja, tentoelah gandjil pada pikiran toean. Tetapi saja berharap, djanganlah toean beriba hati dan akan mengangkat bahoe mendengarkannja. Njonja tahoe, bahwa saja soeka soenggoeh hendak pergi ketanah air toean, boekan? Tetapi toean ta' tahoe apa sebabnja dan apa perloenja kami pergi kesana. Sekalian orang tentoe akan mengatakan, bahasa kami akan pergi melihat tanah dan keadaan bangsa asing dan akan tamasja dan berbesar hati sadja disana. Kami soenggoeh merasa sajang akan bangsa kami, sekalian kesoekaan dan kedoekaannja, menjoekakan dan menjedihkan hati kami. Hérankah njonja mendengarkan kami telah berniat soenggoeh-soenggoeh akan memperboeat apa-apa jang baik, asal boléh memberi rahmat kepada bangsa kami? Apakah pertalian katakoe itoe dengan niat hendak pergi ketanah air toean? Kami benar-benar disana hendak mengoempoelkan kepandaian oentoek bangsa kami. Apa-apa jang bagoes pada bangsa lain, pada bangsa toeanlah jang teroetama benar, hendak kami berikan kepada bangsa kami, dan dalam hal itoe tiadalah poela kami akan memboeang dan mengganti tabi'at meréka itoe, melainkan semata-mata akan menambah kehormatan tabi'at jang baik-baik, jang ada padanja. Itoelah maksoed kami jang teroetama sekali!
O, hendak bekerdja bersama-sama oentoek menghabiskan kerdja jang bagoes dan moelia jang akan meninggikan kesopanan dan kehormatan bangsakoe, itoelah kenang-kenangan kami, jang sama harganja dengan sekalian peperangan hidoep. Sajang sekali saja tinggal berdjaoeh-djaoehan dengan toean, betapalah besarnja hatikoe kalau kita tinggal berdekatan, tentoelah selaloe saja boléh dapat bertanding pikiran dengan toean. Dan dalam pertjakapan itoe lebih moedah kita mengeloearkan pikiran dan kemaoean hati.
Kita berkirim-kiriman soerat, makin lama makin menjenangkan hatikoe, dan pikiran kita roepanja banjaklah jang sesoeai. Betapa soeka hatikoe hendak memperkenalkan toean dengan bangsakoe dan mema'loemkan hal keadaannja kepada toean, betoel seperti saja mengenal mema'loeminja. Amat banjak hal jang bagoes dan tersemboenji pada bangsakoe. Patoetnja se­karang telah lahirlah seorang pandai, ahli pengarang jang pandai mengatakan kepada bangsanja sekalian tjita-tjita dengan

224


kata-kata jang menarik hati, seperti Fielding pandai berkata kepada bangsa Burma.
Jang seperti itoe beloem ada pada kami, jang ada ialah kitab jang ternama karena pedih isinja, karangan toean Veth, jang menjebabkan banjak péna bergerak, dan kemarahan hati jang amat sangat!
Manakah tanah jang ta' ada tjatjatnja? Tanah Hindia dan sekalian tanah dimoeka boemi ini masing-masing ada tjatjatnja. Kasihan, wahai engkau tanah Hindia! Ditanah asing orang hampir ta' tahoe kepadamoe dan kitab-kitab jang seperti karangan toean Veth, tentoelah tiada akan menarik hati orang akan mengasihi engkau, tetapi tentoelah orang akan menolak dan membentji engkau!
Augusta de Wit djaoeh berlainan pikirannja dengan pikiran pengarang-pengarang jang lain-lain. Ia menoelis meriangkan hati tentang tanah Hindia, dan betapa poela bagoes bahasanja! Dengan girang hati kami membatja karangannja didalam soerat kabar „de Gids".
Tentang hal keadaan dan kepandaian anak negeri, Henri Borellah, jang seperti bermimpi, mentjeriterakan tanah Hindia dengan sebagoes-bagoesnja. Tetapi tentang hal jang lain-lain ta' senanglah hati membatja karangan Henri Borel itoe, samalah keadaannja dengan karangan sahabatnja toean Veth.
Soedahkah njonja batja karangan Borel tentang „gamelan?" Pada perasaan kami karangan itoe ialah permata moetoe manikam dari karang-karangan! Dan soedahkah toean membatja karangan Martine Tonnet tentang wajang orang diistana Soeltan Djokdja, didalam soerat kabar de Gids? Karangan itoepoen mahkota dari segala karang-karangan poela. Borel haroeslah hendaknja pergi melihat orang menari serimpi. Alangkah bagoesnja sja'ir jang akan diboeatnja, setelah ia melihat tari itoe! Tari poeteri-poeteri Solo dan Djokdja betoei seperti tari bidadari dikajangan. Itoelah tari sebenar-benar tari! Sajang kami ta' dapat pergi kesana. Atjap kali orang meminta kami akan pergi kesana, tetapi kami ta' soeka, karena kami mesti berpakaian seperti anak-anak radja perempoean, ja'ni haroes berpakaian seperti anak-dara.
Tetapi sekarang pénakoe telah tersesat lagi. O ja, kami soeka benar membatja, tetapi sajang, sajang kami ta' tahoe bahasa-bahasa asing dan ta' dapat kami mempeladjarinja disini. Telah beroentoeng benarlah kami dapat berkata-kata dalam bahasa toean. Ah, kami dahoeloe soenggoeh berniat benar hendak mempeladjari bahasa-bahasa itoe. O, betapa harapan kami hendak bersoeka hati, membatja kitab-kitab tjeritera bangsa asing didalam bahasa itoe sendiri. Betapa djoega bagoesnja kitab jang diterdjemahkan, tetapi kitab dalam bahasa asal-

225


nja ta' dapat tiada lebih bagoes. Tahoekah njonja kitab tjeritera-tjeritera 'adjaib jang bagoes, karangan Marie Marx-Koning? Kitab itoe pada pendapat kami amat bagoes. Pada perasaankoe ia sangat menjoekaï karang-karangan van Eeden. Boeah pikirannja dalam kitab jang bernama ,,'t Viooltje, dat weten wilde" menoeroet sepandjang pikirankoe samalah bagoes isinja dengan kitabnja jang bernama „De kleine Johannes". Bagaimanakah tentang isi kitab itoe menoeroet pikiran njonja? Pada pikirankoe, isi kitab itoe amat bagoes, pikirannja benar dan karangannja élok.
Dengan soeka hati saja membatja apa jang njonja tjeriterakan kepadakoe tentang pendidikan anak toean dan peri keadaan orang-orang miskin ditanah Belanda. Ja, kesengsaraan orang miskin jang amat sangat dalam moesim dingin itoe telah banjak saja dengar. Kasihan, ja, kasihan soenggoeh kita kepada meréka jang sengsara dan tjelaka itoe!
Saja sekarang berkirim-kiriman soerat poela dengan seorang anak gadis bangsa Friesch; anak gadis itoe kerap kali mentjeriterakan kepadakoe hal keadaan dinegeri Belanda dan lebih-lebih keadaan di Friesland. Ia atjap kali doedoek dilantai jang dingin pada moesim bekoe bersama-sama dengan orang miskin jang tinggal diroemah-roemah boeroek dipadang pasir disana.
Dalam moesim bekoe meréka itoe ta' dapat bekerdja, dan karena itoe ta' poela mendapat makanan dan pakaian, demikian lagi apipoen ta' ada dalam roemahnja oentoek memanaskan roemah tangganja serta anak-anaknja jang dalam menangis. Boekan boeatan sengsara meréka dalam hal itoe.
Sengsara dan tjelaka jang seperti itoe ta' adalah kami ketahoei; tetapi nantilah dahoeloe, djanganlah terboeroe-boeroe saja mengatakan itoe. Ta' djaoeh dari tempat kediaman kami boekan boeatan poela sengsara jang ditanggoengkan disana. Meréka tidaklah kedinginan, tetapi selaloe dalam kelaparan, batoe dan tanah sadjalah jang beloem dimakan oléh meréka itoe. Bermatjam-matjamlah kesengsaraan jang didengar dan dilihat jang ditanggoengkan oléh manoesia dimoeka boemi ini.
Ini lagi. Bagaimanakah kelak kesoedahannja? Njonja tentoe telah mendengar kabar, bahasa adalah 500 orang anak-anak mendjadi jatim piatoe, jang ajah boendanja mati karena penjakit koléra. Kasihan benar melihat boedak-boedak itoe ditimpa oléh mara bahaja dan kesengsaraan itoe; karena meréka masih ketjil beloem berdaja dan ber'akal, telah kehilangan iboe bapaknja. Tetapi karena pertolongan kiri kanan, sekarang meréka itoe lebih beroentoenglah dari pada kalau meréka itoe tinggal pada iboe bapaknja. Sekarang meréka itoe dipelihara dan didjagaï orang, tetapi dahoeloe ketika orang toeanja masih

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

15

226


hidoep, boléh dikatakan tiadalah diindahkan dan dipeliharakan seperti sekarang.

  • *

10 Juni 1902 (VIII).


Bahasa Belanda ialah soeatoe kepandaian jang saja soekaï benar-benar, sedjak dari dahoeloe banjak orang berkata, jang saja pandai berbahasa Belanda. Tetapi berperasaan dalam soeatoe bahasa beloemlah artinja ada berpengetahoean dalam bahasa itoe! Beroentoenglah saja karena saja sajang benar kepada bahasa Belanda!. Mengertilah saja sekarang, bagaimana halnja orang jang ta' ada perasaannja dalam bahasa itoe, dan tentoelah ia akan mempeladjari bahasa itoe seperti soeatoe hoekoemanlah baginja.
Lain dari pada 'ilmoe bahasa, 'ilmoe boemipoen saja soekaï benar dan demikian poela berhitoengpoen; tetapi kepada 'ilmoe tambo (babad) selaloe saja berhati berat. Boekannja karena saja ta' soeka akan 'ilmoe tambo itoe, ta' soeka mendengarnja, sekali-kali tidak, sajapoen tahoe benar bahwa banjak pengadjaran didalamnja. Tetapi orang mengarangkannja oentoek pengadjaran disekolah rendah, ta' pandai sepandjang pikirankoe. 'Ilmoe itoe haroeslah saja peladjari hendaknja kepada goeroe jang pandai bertjeritera, jang dapat membagoeskan dan menerangkannja. Pada 'ilmoe babad itoe, bahagian jang pertamalah jang amat saja soekaï ja'ni hal keadaan tambo jang lama-lama. Sajang sekali sedikit sadja tjeriteranja dalam kitab itoe. Itoelah bahagiannja jang saja soekaï, misalnja babad orang Masir, orang Gerik dan orang Roem.
Dengan besar hati selaloe saja batja dalam soerat-soerat kabar tentang pasar malam ditempat toean. Berdebar-debar hati kami dan mata kamipoen bersinar-sinar, karena membatja kebagoesan pasar malam itoe! Toean-toean sekalian ada berhati maoe dan soeka hendak memboeat pekerdjaan jang baik itoe. Kami semoea dan bangsa kami sekalian, jang akan mendapat rahmatnja, mengoetjapkan selamat dan terima kasih atas keramaian dan kebaikan pasar malam itoe. Girang benar hatikoe mendengarkan oekir-oekiran Djapara banjak menarik hati penontonnja.
Ja, betapalah girang hati kami hendak melihat barang-barang tembaga jang bagoes-bagoes itoe; beloemlah banjak barang itoe kami lihat, apalagi benda-benda jang gandjil-gandjil jang lain.
Besar hati kami melihatkan kegirangan hati orang Belanda hendak memadjoekan pertoekangan dan kepandaian Boemi-

Benteng lama jepara 262.jpg

BÉNTÉNG LAMA Dl DJAPARA.

227

poetra, soenggoeh besar hati kami mendengarnja! Kami betoel-betoel hendak berpongah hati akan bangsa kami, ja'ni bangsa jang amat sedikit diindahkan dan terlaloe banjak dihinakan orang.

........................................................................................................................................

Tetapi hati dan pikiran kami ketika bertjakap-tjakap dengan toean van Kol, ta' adalah oebahnja seperti kami berhadapan dengan seorang sahabat karib dan loepalah kami bahwa ia seorang asing bagi kami. Tetapi apa hendak dikata, ia terlampau sederhana, ramah dan seperti bapaklah lakoenja bagi kami. Itoelah poela jang menarik hati kami menerangkan sekalian kehendak kepadanja. Dimoedahkannja kami berkata-kata itoe dan dengan riang hatinja menerima pertjakapan kami. Ta' Oesah lagi kami berkata pandjang kepadanja: ia lekas mengerti akan maksoed kami dan mema'loemi malcsoed kami itoe dengan sebaik-baiknja!

Sekaranglah poela boeroeng noeri jang didalam hatikoe itoe dapat bersoekatjita menjanjikan bermatjam-matjam lagoe setelah sekian lamanja tinggal diam membisoekan dirinja.

Itoelah soeatoe waktoe jang berbahagia, ja'ni ketika'kami bersama-sama bertjakap-tjakap itoe.

Amat soekarlah rasanja kami akan mentjeriterakan kegirangan hati kami itoe. Besar benar hati kami menerima apa-apa jang baik pada pemandangan kami. apalagi kalau sekiranja benda jang bagoes itoe, bidji mata dan kenang-kenangan kami sendiri

Terkenanglah poela oléhkoe masa jang laloe pada penghabisan tahoen 1900. Boeroeng noeri dalam hatikoe masa itoepoen bersoekatjita menjanjikan lagoe jang amat merdoe meminta terima kasih atas segala kegirangan dan keoentoengan jang telah koeterima itoe.

Soenggoeh-soenggoeh adalah kiranja waktoe jang amat ber­bahagia dalam hidoep manoesia dimoeka boemi ini. Kenang-kenangan kepada waktoe jang berbahagia itoelah benda jang amat indah dalam hidoep didoenia ini; ialah jang akan mendjadi soeatoe tjahaja pada hari jang gelap-goelita dan mendjadi obat jang dingin ketika hati dalam kedoekaan.

Betapa baik hatinja toean van Ko1 itoe karena telah datang kemari dan pergi berpajah ketempat kami jang soenii menemoei orang jang ta' pernah dikenalnja, biarlah ia tidak selaloe, o, tidak selamanja sehaloean dengan pikiran kami!

........................................................................................................................................

Kami sekali-kali ta' soeka akan mendjadikan moerid-möerid kami mendjadi setengah Belanda atau mendjadi Belanda Djaawa. Maksoed kami dengan pendidikan jang bébas itoe, ialah akan memboeat bangsa Djawa mendjadi Djawa jang sedjati,

228

jang berhati kasih dan tjinta kepada tanah dan bangsanja, lagi bermata dan berhati terang akan kebagoesan dan kesengsaraan bangsanja! Kami hendak memberikan kepadanja 'adat tertib-sopan orang Eropah, dengan tiada hendak memboeangkan 'adatnja sendiri, meiainkan kalau boléh, kami hendak mempertinggi kehormatan 'adat bangsa kami itoe.

Karena pertjampoeran beberapa toemboeh-toemboehan atau binatang-binatang jang berlainan bangsanja, boléhlah orang mendapat bibit toemboeh-toemboehan atau binatang jang lebih baik keadaannja. Dan ta' dapat tidak nistjaja begitoe poela keadaannja dengan 'adat isti'adat bangsa-bangsa dimoeka boemi ini, boekan? Apabila 'adat kita jang baik ditjampoer dengan 'adat orang jang baik poela, tiadakah kiranja akan bertambah kebaikan keadaan 'adat itoe nanti?

Sekarang saja djawab pertanjaan toean: „Apakah sebabnja maka kami mesti hendaknja pergi kenegeri Belanda?" Pertanjaan itoe telah toean tanjakan dahoeloe.

Oentoek Roekmini karena salah satoe dari kedoea kepandaian jang dimaksoednja itoe, hanjalah dinegeri Belanda dapat dipeladjarinja.

Dan bagikoe? Apakah akan djawabkoe? Saja dapat djoega disini mempeladjari sekalian maksoedkoe itoe, seperti dinegeri Belanda. Betoel, tetapi bila saja mendapat peladjaran dinegeri Belanda, tiadakah lebih tjakap dan lebih pandai saja mengerdjakan kerdja mendjadi goeroe dan mendjadi pendidik itoe nanti? Disana pemandangankoe akan bertambah loeas, pikirankoe bertambah tadjam dan pand jang, dan sekalian itoe tentoelah akan menolong memoedahkan pekerdjaan jang akan saja tanggoeng itoe. Tanah Eropah akan mengadjar dan memberi saja pengetahoean, jang ta' dapat saja minta dan peladjari disini, ditanah air sendiri.

Lain dari pada kepandaian oentoek mengadjar disekolah rendah atau pekerdjaan mendjahit dan merénda, kami soeka benar nanti hendak mengadjarkan disekolah kami pengetahoean dalam hal badan manoesia, bahagian badan jang diloear dan didalam, serta kegoenaan dan pekerdjaan tiap-tiap bahagian itoe, soepaja kita seboléh-boléhnja hidoep dengan badan jang séhat. Banjaklah ketjelakaan jang ta' akan terdjadi atau akan koe­rang hébatnja, djikalau banjak orang mengetahoei 'ilmoe jang amat bergoena itoe! Mariiah saja seboetkan oempamanja: Baroe-baroe ini adalah seorang anak perempoean jang digiling keréta api; ia dibawa kekota soepaja dapat diperiksa akan diobati oléh dokter, tetapi setiba disana ia telah seperti majat, karena darahnja habis tertoempah sepandjang djalan. Pegawai polisi dan pegawai keréta api ta' tahoe akan keadaan oeratoerat dalam badan dan ta' tahoe poela memaloet loeka-loeka. 229

Pengadjaran keséhatan toeboeh, membela orang sakit dan memaloet orang loeka, menoeroet perasaankoe haroes dimasoekkan dalam peladjaran pendidikan. Adalah waktoe ketikanja dalam hidoep kita ini, kita terpaksa wadjib mendjaga orang sakit. Perempoean-perempoeanlah jang atjap kali akan berboeat demikian. Oempamanja: ada kaoem keloearga kita atau orang asing jang sakit keras dalam roemah. Berbahaja benar kalau kita salah membela orang sakit. Tentoelah kita moedah salah membelanja, djikalau kita tiada berpengetahoean dalam hal itoe. Bahaja jang demikian telah saja tanggoeng ketika seorang kesajangankoe sakit keras.

'Ilmoe itoe hendak saja ketahoei, sehingga dapatlah saja nanti mengadjarkannja disekolah kami; sekalian hal itoe moe­dah saja peladjari dinegeri Belanda, karena sekalian perkakas 'ilmoe itoe telah ada tersedia disana.

Dan apa poelakah lagi sebabnja maka kami patoet tinggal beberapa lamanja dinegeri Belanda? Goenanja, jaïtoe akan menjoetjikan kami dari pada kekerasan pendidikan 'adat Djawa jang telah mengotorkan kami itoe, sehingga kami sampai sekarang ta' dapat menjemboenjikan diri disini dari pada keke­ rasan itoe.

„Bertsmoe dengan orang Eropah jang ta' kami kenal, meskipoen sepasoekan banjaknja,” kata Roekmini, „ta' ngeri kami, dan hal kami tinggallah sebagai biasa sadja”; tetapi bertemoe dengan seorang Djawa, takoetlah kami, segeralah kami melarikan diri kami. Dan banjaklah lagi sebab-sebabnja jang lain.

Kami hendak melepaskan diri kami dari pada 'adat-'adat jang boeroek dan mengikat kami, lagi ta' dapat kami melepaskannja disini; sekalian ketjelakaan jang ada tertaroeh pada diri kami dan mengalangi kerdja, hendak kami boeangkan, soepaja dapatlah pikiran kami mendjadi bébas dan sempoerna, sehingga dapatlah kami nanti mengembangkan sajap. Djika sekiranja sekalian hal itoe telah terboeang, tentoelah pekerdjaan jang hendak kami kerdjakan itoe moedah diperboeat.

Sebab itoelah haroes kami pergi ketempat jang lain, kenegeri asing, jang lain 'adat lembaganja serta keadaannja dari pada dinegeri kami. Besar pengharapan kami, tanah Eropah akan mendidik kami, soepaja kami lebih tjakap dan lebih pandai menjampaikan maksoed, jang hendak kami ker­djakan nanti; dan boléh kami disana mengoeatkan badan kami sampai kebal dan tahan menanti panah-panah jang berbisa, jang akan dipanahkan oléh bangsa kami kepada kami, karena kami berani melakoekan diri lain dari pada kebiasaan meréka itoe.

Tanah Eropahlah jang akan mengadjar kami betoel-betoel bébas! Adakah terang sekalian pendjawabankoe tentang pertanjaan „apa sebabnja” itoe? Saja harap njonja mengerti akan 230

maksoedkoe. Dan.... sesoeaikah pikiran njonja dengan pikirankoe itoe? Banjak lagi sebab-sebabnja, kami perloe tinggal oentoek sementara dinegeri Belanda; tetapi saja berharap apa-apa jang telah saja tjeriterakan diatas tadi, telah tjoekoeplah itoe bagi toean.


17 Juni 1902 (V).

Baroe sebentar ini saja batja dalam soerat kabar, bahwa ada beberapa orang anak perempoean Tjina memohonkan permintaan, soepaja dapat toeroet bersama-sama dalam oedjian mendjadi goeroe. Selamat! atas kemadjoean itoe! Besar hatikoe mendengarkan hal itoe. Orang-orang Tjina terlampau keras memakaikan 'adat-'adatnja jang toea; tetapi sekarang dapat kita melihat, bahwa 'adat jang keras dan toea itoe lambat lekasnja betoel boléh dipatahkan! Itoelah poela jang memberi saja keberanian dan jang menambah pengharapankoe!

Alangkah besar pengharapan saja hendak berkenalan dengan anak-anak Tjina perempoean jang berani itoe. Maoe benar saja hendak mengetahoei pikiran, tjita-tjita dan perasaan hati meréka itoe. Saja hendak mengetahoei benar bagaimana hati ketjilnja. Sedjak dahoeloe saja hendak bersahabat dengan seseorang gadis anak Tjina! Soeka benar saja hendak menge­tahoei apa jang terkandoeng dalam hati ketjil anak perem­poean Tjina jang demikian. Tentoelah didalamnja banjak tersimpan keadaannja jang baik. Adakah njonja melihat orang Tjina beralat kawin?

Saja ada melihat baroe sekali, tjoekoep; peralatan itoe ta' dapat saja loepakan. Orang Tjinapoen merajakan djoega kesoekaan dan kedoekaan jang berhoeboeng dengan arwah-arwah kaoem keloearganja jang telah meninggal doenia.

Di Semarang ada seorang Tjina radja oeang mempoenjaï seboeah taman jang amat permai. Taman itoe terletak diléréng seboeah boekit, o, boekan boeatan bagoesnja. Disana diboeatnja goea-goea batoe dan boekit-bcekit jang ditanaminja dengan pohon rasam, boenga-boengaan dan pohon boeah-boeahan jang ketjil-ketjil. Tiap-tiap matjam didalam keboennja itoe dihiasinja dan dibatasi oléh djalan-djalan ketjil jang berkélok-kélok, simpang-sioer kian kemari.

Ditengah-tengah keboen itoe adalah seboeah kolam jang berdjoeroe banjak, didalamnja penoeh beiisi ikan goerami dan ikan mas jang berenang-renang disana. Dan di­tengah-tengah kolam itoe poela adalah seboeah roemah peranginan ketjil. Dekat kolam itoe ada lagi seboeah boekit jang 231

bergoea dan berbilik mandi: dengan tangga jang berkélok-kélok melaloei goea itoe, boléhlah kita pergi kepoentjak boekit itoe. Disana adalah terdiri kelenting ketjil doea boeah dan pohon boeah-boeahan serta boenga-boengaan bermatjammatjam. Ta' oebahlah penglihatan disana seperti soeatoe tjeritera dongéng; jang koerang lagi hanjalah orang-orang tjébol penoenggoe taman dan déwa-déwa jang keloear dari tjelah-tjelah batoe dan loebang-loebang diboekit itoe. Si tjébol dan dewa-déwalah jang haroes mentjoekoepi taman itoe, soepaja mendjadi dongéng. Boeah pikiran jang menggambar taman sebagoes itoe dikepala, itoelah sja'ir namanja dan pekerdjaan memboeat taman itoe, itoelah soeatoe kepandaian jang moelia. Tetapi dimanakah kepandaian jang tiada menaroeh kebagoesan sebagai sja'ir? Sekalian jang baik dan tinggi daradjatnja, jang keramat atau bertoeah, péndéknja sekalian apaapa jang moolia dalam hidoep bersama-sama, itoelah jang dinamakan dengan haloesnja: sja'ir!

Kami telah melihat Tjina toekang jang pandai memboeat taman sebagoes itoe. Tjina itoe hanjalah seorang baba jang miskin sadja! Patoeng-patoeng jang diboeatnja seperti naga­-naga, harimau-harimau, dll. itoe, sekaliannja didirikannja kian kemari diatas roempoet, amat bagoes.

Sajang sekali dipintoe gerbang oentoek masoek kedalam taman soerga doenia jang bagoes itoe, ada terdiri doea boeah patoeng boeatan Éropah, kedoea patosng itoe mengganggoe kebagoesan patoeng-patoeng jang banjak itoe.

Adakah njonja pergi dahoeloe ke Betawi melihat pasar malam disana? Tentoelah ada! Bagaimanakah pikiran njonja tentang bangsa koelit hitam? Apakah jang boléh toean katakan tentang kepandaiannja? O, alangkah soekanja saja berpongah diri atas bangsakoe itoe! Meréka adalah djoega berkepandaian, biarpoen sedikit! Tetapi toean, orang-orang Belanda, haroeslah membimbingnja! Njonja tentoelah maoe berboeat demikian, boekan?

Kami ini boléh dioempamakan seperti anak-anak, dan orang-orang Belanda seperti pendidik kami. Bangsa toeanlah jang akan membimbing kami dan membela kami, soepaja kami boleh mendjadi laki-laki dan perempoean jang sebenarnja!

Saja pertjaja, bahwa tiadalah seorang djoega diantara anak-anak didikan atau moerid-mcerid itoe, jang akan bersipat koe­rang terima kasih!


21 Juni 1002 (VI).

Radén Adjeng Kartini, anak Radén Mas Adipati Ario Sosro- 232

diningrat, Regén Djapara, ber'oemoer 23 tahoen, lahir di Mojong afdeeling Djapara, pada 21 April 1879, bermohon hendak beladjar mendjadi goeroe (bermaksoed hendak mengambil diploma goeroe bantoe dan goeroe kepala), dan menerima pengadjaran dinegeri Belanda. Pergi kenegeri Belanda itoe pertama-tama akan menambah pemandangan, melandjoetkan pikiran dan mentjoetji ketjelaan-ketjelaan jang melekat pada dirinja lagi mengalangi oesahanja, akan memasoeki beberapa sekolah peng­adjaran dan pendidikan, soepaja ia dapat mengetahoei hal keadaan mendidik dan mengadjar dalam sekolah dinegeri Be­landa; sekalian itoe maksoednja soepaja lebih berhasil nanti bila ia mengerdjakan djabatan, jang amat disoekaïnja dan akan ditanggoengkan kepadanja.

Kedoea, akan mempeladjari 'ilmoe keséhatan toeboeh, membela orang sakit dan 'ilmoe memaloet orang loeka, dan 'ilmoe memberi pertolongan jang bermoela bagi ketjelakaan, soepaja 'ilmoe jang berpaédah dan jang amat perloe itoe dapat diatdjarkannja nanti kepada perempoean-perempoean Djawa.

Maksoed jang teroetama sekali kesopanan bangsa Belanda jang bagoes itoe akan diberikannja kepada bangsanja, soepaja 'adat bangsa Djawa bertambah tinggi kehormatannja; akan membawa bangsanja kepadang pikiran dan perasaan jang lebih baik, soepaja meréka itoe boléh sampai kepada keroekoenan jang lebih beroentoeng dalam hidoep bersama-sama. Dan oesahanja jang akan dilakoekannja nanti, ialah mendirikan sekolah-sekolah oentoek anak-anak perempoean Djawa. Moela-moela akan djadi pertjobaan, didirikan dahoeloe seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala negeri, dan anak-anak itoe mestilah tinggal disekolah itoe djoega. Maksoed dengan sekolah itoe akan memberi tanah Djawa iboe-iboe jang bertabi'at sopan dan berpengetahoean, soepaja meréka itoe nanti dapat memberikan kesopanan dan pengetahoeannja ke­pada anak-anak perempoean jang nanti akan mendjadi iboe poela, dan laki-laki jang nanti akan mendjaga kesoesahan dan kesentosaan dalam negeri!

Dengan hal jang demikian boléhlah iboe-iboe itoe mengembangkan kesopanan bangsa Belanda kepada bangsa Djawa. Permintaan saja ialah kalau boléh Pemerintah soedi memberi pertolongan, soepaja dapat saja menjampaikan maksoed seperti jang terseboet diatas: akan menanggoeng segala biaja pengadjaran (pelajaran poelang balik, pengadjaran dan tempat tinggal); dan kalau saja telah tammat beladjar, saja boléh memboeka sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala negeri dengan moerid-moerid itoe tinggal disekolah itoe sekali. Soeka benar kami hendak mendengar dari toean, apakah jang 238

patoet kami perboeat. Wadjibkah kami mengirim soerat per­mintaan? Betapakah baiknja, kalau sekiranja soerat permintaan itoe ta' perloe? tetapi kalau wadjib djoega diperboeat, siapakah jang akan memboeatnja, bapak atau kamikah? Dan kepada siapa di'alamatkan? Kepada Goebernoer Djenderal atau kepada persidangan Tweede Kamer? Toeanlah jang kami harap akan menjelesaikan hal kami itoe. Kami tahoe dan merasa, bahwa toeanlah jang akan memberi pertolongan jang besar bagi kami, dan jang pandai serta berani mengemoekakan hal kami, dan toeanlah poela jang soeka memboeat sekalian jang perloe, soepaja permintaan kami itoe diperkenankan. Tambahan lagi toeanlah jang akan menoendjoekkan djalan kepada kami, jang sebaik-baiknja akan kami toeroet, karena toeanpoen bermaksoed dan menaroeh tjita-tjita: hendak memboeat bangsa Djawa mendjadi beroentoeng dan berbahagia.

Dari pada orang-orang toea kami, kami telah mendapat izin boléh mengoesahakan diri kami oentoek menjampaikan tjita-tjita kami jang bergoena bagi bangsa kami. Ta' moedah ia memberi kami izin itoe, soesah dan piloe hatinja, karena kami ini, ialah kekajaan dan kekasihnja jang ditjintaïnja diatas doenia ini. Betoellah tjita-tjita kami hendak berboeat baik, tetapi djalan jang akan kami tempoeh penoeh dengan kesoesahan, karena demikianlah soedah nasibnja sekalian meréka jang merambah djalan, sedjak dahoeloe sampai sekarang. Tetapi ketika dilihatnja, bagaimana soenggoehnja dan toeloes hati kami hendak mentjapai maksoed kami itoe, dan ketika dilihatnja poela, bahwa nasib kami telah terikat mendjadi satoe dengan tjita-tjita kami, maka ta' maoelah lagi meréka itoe menolak permintaan kami dan baharoelah meréka mengatakan, bahwa hidoep dan oesaha kami itoe amat tinggi oentoek bang­sa kami. Orang-orang toea jang kami kasihi itoe telah memberi berkat akan kami, soepaja kami nanti mendjadi berbahagia oentoek hidoep bersama-sama. Telah berkatlah oentoek mak­soed kami itoe!

Soesahlah hati kami dan poetoeslah pengharapan kami, kalau sekiranja kami memperboeat pekerdjaan itoe, dengan tidak mendapat berkat dari pada orang toea kami jang sangat kami kasihi. Ta' dapatlah kami akan hidoep damai dengan hati kami sendiri, djikalau kami selaloe menoeroetkan kasih dan sajang kami kepada orang toea kami itoe; tetapi soeara jang ada dalam hati kami itoe, kami toetoep, soepaja kami boléh bekerdja dan berperang oentoek kebaikan kemanoesiaan, dan itoelah poela maksoed hidoep jang dinamakan orang, hidoep jang sempoerna!

Sebab itoelah kami banjak meminta terima kasih kepada 234

orang toea kami, karena meréka itoe telah memberi izin akan kami.


12 Juli 1902 (II).

Iboe dan bapak kedoeanja telah memberi izin akan kami. Kami telah mengirakan bahwa tidaklah akan menerima izin, melainkan angin riboet, goeroeh dan petir jang akan datang. 0! saja ta' dapat memikirkan hal itoè. Jang bapak akan mengaboelkannja, adalah persangkaan kami, tetapi boenda akan toeroet mengizinkan itoe poela tiadalah berani kami memimpikannja! Kami sekarang tiadalah berdjaoeh hati lagi kepada boenda, karena sekarang telah njata baginja apa benar maksoed kami itoe. Ja Allah, siapakah akan dapat menjangka, bahwa kami karena hal itoe mendjadi bertambah-tambah dekat kepadanja!

Kesoedahannja datanglah waktoenja pada kami akan mem­beri kenjataan itoe. Dari mana saja dapat hati jang sabar itoe, dan dari mana saja peroléh kepandaian berkata-kata dengan hati jang sabar demikian, ta' dapatlah saja katakan. Ti­adalah lebih dahoeloe saja pikirkan, apa jang hendak saja ka­takan; saja ta' dapat berpikir karena banjak barang jang menggoda dan memeningkan kepalakoe. Tetapi setelah saja moelaï berkata itoe, datanglah sendiri kata-kata jang benar itoe dari moeloetkoe. Siapakah jang memboeatnja sedemikian, dan memberi saja kata-kata jang seperti itoe pada moe­loetkoe? Siapa, siapakah itoe?

Adalah soeatoe kekoeasaan jang lebih tinggi dan lebih besar dari pada segala kekoeasaan jang terdapat dimoeka boemi ini. Tentoelah ada déwa-déwa jang baik hati jang mengelilingi ka­mi dan menoendjoeki kami memakai kata-kata jang sedemikian dimoeloet kami, ketika kami hendak menjatakan bagaimana perasaan hati, pikiran dan tjita-tjita kami! Lagi poela masih terdengar ditelingakoe iboe dengan doekatjita me'ngatakan: „O anakkoe, mengapa engkau tiada mempertjajaï saja, iboemoe?” Kamipoen mengakoe kesalahan kami itoe, dan kami tjeriterakanlah sekaliannja kepada iboe? Kasihan, iboe. kekasihkoe itoe! Beloemlah berharga kami rasanja mentjioem kaki iboe jang pengasih, penjajang dan setia itoe!

Saja ta' dapat rasanja mengatakan kepada njonja siapa iboe bagi kami dahoeloe, dan apa ia sekarang, meskipoen toeboehnja masih seperti dahoeloe djoea! Sekarang baharoelah kami mengetahoei benar-benar, betapa banjaknja oetang boedi kami kepadanja, soeatoe doenia jang penoeh dengan kasih dan tjinta 235

itoe! Kamipoen mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena kami dengan damai boléh pergi dari iboe akan bekerdja oentoek kebaikan, jang sekarang telah dikenal dan diakoe sendiri oléh boenda. Sekarang tiadalah kami bersoeka raja oléh kebesaran hati seperti dahoeloe, melainkan kami sekarang hanjalah meminta sjoekoer dengan hati jang toeloes dan ichlas!

Sesoedah itoe kepada bapak kami meminta izin. Saja telah bersedia akan menerima kabar jang boeroek dari bapak, ketika kami minta izin itoe. O! dari mana saja mendapat hati jang dingin dan penjabar itoe. Ta' dapatlah saja katakan! Sajapoen mendengar soeara jang saja keloearkan dari hati jang pendiam dan penjabar itoe. Saja jang sebagai tali api, lekas menjala, sekarang telah begitoe sabar dan hatipoen ta' bergerak lagi. Badankoepoen ta' bergerak poela; tetapi ketika saja mengeloearkan kata, apa benar perloenja saja menghadap bapak itoe, maka ketika itoe tampaklah oléh saja betapa doeka hati bapak mendengarnja, dan hati saja jang keras seperti batoe itoepoen mendjadi lemboetlah. O, betapa besar kehendak hatikoe hendak memeloek bapak serta menghiboer-hiboerkan hatinja, tetapi ketika itoe sekalian kekoeatan dan soeara saja­ poen hilanglah. Saja doedoek dimoekanja diatas tikar dan selaloe melihatnja dengan air mata borlinang-linang. Terasa benar oléhkoe betapa remoek hati bapak dan sajapoen toeroetlah poela berdoeka hati. O, sekaliannja maoelah saja mem­berikan kembali kepada bapak!

Dalam hati saja timboellah permintaan: „Bapak ampoenilah saja, o bapakkoe, ampoenilah anak toean ini, karena ia ta' dapat berboeat jang lain!”

Ketika itoe tanggal 21 boelan Juni; saja sengadja mengambil hari itoe, ja'ni hari lahir njonja pergi dengan kaki jang berat kepada bapak, karena saja maoe menjangkakan njonja, jang seperti itoe bagikoe, ada disisikoe pada waktoe jang soesah itoe. Déwa-déwapoen mengelilingi saja ketika itoe. „Bapak saja jang dilangit”, menolong saja dalam peperangan dengan bapakoe jang didoenia ini. Ketika saja soedah mendapat apa jang diminta itoe, doedoeklah saja seorang diri memikirkan hal itoe dan tidaklah sedikit djoega girang hati koe, karena sajapoen toeroet penoeh beriba hati merasaï kedoekaan hati bapak jang koekasihi itoe. Oentoeknjalah air matakoe tertjoetjoer, boekanlah oléh karena kegirangan hati atau akan meminta sjoekoer. Dari hati ketjilkoe keloearlah permintaan: „Ja Allah, mogamoga timboel apalah kiranja dari pada pemberian bapak bagikoe itoe boenga-boengaan dan boeah-boeahan oentoek tanah air dan bangsa kami!”

Pada 21 Juni itoe djoega kami menoelis soerat-soerat kepada toean van Kol di Betawi, seiperti permintaannja dahoeloe itoe. 236

Soerat-soerat itoe berisi dengan keterangan nama, 'oemoer, kehendak dan tjita-tjita kami.

Jang perloe bagi kami ialah izin bapak, kalau ia tiada memberi izin, ta' dapatlah meréka itoe menolong kami. Sekarang kesoesahan itoe telah hilang dan batoe besar jang melintangi djalan kami itoe telah terhindar. Sekarang ada poela hal jang kedoea mengalangi: perkara oeang. Orang toea kami ta' dapat membajar peladjaran kami dan kamipoen ta' soeka meminta belandja itoe kepadanja.

Doea hari jang telah laloe saja mendapat soerat jang pandjang dan perloe dari njonja van Kol. Kalau ta' perloe soerat itoe bagi saja dan kalau djari saja jang kakoe ini dapat menjalinnja, maoelah saja mengirimkan soerat itoe kepada njonja, soepaja dapat memperkatakan isinja. Sekarang kami hanjalah dapat menerangkan beberapa fasal dari isi soerat itoe. Menoeroet perasaan kami, patoet kami mengoetjap sjoekoer mendengar boenji soerat itoe. Ketjoeali nasihat jang telah diberikannja itoe lebih banjak lagi ia memberi pertolongan lain. Ialah jang telah memberi kami seboeah benda jang hidoep tertaroeh dalam hatinja.

Adalah soeatoe tjahaja jang telah dimasoekkannja kebadan kami, jaïtoelah tjahaja jang tinggi daradjatnja lagi bertoeah. Kami seakan-akan mendapat berkat dari padanja! Kami ta' gentar dan ta' takoet lagi, kami sekarang berhati dingin, pertjaja dan mengakoe kepada kebesaran Toehan. O, betapalah rendahnja kedoedoekan kami, rendahlah dari tanah lajaknja. O, moedah-moedahan dapatlah djoega kami sampaikan maksoed itoe; tetapi kami sendiri tiadalah agaknja akan hidoep lagi, entahkan arwah jang ada dalam toeboeh kamilah, jang akan melihatnja. Soenggoeh ta' adalah kegirangan dan kesoekaan jang memenoehi hati ketika itoe, melainkan kami berdiam dirilah sadja mengoetjap sjoekoer! Ja Allah, kami meminta terima kasih, dan mengoetjap sjoekoer kepada engkau, karena kami telah mendapat bahagia itoe. Berapa banjak hal-hal jang dahoeloe tiada saja pertjajaï, ta' saja akoei, tetapi sekarang baroelah kami pertjaja.

Ta' dapat saja mentjeriterakan kepada toean, apa benar jang tersisip dihati kami kedoea sekarang. Kami soenggoeh ta' dapat mentjeriterakannja, tetapi hanjalah dapat merasaïnja sadja.

Sekadar jang dapat kami kabarkan kepada toean ja'ni kami ta' poetoes mengoetjap sjoekoer dengan soekatjita, karena hi­doep kami ini telah bertambah bagoes dan maksoed kamipoen telah bertambah tinggi harganja. Banjak, ja, amat banjak hal-hal jang telah laloe kami pikirkan. Senantiasa amat djaoeh, terlaloe djaoeh kami tjahari tja- 287

haja hati itoe, kiranja tempatnja terlaloe dekat pada kami, selaloe ada dalam toeboeh kami!

Perasaan kami, kami sekarang telah bertambah koeat dan "barang sesoeatoenja sekarang kami lihat dengan pertolongan tjahaja itoe. Roepanja telah lama ia bekerdja dan hidoep dalam hati kami, hal itoe tiadalah kami ketahoei. Njonja van Kollah jang memboekakan pintoe jang tertoetoep selama ini oentoek kami.

O! oléh karena itoelah maka kami banjak mengoetjapkan terima kasih kepadanja, lebih banjak dari pada djasa-djasanja jang lain jang telah diperboeatnja oentoek kami, ataupoen jang akan diperboeatnja lagi.

Sebeloem saja menerima soerat njonja itoe, bertanjalah iboe kepadakoe: "Siapakah jang memberi engkau pikiran jang demikian itoe?" Dan ketika itoelah djoega saja djawab: "Toehanlah jang memberikannja kepada kami."

Tentoelah sadja iboe moela-moela mentjoba mengoebah pi­kiran kami akan memboeangkan maksoed kami itoe, tetapi ketika dilihatnja kami ta' maoe mengoebah pikiran itoe, maka iapoen berkata dengan mengenangkan Allah soebhanahoewata'ala: "Ja anak-anakkoe, sekarang ma'loemlah dan pertjajalah saja, bahwa itoelah roepanja nasib engkau kedoea dan Toehanlah djoega jang telah menjoeroeh engkau hidoep dengan djalan jang demikian."

Njonja van Kol mengatakan kepada kami: "Banjaklah ini dan itoe jang diperoléh orang dengan pertolongan manoesia, tetapi lebih banjak lagi hal-hal lain, jang hanjalah dengan per­tolongan Allah sadja baroe dapat diperoléh. Toehanlah jang menjoeroeh kita bekerdja oentoek mendapat barang sesoeatoe­nja, dan Ialah djoega jang dapat memberi kita kekoeatan batin dan ketetapan hati oentoek beroesaha. Pertjajalah kepada­ koe, bahwa sekalian jang koekatakan itoe sebanar-benarnja menoeroet penanggoengankoe sendiri pada waktoe jang soedah-soedah. Toean sekarang baroe berdiri dimoeka pintoe hidoep toean dan dipintoe kerdja toean jang akan toean tanggoeng dalam doenia ini. Kalau sekiranja toean kelak telah ada didalam hidoep toean, baharoelah toean akan mengetahoei, bahwa kita ini ialah manoesia jang bébas dan koeat, dan baroelah poela sebenar-benarnja kita djadi sahabat dan penolong bagi sesama kita manoesia, ja'ni asal pertolongan jang akan kita berikan itoe tidaklah teroetama kita tjarikan pada orang lain, melainkan hendaklah pada diri kita sendiri dan pada Allah, Toehan jang bersifat rahmat dan rahim itoe. Dengan pertolongan lahir ja'ni dengan barang sesoeatoenja toean mestilah ditolong, meskipoen bagaimana djoea hendaknja hal keadaan toean. "Karena tidak- 238

lah tiap-tiap hari dapat orang mentjahari dipasar hidoep bersama-sama, kekoeatan jang soetji dan bagoes seperti kekoeatan toean oentoek kerdja jang baik itoe. Kekoeatan jang sedemikian haroes diterima dan diselenggarakan dengan sebaik-baiknja. Kalau sekiranja Pemerintah tidak hendak menolong toean, maka perserikatan "Oost en West" mestilah maoe menolong toean."

Dengan tiada diminta-minta, perserikatan "Oost en West" telah mengatakan: ia soeka hendak membantoe kami dan maoe bekerdja oentoek menjampaikan maksoed kami itoe. Njonja van Kol mengirimkan soerat kabar jang berisi hal itoe kepada kami. Moela-moela kissah perdjalanan toean Stoil terseboet didalamnja, dan diachir karangan itoe baroelah penoelis mentjeriterakan hal kami, demikianlah boenjinja dalam "Oost en West."

"Kami pertjaja, bahasa toean van Kol jang mendjadi anggota dalam perserikatan itoe sedjak dari bermoela sampai sekarang tiada loepa akan mengatakan kepada kedoea anak gadis itoe, bahwa maksoed meréka kedoea, jang moelia dan soetji itoe selaloe akan ditolong dan dibantoe oléh perserikatan kita."

Karena membatja kabar itoe maka njonja van Kol poen menambah poela soeatoe karangan ketjil dalam soerat kabar itoe, jang menerangkan bagaimana pikirannja tentang kami, jaïtoe sesoedah njonja itoe membatja isi soerat kami kepadanja. Njonja itoelah dengan djalan itoe telah memboekakan hati sekalian meréka jang kasih akan bangsa Djawa, pembatja "Oost en West", oentoek kami.

Njonja van Kol meminta poela dibelakang itoe, soepaja saja memberi izin kepadanja akan menjoeroeh memasoekkan isi soeratkoe, jang ber'alamat kepadanja, kedalam soerat kabar itoe.

Hal itoe ta' menjenangkan hatikoe, tetapi perloe "oentoek ichtiar akan menjampaikan maksoed kami itoe." Dengan tiada memboeat barang sesoeatoe, kata njonja itoe kepadakoe lagi, "ta' dapat sahabat-sahabat pembatja soerat kabar itoe mengenal hati toean dengan baik, dan menghargaï maksoed toean dengan sepatoetnja; betoel seperti keadaankoe sekarang ini, sesoedah membatja soerat jang sepoetjoek itoe bagaimana toeloesnja seorang perempoean moeda bangsa Djawa telah mengeloearkan perasaan hatinja kepada seorang perempoean jang lebih toea, jang disangkanja dapat akan memberi pertolongan ke­padanja dan soeka akan maksoednja jang baik itoe. Ta' ada sepatah kata djoea dalam soerat itoe jang ta' boléh dibatja oléh orang banjak. Dan sebenarnjalah saja ta' tahoe djalan jang lebih baik lagi akan membawa toean kedalam perhim- 239

poenan orang jang menjajangi tanah Djawa dan bangsanja itoe. BoeangkanJah maloe-maioe toean dan katakanlah kepadakoe: "Ja, baik!"

Tentang hal itoe beloemlah saja memberi kepoetoesannja lagi. Saja haroes meminta izin lebih dahoeloe kepada bapakoe. Bapak telah meminta soepaja perkara itoe seboléh-boléhnja dirahsiakan. Kalau Pemerintah telah mengatakan "baik", bolehlah doenia dan pendoedoeknja mengetahoei hal itoe. Sebetoelnjalah kami haroes berhati-hati mentjari djalan jang akan ditempoeh itoe, tetapi menoeroet pendapatan kami sekarang, bahwa lebih banjaklah kami beroentoeng, apabila hal kami ditjeriterakan kepada orang banjak dari pada kalau dirahsiakan; jaitoe kepada orang banjak seperti jang dimaksoed oléh njonja van Kol itoe, dan kalau dalam hal itoe Pemerintah menolak permintaan kami, tentoelah kami tiada akan roegi. Dan siapakah jang tiada tahoe, bahwa boekan sedikit diatas doenia ini permintaan jang ditolak orang sadja?

Boekanlah jang meragoekan saja karena saja akan menga­takan "ja, baiklah," ataupoen karena saja akan merasa hati djikalau kenang-kenangan hatikoe itoe direntjanakan kepada orang banjak dimoeka boemi ini, sekaii-kali tidak. Perasaan hatikoe sendiri, tiadalah koehitoeng, hanja jang saja pandang ialah tjita-tjita kami itoe sadja! Dalam soerat itoe telah saja tjoengkil poela soeatoe fasal, jang tentoe tiadalah akan menjenangkan hati bangsa kami, jaïtoe perkara kawin! Barangkali orang boiéh menghinakan saja, tetapi hal itoe sekali-kali tiadalah akan membinasakan saja; jang boléh hanjalah membinasakan maksoed kami itoe. Adakah orang nanti, djikalau saja telah mendjadi goeroe, maoe menjerahkan anak-anaknja oentoek diberi pendidikan, kalau sekiranja telah diketahoei oléh mereka itoe dengan siapa meréka berlawan? Atau barangkali lebih baiklah kami akan berperang berhadap-hadapan oentoek mentjahari kebenaran..... dan dikatakan kepada meréka itoe sekarang pada pihak mana kami berdiri?Sedjak dari dahoeloe inilah kenang-kenangankoe ja'ni: akan mengeloearkan pikirankoe tentang hal perkawinan itoe; tetapi beloemlah saja lakoekan, sebab saja hendak menoenggoe dahoeloe, sampai saja dapat merampas kebébasankoe.

Boeah pikiran kami barangkaii akan diterima orang dengan baik pada pihak bangsa Eropah; dan dalam beberapa hal tentang' pengadjaran dan pendidikan tentoe banjaklah djoega mereka bangsa Djawa, jang soeka akan menerimanja. Tetapi bagaimanakah boeah pikiran jang saja terangkan pada halaman jang bersama-sama dengan itoe, entah akan diterima orang, ta' tahoelah saja! Kami pestilah maoe menanggoeng segala kesoesahannja. Bagaimanakah pikiran njonja tentang hal 240

itoe? Maoekah toean memberi saja pikiran jang baik? Dengan iboekoe hendak saja perkatakan djoega hal itoe.

15 Juli 1902 (VIII).

Adikkoe Roekmini tentoe telah memberitakan kepada njonja akan kabar jang baik itoe, boekan? Bahasa orang toea kami telah memberi kami izin. Jang ta' disangka-sangka sekalipoen sekarang telah mendjadi: Iboekoe tiadalah sadja telah berdamai dengan maksoed dan kenang-kenangan kami, tetapi sekarang iapoen toeroet poela bermimpikan tjita-tjita itoe! Karena kami sekarang menerangkan segala hal itoe ke­ pada iboe, ta' adalah kami berselisih lagi dengan dia. Bahwa sebenarnjalah setelah kami terangkan sekaliannja kepada iboe, maka serasa berdekatlah pertalian kami sekarang dengan iboe jang baik, kekasih kami itoe. Beloemlah berharga kami rasanja akan mentjioem kaki iboe jang pengasih itoe. Soenggoeh ta' dapatlah saja mengabarkan kepada njonja, bagaimana dan apa iboekoe bagi kami pada waktoe jang soedah jang berpoeloeh-poeloeh tahoen lamanja, dan apa ia bagi kami pada masa ini!................................................

Tidak, kami ta' soeka lagi memboeat kenang-kenangan, hanja seboeah dari pada kenang-kenangan kami akan kami simpan dan tjoekoeplah jang satoe itoe sadja. Dan kenang-kenangan jang satoe itoe, soenggoehpoen telah banjak membawakan kami penanggoengan, kesoekaan dan kesoesahan, dapatlah djoega hendaknja dengan itoe kami memboeat apa-apa, meskipoen ta' banjak jang bergoena oentoek bangsa kami, lebih-lebih oentoek keperloean perempoean-perempoean bangsa kami. Djika sekiranja ta' dapat kami memboeat sedemikian, berharaplah kami kesengsaraan dan peperangan kami itoe dapat hen­daknja menarik pemandangan dan pikiran orang banjak oen­toek bermatjam-matjam hal jang perloe dioebah. Dan djika sekiranja ta' poela sampai maksoedkoe itoe, ja, apa boleh boeat, tetapi kamipoen selaloelah djoega berniat hendak berboeat baik, dan kami pertjaja soenggoeh, bahwa air mata kami jang seka­rang roepanja tjoema-tjoema sadja tertjoetjoer, nanti akan mendjadi bibit tanam-tanaman dan akan menghamboerkan boeah dan boenga kelak, mendjadi obat bagi meréka jang akan datang.

Pesan toean kedoea jang dibawa Annie, menjebabkan hati kami mendjadi bimbang memikirkannja! Benar sekali kata toean kedoea itoe dan kamipoen sebab meminta terima kasih 241

banjak kepada toean. Pesan toean: kalau sekiranja sekalian maksoed kami baik lakoenja dan kami djadi pergi ke negeri Belanda, haroeslah djoega kami pikirkan bagaimanakah hal kami kalau kami poelang kembali nanti? Siapakah jang akan kami dapati di Betawi lagi? Tentoelah ta' ada seorang djoea lagi jang menjoekai maksoed kami itoe! Sekaliannja tentoelah akan beroebah! Apa 'akal lagi?

Sekarang tentoelah kami, dengan tiada berpikir pandjang akan memilih negeri Betawi, soepaja kami dapat berdekatan dengan toean kedoea, itoelah jang amat kami soekaï, tetapi ka­lau demikian tentoelah adikkoe akan memboeang sekalian kenang-kenangan dan maksoednja itoe, biarpoen hal itoe dilakoekannja dengan sesenang-senang hatinja.

Djika sekiranja kami tinggal disini, haroeslah ia beladjar oentoek mendjadi goeroe, tetapi hatinja amat berat beladjar mendjadi goeroe itoe. Berapa soesahnja poela akan menanggoeng sesoeatoe kerdja seperti mendjadi goeroe itoe, telah kami lihat, apalagi djikalau kita tiada tjinta mengerdjakan kerdja itoe. Roekmini sendiri telah berkata kepadakoe: kemana sadja engkau pergi, sajapoen toeroet bersama-sama, dan djikalau saja ta' dapat kerdja lain-lain dari beladjar oentoek mendjadi goeroe...., biarlah saja beroesaha dengan sedapat-dapatnja, akan menang­goeng kerdja dengan sebaik-baiknja. Tetapi dalam hal itoe sa­ja amat merasa hati sajang kepadanja dan sajang kepada tjita-tjitanja jang selama ini! Karena mendjadi soeatoe keroegian jang besar. Pikirlah sekolah oeroesan roemah tangga dan rénda-merénda, tentoelah akan menarik hati perempoean-perempoean Djawa. Itoelah tjita-tjita perempoean-perempoean Djawa; anaknja nanti boléh pandai masak-memasak, menggoelai dan rénda-merénda. Nistjaja amat sedikit sadjalah baroe orang jang tadjam pikirannja tentang mengerdjakan kerdja jang sadja ingin itoe dan ta' banjaklah poela diantara meréka itoe jang ada menaroeh perasaan oentoek pendidikan pikiran dan kehormatan hati itoe.

Haroeslah ada barang sesoeatoenja jang akan diperlihatkan dan dapat diperhatikan oléh meréka itoe, ja'ni barang jang dapat dilihat bagoes oléh pemandangan mata dan oléh pera­saan hati. Dengan djalan begitoe, baroelah dapat bangsa kami menerima dan memoeliakan maksoed kami itoe.

Kami haroes memperhatikan kehendak dan pikiran bangsa kami, sebeloem kami mengerdjakan kerdja jang kami tjintaï itoe Pekerdjaan dalam 'ilmoe memperlihatkan benda-benda itoe dapatlah ditanggoeng oléh adikkoe dan iapoen soeka benar mengerdjakannja. Dan kamipoen soeka poela akan mengadjarkan 'ilmoe oeroesan roemah tangga, karena 'ilmoe itoe dalam perasaan hati kami bergoena benar bagi bangsa Djawa, oem-

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. 242

pamanja: 'Ilmoe menghitoeng dan mengeloearkan belandja dan memboeat poringatan, 'ilmoe keséhatan toeboeh, 'ilmoe memaloet loeka dsb.

Sajang benar kami ta' dapat bertjakap-tjakap memperkatakan sekalian hal itoe dengan toean. Tentoelah banjak lagi kehendak kami jang patoet ditjoréng dalam daftar tjita-tjita kami itoe. Hal itoe perloe dan haroes diperboeat. Kami ta' sombong soeka mengatakan, bahwa boeah pikiran kami itoelah pikiran jang sebaik-baiknja oentoek bangsa kami. Soeka benar kami hendak mendengar pertimbangan dari pada orang, jang lebih toea dari pada kami, lagi telah banjak perasaian dan penanggoengan, soepaja dapat kami nanti memperhatikan dan memilih pikiran mana jang baik. O, betapa baiknja kalau kami ada berdekatan dengan toean kedoea, apalagi sekarang karena kami telah diizinkan oléh orang toea kami boléh mengerdjakan kerdja jang kami tjintaï itoe. Karena izin itoe seperti terhindarlah bagi kami seboeah batoe besar jang merintangi kami didjalan. Dan alangan jang kedoea lagi ialah: perkara oeang dan perkara jang lain!

Marilah saja kabarkan kepada toean apa poela, jang membesarkan hati kami lain dari pada jang telah kami tjeriterakan itoe. Baroe-baroe ini saja mendapat soerat dari pada njonja van Kol. Soerat itoe isinja perloe dan pandjang serta menjoekakan hati kami benar. Didalam soerat itoe dikabarkannja betapa soe­ka hatinja tentang maksoed kami itoe, dan diperkatakannjalah poela keperloean maksoed itoe. Ia sekali-kali ta' soeka mengabarkan apa-apa jang mendjadi kesenangan dalam hidoep jang akan kami tempoeh, demikianpoen tinggal dinegeri Belanda: "Tiadalah dapat toean akan melenjapkan diri dari pada kesoesahan dan doeri-doeri jang akan menimpa toean, tetapi poela ta' adalah seorang djoega boléh sampai maksoednja, kalau tiada menanggoeng kesoesahan dan kesakitan, Sekalian hal itoe bergoena bagi manoesia, soepaja ia mendjadi koeat dan pertjaja kepada Toehan dan kepada dirinja sendiri." Begitoelah katanja dalam soeratnja kepadakoe.

Njonja van Kol menolong kami lebih dari pada nasihat jang telah diberikannja itoe; ia telah memberikan kepada kami barang sesoeatoe jang datang dari hatinja sendiri dan jang hidoep bersama-sama dengan njawanja.........

Tentoe sadja hingga ini keatas kami wadjib berhati-hati, te­tapi menoeroet pendapatan kami sekarang, kerdja jang dirahsiakan itoe, ta' adalah memberi faédah, melainkan boléhlah hal itoe membawa kami keloerah jang dalam; dan mengabarkan kepada orang banjak membawa kami lebih lekas sampai ketempat jang dimaksoed. Saja mengerti poela apa sebabnja bapak menjoeroeh merahsiakan hal itoe dahoeloe, ialah karena 243

ta senang' hatinja, kalau-kalau Pemerintah menolak permintaan itoe, dan kalau demikian tentoelah orang banjak akan mentertawakan kami. Sebab itoelah saja disoeroeh bapak meminta kepada toean, soepaja jang moelia tiada akan mengabarkan hal itoe dahoeloe kepada orang, atau memasoekkan kedalam soerat kabar, dan dalam hal itoe soedi menolong bapak, soepaja ia dalam sehari doea ini boléh datang akan memohonkan permintaan itoe. Djikalau sekiranja perkara oeang itoe telah selesai, baroelah sekalian orang boléh mengetahoei kemaoean dan maksoed kami itoe.

Kami sengadja benar berlakoe sedemikian, karena kami hen­dak mendjaoehkan diri kami dari pada meréka, jang koerang pikiran dan tiada berboedi itoe. Tjatjat jang pertama dan sindiran meréka itoe, jang datangnja seperti angin topan, telahkami rasaïlah.


18 Juli 1902 (II).

O, boenda! kami ta' tjakap mentjeriterakan perasaan hati kami itoe dengan sempoernanja. Sekaliannja roepanja telah kaboer, telah mendjadi pembitjaraan anak ketjil, perasaan hati kami amat kaja dan amat berkoeasa rasanja! Ja rabbi, saja mengoetjap terima kasih, begitoelah kata hatikoe, begitoelah toetoer dimoeloetkoe dan begitoelah poela boenji pénakoe, serasa dioedara atau disoergalah saja sekarang, ditempat Toehan jang esa berdiam diri, dan kepadanjalah saja mengoetjap sjoekoer itoe!

O, boenda! kasihilah kami selaloe dengan kasih jang sedjadidjadinja. Kasihmoe itoe amat bergoena oentoek kami, karena djalan jang akan kami tempoeh sangatlah soekarnja!


21 Juli 1902 (VII).

Dalam hidoep didoenia ini adalah kedapatan sa'at-sa'at jang amat bagoes benar. Kita rasanja tidaklah berpidjak diboemi ini, hanja hidoep kita terasa dihati, kita seperti terbang diawang-awangan, karena kegirangan dan soekatjita, apalagi kalau kita memperoléh keperloean kita jang sangat kita tjintaï dan kita moeliakan! Sa'at jang demikian soedahlah kami peroléh, ja ni ketika kami membatja soerat toean dengan hati jang girang bertjampoer rindoe. Dari soerat itoe beremboes rasanja oedara jang amat sedjoek dengan bersih dan sedapnja, 244

jang asalnja dari langit pikiran jang amat tinggi dan moelia, mentjoetji dan mengoeatkan hati kami!

Bagaimanalah dajakoe mengabarkan kepada njonja pera­saan hatikoe jang girang bertjampoer rindoe itoe, ketika kami membatja kata-kata emas jang terseboet dalam soerat toean itoe. Sesoenggoehnja itoelah soeatoe rahmat jang datang dari langit, kata kami! Sesoenggoehnjalah njonja telah menolong kami lebih berharga dari pada nasihat jang toean berikan itoe. Njonja telah memberikan kepada kami barang sesoeatoe jang moelia, lagi keloear dari hati toean sendiri dan hidoep bersama-sama dengan njawa toean.

Telah djaoeh dan telah lama kami mentjaharinja, tetapi tiadalah kami ketahoei bahwa tempatnja sedekat itoe, disisi kami: ia ada ditoeboeh kami!

Allah atau "God" kata orang Belanda, tidaklah lagi soeatoe kata jang kosong kepada kami sekarang. Kata itoe jang atjap kali dipakai orang dengan moedahnja sadja, kami seka­rang mendjadi soeatoe boenji jang soetji dan moelia. Terima kasih dan sjoekoer kami kepada njonja, sebab toean telah memboekakan dimata kami benda jang amat moelia dan telah kami tjari-tjari sekian lamanja!

Ta' dapat saja mengatakan betapa senangnja dan damainja hati kami sekarang dan betapa riang dan sjoekoer hati kami; hati kami ta' takoet dan ta' gentar lagi. Pada perasaan kami sekarang kami telah selamat dan sedjahtera. Dalam perasaan kami adalah selaloe seseorang jang mendjaga kami, seseorang disisi kami. Ia poela jang akan menghiboerkan hati, ialah jang akan memberi kami pertolongan dan kepadanjalah tempat kami bergantoeng dalam hidoep kami jang akan datang, sekalian itoe terasalah oléh kami.

Benarlah kata njonja itoe, bahwa kepada Toehan ta' adalah kerdja seseorang jang terlampau berat. Ialah poela jang mem­beri kita kekoeatan oentoek kerdja kita jang disoeroehkannja.

Jang kami sekarang telah mendapat toean kedoea ini, itoelah soeatoe rahmat Toehan kepada kami. Toehan jang mahakoeasa telah mengirim toean kedoea, meréka jang telah mendjadi pahlawan dari kemaoean hatinja jang moelia dan dari pesoeroeh Toehan bernama kasih dan tjinta kepada kami, laskar jang masih moeda lagi beloem berpengetahoean, soepaja toean kedoea akan menolong kami, akan membimbing kami, meréka jang beloem koeat berdjalan didjalan jang soekar ditempoeh.

Sjoekoerlah, ja goestikoe atas pemberiaanmoe itoe! Sebab itoelah maka kata-kata de Genestet, dalam sjairnja "Terugblik" amat kami moeliakan dan bagoes pada pemandangan kami, Waktoe itoe perasaan kami, bahwa hati kami ada kelaparan 245

apa-apa, kami tjari tetapi kami ta' tahoe apa jang' kami tjari itoe....

Sekarang soenggoehlah kami telah mendapat berkat dari pada Toehan, dan hidoep kami sekarang dalam pemandangan kami lebih bagoes, oesaha kami lebih baik dan badan kami sendiripoen lebih senang dan koeat rasanja........

Ta dapat kami meloepakan toean, semendjak kami telah mendengar soeara toean berkata-kata dengan kami. Selaloe mendengoenglah ditelingakoe kata-kata njonja seperti boenji soeara jang keramat mengatakan: "Tidaklah lagi hidoep oentoek dirinja sendiri, melainkan hidoep dengan roeh didalam toeboehnja."

Saja sangat berharap soepaja kekoeasaan perkataan itoe ada padakoe, biarpoen barang sesa'at sadja akan mengabarkan kepada toean perasaan hatikoe dengan seloeroes-loeroesnja dan sesoetji-soetjinja, seperti jang tergambar dalam hatikoe! Sajang, ta' adalah kekoeasaan itoe bagikoe, sebab itoe lebih baik saja berdiamkan diri!

Terkenanglah oléh kami akan perkataan toean itoe, ketika kami mengoelang membatja soerat njonja jang meminta akan memasoekkan karangankoe kedalam soerat kabar, laloe bertanjalah kami kepada diri sendiri: "Bagaimanakah kesoedahannja kalau hal itoe djadi diperboeat demikian?" Oléh karena perka­taan jang ramah dalam soerat kabar "Oost en Weest" itoe, tentoelah kami akan diterima oléh sahabat-sahabat kami bangsa Eropah dengan baik, tetapi bagaimanakah kalau isi soeratkoe itoe akan dibatja oléh bangsakoe sendiri? Boléh djadi permintaan kami tentang pengadjaran dan pendidikan itoe akan dite­rima meréka itoe dengan besar hati, tetapi kebesaran hati itoe akan hilanglah oléh kemarahan jang timboel dalam hati meréka itoe, kalau membatja boeah pikirankoe tentang perkara kawin, dan jang pertama-tama sekali jang akan marah kepada kami ialah orang laki-laki.

Saja ta' maoe menarik boeah pikirankoe itoe kembali, biar barang sepatah kata djoeapoen. Jang sebenarnja banjak lagi jang hendak koetjeriterakan tentang hal keadaan itoe, dan itoelah maksoedkoe sedjak dahoeloe hendak mengeloearkan soeara tentang hal itoe dengan sekeras-kerasnja akan mengabarkan kepada orang banjak, karena itoelah menoeroet pikirankoe soeatoe djalan jang sebaik-baiknja, patoet ditempoeh, dan akan memperbaiki segala hal jang tiada dimakan benang sikoe-sikoe. Tetapi lebih dahoeloe saja hendak menantikan waktoenja, soe­paja perdiriankoe tegoeh dan loeroes diatas djalan jang koepilih itoe, jaïtoe djikalau sekiranja saja telah memperoléh kebébasan dan kemerdékaan.

Tetapi sekarang lebih baik berperang berhadap-hadapan, dan 246

sedjak dari bermoela sampai sesoedah-soedahnja diterangkan kepada bangsa Boemipoetera sekalian boeah pikiran jang tersimpan dalam hati kami.

Siapa jang melémparkan raga, kata orang Belanda, mestilah menjamboet raga itoe kembali. Sebab itoelah saja berharap, djika njonja hendak memasoekkan djoega karangankoe itoe kedalam soerat kabar, baiklah njonja sabar dahoeloe barang beberapa lamanja. Sepatah katapoen saja ta' maoe menarik kem­bali apa jang telah saja katakan tentang keganasan laki-laki Djawa itoe, jang telah mendjeroemoeskan perempoean-perempoean dan anak-anak bangsa kami kedalam loerah-loerah kesengsaraan, tetapi perloenja saja minta njonja sabar sedikit, ialah karena saja hendak mengoekoehkan dirikoe lagi dengan beberapa hal jang lain, kalau-kalau kelak saja diserang orang, sehingga boléh meroesakkan kebenaran.

Didalam karangan itoe saja katakan bahwa makin lama makin banjak iboe bapak anak-anak Boemipoetera mengehendaki pendidikan jang bébas oentoek anak-anaknja perempoean. Sekalian itoe boléh dipersaksikan dengan mata sendiri, bila dilihat betapa banjaknja anak perempoean dalam sekolah Goebernemén dan dalam sekolah partikoelir. Apa jang saja toeliskan diatas ini soedahlah kedjadian dengan sebenar-benarnja; kita sekali­an telah mengetahoeinja, baik dilihat sendiri atau didengar dari sahabat kenalan kita dan orang lain, tetapi kami sendiri beloem mendapat keterangan jang njata. Bilangan jang menjatakan berapa banjaknja anak perempoean jang telah bersekolah amat perloe sekarang kami ketahoei.

Sesoedah itoe saja hendak mentjeriterakan dalam karangan itoe tentang sekolah Belanda oentoek anak-anak perempoean bangsawan di Manondjaja (Priangan). Kabar jang membesarkan hati itoe saja batja dalam soerat kabar "de Echo", tetapi waktoe ini saja ta' dapat mentjari nomor soerat kabar itoe lagi; nomor jang berisi kabar jang mentjeriterakan, bah­wa sekolah Belanda oentoek anak-anak perempoean bangsawan itoe mendapat wang bantoean dari Pemerintah adalah saja simpan. Maksoedkoe maoe bertanjakan hal itoe lebih djaoeh.

Baikkah maksoed itoe pada pikiran njonja? Saja telah mengizinkan sekarang, njonja akan menjiarkan karangankoe itoe dalam soerat kabar, tetapi bertoenggoelah njonja dahoeloe beberapa hari lagi akan melangsoengkannja, sampai njonja mendapat kabar dari padakoe.

Tetapi pada badankoe sendiri tiadalah akan saja indahkan, djikalau orang menjerang saja, karena saja berani memperkatakan 'adat jang seboesoek itoe, jang menjoeroehkan laki-laki bersenang-senang menoeroet sekehendak hatinja dengan hidoep soerga, pada hal dalam itoe perempoean-perempoean 247

bersengsara dan teraniaja seperti sekarang ini. Saja telah sedia menanti serangan meréka itoe, menoeroet pikirankoe mestilah meréka itoe akan membéla dïrinja dan menjerang saja. Saja hanjalah wadjib mendjaga dengan hati-hati kebenaran jang saja pertahankan, soepaja seorangpoen ta' dapatlah akan membinasakannja, boekan?

Kemarahan dan sindiran meréka itoe jang pertama-tama sekali telah toeroenlah seperti hoedjan lebat menggoda kami, disebabkan oléh karangan toean Stoll dalam soerat kabar "Locomotief". Tetapi kami tiada mengindahkan hal itoe. Kami se­laloe beroesaha soenggoeh-soenggoeh akan mendjaoehkan diri kami dari sekalian hal, jang terpandang hina dan rendah seperti jang telah dibiasakan oléh meréka itoe jang kekoerangan pikiran dan kekoerangan tertib-sopan.

Sindiran dan kiasan orang itoe tiadalah kami atjoehkan benar, tetapi jang meroesakkan hati kami betoel, ialah oléh karena kami ini selaloe setia kepada tjita-tjita kami, itoelah poela jang amat meroesakkan dan menggoda hati orang toea kami! Tetapi hal itoe dari dahoeloe sampai sekarang ta' dapat kami oebah.

Hal orang toea itoe moedah poela dapat dipikirkan, ja'ni amat soesah dan sedihlah hatinja akan mengalangi anak-anaknja, kekasihnja jang teroetama dalam doenia ini, akan hidoep dengan maksoed jang sebagoes itoe, meskipoen banjak kesoesahannja, tetapi soedahlah demikian nasib meréka, toekang menebas djalan, dalam perkara apa djoegapoen dari dahoeloe sampai sekarang.

Soekoer, soekoerlah sekarang meréka itoe dengan réla hati telah memberi kami izin, soepaja kami boléh hidoep dan beroesaha menjampaikan tjita-tjita kami itoe.

Boekan boeatan besarnja terima kasih kami dalam hal itoe! Amat soesah hati meréka itoe memberi kami izin dan sekian poela soesahnja kami memintanja. Dalam waktoe jang telah laloe amat banjak penanggoengan kami: pikiran selaloe berkatjau, hati soesah dan piloe, kerdja banjak moebazir dan harapan atjap kali poetoes. Itoelah sebabnja maka kami sangat sjoekoer dan terima kasih atas keizinan orang toea kami itoe. Apalagi meréka itoe telah memberi berkat atas maksoed kami dan berkat itoelah jang mendjadi kawan kami poela, kemana kami pergi akan bekerdja oentoek mentjari kebaikan. Betapalah soesah hati kami, bila sekiranja kami pergi itoe tidak dengan berkat orang toea kami, tentoelah hal jang demi­kian akan menghinakan dan menjoesahkan hidoep kami; kami soenggoeh-soenggoeh sajang dan kasih kepada orang toea kami itoe dan dalam hal itoe kamipoen wadjib poela menempoeh djalan jang kami kehendaki itoe, dan ta' dapatlah kami akan 248

dengar soeara jang keras, keloear dari hati menjoeroeh kami berperang dan bekerdja oentoek kebaikan zaman jang akan datang! Saja rasanja masih mendengar iboekoe berkata: "Wahai anak-anakkoe, saja pertjaja bahwa itoelah nasib toean kedoea. Toehanlah jang menjoeroeh engkau kedoea hidoep sedemikian." Soearanja itoe sebagai soeara orang jang menjerahkan diri dan beriba hati, perkataannja itoe akan tinggal selaloe dalam hati kami, akan menolong dan menghiboerkan kami ditengah djalan jang akan kami tempoeh. Dan hal bapak lagi!

Iba hatikoe boekan boeatan melihatnja bersoesah hati dan sajapoen toeroetlah poela berdoekajita.

"O, bapakkoe", kata hatikoe, "ampoenilah saja ini, ampoenilah anak toean ini, ia terpaksa berboeat demikian."

Peperangan itoelah jang sehébat-hébatnja lagi telah kami tanggoengkan. Betapa sjoekoer kami sekarang, tentoelah njonja dapat memikirkannja, apalagi karena keizinan itoe tiadalah mempertjeraikan kami dengan orang toea kami, melainkan ialah menambah koekoeh dan erat pertalian antara bapak de­ngan anaknja kedoea belah pihak. Itoelah rahmat Toehan!

Kami sekarang masih berdiri dimoeka pintoe hidoep kami, tetapi menoeroet perasaan kami, sekalian hidoep didoenia ini seperti telah habislah kami djalani, jaïtoe jang penoeh dengan perasaan sedih dan peperangan jang hébat dalam hati kami. Banjaklah kitab boléh dipenoehi bila kami maoe mentjeriterakan sekalian itoe kepada njonja, tetapi lambat lekasnja ten­toelah toean akan mengetahoeinja djoega, biarpoen dengan soerat ataupoen dengan moeloet, djikalau kita kelak dapat bertemoe. Sebagai seorang sahabat, sahabat kami jang sesoenggoehnja lahir dan batin, tentoelah toean berhak mengetahoei hal hidoep kami sekalian dengan setjoekoep-tjoekoepnja. Seka­lian itoe akan toean ketahoei nanti.

Apabila saja sekarang mengingat waktoe jang telah laloe, maka tampaklah oléhkoe sekalian perboeatan dan pertolongan Allah atas dirikoe, dan sajapoen mengoetjap sjoe­koer, lebih-lebih saja memikirkan segala kesoesahan dalam sa'at jang telah laloe itoe, sesoenggoehnjalah Toehan tiada meloepakan dan meninggalkan hambanja.

Siapakah jang mengirimkan sahabat-sahabat itoe kepada kami waktoe dalam kesoesahan, sedang dilamoen ombak sengsara, hampir-hampir poetoes asa? Siapakah jang membawakan orang-orang asing jang tinggal sedjaoeh itoe ketempat jang soenji ini, soepaja meréka boléh memberi kekoeatan dan harapan kembali dalam hati jang berpoetoes asa ini?

Pertemoean itoe boekanlah pertemoean tiba-tiba, melainkan itoelah soeatoe perintah Toehan kita!

Toehan Allah, Toehan seroe sekalian 'alamlah jang mengi- 249

rim meréka itoe kemari, soepaja boléh memberi kami, anak-anak moeda, jang sedang pajah berperang dengan tjita-tjitanja, kekoeatan dan keberanian jang baroe. Pertemóean itoelah jang menjebabkan hati kami mendjadi beroebah. Dahoeloe hati kami masih bimbang, tetapi sekarang telah tetaplah hati kami hendak mentjapai tjita-tjita kami itoe, meskipoen berapa djoega soesahnja.

Dahoeloe perasaan kami tentang hal itoe diawang-awangan sadja, tetapi sekarang semoeanja telah terang dan moedah tampaknja.

Toehan Allah sadjalah jang tahoe akan rahsia doenia ini. Sekalian jang ada diboemi ini, semoeanja didalam tangannja dan dalam perintahnja.

Ialah jang mempertemoekan djalan-djalan jang djaoeh-djaoeh letaknja akan mendjadi djalan jang baroe.

Demikian halnja Allah telah mempersatoekan djalan sahabat kami itoe dengan djalan kami, soepaja hati dan njawa kami boleh mendjadi koeat, karena bertemoe dan bersekoetoe dengan hati dan njawa meréka jang koeat itoe, sehingga dapatlah kami memboeat djalan jang baroe oentoek kemanoesiaan jang ada dibelakang kami. Dahoeloe kami ta' kenal seorang dengan jang lain, dan ta tahoe kami siapa meréka itoe. Sekarang sekonjong-konjong berdirilah kami berhadap-hadapan dan tjinta-kasih-sajang sebelah-menjebelah bekerdjalah sekoeat-koeatnja memperhoeboengkan tali persahabatan kami. Hanjalah beberapa djam sadja kami doedoek bersama-sama dan ketika kami bertjerai, baroelah tahoe kami bahwa kami akan bersahabat selama hidoep.

Hal jang 'adjaib itoe telah moelaïlah bekerdja dan teroeslah bekerdja memperlihatkan kebesarannja! Seboelan lamanja sesoedah pertemóean kami itoe terdjadilah soeatoe hal jang ta' pernah kami pikirkan dan ta' pernah poela kami mimpikan. Njonja tahoe bahwa berdjalan keloear roemah tiadalah di'adatkan oléh anak-anak gadis bangsa Djawa, melainkan meréka itoe haroes tinggal diroemah, doedoek bersemboenji dibalik dinding sampai seseorang laki-laki jang tiada dikenalnja, ja'ni soeami jang diberikan Toehan kepadanja meminta si anak gadis itoe serta membawanja poelang keroemahnja.

Beloemlah lama lagi kami mengetahoei doenia ini dan kebébasan, tetapi sekarang kami telah toeroetlah terbang dengan mereka itoe pergi menempoeh djalan-djalan jang berpagar besi itoe.

Jang ta' pernah kami kenang-kenangkan sekarang telah terdjadi. Kami telah menoempang di Betawi diroemah sahabat-sahabat baharoe kami. 250

"Ta' oebahnjalah saja ketika itoe seperti mengaroengi sekalian jang saja tjahari, dan toean kedoealah poela haroes saja temoei. Dan betapalah besarnja hatikoe ketika saja telah bertemoe dengan toean."

Kami lahir kedoenia maksoednja, soepaja kami boléh ber­temoe dimoeka boemi ini dan soepaja meréka itoe boléh menoendjoeki kami dengan sebaik-baiknja oentoek hidoep kami jang akan datang. Sebeloem meréka itoe datang kamipoen telah melajang-lajang, tetapi ketika itoe sekeliling kami masih gelap goelita. Dengan tiada disangka-sangka datanglah meréka itoe memberi kami haloean jang tetap dalam penerbangan kami jang melajang-lajang ta' bertoedjoean itoe. Kesanalah toedjoean kami, djalan itoelah jang akan membawa kami ketempat tjita-tjita kami! ........................

Saja berharap didalam soerat jang akan datang, saja akan mentjeriterakan tentang agama dengan seterang-terangnja. Se­nang hati kami karena njonja maoe memperkatakan hal itoe dengan kami, karena dengan njonja boléhlah kami memperkatakannja dengan sebébas-bébasnja. Marilah saja katakan dahoeloe kepada njonja akan menjenangkan hati toean: pertjajalah toean bahwa kami akan tinggal selaloe menoeroet agama kami. Besar harapan kami moga-moga dapatlah kami membagoeskan maksoed roekoen-roekoen agama kami pada pemandangan me­réka jang beragama lain.

Selaloe kami mengetahoei dan ma'loem, bahwa pada "batinnja" oedjoed segala agama ja'ni: "kebaikan". Segala agama maksoednja baik dan bagoes, tetapi ó, manoesia! "apakah jang telah kamoe perboeat dengan agama itoe?"

Agama maksoednja rahmat, akan mempertalikan sekalian machloek diboemi ini, poetih dan hitam, tiada memandang pangkat, kepertjajaan laki-laki atau perempoean. Sekaliannja anak tjoetjoe nabi Adam dan hamba Toehan jang esa! Ta' ada Toehan jang lain, melainkan Allah, kata kami orang Islam, dan demikian poela kata sekalian meréka jang ber Toehan jang esa. Allah itoelah Toehan jang mendjadikan boemi dan langit.

Karena sekalian machloek. asalnja dari nabi Adam, boléh dikatakan sebagai bersaudara segala laki-laki dan perempoean dan haroeslah hendaknja berkasih-kasihan, tolong-menolong dan bantoe-membantoe seorang dengan jang lain. Bahwa sesoenggoehnja tolong-menolong dan bantoe-membantoe dan berkasih-kasihan itoelah jang teroetama mendjadi sendi sekalian agama.

Ja, ja, djikalau sekiranja sekalian orang mengetahoei dan melakoekan jang demikian itoe, tentoelah agama itoe mem- 251

peroléh seperti oedjoednja jang asli, ja'ni: rahmat bagi kemanoesiaan diatas doenia!

Itoelah jang memanaskan hati kepada agama, karena meréka jang mempoenjaï sesoeatoe agama mentjela, menghinakan dan terkadang-kadang memerangi meréka jang beragama lain. Hingga itoelah dahoeloe perkara agama itoe.

Sajang!...... Diantara bahasa-bahasa tanah Eropah, bahasa Belanda sadjalah jang pandai kami membatjanja. Iba hati kami memikirkan hal itoe. Soeka benar kami hendak mempeladjari bahasa-bahasa Eropah jang lain. Kenang-kenangan kami jang besar sekali hendak bersoeka raja membatja kitab-kitab jang bagoes, karangan bangsa-bangsa asing itoe dalam bahasanja sendiri. Tetapi ta' adalah orang tempat kami akan mempeladjarinja disini. Sekarang maksoed kami hendak memoelaï beladjar bahasa Perantjis, karena oentoenglah ada di­ sini sekarang seorang goeroe perempoean, sahabat kami jang soeka menolong kami mengadjarkannja. Ia dahoeloe toeroet poela berkenalan dengan soeami njonja.

Adakah kitab-kitab jang toean katakan dahoeloe, karangan toean Lessing dan tjeritera pendéta Ramabai, diterdjemahkan orang dalam bahasa Belanda? Telah atjap kali kami mendengar kabar, bahwa pendéta Ramabai itoe ialah seorang perempoean Hindia jang berani. Ketika saja masih dalam sekolah, disanalah saja moela-moela mendengar namanja. Masih teringat oléhkoe sekalian tjeriteranja itoe. Saja ketika itoe masih ketjil, ber'oemoer kira-kira 10 atau 11 tahoen. Tiadalah terkira-kira besar hatikoe ketika mendengar tjeriteranja didalam soerat kabar. Gementar badankoe karena kegirangan. Roepanja tiadalah perempoean bangsa koelit poetih sadja jang dapat hidoep merdeka dan membébaskan dirinja! Poen...... perempoean bangsa koelit hitam, dapat poela membébaskan diri, hidoep merdéka.

Beberapa hari lamanja kenang-kenangankoe kepadanja dan ta' pernahlah saja dapat meloepakannja. Lihatlah tjontoh jang baik memberanikan hati itoe, soenggoeh dapat menggerakkan hati jang lain; demikianlah kekoeasaannja atas dirikoe!

Sekarang saja djawab tentang permintaan njonja jang moelia itoe, meminta kami bekerdja bersama-sama oentoek perbendaharaan kitab-kitab pembatjaan anak-anak. Dengan segala soeka hati saja mengatakan, baiklah. Adikkoe dan saja amat bergirang hati karena beroentoeng boléh bekerdja bersama-sa­ma dengan njonja, artinja dapatlah kami membesarkan hati toean; kami berharap soenggoeh dapatlah hendaknja kami mengerdjakan pekerdjaan itoe, dan djikalau ta' ada aral jang melintangi kami, kami bermaksoed pada achir tahoen ini akan 252

mengirimkan kepada toean tanda mata kami sedikit oentoek kerdja njonja jang bagoes itoe. (1)

Alangkah bagoesnja keadaan itoe, karena telah ada dalam perasaan hati kami jang njonja akan memintanja kepada kami. Sepekan sebeloem kami menerima soerat njonja itoe kami doedoek diloear roemah didalam keboen, dan ketika itoe malamnja amat bagoes dïterangi oléh boelan. Toean tahoe bahasa anak-anak Djawa biasanja pada boelan terang bermain-main dan bernjanji diloear roemah. Dimoeka kami adalah bermain-main sekawan anak-anak ketjil. Ketika itoe terkenanglah oléh kami, betapa hal kami pada waktoe kami masih ketjil seperti itoe. Disanalah timboel pikirankoe hendak mengarangkan waktoe jang beroentoeng itoe. Laloe saja ambil kertas dan pinsil dan saja toeliskanlah sedang boelan memantjarkan tjahajanja itoe sekalian permainan dan lagoe njanjian anak-anak, jang keloear dari moeloetnja itoe. Alangkah sekonjong-konjong keadaan itoe, boekan? Tiada berapa lamanja kemoedian dapatlah saja sepoetjoek soerat dari pada toean dengan permintaan jang terseboet itoe.

Sekarang saja dan adik-adikkoe meminta banjak terima kasih atas kitab-kitab jang njonja kirimkan oentoek kami itoe. Tahoekah toean apa jang kami katakan setelah membatja kitab-kitab itoe? Kitab-kitab itoe betoel kitab-kitab oentoek anak-anak, tetapi orang toea-toea boléh djoega dan patoet sekali membatjanja, karena banjaklah pengadjaran jang dapat dipetik oléh meréka itoe didalamnja.

Pandjanglah karangankoe nanti bila saja katakan pikiran­koe tentang kitab itoe seboeah-seboeah, tetapi pertjajalah njonja, bahwa djaranglah kami membatja kitab-kitab dengan berhati girang, seperti membatja kitab jang toean kirimkan itoe. Tiadalah sadja kitab-kitab itoe kami batja oentoek pembesarkan hati seketika lamanja, dan sesoedah itoe meloepakannja, tetapi sekalian jang terseboet dalamnja kami toeliskan dalam hati dan tiadalah lagi dapat kami loepakan. Betapa besar hati kami mendengar njonja ada mempoenjaï boeah pikiran jang sebanjak itoe. Kami banjak meminta terima kasih akan kebaikan njonja itoe. Tentoelah banjak didalamnja jang dapat dipetik, lagi boléh didjadikan pengadjaran. "Perbintjangan jang perloe tentang perkara jang penting-penting" dalam kitab itoe, kami pandang sebagai djadi hoeboengan isi soerat njonja jang achir kepada kami. Kami kedoeanja sebagai mendapat idjazah rasanja!

O, banjak kami meminta terima kasih kepada njonja atas sekalian pemberian njonja jang kami misalkan seperti intan


1). Sajang sekali maksoed Kartini itoe ta' sampai. 253

mestika itoe. Djikalau sekiranja toean dapat melihat ketika saja menoelis soerat ini, tentoelah toean dapat menjaksikan sendiri, bahwa matakoe lebih banjak lagi mengoetjapkan sjoekoer dari pada péna dan moeloetkoe, dan lebih njata lagi mengatakan apa jang terasa didalam hati ketjilkoe tentang toean.

Karangan njonja jang bernama "Boeah tangan poelang moe­safar", boekan boeatan bagoesnja, dan dengan itoelah dapat toean menambatkan hati bangsa Djawa kehati toean dengan koekoehnja. Karangan itoe seperti seboeah manikamlah dimata kami. Ta' dapatlah lagi saja mengatakan telah berapa kali saja soedah merasaï kelazatan karangan toean itoe, selaloe membesarkan hatikoe. Kalau sekiranja saja mendjadi bapak toea itoe, tentoelah saja akan berboeat demikian djoega, karena sangat kasih sajangnja akan anak jang ditjintanja itoe, dapatlah njonja mengambil hati si toea itoe. Seperti tampak oléh matakoe sekarang bahasa si bapak dengan anaknja jang bagoes itoe dalam pangkoeannja, dan tampaklah poela oléhkoe seorang njonja Eropah, jang tiada maloe dan enggan mengambil si anak itoe dalam ribaannja, memeloek dan mentjioemnja, setelah itoe berdjabat tangan lagi dengan seorang désa jang bodoh serta soedi minoem diroemahnja dengan tjangkir jang seboeroek itoe!

Boekan boeatan senang rasa hatinja dan soekanja melihat kelakoean jang demikian! Orang Djawa mémang adalah mempoenjaï soeatoe perasaan jang amat tadjam atas hati jang peramah dan penjajang, apalagi kalau sekalian itoe datangnja dan pada bangsa koelit poetih, bangsa jang tinggi kedoedoekannja dalam pemandangan meréka itoe.

Ah, betapakah baiknja kalau sekiranja sekalian bangsa koe­lit poetih mengetahoei, betapa moedahnja meréka boléh menarik hati saudara-saudaranja bangsa koelit hitam itoe. Berilah meréka itoe kasih dan sajang, tentoelah toean-toean akan ditjintai dan dikasihinja poela. Mengeloearkan kata jang ta' berapa soesahnja bagi toean, lihatlah betapa hasilnja.

Karangan toean: "Apakah jang akan dibatja anak-anak?" telah saja batja dalam soerat kabar "de Gids" pada doea tahoen jang telah laloe. Ketika itoe saja telah menjoekaï djoega membatja boeah-boeah pikiran dalam hal itoe. Pasal itoe beloemlah sekali djoega diindahkan oléh bangsa Boemipoetera, beloem pernah sedikitpoen meréka mengerdjakan apa-apa oentoek pembatjaan anak-anak itoe.

O, berapalah beroentoengnja kami, hidoep pada waktoe ini dimana-mana sadja banjaklah kerdja jang patoet diperboeat! Sebentar sadja dioendjoekkan tangan telah dapatlah kami ker­dja jang baik dan berharga! Keadaan itoe amat membesarkan hati kami! Apabilakah gerangan waktoenja akan datang, bang- 254

sa kami akan terbangoen dari pada tidoernja dan pergi bekerdja mengerdjakan kerdja, jang telah beroenggoen-oenggoen banjaknja disana-sini, jang sekarang sedang menantikan tangan-tangan jang ringan! Adakah hidoep djoega kami kalau waktoe itoe datang?

O, tidak, djanganlah kami berkehendak sebanjak itoe. Biarlah kami mengoetjap sjoekoer, djikalau sekiranja dapatlah ka­mi menebas djalan akan pergi kesana.

Dan bilakah waktoenja jang kita sebenar-benarnja akan berhadap-hadapan, dan akan berdjabat tangan akan meminta terima kasih kepada toean atas sekalian jang bagoes dan moelia, jang telah toean berikan kepada kami itoe dan jang akan kami terima lagi?

Sabarlah!............. ! harapan dan keberanian kami masih banjak. Selaloelah kami mengoetjap sjoekoer, karena kami telah mendapat toean, dan sekali-kali tiadalah kami akan melepaskan toean lagi, o, tidak! Boekankah sekarang njonja telah soeka mendjadi sahabat kami, selaloe akan memberi kami nasihat, dan akan mendjadi penoendjoek djalan kepada kami selama-lamanja? Toean djawablah: soeka; karena itoe boekanlah oentoek seorang doea sadja, tetapi oentoek bangsa kami sekalian, teroetama oentoek sekalian perempoean Djawa!

Tentoelah kami akan beriba hati, kalau sekiranja waktoe itoe telah datang, ja'ni waktoe kami akan memberi selamat tinggal kepada sekalian meréka jang telah bertjampoer-gaoel dengan kami dan toeroet bersama-sama bersoeka raja dan berbahagia dalam hidoep kami. Tetapi maoelah kami berangkat, setelah mendapat rahmat dari pada orang toea, kekasih kami. Rahmat itoelah jang akan menerangkan haloean kami jang gelap goelita, jang akan mendinginkan hari jang panas dan jang akan melemah-lemboetkan angin jang keras! Soeatoe kehéranan besar, jang ta' pernah masoek kedalam pikiran kami dan beloemlah poela pernah kami mimpikan, tetapi sekarang betoel-betoel telah terdjadi: Iboe kami, jang lain pendidikannja dari pada kami, dan tiada sekali-kali sesoeai dengan pendidikan kami, sekarang telah menoeroet kemaoean kami dan merasa seperti kami djoega, kehendaknja dan mimpinja betoel seperti kami poela. Itoelah soeatoe rahmat dari pada jang mahatinggi dan jang mahakoeasa, jang datangnja dari Toehan raboe'l'alamin!

Sebenarnjalah djoega kami lebih dahoeloe telah berdjalan didjalan jang pandjang dan berdoeri, tetapi lihatlah sekarang, bahwa kamipoen telah sampailah djoega kepintoe hati iboe kami itoe, dan sehingga dapatlah masoek sekalian tjita-tjita kami kedalamnja; apabila pintoe telah terboeka sekali, tentoelah akan terboeka oentoek selamanja. Banjaklah seng- 255

sara jang telah ditanggoeng oléh iboe kami jang baik hati itoe. dan banjaklah poela kedoekaan hati kami, karena hal itoe pada waktoe jang telah laloe, sebeloem kami sampai kemoeka pintoe itoe dan bertemoe disana dengan iboe kami.

  • *

28 Juli 1902 (VIII).

Awan melindoengi langit tiadalah berzaman-zaman lamanja demikian poela sinar matahari meneranginja. Sesoedah malam jang gelap goelita, datanglah siang jang amat tjoeatja. Dengan keadaan itoelah saja menghiboerkan hatikoe. Hidoep manoesia ini soenggoehlah sebagai keadaan 'alam.

Jang kami pohonkan siang dan malam kepada Toehan, ialah: kekoeatan!

Hoedjan jang bermoelalah, jang menjebabkan sebatang pohon berdaoen dan bertoenas, oléh hoedjan jang kemoedian ditoembangkanlah pohon itoe keboemi dan boeroeklah ia disana.

  • *

8 Agustus 1902 (X).

Berkirim-kiriman soerat itoelah soeatoe keadaan jang teroetama dalam hidoep kami. Hampir sekalian pengetahoean kami, kami peroléh karena berkirim-kiriman soerat; kalau tidak karena berkirim-kiriman soerat itoe, moestahillah kami akan berani meroesakkan 'adat isti'adat dan kebiasaan jang telah setoea itoe.

Engkau ta' tahoelah, atau jang sebenarnja mestilah engkau tahoe apa benar artinja kepada kami soerat-soerat sahabat-sahabat kami itoe, karena meréka semoea ahli pikiran dan boediman belaka. Dari kemanoesiaan meréka itoe keloearlah pi­kiran jang soetji dan moelia, jang membersihkan hati dan meninggikan daradjat. Meréka itoelah jang mengasah pikiran dan menghaloeskan boedi pekerti kami. Dari kantor pos banjaklah kami terima jang bagoes-bagoes, jang molék-molék, jang mahal-mahal, bermatjam-matjam intan dan moetiara, oentoek kepala dan dada kami.

Sekalian perbintjangan mémanglah terloekis djoega didalam hati.

Tetapi tentoelah engkau akan membenarkan poela, bahwa kata-kata dalam perbintjangan itoe lama-lama mendjadi loepoet, meskipoen pokok perbintjangan itoe akan tinggal tersisip 256

dihati. Tetapi soerat-soerat dapatlah mengoelang sekalian katakata jangada didalamnja dengan loeroes dan tetap, pada setiap waktoe, bila sadja dikehendaki.

  • *

10 Augustus 1902 (VI)

Apa jang toean katakan kepada kami itoe, iboekoe telah atjap kali mengatakannja kepada kami: "Sekalian kepandaian ialah koernia goesti Allah. Djanganlah engkau menjangka kalau sekiranja engkau telah memboeat barang sesoeatoe jang baik, bahwa pekerdjaan itoe perboeatanmoe sendiri. Kita manoesia hanjalah mendjadi perkakas dan toekang jang mengerdjakan sekalian kemaoean Toehan sadja. Kebidjaksanaan dan kepandaian dikoerniakan kepada kita; dan dalam hal itoe kewadjiban kita ja'ni mendjaga sekalian itoe dengan sebaik-baiknja."

Itoelah kepertjajaan iboekoe jang amat tegoeh, telah diperöléhnja, setelah merasaï bermatjam-matjam penanggoengan. Karena kepertjajaan itoelah maka ia maoe memberi kami izin. Sekali-kali tidaklah kami memaksanja memberikan izinnja itoe. Sekarang tawakkallah ia dalam hal itoe, dan toeroetlah poela memimpikan tjita-tjita kami bersama-sama.

Djikalau orang mengoempatnja tentang hal kami, djawabnja péndék sadja: "Meréka itoe anak kami, tetapi boekanlah kepoenjaan kami. Meréka itoe kepoenjaan Toehan jang mendjadikannja dan Toehan poela jang mengatoer hidoep dan nasibnja. Djalan kepadang "kebadjikan" lahir dan batin, amat banjak; Allah telah menjoeroeh meréka itoe menempoeh djalan jang soekar dan 'adjaib; kami, orang toeanja pertjaja dan berharap kepada Allah, bahwa djalan jang ditoedjoei meréka itoe, ialah pergi kepada "kebaikan."

Betapalah besar hati iboekoe nanti kalau kami kabarkan kepadanja apa jang telah toean katakan kepada kami itoe.

Sekarang iboekoe ta' ada diroemah; ia pergi melihat seseorang adik kami jang perempoean sakit. Iboekoe itoe sahabat kami, dan iapoen banjak meminta terima kasih atas sekalian pertolongan toean kepada kami itoe. Iboekoe telah berkata kepadakoe: "Saja berharap sekali hendak bertemoe dengan njonja van Kol akan meminta terima kasih, sebab ia telah memboekakan pintoe hatimoe kedoea. Soenggoehpoen ia tiada seagama dengan kita, ta' adalah alangannja, karena Toehannja Toehan kita poela, Toehan segala machloek."

Beroentoeng benar kami rasanja, toean telah memberi kami 257

nasihat, soepaja kami djangan bersombong diri. Kami banjak meminta tenma kasih atas nasihat toean itoe.

Tetapi senangkanlah hati toean. Kami ialah anak dari seorang bapak jang berpangkat moei ia dan berkoeasa, toean telah tahoe apa artinja dalam doenia Boemipoetera kekoeasaan dan kemoeliaan jang seperti itoe. Dimana sadja berkoempoelnja kekoeasaan, kemoeliaan, masjhoer dan ternama, disitoelah poentjak toeah jang setinggi-tingginja dalam pemandangan dan kepertjajaan bangsa kami; kami sedjak dari ketjil dimandjakan dan dimoehakan orang, tetapi sekarang moentah dan bentjilah kami melihat hal itoe. O, boekan boeatan -piloenja hati kami melihat seseorang toea, jang telah poetih ramboet dikepalanja wadijib mendjongkokkan dirinja kepada anak-anak. ItoeLah 'adat naman ja!!! Soenggoehpoen kami ta' dapat menolak segala 'adat jang menghinakan itoe, tetapi ta' pernahlah kami menjoekaï orang mentjioem kaki kami.

Banjaklah hal jang telah menjoeroeh kami berfikir dan tepekoer; makin lama makin teranglah hal itoe pada hati kami, bahwa: Kewadjiban kami, kewadjiban jang amat tinggi sekali, jaïtoe kami wadjib bersoenggoeh-soenggoeh dengan segala kekoeatan mendjalankan daja oepaja kami, soepaja hasil sekahan oesaha kami itoe dapatlah setimbang dan berharga sebagai goenoeng kehormatan dan kemoeliaan jang diberikan oléh anak Boemipoetera kepada kami itoe.

Tjita-tjita bangsawan Boemipoetera wadjiblah hendaknja:,,kebangsawanan kami haroes berbanding dan sama harganja dengan kehormatan bangsa kami!"

Hanjalah dari pada beberapa orang sadja kami soeka mendengar kata-kata jang haloes dan manis, karena kepada meréka itoe pertjajalah kami, meréka dalam hal itoe sekali-kali tidaklah bermaksoed hendak memandjakan atau memoedji kami. Tetapi kata-kata meréka itoe isinja ialah kekoeatan jang amat berkat. jang mengoekoehkan dan memberanikan hati kami pergi berboeat baik.

***

15 Augustus 1902 (I).

Karangan Nellie van Kol, jang amat menggembirakan hati didalam soerat kabar ,,Oost en West" itoe, telah dipetik oléh beberapa soerat kabar disini; dan soerat kabar „De Echo" oempamanja, telah menambah poela karangan itoe dibawahnja, meminta soepaja sekalian perempoean ditanah Hindia, terboeka hatinja soeka membantoe dan menolong kami. Sekalian hal itoe membesarkan hati kami. Soerat kabar „De Echo" itoe

HABIS GELAP TERBITLAH TEHANG.

17

258

telah mengoetip poela beberapa perkataan dari soeratkoe dan memasoekkannja seperti perboeatan Nellie djoega, dalam karangannja. Soerat kabar itoe meminta poela kepada kami, soepaja isi soerat itoe sekaliannja atau sebahagian boléh dimasoekkannja kedalam soerat kabarnja. Menoeroet pikirankoe ta' oesahlah itoe; tjoekoeplah seboeah sadja soeratkoe disiarkan didalam soerat kabar, apalagi didalam soeratkoe jang kepada Nellie, telah diterangkannja segala halkoe itoe. Ada poela seorang lagi meminta izin kepadakoe hendak menjiarkan soeratkoe jang berisi karangan tentang alat kawin orang Djawa. Hilda de Booylah jang memintanja itoe, ia anak perempoean toean Charles Boissevain, directeur soerat kabar „Al­gemeen Handelsblad". Disalinnja soerat itoe dan dikirimnja kenegeri; dan sekarang kakaknja jang laki-laki jang mendjadi sekertaris dikantor soerat kabar itoe meminta menjiarkan karangankoe itoe didalam soerat kabarnja. Karena adalah akan memberi paédah besar bagi bangsa kami. Dalam tiap-tiap hal orang Belanda lebih mengerti kalau membatja soerat-soerat jang demikian, bahwa bangsa Djawa dalam beberapa hal mémang lebih tinggi daradjatnja dari pada meréka itoe dan da­lam bermatjam-matjam hal sama tinggi, dan dalam pada itoepoen beloem tentoelah poela, bahwa bangsa Djawa dalam bebe­rapa hal jang lain rendah daradjatnja dari pada bangsa Be­landa. Begitoelah kata toean Boissevain.

Bagaimanakah pikiranmoe tentang hal itoe, Stella?

Saja sekarang sedang moelaï menoelis seboeah karangan oentoek s.k. „Belang en Recht". Saja harap karangan itoe akan diterima orang! Saja mengarangkan karangan itoe dengan be­sar hati. Kalau karangan itoe ta' diterima orang, biarlah ia koeoebah sedikit oentoek soerat kabar jang lain.

Oentoek Nellie koekoempoelkan dongéng-dongéng Djawa dan adikkoe R. (1) sekarang sedang memboeat gambar-gambarnja.

O, Stella, betapa banjaknja hal keadaan jang bagoes-bagoes, jang telah kami dengar dari moeloet anak Boemipoetera. Kebidjaksanaan dan kebenaran, dikatakannja dengan moedahnja dan dengan merdoe boenjinja. Betapakah baiknja kalau bahasamoe koepeladjari sampai pandai, betoel seperti orang Belanda benar, dan kemoedian koeartikan kata-kata jang manis dan jang merdoe boenjinja oentoek lagoe itoe! Sekiranja toean-toean sekalian mema'loemi tjita-tjita. hati kami, betapalah sajangnja engkau sekalian kepada kami. Kedoedoekan kami ini masih dekat kepada 'alam, kepada asal kedjadian. Kebidjaksanaan bangsa kami tidaklah memetjahkan benak


1). R. singkatan: Roekmini.

259

oentoek mengertikannja. Sekaliannja kata-kata jang péndék-pendek, tetapi amat bagoes boenjinja dengan sederhananja.

Alangkah baiknja kalau sekiranja dapat saja mengadjarkan bahasa kami kepadamoe; sehingga dapatlah engkau hendaknja bersoeka hati memetik sekalian jang bagoes-bagoes dalam bahasa itoe. Semakin dalam pengetahoeankoe tentang tjita-tjita hati mereka itoe, makin tinggilah daradjat meréka 'itoe tampaknja dalam pemandangankoe. Pada bangsamoe orang-orang bidjaksana dan pengarang-pengarang kitab, hanjalah terdapat didalam koempoelan orang jang patoet-patoet sadja, demikian djoega tertib dan kesopanan; dan orang banjaknja, bolehkah saja katakan teroes terang?.... kasar. Tentoe adalah djoega diantara orang banjak itoe jang tinggi kesopanannja, tetapi jang banjak sekali diantara itoe, Stella? Hal itoe tentoelah engkau lebih ma'loem dari padakoe.

Tetapi tjobalah engkau pergi berdjalan-djalan dengan saja kekampoeng-kampoeng, dan marilah kita masoeki pondok mereka jang boeroek itoe dan dengarkanlah disana toetoer mereka dan boeah pikirannja....... Meréka itoe sekaliannja tiadalah bersekolah, tetapi kata-kata jang ditoetoerkannja itoe ta' oebahnja seperti kata-kata dalam sja'ir. Lemah-lemboet, ringkas-ringkas dan merendah diri!

Djikalau kita kedoea bertemoe nanti boléhlah saja tjeriterakan kepadamoe bermatjam-matjam hal tentang bangsa ka­mi jang ber'adat haloes itoe, demikianlah djoega tentang pikïrannja dan perasaan hatinja. Engkau haroes mengetahoei keadaan itoe dan mengasihi bangsa kami seperti kami mengasihinja.

Ahli-ahli sja'ir dan ahli-ahli jang lain-lain banjaklah kedapatan diantara mereka itoe; djikalau pada soeatoe bangsa adalah perasaannja oentoek kebagoesan, keindahan dan ketjantikan hidoep, moestahillah kesopanan batin, jang tersemboenji dalam hati bangsa itoe rendah kedoedoekannja.

Sekalian jang soetji dan moelia dalam hidoep kita dinamai sjair. Tjinta, sajang, kasih, kesetiaan, kepertjajaan dan kepandaian, pendeknja sekalian jang dimoeliakan, dihormati dan jang menambah keindahan, bernama: sja'ir. Keadaan bangsa Djawa dan sja'ir itoe boléhlah dikatakan sehati dan senjawa. Sebab itoe orang banjak, jaïtoe orang Djawa jang serendah-rendahnja, semoenja pandai bersja'ir. Bagaimanakah pikiranmoe tentang kehormatan jang amat memiloekan hati jang dibeirikan anak-anak moeda kepada orang toea-toea? Dan tentang memoeliakan dan menghormati arwah-arwah meréka jang telah meninggalkan doenia itoe?

Apabila mereka itoe bersoeka raja, selaloe meréka mengenangkan arwah-arwah kaoemnja jang telah meninggal dan me-

260

minta do'a kepada Allah, soepaja dilapangkan Toehan djoega hendaknja meréka itoe dalam koeboer. Dalam kesoekaan dan kedoekaan selaloelah kami mengenangkan arwah-arwah kaoem keloearga kami jang telah meninggal itoe.

Dan perkataan iboe itoe amatlah soetjinja pada kami! Da­- lam waktoe kepoetoesan asa dan kesakitan, selaloelah bibir jang poetjat, jang ta' berdarah itoe menjeboet-njeboet kata „iboe" itoe. „O, iboe, berilah kami pertolongan, berilah anak toean bantoean."

Menjeboet perkataan „iboe" itoe dalam waktoe kesakitan dan kesoesahan, disanalah tampaknja bangsa Djawa amat memoeliakan iboenja. Apakah sebabnja maka kami ta' me- manggil bapak dan mengapakah maka „iboe" benar, jang kami panggil-panggil? Itoe ta' lain sebabnja, karena manoesia itoe sedjak dari ketjilnja tahoe dan merasa, bahwa „iboe" artinja doenia pendjagaan dan kasih sajang!

Tiap-tiap barang jang terdjatoeh dari tangan, dipoengoetlah lekas kembali sambil mengatakan: „Ja Allah, anakkoe!" Apakah arti kalimat itoe dan apakah tandanja itoe? Perloekah lagi saja akan menerangkannja?

Stella, saja bermaksoed hendak meanpeladjari bahasamoe soenggoeh-soenggoeh, sehingga pandailah saja hendaknja me- ngertikan kepadamoe, sekalian hal keadaan jang haloes, ter- dapat pada bangsa kami. Sajapoen mesti poela mempeladjari benar-benar bahasakoe sendiri, soepaja dapatlah lagi saja me- ngertikan bahasa Belanda kepada bangsa kami, seperti jang telah koeketahoei, betapa haloesnja boedi pekerti dan moelia- nja hati bangsamoe itoe. Maréka itoe haroes mengetahoei, nienghormati dan mengasihi orang-orang boediman dan orang- orang besar bangsa Belanda, sekalian itoe patoet dilakoekannja.

Kadang-kadang saja hendak bertangan sepasang lagi, soepa­- ja saja tjakap mengerdjakan sekalian jang koesoekaï. Kema- oeankoe amat besar, tetapi kekoeatankoe terlaloe ketjil. Saja tentoelah ta' boléh bekerdja, sampai saja mendjadi sakit, ka­- rena bekerdja jang demikian, ialah soeatoe pekerdjaan jang sangat bodoh. Tetapi mémang kerap kalilah saja mendjadi bo- doh, ja, karena kerap kali saja bekerdja sampai laroet malam; hal itoe ta' baik oentoek dirikoe. Dengan hal jang demikian ba- roelah boléh maksoedkoe sampai. Saja selaloe hendak beker­ dja, tetapi achirnja nanti nistjajalah saja ta' dapat bekerdja lagi, karena badankoe mendjadi lemah. Alangkah malangnja saja kalau demikian. Sebab itoelah sekarang saja beroesaha, soepaja saja tidak terlampau keras bekerdja dan boléh hidoep sempoerna.

Penggilingan tebu desa bate jepara 299.jpg

PENGGILINGAN TEBOE DIDÉSA BATE, DJAPARA.

261


15 Augustus 1902 (X).


Selamat! selamat! madjoelah kepandaian dan keradjinan Boemipoetera; tentoelah kepandaian dan keradjinan itoe amat besar paedahnja pada waktoe jang akan datang!

Ta' saja katakan kepadamoe betapa besar hatikoe melihat kemadjoean itoe. Saja mengoetjapkan banjak sjoekoer kepada Allah atas hal itoe. Kami soeka sekali memoedji bangsa kami dan mengangkat diri kami karenanja! Bangsa kami tiada terpandang, kerap kali dihinakan dan dianiaja orang!

Oesaha toekang-toekang Djapara telah memberi berkat.

Toean Zimmerman tertjengang melihat perboeatan toekang-toekang bangsa koelit hitam, jang tiada diindahkan orang itoe. Kepandaian bertoekang kajoe, bertoekang emas, batik-membatïk dan bertenoen disini telah berarti. Toekang-toekang itoe telah banjak menerima pesanan dari perserikatan „Oost en West" oentoek keramaian St. Nicolaas. Kamipoen toeroet berbesar hati. Sekarang dapatlah toekang-toekang itoe memperboeat kenang-kenangannja jang bagoes-bagoes, boeah pikiran jang indah-indah, jang terloekis dan tersemboenji dalam hatinja, mengatoerkan ragi jang berombak-ombak dan warna jang berkilat-kilat, kilau-kilauan.

O, itoelah jang amat membesarkan dan menjoekakan hati, djikalau kita selaloe boléh mentjahari apa-apa jang bagoes dan baik. Tjahaja jang asalnja dari Toehan itoe ada terkandoeng dalam tiap-tiap badan, biarpoen badan itoe amat boeroek roepanja pada pemandangan orang. Kebenaran itoe wadjib hendaknja diketahoei oléh sekalian orang pada waktoe hidoepnja, karena itoelah kewadjiban manoesia jang membagoeskan hidoep, baik oentoek hidoep orang lain, baik oentoek hidoep diri sendiri.

Adalah seorang anak miskin datang kepada seorang perempoean toea. Orang toea itoe bertanja, apakah kehendak si anak itoe. Makan-makanan ta' ada padanja, apalagi perhiasan dan pakaian. Anak itoe mendjawab: „Saja tidaklah hendak meminta makan-makanan, perhiasan dan pakaian. Ja iboekoe, berilah saja boenga jang kembang dalam hati."

Bagaimanakah pikiranmoe itoe? O, tjobalah engkau dengar permintaan anak itoe dalam bahasa Djawa, betapa manis dan merdoenja: „Njoewoen sekar melati, hingkang mekar hingpoen djering hati."

Perkataan jang demikian senantiasa boléh didengar. Kami sekarang sedang 'asjik menoeliskan apa-apa jang bagoes, jang kami dengar keloear dari moeloet anak negeri itoe. Perkataan „sja'ir" ta' ada dalam bahasa kami; „sja'ir" kata orang Djawa „bahasa-boenga", ta' benarkah perkataan itoe? Kami sekarang mempeladjari lagoe-lagoe bangsa Djawa. Tetapi boekanlah lagoe jang meriangkan hati. Soedahkah engkau mendengar lagoe-lagoe itoe dari bangsa kami sendiri? Gamelan ta' pernah berlagoe riang, sedangkan dalam keramaian jang bergila-gilapoen, lagoe gamelan itoe, selaloelah jang merindoekan hati, barangkali itoelah sebabnja maka hidoep itoe selaloe merindoe dan tidaklah bergirang hati!

Soerat ini sedjak dari bermoela sampai kehalaman ini saja toelis sedang mendengar njanji jang merdoe, jang lagoenja amat merindoekan hati. Ketika itoe hari telah malam, pintoe dan djendéla masih terboeka, pohon tjempaka jang toemboeh dimoeka bilik kami itoe sedang berboenga; sementara itoe datanglah angin jang lemah lemboet mendajoe-dajoe kemoeka kami, membawa baoe boenga jang semerbak itoe, memberi selamat. Saja ketika itoe doedoek diatas tikar seperti sekarang, menghadapi médja rendah, disebelah kirikoe doedoeklah adikkoe Roekmini jang sedang menoelis djoega, dan disebelah kanankoe doedoeklah Annie Glaser, poen diatas tikar sedang mendjahit, dan dimoeka kami doedoek seorang perempoean membatja kitab hikajat dengan berlagoe-lagoe. O, berapalah énaknja! Seakan-akan dalam bermimpilah kami rasanja. Soearanja jang bagoes dengan njanjinja jang amat merdoe seperti boeloeh perindoe itoe serasa menerbangkan hati dan njawa kami tinggi keatas kajangan, tempat bidadari bersoekatjita. Betapa tjita-tjitakoe ketika itoe soepaja engkaupoen toeroet bersama-sama doedoek dengan kami dan bersama-samalah kita merasaï, berbesar hati dan bermimpi. O, Stella, bermimpi bersama-sama!

Hidoep ini boekanlah mimpi, tetapi ialah soeatoe kedjadian jang sebenamja lagi mengetjoetkan hati, dan apa-apa jang benar itoe ta' perloelah boeroek djika kita ta' soeka. Kebenaran itoe tidaklah boeroek, melainkan bagoes, ia bagoes selaloe, kalau jang ada didalam hati kita itoe bagoes poela.

O, sebab itoelah saja beharap agar pendidikan itoe akan diperhatikan orang benar, teroetama tentang boedi pekerti jang bergoena oentoek kemadjoean pengoeatkan kemaoean hati. Kemaoean itoe haroeslah selaloe soeboer toemboehnja dalam pendidikan anak-anak, ja, selaloe....................

Tetapi sekarang telah sesat poela ketempat lain. Saja hendak membitjarakan kepadamoe tentang bangsa kami; boekanlah tentang pendidikan; hal itoe nantilah koetjeriterakan, boekan?

Disini adalah seorang perempoean toea tempat saja meminta sedekah boenga, ja'ni boenga-boengaan jang kembang dalam hatinja, jang haroem baoenja. Telah banjak saja diberinja, tetapi masih banjak lagi ada padanja, sangat banjaknja; dan saja inipoen hendak meminta lebih banjak poela. Ia maoe nambahnja, tetapi saja haroes beroesaha akan memperoléhnja; boenganja itoe haroes saja beli............Dibeli dengan apa! Dengan apa mesti saja beli?

Dan keloearlah soeara jang penting dari moeloetnja: „Poeasalah engkau sehari semalam, dan berdjaga-djagalah engkau seorang diri, terpisah dari jang lain."

„Habis malam datanglah siang,,
Habis topan datanglah reda,
Habis perang datanglah menang,
Habis doeka datanglah soeka,"

terdengar dengan merdoenja sebagai do'a ditelingakoe. Itoelah boeah pikiran jang dikatakan oléh orang toea perempoean itoe. Poeasa dan berdjaga-djaga itoe hakikinja: „Menanggoeng kekoerangan, kesengsaraan, insaf akan diri sampai tjahaja datang. Moestahil tjahaja akan datang sadja kalau tidak didahoeloei oléh gelap goelita; bagoes, boekan?

Pandai menahan lapar, itoelah soeatoe kemenangan pikiran jang soetji dari pada kelobaan lidah; dan tempat jang soenji itoelah sekolah tempat berpikir.

Ketika saja masih ketjil sekalian hal itoe telah koeperboeat, karena biasa sadja, tiadalah saja bertanja-tanja, karena orang-orang jang lebih toea dari pada saja dan meréka jang sama dengan saja berboeat demikian, saja boeatlah poela. Setelah itoe datanglah waktoenja hatikoe moelaï bertanja pada dirikoe sendiri: „Apakah sebabnja maka saja boeat hal jang demikian, dan apakah sebabnja ini begini dan itoe begitoe? Apakah sebabnja................ apakah sebabnja?.........." Itoelah pertanjaan jang ta' berkepoetoesan lagi dalam hatikoe!

Sedjak itoe ta' maoelah saja lagi memboeat barang sesoeatoe jang tidak saja ketahoei hal keadaannja. Ta' soekalah saja memboeat menoeroet seperti jang biasa sadja, kalau saja tiada mengetahoei betoel apa sebabnja. Apa goenanja dan apa maksoednja. Saja ta' maoe lagi beladjar membatja koeran, mengapalkan pepatah dalam bahasa asing, pepatah jang tiada saja ketahoei apa artinja, barangkali djoega goeroekoe jang laki-laki atau jang perempoean tiadalah djoega mengerti pepatah itoe. „Katakan kepadakoe dahoeloe apa artinja, baharoelah saja maoe mempeladjarinja." Saja telah berdosa, karena koeran kitab jang soetji amat tinggi dan moelia akan diartikan kepada kami.

Sedjak itoe kami ta' soeka poeasa dan memboeat apa-apa jang lain dengan tiada memikirkan pandjang, dan sekarangpoen setelah memikirkannja, tiadalah poela dapat kami memboeat

264


itoe. Poetoeslah pikiran orang................ kamipoen poetoes asa poela, karena ta' maoe orang menerangkan kepada kami, apa-apa jang ta' dapat kami artikan itoe. Toehan kami ketika itoe ialah angan-angan hati kami sadja, kalau kami berboeat salah angan-angan kami menghoekoem kami, dan djika kami berboeat baik, maka kamipoen mendapat berkat kami. Soerga dan naraka kami ketika itoe ialah angan-angan hati kami djoega. Dari tahoen ketahoen kami bernama orang Islam, karena bapak kami orang Islam. Kami waktoe itoe orang Islam hanjalah namanja sadja, lain tiada. Allah bagi kami ketika itoe hanjalah soeatoe panggilan, sepatah kata, seboeah boenji jang tiada berarti................Begitoelah hidoep kami sampai kepada soeatoe masa jang pikiran kami djadi beroebah.

Pada hari Toehan jang telah lama, telah bertahoen-tahoen, jang kami tjintaï dihati kami, sekaranglah baroe kami dapat. Demikianlah lamanja dan sekianlah djaoehnja kami telah mentjahari. Dahoeloe kami ta' tahoe, jang Ia didekat kami, selaloe Ia ada dikeliling dan disisi kami. Ia ada didalam toeboeh kami.

Siapakah orang jang menoendjoekkannja kepada kami? Betoel telah lama terasa-rasa dihati kami, tetapi orang jang menoendjoekkan Toehan kepada kami, jang telah sekian lama kami mentjahari itoe ialah Nellie van Kol. Dan siapakah orang jang membimbing kami dan menoendjoekkan djalan kepadanja, ialah iboe kami sendiri.

Betapalah doengoe dan bebalnja kami ini, tiada mengetahoei hal itoe telah sekian lamanja, bahwa dekat kami adalah goenoeng mestika jang tiada kami lihat dan kami ketahoei.

Bodoh, keras kepala dan mémang tinggi hatilah kami ini.

O, ta' dapatlah engkau pikirkan betapa besar hati iboekoe melihat kami dengan peroebahan ini, dan sekalian orang toea disinipoen toeroetlah poela bersoekatjita. Ta' ada sepatah kata jang keloear dari moeloet meréka itoe lagi, jang memarahi kami, dan djikalau kami menjesal dan menjalahi diri sendiri, karena boedi pekerti kami jang sombong dan bodoh itoe, maka merékapoen berkatalah dengan lemah lemboet serta memboedjoek dan mema'afkan kami: „Baroelah sekarang Toehan berkehendak memboeka hatimoe, dan haroeslah engkau mengoetjap sjoekoer atas pemberiannja jang moelia itoe!"

O, ta' dapatlah saja mengatakan kepadamoe betapa tawakkal dan senang hati kami sekarang, betapa sjoekoer dan terima kasihnja, dan bagaimana poela aman dan sentosa perasaan kami, karena kami telah mendapatnja, dan sebab kami telah mengetahoeinja. Kami merasa sekarang, bahwa selaloe adalah rasanja orang dekat kami dan jang mendjaga kami. Toehanlah djoea jang akan membantoe dan memboedjoek kami,

Ruang kerja kartini 305.jpg

BILIK KERDJA RADÉN ADJENG KARTINI.

265

dan ialah poela tempat kami berlindoeng didalam hidoep kami pada waktoe jang akan datang, itoelah perasaan kami.

17 Augustus 1902 (X).

Selamat pagi, lihatlah saudaramoe ini datang lagi kepadamoe akan berbintjang. Hari masih pagi, sedjoek dengan segarnja; saja doedoek sekarang disoedoet dekat djendéla, moedah boleh memandang kedalam keboen. Sekali lagi saja tjeriterakan kepadamoe keadaan kampoeng halaman kami roemah tangga kami doenia kami dan....... koeroengan kami!

Sekarang saja hoeboeng lagi perbintjangan kita jang kemarin. O, djatoehlah air matakoe melihatkan kegirangan hati orang toea-toea karena kami jang telah sesat didjalan ini, sekarang telah balik kembali kepada djalan jang benar. Adalah seorang toea disini telah memberikan kepada kami, karena kebesaran hatinja, satoe soesoenan kitab-kitab dan hikajat-hikajat tanah Djawa, jang ditoelis dengan hoeroef 'Arab. Toelisan itoe akan kami peladjari sekali lagi membatja dan menoelisnja. Engkau tahoe bahwa kitab-kitab Djawa amat soekar mendapatnja, karena kitab-kitab itoe ditoelis dengan tangan; amat sedikit sekali jang ditjétjak. Kami sekarang sedang membatja soeatoe sja'ir jang bagoes dan berisi pengadjaran jang baik-baik, terkarang dalam „bahasa boenga". Betapalah besar pengharapankoe, jang engkau pandai hendaknja berbahasa kami. O, betapa soeka hatikoe hendak meriangkan hatimoe bila engkau pandai membatja soerat tjeritera jang bagoes-bagoes itoe dalam bahasa' Djawa sendiri. Kalau diterdjemahkan tiadalah sebagoes asalnja lagi.

Adakah ingin hatimoe hendak beladjar bahasa Djawa? Betoel mempeladjari bahasa itoe soesah, tetapi bagoes! Itoelah soeatoe bahasa perasaan, jang penoeh dengan sja'ir....... dan tadjam. Kerap kali kami anak Djawa sendiri, tertjengang melïhat betapa tadjamnja kadang-kadang perkataan bangsa kami. Apa sadja jang engkau kehendaki dengan bahasanja bolehlah dapat diperboeatnja.

Tjobalah katakan oléhmoe apa-apa sadja atau toendjoekkan olehmoe sesoeatoe barang, maka orang Djawa jang 'arif bidjaksana, banjaklah kedapatan diantara orang Djawa jang sedjati, jang dapat dengan lekas mensja'irkan barang-barang itoe, sehingga tertjengang engkau mendengar betapa tadjam dan geli perkataannja. Sepandjang pikirankoe hal itoe ialah sifat bangsa Timoer. Sajang benar, ketika anoegerah Allah itoe toeroen kepada bangsa kami, saudara-saudara-

266

moe ini tertinggal dibelakang sadja. Djanganlah engkau menjangka bahwa saja hendak meminta poedjianmoe, karena sebenarnja demikianlah timbangankoe. Lihatlah kenjataannja: Oléh karena déwa-déwa itoe memandang kami seperti beranak tiri, hanja sedikitlah memberi kami kebidjaksanaan dan ketjerdikan itoe, tetapi oentoenglah datang déwa jang lain memberi kami dengan sepenoeh-penoehnja, hadiahnja jang bernama perasaan. Pada pikirankoe terbanjak benar ia memberikan perasaan itoe. Kami haroes memakai soenggóeh-soenggoeh dan mendjaga hati-hati kebadjikan itoe, soepaja djangan mendjadi kedjahatan. Perasaan tadjam mémanglah baik, tetapi terlampau tadjam ta' baik lagi. Engkau lama lambatnja, barangkali sekarang engkau telah mengetahoei, bahwa bagi saudara-saudaramoe ini amat banjak sekali soesah padanja menempoeh djalan pertengahan. Apalagi bagi orang jang djaoeh sekali dipinggir, pertengahan itoe sangatlah soekarnja akan dihampirinja. Saja mengatakan kesalahankoe ini dengan teroes terang, karena adalah permintaankoe dalamnja. Mengertikah engkau apa maksoedkoe itoe? Ja'ni: Tolonglah saja memerangi dan mengalahkan kesalahankoe, maoekah engkau? maoekah engkau menoendjoekkan kepada sau­dara-saudaramoe mana-mana,hal jang ta' baik itoe? maoekah engkau? maoekah engkau melakoekan seperti jang telah kami sangka, benar-benar seperti perboeatan seorang saudara, atau perboeatan seorang sahabat kami jang toeloes dan ichlas?

Masih teringatkah oléhmoe boenji soeratmoe pada boelan Januari, jang memperkatakan tentang boenji-boenjian, ahli-ahli kepandaian dan meréka jang berperasaan haloes? Dalam hal itoelah sahabat kami, seorang ahli pikiran jang pandai sja'ir, telah mengadjar kami dengan haloesnja. Engkau tentoelah segera akan mengetahoei, djikalau sekiranja engkau bertjampoer-tjampoer tiap-tiap hari dengan kami, bahwa pengadjaran itoe soenggoeh-soenggoeh kami pegang tegoeh, kami genggam erat. Dan ketahoeilah oléhmoe, bahwa doekatjita tidaklah memerintah kami, melainkan ialah dibawah perintah kami. Mentjcengkil-tjoengkil kesakitan dalam hati itoe artinja: mentjari doekatjita sendiri. Kewadjiban kita ialah ,dengan sekoeasa-koeasa badan, wadjib mentjoba soepa­ja kita selaloe lebih koeat dan perkasa dari pada kedoekaan hati itoe, soepaja kedoekaan itoe boléh bekerdja dibawah pe­rintah kita, akan meninggikan daradjat kita!.....

Setelah beberapa hari lamanja hoedjan toeroen disini, kami pergi melihat keboen boenga-boengaan kami, jang telah binasa oléh hoedjan lebat. Disana kami lihatlah pohon boenga-boengaan jang binasa itoe, penoeh dengan toenas-toenas jang hidjau. Habis hari berganti hari..... pohon-pohon boenga

267

ros kami penoeh poela dengan daoen dan koentoemnja jang sangat haroem baoenja. Hoedjan, ja, hoedjanlah jang perloe baginja, supaja boenha-boengaan itoe boleh mendjadi sebagoes itoe. Hoedjan, ja, hoedjanlah poela jang bergoena oentoek tjita-tjita hati kami, soepaja boleh toemboeh dan berboenga.

Sekarang tahoelah kami. Air mata kami jang tertjoetjoer sekarang ialah bergoena oentoek menghidoepkan bidji soekatjita, jang toemboeh dengan soeboer pada waktoe jang akan datang.

Djanganlan teraba-raba, djanganlah menjesal-njesal, djanganlah menjoempah-njoempah, djikalau sekiranja engkau didatangi oleh kedoekaan, karena kedoekaan itoe perloe poela hidoep diatas doenia, akan melakoekan kewadjibannja. Izinkanlah kedoekaan itoe dengan ichlas hatimoe meninggikan daradjatmoe, sekalian itoe boléhlah dikerdjakannja, kalau eng­kau berhati baik. Benarlah kata boediman: „Api jang membersihkan emas, api itoe lah poela jang menghantjoerkan kajoe sehingga mendjadi aboe."

Sekarang haroes saja mentjeriterakan kepadamoe bagaimana djalannja kami berkenalan dengan Nellie van Kol. Barangali engkau soedah membatja dalam soerat kabar tentang hal itoe Apa jang akan saja tjeriterakan kepadamoe ini, ialah akan mendjadi tambahan sadja kepadamoe: Pada pertengahan boelan April toean van Kol menoempang semalam diróemah kami. Seorang perempoean Belanda, jang menjoekaï benar akan tjita-tjita saudaramoe ini, menjoeroeh toean itoe pergi kemari, akan memperbintjangkan tjita-tjita itoe. Itoelah asalnja pertemoean kami dengan toean van Kol, dan pertemoean itoe membesarkan hati kami, ta' dapat kami katakan.

Jang sebenarnja ia telah lebih dahoeloe menarik hati kami karena mengingatkan boedinja oentoek tanah Djawa dan bangsa Djawa: tetapi karena perdjoempaan itoe lebih koekoehah ia dalam kehormatan kami, bertempat dihati kami. Betoel besarlah hati ketika bertemoe dengan orang jang tinggi martabat itoe. O, senang, senang sekali hatikoe. Sesoenggoehnjalah soeatoe kedjadian jang ta' akan hilang dari kenang-kenangan kami, ketika kami bertemoe dengan orang-orang toeamoe jang penjajang itoe. Tahoekah engkau bahwa sedjak itoelah moelai peroebahan dalam hidoep kami? Pertemoean itoe membangoenkan kami, menjoeroeh hidoep dengan sebenarnja; dahoeloe dari pada itoe hidoep kami tinggal dimana sadja, jang sebenarnja kami masih tidoer, tidoer njenjak dan bermimpi. Sekarang hidoeplah kami berperang dan berkelahi, berharap dan berpoetoes asa, menanggoeng dan bersoekatjita, menangis dan bersorak sorai; itoelah artinja hidoep jang sebenar hidoep! Kami telah merasai betapa enaknja menaiki poentjak goenoeng

268

kesoekaan dan mentjoba betapa pahitnja setelah menoeroeni lembah kedoekaan. Sekalian itoe tentoelah telah engkau dengar dari pada iboemoe. Saja sekarang berbesar hati, karena saja masih hidoep.

Dari iboemoe saja tahoe, bahwa engkau soeka benar akan maksoed tjita-tjita kami. Engkaupoen sendiri (telah mengatakan djoega hal itoe kepada kami. Tentoelah engkau akan ber­besar hati poela mendengar, bahwa adalah lagi meréka, tiadalah sebarang orang sadja, tetapi meréka jang tinggi martabatnja, poen soeka benar akan kemaoean kami itoe. Meréka itoe, ialah toean van Kol dan isterinja.

Kepada toean van Kol kami tjeriterakanlah sekaliannja, dan kami minta soepaja ia soeka mengoeroeskan hal kami itoe, sebab itoelah maka ia datang kemari dan iapoen telah berdjandji, bahwa ia dengan segala kekoeatannja akan memban­toe maksoed kami, betoel seperti ajahmoe hendak membantoe kami poela.

Tidakkah besar hatimoe mendengarnja bahwa hal-hal saudara-saudaramoe ini akan dioeroeskan nanti oléh seorang jang bidjaksana dinegeri Belanda dalam persidangan negeri? Se­kalian jang dapat diperboeatnja akan dikerdjakannja hendak menolong saudara-saudaramoe ini, soepaja tjita-tjitanja dapat disampaikannja. Ketika kami bertjakap-tjakap dengan dia tentang tjita-tjita hati kami itoe selaloe ia meminta, agar saja hendaklah lekas berkirim soerat kepada isterinja. Isterinjalah jang dapat memberi kami nasihat. Mendengar hal itoe hatikoepoen bertjaboellah dengan kegirangan. Betapa kasih serta hormatnja ia memperkatakan dan memoeliakan is­terinja itoe, jang menoendjoekinja dan memberinja nasihat boekan boeatan. Tetapi lekaslah saja ma'loem, bahwa ialah bangsa laki-laki jang sebenarnja..... dan boekanlah sebarang laki-laki...... jang berkata sedemikian terhadap kepada perempoean. Bagi kami sa'at-sa'at jang demikian itoelah waktoe kami bersoeka raja namanja. Laki-laki jang seperti itoe tentoelah banjak lagi, ja'ni laki-laki jang maoe memandang perempoean tinggi dan menghormatinja karena ia perempoean.

Tiadalah saja toenggoe lagi memboeat itoe. Sesoedah toean van Kol berangkat, maka saja toelislah soerat itoe. Ta' tahoe saja entah apa, entah bagaimana perasaankoe waktoe menoelis soerat itoe, tetapi jang saja tahoe hanjalah saja ta' ada berperasaan seperti kepada orang asing, pada hal beloem pernah saja berkenalan ketika berhadapan dengan dia dan ketika berkata-kata menoelis soerat itoe; dan begitoelah poela perasaankoe ketika bertjakap-tjakap dengan soeaminja. Ketika menoelis soerat itoe, maka njonja itoe koesangkakan se-

269

bagai iboekoe; dengan tiada berpikir pandjang, koetjoerahkanlah sekalian jang terasa dalam hatikoe. Kepada soeaminja ta' heranlah jang saja ta' oesah maloe-maloe mengabarkan sekalian halkoe itoe, karena ia sangat peramah dan baik hati, sebagian djuga menerina bitjara kami selaloe dengan girang hati. Soenggoeh seperti bapaklah lakoenja bagi kami. Besar hatikoe sebab saja telah menoeroetkan hatikoe dengan lekas berkirim soerat kepada njonja van Kol. Kamipoen dengan lekas poela mendapat soerat dari padanja dan betapa bagoes boenji soerat itoe! Kami merasa boekan boeatan kajanja kami dengan sekian banjaknja kesoekaan hati jang ditoempahkannja bagi kami itoe. Toehan telah memberi kami lagi seorang sahabat-hati, dan sahabat itoelah poela jang mengadjar kami pergi mentjahari Toehan jang esa sampai bertemoe. Ta' dapat saja terangkan kepadamoe betapa besarnja oentoeng kami ini! Kami ta' maoe bersoeka raja atas oentoeng kami, jang kami telah beroebah mendjadi baik ini, tetapi kami, sengadja diam-diam dengan hati jang tawakkal mengoetjap sjoekoer kepada Allah tentang sekalian jang telah kami peroleh itoe. Dalam beberapa hari ini kami telah menerima lagi sepoetjoek soerat dari Nellie, berisi bermacam-macam boeah pikiran jang bagoes dan moelia. Seperti soeatoe soengai mengalirlah kesoetjian hati dari toeboehnja. Itoelah anoegerah Toehan kepada kami bertemoe de­ngan seorang perempoean jang soetji hati, lagi tinggi martabatnja. Ia berkata: „Baharoelah kita boléh bernama sahabat manoesia jang berhati toeloes, djika kita menolong mereka itoe dengan tiada lebih dahoeloe mentjahari bantoean orang lain, hanja bantoean itoe kita tjahari teroetama pada badan kita sendiri dan pada Toehan kita." Kami banjak meminta terima kasih akan perkataannja itoe. Kata itoe lebih harganja kepada kami dari pada sekalian nasihat, jang telah dilimpahkannja oentoek kami, ataoepoen jang akan datang. Apa janh dikeloearkannjua dari hatinja dan janh diberikannja kepada kami, itoelah „kasih" jang keloear dari hatinja, dari hati ketjilnja. Sekarang ia berkata lagi: Orang jang sebaik-baiknja dan jang berhati pengasih dan penjajang, meréka itoelah poela manusia jang lemah dan moedah bersalah. Serahkanlah dirimoe kepada Toehan. Ialah jang akan menjemboehkan loeka hatimoe dan jang akan menghapoeskan air matamoe."

Pada soeatoe hari, ketika saja sedang menoelis soerat ini adalah saja mendapat kedoekaan jang boléh meremoekkan hati dan memoetoeskan harap, djika sekiranja kami beloem berkenalan dengan Nellie. Tetapi sekarang tiadalah lagi kami mentjari penghiboeran hati pada manoesia, melainkan kami

270

bergantoenglah dengan sekoeat-koeatnja pada tangan Allah. Oléh sebab itoelah gelap goelita mendjadi terang dan topan halilintar mendjadi reda.

Kami ta' takoet, sesoenggoehnja kami ta' takoet, kemana sadja kami pergi, selaloelah ada Toehan jang mendjagaï kami, melihatkan kami dan membimbing kami dengan kasih sajang.

Apakah goenanja kami mengindahkan manoesia, kalau kami telah mengetahoei akan Toehan kami? Sekalian itoe pekerdjaannja dan telah ditakdirkannja lebih dahoeloe apa jang kami perboeat. Ialah jang akan memberi kekoeatan oentoek mengerdjakan kerdja itoe.

Kami soedi memberikan sekalian apa jang ada pada kami, dan soeka memberikan diri kami sendiri, demikianpoen menerima: kesedihan jang meloekakan hati. Air mata dan darah pastilah akan bertjoetjoeran dengan banjaknja, tetapi ta' mengapa; sekalian itoe ialah akan membawa kami ketempat kemenangan. Ta' ada terang tjoeatja jang tiada didahoeloei oléh gelap goelta. Habis malam baharoelah fadjar menjingsing.

Sekarang tahoelah kami akan Toehan, dan hidoep kami poen serasa bertambah bagoes, hadjat kami bertambah bagoes dan bertambah baik. Allah telah memberi berkat sekalian itoe!

Bagaimana pikiranmoe tentang sekalian hal itoe, Edie? Hanja seboeah jang koeketahoei benar, ialah: engkau berhati besar mendengar hal keadaan saudara-saudaramoe demikian itoe.

Sekarang saja hendak bertjakap-tjakap dengan engkau sebentar, soedah itoe haroeslah soerat ini berdjalan. Kalau tidak, lama benar ia tertahan dan lagi ia telah terlaloe pandjang. Barangkali djoega soerat ini nanti mendjemoekan engkau. Katakanlah teroes terang kepadakoe! Berhati loeroes itoelah hendaknja sendi persahabatan kita. Djanganlah engkau maloe mengatakan apa-apa jang terasa dihatimoe, asal ada bergoena bagikoe, meskipoen hal itoe menjedihkan hatikoe. Maoekah engkau sedemikian, saudarakoe? Makin bertambahlah hormatkoe kepadamoe, djikalau engkau mengaboelkan itoe.

Kepadamoe tidalah kami akan bersjak hati, bahwa engkau soeka dan akan membiarkan sadja, orang-orang koeli jang dibawah perintahmoe dipoekoel dan diteradjangi. Sajapoen ta' soeka melihat orang dipoekoel itoe. Piloe hatikoe boekan boeatan melihat sipat binatang jang ada dalam hati manoesia, sipat jang telah menarik hati manoesia itoe beroebah mendjadi binatang jang boeas dan ganas menghinakan kehormatan ma­noesia itoe.

Kami ta' mengerti adalah manoesia, ja, ada poela perempoean-perempoean jang soeka sekali pergi melihat orang di-

271

hoekoem siksa. Heran benar, ta' ada berhati manoesia jang sedemikian dalam pemandangan kami. Engkaupoen tahoe poela, bahwa orang-orang rantai jang lari, biasanja dihoekoem poekoel dengan rotan. Sesoenggoehnja orang jang tiada berhati manoesialah jang soeka melakoekan pekerdjaan memoekoel itoe. Rendah dan hinalah, kalau orang Djawa jang melakoekan kerdja itoe, dan bertambahlah, rendah dan hinanja, kalau orang Eropah jang soeka berboeat demikian.

Saja telah melihat betapa seorang Eropah, boekannja orang bodoh, tetapi terpeladjar, telah memoekoel móela-moela seorang anak ketjil kemoedian seorang perempoean dan seorang anak gadis ketjil pada soeatoe peralatan, karena mereka itoe ta' lekas melapangkan djalan oentoek „toean besar" itoe. Saja menggertakkan gigikoe melihat hal itoe, soepaja djangan keloear soearakoe; tiap-tiap ia memaloe itoe diirisnjalah rasanja hatikoe dengan sembiloe. O, sangatlah pedihnja!

Tiadalah karena ngeri badankoe melihat orang diredjam demikian, tetapi amat pitoe hatikoe melihat kehinaan perboeatan itoe, baik oentoek orang jang dipukul, baik oentoek jang memoekoel. Hoekoeman siksa itoe tiadalah membaiki, hanja memboesoeki; demikian kejakinan kami.

Oleh karena itoe anak-anak pegawai ditanah ini, radén mas atau raden adjeng dan sebagainja jang mengatakan dirinja ialah machloek berpangkat tinggi dan berhak soepaja dihormati seperti déwa-déwa oléh anak negeri, telah kerap kalilah kami melihat sampai medjemoekan kami. Perboeatan jang demikian selaloe meremoekkan hati dan memanaskan darah kami. Melihat orang berboeat demikian kamipoen diam. ta' bergerak dan ta' pandai berkata atau tertawa. Kemarahan dan iba hatilah jang menoetoep moeloet kami itoe. Seorang kenalan kami tahoelah akan perasaan kami itoe, laloe berkatalah ia: "Kami haroes berboeat demikian, kalau tidak bagaimanakah kami jang hanja berpoeloeh-poeloeh orang ini dapat mendjaga keamanan dan kesentosaan meréka jang beriboe-riboe banjaknja itoe? Telah lamalah kami lari dioesir oleh mereka itoe dan dilemparkannja kelaoet, kalau sekiranja mereka itoe tidak takoet kepada kami."

Menoeroet perintah karena takoet! Apabilakah poela waktoenja akan datang, soepaja orang akan menoeroet perintah karena Toehan, ja'ni soepaja kasih sajang sesama manoesia, dapat masoek kedalam hati manoesia jang berdjoeta-djoeta banjaknja itoe? Telah seriboe sembilan ratoes doea tahoen peladjaran kasih sajang itoe telah diadjarkan, dan berapa riboe tahoen lagikah maka kasih sajang itoe boléh tersimpan dalam hati orang banjak mendjadi haknja?

Iboemoe sama sekali tahoe akan hal hidoep kami; soedahkah ditjeriterakannja kepadamoe hal keadaan kami, ketika kami masih ketjil, selaloe dalam sengsara, karena diperintahi oléh saudara-saudara kami laki-laki dan perempoean, jang berkelakoean seperti radja-radja jang lalim?

Bagi kami telah di'adatkan bahwa orang moeda haroes menoeroet sekalian perintah orang jang toea. Saudara Kartini jang sedjak ketjil telah mengehendaki kebébasannja dan merdéka, ta' soeka diperboeat sedemikian. Kesoedahannja tentoelah saja selaloe berbantah dengan kakak-kakakkoe laki-laki dan perempoean, karena saja ta' maoe menoeroet perintah meréka jang sekehendak hatinja sadja itoe. Saja maoe mengerdjakan perintah itoe, bila menoeroet pertimbangankoe perintah itoe 'adil dan baik. Demikianlah halkoe tatkala saja seorang anak ketjil jang masih ber'oemoer 12 tahoen, senantiasa berdiri dimoeka satoe pasoekan moesoeh. Ketika itoepoen Toehan tiadalah melepaskan saja. Ialah jang menolong mempertahankan saja waktoe jang soekar itoe. Banjaklah air mata jang memiloekan hati, jang telah kami tjoetjoerkan ke­tika ketjil. Tahoekah engkau siapa sahabat kami waktoe itoe jang selaloe membantoe dan menolong kami? Kartono, tetapi ia biasanja ta' adalah diroemah, ia tinggal di Semarang. Persahabatan kami itoe telah lama. sedjak kami masih ketjil. Semendjak saudarakoe perempoean jang soeloeng telah dikawinkan, dan saudarakoe laki-laki jang tertoea pergi dari sini, beroebahlah hal keadaan hidoep kami. Tjita-tjita kami masing-masing: „Kemerdékaan, sama rata, sama rasa dan persaudaraan!" Kami soeka dikasihi dan disajangi, tetapi tidak ditakoeti oléh saudara-saudara kami jang lebih moeda.

Tiadalah saja hendak meninggikan diri apabila saja berkata, bahwa saudara-saudara kami jang ketjil lebih soeka bertjampoer gaoel dengan kami dari pada dengan orang lain. Dalam pertjampoeran kami selaloe ada atoeran dan perbandingan, ta' ada ketakoetan. Kasih dan sajang mendjadi tali jang koeat memperhoeboengkan kami sekalian. Berapalah banjaknja kami mendapat kesoekaan dan keriangan dari saudara-saudara kami jang ketjil itoe! Banjak kami diadjarnja. Demikian djoega meréka jang telah bertahoen-tahoen menjiksa kami itoe, ketika masih ketjilpoen djadi goeroe kami. Meréka itoelah jang mengadjar kami, bagaimana kami wadjib bekerdja, ja'ni tidak seperti meréka itoe. Itoelah lagi soeatoe keterangan jang menjatakan, bahwa kesengsaraan dan kesedihan hati perloe ada diatas doenia.

Meréka jang dahoeloe keras membantahi dan memerangi kami, sekarang datanglah kepada kami dengan kasih dan persahabatan jang baik. Sekalian hal itoe tiadalah ditoendjoekkan meréka itoe dengan kata-kata, melainkan dengan perboeatan-

273

nja. Tiap-tiap soerat iparkoe jang perempoean datang, selaloe ia meminta soepaja kami datang kepadanja, dan selaloe berkata, bahwa kalau kami datang, memberi kebadjikan kepada roemah dan ahlinja. Allah kaja, Allah mahakoeasa!

Bolehkah kiranja tjeritera hidoep kami jang pendek itoe didjadikan poela mendjadi tjeritera hidoep doea bangsa, ja'ni bangsa Djawa dan bangsa Belanda? Adakah akan termakan oléh hati kita, bahwa Djawa dan Belanda akan hormat-menghormati dan kasih-mengasihi kelak?

Bagaimana memperboeatnja soepaja kami sampai kepada kesengangan itoe dan apa jang telah kami perboeat oentoek keadaan itoe ta' tahoelah kami. Telah atjap kali orang bertanjakan hal itoe kepada kami. Hanjalah jang kami tahoe bahwa kami mempoenjaï kasih dalam hati kami amat banjak. Itoelah rahsia sekalian hal itoe pada perasaankoe.

Dengan girang hati kami berharap soepaja banjaklah lagi hendaknja soerat-soerat dari Sawah Loento jang akan pergi ke Djapara. Kabarkanlah sekalian hal kepada kami, tjeriterakanlah sekaliannja, baikpoen tentang kerdja, hidoepmoe dan doenia disana.

Sajang! perkakas porterét itoe kesoekaan jang mahal harganja. Kalau tidak, soekabenar kami memboeat porterét-porterét Djawa jang bagoes-bagoes dan gandjil-gandjil. Kami anak negeri sendiri boleh pergi kemana-mana melihat keadaan bangsa kami: ketempat itoe, kemana bangsamoe ta' boleh pergi, kami boléhlah pergi kesana.

*

* *

20 Augustus 1902 (VII).

Kami kedatangan djamoe dari Betawi, meréka soenggoeh-soenggoeh mentjintaï kepandaian bangsa kami dan meréka itoe maoe dan sanggoep memadjoekan kepandaian itoe. Sekaliannja ialah anggota-anggota pegoeroes „Oost en West” di Hindia, jang hendak memboeka seboeah kedai barang-barang hasil kepandaian dan pertoekangan bangsa Boemipoetrera oentoek keramaian Sint Nicolaas jang akan datang ini. Meréka itoe soeka benar, soepaja hasil kepandaian dan pertoekangan dari Djapara banjak tersedia disana.

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.

18

274

Akan mengoeroeskan pekerdjaan itoe telah terserah kepada kami dan kamipoen amat soeka mengerdjakannja, itoelah sebabnja maka saja ta' dapat lebih dahoeloe dari ini akan bertjakap-tjakap sekali lagi dengan sahabat kami di Princenhage. Soeami toean tentoelah akan bertjeritera nanti betapa tingginja pertoekangan oekir-mengoekir dan kepandaian bertenoen disini. Besarlah kesoekaan hati kami, kalau kami dapat memberi tahoekan kepada orang banjak akan kepandaian bangsa kami.

Mendjadi penolong seperti itoe ialah soeatoe kebadjikan ke­pada kami, sebab dengan hal jang demikian dapatlah kami menoendjoekkan djalan kedoenia jang baroe oentoek melakoekan kepandaian jang keloear dari hati anak Boemipoetera, ja'ni kepandaian jang menjoeroeh orang ta'adjoeb dan menghormati toekangnja jang hina, orang Djawa, jang hampir ta' dihargaï oléh sesama manoesia.

Kalau kita melihat barang jang indah-indah itoe, dan kemoedian dilihat poela toekang jang memboeatnja jang amat hina itoe, demikianpoen perkakasnja jang amat sedikit itoe. tentoelah kita akan ta'adjoeb dan menghormati akan kepandaiannja itoe, dan datanglah poela perasaan bagi kita, bahwa toekang itoe ialah toekang jang sebenar-benarnja pandai. Pada soeatoe kali ketika kami tertjengang melihat kepandaiannja itoe, maka bertanjalah kami: „Hai toekang, dari manakah engkau ambil sekalian jang bagoes-bagoes itoe?" Matanja jang tadinja melihat kebawah itoe dipandangkannja sebentar kepada kami dan moeloetnjapoen tersenjoem, laloe mendjawab dengan moedahnja: „Dari hatikoe, bendoro!"

Betapa besar hati kami mendengar djawabnja itoe, dan be­tapa poela bentji kami akan diri kami, sebab kami waktoe itoe doedoek diserambi, tetapi ia doedoek ditanah berdjongkok dimoeka kami, menghinakan dirinja, sedang martabatnja seratoes kali lebih tinggi dari pada kami.

Mengapa? Apakah sebabnja? Karena kami dengan tiada disengadjanja lahir kedoenia mendjadi anak seorang bapak jang berkoeasa dan berpangkat tinggi. O, betapakah boeroeknja hal itoe! .........................................................................................................

Sjoekoerlah! oesaha toean serta kawan-kawan toean jang lain, tentang keperloean jang penting itoe telah memboekakan mata negeri Belanda, ja'ni tentang pendidikan: pembatjaan oentoek anak-anak.

Beroentoenglah tanah Belanda sebab mempoenjaï kekoeasaan jang moelia sebagai toean-toean jang bekerdja dengan hati-hati itoe memperbaiki hati dan pikiran anak-anak Belanda. Dalam hal jang demikian beroentoeng benar anak Belanda kalau dibandingkan dengan anak Djawa jang tiada mempoe­njaï seboeah djoeapoen kitab pembatjaan, lain dari pada kitab-

275

kitab pengadjaran disekolah. Seorang toean jang ada bermaksoed dan ada poela berkoeasa oentoek membaiki pendidikan anak-anak Boemipoetera, telah meroendingkan pada soeatoe kali tentang hal itoe, jaitoe telah beberapa tahoen jang soedah, tetapi sekarang ta' adalah kami mendengar sedikit djoeapoen lagi tentang hal itoe.

Kami masih ketjil ketika seorang inspekteur sekolah anak Boemipoetera meminta, soepaja kami karangkan tjeritera-tjeritera ketjil tentang hidoep anak-anak oentoek anak-anak Boemipoetera, dan karang-karangan itoe akan diberi bergambar-gambar, dan akan ditjetaklah dengan gambar itoe sekali. Ketika kami tengah menoelis karang-karangan itoe, tiadalah kami menjangka-njangka sedikit djoeapoen, bahwa adalah nanti seorang djoeara perempoean, penebas djalan dinegeri Belanda, jang memberi anak-anak disana kitab pembatjaan oentoek pendidikan, akan meminta kepada kami, soepaja kami soedi menolong bekerdja memboeat mahligai pendidikan jang bermenara indah-indah dan tinggi, mentjapai oedara jang soetji, serta diberi berdjendela jang bertjerminkan katja sedjati banjak-banjak, tempat memandang kepada segala pendjoeroe 'alam............... jang diperboeatnja oentoek kekasihnja: boedak-boedak ketjil jang nanti akan mendjadi orang-orang besar pada waktoe jang akan datang! Kami meminta kepada Toehan, moga-moga biarpoen sedikit dapatlah kami menolong kerdja jang moelia itoe.

Kami sekarang masih mengoempoelkan dongeng-dongeng, tjeritera-tjeritera, permainan, dan pantoen-pantoen jang dimaksoedi itoe. Pada pikirankoe, ta' moedah bagi kami akan menoelis lagoe dongeng-dongeng itoe dengan toelisan moesik. Pertama: karena kami, soenggoehpoen soeka benar akan moesik, tiadalah pernah mempeladjarinja. Tetapi hal itoe ta' mengapa, karena dapatlah djoega di'akali. Kesoesahan jang terbesar ialah karena toeroen naik lagoe pada bangsa kami ta' sama dengan toeroen naik lagoe pada bangsa toean, dan dalam hal itoe adalah poela beberapa boenji jang ta' ada dalam moesik Eropah.

Pada pekan jang laloe kami bertjakap-tjakap dengan seorang Eropah, jang telah 20 tahoen mengoempoelkan bermatjam-matjam hasil kepandaian anak Boemipoetera, pantoen-pantoen dan lagoe-lagoe, semoeanja disimpan oleh toean itoe. Poen maksoednja hendak mengambil beberapa lagoe Djawa, lagoe gamelan akan penambah koempoealannja itoe, tetapi sekarang beloemlah dapat ia menoeliskan lagoe itoe barang seboeah djoeapoen, dengan toelisan moesik, oleh karena kesoesahan jang terseboet itoe. Lagoe-lgoe gamelan itoe memanglah amat soesah, tetapi lagoe-lagoe njanjian anak-anak

276

amat moedah. Adalah berapa boeah njanjian anak-anak, jang telah kami tjoba melagoekannja dipiano, hal itoe dapat dilakoekan; sekaliannja berboenji tinggi dan rendah.

Roepanja adalah talipon jang ta' kelihatan, terentang dan „Lali Djiwa" kemari, jang selaloe dipergoenakan oléh toeboehkoe jang tiada kelihatan poela. Karena kalau sekiranja ta' begitoe halnja, ta' mengertilah kami, apa sebabnja ada beberapa pasal isi soerat njonja telah kami pikirkan, telah kami perbintjangkan, ja, telah kami toeliskan poela sewaktoe toean menoelis soerat-soerat itoe. Dalam soeratkoe jang bersaboeng dengan soerat toean, dapatlah njonja membatja djawaban dalam beberapa hal jang telah njonja tanjakan itoe. Demikiainpoen pikiran toean tentang lagoe-lagoe, permainan dan dongéng-dongéng jang njonja minta kirimkan itoe telah poela kami perbintjangkan sebeloem kami menerimia soerat toean. Soenggoeh sajang sekali, kalau ta' dapat ditoeliskan dengan toelisan moesik, karena njanjian itoelah jang membagoeskan permainan dan dongéng-dongéng itoe. Ketika kami masih anak-anak, kami ta' soeka kalau toekang kabar jang bertjeritera itoe tidak bernjanji sedang berkabar, sebab demikianlah galibnja.

Beberapa hari jang laloe, kami telah berbantah tentang keperloean kitab-kitab. Lawan kami mengatakan, bahwa sekalian itoe ta' berharga: tjita-tjita dan sja'ir semoeanja pekerdjaan orang gila, kitab-kitab itoe ta' ada sedoeit harganja, sama sekali ta' ada paédahnja.
Berapa besar hati kami ketika ésok harinja kami membatja didalam soerat kabar „Amsterdammer" seboeah karangan njonja tentang keperloean kitab-kitab itoe.

Kami orang jang bodoh, masih doengoe, dalam timbang-menimbang beloem pandai; tetapi sekarang seorang ahli dalam hal itoelah jang mengatakan.

Orang lawan kami itoe betoel gandjil, sebab itoelah maka soeka benar kami memperhatikannja dan mendengar pertimbangannja tentang hal itoe. Ia seorang jang banjak bersipat baik, tetapi hatinja terlampau lemah. Padanja makin teranglah bagi kami, apa jang perloe sekali dimadjoekan oentoek pendidikan anak-anak: „kemaoean hati". Kalau ta' ada kemaoean hati itoe, sekalian sipat-sipat jang baik itoe ta' berapa atau ta' ada harganja.

O, ta' dapat saja katakan kepada toean, betapa terima kasih kami kepada toean, jang telah menoendjoekkan kepada kami djalan kepadang kesenangan jang sebenar-benarnja, kepadang kemerdékaan jang moelia kepada Toehan jang mahakoeasa.

Siapa jang sebenar-benarnja mengerdjakan soeroeh Allah,

277

ialah jang bebas, ta' dapat ditawan orang. Meminta bantoe kepada manoesia, artinja menawankan diri kepada manoesia.
Berapalah bagoesnja dan berapalah tingginja pengadjaran jang njonja toendjoekkan kepada kami itoe. Kesenangan jang sebenar-benarnja, dimanakah tempatnja?

Ia ta' djaoeh, tetapi terlampau soesah mentjapainja; ta' dapat orang pergi kesana dengan tram, dengan keréta api, atau dengan kapal, dan oeang emaspoen ta' dapat membawa kita kesana. Bajaran perdjalanan kesana amat mahal, ja'ni: air mata, darah dihati dan insaf mengenal diri. Dimana dia ditjari?

Dibadan sendiri. Banjak benda boléh didapat didoenia ini, jang membesarkan hati dan menjoekakan kita, jang telah sekian lamanja kita tjahari, jang bernama: kesenangan. Tetapi tiap-tiap kali mendapat jang bernama kesenangan itoe, sekian kalilah poela kita merasaï kesedihan, sebab jang kita peroléh itoe tidaklah jang sebenar-benarnja.
Kesenangan jang sebenarnja, kesenangan jang selaloe tinggal kekal, bertempat dalam toeboeh dan bernama „kesenangan hati." Itoe telah lama saja rasaï dan njonjalah poela jang mengadjar saja menjeboet nama itoe.

Allah itoe ta' maoe kelintasan, kata orang. Ia ta' soeka kalau orang menjembah allah-allah jang lain dari padanja, dan dihoekoemnjalah meréka jang memboeat-boeat dan menghormati allah-allah itoe seperti Allah jang mahatinggi, dengan kekesalan dan kesedihan jang amat sangat.

Poen adalah kami bertemoe dengan soeatoe kalimat jang isinja do'a kasih sajang, boenjinja: „Tiadalah engkau boléh ber(mempoenjaï) allah-allah, jang lain dari padakoe." Tidalah boeh lagi dima'loemi dalam kalimat itoe, bahwa manoesia itoe tinggal manoesia djoega,................. ja'ni machloek jang moedah bersalah.............

Sesoenggoehnja djika sekiranja dapat orang mema'loemi maksoed kalimat itoe dengan sebaik-baiknja, berapalah bagoesnja. Tentoelah banjak kedoekaan jang akan terdjaoeh dari pada meréka itoe!

Benar djoegalah bahwa banjak poela hal jang menjoeroeh kami senantiasa berinsaf diri, tetapi tiadalah kami hendak meloepakan, bahwa njonjalah jang telah memasang pelita dihati kami.

Boendakoe amat berbesar hati dan meminta sjoekoer akan peroebahan, jang telah terdjadi dihati kami. Ia amat ingin hendak bertemoe dengan njonja akan mengoetjapkan sendiri terima kasih atas kebadjikan jang telah toean perboeat oentoek anak-anaknja ini: „memboekakan hati kami akan Toehan jang pengasih dan penjajang itoe!"

278

Apakah sebabnja maka kami dahoeloe masoek bahagian meréka jang ta' pertjaja akan Toehan?

Karena amat banjak kami melihat hal jang hina, jang diboengkoes bagoes-bagoes dengan sjarat-sjarat agama. O, tambahnja lagi dengki chianat dalam hati meréka itoe satoe dengan jang lain, sama-sama orang jang 'alim!

Kami ketika itoe masih anak-anak dan berapalah pandjangnja pikiran anak ketjil?

Ta' dapat kami mengetahoei dan mema'loemi, bahwa manoesialah kiranja, jang berboeat djahat sambil menjeboetnjeboet naraa Toehan, akan pelipoeti kedjahatan jang telah diperboeatnja. Ta' dapat kami mengetahoei, bahwa sekalian jang ada didoenia ini moela-moelanja bagoes, tetapi kemoedian oléh manoesia diboeroekkannjalah sekalian jang bagoes itoe.

Sedjak dahoeloe kami bertanja dan sekarangpoen kami bertanja djoega kepada siapa-siapapoen bagaimanakah peidjalanan hidoepmoe? Kami ta' maoe menanjakan, apakah agamamoe?

Kebaikan, itoelah dahoeloe jang mendjadi Toehan kami, dan selaloelah kami maoe memperhambakan diri kepadanja; sekarang kamipoen tahoelah poela: Kebaikan dan Tahoen esa adanja!

...............................................................................................

Sekarang kami sedang membatja seboeah sja'ir jang berisi nasihat jang bagoes-bagoes dalam bahasa boenga. Kata sja'ir ta' ada dalam bahasa kami, kami mengatakannja ba­hasa boenga, benarkah atau tidak? Adakah terkenang djoega oléh njonja malam-malam Hindia jang sedjoek dengan terangnja, djikalau sekaliannja telah hening belaka, ketjoeali jang terdengar hanjalah lesir-lesir dipoentjak kelapa, karena diemboes oléh angin jang mendajoe-dajoe, bersih dengan haroemnja, membawa baoe kemoening, baoe tjempaka dan melati jang amat semerbak? Tiadakah sekali-sekali njanji-njanji jang merindoekan hati datang mendjelang toean? Misalnja seperti njanji seorang Djawa jang berlagoe-lagoe diroemahnja oentoek isi roemahnja dan orang sebelah-menjebelah roemahnja, mentjeriterakan hal ihwal kasih sajang pahlawan jang gagah berani, bermatjam-matjam alat keramaian dan tentang perempoean dan laki-laki jang molék-molék, ber'ilmoe dan barkoeasa; perihal poetera-pcefera atau poeteri-poeteri pada masa poerbakala?

Sekalian kitab bangsa kami terkarang dalam sja'ir, dan membatjanja mestilah dilagoekan.

Waktoe jang menjenangkan hati, ialah djikalau orang Djawa telah pajah sesoedah bekerdja siang hari, pergilah ia meiepaskan lelalnja dengan bernjanji-njanji menghilangkan

279

sekalian kesoesahan hidoep, bernjanji mengenangkan waktoe poerbakala, waktoe jang amat permai itoe; sekalian itoelah jang dmjanjikannja seakan-akan ia membawa njawanja dan dirinja ketempat itoe. „Bangsa Djawa bangsa jang penoeh kenang-kenangan," kata seorang sahabatkoe jang masih moeda dengan sebenarnja. „Mémanglah sangat senangnja bermimpikan kajangan dalam tidoer jang berzaman-zaman lamanja."

Keadaan itoe benar; tetapi kami masih hidoep dan kami perloe hidoep, artinja kami wadjib bergerak, madjoe kemoeka!

Sahabat kami itoe berkata poela: „Soepaja sekaliannja soenggoeh-soenggoeh radjin bekerdja dan dengan sebenarnja mengeloearkan kekoeatannja, wadjiblah kami membangoenkan bangsamoe!"

Karena hal itoe banjaklah nanti kenang-kenangan jang bagoes-bagoes jang akan mendjadi hilang lenjap; dan boléhkah kami, karena menakoeti kehilangan itoe, menahan diri soepaia kami djadi bangoen?

Bermimpi énak, mimpi itoe bagoes, tetapi apakah goenanja kalau mimpi tinggal mimpi sadja? Kita haroes menambah kesenangan dan keindahan mimpi itoe, ja'ni mentjoba soepaja mimpi itoe mendjadi hal jang sebenarnja.

Amat banjak jang bagoes-bagoes pada bangsa Djawa! Karena toeanlah, maka dalam beberapa hari jang laloe ini, banjak kami mendengar bermatjam-matjam kebagoesan dari moeloet anak Boemipoetera. Jaïtoe sebab kami sekarang mengoempoelkan dongéng-dongéng itoe, djadi banjaklah kami bertemoe dengan beroepa-roepa orang bangsa kami, dan amatlah senang hati kami mendengarkan boeah pikiran meréka itoe.

Keterangan-keterangan meréka itoe selaloe ringkas, tetapi bahasanja amat bagoes, dan sangat memiloekan hati, karena kebenarannja dan kebidjaksanaannja.

Betapalah ingin hatikoe hendak mengirimkan kepada toean sekalian boeah pikiran jang bagoes-bagoes itoe dalam bahasa jang amat merdoe boenjinja itoe: karena kalau diterdjemahkan hilanglah kemerdoeannja itoe.

Boléhkah banjak-banjak kami menerangkan kepada njonja tentang hal keadaan bangsa kami? Pertanjaan itoe ta' goenalah ditanjakan; karena tentoelah toean soeka mendengar sekalian hal keadaan bangsa kami, sebab toean kedoea mémang sajang dan kasih kepada bangsa kami. Oléh karena tjinta toean kedoealah maka kami mendapat kebagoesan itoe dalam hidoep kami.

Bersama-sama dengan toean pertjajalah kami, bahwa jang sebenar-benarnja itoe tempatnja ialah dihati, dan tiadalah didoenia.

Kami rasanja amat kaja dan senang karena telah menda-

280

pat sahabat-sahabat jang ada dihati kami itoe. Amat lobakah kami ini karena dari siapa djoeapoen maoelah kami beladjar?

...apalagi hendak beladjar kepada meréka jang menambah pikiran dan meloeaskan pengetahoean kami itoe dengan djalan berkirim-kiriman soerat?

Bentji benar kami menerima soerat jang ta' ada isinja, apalagi hendak membalas soerat itoe; sebab soerat-soerat jang sedemikian menjoeroeh kami bertanja: „Apakah goenanja ia ditoelis?"

Kami betoel-betoel orang jang beroentoeng, karena kami dapat bertjampoer dengan meréka jang tinggi martabatnja itoe.

Djaoeh ditengah-tengah poelau Selébés adalah seorang sahabat kami, manoesia jang berhati bangsawan dan berpikiran moelia. O, alangkah hérannja kami melihat pekerdjaannja jang moelja itoe. Bagi kami seperti soeatoe keramaianlah, djika kami menerima soerat dari Dr. Adriani, jang senantiasa amat bagoes dan penoeh berisi pengadjaran. Betapa besar hati kami ketika kami bertemoe dengan dia diroemah toean Abendanon. Njonja Abendanon mempertemoekan kami dengan dia, karena ia tahoe, berapa banjaknja pengadjaran jang akan kami terima dalam perdjoempaan itoe. Mengenangkannja dan memikirkan pekerdjaannja sadja, kepada kami soedah mendjadi soeatoe boedjoekan, djikalau sekiranja kami disini melihat atau mendengar orang jang loba dan ta' ada menaroeh kasih sajang. Jang menjakitkan hati kami benar, ialah melihat kelobaan manoesia, jang terkadang-kadang soenggoeh ta' ada batasnja.

O, berapalah senangnja hati kami jang selaloe tinggal dalam doenia meréka, jang kakoe dan dingin ta' maoe mengatjoehkan apa djoeapoen, dan kebanjakan diantaranja tiadalah berhati dan berotak, djikalau sekiranja sekali-sekali kami dapat bertemoe dengan seorang, jang hatinja penoeh dengan kasih sajang, kegembiraan dan kebidjaksanaan.

Sjoekoer, ja. sjoekoer kepada Allah, karena adalah kami berkenalan dengan manoesia jang demikian, baik dékat ataupoen djaoeh.

.................................................................................................................

Sajang sekali, toean ta' kami kenal pada waktoe perserikatan kami sedang madjoe. Sekiranja ada, ta' dapat tidak toean akan berbesar hati. Tiga boeah njawa bersipat satoe didalam tiga boeah toeboeh jang berdekat-dekatan lahir kedoenia mendjadi saudara! Banjaklah riboet jang telah menggoda kepala anak moeda-moeda itoe dan banjaklah poela topan jang menjêrang hati meréka itoe.

Saja ingat akan kata-kata toean, „akan menjampaikan tjita-tjita wadjiblah diboenoeh beberapa kenang-kenangan."

281

Dari poetik-poetik boenga jang mati timboellah boeah-boeahan jang sampai masak; demikianlah poela halnja hidoep manoesia, boekan? Karena dari kenang-kenanganjang masih moeda, dan laloe mati, bolehlah terkadang-kadang timboel kenang-kenangan lain, jang sampai masak mendjadi boeah...........

Seboeah kenang-kenangan jang besar telah matilah. Tatkala kami mengoeboerkannja dengan air mata dan kedoekaan jang amat sangat, terasalah oléh kami seperti seboeah soengai mengalir dalam badan kami dan waktoe itoe djoega timboellah dihati kami soeatoe kenang-kenangan jang baroe, jang lebih bagoes dan lebih koeat! Kami ma'loemi dan rasaï akan hal itoe. Banjak lagi, ja, amat banjak lagi air mata dan kesedihan hati jang wadjib tertoetjoer, soepaja dapat melepasKan dahaganja boeah jang masih moeda itoe, hingga sampai mendjadi boeah jang masak.

Sabar, perbanjaklah sabar! Sekarang baroelah kami ma'loemi apa jang dimaksoedi toean Abendanon, ketika ia menjoeroeh istirenja mengatakan kesabaran itoe kepada kami. Banjaklah kiranja jang dahoeloe hanja boenji sadja kedengaran oléh kami, sekarang sekalian itoe teIah ada berarti. Ja, kami hanja boléh dan wadjib berdjalan lambat-lambat; "perdjalanan itoe amat djaoeh dan amat pandjang; dan djalan itoe amat tjoeram dan soekar! Bersoesah hati sendiri tiadalah mengapa; tetapi menggadoeh sesoeatoe hal dalam perdjalanan sangatlah mengetjoetkan hati kami.

Terkenanglah saja pada soeatoe malam, beloemlah lagi berapa lama antaranja. Adalah seorang kenalan kami membawa berdoea pergi mendengar moesik diroemah komidi di Semarang. Itoelah pertama kali selama hidoep kami jang kami berdoea sadja, tidak bersama-sama dengan adikkoe de­ngan bapak atau dengan iboekoe, doedoek didalam manoesia jang sebanjak itoe. Kami hanjalah berdoea sadja, diantara orang-orang asing jang banjak itoe. Dan sebentar terpikirlah oleh kami: Beginilah hidoep kami nanti pada waktoe jang akan datang kami hanjalah berdoea sadja dilaoetan hidoep jang besar itoe! Tetapi tawakkallah kami, karena adalah Toehan jang mendjaga kami!

Pada 20 hari boelan ini pikiran kami adalah di Tandjoeng Perioek. Disanalah tampak oléh kami kapal Willem II sedang berlajar meninggalkan pantai poelau Djawa, membawa soeatoe moeatan jang amat mahal harganja, jaïtoe seorang sahabat jang tinggi martabatnja dan soetji hatinja, jang amat kasih dan sajang akan tanah Djawa, pergi ketanah Belanda akan berbintjang dalam persidangan Tweede Kamer, lebih keras dan perkasa dari pada jang soedah-soedah oentoek keperloean berdjoeta-djoeta anak negeri tanah Hindia ini.

282

Willem II! Bawalah ia dengan selamat, oentoek Hindia dan oentoek anak isterinja!

Dalam hatikoe adalah mengoetjap sjoekoer, berasa piloe dan berharap, tetapi jang lebih terasa benar ialah penghiboeran; kasih akan manoesia, tjinta akan kebenaran.................. sekalian itoe benar belaka, ta' kosong dan boekanlah kata-kata jang sia-sia...................Kami pertjaja kepada kasih sajang!

Sekarang, o, goeroe kami, jang ditjinta dan setia dan sahabat kami jang moelia dan pengasih, terimalah salam kami dan oetjapan terima kasih banjak atas soerat toean, jang sangat membesarkan hati kami itoe. Ialah jang menjoeroeh kami berinsaf diri dan menambah kekoeatan serta memboekakan pikiran kami jang baroe.

*

* *

2 September 1902 (VIII).


Sombonglah rasanja kami ini, karena kami maoe melakoekan diri kami mendjadi seperti iboe bagi anak-anak jang lebih toea 'oemoernja dari kami. Tetapi apalah goenanja dipikirkan 'oemoer itoe? Sekalian manoesia ingin kepada kasih sajang, baik orang toea-toea ataupoen anak-anak ketjil.

Sesoenggoehnjakah bahwa perempoean itoe hanja kalau telah kawin baroe boléh tjoekoep kemoeliaan jang diberikan Allah jang tersimpan dalam hatinja itoe? Karena kemoeliaan dan kehormatan jang terbesar bagi perempoean-perempoean, ialah mendjadi iboe? Tetapi haroeskah selamanja perempoean itoe „beranak kandoeng" maka boléh mendjadi iboe, menoeroet sebagai artinja kata itoe: satoe machloek jang penoeh dengan tjinta kasih sajang? Kalau sekiranja benar arti kata itoe, iboe mesti beranak kandoeng, berapalah rendahnja pikiran manoesia didoenia ini, karena jang akan dikasihi oléh manoesia hanjalah darah dagingnja dan sibiran toelangnja, 1) jang dilahirkannja kedoenia sadja! Tetapi kalau demikian be­rapalah banjaknja iboe jang dikatakan orang iboe dimoeloet sahadja, karena ia telah melahirkan anak kedoenia ini, dan pada halnja ta' lajaklah ia mendapat nama iboe jang moelia itoe.

Seorang perempoean jang menjerahkan dirinja kepada seseorang jang lain dengan segala kasih sajang jang ada dihatinja, dan dengan segala oesaha jang ada pada dirinja, maka perempoean itoelah jang boléh dikatakan iboe, jang sebenarbenarnja iboe, ja'ni iboe dihati.
_________
1). sibiran toelang - keratan toelang.

283


Iboe dihati djaoeh lebih tinggi kemoeliaannja dari pada iboe dimoeloet dalam pemandangan kami.

Kami berharap dan minta do'a soenggoeh-soenggoeh, moedah-moedahan djikalau kami nanti dapat mentjapai tjita-tjita kami, ja'ni mendjadi goeroe sekolah, jang moerid-moerid kami itoe nanti tiadalah akan menamaï kami iboe dimoeloet sadja, melainkan meréka itoe akan memandang dan merasa sendiri, bahwa kami sebenarnja „iboe" bagi meréka itoe, baik dimoeloet, baik dihati.

.................................................................................................

Kami berharap benar-benar Anneke di Bogor akan mendapati orang baik-baik dan peramah, karena ia di Hindia tinggal seorang diri akan menghiboerkan hatinja dan pengganti iboe bapa dan roemah tangganja jang ada dinegeri Belanda.

Anneke disini telah merasaï bagaimana hidoep seperti orang Djawa. Djika sekiranja boléh, berapalah bagoesnja kalau njonja dapat melihat Anneke dari soedoet pintoe, bagaimana ia disini seperti saudara kami lakoenja, doedoek bersama-sama dengan kami diatas tikar. Pada soeatoe malam ia doedoek bersama-sama dengan kami dibilik kami, dekat médja rendah, betoel seperti saja sekarang doedoek dekat médja itoe poela; ia mendjahit dan kami menoelis; lain dari pada itoe adalah lagi jang nomor empat, seorang sahabat kami, doedoek bersama-sama membatjakan kepada kami hikajat dengan bernjanji.

Njonja barangkali tahoe djoega, bahasa sekalian kitab tjentera bangsa kami tertoelis dalam sja'ir, atau „bahasa boenga kata kami, dan membatjanja selaloe dengan bernjanji.

Pintoe dan djendélapoen terboeka belaka; dimoeka bilik kami adalah sepohon batang tjempaka sedang berboenga, jang mengirimkan baoenja jang haroem dan wangi itoe kepada kami dengan angin jang lemah-lemboet. Berapalah senang hati kami mendengarkan soeara jang haloes dan merdoe itoe, senang telinga mendengar lagoenja, jang membawa hati kami kepada zaman poerbakala, jang penoeh dengan oepatjara jang keemasan, dengan djauhari dan bidjaksana. dengan pahlawan dan radja-radja jang gagah berani, sakti dan keramat...................... Sangatlah senangnja hati mendengarkan mimpi tjita-tjita jang bagoes itoe! Dalam menoelis dan mendengarkan mimpi itoe lebih banjak kami menggigit péna dari pada melajangkannja diatas kertas. Dan dalam lingkoengan orang Djawa jang sebenarnja itoelah doedoek ditengah-tengah anak-anak jang berkoelit hitam, Boemipoetera negeri jang panas, seorang anak perempoean jang berkoelit poetih, jang datang dari benoea sebelah barat. O! berapalah soekanja hati kami djikalau sekiranja toean dapat poela tinggal seperti itoe bersama-sama dengan kami.

284

Sekarang kamipoen telah mempeladjari lagoe-lagoe itoe, dan djikalau kami tiada kemaloe-maloean, maoelah kami bermimpi menjanjikan lagoe itoe oentoek toean.

Kemarin Annie telah memboeat sesoeatoe kerdja meniroe seperti orang Djawa benar. Ia ingin sekali hendak pergi dari Djapara, djadi kami katakanlah kepadanja: ,,Mintalah kepada Soenan Mantingan; djandjikan kepadanja bahasa engkau akan menaboerkan boenga dimakamnja itoe, djikalau maksoedmoe sampai."

Ia telah memboeat hal itoe. Doea hari jang telah laloe, dipikirkannjalah baik-baik hal itoe. dan bésoknja pergilah ia bernazar. Dengan beberapa orang 'oelama pergilah kami kemarin kekoeboer keramat itoe, kamipoen mêmbawa boenga dan kemenjan.

Anneke bersama-sama dengan kami, setelah sampai ketempat keramat itoe, doedoeklah dikaki koeboer Soenan itoe. Maka kemenjanpoen dibakarlah, dan soeara 'oelama-'oelama jang mendengoeng-dengoeng itoe kedengananlah seakan-akan pergi kelangit, moela-moela lambat, tetapi makin lama makin keras dan makin 'asjik boenji soeara jang keloear dari moeloet orang 'alim-'alim itoe. Waktoe itoe perasaan amat soetji rasanja, dan berarti moelia. Kami doedoek semoeanja dengan menoendoekkan kepala, dan diatas kepala kami terdengarlah do'a 'oelama-'oelama itoe dan asap kemenjanpoen naiklah keoedara.

Seorang dari pada 'oelama-'oelama itoe. berbangkitlah laloe berdjalan loetoet membawa boenga-boengaan Anneke, dan ditaboerkannjalah dengan ta'zimnja diatas koeboer Soenan itoe dan diatas koeboer jang lain-lain. Didekatkoe kedengaran oléhkoe orang tersedoe-sedoe menangis. Kiranja jang menangis itoe, ialah Annie! Dengan kaki telandjang tanda kehormatan, masoeklah ia kedalam gobah itoe, dan kamipoen memberi hormat dan salamlah poela seperti 'adat kami kepada sekalian arwah meréka jang berkoeboer disana.

Dari tempat itoe pergilah kami kesoengai jang mengalir dibelakang koeboer itoe, pergi membasoeh kaki kami.

Kami minta kepada 'oelama-'oelama itoe, soepaja meréka itoe akan memintakan dan mendo'akan kepada Allah, moga-moga sampailah hendaknja maksoed Annie itoe.

Kekasihkoe, kami ingin benar bersama-sama dengan toean memboeat keadaan jang seperti itoe.

Adalah banjak lagi dalam hidoep bangsa Djawa jang meloeloehkan hati, oemnamanja kehormatan oentoek arwah-arwah sekalian kaoem keloearga kami jang telah mati, dan oen­toek orang toea-toea kami. Apa-apa sadja jang kami perboeat, baik karena soekatjita atau karena doekatjita, senantiasa kami

285

tidak meloepakan kaoem keloearga kami jang telah meninggalkan doenia.

Anneke tentoelah sekali-sekali akan mengenangkan djoega negeri Djapara, djikalau ia telah senang tinggal di Bogor, walaupoen hidoepnja disana boléh djadi seriboe kali lebih'baik dari pada di Djapara. Siapa jang telah mengetahoei Djapara, njawa dan semangatnja negeri itoe, tiada moedah dapat meloepakan negeri itoe, baikpoen karena kasih atau karena bentjinja.

Kemarin petang pergilah kami ketempat toekang oekir. alangkah indah-indahnja perboeatan meréka itoe. Adalah 15 orang laki-laki dan toekang jang bekerdja disana. Semoeanja bekerdja dengan berdikit-dikit, tetapi hasil kerdjanja sekaIiannja haloes dan rapih!

Adikkoe Roekmini segeralah poela toeroet bekerdja, dan doedoek bersama-sarna diatas bangkoe, mengoekir dengan segala kesoekaannja, seperti orang jang telah biasa doedoek be­kerdja disana.

*

* *

15 September 1902 (VIII).


Bagaimanakah katakoe hendak mengatakan kepada njonja, betapa perasaan hati kami tatkala melihat kapal Willem II membawa kekasih kami berlajar! Kami melihat meréka itoe dengan tersenjoem simpoel, tetapi air mata kami djatoeh dihati. Lihatlah meréka itoe sebahagian dari hati dan semangat kami telah berangkat. Iboe kesajangan kami telah berangkat, dan sahabat kamipoen telah pergi poela; ta' adalah lain bagi kami, lain dari pada toean. Maoekah njonja mendjadi iboe kami sekarang? dan menambah sajang dan kasih kepada kami? O, kekasihkoe, kekasihkoe, soeka benar rasanja saja sekarang hendak terbang kepangkoean njonja, meniarap dan bernaoeng dihati toean, akan mendengarkan betapa kasihnja hati toean kepada kami. Tinggallah toean selaloe mengasihi kami dan mempertjajaï kami! O, kekasihkoe, sesoenggoehnjakah ta' ada lagi nasib kita akan bertemoe kembali dalam doenia ini? Kami ta' dapat dan ta' maoe mempertjajaï itoe.

Toean Royaards jang menoempang diroemah toean residén, pergi poela mengantar-antar sahabat kami berangkat dari sini; dan kamipoen lekaslah tahoe kepadanja, sebab kami telah atjap kali melihat porterét-porterétnja. Saja soeka benar melihat tingkah lakoenja, dan ia amat ramah kepada kami. Ia ta' dapat pergi ke Djapara, katanja dengan tiba-tiba kepada ka­mi; ia akan bersoekatjita kalau sekiranja kami dapat melihatnja main komidi dan sebab itoe dimintanjalah kami datang

286

pergi melihatnja bermain, seperti Julius Cesar, pada hari Sabtoe jang akan datang ini, tentoelah tjeritera itoe akan menarik hati kami. Kartjis panggilannja akan dikirimkannja kepada saudara kami jang laki-laki dan kalau sekiranja ta' dapat kami mengaboelkan permintaannja itoe, tiada poela mengapa. Baik benar ia, boekan? Ia berharap akan bertemoe dengan kami nanti dinegeri Belanda; kamipoen berharap poela demikian. Kami mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena ka­mi telah bertemoe dengan dia, meskipoen kami barangkali ta' dapat mendengarnja bermiain; kami berbesar hati telah dapat bertjakap-tjakfip dengan dia. Tiadalah kami menjangkanjangka akan memperoléh hal jang sedemikian itoe.

Ta' pernah kami selama ini mendapat pekan jang sedemi­kian penoehnja dengan kedjadian-kedjadian jang menggoendahkan pikiran dan beberapa banjak lagi hal jang berlainlainan keadaannja, seperti jang telah terdjadi pada pekan jang laloe. Dipekan itoe telah timboel soeatoe kedjadian pada sahabat kami jaïtoe kedjadian jang kemoedian hari boléh memberi paédah besar bagi hidoepnja. Kamipoen tjampoer dalam per­kara itoe. Dan sebab kami telah memboeat apa-apa oentoek menolong sahabat kami itoe. karena itoelah bapak ta' dapat mengampoeni dosa kami. Masih terkenanglah oléhkoe ketika saja doedoek dimoeka bapak, dan berani menentang matanja, sebab ta' adalah dalam perasaankoe, jang saja ta' berboeat salah. Dengan moeka moeram dan soeara sedih berkatalah ia: „Ni, inikah balasan djasakoe? Saja telah pertjaja kepadamoe. Engkau ta' pernah menjakiti hatikoe, tetapi sekarang engkau perboeatlah itoe. Saja beloem pernah marah benar kepadamoe. Apa sadja jang telah engkau perboeat tiadalah jang memarahkan hatikoe; tetapi sekarang sebenarnjalah engkau telah menjakiti hatikoe."

Sajapoen tiada berkata sepatah djoeapoen, tetapi saja ta' maoe menoendoekkan kepalakoe, karena saja pertjaja jang saja tiada bersalah. Doeka hatikoe jang bapak menjakiti hatinja dalam perkara itoe; tetapi betapa besar hatikoe mendengai pengakoeannja, bahwa saja jang soedah-soedah beloem sekali djoea pernah menjakiti hatinja, dan iapoen ta' pernah marah benar kepadakoe. Dan dalam hal itoe pertjajalah saja, bahwa adalah waktoenja nanti, jang bapak akan beroebah pikirannja tentang kesalahankoe itoe. Ta' adalah kami berboeat barang sesoeatoenja, jang ta' boléh kami kabarkan. Tetapi hal itoe benarlah tiada kami tjeriterakan kepada bapak, boekannja ka­rena kami takoet, melainkan karena ia rahsia onang lain. Dan kami tentoelah ta' boléh senantiasa mengenal diri sendiri, te­tapi itoe benarlah kemaoean bapak. Kami boléh menolong orang lain, asal kami tiada sedikit djoega akan dapat bahaja.

287

Barangkali pikiran itoe amat sempoerna, tetapi tidaklah sesoeai dengan pendapatan kami, jang bermoesoeh sampai mati jang mendoekakan hati kami, karena ta' dapat kami menerangkan pendapatan jang moelia itoe kepada kaoem kami. Kata loba oentoek diri sendiri sadja, ta' ada dalam bahasa kami......................bahasa jang sebagoes itoe. Djikalau sekiranja kelobaan, itoepoen ta' adalah poela didalam hidoep kami bersama-sama; betapalah baiknja! Sajang! Sekaliannja didalam doenia itoe berpoetar, pada soemboenja jang bernama: „saja maoe berboeat baik," djikalau telah berlebih-lebihan oentoek diri sendiri, dan baroe maoe menolong orang, kalau diri sendiri tiada akan mendapat keberatan dan soesah pajah!

Kami ta' dapat menoeroet haloean jang demikian. Kami ta' dapat lagi membantoe orang hanjalah dengan kata-kata sadja; tetapi kami mesti berboeat baik, ialah dengan boekti dan tjontoh!

Sekarang bapak telah beroebah bikirannja lebih lekas dari pada sangka-sangkakoe. Pada malam hari jang pertama waktoe saja dalam bersoesah hati itoe, sajapoen telah mendapat ilham, dan tiadalah sekali-kali saja memikirkan bahwa nasihat jang telah saja berikan itoe, adalah poela akan memberi bahagia kepadakoe. Ketika itoe banjaklah saja memikirkan hal orang, jang saja beri nasihat itoe sadja: tetapi lihatlah sekarang betapa paédahnja nasihat itoe kepada dirikoe sendiri. Bapak tiba-tiba telah bermoeka manis lagi kepadakoe dan bertjakap-tjakap dengan saja seperti tiada kedjadian soeatoe apapoen. Kalau sekiranja saja sampai sekarang ini beloem berkenalan dengan Nellie van Kol, betapalah soesah hati dan sengsarakoe melihat bapak marah dan ta' maoe mengampoeni dosa kami itoe; tetapi sekarang adalah Toehan tempat kami meminta bantoe dan tempat kami pertjaja, sebab itoelah maka kami sekarang mendjadi tawakkal memikirkan keadaan jang seperti itoe.

Setelah hal itoe kedjadian baroelah kami mengoetjapkan selamat djalan kepada Annie. Betapa soesahnja hati kami ketika itoe ta” dapatlah kami seboetkan: tetapi dimoeka kami kesedihan hati kami itoe ta' dapat dilihat orang. Barangkali Anniepoen merasa, jang kami tiada mengindahkan pertjeraian itoe; tetapi tahoelah kami sekarang: bahwa mendiamkan diri, itoelah soeatoe tanda kemoeskilan jang amat dalam.

Sesoedah kami mengoetjapkan selamat djalan kepada Annie...........ta' dapatlah toean menerka, apa jang telah kedjdian pada kami; kami menjadi iboe dari seorang jang 'oemoernja telah doea kali lipat ganda dari kami, ja'ni tempatnja mengadoekan sekalian hal ihwalnja boeroek dan baik.

288

Hal jang gandjil itoe melemboetkan hati kami. Banjak lah hal jang gandjil-gandjil jang telah terdjadi pada kami, tetapi hal itoelah jang segandjil-gandjilnja. Kami mendengarkan hal ihwalnja itoe ialah dengan seizin orang toea kami. Oléh karena hal itoe, dapatlah kami seorang sahabat, jang akan berboeat baik kepada orang Djawa dlan ialah poela jang akan mendjadi seorang sahabat kami jang mentjintaï djoega tjitatjita kami. „Engkau kedoea betoellah djenaka, berani mengadjar dan memarahi orang jang telah toea." Demikianlah kata toean seakan-akan terdengar oléh kami, tetapi mendengar itoe kamipoen gelak tertawa-tawa.

Betoel 'adjaib, karena dalam oesaha kami hendak menolong orang, menoendjoekkan djalan jang baik dan kesenangan jang sebenar-benarnja, dan mentjahari perdamaian hati, maka selaloelah kami bertemoe dengan orang orang jang kadangkadang lebih toea dari pada kami, jang gemar memegang tangan kami.

Senang sekali perasaan kami djika kami mengetahoei bahwa kami sanggoep menolong orang. Kami tiada sekali-kali menjangka, bahwa kami ini sebagai „pelita," dan sebab itoe­lah maka orang jang berhati soesah datang kepada kami meminta bantoe dan boedjoekan, tetapi hanjalah kami sangka, ialah karena orang-orang itoe mengetahoei dan merasa pada dirinja, bahwa meréka itoe adalah akan mendapat kasihan djika meréka pergi kepada kami. Besar hati kami mengetahoei jang kami dapat mengasihi orang dan menjerahkan diri kami képadanja. Amat miskinlah hati meréka jang ta' dapat me­ngasihi orang lain!

Kami tanjakan képadanja matjam-matjam pertanjaan jang gila-gila, tetapi kami boléh berboeat sekalian itoe, karena ia telah berdjandji kepada kami.

Kami tanja oempamanja: „Apabila seorang laki-laki kasih dan tjinta kepada seorang perempoean, apakah jang dipikirkannja lebih dahoeloe tentang perempoean itoe; adakah kira-kiranja laki-laki itoe berpikir: ,,Dapatlah saja menjenangkan hati perempoean itoe?" atau „boléhkah saja bersenang hati karena perempoean itoe?"

Orang toea jang koeganggoe itoe menggaroek kepalanja: „pertanjaan itoe amat soekar mendjawabnja, tetapi saja telah berdjandji akan mendjawab sekaliannja dengan toeloes dan ichlas. Pada pikirankoe pertanjaan jang kedoealah jang moelaj-moela ditoeroet orang, dan apa perasaankoe lagi sekalian laki-laki, ketjoeali beberapa orang, sekaliannja memanglan berpikir demikian, karena kebanjakan laki-laki itoe amat loba akan kesenangan dirinja sendiri; engkau perempoean- perempoean lebih tinggi martabatmoe dari pada laki-laki tentang- kebaikan hati."

Kami tahoe, bahwa sebenarnjalah pendapatannja itoe. Ia telah mengadjar kami berhati sabar dlan mengemoedikan ha­ti; dan atjap kali poela ia mengoedji hati kami dengan berbagai-bagai hal keadaan jang penting-penting. Tjita-tjitanja dan oesahanja jang teroetama ialah harta-benda; sebab itoelah ia atjap kali menjalahi apa^apa jang kami kasihi dan kami tjmtaï. Kalau ia soenggoeh-soenggoeh mempermain-mainkan dan membatal-batalkan tjita-tjita kami, soesahlah kami menahan hati kami soepaja tinggal tawar dan dingin. Sekarang ia telah mengakoe bahwa ia telah sengadja hendlak memper­main-mainkan kami, karena ia tiada maoe membenarkan de­ngan moeloetnja, bahwa apa jang kami katakan itoe adalah terasa dihatinja, dan atjap kali ia tengah malam ta' dapat tidoer karena memikirkan hal itoe. Dahoeloe ta' pernah ia memi­kirkan hal-hal jang sedemikian dan hidoepnja seada-adanja sadja. Sekarang tahoelah ia betapa benar kosong kepalanja. Kami katakan kepadanja, bahwa hidoep menanti gerak Allah sadja amat moedah; tetapi tjita-tjita jang ada didalam hati itoe, moestahillah dapat diboenoeh, lambat-laoennja ia akan tim­boel djoega. Kalau tjita-tjita itoe ta' penoeh isinja atau ko­song, disitoelah nanti ia akan berteriak meminta makan! „Sebenarnjalali hidoepkoe ini ta' ada isinja; tetapi apakah sebabnja maka tjinta-tjinta hatikoe ini dahoeloe tiada maoe mendjerit!"

„Ada, tetapi toean ta' maoe mendengarnja dahoeloe."

Ia tertjengang mendengarkan bagaimana kami memikirkan beberapa hal jang bersamaan dengan pikirannja. „Kalau begitoe benar djoega kata orang tentang persaudaraan hati dll; takoetlah saja memikirkannja," katanja sambil matanja bertjahaja-tjahaja, hendak berolok-olok. Sekarang kamipoen dapatlah menanggoengkan olok-oloknja itoe, karena kami telah tahoe, bahwa olok-olok itoe ialah akan djadi perisai kepadanja, menandakan perasaan jang gembira moelaï timboel dalam hatinja.

*

* *

22 September 1902 (VIII).

Terimalah oetjapan terima kasih kami, jang toean telah toeroet berdoekatjita atas berangkatnja sahabat-sahabat karib kami itoe. Kami dahoeloe berharap benar-benar jang njonja akan bertemoe dengan meréka itoe. Menoeroet boenji soerat njonja njatalah, bahwa meréka itoe ta' dapat bertemoe de- ngan njonja. Sebab masa meréka itoe ada disana, njonja sedang ada di Bogor. Pesiar betoel roepanja njonja waktoe itoe! Kekasihkoe, iboekoe jang ditjinta, lepaskan benarlah hati toean, tentoelah toean akan berbalik moeda, karena kegirangan hati!

Saja batja didalam soerat kabar, bahwa moesik orang ltalia pada waktoe patjoean itoe boekan boeatan bagoesnja. Dan Toean Besar Goebernoer Djenderal beserta djamoenja sekalian atjap kali menoendjoekkan kegirangan hati meréka itoe. Saja ta' tahoe ketika itoe bahwa diantara djamoe itoe, kekasihkooe poen ada poela disana! Barangkali djoega perasaan kami tiada haloes benar, karena hati kami tiadalah tertarik hendak melihat patjoean koeda, soenggoehpoen kami terlaloe soeka melihat koeda-koeda jang bagoes, jang terkadang-kadang boléh menawan kami!

Tetapi melihat koeda-koeda digertak dan dipoekoel dalam berlari itoe, ta' dapatlah kami akan bertempik dan bersorak melihatnja; itoe haroes kami peladjari dahoeloe. Tetapi berharaplah kami soepaja djanganlah hal itoe kami peladjari. Pa­tjoean béndi njonja-njonja, itoelah doegaan kami, jang sebagoes-bagoesnja dalam patjoean itoe. Berapalah sedapnja mata memandang anak-anak gadis, jang masih moeda remadja, dengan moléknja berpakaian poetih dan berboenga-boenga, berkeréta berkeliling-keliling ditarik oléh koeda jang tangkas dan bersikap bagoes.

Ketahoeilah oléh njonja, bahwa kami disini adalah poela dahoeloe mempoenjaï patjoean koeda. Tetapi beberapa tahoen jang laloe, patjoean koedia Djapara dengan moesik, boengaboengaan dan dengan anggoer sempanje, telah kami koeboerkan diiboe negeri jang lama, jaïtoe dikota Pati.

Perloekah djoega saja katakan betapa besar hati kami mengatakan sekeram itoe bagoes sekali ? Baik benarlah itoe! Bertambah senang hati kami karena toean sama-sama mengatakan sekeram itoe bagoes sekali! Baik benarlah ingatan njonja, telah menjampaikan dengan segera kepadakoe. Maoekah njonja mengatakan kepada padoeka toean, bahwa saja banjak meminta terima kasih atas kepertjajaan padoeka itoe kepa­dakoe ?

Saja akan mengerdjakannja dengan bersoenggoeh-soenggoeh, sehingga tiada akan memberi maloe, artinja: anak-gadis njo­nja ini maoe mentjobakan kekoeatannja menoelis karangan itoe, dan lihatlah nanti bagaimana djadinja. Tetapi adalah permintaankoe seboeah: djanganlah njonja lekas menjangka, bahwa karangan itoe tentoelah bagoes, dan sabarlah sedikit! Pekan jang laloe saja telah menolak soeatoe permintaan dan pada seorang njonja, jang meminta saja mengarang tentang Kepandaian oekir-mengoekir di Djapara, oentoek soerat kabar „de Echo". Jarig sebenarnja maoelah saja, tetapi sekarang saja banjak mempoenjai kerdja toelis-menoelis, sebab itoelah maka saja balas soerat itoe dengan mengatakan, bahwa saja ta' berani memboeatnja. Itoe sebenarnja boekanlah olok-olok sadja Njonja itoe akan mengarangkan hal itoe didalam soerat-soerat kabar Betawi dan Soerabaja.

*

* *

24 September 1902 (IV).

Saja ta' dapat mengabarkan bagaimana kegirangan hati ka­mi ketika menerima kartoe pos jang terbit dari hati jang soetji dan seboeah kitab ketjil dari toean. Kami soenggoeh mengoetjap soekoer karena toean telah mengirimi kami soerat itoe. Sekarang beranilah poela kami membalas soerat itoe. Kedji benar perboeatan kami jang kami telah mengalpakan toean, maloe benar kami mengenangkan hal itoe! Kesalahan itoe ta' dapat dima'afkan, dan lagi kamipoen ta' maoe memohonkan ma'af kepada toean, biarlah segala kesalahan kami kepada toean itoe kami tanggoengkan dengan sabar dan toeloes ichlas.

Kelemahan hati kamilah djoea, jang menjebabkan maka seama mi kami berdiajn diri sadja. Betapalah sedihnja hati kami mengakoe kesalahan ini, kami jang hendak memikoel pekerdjaan sebesar itoe. Toean, jang semata-mata berhati pengasih, nistjajalah menimbang hal itoe tidak terlaloe berat, kalau toean mengingat 'oemoer kami jang masih moeda dan kepandaianpoen beloem seberapa. Besar kesalahankoe kepada toean, tetapi lebih besar lagi kedjahatan jang tertimpa pada badankoe sendiri, karena telah berboeat jang sedemikian. Arnpoenilah kami dahoeloe! Kami jang soedah-soedah terlaloe lemah benar. Alaoekah toean menolong kami soepaja boléh mendjadi koeat ? kami perloe koeat, soepaja dapat'kami mengerdjakan dengan patoet akan pekerdjaan besar, jang soenggoeh-soenggoeh kami hendak tanggoeng itoe.

Kami masih moeda, masih baroe berdiri pada permoelaan, baroe berdiri dimoeka pekerdjaan kami, dimoeka doenia penghidoepan, kami anak-anak moeda lagi bodoh, beloem pandiai hidoep, hanja berdiri berdoea sadja.

Telah banjaklah pikiran jang menggoda kepala kami jang masih moeda ini dan telah banjaklah poela perasaan, jang menggoda hati remadja kami. Selaloelah poela.besar harapan kami akan bekerdja oentoek sahabat-sahabat kami; tetapi kami anak-anak jang masih bodoh, beloemlah pandai mereng- koeh meiepaskan diri dari pada pikiran dan perasaan jang telah menawan kami. Adikkoe telah mentjeriterakan kepada toean, apa-apa jang telah mendjadi kenang-kenangan dihati dan dikepala kami, apa-apa jang terdjadi dalam hidoep kami pada beberapa boelan jang baroe laloe ini, tentang maksoedmaksoed dan mimpi-mimpi kami oentoek waktoe jang akan datang. Kami berharap benar, jang toean akan menoendjoekkan kesoekaan hati toean akan maksoed kami itoe.

Dalam waktoe jang goendah goelana, dan hari jang penoeh dengan kesoesahan, selaloelah kenangan kami kepada toean kedoea, sahabat kami jang berhati moelia, akan memboedjoek hati kami, dan akan membantoe dan menetapkannja. Jang senantiasa menjedihkan hati kami didoenia ini, ialah kelobaan manoesia oentoek keoentoengan diri sendiri, jang atjap kali ta' ada hingganja. Dan djikalau kami berhati goesar, karena melihat dan mengetahoei kelobaan oentoek diri sendiri „dadjal jang boeas itoe" mengangakan moeloetnja kian kemari pada sekalian pendjoeroe 'alam ini; maka teringatlah oléh kami toean kedoea, dan hati kami jang sedih tadipoen mendjadi lemboetlah. Kasih sajang itoelah djoega roepanja, meskipoen bagaimana djoega kelobaan manoesia itoe oentoek diri sendiri, jang memerintah doenia ini.

Ketika kepalakoe rasanja seperti terbakar karena berpikir dan hatikoe loeloeh karena kesedihan melihat hal keadaan 'alam, maka kami kenanglah dengan segera toean kedoea, dan karena pengenangan itoe, lepaslah dahaga kami dan timboel poela kekoeatan kami.

Kerap kali kami memperkatakan toean, mengingat toean kedoea, dan sangatlah senang hati kami berboeat demikian. Dengan tiada setahoe toean, toeanpoen telah memberi kami ban toean dan boedjoekan dalam waktoe-waktoe jang soekar. Kami mengoetjap sjoekoer kepada Toehan, karena kami telah bertemoe dengan toean dalam perdjalanan kami ini, dan kami berharap serta mendo'akan soenggoeh-soenggoeh, soepaja persahabatan kita ini akan tinggal selama-lamanja. Toean te­lah tahoe sekarang sekalian kenang-kenangan kami, sekalian maksoed dan tjita-tjita kami; ta' oesahlah kami meminta pertolongan lagi kepada toean, karena hati kamipoen soedahlah mengatakan kepada kami, bahwa toean telah lama berboeat demikian dan selaloe akan berboeat djoega ja'ni: memintakan do'a oentoek sahabat-sahabat toean perempoean Djawa ini, kepada Toehan jang mahatinggi, Toehan jang nuahakoeasa, Toehan seroe sekalian 'alam!

Bagaimana djoegapoen lainnja djalan-djalan jang kita tempoeh. tetapi sekalian itoe toedjoeannja ialah pergi kepada oedjoed jang satoe: „kebaikan". Kamipoen bekerdja oentoek kebaikan jang ,God" namanja kepada toean, dan Allah kepada kami.

Apakah sebabnja sekalian itoe ta' akan kami kabarkan kepada toean? Kami selaloe hendak berhati toeloes dan ichlas kepada toean.............sebab persahabatan, atau pertambatan apa djoeapoen hendaknja jang tiada bersendi dengan hati jang toeloes dan ichlas itoe, tentoe pertambatan itoe tiada akan hidoep selama-lamanja; tetapi kami ini berharap benar jang persahabatan kita, jang amat kami kasihi itoe, akan tinggal hendaknja selama hidoep kami......Jang soedah-soedah kata Allah itoe, hanjalah kata seroean sadja bagi kami. Sjoekoer alhamdoeli'llah nama jang bagoes itoe, sekarang telah mendjadi soeatoe boenji jang amat soetji dan berarti besar bagi kami.

O! bagaimanalah hendaknja saja tjeriterakan kepada toean, betapa tawakkal dan senangnja hati kami sekarang, karena mendapat Allah jang mahakoeasa itoe, dan dapatlah sekarang kami menjerahkan diri kepadanja, meminta bantoe dan mempertjajainja.

Hati kami sekarang tiadalah goesar sedikit djoeapoen, selaloe kami merasa aman dan sentosa dibawah pendjagaannja. Karena Toehan jang mengenal kita, jang melindoengi kita dan jang menimbang kita dengan kasih-sajang!

Siapakah jang menoendjoekkan kami kepada Toehan jang moelia itoe, dan jang membangoenkan kepertjajaan kami akan Toehan jang mahakoeasa itoe? Jaitoe njonja Nellie van Kol.

Benarlah djoega barangkali, bahwa telah lama sebeloem hal itoe kedjadian, hati kami telah bergerak dan bekerdja memikirkannja dan dengan tiada setahoe kami, kamipoen telah bekerdja memperbaiki diri sendiri, tetapi jang ta' dapat dibantahi lagi, bahwa njonja van Kollah jang menghapoeskan awan jang terbentang dimoeka kami, sehingga dapatlah sekarang ..tjahaja" jang terang itoe masoek kedalam hati kami.

Ialah jang menoendjoekkan kami djalan kepada Toehan jang amat pengasih dan penjajang jang toean namai, ,God", dan kami Allah.

Kami merasa amat beroentoeng telah mendapat moetiara didalam hati kami sendiri, ja'ni kepertjajaan jang sesoenggoehnja atas adanja Allah, Toehan jang mahakoeasa itoe.

Kepertjajaan itoelah jang membawa kami melihat sekalian hal kedjadian jang ada diboemi ini dengan tjahaja jang lain dari pada tjahaja jang biasa, jang lebih berbahagia; ja'ni tjahaja jang menjenangkan dan menghiboerkan hati kami serta memberi kami lebih bébas dan lebih beroentoeng ........................................................................

O! ta' poeas rasanja kami mengoetjap sjoekoer atas pem-

294

berian Toehan kepada hambanja, jang ber-iama „berkirimkiriman soerat". Telah banjak ia memberi kebadjikan dan kasih sajang kepada hidoep kami.

Bagaimanakah kedjadian hidoep kami gerangan didoenia ini, kalau sekiranja pemberian jang mahabesar, kepandaian berkirim-kiiim soerat itoe ta' ada diboemi ini!

Pikiran jang bagoes-bagoes dari pada meréka jang boediman dan bidjaksana jang tertoelis dtidalam kitab-kitab, atau tjétaktjétakan lain, jang da tang kepada kami, sekaliannja bekerdja sekarang oentoek pendidikan, penambah pikiran, memoeliakan dan meninggikan daradjat kami........................makin besarlah kekoeasaannja boeah pikiran itoe memadjoekan kami, djikalau asalnja dari boediman jang empoenja sendiri; keloear dari hati dan otaknja jang soetji itoe.

Ta' poetoes-poetoesnja kami mengoetjap soekoer akan keoentoengan kami ini, jang telah menghoeboengkan tali persahabatan kami dengan boediman-boediman pikiran itoe. Itoelah jang menjenangkan hati dan memoeliakan hidoep kami. Bagi kami sebagai menghadiri keramaianlah kegirangan kami, dji­kalau menerima soerat jang datang dari toean-toean, sebab tahoelah kami bahwa soerat-soerat itoe, seperti kata Nellie, berisi:„kesenangan hidoep dan pikiran-pikiran jang menaboerkan kasih sajang."

Toean tentoelah dapat menerka. siapakah meréka jang selaloe meriangkan hati kami dengan keramaian, jang dikirimkannja dengan pos itoe. Dengan segala kemaoean dan kesoekaan hati, senantiasa kami batjalah sekalian karang-karangan jang telah toean berikan kepada kami itoe.

Betapalah besar bahagia kami, karena kami telah berkenalan sendiri dengan pengarang karang-karangan jang amat berharga itoe, dan telah menerima karang-karangan itoe dari si pengarangnja sendin. Njonja Abendanon telah banjak mentjeriterakan kepada kami tentang pidato toean di Betawi, doea tahoen jang telah laloe. Dengan girang hatinja mentjeriterakan hal itoe kepada kami. Amatlah besar harapan kami hendak membatja isi pidato toean pada 3 September 1900 itoe.

Betapalah besar hati kami mendengar, jang toean dengan tiada setahoe kami, telah memperlakoekan permintaan kami itoe. Senantiasa senanglah hati kami membatja barang sesoeatoenja, dalam soerat-soerat kabar jang kami terima, tentang hal toean sendiri!

Apabilakah wakoenja akan datang, soepaja maksoed dan tjita-tjita kami dapat berlakoe? Kami berharap, jang waktoe itoe tentoelah akan datang djoea, dan ta' lama lagi kami akan menoenggoenja.

Sekarang kami banjak meminta terima kasih. atas kebaikan

295

toean, telah mengirimi kami kitab jang penoeh berisi dengan peladjaran jang indali dan bagoes; kami soeka benar mem ba­tjan ja, karena banjaklah pengadjaran didalamnja jang boléh kami petik. Dengan segala soeka hati kami telah memperhatikan poela tjeritera hidoepnja „Njaï Magdalenah." Jang soedah-soedah telah banjak kami membatja tjeritera-tjeritera tentang perempoean jang saléh dan ber'ibadat itoe; jang penghabisan sekali, didalam soerat kabar „Hollandsche Revue". Sajang benar jang negeri Mapane amat djaoeh dan soesah djalannja. Kalau tidak, berapalah besar hati kami hendak mengdendjoengi toean! Banjaklah hal jang hendak kami roendingkan dengan toean, jang soesah diperkatakan dalam soerat. Pandjang-pandjang dan sepenoeh-penoeh isinja sepoetjoek soerat, ta dapatlah dibandingkan kebaikannja dengan berbintjang dan bertjakap barang sedjam lamanja. Didalam pertjakapan lebih moedah kita memperkatakan apa-apa jang terPikir dihati dan diotak kita.

Berita tentang oedjian penghabisan dari moerid-moerid sekolah goeroe di Tomohon menarik hati kami benar. Makin pandjang kami batja berita itoe, makin bertambah girang' dan soekatjita hati kami.

Bagi kami itoeilah kegirangan hati jang terbesar sekali, ja'ni djikalau kami melihat tanda-tanda kemadjoean anak Boemipoetera. Kami selalos hendak memoedji meréka itoe dan meninggikan diri kami karenanja!

Betapalah soeka hati kami hendak pergi ke Minahasa, hendak berkenalan dengan Boemipoetera disana. Apa-apa sadja jang datang dari sana, senantiasa menarik hati kami hendak memperhatikannja. Boekan boeatan besarnja tjita-tjita kami hendak mengetahoei hal ihwal tanah air dan bangsa meréka itoe. Deimkian djoega hendak mendengar keadaan sekolah oesaha roemah tangga oentoek gadis-gadis Boemipoetera di Tomohon. Sekahan itoe perloenja, ialah oentoek menambah peladjaran kami.

Hendak mema'loemi hal ihwal tanah Minahasa dan Boemipoeteianja, selaloelah mendjadi kesoekaan kami. Apalagi kare­na sekarang adalah dekat negeri itoe tinggal seorang sahabat kami, jang sedang moelaï bekerdja memadjoekan orang-orang. jang biadab disana, djadi makin bertambah tertariklah hati kami hendak mengetahoei bangsa dan tanah itoe.

Moga-moga beroentoengiah toean hendaknja dengan pekerdjaan toean jang moelia itoe, itoelah soeatoe do'a jang terbit dihatikoe tiap-tiap kali, apabila saja terkenangkan toean atau memikirkan pekerdjaan toean.

Betapalah soeka hati kami, kalau sekiranja kami dapat ting­gal barang beberapa lamanja ditempat toean, bersama-sama dengan pendéta-pendéta jang lain. Tentoelah senang hati dan pikiran tinggal bersama-sama dengan meréka jang soetji hati itoe, jang hidoepnja hanjalah hendak memberi kasih dan sajang sadja.

Djikalau hati sedang goesar dan masgoel karena ditimpa oléh nasib jang malang, berapalah senangnja hati nanti disana dalam oedara jang soetji penoeh dengan kasih dan sajang itoe, masoek kedalam hati mendamaikannja!

Pergaoelan dengan manoesia jang soetji lagi berhati kasih, jang tiada mengindahkan dirinja oentoek kesenangan sendiri, tentoelah keadaan itoe menjoetjikan hati sekalian meréka dalam pergaoelan itoe.

Siapa tahoe entah maksoed kami akan diperlakoekan. Maksoed jang baik itoë atjap kali kedjadian, setelah banjak mengeloearkan air mata terbit dari hati jang sedih.

Kalau kami boléh pergi ke Modjowamo, tentoelah sekalian tjita-tjita dan mimpi-mimpi kami jang lain akan kami boeang dan sekalian itoe akan kami boenoeh dan kami koeboerkan dalam-dalam.

Adikkoe telah mentjeriterakan kepada toean apa maksoed kami nanti, djikalau kenang-kenangan kami tiada sampai; dji­ kalau kami ta' dapat beladjar sehingga mendapat djabatan jang akan kami tanggoeng itoe, maka kami akan memboeangkan tjita-tjita kami hendak memboeat sekolah oentoek anak-anak ga­dis bangsawan bangsa Boemipoetera itoe. Sekali-kali tiadalah sebab kami takoet di Modjowarno; dahoeloe telah saja kabarkan kepada toean, bagaimana hal kami nanti disana: pada lahirnja radjin selaloe bekerdja. dibatin bersenang hati. Tetapi toeanpoen ma'loem djoega, berapalah sedihnja kami nanti, djikalau kami wadjib memboeangkan sekalian tjita-tjita, jang telah kami kandoeng dihati dan jang amat kami kasihi itoe soedah sekian lamanja.

*

* *

4 October 1902 (III).

Sebenarnjalah, telah atjap kali saja mengambil péna hendak menoelis soerat kepada toean, tetapi selaloe ada 'aral ini dan itoe jang mengganggoe, sehingga terpaksalah saja mengoendoerkan menoelis soerat itoe. Saja dahoeloe menantikan waktoe jang baik............... tetapi sekarang saja lihat, bahwa waktoe itoe tiada akan tiba; melainkan waktoe itoe wadjiblah diboeat sendiri.

Soerat-soerat jang terhadap kepada meréka jang tiada kita atjoehkan, amat moedah menoelisnja, artinja lebih lekas kita

297

mengerdjakannja dari pada soerat-soerat oentoek meréka jang kita sajangi dan hormati. Oentoek meréka jang pertama ta' banjaklah atau hampir tiadalah apa-apa, jang akan kita kabarkan kepadanja, sepatah doea sadja tjoekoeplah; tetapi oentoek sahabat-sahabat kita soekalah kita menoelis sepandjang-pandjangnja.

Pada tahoen jang telah laloe kami senantiasa bersoesah hati dikaboepatén Djapara. Karena isinja berganti-ganti sadja dilanggar oléh penjakit keras, jang menimboelkan ketakoetan, kalau-kalau adalah diantara kekasih kami itoe jang akan sampai adjalnja. Tetapi sjoekoer sekalian meréka itoe telah semboeh kembali!

Tahoen baharoe jang laloe membawakan kami soekatjita membesarkan hati kami, tetapi ia beserta poela doekatjita. Pada 24 Januari kami disini baralat kawin, mengawinkan adikkoe Kardinah, jang ketjil sekali diantara kami bertiga, dan itoelah kedjadian jang membesarkan hati. Kegirangan itoe sajang tertjampoer poela dengan kedoekaan; kami jang dahoeloe hidoep bersama-sama dengan berkasih-kasihan, sekarang telah bertjerai-berai. Setelah adikkoe berangkat, boekan boeatan soenjinja kami disini. Bersama-sama dengan Kardinah, banjaklah kasih sajang jang keloear meninggalkan roemah.

Kami telah pergi sekali mengoendjoenginja, pada boelan April. Ketika itoe ia amat séhat dan roepanjapoen gemoek; dahoeloe diroemah tiadalah demikian, pipinja telah mérah seperti djamboe. Iboekoe telah pergi poela melihatnja sekali lagi dalam boelan Augustus jang laloe. Iboekoe pergi kesana dengan hati ta' senang, karena waktoe itoe adikkoe itoe sakit keras. Pipinja jang mérah itoe sekarang telah mendjadi poetjat, karena ia diserang oléh penjakit malaria. Sekarang sjoekoerlah, adikkoe telah semboeh kembali, dan tinggal digoenoeng oentoek sementara soepaja hawa jang dingin disana dapat memberinja kekoeatan kembali.

Amatlah gembira hati kami membatja karangan toean jang berarti dalam itoe jang bernama: „Perserikatan bahasa dengan tanah Belanda". Kami mengoetjapkan banjak terima kasih akan kebaikan hati toean telah mengirimi kami karangan itoe. Tinggi harganja keramahan hati toean bagi kami. Kami banjak poela membatja karang-karangan jang lain, jang ditoelis orang, sebab membatja karangan toean itoe.

Menoeroet karangan toean Mr. P. Brooshooft kepala pengarang soerat kabar ,,de Locomotief", kami batja bahwa isterinja jang sangat ditjintanjalah jang menterdjemahkan karangan Professor Anton itoe.

Berapalah senangnja hati seseorang laki-laki, jang isterinja boekanlah mendjadi goesti dalam roemah tangganja dan men-

298

djadi iboe dari anak-anaknja sadja, tetapi poela mendjadi sahabatnja, jang soeka memperhatikan kerdjanja, dan hidoep bersama-sama dengan dia dalam pekerdjaannja itoe. Itoelah soeatoe hal jang tiada ternilai harganja oléh laki-laki, asal sadja lakilaki itoe tiada pandak pikirannja dan tiada sombong. Karena banjaklah laki-laki jang bersipat sedemikian, jang mengatakan isterinja soeka memperhatikan pekerdjaamija, sebab hanjalah hendak mengetahoei rahsianja sadja. Dengan memperkatakan hal itoe, telah moelaï saja berangsoer-angsoer mendjedjak médan peperangan kemerdékaan perempoean jang tentoelah telah atjap kali dan telah poeas toean mendengarnja diEropah. Kemerdékaan itoe tentoelah amat menarik hati toean, dan pada tahoen jang akan datang, tentoelah toean akan lebih landjoet memikirkan hal itoe, karena toeanpoen sekarang perloe poela mendidik seorang anak toean jang perempoean.

Djikalau kami disini meminta pengadjaran dan pendidikan oentoek anak-anak gadis, ja, bermohon soenggoeh-soenggoeh sampai makboel, maka keadaan itoe boekanlah karena kami hen­dak menjoeroeh anak-anak gadis berlawan dengan anak lakilaki dalam peperangan hidoep, sekali-kali tidak, melainkan ialah karena kami pertjaja benar akan kekoeasaan besar, jang dikandoeng oléh perempoean, ja'ni: memadjoekan dirinja, sehingga tjakaplah ia menanggoeng kewadjiban jang amat besar, jang dikoerniakan Allah kepadanja: mendjadi iboe, pendidik jang pertama-tama oentoek kemanoesiaan diboemi ini! Boekankah dari perempoeanlah manoesia itoe menerima pendidikannja jang bermoela sekali, jang bekasnja atjap kali tiadalah koerang artinja oentoek si anak dalam hidoepnja?

Perempoeanlah, ja, iboe itoelah jang moela-moela sekali menanamkan bidji kebaikan atau bidji kedjahatan dihati manoe­sia, jang nanti akan toemboeh dan tinggal selama hidoep dihati manoesia itoe.

Tidaklah sia-sia orang berkata: „Ta disoesoekan dengan air soesoe boendanja."

Telah beberapa lamanja jang laloe, senantiasa kami menjangka, bahwa sekalian orang pandai jang banjak pengetahoeannja, moelialah poela boedi pekertinja. Sajang! tetapi oentoenglah lekas kami tersadar dari pada mimpi itoe...oentoenglah lekas kami mengetahoei, bahwa kepandaian jang banjak itoe se­kali-kali boekanlah ia mendjadi keterangan dari boedi pekerti jang moelia. Betapa goesar dan sedihnja hati kami ketika mema'loemi keadaan itoe. Dan ketika kami telah sadar dari kegoesaran jang amat sangat itoe, maka kamipoen memikirkanlah hal itoe dalam-dalam, dan laloe mentjari sebab-sebabnja maka djadi sedemikian. Dalam hal itoe. bertemoelah poela kami dengan kebenaran jang kedoea. „Sekolah itoe sadja ta' dapatlah menjem-

299

poernakan pengadjaran anak-anak, teroetama ahli roemahpoen wadjiblah serta mendidiknja! Sekolah oentoek memadjoekan pikiran, isi roemah oentoek pendidikan boedi pekerti!"

Iboe mendjadi tiang dalam roemah dan memikoal soeatoe pekerdjaan jang besar dalam pendidik anak-anaknja tentang boedi pekerti. Oléh sebab itoe berilah anak-anak gadis pendidik­an jang sempoerna, dan oesahakanlah soepaja ia tjakap kelak memikoel pekerdjaannja jang seberat itoe.

O, djika sekiranja diketahoei oléh sekalian iboe jang telah diterimanja dalam pangkoeannja itoe, tatkala mendapat bahagia jang sebesar-besarnja bagi peremipoean: boeah hati, bidji matanja! Dengan anak itoelah ia moelaï menempoeh waktoe jang akan datang. O! tahoe benar hendaknja meréka itoe, terang dan djelaslah hendaknja dalam pemandangannja, apa pekerdjaannja, karena ia telah mendjadi iboe itoe. Tiadalah oentoek dirinja sendiri ia melahirkan anak itoe kedoenia. Ia wadjib mendidik anaknja oentoek ahli roemah jang amat besar diatas doenia ini, jang bernama: Perkoempoelan hidoep bersama-sama!

Karena keperloean jang amat besar, jang terseboet diatas itoelah maka kami. minta pengadjaran dan pendidikan oentoek anak-anak gadis.

Kami soenggoeh-soenggoeh amat pertjaja, bahwa kesopanan bangsa Djawa moestahil akan madjoe dengan sekoeat-koeatnja, selama perempoean-perempoean tidak diadjar dan dididik dalam 'ilmoe kesopanan itoe.

Kepada perempoean-perempoean itoe, wadjiblah dibelikan dalam genggamannja kerdja oentoek memadjoekan kesopanan, kalau demikian baroelah kesopanan itoe akan berkembangan de­ngan sekoeat-koeatnja kepada Boemipoetera bangsa Djawa.

Adakanlah iboe-iboe jang ringan tangan dan tadjam pikiran, soepaja tanah Djawa boléh mendapat perempoean-perempoean jang pantas dan tjakap bekerdja oentoek kemadjoean. Meréka itoelah nanti jang akan menanamkan lagi bidji kesopanan dan 'ihnoe kepandaian itoe kepada anak-anaknja. Anak-anaknjajang perempoean itoelah jang akan mendjadi iboe poela dan anak-anaknja jang laki-lakilah jang akan mendjaga kelak segala keperloean bangsanja.

O, apabilakah waktoen ja akan tiba, jang bangsakoe akan membenarkan boeah pikirankoe ini? Saja menjangka, bahwa waktoe itoe masih djaoeh, djaoeh benar lagi! Tetapi djikalau sekarang tiada djoega datang permoelaannja, tentoelah waktoe itoe masih bertambah djaoeh djoega tempatnja dan masih bertambah lama lagi akan didapat.

Sekalian permoelaan itoe amat soesah mengerdjakannja, dan" bagi kebanjakan meréka toekang penebas djalan hidoep didoenia

300

ini penoeh dengan ratjoen penanggoengan. Sebab itoelah moedah kita memahamkan, bahwa orang-orang toea lebih soeka menjoeroeh anaknja memilih salah soeatoe nasib jang dapat mendjamin, bahwa si anak akan beroentoeng dengan hidoep se­nang.............. dari pada nasib jang diketahoeinja sedjak dari bermoela akan hidoep dengan ratjoen penanggoengan.

Djikalau seseorang menjimpan dalam hatinja sesoeatoe tjitatjita jang moelia, dan tjita-tjita itoe tiadalah maksoednja oentoek kesenangan diri sendiri, melainkan oentoek kesenangan diri orang lain, berdosakah ia, djikalau ia hendak mentjoba mentjapai tjita-tjita itoe, tambahan poela karena ia berboeat demikian, ialah akan meroesakkan hati beberapa orang kekasihnja? Atau itoekah kewadjibannja jang teroetama, ja'ni mentjaboet tjita-tjita itoe dari hatinja, soepaja kekasihnja djangan berhati soesah ?

Bagaimanakah seseorang patoet bekerdja jang berfaédah oentoek hidoep bersama-sama, dengan mengoerbankan dirikah? Atau dengan memadjoekan dirikah? Manakah kiranja jang baik, mengoerbankan diri, soepaja djangan meroesakkan hati kekasih atau memadjoekan diri oentoek kebadjikan ahli roemah besar jang bernama perkoempoelan hidoep bersama-sama itoe?

O, berapalah bagoesnja, kalau kita maoe, dapat dan boléh mengerdjakan barang sesoeatoenja. Perkoempoelan jang bagoes demikian, sajang, hanjalah sedikit sadja orang jang dapat memperoléhnja.

........................................................................

Dengan besar dan soeka hati kami telah berkenalan dengan kitab tjeritera Frits Reuter. Wah, itoelah seboeah tjeritera jang dapat menggelikan hati dan menjegarkan badan. Besar kegirangan kami mendapat anoegarah jang bagoes itoe dari toean! Lagi poela orang-orang lainpoen disini telah merasaï djoega lazatnja tjeritera kitab itoe. Meréka itoe. telah memboeat poela sebagai kami: ketika meréka itoe telah moelaï membatjanja, ta' dapat lagi meréka itoe mentjeraikannja! Bagaimanakah pikiran toean, sedjak dari poekoel toedjoeh malam sampai poekoel tiga pagi teroes sa ja membatja kitab itoe. Itoe boekanlah pekerdjaan jang élok, hanja hal jang seperti itoe. moedahlah kedjadian, djikalau orang bertjengkerma dengan djamoe jang segirang itoe. Lagi djikalau sekiranja maksoed toean memberikan boekoei itoe, soepaja kami boléh kasih dan sajang kepada pengarang sja'ir jang pandai itoe, boléhlah toean laerbesar hati, karena maksoed toean itoe telah berlakoelah. Frits Reuter sekarang telah kami kasihi dihati kami dan kami moeliakan dalam ingatan kami.

Kitab Couperus jang amat bagoes itoe telah menjoekakan hati kami. Biasanja kami soeka membatja kitab-kitabnja karena

301

bahasanja jang amat bagoes itoe. Orang-orang jang didalam kitabnja itoe selaloe ta' tangkas, ta' segar, sepandjang pendapatan kami. Tetapi bahasa dan isi kitabnja telah masoek kedalam hati kami. Toetoer katanja amat merdoe! Tanah Belanda boléhlah berpongah diri karena ahli pengarang jang seperti itoe!

Dan djoega kitab toean Vosmaer jang amat bagoes itoepoen menjoekakan hati kami. Dengan hati jang piloe kami membatja kitabnja jang bagoes jang bernama „Inwijding" itoe. Baroe sekali itoelah, kami berkenalan dengan pengarang bangsa Belanda itoe, kamipoen banjak mengoetjap terima kasih akan pertemoean kami jang amat menggirangkan hati sebagai itoe. Sesoedah membatja kitab „Inwijding" itoe, kami mendapat kitab tentang dongéng orang Gerika dengan bergambar déwa-déwa dan déwi-déwi. Sedap hati melihat gambar-gambar itoe dan memba­tja tjeritera tjeriteranja sesoedah membatja kitab „Inwijding"! O, melihat sekalian keindahan dengan mata kepala sendiri dan merasaï kesenangan hati seperti kegirangan hati Sietske dan Frank itoe, melihat roepa jang mahabesar, melihat sekalian mahabagoes itoe! Tidak, tidak, ta' boléhlah kami berharapan sebanjak itoe! ......... Biarlah kami mengoetjap sjoekoer, bahwa adalah orang dikaroeniakan Toehan jang pandai dan berkoeasa tentang bahasanja, telah menggambarkan sekalian jang maha bagoes itoe dimata kami, dan kamipoen adalah mengerti akan bahasanja jang bagoes itoe!

Telah doea boelan adalah seorang diantara ahli komidi bangsa Belanda datang ketanah Djawa, ke tanah airkoe jang bagoes ini. Willem Royaards, ahli komidi dan ahli bitjara, telah sekian lamanja mendjalani tanah matahari kami dengan kemoeliaannja; dan pada setiap tempat, dimana sadja ia bermain, senantiasa ia menggirangkan hati penonton dengan kepandaiannja jang amat berkoeasa itoe.

Betapa soeka hatinja tatkala kami hendak mendengar ia bermain. Pada boelan jang laloe kami telah berniat hendak meli­hat kepandaiannja itoe, tetapi sajang, ketika itoe tjeritera jang akan dimainkan ta' djadi dilakoekannja. Soenggoehpoen kami ta' dapat mendengar orang pandai itoe main komidi, tetapi ada kegirangan hati kami jang lain, jang telah kami peiroléh. Kami telah bertjakap-tjakap dengan toean itoe sendiri. Tiadalah sekali-kali kami dahoeloe menjangka keadaan itoe, karena dengan tiada disengadja kami bertemoe dengan dia. Itoelah soeatoe keoentoengan jang menjenangkan hati kami, ialah jang mendjadi obat djerih perarai (1) demam kepada kami pada waktoe itoe.

_______________________

1). Bah. Min. artin.ja penghilangkan (pentjeraikan).

302

Adalah soeatoe hal pertjeraian jang menjedihkan hati, jang membawa kami kepada pertemoean jang tiada disangka-sangka itoe. Kami ketika itoe psrgi mengantar-antarkan sahabat-sahabat kami, jaïtoe toean dan njonja Ovink kekapal, jang akan membawa meréka itoe balik ketanah airnja. Kapal ketjil jang membawa kami kekapal besar itoelah jang mempertemoekan kami dengan toean Royaards, jang waktoe itoepoen toeroet djoega mengantar-antarkan toean dan njonja Ovink itoe.

Waktoe itoelah jang memasgoelkan hati kami. Toehan sadjalah jang lebih mema'loemi, bahwa kami dengan sahabat-sahabat itoe barangkali selama-lamanja tiadalah akan bertemoe lagi, karena tiadalah meréka bermaksoed akan balik ketanah Hindia lagi. Ta' adalah harapan kami akan bertemoe lagi dengan meré­ka itoe, kalau sekiranja tiada Toehan menggerakkan kami dapat pergi ketanah airnja itoe!

Boléhkah kami berharap demikian?.................. waktoe, jang akan memberi djawaban sekalian pertanjaan didoenia, hidoep ini, tentoelah lama lambatnja akan memberi poela pendjawaban pertanjaankoe itoe!

Meréka itoe kami sajangi! Kami merasa seakan-akan sebahagian dari badan kami lepas teranggoet, ketika kedoea kapal itoe berlajar bertolak belakang! Meréka itoe dengan kami sebagai senjawalah rasanja!

„Ta' adalah persahabatan jang tegoeh, dan ta' adalah per­saudaraan hati jang tetap kedapatan diantara doea orang jang berlainan bangsanja, dan jang lahir dinegerinja masing-masing", kata orang atjap kali. Hal kami itoe menerangkan kata orang itoe ta' benar, djoesta adanja!

Ta' adalah persahabatan antara meréka itoe jang sebangsa boléh lebih tegoeh dan setia lagi dari pada persahabatan kami, antara anak-anak orang poetih tanah Barat dan anak-anak orang hitam tanah Timoer!

Njawa jang gaib dibadan, jang hidoep selama-lamanja dari doenia sampai keachirat, ta' samalah halnja dengan jang lahir;dan tiadalah ada padanja ba tas bangsa dan agama, dan dialah djoega jang akan menghormati dengan gembiranja njawa lain, jang diam didalam badan lain poela jang berkoelit asing, karena dirasanja bahwa ia bersaudara dengan njawa jang lain itoe. Persaudaraan njawa itoe lebih tegoeh dan lebih dalam dari pada persaudaraan seiboe-sebapa.

Beroentoeng benarlah meréka jang hidoep didoenia ini, jang tidak sadja sesoeai, karena persaudaraan seiboe dan sebapa, tetapi djoega meréka itoe beradik dan berkakak, laki-laki dan perempoeanpoen bersaudara senjawa poela!

Toean kemendoer jang bartemoe dengan toean disini dahoeloepoen sahabat kami, ialah jang menggantikan toean Ovink

Sungai jepara kantor bom pebian 344.jpg

KALI DJAPARA DILIHAT DARI KANTOR BOM (PEBIAN) DJAPARA.

mendjadi assistent-resident di Djombang, itoelah poela kehertdak Allah jang tiada disangka-sangka!

Perdjalanan hidoep didoenia ini banjak jang 'adjaib! Bahagia itoe kadang-kadang mentjahari djalan-djalan jang sesoekar-soekarnja akan menemoei kita, dan kita manoesia jang berpikiran pandak atjap kali lekas benar berkesal hati, kalau kita ta' dapat mengetahoei tentang sesoeatoe hal jang kadim itoe! Tetapi jang sebenarnja sekalian hal itoe amat moedah, asal sadja kita maoe mema'loeminja. Ta' adalah tjahaja jang timboel, jang tiada didahoeloei dengan gelap goelita; hal itoe boléh diperhatikan dari sehari kesehari, dari semalam kesemalam, habis malam berganti siang!

Berapalah girangnja hati kami, djikalau toean di den Haag nanti bertemoe dengan sahabat-sahabat kami, toean dan njonja Ovink! Masih sedih hatikoe mengingat jang toean dahoeloe ta' sempat pergi ke Djombang. Disana sedianja toean moedah boléh pergi melihat pendéta^pendéta di Modjowarno; tentoe adalah paédahnja oentoek toean pergi kesana. Kamipoen soeka benar hendak pergi kesana, tetapi sajang, sampai sekarang beloemlah dapat kami menjampaikan maksoed itoe. Kamipoen telah bermaksoed djoega hendak tinggal beberapa lamanja disana, karena dalam perasaan kami, hidoep didalam oedara jang soetji, jang penoeh dengan kasih sajang, boléhlah membersihkan hati dan mengoeatkan badan!

Ta' adalah manoesia, walau bagaimana djoeapoen djahatnja, jang ta' dapat dikoeasaï oléh kasih dan sajang, jang ichlas dan moelia itoe!

*

* *

11 October 1902 (1).

O! ta' tahoelah engkau, betapa senangnja hatikoe, jang barang-barang hasil kepandaian anak negeri kami sekarang diketahoei dan dihargaï orang. Soesah hatikoe. mengenangkan, siapakah jang akan menghoeboeng pekerdjaan kami ini, djikalau kami tiada ada lagi disini? Kepada adik-adik kami perempoean beloem dapat kami menjerahkannja. Meréka itoe masih ketjil benar, apalagi kalau pengakoean tentang perkara orang wadjib ditanggoengnja. Sekiranja adalah seorang Eropah jang datang mengerdjakan pekerdjaan itoe disini, tentoelah toekang-toekang bangsa kami itoe akan disoeroehnja bekerdja oentoek mengisi kantoengnja sahadja. Oentoek kekoeasaan hatinja atau akan menolong orang Djawa dengan tjoema-tjoema sahadja, mendjadi orang ditengah dan djoeroetoelis, antara toekang-toekang Djapara dan pasar pendjoealan hasil kepandaian meréka itoe, tentoelah orang poetih itoe ta' maoe. Wadjib adalah kasih dihatinja, pertama bagi kepandaian itoe, dan kedoea bagi orang Djawa, maka baroelah orang itoe dapat mengerdjakan pekerdjaan itoe dengan tiada mengharapkan oeang, dan dengan segala soekatjita. Oentoenglah perserikatan „Oost en West" telah mengasihani meréka jang kami lindoengi itoe, tetapi perserikatan itoe patoet poela mengangkat seseorang mendjadi wakilnja disini, karena perserikatan itoe ta' dapat berhoeboeng sendiri dengan toekang-toekang itoe, sebab meréka itoe hanjalah pandai membatja dan menoelis dalam bahasanja sendiri sadja ....................................................................................................................................................

Jang pekerdjaan orang penebas djalan itoe, boekannja pekerdjaan anak-anak dan boekan poela pekerdjaan jang meriangkan hati, telah lama dan selaloe kami ketahoei; bahwa nasib itoe penoeh dengan ratjoen penanggoengan, telah kami ketahoei djoega; tetapi bahasa naraka jang ditaroeh dihati, tidak Stella,tidaklah kami ketahoei; o, tetapi biarlah seriboe kali adanja naraka dihati kami, itoepoen djaoeh lebih baik dari pada tiada berperasaan! Sekalian barang jang terdjoeloer dikerat orang; sekalian jang bertjahaja-tjahaja ditjemarkan dan dikotorkannja. Sedjak dari dahoeloe meréka itoe selaloe besar penanggoengannja. Doenia ini senantiasa maoe menerima manoesia jang bersipat-sipat lain, ja berlainan dengan sipat-sipat jang telah lazim. Dan kalau seorang tiada berlakoe seperti orang banjak, tentoelah selama hidoepnja akan diganggoe orang, soepaja terpaksa ia memboeangkan pakaian jang dipakainja itoe dan ditoekarinja dengan pakaian jang biasa dipakai oléh orang banjak poela.
.....................................................................................................................................................

Saja ta' dapat mendjandjikan apa-apa djoeapoen, ta' soeka saja berdjandji itoe kepadamoe, Stella, karena saja ta tahoe, dapatkah atau tidak perdjandjian itoe saja sampaikan. Amat boeroekkah Modjowarno itoe pada pemandanganmoe? Tetapi manakah jang baik kepadamoe, kami mendjadi gila diroemah, atau pergi mengobati kesedihan dan kedoekaan kami ketempat jang mengandoeng oedara kasih sajang itoe? Kesanalah kami akan pergi, djikalau kenang-kenangan kami tiada sampai, karena ta' maoe lebih lama lagi tertawan disini, dikoeroeng oleh pikiran jang pandak dan boedi pekerti jang hina, seperti biasanja disini. Kami terlaloe pemanas hati, ta' dapat kami membiarkan sadja meréka itoe memboeat sesoekanja, seperti jang telah biasa, jang sangat kami hinakan dan bentji.

Boekanlah moesoeh kami bangsa asing jang mematahkan sajap kami atau jang kami takoeti benar, melainkan moesoeh kami bangsa kami sendiri, itoelah jang memakan hati dan jang

305

lan otak kami. Tiadalah siapa djoea jang dapat memboedjoek kami dan menolong kami, ketjoeali Allah dan kami sendiri!

O, Stella, katakanlah kepadakoe, bahwa engkau tiada akan bersedih hati dan berpoetoesasa, djikalau mendapat soerat dari padakoe memberi tahoekan, jang soerat-soeratmoe kepadakoe hendaklah hingga ini keatas ber'alamat ke Modjowarno. Berilah kami boedjoekan, Stella. Dan lepaslah kami, meskipoen dengan hati jang piloe, tetapi djanganlah hendaknja dengan hati jang loeka ke Modjowarno. Tempat itoe tiadalah menakoeti kami. Kami pertjaja soenggoeh2, bahwa tempat itoe dan 'alam sekelilingnja jang tinggi soetji, berhati kasih-sajang, dapatlah akan menjemboehkan hati kami jang loeka, jang selaloe gemar mengoerbankan diri sampai séhat dan bersih kembali. Tentoe sadjalah kedatangan kami disana dengan hati jang loeka dan loeloeh, tetapi dalam hal itoe Modjowarno ta' ada bersalah sedikit djoea. Kalau demikian boléhlah sekaliannja akan hilang lenjap, Stella! Engkau sendiri telah kerap kali menoendjoekkan hal keadaan pénakoe. Iapoen di Modjowarno masih koetaroeh nanti; karena disana ta' adalah soeatoepoen jang akan mengalahkan dan memberanikankoe dari pada badankoe sendiri! Disini banjak benar jang melantjarkan moeloetkoe, asal sadja dapat koeseboet sekalian jang terasa dihatikoe. Kalau saja mendjadi goeroe pendidik, maka baroe senang hatikoe melihat jang maksoed saja sampai, ialah djikalau orang pertjaja kepadakoe dan menghargaï saja. Kalau tidak demikian, tentoe ta' maoelah meréka itoe menjerahkan anaknja kepadakoe oentoek diberi pendidikan. Tiadalah orang jang akan menjerahkan anaknja kepadakoe djikalau saja katakan sekalian, jang telah koepikirkan dan sekalian jang terasa dihatikoe; keadaan itoelah jang akan memarahkan hati orang kepadakoe. Tetapi seperti jang telah saja katakan kepadamoe, kalau kami pergi ke Modjowarno hanjalah sadja kepergian kami itoe dengan hati jang loeka dan ingatan jang kelam kaboet.

Tahoekah engkau apa artinja sekalian itoe pada pénakoe?

Ta' adalah jang lebih pandai berkata-kata dengan hati, lain dari pada darah jang ada dihati itoe. Kedjadian jang baroe-baroe ini telah mendjadi soeatoe tanda poela dan mengingatkan kepadakoe, bahwa saja dapat menghélakan dirikoe dengan pénakoé, sehingga sampailah pénakoe..........itoe tertjetjah kedalam darah dihati. Banjaklah hati jang telah koesoeroeh mendjadi iba dan piloe, dan air matapoen djatoeh bertjoetjoeran. Engkau tentoelah telah tahoe kepada harapankoe, sehingga engkau tiadalah akan menjangka, bahwa sekalian itoe koetjeriterakan tidaklah karena saja hendak meninggikan dirikoe. Ia bergoena kepadakoe akan menerangkan betapa tingginja harga péna itoe, kalau berdawat dengan darah dihati. Beberapa boelan

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.

20

306

jang soedah, telah tersedoe-sedoe poela seseorang perempoean jang tiada koekenal sedikit djoea, ketika ia membatja beberapa patah katakoe; karena ia merasa betapa hatikoe sedih dan loeka seperti disajat-sajat dengan sembiloe, ketika kata2 itoe mengalir dari pénakoe. Begitoelah keras tertarik hatinja, sehingga dengan sebentar itoe djoega, bekerdjalah ia pergi menolong kesoesahan itoe. Bésok harinja dapatlah ia memberi ichtiar kepada kami, tetapi sajanglah ichtiar itoe terboeang sadja sebab diboenoeh oléh pikiran.

Orang tentoe akan menjangka, jang saja senantiasa berbesar hati, djika orang mengatakan kepadakoe, bahwa saja soenggoeh „pandai" mengarang.

Apakah goenanja poedjian itoe kepadakoe? Saja soeka tiap-tiap karangankoe itoe selaloe melekat dihati meréka itoe, Stella, dan berapa dalamnja maksoed karangan itoe, boléhlah diketahoei, apabila digali. Didalam hatikoe dan didalam ingatankoe selaloe digotjoh dan digali, dan djika telah tersemboer darah dari hatikoe, maka baroelah karangankoe itoe tetap harganja.

Piloe hati mengingatkan kedalam itoe, tetapi katakoe itoe benar sekali!

*

* *

12 October 1902 (VIII).


Telah setahoen saja mendengar dari diri sendiri soeatoe sipatkoe jang menjedihkan hati. Saja gila bertjantik diri. Djangan toean bersemboenji hati kepadakoe, djawablah benar-benar: Saja gila bertjantik diri? Kaliau benar, dalam hal manakah? Sedih hatikoe mendengarkannja, karena saja soeka pada diri sendiri, atau pada orang lain, berkelakoean demikian.

Seseorang, boekanlah toekang fitnah mengatakan, bahwa saja berkata dengan bermain mata. Benarkah itoe? Telah saja minta kepada adik-adikkoe akan memperhatikan sekalian pergerakan dan perboeatankoe, dan mengatakan kepadakoe apa-apa jang gandjil dilihatnja dan adakah saja biasa bermain mata? Adikkoe jang selaloe berkata benar, mengabarkan, bahwa sedjak dahoeloe ia tahoe, jang matakoe senantiasa bertjahaja-tjahaja, kalau saja 'asjik bertjakap meski dengan siapa djoeapoen.
Pertjajalah toean jang keadaan itoe, tiadalah dengan sengadja koeperboeat, dan ta' pernahlah saja berpikir, maoe bertjantik diri hendak menjenangkan hati orang, djikalau ada sesoeatoe jang koeperboeat; bilamana adalah meréka jang berkata demikian, maka keadaan itoe sesoenggoehnja tiadalah dengan sengadja saja perboeat.

307

Itoelah perasaan jang amat menjedihkan hati, karena sementara kita beroesaha selaloe mendjadi seorang gadis jang bersipat jakin, tetapi sekonjong-konjong kedengaran orang berkata, bahwa kita seorang machloek bertjantik diri dan biasa bermain mata. Tertjenganglah saja mendengar hal itoe, dan sedihlah hatikoe boekan boeatan. Pertjajalah kepadakoe bahwa saja tiada sekali-kali akan berniat dan berboeat seperti itoe.

Orang soeka jang saja selaloe hendaknja betertib, atau kemaloe-maloean menoendoekkan kepala. Saja ta' soeka berboeat demikian; saja soeka melihat orang pada matanja, dan sekali-kali ta' soedi saja menoendoekkan kepala menoeroetkan sadja apa jang dikatakan orang itoe.

Saja tahoe djoega apa jang akan disoeroeh djandjikan orang kepada kami, barangkali djoega kemaoeannja dengan soempah, bahwa djikalau kami pergi dari sini tiadalah akan berboeat maloe bagi meréka itoe, ja'ni jang kami sama-sama menanggoeng sakit dan senang dengan bangsa Eropah. Tentang hal itoe djanganlah meréka itoe goesar.

Dari hati sendiri tiadalah kami hendak berpikir berboeat jang sedemikian; kalau begitoe boekankah kami akan meroesakkan sekaliannja? Kami sendiripoen ta' boléh memperboeat itoe; karena kami orang jang soeka memberi tjontoh-tjontoh dalam hal kebaikan.

Njonjapoen tahoe, jang kami ta' sedikit djoega maoe mengatjoehkan apa kata „orang." Tetapi dalam hal itoe sekali-kali ta' patoet orang berkata: „Lihatlah keadaan itoe, djikalau anak-anak gadis diberi pendidikan tjara Eropah, maka kawinlah ia dengan orang Eropah." Itoelah perboeatan jang amat meroesakkan tjita-tjita kami, itoe ta' boléh diroesakkan.

Tetapi jang sebenarnja kita semoea dalam hidoep bersama-sama dengan orang Eropah sama menanggoeng sakit dan senang. Apakah jang saja perboeat pada waktoe ini? Tiadakah orang Eropah hidoep dengan mengindahkan perasaan hati kita? Dan tiadakah kita hidoep dengan menghormati perasaan hati orang Eropah?

Amat banjak boléh orang merampas, ja, sekalian jang ada padakoe boléh dirampasnja; tetapi pénakoe moestahil. Dia mestilah tinggal mendjadi hakkoe, dan senantiasa dengan radjin memakainja mendjadi sendjata. Djanganlah hendaknja orang banjak benar menggoda kami, karena hati jang terlaloe sabarpoen boléh poela hilang, dan terpaksalah kami memakai nanti sendjata itoe, meskipoen badan kami sendiri jang akan loeka oléhnja. Pertjajalah toean djikalau kami sampai pergi ke Modjowarno, kami akan memakainja benar-benar. Lain

308

dari pada badan sendiri, soeatoepoen ta' ada jang kami roegikan dan beranikan.

Ta' oesahlah kami katakan kepada toean, betapa kami, lebinlebih pada waktoe ini, mentjintakan sahabat-sahabat kami jang berhati setia! Kami sekarang telah berhati bekoe, sebab itoelah kami hendak memanaskannja dengan kasih sajang dan dengan hati toean. Kami atjap kali menjalahkan hati kelobaan orang lain, tetapi bagaimanakah hati kami sekarang ini? Sangat lobanja! Tidakkah naman ja kelobaan jang sebenar-benarnja, djikalau menjoeroeh orang lain bersama-sama menanggoeng kesedihan dan kepiloean hati kami sendiri? Dan meminta kasih sajang, pada hal kami tahoe bahwa kasih sajang oentoek kami itoe ta' dapat bertjerai dengan kepiloean hati?

Tiadakah terasa oléh toean, bahwa sipat kami sekarang telah moendoer? Sesoenggoehnja kami sekarang keras, tiada menaroeh kasih sajang lagi, dan tadjam. O! atjap kali kami terkedjoet melihat diri kami sekarang.

Ja Allah, berilah kami kekoeatan, bantoe dan tolonglah kami ini! Dan oléhmoe, o kekasihkoe, berilah saja maaf diatas hati toean jang telah piloe itoe, karena membatja soeratkoe ini. Berdiam diri sadja ta' baik poela, ta' toeloes. Ampoenilah saja, kasihanilah anak-anak toean jang berkoelit hitam ini.

*

* *

27 October 1902 (VIII).


O! alangkah baiknja djikalau sekiranja kami dapat mengatakan kepada toean, betapa senang dan lemboet hati kami, tiap-tiap kali, setelah toean menoendjoekkan tjinta dan kasih sajang toean kepada kami. Dalam kesengsaraan jang sebagai ini, kamipoen machloek jang berbahagia djoega, menoeroet pertimbangan kami. Banjaklah orang miskin jang lebih bersengsara dari pada kami, jang hidoep sebatang kara, tiada tersanak-saudara, berperang sendiri dalam hidoep bersama-sama ini, ta' pernah mendengar kata jang lemah lemboet, jang menjoekakan hati, ta' pernah menerima pemandangan orang kasih kepadanja, ataupoen berdjabat salam melepaskan rindoe hatinja seperti kami. Kami merasa, bahwa besarlah koernia dan kekajaan jang djatoeh kediri kami karena persahabatan dan kasih sajang toean kepada kami.

Kasihanilah kami dan pertjajalah kepada kami selamanja, o iboekoe jang ditjinta, karena dengan hal jang demikian dapatlah kami bersenang hati. Kami banjak minta terima kasih akan tjinta dan kasih toean.
Téngoklah kami sekarang, telah moelaï madjoe poela, sebab

309


itoelah kami dahoeloe menantikan djawab soerat toean, jang telah kami pahamkan itoe. Kami simpan dia sebagai djimat.
Wahai toean jang; ditjinta, kami memohon bersoenggoeh-soenggoeh, djangan toean memikirkan djoega akan kesenangan kami. Telah atjap kali kami katakan kepada toean, bahwa tiadalah kami mentjari kesenangan oentoek diri sendiri, melainkan oentoek orang lain.
Pertjajalah, bahwa ta' adalah kami harapkan lagi dari tanah Eropah, dan demikian djoega nasib kami pada waktoe jang akan datang, boekanlah boenga ros oentoek diri sendiri. Hanjalah satoe sadja mimpi kami lagi, satoe sadja kenang-kenangan kami kepada tanah Eropah, ja'ni melengkapkan kami oentoek peperangan, jang telah kami kehendaki, jang bergoena akan mentjari keselamatan bangsa kami, saudara-saudara kami jang perempoean.
Sebenarnjalah, tiadalah kami berharap lagi apa djoeapoen dari tanah Eropah seperti mimpi anak-anak gadis Eropah: „bersoeka raja." Tiadalah poela kami hendak mentjahari lagi persahabatan dan ketjintaan orang disana bagi kami; dan demikian poen tiadalah kami akan berbesar hati, sebab pergaoelan dengan bangsa Eropah; hanjalah sadja jang kami harapkan dari sana, dan jang hendak kami tjari pergi kesana, ja'ni apa jang perloe bagi maksoed kami itoe: kepandaian dan pengetahoean. Itoelah sadja jang kami pikirkan. Ta' adalah alangannja bagi kami, djikalau kami ditanah Eropah nanti, tiada senang dan ta' dapat bertjampoer gaoel dengan orang Eropah itoe, asal sadja kami dapat mentjari apa jang bergoena oentoek maksoed kami? Itoelah goenanja kami pergi kesana dan tiadalah akan bersoeka raja.
Jang mentjahajakan hati kami pergi kesana, ialah hendak hidoep bersama-sama dengan kakanda kami jang baik hati, jang ada disana, dan tiadalah kami bersaudara dengan dia karena seiboe dan sebapak sadja, tetapi kamipoen bersaudara sehati dan sepikiran dengan dia!
Sebenarnja, tiadalah kami berharap jang benoea Eropah akan memberi kami lebih berbahagia. Waktoe itoe telah lama loepoet dari kami. Kami menjangka dahoeloe soenggoeh-soenggoeh, bahwa „benoea Eropah itoelah doenia jang sebenar-benarnja, jang sebaik-baiknja dan jang sebagoes-bagoesnja."
Ampoeni kami karena berkata sedemikian. Tetapi menoeroet pikiran toean sendiri telah sempoernakah benoea Eropah itoe? Kamilah orang jang kesoedahan sekali nanti jang tiada akan mengakoe dengan sjoekoer, bahwa banjak soenggoeh kebaikan datangnja dari doenia itoe; tetapi maoekah toean menidakkan, bahwa diantara sipat-sipat jang amat bagoes, jang amat ting-

310


gi dan moelia didoenia toean itoe, atjap kali kedapatan disana, jang kesopanan mendjadi permainan olok-olok sadja?

Kami selaloe berketjil hati melihat pekerti jang kedji-kedji dan jang hina-hina dalam doenia hidoep kami, tetapi djanganlah toean menjangka, bahwa sifat-sifat jang rendah itoe dalam doenia hidoep jang akan kami aroengi, oentoek mentjapai maksoed kami itoe, tidak akan bertemoe.

Barangkali djoega lebih soesah kami menanggoengkan keadaan itoe; karena pada meréka itoe jang namanja telah ada mempoenjaï „kesopanan" sepatoetnja sipat-sipat itoe ta' moengkin ada.

Toean sendiri tentoelah lebih mengetahoei hal itoe dan pada kami; bahwa diantara beriboe-riboe meréka itoe jang dikatakan oléh doenia berboedi pekerti, tetapi jang sebenarnja hanjalah sedikit sadja diantara meréka itoe jang bersipat demikian. Loeas pemandangan dan pandjang pikiran itoe, beloemlah mendjadi kepoenjaan masing-masing orang Eropah, jang menoeroet patoetnja dan wadjibnja telah mestilah hendaknja meréka itoe bersipat demikian; tetapi sedangkan pada kebanjakan salon, jaïtoe bilik jang sebagoes-bagoesnja dalam roemah-roemah orang Eropah jang dihiasi dengan perkakas jang mahal-mahal harganja, tempat menerima djamoe jang pilihan doedoek bertjakap-tjakap, masih ada djoega didapat orang jang doengoe dan bebal, jang ta' loeas pemandangannja.

Sesoenggoehnja tiadalah kami mengira lagi, bahwa negeri Belanda seperti soeatoe negeri dikajangan; bahkan menoeroet penglihatan dan perasaan kami tentang orang-orang Belanda disini, dapatlah kami mengirakan, bahwa dinegeri jang ketjil dan dingin itoe, banjaklah kami akan melihat dan merasaï keadaan jang menjedihkan dan menjakitkan hati.

Adalah orang jang menoedoeh kami, mengatakan, bahwa kami orang Djawa pembohong jang sedjati, ta' boléh dipertjaja, lagi koerang terima kasih.

Hal itoe tiadalah sadja kami batja dalam soerat-soerat, tetapi telah atjap kali kami mendengarnja keloear dari moeloet orang Belanda sendiri ..................... disinilah kami dapat mentjoba akan kehaloesan hati orang berkata itoe.

Kamipoen tersenjoem djikalau mendengar atau membatja kata-kata jang terlaloe manis itoet, dan dalam hal itoe terpikirlah oléh kami peri hidoep pergaoelan bangsa Eropah, ja'ni bagaimana meréka itoe telah atjap kali benar menoendjoekkan tanda tjinta, tanda benar dan tanda berhati toeloes kepada bangsa Boemipoetera, dan sebab itoelah maka ia melihat kebawah, dan mentjatji orang Djawa jang pendoesta dan jang soenggoeh ta' boléh dipertjaja itoe, dengan sekalian isi empedoe jang ada didalam peroetnja!

311


Sampai pada beberapa tahoen jang telah laloe beloemlah banjak benar kami bertemoe dengan orang Eropah. Waktoe jang pertama kali kami hadir didalam perkoempoelan orang Belanda, ialah pada waktoe Seri Baginda Maharadja Wilhelmina naik nobat. O! betapalah kami hendak mentjeriterakan berapa besar hati kami ketika moela-moela mengetahoei tinggi, bagoes dan moelianja orang bermain komidi dalam doenia bangsa Eropah! Waktoe meramaikan radja naik nobat dan karena melihat keramaian itoelah, maka kehormatankoe bagi bangsa Eropah mendjadi hilang lenjap. Kami melihat doea orang njonja tengah berbintjang-bintjang, berkepit tangan dengan ramahnja, jang seorang bersandar kepada jang lain. Kami mendengar kata-kata kasih sajang dari seorang kepada jang lain. Dan dalam pikiran kami tentoelah kedoeanja bersahabat baik. Tiba-tiba datanglah seorang toean mentjeraikan kedoea meréka itoe, dan kedengaranlah kepada kami, apa kata njonja jang ditjari oléh toean tadi kepadianja „koetjing betina!" (1) Dan njonja jang tinggal sendiri itoe berkata kepada kawannja tadi: „Lihatlah perempoean pasik itoe, memakai dirinja seperti orang gila." Baharoe sebentar tadi ia telah mengatakan dengan soenggoeh-soenggoeh, bahwa kekasihnja itoe amat tjantik roepanja karena pakaian itoe."
Sebentar-sebentar kami menjaksikan sendiri pada malam itoe berbagai-bagai permainan komidi jang memoeliakan perasaan liati seperti itoe. Adalah kami melihat moeka laki-laki jang roepanja mérah padani, jaïtoe „toean-toean" namanja jang menafaskan baoe minoeman keras dari moeloetnja, djikalau meréka itoe berkata-kata o, tempik sorak meréka itoe sehingga petjah anak telinga mendengarnja............Kamipoen mendjadi koejoe karena itoe, dan beringinlah kami hendak mélarikan diri kami kepada pergaoelan jang ada kesopanannja.
O, djikalau sekiranja kami toekang fitnah dan soeka mentjeriterakan kembali apa-apa jang telah dikabarkan oléh sahabat-sahabat itoe dari seorang kepada jang lain, tentoelah disini akan timboel soeatoe peperangan diantara meréka itoe. Baroe-baroe ini seorang anak gadis sahabat kami menoelis soerat kepada kami, atas kegirangan hatinja telah didjamoe oléh seorang perempoean. Kamipoen minta terima kasih kepadanja, sebab telah menerima sahabat kami itoe dengan hati jang baik. Tetapi apakah djawab perempoean itoe kepada kami? „Menoeroet pendapatankoe ia seorang gadis jang tiada berkelakoean, ia selaloe bermoeka masam, ta' pernah ia melihat dengan berhati senang, moeloetnja selaloe tadjam."
___________
1). Maksoednja: perempoean jang aoeka berbantah.

312


Atjap kali benar kami dapat menjaksikan dengan mata sendiri, betapa meréka itoe berpeloek tjioem, tetapi pada hal jang sebenarnja meréka itoe seorang dengan jang lain sangat berbentji-bentjian.
Tiadalah nona-nona peranakan jang telah biasa dihinakan orang jang berboeat demikian, melainkan orang-orang poetih jang berdarah Eropah sedjati, jang telah diberi pendidikan, berboedi-pekerti dan berpengetahoean. Kami djoega telah melihat betapa nona-nona Hindia jang bodoh dipermain-mainkan oléh orang-orang Belanda jang pandai dan berboedi pekerti.
Orang Djawa itoe ialah pendoesta jang asli, dan sekali-kali ta'boléh dipertjaja!
Tentang toedoehan itoe ta' oesahlah dipandjangkan lagi, hanjalah kami bertanja: Djikalau ada seorang anak berboeat salah karena kebodohannja, dan adalah seorang lagi telah balig dan telah berpikiran, berboeat salah dengan sengadjanja dan dengan tipoe moeslihatnja, siapakah diantara kedoea meréka itoe, jang berdosa besar? Kadang-kadang kami bertanja kepada diri kami sendiri, apakah maksoednja kesopanan? Iakah...............iakah kepandaian jang amat haloes tentang pandai berminjak air, dan mengoelas tidak mengesan? O, apakah jang telah kami perboeat ini? Apakah poela jang telah kami katakan itoe? Ampoenilah kami, o, iboekoe! Toean tentoelah tahoe djoega, jang kami boekanlah bermaksoed hendak menjedihkan hati toean, dan menista toean, melainkan semata-mata ialah hendak berhati toeloes kepada toean. Hati toeloes itoelah jang teroetama sendi persahabatan kita, itoelah jang amat kita kasihi, boekan?
Djikalau kita berhati toeloes atjap kali dikatakan orang, kita ta' tahoe berboedi bahasa. Djikalau sekiranja tidak mesti, maka ta' soekalah kami tidak memakai boedi bahasa itoe; karena kepada kami bangsa Djawa boedi bahasa itoe boléh dikatakan soedah mendjadi darah daging.
Tjahaja jang asalnja dari toean, menjoeroeh kami melihat dan bertanja: ,,Apakah goenanja kotak jang tiada berisi?". Pada pendapatan kami toean wadjib ma'loem, bagaimanakah pikiran kami tentang beberapa hal didoenia bangsa Eropah; karena toean roepanja menjangka, bahwa doenia bangsa toean itoe dalam perasaan kami ialah soeatoe tjita-tjita jang amat tinggi. Apa jang kami katakan „boedi pekerti atau kesopanan jang sebenarnja" soedahlah toean ketahoei dan kamipoen tahoe poela, bahwa pikiran toean tentang hal itoe sesoeai benar dengan pendapatan kami, jaïtoe: „kesopanan jang sebenar-benamja, sekali-kali tiadalah mendjadi hak milik dari tanah-tanah jang mempoenjaï kesopanan sadja." Kesopanan jang sebenar-benarnja itoe adalah djoega terdapat pada bangsa-bangsa,

313


jang dihinakan oléh kebanjakan bangsa koelit poetih, jang hanjalah pertjaja akan kemoeliaannja sendiri.

Pada bangsa kami mémang adalah sipat-sipat jang hina, tetapi bersipat-sipat jang baikpoen adalah poela, ja'ni jang boléh ditiroe diteladan oléh bangsa-bangsa asing. Toean telah melihat bahwa tabi'at kami telah beroebah; kalau tiada demikian, tentoelah tiada perloe kami akan mengatakan sendiri sesoeatoe sipat kami jang amat baik dan telah 'oemoem bagi bangsa Djawa ja'ni sipat „pemaloe".

Bapak telah mengatakan sekali kepadakoe: „Ni, djanganlah engkau menjangka, bahwa banjaklah orang Eropah jang sajang benar-benar kepadamoe. Hanjalah sedikit sahadja diantara meréka itoe jang betoel-betoel berhati demikian."

Hal itoe ta' goena bapak mengatakan kepadakoe; kami sendiripoen telah mengetahoeinja dengan sebaik-baiknja; kami boléh menghitoeng dengan djari tangan sebelah dan ta' goenalah dengan djari kedoea belah tangan kami, siapa-siapalah jang berhati toeloes kepada kami. Kebanjakan diantara meréka itoe soeka kepada kami hanjalah oentoek meninggikan daradjatnja atau karena keperloean lain-lain sadja.

Soenggoeh kedji benar! Jang sebaik-baiknja, baiklah kami tertawa sadja melihat keadaan itoe, soepaja djanganlah hati kami mendjadi panas dan marah. O, manoesia itoe kerap kali amat kedji pekertinja dan bertabi'at seperti orang gila. Tiadakah toean ma'loem, bahwa banjak benarlah diantara meréka jang berteriak-teriak akan kemadjoean kepandaian pertoekangan Boemipoetera, dan jang ta' poetoes memoedji-moedji pertoekangan itoe; berboeat sedemikian hanjalah karena toeroet-toeroetan sadja, dan sekali-kali tiadalah oléh karena disebabkan hati jang ada merasa sajang akan kepandaian itoe? Beberapa orang jang ternama 'asjik mengindahkan kepandaian Boemipoetera itoe, dan tiap-tiap orang boléh dikatakan amat sangat menjoekaïnja! Adakah orang-orang itoe berboeat demikian, karena kepertjajaannja benar-benar? Hal itoe apakah goenanja dipedoelikan, sebab jang perloe boekankah maksoed sahabat-sahabat jang berkata sajang kepada orang-orang Djawa dan kepandaian orang Djawa itoe moedah boléh sampai?

Ta tahoekah kami, pada pikiran toean, apa sebabnja soerat kabar „de Echo" soeka sekali menerima karang-karangan kami, meskipoen kami bodoh dan doengoe? Itoelah soeatoe daja oepaja akan melariskan soerat kabar itoe. Soerat kabar „de Hollandsche Lelie" memberikan beberapa roeang oentoek karangan kami, dan kepala pengarangnja jang dahoeloe senantiasa meminta izin kepada kami akan memasoekkan karangan kami* kedalam soerat kabarnja; apakah sebabnja? Oentoek pelariskan soerat kabar itoe! Soerat-soerat dari anak perempoean Timoer jang

314


sedjati ,,anak gadis Djawa sedjati", boeah pikiran manoesia jang setengah biadab, dan dikarangkannja sendiri dalam bahasa Èropah, o, betapakah bagoesnja oentoek menarik hati! Dan djikalau dengan poetoes asa kami meratapkan kesoesahan kami dalam bahasa Belanda, maka itoepoen lebih lagi menarik hati. Dan...................o, Allah djoealah jang akan mendjaoehkan!.......................... djikalau sekiranja kami meninggalkan doenia dengan hati jang hantjoer loeloeh, karena tjita-tjita kami mati kena tikam, ja, ja, hal itoelah poela jang lebih bagoes menarik hati pembatja soerat-soerat kabar itoe.
O! adalah banjak orang jang amat menjoekaï benar, bermatjam-matjam daja oepaja penarik hati.
.........................................................................

Bahwa sanja amat banjak keadaan jang bagoes-bagoes dalam pengadjaran tertib sopan bangsa Djawa. Tetapi sajang benar, karena tiap-tiap orang tiadalah mengerti akan hakikinja.

Orang hanjalah membatja apa jang tertoelis sadja, apa jang diadjarkan oiéh orang pandai-pandai. Oempama menahan lelah dan lapar; hakikinja itoe maka orang wadjib poeasa dan tidoer sekoerang-koerangnja, soepaja hidoep kita didoenia ini dan diachirat nanti boléh baik. Boeah pikiran jang moelia itoe tiadalah diketahoeinja! „Boekanlah makan dan tidoer maksoed hidoep didoenia."

Saja anak Boedha, tahoekah toean ? Itoelah sebabnja maka saja ta' makan daging. Dahoeloe ketika saja masih ketjil, saja sakit keras, dokter-dokter ta' dapat menolong saja; meréka, itoepoen poetoes 'akal. Sesoedah itoe datanglah seorang Tjina (orang hoekoeman) sahabat kami, minta hendak menolong saja. Orang toea saja menerima permintaannja itoe, dan saja poen semboehlah. Apa jang ta' dapat ditolong obat-obat dokter-dokter itoe dapatlah ditolong obat „doekoen-doekoen" jang tiada terpeladjar. Ia menjemboehkan penjakitkoe hanjalah dengan menjoeroeh saja meminoem air aboe, jang telah dimanterakannja pada tepékong Tjina. Oléh sebab saja telah meminoem obat itoe, maka sajapoen mendjadi anaklah dari keramat Tjina Santikkong Welahan. Beberapa tahoen jang soedah kami telah mengoendjoengi keramat itoe. Keramat itoe ialah seboeah patoeng emas jang diasapi dengan asap doepa siang dan malam. Pada waktoe penjakit sampar berdjangkit, dibawa oranglah patoeng itoe kesana-sini, berkeliling dengan segala oepatjara akan menjoempahi djin dan sétan penjakit itoe. Dengan segala keramaian tiap-tiap tahoen dimoeliakan oranglah hari lahif keramat itoe. Orang Tjina dari sana-sini datanglah pada hari itoe mengoendjoenginja. Dari orang-orang toea bangsa Tjina boléhlah didengar tjeritera patoeng emas itoe. Me-

315


noeroet kepertjajaan orang Tjina patoeng itoe hidoep sebenar-benarnja.

Tanah air kami tanah jang gaib, penoeh dengan wajang, tjeritera jang 'adjaib, dongéng dan 'riwajat. Toean tentoe telah mendengar, betapa sabarnja hati orang Djawa meskipoen ia dipoekoel oléh nasib jang malang dengan sedahsjat-dahsjatnja. Tjemboeroe kita melihat hatinja jang sesabar itoe. „Inilah takdir" katanja, dan dalam takdir itoelah diambilnja penghiboerkan hatinja dan tawakkal. Nasib manoesia itoe telah tentoe, sebeloem ia melihat tjahaja 'alam. Sebeloem ia lahir oentoeng dan malangnja telah ditakdirkan oléh Toehan. Ta' ada seorang manoesia jang dapat menolak, apa jang soedah tertentoe itoe. Tetapi sebeloemnja kemalangan itoe terdjadi, wadjiblah kita mentjari 'akal akan menolaknja. Kalau kemalangan itoe datang djoega, maka itoelah tandanja takdir dari Toehan. Ta' ada jang lebih berkoeasa didoenia ini dari pada' takdir itoe.

Tahoekah toean apa artinja keadaan itoe bagi kami? Kami wadjib tetap beroesaha, madjoe menjampaikan maksoed kami, biarpoen sekalian hal jang datang itoe mesti mendjadi. Meréka itoepoen nanti akan sabar dan berkata: „Inilah takdir".

Sebeloem sekalian itoe terdjadi, tentoelah meréka itoe akan mengganggoe kami; dan djikalau meréka melihat apaapa perboeatan jang telah kedjadian, maka dikatakannjalah: „ini takdir' dan sabarlah meréka. Ja Allah, berilah kami akan kodratmoe!

Soesah amat memikirkan hal itoe; kami sekarang sedang menjisihkan diri kami dari pada kekasih-kekasih kami itoe, mengoengkai tali persahabatan, jang dahoeloe telah mendjadi keoentoengan bagi kami.

Tetapi lebih baik berpondok ketjil jang sempoerna dari pada beristana jang telah roentoeh; lebih baik bersampan jang sempoerna dari pada terapoeng-apoeng dikapal jang bagoes dan telah petjah.

Telah lama antaranja saja pergi tidoer, dengan tiada mendapat oetjapan selamat tidoer dari bapa sendiri.

Beberapa boelan jang telah laloe ta' pernah bapak pergi tidoer sebeloem pergi kebilik kami, dan berhenti dimoeka bilik kami sebentar, akan melihat anak jang dikasihinja ini, dan menjeboet nama si anak, sebeloem ia pergi tidoer. Djikalau pintoe bilikkoe tertoetoep, maka diketoeknjalah pintoe itoe; si anak gadisnja itoe wadjib mendengar, bahwa bapak kekasihnja itoe tiadalah meloepakannja.

Waktoe jang manis dan berbahagia itoe sekarang telah lenjap! Dahoeloe saja banjak mendapat kasih sajang, ja, lebih dari pada sepatoetnja. Dan djikalau seseorang mendapat lebih tentoelah orang lain mendapat koerang.

316


Allah itoe amat 'adil. Sekarang gilirankoe lagi akan hidoep dengan koerang, karena saja telah lama benar hidoep berlebih-lebihan. Sedih hatikoe mengenangkannja, tetapi baginja, bapak jang koekasihi itoe, saja berharap dan bermohon soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan, dapat apalah kiranja ia memboeangkan saja dalam hatinja. Bapak, kekasihkoe jang ditjinta itoe, tidaklah akan berhati soesah benar djikalau dapat memboeat jang sedemikian.

Saja masih kasih dan tjinta kepadanja dengan sepenoeh-penoeh hatikoe, meskipoen apa djoega jang akan kedjadian kelak, ia koesajangi djoega seperti dahoeloe;................. hanja................. saja wadjib membinasakan dirikoe sekarang, berhati kasih dan tjinta tiada dengan tjahaja seperti tjita-tjitakoe.

Alangkah bagoesnja waktoe jang laloe, ja, amat bagoes! Saja banjak mengoetjapkan sjoekoer atas kenang-kenangan jang koekasihi itoe dan atas tahoen-tahoen jang amat berbahagia itoe!

Adoehai bapakkoe jang malang, baginja lebih baik saja dahoeloe ta' mendjadi anak Boedha, dan kalau begitoe dapatlah ia menaroehkoe dengan hati jang ta' roesak, walaupoen saja ditaroehnja hanjalah dalam kenang-kenangan sadja.

Benar kata Nellie: Hidoep itoe kadang-kadang lebih ganas mentjeraikan kita dari pada maoet; kasih dan sajang jang tiada ternilai harganja dan salatoe'rrahim jang amat soetji, jang dirampas oléh malakoe'lmaoet, lebih tegoeh tinggalnja terpateri dalam hati dari pada djikalau ia dirampas oléh hidoep.

Adoehai malangnja bapakkoe jang toea itoe, soedahlah takdir kepadanja pada hari toeanja menanggoengkan hal sedemikian oléh karena anak jang dikasihinja ini.

Alangkah piloe hatinja menanggoengkan itoe. Ja Allah, ampoenilah dosakoe itoe. Tiadalah ia sadja jang banjak berpenanggoengan dan berdoeka hati pada waktoe sekarang dan pada waktoe jang akan datang, tetapi kamipoen telah berperang dan menanggoengkan kesengsaraan jang berat itoe. Kami memohonkan soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan jang mahakoeasa, moga-moga djanganlah banjak ia terlaloe berdoekatjita karena kami, dan berharaplah kami moedah-moedahan dapatlah ia nanti meninggikan dirinja atas keadaan kedoea anak-anaknja jang perempoean ini. Hal itoelah kelak jang akan memperdamaikannja dengan hatinja jang sekarang amat ketjéwa oléh karena kami itoe.

317


21 November 1902 (VIII).


Djikalau kami menaroeh kasih dan tjinta, maka wadjiblah kami berbesar hati dan mengoetjap sjoekoer, djikalau sekiranja kekasih kami itoepoen berbesar hati poela menerima dan memberi kasih sajang, boekan? Djikalau kami menaroeh kasih sajang, maka harapan kami jang sebesar-besarnja, ialah jang kekasih kami itoe akan beroentoeng dan berbahagia. Dan berbahagialah meréka jang banjak memberi orang kasih sajang, dan banjak poela orang jang mengasihinja. Maksoedkoe disini boekanlah kasih sajang antara laki-isteri, karena hal itoe amat haloes, ta' dapatlah saja mema'loeminja. Saja berkata disini ialah tentang kasih sajang jang boléh dirasaï oléh orang banjak, soenggoehpoen perasaan itoe bagi seorang ta' sama dengan bagi seseorang jang lain.
Kelobaan dirikah itoe, djikalau saja berharap, soepaja meréka tempatkoe kasih itoe, kasih poela kepadakoe, demikianpoen meréka akan berbesar hati kali poela atas bahagiakoe, meskipoen bahagiakoe itoe datangnja karena saja telah memberikan hatikoe kepada orang lain?

*

* *

21 November 1902 (X).


Ketahoei oléhmoe, bahwa lemarikoe jang bertingkat empat itoe, tiga tingkat telah penoeh dengan kitab-kitab. Pada tingkat jang keempat kami lapangkan oentoek porterét-porterét sahabat-sahabat kami dan tanda mata jang lain-lain; dengan setjara demikianlah sahabat kami, adalah kami koempoelkan. Porterétmoe terletak antara porterét iboekoe dan porterét kakanda Kartono; terdjaoeh sedikit dari porterét Dr. Adriani seorang pandai jang boediman dan seorang sahabat orang banjak jang moelia. Soedah itoe tei'letak porterét seorang anak jang manis lagi soetji dan segar roepanja, sebagai sekoentoem boenga jang baroe kembang, jang amat kami kasihi. Porterét bapakpoen adalah poela dengan pakaian angkatan. Porterétmoe terletak betoel dalam soeatoe perkoempoelan orang jang baik-baik, soenggoeh! Itoelah tempat jang setiap hari wadjib kami koendjoengi; tiap-tiap hari sebeloem kami melihat wadjah sahabat-sahabat jang kami kasihi dan jang setia itoe, beloemlah ada permoelaannja hari itoe bagi kami.
.................................................................................
Kalau kami pikirkan betoel-betoel, baik benarlah tiada sekalian maksoed kami Allah sampaikan. Djikalau sekiranja sekalian maksoed kami berkenan, berapakah hinanja kami ini; karena dengan hal jang demikian tiadalah kami akan menaroeh

318


tjita-tjita lagi, dan orang jang tiada bertjita-tjita itoe amat boeroek keadaannja. Atjap kali poela terdjadi djikalau kami bermaksoed apa-apa tiadalah berpikir; dan djikalau maksoed itoe sampai, maka baroelah kami menjesal. Menoeroet pendapatan kami sendiri tahoelah kami, bahwa tjita-tjita hati jang sampai itoe atjap kali bertjampoer dengan air mata.
Adalah perasaan kami, jang kita nanti akan bertemoe djoega, tetapi ta' lama, hanjalah beberapa ketika sadja. Setelah kita bertemoe berdjabat salam, laloe bertjerai poela, sekalian itoe terdjadi dalam beberapa sa'at sahadja. Kita sebelah-menjebelah hanjalah sebentar sadja memperlihatkan diri, kemoedian bertjerailah oentoek selama-lamanja. Soenggoeh gila, boekan, perasaan kami itoe, dan ta' dapatlah poela kami memboeangkan perasaan itoe dari kepala kami.
Apakah sebabnja maka kami berharap hendak bertemoe lagi, apabila pertemoean pikiran kita telah sebaik itoe; lebih dari itoe agaknja ta' bergoena lagi; boekankah pikiran itoelah jang sebaik-baiknja ada pada kita? Dan djikalau kita kedoea belah pihaknja telah mempoenjaï benda jang sebaik-baiknja itoe, apakah lagi jang kita kehendaki?
.........................................................................................................
Bagaimanakah pendapatanmoe tentang sekeram api boeatan Djapara jang beroekir-oekir itoe? Tiada bagoeskah? O! ta' dapat saja katakan kepadamoe, berapa besarnja bahagia kami, jang kepandaian tanah air kami makin diketahoei dan makin dihargaï orang. Selamatlah sekalian sahabat-sahabat orang Djawa jang moelia itoe, jang telah memasjhoerkan kepandaian itoe keloear Hindia, dan bersama-sama dengan hasil kepandaian itoe ialah lagi tjita-tjita bangsa Boemipoetera jang bagoes; jang tersemboenji dalam hati meréka itoepoen diketahoei orang asinglah poela.
Kami berharap soenggoeh-soenggoeh, bahwa kegemaran meréka itoe tentang kepandaian Hindia itoe djanganlah hendaknja seperti jang atjap kali kedjadian, mendjadi soeatoe kesoekaan jang lekas akan hilang lenjap.
Tidak, kesoekaan itoe tidaklah akan hilang lenjap; kami berharap djanganlah hendaknja begitoe, meskipoen kami wadjib mengakoe, bahwa kebanjakan orang sekarang ini jang menoendjoekkan kesoekaannja tentang kepandaian kami, berboeat demikian ialah karena toeroetan sadja,........... orang-orang jang pertama kali membangoenkan pekerdjaan itoe, meréka itoelah jang bekerdja dengan hati dan kepertjajaannja sendiri, dan meréka itoelah poela lama-lambatnja jang akan mengalahkan kesoekaan orang jang hendak meniroe-niroe itoe sadja.
Tetapi tiadakah hal jang seperti itoe telah biasa kedjadian

Tjikar gerobak kerbau desa bawu jepara.jpg

GEROBAK (TJIKAR) DIDÉSA BAWOE, DJAPARA.

bagi sekalian hal jang baroe-baroe, dan kemoedianpoen akan beroesia pandjang?

Ta' oesahlah lagi saja oeraikan hal itoe dengan pandjang lebar.

....................................................................................................................................................

Te€ngoklah, saja soeka benar hendak me i hidoep bersan sama dengan berbagai-bagai koempoelan manoesia diatas doenia ini. Misalnja hidoep ber ama dengan koeli-koeli tambang ditempat menambang, atau hidoep dikampoeng Boemipoetera Serani bersama-sama dengan anak negeri jang beragama Serani itoe, tinggal dikampoeng Tjina, dikampoeng Melajoe, ja, dimana djoeapoen. Apalagi jang koesoekai benar ialah hendak tinggal hidoep dikampoeng dan desa bersama-sama dengan bangsa sendiri. Itoelah jang amat meriangkan hatikoe benar, karena saja ketahoei bahwa dengan tjara demikian, makinlah hatikoe akan tertawan kepada hangsakoe nanti, Tjita-tjita hati bangsa apa djoeapoen, baroe boleh dikenal dengan sebaik-baiknja ialah djikalau kita tinggal beberapa lamanja bersama-sama dan hidoep bersama-sama dengan mereka itoe.

Banjaklah “adat-'adat jang bagoes telah koelihat pada bangsakoe: sekalian itoe mendjadi permoelaan jang menarik kesenangan hatikoe, sekiranja saja boleh menjampaikan maksoed hidoep bersama-sama dengan mereka itoe. Seboleh-bolehnja kami tjahari pergaoelan dengan orang-orang kampoeng kebanjakan, dan kalau sekiranja kami berdjalan sendiri sadja, selaloe kami mengoendjoengi sehoeah doea roemah. dikampoeng. Moela-moelanja amat gandjil dan heranlah mereka itoe melihat kami, tetapi sekarang telah mendjadi bia dj

Tangan anak ketjil lekas penoeh kalau di : begitoe tangan soeatoe bangsa jang masih seperti anak-anak. Mereka itoe amat haloes perasaannja akan hati jang ramah, dan amat besar kesoekaannja oentoek bersenda goerau. Senda goerau jang ketjil moedahlah membawa mereka itoe tertawa-tawa, dan kerdja jang berat dikerdjakannja dengan bersoeka-soeka hati. Telah beberapa boelan lamanja, tiap-tiap beberapa banjak orang koeli negeri bekerdja dipekarangan kami. Mereka itoe sedang mem perbaiki roemah dibelakang, dan dekat itoe kami akan mendapat seboeah pendopo jang bagoes.

Pada waktoe tempoh ketika orang melepaskan lelah, atjap kali kami pergi ketempat bekerdja itoe akan ber jakap-tjakap dengan orang-orang koeli itoe. Tjobalah engkau pikirkan, saudara-saudaramoe itoe doedoek dioenggoenan pasir, dan berkelilingnja doedoeklah orang-orang koeli jang telah pajah bekerdja itoe. Mer€ka itoe hampir tiada berpakaian pada badannja sambil merokok dan makan sirih. Akan bertjakap-tjakap dengan mereka itoe, wadjiblah kami dahoek jang mengeloearkan kata: kalau ta? perloe maoelah orang jang dibawah kita sehari-harian berdiam diri sadja, dari pada, memoelai berkata dengan orang jang diatasnja.

Betoel bagoes benar kebiasaan itoe dalam pertjakapan itoe banjaklah kami dengar hal mereka itoe, jang kalau sekiranja tiada kami berboeat sedemikian, tiadalah. kami akan mendengar- nja. Orang? koeli itoe bekerdja dibawah perintah seorang Be- landa peranakan (senjoer). Ia moela2 amat pendiam, selaloe memisahkan dirinja dan tiadalah poela ia maoe memberi tabik kepada kami kalau ia poelang atau pergi. Sekarang kami telah berkenalan dengan dia kamilah jang moela-moela mem- beri tabik kepadanja dan menjapa dia. Ia moela-moela amat maloe, tetapi sekarang telah pandailah ia berbintjang dengan riangnja!

la orang baik hati, dan pandai bertjampoer gaoel dengan koeli-koelinja : soenggoehpoen mereka itoe bekerdja bebas, tetapi selaloe hormat kepadanja. Atjap kali kami dengar orang-orang koeli itoe berkelakar dengan ,,toean” itoe, itoelah soeatoe tanda, bahwa kepala kerdja itoe baik hati kepada mereka itoe. Djikalan mereka itoe kena marah atau wadjib mengoebah pekerdjaannja sekali lagi, tiadalah kami dengar mereka meradjoek. Bagoes itoe, boekan? kepada senjoer itoe banjaklah kepala-kepala boleh mengambil tjontoh.

                            .
                          .   .
                                        12 December 1902 (VIII).

Maksoed tentang oekiran itoe telah sampailah bagoes, pada pendapatan kami medja njonjalah jang sebagoes-bagoesnja diantara perboeatan si Singo, dan selaloelah kami tertjengang melihat pekerdjaannja itoe.

Senang hati melihat betapa si toekang itoe selaloe bertambah madjoe. Sjoekoerlah baroe-baroe ini ia dapat terlepas dari pada soeatoe kesengsaraan jang amat besar. Adalah sebelas roemah jang berkeliling roemahnja habis terbakar. Pohon-pohon kelapa jang dipeka: an roemahnja semoeanja telah menjala, tetapi ta'adjoeblah kita melihat karena roemahnja itoe ta? binasa. Seisi kampoengnja itoe pergilah melihat ke'adjaiban itoe, bertanjalah kepada si poenja roemah jang beroentoeng itoe, “ilmoe atau djimat dan sihir apakah jang dipakainja, maka ta' binasa sedikit djoea, sedang roemah-roemah jang berkelilingnja habis moesnah dimakan api. ,,Tidak” ia tidak ber'ilmoe, ta' berdjimat, ta' ada sihir jang dipakainja, hanjalah jang ada padanja ,,Goesti Allah” jang memeliharakannja dan anak isterinja.” Bagoes benar djawabnja itoe, boekan'? Tetapi ketahoeilah lagi oleh njonja, bahwa pada besok harinja sesoedah kebakaran itoe,

321

datanglah toekang itoe kepada kami, dan pikirlah oleh toean, kedatangannja itoe ialah meminta sjoekoer kepada kami, sebab roemahnja tinggal selamat tiada binasa. Ta' dapat kami menolak kepertjajaannja, bahwa rahmat dari kamilah maka api itoe ta' datang memoesnahkan roemahnja. Itoelah kekocatan do'a kami kepadanja, maka roemahnja terpelihara tiada mendapat ketjelakaan! Apa pikiran toean tentang hal itoe? Betoel-lah sedih hati melihat kepertjajaan jang semoedah dan setoeloes itoe, betoel kepertjajaan anak ketjil!

Sajapoen bertanja kepada dirikoe sendiri, baikkah saja boeang akan kepertjajaan hati mere jang toeloes sebagai anak ketjil itoe, dan jang memberi bahagia kepadanja itoe? Dan kepertjajaan apakah jang lain jang akan saja berikan kepada mereka itoe penoekar kepertjajaannja itoe? Sebodoh-bodoh orang dapatlah meroesakkan barang sesoeatoe, tetapi memperbaikinja? Kepertjajaan kami beloemlah dapat kami berikan kepadanja. Moestahilkah orang boleh memberikan kepertjajaannja kepada orang lain? Kepertjajaan jang sebenar-benarnja, jang sebetoel-betoelnja, ja'ni kepertjajaan ja tiada dipoengoet atau tiada dipoesakai, terbitnja semata-mata dari hati. Ta' senanglah hati kami mendengar jang kami dikatakan oleh mereka itoe berkekoeasaan sedemikian. Kami dan orang lainpoen ta' adalah jang berkoeasa sebagai itoe.

Banjaklah kami menerima kebaikan hati dari sahabat-sahabat kami, orang kebanjakan itoe. Sebab itoe adalah beberapa lamanja kami membentji sekalian agama, karena banjak benar kami lihat mereka itoe jang ta' menaroeh kasih ang sedikitpoen, dan agama itoe didjadikannja selimoet penoetoep hatinja jang bersipat kedji itoe. Tetapi lama-lama baharoelah kami tahoe, bahwa boekanlah agama jang salah dalam hal itoe, melainkan manoesialah djoea jang memperboeroek sekalian pemberian Toehan jang baik-baik diatas doenia ini. Agama jang sebai k-baiknja dan setinggi-tingginja jaitoe menoeroet pendapatan kami, ialah ,,kasih sajang”. Oleh sebab. itoe perloe benarkah mesti orang masoek mendjadi orang Serani, maka baroe boleh hidoep dengan perintah Toehan jang sebagoes itoe? Orang jang beragama Boedha, Berahma, Jahoedi, Islam dan orang biadabpoen, bolehlah hidoep soetji dalam doenia kasih sajang itoe.

....................................................................................................................

Adalah barang sesoeatoe jang sangat menjoesahkan hatikoe, sehingga lenjaplah badankoe rasanja didalam hal itoe: mendengar moesik jang merdoe. Orang boleh melakoekan sekehendak hatinja diatas kami, djikalau kami sedang dimaboek lagoe moesik. Djikalau kami hendak memboeat barang oeatoe jang perloe dilakoekan dengan hati jang berani, baroe dapat

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG,

21

322

oleh kami mengerdjakan itoe, apabila kami telah melenjapkan diri kami dahoeloe dengan moesik jang merdoe. Begitoelah keras kekoeasaan moesik bagi kami. Tetapi adalah poela sekali-sekali kekoeasaan moesik tiada kami indahkan.

Kalau tiada demikian tentoelah atjap kali kami wadjib menahan diri kami, soepaja djari-djari kami ini djangan bergerak diboeaikan oleh boenji gamelan, jang menoeangkan api gembira pada oerat-oerat badan kami. Dan adik-adik kami jang perempoean \merasai poela sedemikian djikalau mendengar boenji gamelan itoe. Ketika kami masih -anak-anak, telah pandai kami menari, kami beladjar sendiri sadja; dan ketika kami sedang pandai berdjalan sedikit-sedikit telah moelailah tangan dan ba­dan kami bergerak-gerak, mendengar boenji gamelan. Dan ke­tika masih boedak-boedak, kami berniat hendak mendjadi pan­dai tari, laloe bersahabatlah kami ketika itoe dengan pandai tari. Atjap kali iboekoe memakaii kami seperti pakaian pandai tari, dan sajapoen menarilah sampai djatoeh tergoeling-goeling. O! dosa jang soetji; dengan segala senang hati berpangkoelah kami diatas ribaan pandai-pandai tari itoe; kami heran melihatkan kebagoesan kepandaiannja itoe, dan mereka itoepoen amat sajang kepada kami.

Kemoedian, amat lama sekali kemoedian dari pada itoe, baharoelah kami ma'loemi, siapakah mereka jang amat kami moeliakan itoe, dan kami hinakanlah kepandaian mereka itoe karena pekerti mereka itoe, dan maloelah kami akan diri kami sebab kami telah penoeh berniat hendak mendjadi pandai tari dahoeloe.

Dan kemoedian itoe lagi, beladjarlah kami menjisihkan ke­pandaian dari orang jang melakoekannja.......... dan sampai sekarangpoen kami masih mempeladjarinja djoea, kami tiadalah maoe mengindahkan bagaimana hidoep si pengarang, tetapi hanjalah kami wadjib menghormati kepandaiannja sadja, seperti Multatuli, kebidjaksanaannjalah jang dihormati.

Seperti jang telah saja terangkan dahoeloe, kami berniat benar hendak bertjampoer gaoel dengan orang-orang jang lain bangsa, lain kepertjajaan dan lain toedjoeannja. Baroe-baroe ini di Semarang kami telah berkenalan dengan beberapa orang kaoem Said. Kakandakoe banjak berkenalan dengan orang-orang jang baik dan saleh. Ia telah membawa kami kepada seorang kapitan 'Arab, dan disanalah kami ketahoei bahwa kami bersaudara dengan dia. Karena kami seorang dengan seorang bertanja-tanjakan hal itoe, maka kami ketahoeilah bahwa keloearganja, ja'ni neneknja jang laki-laki bersahabat dengan nenek kami, bapaknja dan pamannja dahoeloe kawan-kawan sama-sama bermain dengan bapak, paman dan anak angkat nenek kami.

323

Oleh karena beberapa hal maka sahabat-sahabat itoe telah bertjerai-berailah dan sekarang dengan sekonjong-konjong tjoetjoe-tjoetjoenja telah bertemoelah dan berkoempoellah poela kembali.

Senanglah hati melihat roemah orang asing didalamnja, dan seisi roemahnja menerima kami sangat ramah. Keadaan jang seperti itoe atjap kali kami dapati, kalau kami bertemoe dengan orang-orang bangsa asing, jang tidak kami kenal, tetapi mereka itoe atau orang toean ja adalah berkenalan dahoeloe dengan nenek kami.

Begitoelah djoega adalah kami bersahabat lagi dengan orang- orang kampoeng Habsi, dan orang toea mereka itoe dahoeloe bersahabat dengan nenek-nenek kami. Kami selaloe diterimanja dengan ramah diroemahnja. Baroe-baroe ini seorang anaknja laki-laki kawin dengan seorang gadis Habsi disini.

Kami adalah datang pada peralatan itoe. Banjak diantara adat-adat mereka itoe jang toea-toea telah diboeangnja, sehingga karangankoe tentang peralatan jang demikian ta' benar lagi. Karangan itoe telah lama saja karangkan ketika saja masih ketjil, dan pada beberapa tahoen jang telah soedah tersiarlah karangan itoe didalam "Tijdschrift voor taal- land en vol­ kenkunde van Nederlandsch Indie". Saja ta' tahoe, patoetkah saja berbesar hati melihat beberapa 'adat-'adat toea meréka itoe telah terboeang, apalagi melihatkan apa-apa telah dipakai oleh meréka itoe akan pengganti 'adat-'adat jang toea itoe. Amat boeroeklah roepanja meniroe-niroe 'adat2 Eropah dan ditjampoerkan kedalam 'adat sendiri. Sebenamjalah mereka itoe menjoeroeh orang-orang Eropah tertawa melihatnja. Chodja jang ternama itoe hina baginja, djikalau pada alat kawinnja itoe ia akan mengoendjoekkan tjerana emas jang bagoes, jang berisi sirih kepada isterinja, ketika mereka itoe bertemoe. Mempelai jang baroe-baroe ini kami lihat memberi isterinja soeatoe karangan boenga boeatan, dari pada pelbagai kertas berwarna, dan diikat dengan bermatjam-matjam pita-pita jang berkibaran kain kemari. Boenga kenanga, tjempaka dan melati tiadalah dipakai lagi oleh mereka itoe oentoek menghiasi pakaian anak dara itoe, melainkan sekaliannja boenga boeatan dari pelbagai warna. Boekantah mereka itoe menoeroet 'adat Eropah?

Adalah soeatoe 'adat jang diboeangnja, jang amat menggirangkan hati kami. Soedah mendjadi 'adatlah bagi mereka itoe, bahwa pengantin dalam tiga hari jang bermoela kawin ta' boleh pergi keloear roemah. Orang-orang toea pengantin itoe, jang ta' lama boleh tinggal disini, ingin sekali hendak membawa pengantin itoe keroemah kami, tetapi tiadalah dapat, karena hari jang tiga itoe beloemlah habis. Betapa tertjengang-

324

nja dan besarnja hati kami mendengar ketika ia berkata kepada isterinja: „Besok petang-petang pengantin saja bawa kekaboepaten."

„Dimana boleh itoe, hari beloem habis? masakan boleh?" djawab isterinja.

Dan chodja itoepoen mendjawab lagi: „Kangdjeng regen mengatakan, boekanluh atoeran jang demikian, hanjalah 'adat sahadja. 'Adat itoe ta' ada jang diikoetinja; oentoeng dan tjelaka itoe pembawaan orang sendiri. Kalau hati kita ichlas memboeang 'adat, selamatlah kita dan tiadalah soeatoe apa djoeapoen jang akan menggoda kita. Hati saja menoeroet seperti kata kangdjeng. Pekerdjaan ini soedahlah selamat, dan tiadalah lagi apa-apa jang datang menggoda kita."

Mata kamipoen bertjahaja-tjahajalah melihatnja, maoelah rasanja kami mendjabat tangannja ketika itoe. lapoen sebagai seorang Timoer jang tegoeh dan setia memakai 'adat-'adatnja, sekarang iapoen mengakoe, bahwa 'adat-'adiat itoe ta' lain dari pada atoeran jang kebiasaan sadja, jang boleh diboeang seperti memboeang pakaian jang telah toea, djikalau ia tiada memadai lagi, dan 'adat itoe sekali-kali tiadalah bersangkoetan dengan oentoeng dan malang nasib hidoep kita.

Kami seriboe kali lebih beroentoeng. Kami bermaksoed jang moelia dan kami menaroeh kasih sajang! Alangkah baiknja kalau kiranja kami boléh memberikan sedikit dari kekajaan kami ini. Tetapi kesenangan hati ta' dapatlah seorang djoega memberikannja kepada kita, djikalau kita sendiri tidak maoe mengehendakin ja.

Kami ta' berani memikirkan hal itoe, apalagi mengharapkannja, tetapi tetapi berapalah senangnja hati kami, dji­ kalau hati jang telah bekoe itoe dapat dihidoepkan kembali oléh tjahaja Allah, sehingga teranglah ia bersinar-sinar! Oléh karena mengingatkan hal itoe sekalian, maka datanglah perasaan jang mendamaikan hati kami jang amat 'adjaib itoe, dan kamipoen mengoetjap sjoekoerlah. Kajalah hidoep kami didoenia ini, soenggoehpoen banjak berisi ratjoen didalamnja, tetapi banjaklah poela manisan-manisan jang amat lazat sertanja.

Amat senanglah rasanja hati kami serta banjaklah rahmat bagi kami, sekiranja kami dapat menolong sesama manoesia. Harta benda ta' ada pada kami. Dan apa jang ada dapat kami berikan, kami berikanlah.......... jaitoe kasih sajang kami. Kadang-kadang 'adjaib benar kami melihat, orang-orang jang toea dari pada kami, jang telah kawin dan iboe dari pada beberapa orang anak-anak, telah menangis mengatakan kesoesahannja diribaan kami. Betapalah kami akan mengoetjap

325

sjoekoer kalau sekiranja dapat kami menghapoeskan air mata mereka, biarpoen barang setitik.

Barang siapa jang telah mengenal akan perasaan jang demikian, ta' dapat dan ta' maoelah ia meloepakannja.

Djanganlah toean bersoesah hati memikirkan hal kami, wahai kekasihkoe, djikalau sekiranja nasib kami pada waktoe jang akan datang ada berbahaja. Djika sekiranja masih ada didoenia ini air mata jang akan dihapoes, dan ada djoega lagi hati jang mengehendaki kasih sajang, maka sahabat-sahabatmoe jang berkoelit hitam ini masih ada kerdjanja dan tentoelah mereka masih........... bersenang hati. Sesoenggoehnja djanganlah toean bersoesah hati memikirkan hal kami, baikpoen sekarang atau nanti, djanganlah toean berboeat demikian. Serahkanlah kami kepada Toehan seroe sekalian 'alam, Toehan jang amat pengasih dan penjajang.


Ialah jang akan menolong dan memboedjoek serta memban­ toe dan menerangkan kami djalan. Tawakkallah toean, djangan­ lah bersoesah hati, kami tahoe akan Toehan kami. Dan Toehanpoen tahoe poela akan kami, ialah akan menoendjoekkan kami dengan segala ketjintaan djalan jang terang. Djikalau kami hendak berboeat jang baik, ialah akan meno­ long kami, dan djikalau kami hendak berboeat jang djahat, tentoelah sadja kami tiada akan terlepas dari pada hoekoeman. Kepertjajaan itoelah jang memikoel kami, dan jang memberi hati kami mendjadi tawakkal dan senang.

Kami bemiat soenggoeh-soenggoeh hendak mendjadi koeat benar-benar......... sehingga dapatlah kami hendaknja meno­ long diri sendiri. Menolong diri sendiri atjap kali lebih soesah dari pada menolong orang lain. Dan siapa jang dapat menolong dirinja sendiri tentoelah lebih moedah menolong orang lain.

Ilustrasi desa cikeumeuh bogor 271.jpg

Desa Tjikeumeuh dekat Cultuurtuin (keboen tanam-tanaman) di Bogor.

3 Januari 1903 (VII).

Bagaimanalah saja akan meminta terima kasih kepada toean tentang isi soerat dan pidato toean dalam kerapatan Tweede Kamer pada 26 November jang baroe laloe ini; sesoenggoehnja ta' dapatlah kami dengan tjoekoep meminta terima kasih kepada njonja atas segala kebadjikan toean bagi kami. Beroetang boedilah kami kepada toean, ta' dapat kami akan membajar, ialah jang akan kami bawa kedoenia jang baka. O, bagaimanalah saja dapat mentjeriterakan kepada toean, apa jang terasa dan telah mengalir dihati dan dipikirankoe ketika membatja soerat toean dan sebahagian dari pidato itoe, jang bergaris dibawahnja. Tertjoetjoerlah air mata kami membatjanja. Toehan itoe mahabesar, Toehan itoe mahakoeasa dan Toehan itoelah jang pengasih dan penjajang. Itoelah soeatoe rahmat Toehan. Kamipoen melihat seorang akan seorang, tetapi tiadalah tampak soeatoe djoeapoen, karena pikiran kami telah memandang sedjaoeh-djaoehnja, mengenangkan tanah-tanah seberang jang djaoeh itoe, dan sahabat-sahabat kami jang bertempat disana, lagi kami kenangkan poela akan waktoe dan kedjadian jang akan timboel pada hari jang akan datang. Kami kedoea sama memikirkan dan mengenangkan sekalian itoe pada waktoe itoe. Sedang hati jang penoeh dengan perasaan jang meminta terima kasih pada ketika itoe, timboellah poela didalamnja kesedihan dan kepiloean jang amat sangat.

327

Hati kami mendjadi sajoe, karena kami ta' dapat ketika itoe djoega meminta terima kasih kepada sahabat-sahabat kami jang setia dan moelia hati itoe, mendjabat tangannja atau memeloeknja, jang telah memberi kami kegirangan hati itoe.

Sajoe hati kami mengenangkan orang-orang toea kami, kekasih hati kami, djantoeng hati kami itoe, bahwa kepada me­reka kedoea soeatoe tanda kedoekaan jang akan menghantjoerkan hatinja, djikalau mendengar kabar jang membesarkan hati kami itoe.

Wahai orang toeakoe jang malang!

Djikalau maksoed kami sarnpai, maka hal itoe artinja bagi meréka, bahwa mereka akan bertjerailah dengan anak-anaknja, dan ditambah lagi dengan berdoeka hati. Betapalah remoek dada dan hantjoernja hati meréka itoe, djikalau kapallah jang akan mempertjeraikannja dengan anak-anak jang amat dikasihinja dan membawa si anak itoe ketanah asing jang sedjaoeh itoe. Adakah meréka akan kembali lagi dengan selamat?........

Adakah lagi meréka akan bertemoe poela dengan orang toean ja nanti?

Mereka itoe amat kasih akan kami, lebih-lebih bapakkoe kepadakoe, sebab apabila bapak melihat wadjahkoe, teringatlah ia akan iboenja, poen amat dikasihinja; apalagi moekakoe itoe seroepalah poela dengan porteretnja sendiri.

Moga-moga Toehan akan melemboetkan hati mereka jang amat piloe, soesah dan menanggoeng pertjintaan itoe apabila tjita-tjita kami akan kami sampaikan. Keadaan itoe memanglah soeatoe kelobaan hati benar, tetapi kami berharap sekali jang waktoe itoe akan lekas datang.

Saudarakoe, Stella dan sahabat-sahabatkoe jang lain tentoelah akan bersoeka hati benar, kalau sekiranja pekerdjaan toean jang moelia itoe sampai berhasil. Dengan besar hati kami telah membatja pidato toean, meminta pertolongan kepada Pemerintah akan membantoe beberapa orang anak negeri jang amat toean kasihi; setelah itoe kami batja poela pendjawaban menteri djadjahan, dan kemoedian oetjapan terima kasih toean!

Kepada toean saja berkata dengan toeloes dan ichlas hatikoe, meminta terima kasih. Kepada njonja toean, kami berharap jang sedjaoeh itoe, tempat kami berharap akan mengoesahakan kepada toean-toean kedoea, bahwa kesajangan toean, telah beroesaha dengan sedjadi-djadinja oentoek kami. tiadalah tertjoerah kepada orang jang koerang terima kasih. Berhati tetaplah toean bekerdja oentoek pekerdjaan jang moelia, wahai sahabatkoe!

Boekan sedikit rasanja peperangan dan penanggoengan kami karena tjita-tjita hati itoe. Dan kami pertjaja, bahwa banjaklah lagi kesoesahan jang akan kami tanggoengkan,

328

sebeloem kami dapat meninggalkan sekalian hal jang akan menjedihkan hati, dan dalam pada itoepoen lebih banjak poela hal keadaan jang kami sajangi dan kasihi, akan pergi kenegeri jang sedjaoeh itoe, tempat kami' berhanap akan mengoesahakan diri kami, soepaja tjakap dan pandailah kami kelak dalam pekerdjaan jang hendak kami tanggoeng itoe.

Akan dapat moesoeh jang ganas, kita sekali-kali tiada perloe berboeat djahat ataupoen mengganggoe orang lain. Sekarang oempaman ja banjaklah orang sedang mengasoet-asoet kaoem keloearga kami, soepaja kami seboleh-bolehnja djangan dapat menjampaikan maksoed kami. „Ta' pantas," kata mereka itoe jang kami maoe pergi kenegeri Belanda. Dan berapa poela maloe jang akan ditanggoeng nanti karena pergi kesana itoe „dengan ongkos orang lain".

Dan ada poela diantara mereka itoe jang bersedih hati melihat saja mengarang, dan diberinja saja isjarat, soepaja saja berhenti memperboeat hal itoe. „Ta' pantas, seorang anak gadis," mengarang soerat oentoek orang banjak. Bah, seorang perempoean jang beloem kawin, namanja terbebar kesana sini: kalau ia ada bersoeami ta' mengapalah, boléhlah dima'afkan kalau ia berboeat demikian!

Dari Dr. Adriani baroe-baroe ini saja mendapat sepoetjoek soerat jang amat pandjang, membitjarakan berbagai-bagai hal jang tentoe akan menjoekakan hati toean djoega. Saja mentjeriterakan kepadanja, apa jang telah toean perboeat oentoek kami, dan ia amat berbesar hati mendengarnja. Ia menoelis kepadakoe: „Apa jang telah dikatakan njonja van Kol kepada toean, itoelah oedjoed segala agama; pengakoean atas mempertjajaï Toehan seperti seseorang, tidaklah soeatoe pengertian, tidaklah poela soeatoe kebaikan, melainkan itoelah jang sebenar-benarnja Malikoe'rrahman!"

Banjak lagi hal-hal jang bagoes dan berpaódah didalam soeratnja. Betapa soeka hatikoe hendak membatjanja bersama-sama dengan toean, dan memperkatakan isinja dengan toean. Saja perloe lagi membalas soerat itoe.

Adalah poela dikatakannja kepadakoe: „Tetapi sepandjang penglihatankoe, bahwa agama Serani itoe oedjoednja tiadalah akan memberi orang berbahagia, hanja akan mendjadii djambatan antara manoesia dengan Toehannja, itoelah mak­ soed agama Serani."

*

14 Januari 1903 (IX).

Adikkoe jang ketjil, sekali-kali ta' maoe mendjadi priaji, apa-

329

lagi priaji dalam golongan pemerintah negeri; dan djikalau njonja sekali-kali ada memperkatakan soerat-soeratkoe dengan toean, tentoelah toean akan mengetahoei, bahwa saja tiadalah bersedih hati dalam hal itoe, melainkan mémanglah amat besar hati kami mendengar maksoed dan hadjat adik kami itoe. Senang hati kami, jang adikkoe ta' ada bermaksoed seperti maksoed beriboe-riboe mereka bangsa kami; mereka itoe menjangkakan, bahwa mendjadi priaji itoelah bahagia jang setinggi- tingginja dalam doenia ini, sebab mereka mema'loemi keenakan seperti radja ketjil, berbadjoe berkantjing letter W., dan berpajoeng emas!

Girang hati kami, bahwa segala tjahaja dan oepatjara itoe ta masoek dihatinja; lebih senang lagi hati kami mengingatkan hal itoe karena ia semoeda itoe telah ada berpengakoean jang demikian, dan ia hendak mentjahari djalan sendiri, tiadalah seperti djalan jang telah pasar ditempoeh oleh beriboe-riboe orang.

Lebih baik menoeroet pikirankoe, ia beroesaha oentoek menolong mereka jang dilanggar oleh kesakitan, dan pergi bersekolah oentoek mendjadi dokter. Boleh djadi djoega dalam hal itoe masoeklah kelobaan diri saja sedikit; karena saja soeka melihatnja mendjadi dokter, sebab dalam hal itoe amat banjak dan bagoes jang patoet diperboeat dan.......... karena dapatlah poela ia menjampaikan kenang-kenangan kami. Berapalah banjak paedahnja nanti, kalau bangsa Eropah dan bangsa Boemipoetera timbal-balik dapat hormat-menghormati. Ia boleh beroesaha soepaja anak negeri akan mempertjajai obat-obat Eropah, dan dokter Eropah boléhlah poela memperhatikan obat- obat Boemipoetera jang amat moedah itoe, jang telah dipastikan moedjarrabnja.

Saja telah bertjakap-tjakap dengan adikkoe itoe tentang kol ah Dokter D.jawa, tetapi ta' adialah niatnja hendak pergi beladjai kesana, dan kaïnipoen ta' soeka poela menggagahinja dalam hal itoe.

*

17 Januari 1903 (VII).

Telah tiga pekan lamanja disini ta' toeroèn hoedjan sedikit djoeapoen. Sekarang disini terlampau panas. Beloem pernah kami merasai panas sebagai itoe, baikpoen ketika moesim kemarau jang sekeras-kerasnja.

Bapakkoe telah poetoes asa, bibit padi disawah telah merah, karena kepanasan.

Wahai bangsakoe jang malang! Dahoeloe anak negeri di-

330

afdeeling ini tjoekoep makannja, dan ta' tahoelah meréka itoe akan kesengsaraan kekoerangan makanan. Tetapi apa jang tidak ada, tentoelah boléh datang; dan kekeringan jang amat sangat didalam moesim penghoedjan itoe telah memberi tanda, bahwa bermatjam-matjamlah kesengsaraan jang akan tiba. Bagaimanakah gerangan halnja nanti, djikalau sekiranja hari selaloe sadja panas seperti itoe? Soedah datangkah sekarang pertoekaran moesim? Alangkah lekasnja kalau demikian, karena telah doea kali pagi bertioeplah angin, jang biasanja datang dalam boelan Mei. Dan telah moelaïkah sekarang moe­sim kemarau?

Betoel soesah sekali hati kami sekarang; seorang djoeapoen ta' berkoeasa akan mengoebahnja. Amat piloe hati melihat sekalian bibit-bibit, jang telah ditaboerkan dan ditanam orang, semoeanja sekarang telah mérah karena kekoerangan air, semoeanja hampir mati dan ta' dapat ditolong sedikit djoeapoen. Sajang ta' pandai orang memboeat hoedjan! Dan hari jang sepanas itoe melesoe dan meletihkan badan poela, ta' soeka bekerdja. Apa pikiran toean tentang ratap tangis seorang anak negeri ditanah panas ini! O, betapa soesah hati meréka jang bekerdja disawah dan diladang didalam panas seperti disini sekarang.......... apalagi namanja sadja diseboetkan didalam moesim hoedjan! Kirimilah kami sebahagian dari hawa dingin negeri toean itoe dan toean ambillah panas disini sebanjak toean soeka. Sekiranja dapat kita berboeat dimikian, betapalah bagoesnja!


25 Januari 1903 (IX).

Lamalah saja doedoek memandang kekertas ini dan ta' tahoelah saja apa jang hendak saja toeliskan lain dari pada permoelaan kata; banjaklah pikiran jang merawankan hatikoe, banjaklah poela perasaan jang timboel dalam ingatankoe. Pada waktoe itoe terkenanglah oléhkoe sekalian hal jang terdjadi didalam hidoepkoe, dalam beberapa tahoen jang laloe.

Dalam kegirangan dan soekatjita datanglah poela kedoekaan jang amat sangat, kepoetoesan asa dan waswas jang menjedihkan hati. Bagi kami rasanja pada waktoe jang soedah-soedah, telah bermatjam-matjam hidoep didoenia jang kami tanggoengkan. Tahoen-tahoen jang kami ini ta' bersoeka ria lagi sebagai anak-anak, telah djaoeh benar rasanja terletak dibelakang kami. Tiap-tiap hari dalam pekan jang baroe ini, ba­njaklah poela hal-hal jang kedjadian seperti dahoeloe bagi kami. Adalah hal jang merajoekan hati, dan ada poela jang

331

menjoeroeh kami minta terima kasih. Sekalian perasaan pada ketika itoe adalah didalam hatikoe; tetapi perasaan jang memiloekan hati itoelah jang berkoeasa benar diantara sekaliannja.

Ketika saja menoelis soerat ini terasalah poela dalam hatikoe sekalian perasaan itoe; karena itoe lemaslah saja rasanja. Tetapi sekali-kali saja ta' soeka menoeroetkan hatikoe ini; sekalian kata-kata toean jang pagi tadi, hendak saja pegang soenggoeh-soenggoeh didalam hatikoe. Saja ta' soeka dikoeasai oleh pikiran jang menjoesahkan hatikoe itoe, tetapi sekalian kepiloean hati itoe, wadjiblah sekarang dibawah perintah saja.

Atas sekalian jang toean katakan ditepi pantai dan dikeréta tadi pagi kepada kami, o, betapalah hendaknja kami akan minta terima kasih kepada toean? (1) Ta' adalah kata-kata bagikoe, akan menjatakan perasaan kami itoe kepada toean. Ia hanjalah terasa Sadja, tetapi ta' dapat dikatakan! Kami amat mengoetjap sjoekoer dan amat beroentoeng, karena telah berbintjang dengan toean. Demikianlah sedapnja kata-kata dan seorang sahabat jang berhati toeloes. Kemarin semalam-malaman itoe saja selaloe mengenangkan kata-kata toean, dan sekaliannja mengoeatkan hatikoe. Kami berdoea lama memperkatakan hal itoe kemarin dan hari inipoen djoega; dan djikalau bapak telah bertambah semboeh sedikit dari pada sakitnja, kamipoen hendak mengabarkan hal itoe kepadanja. Sekarang boléhlah kami angsoer memberi tahoe dahoeloe kepada iboekoe, dan memoelaï perlahan-lahan menoelis keringkasan permintaan kami itoe.

Djikalau perkara itoe telah selesai, kami toelislah nanti beberapa poetjoek soerat kenegeri Belanda. Sekarang amat tetaplah hati kami. Itoelah jang perloe sekali bagi kami dahoe­loe; kata jang loeroes, benar dan menetapkan hati dari pada seorang sahabat jang toeloes hatinja, telah tegoehlah melekat dihati kami.

Kami ingin benar dahoeloe hendak berbintjang dengan toean kedoea. Dengan segala soetji hati saja meminta terima kasih kepada toean atas kata-kata dan nasihat toean kedoea.

Jang menjoeroehkan kami lagi berniat hendak pergi kenegeri Belanda, ialah tjita-tjita hati kami hendak mendjaoehi oentoek sementara doenia, jang telah meloekaï hati kami dengan ganasnja itoe. Sengsara jang seperti dinaraka itoe ta' patoet kami tanggoengkan lagi. Negeri Belandalah jang akan memboeangkannja dan akan menggantinja poela dengan kesoekaan lain, jang bergoenoeng-goenoeng banjaknja.

______________

1). Isi pertjakapan itoe adalah terseboet dalam soerat jang borikoet ini. 332

Terimalah oetjapan terima kasih kami, karena toean telah menoendjoekkan hal itoe kepada kami.

                                     *
                                    * *

27 Januari 1903 (X).

Saja mengenangkan waktoe jang telah laloe, ketika kami dengan ajah boendamoe bersoeka hati, berdjalan-djalan ditepi laoet disini, laoet kami! Itoelah waktoe jang moelia, ta' dapat diloepakan! Dan waktoe jang baroe laloe ini, ja'ni waktoe kami doedoek ditepi pantai bersama-sama dengan ajahmoe, akan tinggallah poela selaloe dalam kenang-kenangan kami. Disanalah bapakmoe berbintjang dengan kami tentang maksoed-maksoed kami.

Berapalah besar harganja perbintjangan itoe, jang keloear dari hati seseorang jang amat kami moeliakan dan kami kasihi, apalagi ia seorang dari pada sahabat kami, jang kami ketahoei berhati toeloes dan ichlas.

Apakah hasilnja perbintjangan itoe bagi kami? Saja semalam-malaman itoe ta' dapat tidoer. Saja tidoer pada malam itoe bergoeling kekanan bergoeling kekiri, karena kepalakoe penoehlah dengan kata-kata bapakmoe jang soenggoeh-soenggoeh, lagi terbit dari hatinja jang kasih sajang itoe!

Itoelah jang amat perloe bagi kami, itoelah jang telah lama kami kenang-kenangkan, ja'ni kami hendak mendengar kata jang sesoenggoehnja, jang keloear penoeh dengan kasih sajang, dari hati masoek kehati, bertentangan mata dengan mata.

Bésoknja pagi-pagi benar bapakmoe mesti berangkat poela. Sedihlah hati kami memikirkan itoe. Kami pergi mengantar-antarkan jang moelia itoe, dan dikeréta kami hoeboenglah poela pertjakapan jang ditepi pantai kemarin. Achir kalam, ialah kami hendaklah selekas-lekasnja mengirim sepoetjoek soerat permintaan kepada Goebernoer Djenderal, dengan seizin orang-orang toea kami, soepaja Pemerintah akan membantoe kami, menjampaikan pendidikan kami, bergoena oentoek perempoean Djawa pada waktoe jang akan datang dan pendidikan itoe akan koeterima di........................Betawi!

Tidakkah engkau héran mendengar kabar itoe, saudarakoe? Saja ta' tahoe bagaimana pendapatanmoe tentang hal itoe. Tetapi tiadakah engkau akan mengatakan, jang saja selaloe berpoetar pikiran? Moela-moela dengan segala kekoeasaan hati hendak pergi kenegeri Belanda; boemi dan langit telah bergerak soepaja maksoednja itoe dapat disampaikan, dan karena oesaha sahabat-sahabatnja, dapatlah meréka pergi kesana; tetapi sekarang meréka berkata: „Saja tinggal disini!" 333

Apakah katamoe tentang pikiran jang selaloe bertoekar-toekar itoe. Tetapi lebih baik, djika sesat berbalik soeroet, dari pada sesat telandjoer, jang kadang-kadang karena kesombongan hati ta' maoe mengakoe akan kesalahan itoe.

Tahoekah engkau apabilakah maksoed kami hendak pergi ketanah Belanda itoe telah boelat?

Dalam boelan December tahoen 1901, ketika kami sedang menanggoeng kesoesahan hati, jang tidak tepermanaï itoe. Ketika itoe timboellah dihati kami maksoed jang boeas hendak pergi berdjalan djaoeh, berpisah diri dari tempat jang telah meratjoen menjakiti hati kami itoe. Berdjalan, berdjalan dja­oeh pergi ketempat jang beroedara lain, bernapas, hidoep pada hawa jang lain, dan djikalau hati kami jang loeka parah telah semboeh, pikiran serta barangkali djoega badan kami telah koeat, berbaliklah kami mendjelma seperti lahir kembali kedoenia, kedalam pergaoelan jang lama akan bekerdja oentoek peroebahan jang baik...............

Kesoesahan jang seperti dinaraka itoe, ta' boléh kami tanggoengkan lagi. Tanah Belandalah jang akan mendjaga, soepaja kesoesahan itoe tiada akan datang kembali, dan orangpoen ta' akan mengenangkan kami lagi; sajang sekali hendak meloepakan kami itoe lekaslah akan kedjadian. Demikian djoe­ga oléh sebahagian dari doenia bangsa Boemipoetera lekaslah poela kami diloepakannja, ja'ni oléh Boemipoetera, jang hendak kami oesahakan, kalau nanti kami kembali dari negéri Belanda.

Apakah jang menanti kami ditanah Belanda? Kesoesahan jang bergoenoeng-goenoeng, jang beloem sedikit djoea kami ma'loemi hal keadaannja. Bapakmoelah jang menerangkan sekalian hal itoe kepada kami, dan ditoendjoekkannjalah poela kesengsaraan jang akan kami tanggoeng nanti disini, jang datangnja dari pada meréka jang akan kami tolong itoe, djikalau kami kembali kelak dari tanah Belanda.

Sekalian itoe soenggoeh benar, o tjita-tjitakoe jang malang! Engkau tahoe, bahwa itoelah soeatoe tjita-tjita kami jang amat besar hendak beladjar ketanah Belanda, oentoek pekerdjaan jang hendak kami tanggoeng kelak....................... Demikian poela keadaan bapakkoe jang baroe-baroe ini telah sakit keras menjoeroeh kami poela lebih landjoet berpikir. Jang moelia itoe amat sajang kepada kami...........

Segala jang kedjadian baroe-baroe ini ditempat sakitnja itoe masih tergambar dimatakoe. Disanalah kami lihat betapa sajangnja si djantoeng hati kami itoe kepada kami. Tetapi bertanjalah saja kepada dirikoe sendiri, dapatkah kami akan mengoebah maksoed kami itoe, djikalau sekiranja bapakmoe ta' datang kemari, dan jang moelia ta' berkata sedemikian 334

kepada kami? Ta' tahoelah saja............... tetapi sesoenggoehnjalah katakoe ini, bahwa orang toeakoe kedoeanja patoet benar banjak meminta terima kasih kepada bapakmoe. Dan kamipoen sendiri sangatlah terima kasih kepada jang moelia itoe!

Lamalah kami berdoea beradik memperbintjangkan kata-kata bapakmoe itoe, serta memikirkannja. Achir kalam ialah: Pergi ketanah Belanda itoe biarlah kami loepakan dahoeloe dalam hati, dan sekarang kami berharap, soepaja kami boléh lekas pergi ke Betawi.

Sekalian itoe ialah kemaoean dirikoe sahadja. Tetapi dalam hal itoe haroeslah kami ma'loemi baik-baik, apakah kebaikannja jang teroetama benar, djikalau kami beladjar di Betawi. Tentoelah di Betawi kami boléh lekas moelaï bekerdja, tetapi djikalau kami pergi ketanah Belanda, tentoelah kami masih lama akan menanti. Saja selaloe memikirkan kata bapakmoe: „Apakah sebabnja ta' diboeat lekas apa-apa jang dapat dikerdjakan? Pekerdjiaan itoe lekaslah habis kalau dikerdjakan; tetapi dengan djalan pergi kenegeri Belanda, masih djaoeh tempatnja pada waktoe jang akan datang." Bapak­moe berkata sambil mengambil oempama: Adalah seorang jang loeka parah meminta pertolongan, maka datanglah seseorang, dan berkata: „O, sahabatkoe, sekarang saja ta' soeka menolongmoe, karena saja akan beladjar dahoeloe, bagaimana orang memaloet loeka." Orang itoepoen berdjalanlah pergi beladjar; dan djikalau telah diketahoeinja kepandaian paloet-memaloet loeka itoe, maka orang jang loeka tadi telah lama mati.

Bapakmoe berkata poela: „Adalah seboeah moetiara jang terletak dilaoet jang amat dalam. Engkau tahoe bahwa ia ada disana, tetapi engkau ta' tahoe dimana benar tempatnja itoe. Engkaupoen masoeklah kelaoet, hendak mengambilnja tjara begitoe sadja. Air laoet sementara itoe telah sampai kedagoemoe, kemoedian datanglah seorang berkata: „Hai sahabatkoe, djanganlah berboeat demikian, djanganlah pergi lebih djaoeh, air telah sampai kedagoemoe, kalau engkau tenggelam, ta' dapatlah moetiara itoe oléhmoe. Baiklah kembali dan masoek­lah engkau kedalam seboeah perahoe, adjoeklah dahoeloe laoet itoe, dan kemoedian baharoelah engkau pantjing moetiara itoe."

Bapakmoe berkata, djikalau benar-benar kami soeka, dengan segera kami boléh memboeka seboeah sekolah, ta oesahlah kami memboeat oedjian soeatoe apapoen. Ta' adalah terseboet dalam oendang-oendang negeri, bahwa orang haroes memboeat oedjian dahoeloe, maka boléh memberi pengadjaran kepada anak-anak gadis Boemipoetera. Kami boléh mengambil lagi beberapa orang goeroe-goeroe perempoean Belanda, hal itoe perkara ketjil. Tetapi bagaimanakah pikiranmoe, dapatkah kami memboeka seboeah sekolah, kalau tidak dipeladjari dahoeloe bagaimana hal keadaan mengadjar? Benarlah djoega bahwa kami mendirikan sekolah kami itoe............(tertawa kita mendengar kata itoe, lagi sombong boenjinja) hanjalah teroetama maksoednja oentoek pendidikan boedi pekerti, lebih dari pada pendidikan oentoek 'ilmoe kepandaian. Sebab itoelah kami ta' soeka sekolah itoe didirikan oléh Pemerintah, melainkan baik didirikan oléh orang partikoelir sadja, kalau tidak tentoelah wadjib kami menoeroet beberapa oendang-oendang peratoeran sekolah. Kami hendak memboeat sekolah ketjil seperti kehendak kami sahadja, mengadjar anak-anak tiada seperti disekolah biasa, melainkan seperti seorang iboe mendidik anak-anaknja.

Sekolah itoe ta' boléh dibandingkan dengan sekolah biasa, melainkan dengan seboeah roemah-tangga jang besar, dan segala anggotanja akan berkasih-kasihan, jang seorang mengadjari jang lain, dan iboenja tiadalah seperti iboe dimoeloet sahadja, melainkan iboe sebenar-benarnja iboe......... perempoean jang mendidik badan dan pikiran anak-anaknja.

Maksoed bapakmoe itoe atjap kali kami pikirkan, tetapi begini: Djikalau kami ta' dapat pergi beladjar, haroeslah kami tinggal diroemah sahadja; dalam hal itoe ta' dapatkah kiranja kami mengambil beberapa orang anak gadis regén-regén diroemah seberapa keboepatén kami dapat menerima? Meréka itoe disoeroeh bersekolah disini seperti biasa, dan diroemah kamilah akan menanggoeng pendidikan boedi pekertinja, sambil bermain-main membela anak-anak itoe memperbaiki tingkah lakoenja; dan ketika anak-anak kami itoe pergi kesekolah, kami ambil lagi anak-anak kepala negeri jang lain, kami adjari meréka itoe diroemah merénda, mendjahit d.s.b.

Sementara itoe dlengan tiada setahoe meréka itoe kami ketoek-ketoeklah hatinja, soepaja maoelah meréka itoe mengambil boeah pikiran jang tersimpan dalam maksoed kami itoe. Tetapi djikalau dapat kami mendirikan seboeah sekolah, kami lebih soeka dahoeloe beladjar. Benarkah atau tidak pendapatankoe ini, saudarakoe? Sekolah itoe tentoe akan didirikan di Magelang atau di Salatiga. Bapakmoe telah memperkatakan hal itoe dengan bapakkoe, dan ta' adalah alangannja lagi; alangannja hanjalah pergi ketanah Belanda itoe sahadja. Senanglah hati, boekan?

Tjara jang seperti terseboet diatas itoe, demikianlah halnja nénékkoe jang laki-laki dahoeloe mendidik anak² kepala negeri. Nénékkoe dahoeloe menjoeroeh datang kemari seorang goeroe oentoek mendidik anak-anaknja dan lagi pengéran-pengéran dari Solo, dan seorang regén di Djawa Tengahpoen mengirimkan poela anak-anaknja jang laki-laki kepada nénék oentoek pendidikan itoe. Lihatlah pendapatan itoe boekanlah pendapatan baroe; djadinja maksoed kami jang dikatakan orang baroe benar itoe, ialah jang sebenarnja pendapatan jang telah toea, berasal dari nénék kami. Maksoed dan boeah pikiran kami itoe poesaka dari nénék kamilah. Nénék kami itoelah orang jang menebas djalan; kami ini hanjalah melandjoetkan pekerdjaannja sahadja. Nénékkoe jang laki-laki dan jang perempoean itoe kedoeanja orang baik hati.

Bapakmoe telah menoendjoekkan kepada kami apa jang akan djadi isi soerat permintaan itoe; hanjalah sebaris perkataan sahadja, tetapi kami perloe mengirim sepoetjoek soerat peringatan bersama-sama dengan soerat permintaan itoe. Didalamnja wadjib kami toeliskan seterang-terangnja maksoed dan kenang-kenangan kami. Soerat peringatan itoe haroeslah keloear dari hati kami sendiri, ta' boléh sedikit djoega dipikirkan, bahwa ia akan dihadapkan kepada Goebernoer Djenderal, melainkan kami toeliskan sahadjalah apa jang terasa dihati kami.

Bapakmoe soeka membatjanja lebih dahoeloe djikalau kami kehendaki, tetapi menoeroet pikiran jang moelia ta' oesahlah kami menjerahkan soerat itoe kepadanja.

Kami wadjib menoelis dengan seada-adanja apa jang keloear dari dalam hati kami sahadja.

31 Januari 1903 (X).

Hari ini soeratkoe wadjib habis, karena bésok pos ditoetoep. Dengan pos itoe ia akan koekirimkan. Soenggoehlah waktoé itoe lekas sekali melajang! Pada hari ini telah sepekan lamanja bapakmoe datang kemari.

Marilah sekarang kita perkatakan keperloean kita. Maoekah, engkau? Médja ketjil dan papan tempat kitab-kitab itoe telah koesoeroeh kerdjakan kepada toekang oekir. Ia masih bekerdja djoega. Tetapi engkau tentoe akan sabar sedikit doeloe, boekan? Toekang itoe amat banjak kerdjanja oentoek perserikatan „Oost en West." Médja ketjilmoe itoe kami boeat bersegi delapan dan beroekir seperti tjontoh kain batikkoe, loekisan Djawa sedjati! Kajoenja seperti médja itoe djoega, dari kajoe sana (berwama hitam), itoelah kajoe jang sebaik-baiknja jang boléh didapat disini. Papan tempat kitab-kitab itoe kami soeroeh boeat dari doea bilah papan, tidaklah terlaloe besar betoel seperti permintaanmoe kepadakoe. Oekoer- an jang sebenarnja saja telah loepa. Sekarang doea boeah médja saja soeroeh boeat, berlain-lainan bangoennja. Marilah koeterangkan keadaannja sedikit. Médja itoe berkaki tiga beroekir-oekir, dan ditengah-tengahnja itoelah terletak papan médja itoe.

Sekeram ketjil jang baroe-baroe ini kami kirimkan kepada Goebernoer Djenderal, betoel amat bagoes. Bapakmoe jang telah melihatnja disini, memoedji benar kehaloesan perboeatannja. Sekarang kami soeroeh boeat lagi doea boeah sekeram api, jang seboeah bangoennja seperti lokan, terboeat dari pada tiga bilah papan seperti akar jang berlipat tiga, dan seboeah lagi bangoennja seperti garoeda dan sajapnja boléh digerak-gerakkan.

Selaloe keloearlah dari kepala kami pikiran jang baroe-baroe, dan sangatlah kami bersenang hati, jang perserikatan „Oost en West" maoe menjoeroeh memperboeat sekalian itoe. Kadang-kadang terbitlah pikiran itoe ketika kami telah tergoeling ditempat tidoer, dan sebentar itoe djoega melompatlah kami dari tempat tidoer, teroes memasang lampoe, dan boeah pikiran itoe kami gambarkanlah; karena boléh djadi bésok paginja kami loepa, djadi sajanglah kalau tidak digambarkan lekas.

Katakanlah kepada iboemoe, bahwa kami telah memperkatakan dengan orang toea kami tentang maksoed hendak pergi ke Betawi itoe, dan tentang sekolah di Meester Cornelis atau di Salemba itoe. Ta' ada alangannja lagi bagi meréka itoe. Telah senanglah hati, boekan? Meréka itoe amat bergirang hati jang kami masih tinggal ditanah Djawa. „Soesah hatikoe, djika engkau pergi," kata bapakkoe, „saja haroes selaloe hendaknja dapat melihatmoe," kasihan, bapakkoe itoe! Sekarang telah baiklah begitoe. Meréka amat mengoetjap sjoekoer kepada orang toeamoe. Kami wadjib berdjandji kepada iboekoe soepaja tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama. Boléhkah lebih bagoes lagi dari itoe? Itoelah kemaoean kami benar.

Boekankah baik dahoeloe itoe jang kami hanjalah soeka pergi ketanah Belanda sahadja? Sekarang meréka itoe bersoeka hati dengan Betawi. Djikalau kami dahoeloe itoe hendak pergi ke Betawi sahadja, tentoelah ada poela alangannja. Sekarang dengan moedah dan lekas soerat permintaan kami berlajar beserta dengan soerat peringatan kami, dan soerat keterangan dari bapakkoepoen menerangkan ta' ada beralangan tentang maksoed-maksoed kami.

Betapalah akan girangnja hati Annie Glaser nanti! Tentoelah kami akan berkoempoel bersama-sama poela, dan sebagai sahabat jang setia akan bersama-samalah kami merasaï pahit dan manis, sakit dan senang. Kemarin kami mendapat sepoe- tjoek soerat dari padanja, tjobalah pikir oléhmoe, bersama-sama dengan soerat itoe ada dikirimnja seboeah daftar pertanjaan jang patoet koedjawab dari seorang toean. Toean itoe amat soeka menjelidiki hal-hal jang perloe sekarang oentoek pendidikan bangsa Djawa. Ia amat soeka hendak mendengar pertimbangan kami tentang hal itoe. Toean itoe ialah Mr. Slingenberg jang bekerdja digedoeng ministerie van Koloniën. Ia disoeroeh Pemerintah kemari akan memboeat oendang-oendang hoekoeman baroe. Annie berkata, bahwa toean itoe soenggoeh-soenggoeh hendak bertanja, dan ia bekerdja dengan sekoeat-koeatnja serta hendak mentjahari daja oepaja jang dapat diperboeatnja oentoek kami. Ia ta' dapat lagi akan datang kemari, karena pada pertengahan boelan Februari jang akan datang, ia hendak berangkat kembali ke Eropah. Sebab itoelah maka pertanjaan itoe wadjib lekas didjawab dengan seterang-terangnja!!!

Pertanjaan jang diberikannja kepada kami itoe soenggoeh amat berharga, ja'ni pertanjaan jang selaloe terkandoeng dalam hati kami. Sebab itoelah poela maka kami ta' maoe dan ta' dapat mendjawabnja dengan lekas dan ta' senonoh sahadja. Marilah koeseboetkan oempamanja: Pertanjaan jang pertama begini boenjinja: „Atoer-atoeran manakah jang baik dilakoekan penambah kepandaian dan kema'moeran bangsa Djawa?"

Itoelah soeatoe pertanjaan jang diselidiki oléh orang pandai-pandai jang telah poetih ramboetnja, dan dapatkah kami mendjawab pertanjaan itoe dengan satoe, doea, tiga sahadja lagi dengan terangnja!

Kedoea: „Dengan djalan manakah pengadjaran wadjib diperbaiki dan diloeaskan?" Dapatkah kami mendjawab pertanjaan itoe dengan sepatah kata sahadja? Tentoelah sekoerang-koerangnja beberapa lembar kertas bergoena pendjawab.

Pertanjaan jang kelima dapat didjawab dengan lekas atau dengan sepatah kata sahadja: „Tiadakah harga atau arti kemanoesiaan perempoean dalam hal memadjoekan bangsa Djawa terlaloe sedikit sekali diperhatikan oléh orang besar-besar negeri?"

Toean jang memboeat pertanjaan itoe, tentoelah seorang jang baroe memikirkan hal itoe. Pertanjaan jang penghabisan amat senang hati mendjawabnja. „Dengan tjara bagaimanakah jang sebaik-baiknja dilakoekan soepaja dapat dimoelaï menambah kesopanan dan kepandaian perempoean Djawa, baik bangsawan ataupoen orang banjak? Djikalau hal itoe sampai kedjadian tiadakah nanti akan bersalahan dengan 'adat isti'adat negeri?" Sekalian pertanjaan itoe bagoes-bagoes benar, kami akan memperbintjangkannja lebih terang: baikkah? Meréka itoe telah menjoeroeh kami mengeloearkan pikiran dan perasaan hati kami. Kalau sekiranja ta' ada diperboeatnja pertanjaan itoe tiadalah kami akan berpikir dan merasa sebagai itoe. Kami malam kemarin sampai laroet malam menoeliskan sekalian peringatannja itoe dan akan kami beri keterangannja baik-baik.

Soenggoeh gandjillah perdjalanan doenia ini! Jang satoe mendjolok jang lain. Dan jang sebenarnja sekalian itoe tali-bertali. Adalah lagi pikiran jang timboel dihati kami, jang barangkali tiadalah akan menjenangkan hati Pemerintah, djikalau boeah pikiran kami itoe dapat didengarnja, karena Pemerintah jang sekarang koeat akan agama Serani.

Apa pikiranmoe tentang soatoe oetoesan (zending) jang tiada bermaksoed hendak menjoeroeh orang masoek agama Serani, dan mendjaoehkan sekalian agama, tetapi maksoednja hanjalah hendak berboeat baik akan bangsa Djawa, pertjintaan kepada jang baik sahadja? Apakah sebabnja maka ta' dapat pada tempat-tempat jang lain ditanah Djawa diboeat sekolah-sekolah seperti di Modjowarno, dengan tiada dilindoengi oléh soatoe bendéra agama? Dengan hal jang demikianlah dapat orang mengélakkan tombak jang diatjoekan oléh orang Islam kepada dirinja. Orang Islam senantiasa menghinakan meréka jang moela-moela seagama dengan dia, tetapi kemoedian meninggalkan agama itoe, dan masoek kepada agama jang lain. Dalam pemandangan orang Islam berboeat jang sedemikian, ialah soeatoe dosa jang sebesar-besarnja. Orang Islam jang sekarang beragama Serani menghinakan poela meréka jang beragama Islam, karena ia sekarang telah beragama sebagai orang Belanda. Disangkanjalah bahwa daradjatnja karena itoe sama tinggi dengan Belanda. Ta' goenalah lagi saja oeraikan benar, apa kesoedahannja hal jang seperti itoe dalam hidoep bersama-sama.

Djikalau orang soenggoeh-soenggoeh hendak mengadjar bangsa Djawa sesoeatoe agama, baik, dan adjarkanlah kepadanja soepaja ia tahoe mengenal Toehan jang satoe, Toehan jang pengasih dan penjajang, Toehan segala machloek, Toehan bagi orang Serani, orang Islam, orang Boedha, orang Jahoedi d.s.b. Adjarkanlah kepada mereka agama jang sebenarnja, ja'ni: agama dihati. Agama itoe mémanglah dapat dipakai oléh orang Serani, oléh orang Islam d.s.b. Pikiran kami negeri Belanda hendaklah mengirim ke Hindia ini orang-orang jang berboedi pekerti, jang berpeladjaran, jang tinggi kemanoesiaannja, jang maoe hidoep bersama-sama dengan bangsa Djawa, karena kasih akan sesamanja manoesia; hidoep dengan bangsa itoe berkasih-kasihan serta mengadjar, mengobat dan menolong meréka itoe didalam segala hal apabila perloe. Anak negeri itoe hendaklah dibiarkan hidoep dengan sederhana, dan djangan diadjar boros, tetapi perloe ditegoer meréka itoe baik-baik, bila meréka itoe mengerdjakan 'adat dalam negeri jang bersalahan dengan kasih dan tjinta! Pekerdjaan itoe nanti boléhlah ditanggoengkan kepada anak negeri sendiri, pada waktoe ini, beloemlah ada diantara anak negeri jang koeat mengerdjakannja………………… Péndéknja, adakanlah pekerdjaan oetoesan itoe, tetapi tidaklah dengan air serani.

Boléhkah dikerdjakan demikian? Sebenarnja amatlah soesah mentjari orang jang tjakap-tjakap mengerdjakan kerdja itoe. Tetapi nantilah saja oelangi lagi memperkatakan hal itoe kembali. Lebih dahoeloe mestilah diadakan sendiri kesoetjian hati, dan pada sekalian pengadjaran haroes hal itoe diperhatikan. Bagaimanakah memasoekkan kepada orang jang telah balig dan jang hampir balig sendi kesoetjian hati itoe? Pada pikirankoe dangan kitab-kitab tjeritera. Orang haroeslah mengeloearkan soerat-soerat kabar jang banjak berisi dengan tjeritera jang menarik hati, soepaja banjak orang membatjanja, tetapi tjeritera itoe wadjiblah beralasan dengan pengadjaran pendidikan. Maksoed jang sedemikianlah jang hendak kami adjarkan kepada anak-anak kami, sambil bermain-main meréka itoe diadjar dan diberi pendidikan. Apakah sebabnja dengan djalan jang demikian ta' dapat poela diadjar orang-orang jang soedah balig?

Di Betawi kami berharap nanti banjak kami akan berkenalan dengan moerid-moerid Sekolah Dokter Djawa, soepaja banjaklah kami dapat memperkatakan hal itoe dengan meréka itoe, dan mentjoba-tjoba barangkali dapatlah beberapa orang jang soeka mengerdjakannja. Meréka itoelah nanti boléh diharap, jang akan mengerdjakan pekerdjaan djadi oetoesan tidak dengan air serani.

Adikkoe jang perempoean jang boengsoe, Soematri, baroe-baroe ini telah memboeat oedjian klein-ambtenaar. Ialah anak gadis Djawa jang pertama sekali telah memboeat oedjian itoe! Bagoes, boekan?

1 Februari 1903 (IX).

Sekarang tentang orang-orang toea kami sendiri. Iba hati melihat kegirangan hati meréka itoe oléh karena kami akan tinggal disini. Djoega meréka itoe amat menerima kasih kepada toean! Kalau dipikir-pikir benar, baik djoega kami dahoeloe meminta soenggoeh-soenggoeh hendak pergi kenegeri Belanda. Sekarang kedoea orang toea itoe berbesar hati dengan ke Betawi dan tiadalah poela ada beralangan oentoek maksoed-maksoed kami jang lain, hanjalah iboekoe meminta jang kami berdoea selaloe hendaknja tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama. Adakah jang lebih bagoes dari itoe lagi? Itoelah poela jang kami kehendaki benar.

Saja wadjib meminta terima kasih lagi atas nasihat toean jang terbit dari hati persahabatan itoe. Amat besar kebaikan pertjakapan toean itoe bagi dirikoe. Apalah poela sebabnja maka ta' akan saja katakan kepada toean, bahwa keberatan dari pihak-pihak sanak saudara beloemlah kami pikirkan, ja'ni tentang pergi kenegeri Belanda itoe adalah akan memberi berbahaja bagi hal keadaan kami sendiri. Tetapi meréka itoe jang dibibirnja menamaï sahabat-sahabat kami, tentoelah amat soeka menjiarkan kabar, bahwa kami tentoelah akan mendjadi Belanda benar, kalau kami telah pergi kenegeri Belanda itoe, dan banjaklah nanti iboe-iboe jang goesar hatinja akan menjerahkan anak-anaknja kepada kami. Sjoekoer alhamdoeli'llah jang toean lekas memboekakan mata kami sebeloem hal itoe kedjadian, sebab itoelah maka saja banjak meminta terima kasih kepada toean!

Tadi pagi, ketika kami dalam keréta, kami telah mempersaksikan lagi dengan mata sendiri soeatoe kepertjaiaan anaknegeri jang benar-benar seperti kepertjajaan anak-anak.

Ketika itoe meréka ada ditanah lapang. Manoesia dan binatang berkoempoel bersama-sama meminta do'a kepada Toehan jang mahatinggi, soepaja tanah jang dahaga itoe akan ditoeroeni hoedjan.

Dimoeka sekali doedoeklah beberapa orang 'alim dan dibelakang meréka itoe senteri-senteri perempoean berpakaian poetih, dan sebelah menjebelahnja doedoeklah beratoes-ratoes orang laki-laki dan perempoean serta anak-anak. Biri-biri, kambing, koeda dan kerbau ditambatkan orang pada beberapa pantjang. Seorang 'oelama jang mengepalaï sekalian itoe berdirilah dimoeka dan meminta do'a dengan soeara jang njaring. Orang jang banjak itoe mendjawab „amin", „amin"; sementara itoe kambing dan biri-biripoen toeroetlah poela mengembik.

Itoelah sembahjang „istira" namanja. Itoelah soeatoe kepertjajaan dalam agama jang memiloekan hati dan jang dipertjajaï oléh bangsa kami jang masih bertabi'at seperti anak-anak itoe.

Sembahjang meminta rahmat itoe tiga hari tiga malam lamanja. Tentoe mengertilah toean betapa besarnja hati meréka itoe, dan betapa sjoekoernja kepada Allah, karena sesoedah itoe haripoen hoedjanlah dengan lebatnja. Do'a meréka itoe telah berlakoe! Tahoekah toean apa kata orang? Oléh karena kami ditempat mendo'a itoe ada hadir bersama- sama! Ta' dapat kami memasoekkan kepertjajaan dalam hatinja, bahwa kami dalam hal itoe ta' ada berboeat apa-apa djoeapoen.

Dahoeloe dari itoe ditempat-tempat lain, adalah poela diadakan oléh meréka itoe sembahjang istira, dan setitikpoen ta' toeroenlah hoedjan; kebetoelan pada tiap-tiap tempat itoe ta' adalah kami hadir, dan pada persangkaan meréka itoe karena kami ta' menghadiri orang sembahjang disanalah, maka ta' toeroen hoedjan. Sebab itoelah maka anak-anak negeri pertjaja soenggoeh, bahwa kamilah jang memberi berkat sembahjang itoe. Sebab itoelah poela do'a itoe lekas dikaboelkan!

Benarlah amat piloe hati melihat meréka itoe mempertjajaï agama dengan kepertjajaan anak ketjil itoe!

Atjap kali saja berharap, soepaja saja ada menaroeh perkakas porterét dan pandai memporterét, oentoek hal-hal jang gandjil jang ada pada bangsa kami itoe, lebih-lebih dimana-mana orang Belanda ta' dapat masoek. Banjak benar jang hendak kami perlihatkan dan perkatakan hal-hal bangsa kami dengan sebaik-baiknja, sehingga orang Belanda boléhlah tahoe benar-benar nanti akan keadaan bangsa Djawa.

Adalah orang jang berdjandji kepadakoe hendak memporterét orang menanam padi, sedjak dari bermoela sampai kesoedahannja, kerbau-kerbau dan botjah angonnja (anak ketjil toekang gembala), sekaliannja akan diporterétnja. Sajananti akan memberi keterangan porterét-porterét itoe, ja'ni menoeroet perasaan dan pemandangankoe tentang kepertjajaan anak negeri, bangsakoe sendiri.

Toean tentoelah mengetahoei, bahwa saja amat soeka memboeat apa djoeapoen oentoek toean kedoea. Demikianpoen oentoek keperloean perserikatan „Oost en West" selaloe saja maoe mengerdjakannja, karena dalam hal itoe tiadalah orang lain jang saja tolong, melainkan dirikoe sendiri, sebab sekalian itoe bergoena oentoek bangsa kami, dan perasaankoe telah mendjadi satoe dengan bangsa itoe. Sekalian jang saja perboeat oentoek bangsakoe bergoena poela oentoek dirikoe. Minta sadjalah apa apanja kepadakoe, soeroehlah saja atjap kali, djanganlah toean takoet, bahwa sekalian itoe akan memberati saja. Hanjalah dalam hal itoe jang saja minta atas kesoedian hati toean sekalian, djikalau sekiranja kehendak toean itoe ta' lekas datang seperti kemaoean toean, toean akan sabar sediikit.

Saja telah bertjakap dengan pandai emas, tentang pergi ke Solo, soepaja ia disana boléh beladjar mengerdjakan koelit penjoe. Si toekang itoe maoe sekali, ketika koekatakan hal itoe kepadanja. Ta telah pandai memboeat sisir dan adalah perkakas baginja, tetapi mentjat beloemlah ia pandai benar, dan kepandaian ito poen nanti akan dipeladjarinja poela di Solo, Dan lagi disana orang pandai poela mengerdjakan toelang dan moetiara, pekerdjaan itoe haroes poela dipeladjarinja dan iapoen soeka poela mempeladjarinja.

Kami sekarang dalam waktoe permoelaan benar hendak memadjoekan kembali kepandaian bangsa kami jang bagoes itoe. Dan sekalian pekerdjaan itoe tentoelah ta' lekas akan sempoerna seperti patoetnja.

Saja mendapat sepoetjoek soerat jang baik isinja dari toean Dr. Pijzel, seorang dari kepala pengarang soerat kabar „Eigen Haard” beserta beberapa boeah gambar tentang pekerdjaan mengoekir. Gambar-gambar itoe soenggoeh bagoes tjétaknja, boekan? Saja peroléh adalah beberapa boeah, ditjétak diatas kertas tebal jang bagoes. Tahoekah toean lagi apa jang menjoekakan hatikoe? Karena njonjalah jang moela-moela sekali menjoeroeh saja mengarang dengan nama sedjati. Tetapi ta' senang poela hati kami, sebab adalah orang jang memboeat kami oentoek mendjadi perkakas melakoekan barangnja. Roepanja hal itoe tela mendjadi 'adatlah kepadanja.

Senang hati kami mendengar kabar, bahwa ditanah Minahasa ada poela seorang anak gadis Boemipoetera jang mempoenjai tjita-tjita „gila” seperti tjita-tjita kami. Lihatlah, roepanja boekanlah kami sadja orang jang „gila”. Djikalau bangsawan disini ta' berkenan akan kami, dan anak negeripoen ta' poela soeka kepada kami, maka kami pergilah lari kepada saudara djaoeh jang sepikiran itoe, kami pisahkanlah diri kami dari pada tempat jang ramai ini ketempat jang tidak dikenal orang, dan disana mentjari kerdja oentoek kepala, hati dan tangan, Tentoelah ada tempat didoenia jang amat loeas itoe, jang orangnja soeka akan menerima kami.

Saudarakoe perempoean jang soeloeng baroe-baroe ini ada disini. kemarin ia telah berangkat kembali, tetapi ia tiada akan teroes pergi ke Kendal, melainkan singgah dahoeloe ke Koedoes kepada mentoeanja jang perempoean, akan mempertahankan diri kami pada mentoeanja itoe. Sekalian hal jang kami tanggoengkan baroe-baroe ini, menjebabkan kami mendjadi pendiam dan insaf. Lihatlah ke Koedoes, telah pergi seorang yang hendak mempertahankan diri kami, ialah jang dahoeloenja sangat melawan pikiran kami. Sekali-kali tiadalah kami petjahkan kepala kami akan memboeat seboeah pidato, jang dapat mengibakan hatinja kepada kami. Kami hanjalah berkata dari hati kehati, dan tiba-tiba piloelah hati kami melihat saudara kami itoe, dengan air matanja berlinang-linang, dan dengan soeara jang gementar, berkata: „Baik, sampaikanlah maksoed-maksoedmoe itoe, sampaikanlah tjita tjitamoe, saja akan memintakan engkau do'a kepada Toehan, soepaja Ia akan memberi engkau rahmat!"

Kami bertanja lagi kepadanja: „Tiadakah engkau akan merasa hati, djikalau orang-orang lain menghinakan dan menjalahi kami?" Ia mendjawab: „Orang-orang jang berkata sekarang sekeras-kerasnja itoe, nanti akan menoetoep moeloetnja djoega!" Saudarakoe menjangka, jang mentoeanja itoe maoe, dan soeaminjapoen maoe djoega memperkenankannja.

Bagaimanakah hal kami sekarang diroemah? Dahoeloe ta' boléh kami memperkatakan maksoed kami dengan orang lain; sekarang meréka itoe sendiri memperkatakannja. Kami baroe-baroe ini memperkatakan bermatjam-matjam hal keadaan dengan seorang asing; berapalah besarnja hatikoe melihat, karena ketika itoe selaloe saja berdiri dekat bapak. Dalam doenia pikiranpoen, saja anaknja djoega, itoelah njanjian dalam hatikoe ketika itoe! Bapak meminta orang itoe datang kemari, ialah akan mengoedji pikiran seorang dengan jang lain, karena hal jang seperti itoe berpaédah oentoek kami. O! adalah akan sampai roepanja mimpi kami itoe, bahwa permoelaan perdjalanan kami itoe dengan segala berkat meréka itoe!

O, tjobalah toean pikir, sebeloem kami mengirim soerat kepada toean Sijthoff, kami pekan jang laloe telah mendapat soerat jang baik isinja dari padanja. Dalam soerat itoe ia mengatakan, bahwa ia menjesal karena telah mengatakan kami keras kepala, dan kekerasan kepala itoelah, jang memaksanja menghormati kami serta berdjandjilah poela ia dengan segala soeka hati maoe menolong kami. Apabila kami perloe akan pertolongan itoe, boléhlah kami segera memberi tahoekan kepadanja.

4 Maart 1903 (VIII).

Saja baroe-baroe ini sangat sakit. Beberapa hari lamanja orang bersoesah hati oléh karena saja, dan penanggoengankoe waktoe itoe boekan boeatan sakitnja. Sjoekoerlah, kesengsaraan itoe telah hilang, dan kesoesahan itoe telah ditanggoeng. O! dengan obat jang amat moedah sadja orang memboeangkan penjakit itoe. Kami telah menoeliskan nama-nama obat itoe dalam kitab peringatan kami, jang bergoena nanti oentoek anak-anak kami.

Kemarin telah saja moelaï lagi bekerdja, adalah baik sadja, dan hari ini saja moela-moela berkeréta sesoedah sakit. Piloe hatikoe melihat betapa bapak meminta sjoekoer atas kesemboehan dirikoe ini. Saja tentoelah doedoek dekatnja, dan bapak selaloe memegangkoe seakan-akan takoetlah ia jang saja akan hilang. Itoelah waktoe jang amat berbahagia, kenang-kenangan jang berharga bagikoe, itoelah mestika oentoek waktoe jang akan datang! O, kami berdoea telah banjak menanggoeng, dihati dan dibadan.

9 Maart 1903 (VIII).

Kami telah mendapat soerat, bahwa didalam sedikit hari lagi penjoe itoe akan tiba disini, setelah itoe baroelah pandai emas itoe akan pergi ke Solo. Senang hatikoe sekarang, karena telah tiga tjabangnja kepandaian anak negeri ditempat toempah darahkoe, jang telah moelaï hidoep kembali, dan kami sekarang bekerdja akan mentjari djoega tjabangnja jang lain, hendak menghidoepkannja. Meréka itoe tahoe dan ma'loem sekarang, bahwa maksoed kami ialah hendak menjelamatkan meréka itoe; meréka itoe mengerti sekarang akan keoentoengannja; dan dihormatinja kerdja kami. Dengan segala soeka hati dan radjin meréka itoe sekarang bekerdja bersama-sama dengan kami. Sekalian apa jang kami boeat oentoek meréka itoe, tentoelah akan mendjadi sia-sia sadja, djikalau sekiranja meréka ta' tahoe, bahwa kami bermaksoed baik dan memandang oentoek keselamatannja. Saja mengoetjap sjoekoer sebab meréka itoe telah mengerti akan hal itoe.

Senanglah hati melihat betapa sekarang tjabang-tjabang kepandaian itoe telah hidoep kembali. Perempoean-perempoean jang menenoen kain „dringin” telah banjak sekarang moelaï bekerdja, sampai dikampoeng, berkeliling kampoeng Melajoe banjaklah anak Boemipoetera jang bekerdja. Sekaliannja adalah madjoe sadja. Pandai emas itoe sekarang telah banjak orang oepahannja dan moerid-moeridnja. Dan lagi ada poela boedak-boedak jang minta beladjar oentoek mengoekir kajoe. Itoelah soeatoe hal jang menggirangkan hatikoe. Diantara anak² itoe adalah seorang anak dari kota, djadi tidaklah anak kampoeng Belakang Goenoeng, kampoeng orang pandai-pandai oekir. Moerid-moerid jang lain kami sendiri mentjaharinja; tetapi moerid jang seorang, jang datang dari kota itoe, ia sendiri memintanja kepada kami. Itoelah jang sebenarnja. soeatoe tanda akan menjenangkan dan menjoekakan hati! Sjoekoer hatikoe dalam hal itoe!

Anak-anak jang masih ketjil diroemah, nanti akan menjamboeng pekerdjaan kami itoe, djikalau kami ta' ada diroemh lagi; kami akan menoendjoeki meréka itoe dari djaoeh, kalau sekiranja mereka itoe patoet ditoendjoeki. Adalah seorang mengadoe kepada kami tentang orang jang tiada terima kasih, dan tentang dengki chianat kepada sesama manoesia. Kami katakan kepadanja, bahwa djikalau ia kesal hati, karena manoesia tidak terima kasih itoe, tentoelah kesalahannja sendiri.

Ia melihat kami tertjengang dengan matanja jang besar, serta bertanja: „Kesalahankoe djikalau orang koerang terima kasih kepadakoe?”

„Ja, kesalahan toeanlah itoe, kalau toean bersoesah hati karena itoe; djanganlah sekali-kali kita berboeat baik karena hendak mendapat terima kasih dari orang lain: kita berboeat baik maksoednja hanjalah karena pekerdjaan itoe baik, dan kita sendiri bersoeka hati mengerdjakannja.”

Menoeroet pikiran dan sangkakoe obat jang sebaik-baiknja, soepaja diri kita djadi bersenang hati, dan hidoep orang lain dapat kita perbagoes, hendaklah kita mentjoba dengan sebanjak-banjaknja mema'loemi berbagai-bagai hal. Makin banjak kita ma'loemi, makin koerang kesakitan hati kita, makin kasih dan makin 'adil timbangan kita oentoek orang lain. Hal jang achir itoe menjebabkan hidoep orang lain mendjadi bagoes, dan hal jang pertama itoe memperbagoes hidoep diri sendiri; tidak bersakit hati akan sesoeatoenja, itoelah artinja berbahagia.

Ia bertanja kepada kami lagi:

„Apakah jang akan engkau perboeat, djika engkau bertemoe dengan seorang jang menarik hatimoe?”

„Saja akan berbesar hati dan mengoetjap sjoekoer, karena keadaan itoe artinja, jang saja telah bertemoe dengan seorang saudara sepikiran, dan makin banjak saudara sepikiran itoe kita peroléh, makin baiklah hal kita, dan makin senanglah hati kita.”

„Saudara-saudara sepikiran ta” pernah akan engkau peroléh!”

Keras sekali katanja itoe; tentoelah ia menjangka, bahwa sekalian laki-laki bangsa kami amat rendah boedi pekertinja, atau boléh djadi djoega ia menjangka, jang kemanoesiaankoe amat tinggi!

Sekiranja diketahoeinja betapa saja telah bergirang hati, karena menerima sepoetjoek soerat dari pada seseorang jang ta' kami kenal, seorang moeda, saudara sepikiran, nistjaja beroebahlah. persangkaannja itoe! Saja hendak mengirimkan soerat itoe nanti kepada toean, kalau ada sempat. Soerat itoe soerat dari seorang moerid Sekolah Dokter Djawa. Dan isinja soerat itoe ialah soeatoe tanda bersoeka hati, jang timboelnja tiada disangka-sangka, karena ia membatja karangankoe didalam soerat kabar „Eigen Haard”, jang bepermoelaan dengan kata pendahoeloean dari toean itoe. Seperti lakoe anak-anak betoel............amat moeda kesoekaan hatinja jang bertjahaja-tjahaja itoe, tetapi bocah pikirannja seperti kepoenjaan orang kebanjakan sadja............sendi jang tegoeh tampak dalam dirinja.

Itoelah keindahannja orang pandai mengarang, meréka jang tiada dikenalnja mengatakan sahabat ke padanja, karena segala katanja berkenan dihati meréka itoe! Saja berbesar hati memikirkan, bahwa toeanlah jang moela-moela membawa saja kesana dengan memakai nama sendiri. Tentoelah ada berkatnja, djikalau kami dibela orang jang amat kami kasihi, sebagai toean.

Djikalau karangan itoe ada memberi paédah, maka keadaan itoe menoeroet kepertjajaankoe, terdjadinja sebab toeanlah jang membawanja kedoenia jang terang ini. Banjak pendapatankoe bertambah karenanja, dan iapoen telah sampai poela ketempat jang dimaksoednja.

Oentoek toekang-toekang oekir kami, karangankoe itoe amat menjenangkan hatinja. Oléh karena karangan itoe telah bertimpalah pesanan datang.

19 April 1903 (IX).

Menahan hati sendiri, itoelah jang perloe benar saja peladjari.

Baik benar banjaklah meréka itoe dalam waktoe jang achir ini telah memberi saja nasihat dalam hal itoe.

Saja atjap kali melihat tempat penjimpanan kertas toeliskoe dengan hati kasihan; tetapi saja haroes menjabarkan hatikoe; kesoekaankoe hendak menoelis ta? boléh selaloe saja mandjakan; kesoekaankoe hendak menoelis ta' boléh koeperboeat akan melepaskan lelahkoe sadja.

Sedikit kabar jang menjenangkan hati. Mentoea saudarakoe Soelastri jang perempoean, soeka benar hendak menolong kami, dimana djoeapoen; jang sebaik-baiknja baginja tentoelah di Magelang, karena disanalah kaoem keloearga dan sahabat-sahabatnja diam, dan sekalian meréka itoe menjoekaï pendidikan jang bel Iparkoe lekas sekali menjoekaï maksoed itoe.

25 April 1903 (I).

Penakoet, itoelah kesalahan jang ta? dapat diampoeni, karena kami sendiri tiadalah dengan selekas-lekasnja mengirim soerat kepadamoe, ketika telah poetoes moepakat, bahwa kami oentoek sementara ta' dapat memetik boeah dari hasil pekerdjaanmoe jang moelia itoe…………Ta' adalah orang lain jang lebih heran lagi tentang kepoetoesan itoe, lain dari pada kami sendiri. Sekaliannja telah kami sangka akan datang, tetapi ta' pernah sekali-kali kami menjangka dahoeloe, bahwa kami akan berkata dengan kemaoean kami sendiri: „Kami tinggal disini!”

Djanganlah engkau pikirkan oentoek diri kami, kaupikirkanlah sahadja keperloean kami itoe, dan apa daja oepaja jang sebaik-baiknja oentoek menjampaikannja; bagaimana jang akan baiknja, kami serahkanlah diri kami.

O, djanganlah engkau menjangka, bahwa kami telah bertoekar pikiran; tidak sekali kali. Sedangkan sekarang soerat permintaan kami telah terkirim kepada Goebernoer Djenderal, kami masih pertjaja soenggoeh-soenggoeh, bahwa oentoek moerid-moerid kami kelak, pendidikan ditanah Eropah itoelah jang sebaik-baiknja bagi kami. Tetapi ada lagi kebenaran jang lain, jang melintanginja; Oentoek keperloean kami pada waktoe ini lebih baik kami tinggal di Hindia!

Engkau tahoe bahwa dahoeloe itoelah soeatoe tjita-tjitakoe jang terbesar, dan sekarangpoen masih begitoe djoega ja'ni menjempoernakan pendidikan kami mestilah hendaknja di Eropah. Mengertikah engkau betapa soesah hati kami hendak bertjerai dengan tjita-tjita itoe, apalagi pada waktoe sekarang, waktoe jang boléh menjampaikannja? Sekiranja kami berboeat seperti kesoekaan hati sadja, tentoelah kami dengan hal jang demikian hendak mentjahari kesoekaan oentoek kami sendiri, karena kamipoen tahoe, bahwa keperloean jang besar itoe dengan djalan jang lain dari pada pergi ke Belanda, lebih baik boléh dikerdjakan. Kami sekarang bekerdja tiadalah oentoek diri kami sendiri, melainkan oentoek keperloean itoe sadja. Pada waktoe ini terbaiklah kami mengerdjakannja tinggal disini. Maksoed kami jang teroetama sekali, hendak bekerdja oentoek orang banjak. Meréka itoe haroes tahoe dahoeloe kepada kami; djikalau kami sekarang pergi sadja dari sini, tentoelah kami akan mendjadi orang asing kepadanja. Dan djikalau beberapa tahoen sesoedah itoe kami balik kemari, meréka itoe melihat kami seperti perempoean Eropah. Apabila orang ta' soeka menjerahkan anak-anaknja kepada orang Eropah, tentoelah kesoekaan meréka itoe bertambah koerang lagi akan menjerahkan anaknja kepada seorang perempoean Djawa, jang dipandangnja telah mendjadi orang Belanda.

Maksoed kami ialah oentoek bangsa kami. Djikalau bangsa kami ta' menjoekai kami, apakah paédahnja Pemerintah membantoe kami? Lebih baik sekarang dengan selekas-lekasnja 349

moelai bekerdja, dan mengatakan kepada orang banjak soeatoekeadaan jang benar: lihatlah, sekarang adalah seboeali sekolali oentoek anak gadis Boemipoetera!

Pada waktoe ini orang sedang 'asjik memperkatakan kami, diseloeroeh tanah Djawa orang tahoe kepada kami, dan api itoe haroes selaloe kami njalakan. Kalau kami pergi dari sini, lama merantau, tentoelah kesoekaannja kepada kami itoe makin la­ma makin koerang, kesoedahannja hilang sama sekali. Kami se­karang dengan badan sendiri perloe memberi tahoekan diri kami kepada orang banjak, dan mentjoba mengambil hatinja serta mengadjar meréka itoe mempertjajaï kami. Sekiranja kami telah mendapat hati dan pekerdjaan itoe, baroelah boléh kami madjoe berdjalan kemoeka.

Maksoed pergi kenegeri Belanda itoe tidaklah sekali-kali kami boeang habis, Stella. Kami selaloe boléh pergi kesana. Dan 'Ijikalau kami dari Betawi pergi kesana, lebih baiklah dari pada kami pergi dari sini kenegeri Belanda. Pertama-tama: oentoek orang-orang toea kami. Tentoelah meréka itoe boléh biasa nanti berdjaoehan tempat dengan kami, dan dengan hal itoe meréka itoe. lama-lama tiadalah akan tjanggoeng lagi mengenangkan jang kami telah pindah lebih djaoeh ketempat lain. Bagi kamipoen baik poela begitoe. Lihatlah, kami beloem pernah keloear roemah. Sekarang tiba-tiba tempat jang baik ini, tanah air kami, ditoekari dengan tanah asing, djaoeh dari sekalian jang kami kasihi. Peroebahan itoei amat besarlah bagi kami.

Tetapi sekalian hal itoe ialah perkara ketjil, dalam hal itoe kami tahoe selaloe melakoekan diri, dan tiadalah kami takoeti. Perkara jang teroetama, ialah: kebentjanaan oentoek maksoed kami sendiri. Hal itoe ta' pernah kami pikirkan, barangkali loepa kar"na kepongahan dan keberanian, atau karena terlampau berani dan terlampau pongah; pilihlah mana jang enerkau soekaï!

Oléh karena kebesaran hati kami atas tjita-tjita itoe tiadalah lagi kami mengenangkan sedikit djoega pikiran orang banjak, ja, kehormatanlah bagi kami dahoeloe djika dapat melawan pikiran meréka itoe jang bersalahan dengan pikiran ka­mi , pikiran kami itoe; kami moeliakan sendiri, dan tiadalah kami mengatjoehkan tjelaan orang, karena kami pertjaja soenggoeh acas kebaikan kemaoean hati serta kenang-kenangan dan pekerdjaan kami itoe. Kami sampai sekarang masih mengatakan pikiran kami baik, tetapi dalam hal itoe ta' boléh kami berl>oeat de.mikian. Kami haroes mendengar boeah pikiran orang banjak. Boekantah kami hendak bekerdja oentoek bangsa kami, sebab itoelah perloe kami berboeat soepaja meréka hendaknja djangan melawani kami, artinja: kami ta' boléh dengan kasar mentjela boeah pikirannja, jang sedjak ketjil sampai besar ber-

350

sama-sama hidoep dengan dia, ja'ni pikiran meréka jang koeno itoe.

Sabar! Kata orang-orang jang boediman kepada kami, kami adalah mendengarnja, tetapi sekaliannja kami ta' mengerti. Sekarang baroelah kami mengerti, Stella, sekarang baroelah kami tahoe, maksoed kata jang selaloe dipakai si pengoebah doenia: Sabar!

Kami ta' dapat mempertjepat perdjalanan keadaan itoe, melainkan boléh djadi memperlambatnja, karena tergesa-gesa itoe. Kalau orang banjak tiada menjoekaï kami, tentoelah keperloean itoe akan mendjadi lambat. Sebab tentoelah orang akan bergoesar hati memberi anak-anak gadisnja pendidikan jang bébas, takoet jang meréka itoe nanti akan mendjadi seperti kami, mendjadi tjontoh jang tiada disoekaï oléh meréka itoe.

Sabar, sabar sampai achir zaman, Stella! Saja amat bersedih hati ketika kebenaran itoe masoek kedalam hatikoe. Kami haroes menahan hati, mendjaganja, soepaja karena kesoekaan hati itoe maksoed kami djangan terganggoe. Njonja van Kol menoelis dalam soeratnja kepada kami: „Akan mentjapai tjita-tjita itoe, haroeslah orang memboenoeh beberapa kenang-kenangan."

Kenang-kenangan jang pertama telah kami boenoeh; memberikan diri kami seperti seadanja kepada orang banjak.

Tidak, ta' boléh orang banjak tahoe, apa jang kami perangi. Nama moesoeh jang akan kami perangi itoe ta' boléh didengar orang. „Beristeri banjak," itoelah namanja. Djikalau diketahoei orang nama moesoeh kami itoe, tentoelah ta' ada seorang djoega jang akan menjerahkan anaknja kepada kami, oentoek diberi pendidikan. Saja amat bersedih hati memikirkan hal itoe; seperti dengan doestalah kami memoelaï mengerdjakan pekerdjaan kami itoe.

Kenang-kenangan kami ialah soepaja orang mesti tahoe benar-benar kepada kami, dan karena kepertjajaannja kelak, baroelah meréka itoe maoe menjerahkan anaknja kepada kami. Hal itoe ta' boléh djadi.

Kami masih berdiri dihadapan kerdja kami, dan kami lihat kenang-kenangan kami telah berangsoer seboeah2 telah hilang..........! O, Stella, djanganlah engkau memberati menjalahi kami, karena memboeangkan kenang-kenangan jang besar itoe dengan berdoekatjita atas kehilangannja itoe. Doekatjita seperti sekarang telah mentjoekoepilah. Engkau selaloe mengetahoei, bahwa itoelah soeatoe kenang-kenangan kami jang besar: hendak pergi ketanah airmoe dan disana kami hendak mengoempoelkan pengetahoean oentoek bangsa kami. Ta' oesahlah saja memperkatakan itoe lagi. Saja banjak meminta terima kasih, dan orang toeakoepoen demikian djoega kepadamoe atas seka-

351

lian djerih pajahmoe bagikoe,.................dan jang ta' berhasil itoe! Tidak, Stella, pekerdjaanmoe itoe ta' hilang, pekerdjaan toean-toean sekalian, ta' kami memakan boeahnja sekarang; tetapi oentoek keperloean kami ia amat bergoena. Pikiran orang banjak telah memandang keperloean itoe, dan ahli pikiranpoen telah memikirkan poela hal itoe. Hasil pikiran sekalian itoe tentoelah nanti akan memberi berkat bagi bangsa kami.

Sekarangpoen telah adalah orang jang berkoeasa bertanjakan kepada kami tentang pendidikan bangsa Djawa.

Adakah moestahil orang-orang itoe akan berboeat demikian, kalau toean sekahan tiada menarik hati ahli-ahli pikiran kami? Adakah Pemerintah dan orang banjak itoe maoe bekerdja menolong kami, kalau toean-toean lebih dahoeloe tiada bekerdja oentoek kami? Stella, seriboe kali saja meminta terima kasih atas hatimoe jang berkasih sajang sebanjak itoe.

Tidak kekasihkoe pekerdjaan dan kepandaianmoe tiadalah hilang. Atas nama bangsakoe saja meminta terima kasih kepadamoe. Bagi orang Djawa sekalian djerih pajahmoe itoe akan berbahagia.

Maksoed kami ialah kalau soerat permintaan itoe dikaboeldengan segera kami akan berangkat ke Betawi. Roekmini oentoek beladjar menggambar, mendjahit dan merénda, 'ilmoe kesehatan toeboeh, membela orang sakit dan memaloet orang loeka. Oentoek menggambar ia akan beladjar kepada seorang goeroe sekolah gymnasium; oentoek 'ilmoe keséhatan toeboeh ia beladjar di Sekolah Dokter Djawa. Saja beladjar akan mendjadi goeroe. 'Ilmoe itoe telah saja peladjari beberapa boelan lamanja kepada seorang goeroe kepala. Saja hanjalah hendak memboeat seboeah oedjian sadja. Kalau soedah koeboeat itoe sekolah kami poen akan diboekalah di Magelang atau di Salatiga, kedoeanja negeri jang berhawa sedjoek dan banjaklah dokter-dokter opsir bertempat disana. Maksoed-maksoed kami amat tinggi: kalau sekolah itoe telah sedia dan sekaliannja baik perdjalanannja, maka kami hendak mengadakan peladjaran oentoek tabib-tabib perempoean, perempoean pembela orang sakit dan doekoen beranak. Dokter-dokter opsir itoe akan mengadjar mereka itoe dan Roekmini akan mengepalaï peladjaran itoe. Pekerdjaan jang seperti itoe hanjalah dapat ditanggoeng oléh seorang perempoean, jang berboedi pekerti jang baik dan berpengetahoean.

Kami telah meminta kepada Pemerintah oeang bantoean oentoek mendirikan sekolah itoe. Kalau permintaan itoe tiada diperlakoekan, kami akan meminta tolong kepada orang partikoelir. Barangkali permintaan itoe akan diperkenankan djoega, kalau sekiranja kami meminta pertolongan kepada Seri Baginda Maharadja Wilhelmina.

352


Demikianlah djoega dahoeloe pikiran bapakkoe: beladjar di Hindia, sesoedah itoe oentoek meloeaskan pemandangan pergi ketanah Eropah. Tidaklah seperti maksoed kami dahoeloe, beladjar di Eropah dan tinggal disana beberapa tahoen lamanja.
Telah setahoen sampai sekarang jang saja amat bersoekatjita berkirim soerat kepadamoe atas kedatangan toean van Kol. Dan betoel setahoen sesoedah itoe, engkau mendapat soerat ini. Stella, kasihilah saja sedikit lagi! Oléh karena hormatmoe kepada segala sajang jang telah engkau toempahkan kepadakoe itoe, saja berharap soenggoeh-soenggoeh kepadamoe: Kasihilah saja sedikit lagi.

                                      *
                                     * * 

14 Mei 1903 (IX).


Baroe-baroe saja mendapat porterét-porterét sawah jang amat bagoes; saja nantikan dahoeloe sampai padi masak, soepaja boléhlah saja bermimpi-mimpi. Kalau karangan mimpi itoe ada baik, akan saja kirim bersama-sama dengan porterét-porterét itoe pergi ketanah Belanda oentoek ditjétak.
Kami kemarin pergi ke Belakang Goenoeng. Berapa senangnja hati kami melihat kepandaian meréka itoe jang amat bagoes dan melihat keselamatan hidoep toekang-toekang kami itoe! Kami lihat roemah si Singo telah beroebah sedjak kami pergi baroe-baroe ini kesana. Ia sekarang telah mempoenjaï seboeah roemah kajoe dan seboeah roemah batoe! Senang hati melihatnja! Roepanja meréka itoe amat berbahagia! O, tjobalah toean pergi melihatnja sedang bekerdja! Kanak-kanak jang diadjarnja itoe sekarang telah pandai poela. Senang hati melihat kanak-kanak bekerdja! Kami kemarin pergi kesana dengan beberapa orang kenalan baik kami. Betoellah seperti sangkakoe dahoeloe; sebab sekarang meréka itoe telah pergi kesana, maka kepandaian toekang-toekang jang hina itoe bertambah tinggilah pada mata meréka itoe.

                                      *
                                     * * 

7 Juni 1903 (VIII).


Baroe-baroe ini saja telah berkenalan dengan seorang perempoean jang masih moeda remadja; wadjahnja hampir seroepa dengan anak gadis jang akan mendjadi menantoe toean. Ia amat bagoes, o, amat bagoes benar dan memandang kemana-mana dengan berbesar hati serta berbahagia; meskipoen demikian telah banjak penanggoengan si moeda itoe! Lihatiah begi-

Gunung muria sawah desa bate jepara 398.jpg

GOENOENG MOERIA DILIHAT DARI SAWAH DÉSA BATE, DJAPARA.

353

toe hendaknja sekalian anak-anak gadis toean ini! Kalau demikian tentoelah meréka itoe akan sepadan dengan iboenja jang manis itoe. Kami menjangka anak moeda itoe baroe beroemoer 15-16 tahoen, dan hampir ta' pertjajalah kami bahwa ia telah mendjadi iboe. Toeboeh jang lemah lampai dan ha­loes itoe telah mendjadi iboe! Sajang benar saja doedoek berdjaoehan dengan dia, sehingga ta' dapatlah saja bertjakap-tjakap dengan dia.

Kami bertemoe dengan dia dan dengan beberapa orang lain diroemah bapak moeda.

Kami lebih dahoeloe telah berniat, pada malam itoe akan mendjawab sekalian tanja-tanja dan kata-kata orang kepada kami dengan kata „ia" atau „tidak" sadja, karena kami berharap, kalau demikian diperboeat, tentoelah orang tiada maoe mendekati kami.

Hal itoe baik djalannja, sampai seorang moeda. soeami si iboe jang bagoes itoe, datang doedoek bersama-sama dengan kami. Ia moela-moela mentjeriterakan jang ia berkenalan baik de­ngan Kartono, dan bersama-sama dengan dia memboeat oedjian. Dengan tiada disengadja tertariklah hatikoe mendengarkan katanja itoe, tetapi saja lawani djoega sedapat-dapatnja. Tiba-tiba ia memperkatakan kepandaian kami, bermatjam-matjam kepandaun bangsa Djawa, hal bangsa kami, agama Islam dsb dan tiada dengan disengadja saja telah 'asjiklah berbintjang-bintjang dengan dia.

Njonja, lihatlah bagaimana maksoed kami jang soenggoeh tadi, sekarang telah mendjadi sia-sia sadja!

Pada malam itoe banjaklah saja mendengar hal jang indah-indah, jang dahoeloe ta pernah saja ketahoei!

Betapa girangnja hati kami melihat tari wajang sebagoes itu. Demikian bagoesnja ia menari, sehingga ta' dapat kita memahalingkan mata dari padanja. Ia menari amat haloes dan amat bagoes. Ia jang sebenarnja seorang perempoean, tetapi ketika ia menari itoe perloe ia menarikan tari seorang laki-laki. Senang hati melihat apa-apa jang dipertoendjoekkannja itoe! Pertoendjoekan jang menjatakan kekoeatan dan keberanian, tetapi berapalah haloes dan moleknja jang ditarikannja. Itoelah kebagoesan dan keindahan kepandaian kami, tiap-tiap gerakan badan dan tiap-tiap garisannja itoe haloes dan moelia dipandang!

Saja tidak akan meloepakan keramaian di Demak jang doea hari itoe. Tahoe benar saja akan hal itoe! Kami telah laroet malam baharoelah pergi tidoer, tetapi kami ta'dapat tidoer njenyak.

Dimanakah boleh?.... Karena diloear roemah kedengaran orang bermain gamelan jang amat merdoe boenjinja dan lebih-lebih soeara orang bernjanji jang amat indah. Kami ta'

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

354

dapat tidoer..... njanji jang amat merdoe seperti boeloeh perindo itoe menarik hati kami, dan dalam hati kami timboellah pikiran: Itoelah barangkali kesoedahannja kami mendangarnja.

Gamelan dan njanjian ta' dapat kami dengar di Betawi sebagoes itoe.

Pada hari itoe sebagai bermimpilah saja memberi selamat tinggal kepada 'oemoerkoe jang sedang remadja, demikianlah perasaan hatikoe ketika itoe.

Tiap-tiap peroebahan dalam doenia hidoep kami, adalah kebagoesannja masing2 dan tiap-tiap pertjeraian mendoekakan hati kami.

Wahai iboe jang koekasihi, maoekah njonja menolong kami nanti lalam waktoe jang baroe-baroe 'ditempat asing itoe.

Tambahlah kasih toean kepada kami, djikalau telah datanglah waktoenja nanti jang kami ta' dapat lagi melihat wadjah-wadjah kekasih kami sekalian, karena meréka itoelah jang perloe oentoek menjenangkan hati kami.

Kami pandai, banjak menanggoeng kekoerangan, tetapi „ka­sih sajang" tidak. Njonja telah tahoe boekan, bahwa soerat permintaan kami telah berdjalan beberapa lamanja? Apakah akan djawabnja nanti?


27 Juni 1903 (IV).

Tentoelah segala pekerdjaan toean kepada kami telah hilang, karena ta' adalah sepoetjoek djoega soerat jang datang dari padakoe. Ampoenilah saja, wahai mamanda jang baik boedi. Adikkoe tentoe telah mengatakan kepada toean, jang saja da­lam boelan Februari dan Maart sakit keras, dan kemoedian segala waktoekoe habis dirampas oléh pengadjaran. Banjak pekerdjaan jang telah saja tinggalkan dahoeloe. Telah banjak benar kesalahankoe, apalagi kepada sahabat-sahabatkoe. Ta' adalah saja mengirim kepada meréka itoe sepatah katapoen. Sekarang saja ma'loemi betapa salahnja perboeatankoe jang dahoeloe itoe; sepatah kata selamanja lebih baik dari pada berdiam diri sadja. Dalam waktoe beistirahat ta' maoe saja dahoe­loe mengambil témpoh itoe oentoek kesenangan dirikoe, melainkan makin keraslah saja maoe bekerdja, karena banjaklah lagi jang hendak saja peladjari.

Tetapi hidoepkoe sendiri telah memberi saja témpoh dengan tjara jang tiada senang.

Hari inilah saja baroe bangoen dari tempat tidoer, sesoedah sakit jang doea pekan lamanja terbaring sadja. Hampir seka-

355

lian penjakit telah datanglah kepadakoe. Selesma, demam, sakit béngék, poesing kepala, sakit peroet dan kesoedahannja sakit poeroe tjampak dan sakit tjatjar air (ketoemboehan). Benar-benar sekalian itoe telah mengantjam saja. Orang toeakoe dan adik-adikkoe ta' pernah keloear dari tempat tidoerkoe; kekasih saja itoe semoeanja amat soenggoeh mendjaga dan memeliharakoe. Pendjagaan meréka itoe boléh benar mendjadi tjontoh. Adikkoe Roekmini seperti bidadari kasihnja mendjagakoe. O! ta' tahoelah toean betapa sajangkoe kepada anak itoe; setiap hari roepanja makin tegoehlah ia terikat dihatikoe. Ia selaloe mengatakan, bahwa saja lebih moelia dari padanja, tetapi itoe ta' benar; ialah jang lebih moelia dari padakoe; tentoelah pengakoean toean tentang hal itoe demikian djoega.

Baroe-baroe ini kami mendapat sepoetjoek soerat jang pandjang isinja dari njonja van Kol, jang telah membesarkan hati kami benar, karena mendengar kabar jang toean telah mengirim soerat kepadanja tentang hal kami. Disanalah kami melihat kesajangan toean jang soenggoeh dan persahabatan toean jang toeloes bagi kami. Saja banjak meminta terima kasih kepada toean, wahai sahabat jang koesajangi dan jang berhati soetji!

Sekarang toean tentoe ta' bergoesar hati lagi, karena kami akan tinggal di Hindia djoega. Kami haroes menjampaikan terima kasih dan salam kepada toean dari toean dan njonja van Kol. Waktoe ini amat banjak kerdjanja, kalau ada témpoh ia akan berkirim soerat kepada toean. Sekarang biarlah kami sadja membalas soerat jang kepada toean dan njonja itoe. Ten­tang hendak pergi kenegeri Belanda itoe, sebenarnja sama pikirannja dengan toean. Bahwa sebenarnjalah ta' pernah njo­nja van Kol membajang-bajangkan kepada kami, bahwa kami akan bersenang-senang hati nanti kalau telah tinggal dinegeri Belanda, tetapi sedjak dari semoelanja ia menoendjoekkan ke­pada kami dengan soenggoeh-soenggoeh akan keberatan, kesoesahan, ketjéwaan dan kesedihan hati jang bergoenoeng-goenoeng itoe, jang menanti kami dinegeri Belanda. Tetapi ka­rena sedemikian harapan kami dahoeloe, maka iapoen berboeat sedapat-dapatnja, soepaja harapan kami jang besar itoe dapat disampaikan.

Betoel héran kita karena ialah, jang beroesaha dengan sedapat-dapatnja, soepaja kami dapat pergi kenegeri Belanda, dan ialah poela sekarang dengan lemah lemboet dan kasih sajang jang telah menimbang maksoed kami jang bertoekar itoe.

Doenia hidoep bersama-sama ini telah banjak mengadjar ka­mi, lebih-lebih dalam beberapa boelan jang baroe laloe ini. Ialah poela jang mengadjar kami membédakan antara persahabatan jang benar dengan persahabatan jang poera-poera.

356

Tentoelah sadja pengadjaran itoe kami peroleh dengan meioeKakan hati kami. Boekan boeatan banjaknja kami telah beroetang boedi kepada Nellie. Ia telah mengadjar kami menimbang de­ngan lemah lemboet. Do'akanlah kami! Kami selaloe memandang dan mengingat kepada Toehan. Sekalian kemaoeannja mestilah mendjadi!

Harapankoa besar benar hendak borkirim soerat kepada toe­an, sebab itoe berbaringlah saja diatas seboeah koersi pandjang menoelis soerat ini dengan pinsil. Saja berharap jang toean laki isteri menerima soerat ini dalam segala keselamatan. Terimalah dari adikkoe hormat jang terbit dari hati jang soetji dan salam ta'zim dari anak toean,

KARTINI.

Kami beloem mendapat djawab tentang soerat permintaan kami itoe. Kami amat ingin hendak menerimanja.

  • *

4 Juli 1903 (VIII).

Telah banjak benar kami berperang dan menanggoeng kesengsaraan. Pada pikiran kami telah tjoekoeplah itoe, dan oléh karena penanggoengan dan peperangan itoe telah patoetlah rasanja kami mendapat bahagianja: Mendjadi pengantin bangsa kami, bangsa jang kami tjinta itoe! Maksoed hati kami itoe roepanja akan sampai benarlah, tetapi sekarang tiba-tiba telah terdjaoeh poela kami dari maksoed itoe. Iboe, wahai iboekoe! Diamlah toean, djanganlah meratap, djanganlah mengeloeh, djanganlah menangis.

Saja maoe mendo'a, mendo'a sampai keachir zaman, meminta soenggoeh-soenggoeh; walaupoen apa djoea jang akan kami peroléh pada waktoe jang akan datang, tetapi tetaplah kami meminta, moga-moga kami dapatlah tinggal seperti biasa: berhati berani, pertjaja dan berserah diri!

Atjap kali benar kami mengatakan kepada orang lain: Dja­nganlah berpoetoes asa, dan djanganlah menjoempahi kesengsaraan karena poetoes harapan. Dalam kesengsaraan itoe adalah terletak kesenangan. Ta' adalah sesoeatoe hal jang terdjadi, jang bersalahan dengan kata kasih-sajang.

Apa jang disoempahi sekarang, bésok akan mendjadi rahmat. Pertjobaan itoe ialah pendidikan dari Toehan jang mahakoeasa. Siapa jang mengatakan dan mempertjajaï hal itoe dihatinja sendiri, haroeslah poela pandai menanggoengkannja. Sekarang gilirankoelah poela menanggoengkan dengan diri

357

sendiri sekalian nasihat-nasihat jang telah koeadjarkan dahoeloe itoe.

Saja sekarang sekali-kali tiada maoe lagi memikirkan peperangan, penanggoengan, kesoesahan dan pertjobaan itoe; sekaliannja memboeat kepalakoe poesing dan hatikoe sakit; saja hendak bernapas sekarang dalam hawa boenga-boengaan jang semerbak baoenja, dan mandi dalam tjahaja matahari; sekaüan itoe adalah poela tersedia dan itoelah poela jang akan djadi pemboedjoek dan penjenangkan hatikoe.

Sekarang saja tjeriterakan kepada toean boenga-boengaan jang semerbak baoenja dalam taman kami itoe.

Iboekoe, kami telah moelaï mengerdjakan pekerdjaan kami jang menjenangkan hati itoe.

Sampaikanlah kepada soeami njonja terima kasihkoe atas nasihatnja, menjoeroeh kami bekerdja selekas-lekasnja dengan tiada menaroeh soerat oedjian. O! tjobalah toean pikirkan. Sekolah kami telah bermoerid toedjoeh orang, dan selaloe datang permintaan hendak mendjadi moerid. Senang hatikoe sekarang!

Kami dahoeloe ta' berani berharap jang pekerdjaan itoe akan begini djadinja.

Anak-anak itoe amat senang hatinja, dan orang-orang toeanja bergirang hati! Moerid-moerid jang pertama ialah anak seorang pegawai jang amat saléh dalam djadjahan negeri kami. Kami telah bertjakap-tjakap dengan iboenja. Karena telah terang kepadanja sedikit-sedikit, maka maoelah ia kesoedahannja menjerahkan anak gadisnja kepada kami. Adik si gadis itoe jang perempoean beloem lagi ber'oemoer lima tahoen, ta' soeka tinggal diroemah, ia soeka benar dan haroes toeroet poela bersekolah. Ja Allah, sekian ketjilnja, sehingga ia hampir ta' dapat melihat keatas médja. Kalau saja tidak menjoeroehnja doedoek diatas bangkoe-kaki, saja ambillah ia diatas pangkoeankoe. Anak ketjil itoe dengan segala kekerasan hatinja hendak toeroet beker­dja bersama-sama. Kemoedian dari pada anak-anak itoe, datanglah poela gadis-gadis anak soorang collecteur dan seorang lagi gadis anak assistén collecteur. Doea hari jang telah soedah, djaksa di Karimoen Djawa mengirim anaknja kemari beladjar. Tjobalah iboekoe pikirkan, meréka itoe mengirimkan anaknja kemari, dan diséwakannjalah disini tempat tinggal dengan membajar makan! Kami amat mengoetjap sjoekoer! Orang toea anak-anak itoe amat berbesar hati akan maksoed kami itoe, sehingga adalah beberapa orang jang memberikan anak­nja benar-benar kepada kami...... tetapi kami beloem soeka menerimanja.... nanti, dengan segala soeka hati kami menerimanja. Pada hari ini telah datanglah adik perem­poean si Hoesin, moerid Sekolah Dokter Djawa, maoe beladjar disini. Kemarin telah datang poela seorang iboe jang masih

358

moeda kepada kami, dengan sesalnja mengatakan kepadakoe, jang roemahnja amat djaoeh dari tempat kami, kalau tidak, maoelah ia sendiri datang beladjar. Sekarang ia ta' dapat beladjar, sebab itoelah sekalian pengadjaran jang ta' dapat diterimanja akan diserahkannjalah kepada anaknja. Dan tjoba poela toean pikirkan, anaknja itoe beloem lagi ber'oemoer setahoen. Kalau ia telah ber'oemoer enam tahoen akan diserahkannja anak itoe kepada kami, meskipoen dimana djoega kami tinggal; iapoen meminta soenggoeh-soenggoeh soepaja kami akan menerima anaknja itoe.

Anak-anak moerid kami itoe datang kemari empat kali sepekan dari poekoel 8 sampai poekoel 12 1/2. Meréka itoe bela­djar menoelis, membatja dsb., mendjahit dan merénda serta beladjar masak-memasak. Kami mengadjar meréka itoe boekanlah seperti atoeran jang biasa disekolah, melainkan menoeroet pendapatan kami sendiri, sebagaimana kesoekaan anak-anak Djawa beladjar.

O! iboekoe, toean kedoea baiklah datang melihat anak-anak itoe, tentoelah toean akan berbesar hati melihatnja. Meréka itoe datang dengan berpakaian bagoes, dan amat manislah roepanja, toeboehnja segar dan hatinja masih soetji. Meréka itoe memoedahkan poela pekerdjaan kami, sebab kentjang otaknja, lekas dapat menerima pengadjaran dan tjakap, apalagi lekas maoe menoeroet apa jang dikatakan. Meréka lekas pertjaja kepada kami dan bébas bertjakap-tjakap dengan kami.

Adalah poela diantara meréka itoe seorang anak jang bagoes, moela-moela amat banjak tingkahnja, tetapi sekarang besar hati kami melihatnja, ta' bertingkah lagi. Ia tidak maoe lagi mendjilat-djilat bibirnja, dan ta' maoe lagi bermain-main dengan matanja jang bagoes itoe, melainkan bersoenggoeh-soenggoeh mengerdjakan pekerdjaannja. Roepanja tingkahnja jang boeroek dahoeloe itoe asalnja karena ta' ada kerdjanja!

Betapa bagoesnja meréka itoe bertjampoer gaoel bersama-sama. Meréka bertjakap-tjakap seorang dengan seorang, dalam bahasa Djawa tinggi dengan haloesnja, sedikitpoen ta' adalah kakoenja.

Pada hari ini adalah seorang diantara kami dalam roemah jang akan merajakan hari lahirnja. Kami hendak mendjamoe meréka itoe dengan tjara jang amat gandjil. Meréka itoe pagi ini patoetnja merénda dan mendjahit, tetapi kami boeat hari ini hari memasak-masak. Berapalah sikapnja tangan-tangan jang ketjil dan jang haloes-haloes itoe bekerdja! Jang seorang memboeat koeé poetoe, jang seorang lagi memboeat koeé lapis dan jang seorang memboeat koeé serikaja. Mérah padam moeka meréka itoe mengerdjakannja.

Lihatlah poela mata meréka itoe bertjahaja-tjahaja! Dengan

359

besar hati meréka itoe poelanglah keroemah masing-masing memperlihatkan masakannja itoe kepada orang toeanja. Lihatlah, itoelah soeatoe rahmat, rahmat jang besar bagi kami. Kamilah jang memboeat pekerdjaan itoe jang moela-moela sekali oentoek adik-adik kami jang perempoean itoe.

Kardinahlah nanti jang akan mengadjar mendjahit, merénda dan masak-memasak dan Soematri akan mengadjarkan kepandaian jang lain.

Beroentoenglah kami masih ada lagi menaroeh perkakas oen­toek mendjahit dan merénda; selama barang-barang itoe masih ada djoega, meréka itoe akan memperoléhnja dari kami dengan tiada membajar; dan kemoedian anak-anak, jang orang toeanja berada, tentoelah haroes menjediakan sendiri perkakas oentoek anaknja. Tetapi perkakas sekolah jang lain ta' adalah pada kami. Dimanakah dapat kami membeli kitab-kitab batjaan bahasa Belanda dan bahasa Djawa? Maoekah iboe memintanja kepada toean? Kalau sekolah itoe tinggal baik dan moerid-moeridnja bertambah banjak, maka adalah harapan kami...... akan meminta oeang bantoean. Boléhkah hal itoe pada pikiran njonja? Bantoean itoe boekanlah oentoek kami sendiri, tetapi bergoena oentoek pembantoe ongkos-ongkos sekolah itoe. Pegawai-pegawai negeri jang berpangkat rendah, sekali-kali ta' dapat sedikit djoega mengeloearkan oeangnja. Kepala-kepala negeri jang bergadji ƒ 50.— hanjalah dapat memelihara anak isterinja sadja, dan kadang-kadang isterinjapoen toeroetlah poela bekerdja keras; ta' adalah lagi oeangnja berlebih oentoek pembeli apa-apa jang lain. Dan kamipoen ta' dapat poela selamanja memberi sekalian keperloean anak-anaknja itoe. Njonjapoen tentoelah ma'loem hal itoe.

Kalau saja telah boléh berdjalan, kami akan pergi ke Semarang; saja haroes diperiksa oléh dokter disana. Penjakit béngék dan poesing kepala itoe haroeslah hendaknja hilang benar-benar, ta' boléh datang lagi beroelang-oelang kepadakoe. Dan waktoe itoe kami akan pergi poela membeli barang-barang jang perloe oentoek anak-anak kami. Kami disini sekarang tiadalah mempoenjaï djaroem rénda dan batoe-toelis barang seboeah djoeapoen.

5 Juli 1903 (VI).

Berapalah baik dan sajangnja toean kepada kami, selaloe toean hendak menggirangkan hati kami. Dan djikalau saja pikirkan betapa kami, apalagi saja, hendaknja membalas se­kalian kebaikan dan kesajangan toean itoe. Roepanja amat

360

koerang terima kasih kami, hampir ta' adalah oebahnja, seakan-akan saja ta' menghargaï sekalian kebaikan dan kesajangan toean..... Anakanda K. betoel pandai benar berdiam diri seperti orang bisoe.

Ampoenilah saja, wahai mamanda jang baik hati!

Pada doea hari jang terlampau, toean berkirim salam dengan mengirimkan seboeah kitab „Album Kern", ketika itoe pikiran sajapoen melajanglah ke Sonder, dan saja berdjandji akan mengikoet pikiran itoe dengan toetoer katakoe. Dan saja sekarang amat berbesar hati karena djandjikoe dapat koesampaikan.

Kami meminta terima kasih kepada toean atas salam jang terbit dari hati toean jang kasih-sajang lagi amat berharga itoe; dan kitab itoe telah saja batja dengan girang hati.

Djikalau sekiranja sekalian boeah pikirankoe perihal toean saja toeliskan, tentoelah bergoenoeng-goenoeng soerat jang akan toean terima dari sini!

Njonja van Kol dengan ramahnja dan baik hatinja memperbintjangkan toean, itoelah jang membesarkan hati kami, ka­rena itoelah soeatoe tjita-tiita kami benar, bahwa sekalian meréka jang kami kasihi dan kami hormati itoe, hendaknja akan bertemoe satoe dengan jang lain, dengan hati jang baik.

Bagaimanakah toean kedoeanja sekarang. mamanda? Adakah toean kedoeanja didalam séhat dan baik-baik sadja di Sonder? Adakah pernah toean melihat disana orang-orang dari Toradja? Saja dapat memikirkan soenggoeh-soenggoeh jang toean bersoesah hati, karena toean haroes meninggalkan pekerdjaan toean beberapa lamanja. Dimana hati kita telah tertoempah, ta' moedah kita meninggalkan tempat itoe; disitoelah adanja nasib kita jang akan datang, dan disanalah doen ia hidoep kita.

Sekarang saja tjeriterakan kepada toean kabar jang menjenangkan hati. Sambil menanti-nanti apa-apa jang akan datang, kami telah memoelaï djoega pekerdjaan kami itoe. Diroemah telah kami dirikan seboeah sekolah, dan telah ada bermoerid toedjoeh orang banjaknja, anak-anak gadis kepala-kepala negeri. Tapi kami mendapat kabar, bahwa ésok akan datang lagi tiga orang anak-anak dari loear negeri.

Kami bermoela sekali bermoerid hanjalah seorang sadja, tetapi ta' berapa lamanja moerid itoe telah mendjadi lima orang dan keésokan harinja mendjadi delapan orang, dan beberapa hari lagi moerid kami akan mendjadi sepoeloeh orang.

Selaloe kami berbesar hati melihat anak-anak kami itoe. Segar toeboeh meréka, lagi soetji hatinja, dan betapalah poela bagoesnja meréka itoe bertjampoer-gaoel bersama-sama. Me­réka itoe lekas pertjaja kepada kami; meskipoen meréka itoe

361

perloe memperhatikan 'adat tertib sopan, tetapi meréka itoe selaloe bébas, tiadalah ada perbédaan pangkat dan daradjat dalam pergaoelan kami. Kesanalah poela kami hendak pergi. Betapalah poela anak-anak itoe memoedahkan kerdja kami, karena kentjang otak meréka itoe, lekas masoek pengadjaran kepadanja, lagi tjakap dan maoe menoeroet sekalian apa jang dikatakan. Beloemlah sekali djoega kami terpaksa mesti menghoekoem meréka itoe.

Anak-anak itoe amat soeka datang dan beladjar dengan riang hati lagi radjin, dan orang-orang toeanja sangat bersoekatjita dalam hal itoe. Sekalian itoe menoendjoekkan kepada kami, bahwa kami hanjalah mengerdjakan apa-apa, jang sepatoetnja telah lama diboeat orang. Besar rahmat jang ditjoerahkan oleh Toehan jang pengasih penjajang kepada kami. Bagoes dan berbahagia benar pekerdjaan jang diberikannja ke­pada kami itoe. Moga-moga dapatlah kami mengerdjakannja dengan sepatoetnja, dapatlah poela kiranja kami selaloe memoeliakan kepertjajaan orang kepada kami!

Itoelah jang kami kehendaki benar-benar, jang kami minta soenggoeh-soenggoeh, soepaja boléh kami mendidik hati ketjil mereka itoe, jang soetji, segar dan jang beloem ada bernoda itoe, hati jang poetih seperti katja, dan dapatlah kiranja kami membentoek boedi pekerti didalamnja.

Mendo'alah toean oentoek kami. Moga-moga toean akan memberi rahmat akan maksoed dan pekerdjan kami itoe!

O! adalah poela orang nanti hendaknja, jang soeka berboeat seperti kami. Mémang banjaklah orang sekarang jang tjakap berboeat demikian, tetapi meréka itoe patoet digotjoh dahoeloe soepaja bangoen. Kami telah mentjoba menghoeboengkan salatoe'rrahim kami dengan anak-anak gadis dan perempoean-perempoean jang sama banjak pengetahoeannja dengan kami, tetapi maksoed itoe ta' berlakoe. Membebarkan kemaoean itoe, biarlah kami bekerdja sendiri. Seperti perboeatan kami seka­rang ini barangkali lebih moestadjab. Dan..... ta' adalah oesaha jang lebih baik dari pada memberi tjontoh jang bagoes dan berani bekerdja dahoeloe.

Seorang anak moeda jang ta' kami kenal, moerid Sekolah Dokter, telah mengirim sepoetjoek soerat kepada kami, menjerahkan doea orang adiknja, anak mamak moedanja kepada kami.

Ia minta kalau boléh kami akan membentoek dengan sebaik-baiknja boedi pekerti anak-anak itoe. Kami wadjib mengirim soerat kepada anak gadis-gadis itoe. Kami soeka sekali mengerdjakan kerdja itoe, tetapi ta' tahoelah kami entah maksoednja itoe adalah akan sampai.

Anak moeda itoe amat gembira dan banjak tjita-tjitanja. Ada­lah lagi seorang anak moeda tempat saja berkirim-kiriman soe-

362

rat. Anak itoe ialah anak paman kami. Berapalah besar hatinja ketika ia boléh berkirim soerat kepadakoe!

Kami lebih banjak berbahagia dari pada orang-orang lain, oléh karena asal kami dan pangkat bapakkoe. Itoelah jang teroetama sebabnja, dan ada poela lagi hal jang lain-lain, jang menjebabkan kami moedah memboeat barang sesoeatoenja.

Apa jang kami perboeat sekarang semoeanja baroe. Dahoeloe ta' pernah anak-anak gadis berkirim-kiriman soerat dengan anak-anak moeda. Sekarang seperti biasa sadjalah kami berboeat sedemikian, dan seakan-akan begitoelah biasanja. Ka­mi bertjampoer-gaoel dengan meréka itoe seperti orang bersahabat, dan meréka itoe memandang kami seperti saudara-saudaranja jang perempoean.

Itoelah soeatoe keadaan bagi meréka itoe jang baroe benar; karena kami jang berasal tinggi, sekali-kali tiadalah hina bagi kami akan bertjampoer-gaoel seperti bersahabat dengan meréka jang berasal rendah.

Saudara sepoepoe kami itoe telah mempertjajaï kami dan memandang kami seperti saudaranja jang lebih toea dari padanja, tempat ia meminta nasihat, dan iapoen amat soeka mendengarkan kata kami. Selaloe saja méminta, kepada Toehan soenggoeh-soenggoeh, moga-moga kami tiadalah akan mendapat maloe atas kepertjajaannja itoe; kami berharap soepaja kami selaloe boléh memberi apa-apa jang dimintanja dan jang ditjarinja pada kami.

Besar boekan boeatan hati kami berkenalan dengan boedi pekerti jang moeda, soetji dan gembira itoe! O! kami berharap moga-moga doenia hidoep bersama-sama ini tiadalah akan meroesakkan tjita-tjitanja itoe!

Ta' pernah rasanja kami lebih besar berbahagia, lain dari pada bahagia jang kami peroléh karena membantoe orang lain.

Héranlah kami memikirkan, karena kami selaloe merasa jang kami lebih toea dari pada meréka, jang sebaja dengan kami, dan kadang-kadangpoen dari pada orang-orang jang mémang lebih toea dari pada kami. Tentoelah itoe sebabnja karena kami telah banjak merasaï penanggoengan, dan telah banjak poela hal jang telah dipikirkan dan dioeroengkan.

Amat sombong boenjinja, djikalau kami disini menjeboetkan anak-anak kami, pada hal meréka itoe patoetlah kami namai adik-adik kami jang tiada sebegitoe moeda dari pada kami. Tetapi meréka itoe sendiri telah menjangka kami seperti ïboenja, dan tidaklah seperti saudara-saudaranja.

Iboe dan saudara perempoean dari orang bersama-sama, ba­njak-banjak, o, moga-moga Toehan akan mendjadikan djoega kami jang demikian!

Sekolah kami kalau boléh djanganlah keadaannja seperti se-

363

kolah benar-benar, dan kamipoen djanganlah seperti goeroe sekolah, melainkan sekolah itoe haroeslah keadaannja betoel-betoel seperti seboeah roemah tangga jang besar, dan kami mendjadi iboe-iboe anak-anak itoe.

Kami akan mengadjar meréka itoe bersipat kasih sajang dengan berboekti sekali, seperti jang telah kami ma'loemi dan kami pakaikan.

Ketika kami masih moeda adalah soeatoe pedóman jang kami pakai dan jang moedah sekali diikoet: Apa-apa jang tidak engkau soekaï diperboeat orang diatas dirimoe, djanganlah sekali-kali engkau perboeat diatas diri orang lain.

Njonja van Kol banjak mentjeriterakan kepada kami tjeritera nabi Isa dan rasoel2 Petrus dan Paulus. Sekalian itoe menjenangkan hati kami mendengarnja.

Apa pedoelinja kita agama mana jang dipakai orang, dan bangsa apa dia. Orang berhati tinggilah ia mendjadi orang baik, dan boedi pekerti jang bangsawan, tinggal bangsawan djoega. Hamba Allah jang bersipat demikian adalah didalam tiap-tiap agama dan segala bangsa.

Saja telah membatja kitab „Quo Vadis,"-dan héranlah saja memikirkannja, dan saja kasihilah orang-orang jang bersengsara karena agama itoe, sebab dalam penanggoengan jang seberat itoe meréka masih mengoetjap sjoekoer dan amat pertjaja kepada Toehan jang mahatinggi, serta menghormati Toehan dengan njanjian jang bagoes-bagoes. Saja telah toeroet berpiloe hati dengan meréka itoe, ataupoen bersoekatjita bersama-sama.

Tahoekah toean kitab „Wij beidén" karangan Edna Lyall? Itoelah kitab jang amat bagoes djoega. Ia memperkatakan me­réka jang tiada mengakoe akan keadaan Toehan dan orang-orang Serani, poen djoea memperkatakan, bahwa agama Serani itoelah agama jang sebenar-benarnja, dan keadaan agama Serani jang telah dipoetar-poetar dan dioebah-oebah orang, seperti jang telah atjap kali kedjadian didoenia ini. Luke Raeburn ialah seorang jang moelia hatinja, meskipoen ia tiada mengakoe kepada Toehan, dan anaknja Frica Raeburn, bagoes dan moelia hati, jang moela-moelanja tiada mengakoe kepada Toehan, tapi kemoedian mendjadi orang Serani jang pertjaja soenggoeh kepada Toehan dengan toeloes dan saléh.

Bapak dan anak jang berkasih-kasihan satoe dengan jang lain, sehidoep dan semati bersama-sama.

Telah kami batja poela: „De ziel van een volk" tentang aga­ma Boedha. Itoelah poela hikajat jang amat bagoes. Sekarang kami amat soeka benar hendak membatja tentang agama Jahoedi. Barangkali kitab-kitab karangan toean Zangwill jang

364

akan memberi kami apa jang kami tjari itoe: „Droomen van het Ghetto."

7 Juli 1903 (VIII).

Bésok kami akan mengadjar poela..... itoelah jang menjenangkan hati kami kedoea..... sembilan orang moerid-moerid, dan banjak poela lagi meréka jang meminta masoekkan anak-anaknja, diantaranja ada poela anak-anak orang Melajoe. Itoelah soeatoe kemenangan! Demikianlah doenia hidoep ini, ada jang djatoeh ada jang berdiri, ada jang tertaroeng ada jang berdjalan, ada jang kalah ada jang menang.

Antara soerat ini dengan soerat jang akan datang, adalah soerat-soerat jang ta' dapat disiarkan. Dalam soerat-soerat itoe adalah diterangkan djoega, bahwa pengarang soerat itoe dan adiknja Raden Adjeng Roekmini telah menolak besluit Goebernemén, ta' soeka menerima oeang bantoean jang ƒ 4800.— itoe oentoek beladjar di Betawi itoe; dan demikian lagi dikabarkannja tentang perkawinannja jang akan terdjadi seperti terseboet dalam soerat 1 Augustus 1903 (VII).

24 Juli 1903 (VIII).

Sekarang adalah pengharapankoe jang besar sekali kepada njonja, tetapi jang sebenarnja kepada toean. Maoekah njonja menjampaikan permintaankoe itoe kepada soeami njonja jang moelia itoe? Hati kami sangat tertarik kepada seorang anak moeda, dan kami soeka benar melihatnja, soepaja hidoepnja berbahagia.

Anak moeda itoe bernama Salim 1), anak Soematera datang dari Riau. Pada tahoen ini ia telah memboeat oedjian penghabisan di H.B.S. Diantara sekalian moerid-moerid jang memboeat oedjian itoe, dari ketiga H.B.S. di Hindia ini, ialah jang mendapat nomor satoe dalam oedjian. Anak itoe amat


(1). H. Agoes Ralim seorang anak Minangkabau, anak engkoe Soeltan Moehammad Salim, hoofddjaka Riau pensioen. Tahoen jang laloe diangkat oléh Pemerintah mendjadi lid Volksraad. Penjalin.

365

soeka sekali hendak pergi beladjar kenegeri Belanda oentoek mendjadi dokter. Sajang sekali maksoednja itoe ta' dapat disampaikannja, karena kekoerangan belandja. Bapaknja hanja bergadji ƒ 150.— sadja.

Meskipoen ia akan mendjadi kelasi, maoelah ia asal dapat pergi ke Belanda. Tanjakanlah tempatnja kepada Hasim. Ia kenal kepada anak itoe, dan iapoen telah mendengarnja bertjakap-tjakap di Stovia. Anak itoe berani dan pandai, patoet benar ditolong!

Ketika kami mendengar keadaannja serta tjita-tjitanja itoe, timboellah hasrat dihati kami jang sebesar-besarnja hen­dak menolongnja akan memoedahkan menjampaikan tjita-tji­tanja itoe. Waktoe itoe terkenanglah kepada kami akan bes­luit Goebernemén jang terbit pada 7 Juli 1903 itoe...... bes­luit pendjawaban jang kami nanti-nanti dengan hati jang piloe, dan demikianpoen menerima dengan hati jang piloe poela.

Wadjibkah hasil daja oepaja sahabat kami jang moelia itoe, dan hasil harap-harapan, do'a dan tjita-tjita kami akan hilang lenjap sadja, tidak dipergoenakan?

Ta' dapatkah orang lain mempergoenakannja? Goebernemén telah memberi kami oeang bantoean ƒ 4800.— oentoek menjempoernakan pendidikan kami. Ta' dapatkah oeang itoe diberikan kepada orang lain, jang barangkali lebih perloe, tetapi sekali-kali ta' koeranglah dari pada kami, jang haroes poela ditolong?

Berapalah baiknja djikalau sekiranja Pemerintah soeka membajar ongkos pengadjarannja itoe semoeanja jang besarnja kira-kira f 8000.— ; kalau ta' dapat sekian banjaknja, kamipoen akan mengoetjap sjoekoer, apabila Salim boléh kiranja menerima oeang jang ƒ 4800.— jang telah diberikan kepada kami itoe. Dan berapa kekoerangannja, biarlah kami mintakan pertolongan kepada orang lain.

O! berilah ia merasaï lazat tjita kesoekaan, jang telah lama mendjadi tjita-tjita dihati ketjil kami, dan jang ta' dapat ka­mi peroléh itoe.

Djadikanlah kami berbahagïa, dengan memberi orang lain, jang mempoenjaï kenang-kenang, perasaan dan maksoed jang sama dengan kami itoe, bahagia. Kami telah mengetahoei bagaimana halnja menjimpan perasaan jang hidoep dalam hati, tjita-tjita seperti api dalam dedak didada jang boesoeng. O! djanganlah hidoep jang moeda sebagoes itoe, dan kekoeatan jang sesegar itoe dibiarkan sadja hilang melajang! Ia wadjib dioesahakan dengan sebaik-baiknja oentoek keperloean bangsa Boemipoetera, karena kekoeatan jang demikian amat bergoena be­nar bagi meréka itoe.

Djika Salim nanti sampai mendjadi dokter, alangkah ba­njaknja kebadjikan jang boléh diboeatnja oentoek bangsanja!

366

Tjita-tjita Salimpoen: bekerdja oentoek bangsa kami.

Permintaan kami ini ialah soeatoe permintaan jang gila, hal itoe kami ketahoei; tetapi ja Allah, djika sekiranja ia dapat dikaboelkan! Wahai iboekoe, tentoelah peperangan jang telah berboelan-buelan, bertahoen-tahoen jang telah kami tanggoengkan, tiadalah akan hilang lenjap, tiadalah akan mendjadi sia-sia sadja.

Berilah kiranja kami merasaï kelazatan hadiah jang djarang-djarang bertemoe itoe, melihat dalam hidoep kami hasil penanggoengan kami itoe, ja'ni: Tjita-tjita Salim wadjib disampaikan.

Moga-moga Toehan akan mengaboelkan do'a kami ini!

Salim sendiri ta' tahoe akan kerdja kami ini; sedangkan bahasa kami ada didoenia inipoen ia ta' tahoe. Ia hanjalah mengetahoei, bahwa ia dengan segala kesoenggoehan hatinja bermaksoed hendak menjampaikan peladjarannja, soepaja dapatlah ia nanti bekerdja oentoek bangsanja, tetapi sekalian itoe ta' dapat dilakoekan, karena ia ta' beroeang.

Kami hidoep, berharap dan berdo'a oentoek Salim*)

  • *

1 Augustus 1903 (VII).

Inilah sepoetjoek warkah jang pandak akan mengabarkan kepada toean dengan selekas-lekasnja, tentang peroebahan jang baroe dalam nasib hidoepkoe. Saja tiadalah lagi akan mendjadi seorang perempoean jang berdiri sendiri sadja oen­toek menjampaikan maksoed kami; seorang laki-laki jang koeat dan moelia hatinja akan berdiri disisikoe, menolong menjam­paikan oesahakoe, jang berpaédah oentoek bangsa kami!

Dalam hal itoe oesahanja telah djaoeh, dan telah adalah boektinja padanja, sedang saja ini ialah baroe memoelaï.

O, ia seorang jang baik, pengasih dan penjajang, selainnja dari pada berhati moelia, ia berkepala terang dan tjakap.

Ia telah pergi kesana, ketempat jang ditjintaï oléh toenangannja ini, tetapi Ni ta' boléh pergi, karena ta' diizinkan oléh bangsanja: kenegeri Belanda.

Itoelah soeatoe peroebahan jang amat besar, kami berdoea bantoe-membantoe, dan tambah-menambah mana jang koerang, akan berdjalan teroes, menempoeh djalan jang singkat, pergi menjampaikan tjita-tjita kami, oentoek keselamatan bangsa kami.


1). Toean Salim sampai sekarang soedah empat tahoen bekerdja pada Nederlandsch Consulaat di Djoedah sebagai secretaris-drogman.

367

Banjak boeah pikiran kami jang sama. Tetapi sekarang njonja beloem djoega tahoe, siapakah toenangankoe itoe: Radén Adipati Djojo Adiningrat, Regén di Rembang. Hingga inilah dahoeloe! Dengan lekas dibelakang ini saja akan menoelis lagi, dan harapankoe lebih pandjang dari pada soerat ini.

  • *

1 Augustus 1903 (VIII).

Saja ber'hadjat, hendak menghargakan benar-benar nama jang diberikan orang kepadakoe itoe: anak kekasih Allah.

Boekankah soedah kami katakan kepada toean, bahwa kami telah lama mendjaoehkan diri dari sekalian bahagia oentoek diri sendiri? Sekarang hidoepkoe jang mentjinta demikian itoe telah meminta soepaja saja menjampaikan djandjikoe itoe. Sekarang soeatoepoen tiadalah hal jang akan teramat sedih menjoesahkan hati kami, jang teramat berat, dan jang teramat keras, asal sadja kami dengan hal jang sedemikian dapat menolong dengan seboetir pasir oentoek memboeat mertjoe jang amat bagoes itoe, jang bernama: bahagia Boemipoetèra.

Sekarang saja hendak mengoedji: berapakah harga kemanoesiaan dirikoe?

Kemarin, betoel-betoel soeatoe hari jang penting poela bagi kami...... Kami mendapat soerat dari Departement van Onderwijs, Eeredienst en Nijverheid menanjakan kepada kami, soedikah kami menerima pemberian Pemerintah itoe, ja'ni kami akan diadjar oentoek mendjadi goeroe dll. Sekiranja kami ta' soedi, haroeslah kami memberi keterangannja hitam diatas poetih, soepaja dapat dikirim kepada Goebernoer Djenderal.

Bagaimanakah hendaknja keterangan jang diminta itoe patoet diatoerkan? Dengan péndék dan boeang koelit tampak isi sadjakah, jaïtoe dikatakan sadja jang saja ta' dapat menerima pemberian itoe, karena saja telah bertoenangan; atau saja ta' soedi menerima karena saja sekarang telah mendapat djalan bekerdja jang lebih baik akan menjampaikan tjita-tjitakoe oentoek bangsakoe? Beroesaha disisi seorang laki-laki jang tjakap dan berhati moelia, jang saja hormati tinggi, dan bersama-sama dengan saja amat tjinta akan bangsanja, dan jang soedi poela monolongkoe dengan soenggoeh-soenggoeh dalam oesahakoe, tentoelah dalam hal itoe saja boléh bekerdja berboeat baik oentoek bangsa kami itoe, lebih banjak dari pada djika kami berdoea sama-sama perempoean sadja, jang masing-masing berdiri sendiri, mengerdjakan pekerdjaan itoe.

Dan Roekminipoen ta' maoe poela menerima pemberian itoe,

368

karena ia ta' dapat, ta' tjakap dan ta' maoe berdjalan sendiri. la bermaksoed dengan djalan jang lain hendak menjampaikan tjita-tjitanja. Kemoedian tentoelah kami meminta banjak terima kasih dan menghormati Pemerintah, jang telah menoendjoekkan lagi sebenar-benarnja teroetama bermaksoed maoe memadjoekan keperloean jang bergoena oentoek anak Boemipoetera; asal sadja seseorang dari pada anak Boemipoetera mengeloearkan soearanja, tentoelah soearanja itoe akan didengar oléh Pemerintah; dan djika sekiranja anak Boemipoete­ra mengeloearkan soearanja oentoek bahagia anak negeri pada waktoe jang akan datang, tentoelah maksoednja itoe akan disampaikan oléh Pemerintah. Djika Pemerintah telah berboeat begitoe, nistjajalah tanah Belanda akan bertambah dekat didalam hati anak negeri. Sekarang kami telah mengakoe, bahwa Pemerintah maoe berboeat demikian; dan tanah Belanda maoe memberi bahagia akan tanah Hindia. Sekalian katakoe itoe boekanlah kata jang bohong, kami pertjaja benar-benar. ............

Sekalian anak negeri jang kenal kepadakoe telah berharap dan memintakan do'a: „Bendoro Adjeng Tini ta' boléh pergi kelain tempat lain dari pada kekaboepatén."

Dan meréka jang berhati sederhana itoe, sekarang telah bergirang hati, karena maksoednja akan sampai. Dan anak negeripoen berbesar hati, karena begitoelah poela niatnja oentoek „bendoronja." Lihatlah oléh toean betapa sahabat-sahabatkoe itoe bergirang hati. Vox populi vox dei. (Soeara Boemipoetera itoelah soeara Toehan). Djikalau benar kata itoe maka ialah akan mendjadi soeatoe kenjataan, bahwa Toehan telah mengoebah djalankoe, lain dari pada djalan jang hendak koetempoeh dahoeloe.

Moga-moga toean akan mendjadi soeatoe rahmat, tempat orang banjak akan bernaoeng, seakan-akan seboeah pohon jang rindang, tempat orang banjak bernaoeng melepaskan lelahnja dalam panas terik. Begitoelah niat beberapa orang toea akan saja.

Moedah-moedahan dapatlah kiranja saja menjampaikan niat orang-orang toea jang berhati sederhana itoe.

Adalah sekarang seboeah pekerdjaan jang berat menanti saja; benar-benar terlampau beratnja; tetapi djika saja dapat menjampaikannja, maka tiadalah ada kebadjikan jang lain, jang sebaik-baiknja dapat koeperboeat oentoek bangsakoe.

Soeroehan atas dirikoe, bekerdja hendaklah sampai-sampai, karena itoelah perboeatan jang sebaik-baiknja oentoek hidoep didoenia.

Meski bagaimana djoeapoen halnja oentoengkoe sekarang ini, itoelah oentoeng bahagia jang sebaik-baiknja dan jang se-

369

bagoes-bagoesnja dalam hati anak Boemipoetera. Perkawinankoe itoe akan memberi kebaikan hagi tjita-tjita kami itoe. Ialah akan memadjoekan pikiran orang-orang perempoean, iboe anak-anak, soepaja meréka akan menjoeroeh anak-anak gadis diberi pendidikan. Keadaankoe ini lebih berharga dari pada seriboe kata-kata jang menggembirakan hati, sebab keada­ankoe ini teioes masoek kedalam hati meréka itoe sendiri. Me­réka itoe sekarang telah mendapat kebenaran, bahwa kebagoesan„ dan kekajaan terlipoerlah oléh boedi pekerti dan pikiran jang sempoerna.

Sekarang teringat oléhkoe akan katakoe sendiri, ketika seorang bertanja kepadakoe, bagaimana patoetnja orang mendidik anak-anak gadis dan perempoean bangsa Boemipoetera maka sa japoen berkata: Bangsa Djawa itoe samalah dengan bangsa-bangsa lam di Hindia ini, jang soeka akan tjahaja dan pantjawarna, karena meréka itoe sekalian anak jang bertjahajakan matahari. Kalau demikian berilah meréka itoe kehendaknja itoe; tetapi apa jang diberikan kepadanja itoe, haroeslah baik dan sedjati.

Ta' boléh kami seka.rang berkasar-kasar mengoebah 'adat ïsti adat tanah kami ini; anak Boemipoetera bangsa kami ini tentoe akan mendapat tjahaja dan tjemerlang jang dikenendakmja itoe. Kebébasan perempoean tentoelah akan datang ia soenggoeh akan datang; tetapi kami ta' dapat melekaskan kedatangannja itoe.

Kami ta' dapat menolak kedatangan sesoeatoe ketjelakaan; ia mesti datang, tetapi sesoedah itoe datanglah kemenangan!

Kami tiadalah akan hidoep lagi apabila kemenangan itoe da­tang; tetapi biarlah, apatah salahnja?

Kami telah toeroet menolong memboeka djalan, jang pergi menoedjoe ketempat itoe ingatan itoepoen telah membesarkan hati kami!

Djanganlah toean bersoesah hati; soeamikoe itoe tiadalah akan melemahkan sa japkoe; karena saja pandai terbanglah, maka saja tmggi dilihatnja dalam pemandangannja. Ialah jang akan memberi saja waktoe banjak-banjak, soepaja saja dapat membebarkan sajapkoe kian kemari; ialah jang akan meloeaskan padang kerdjakoe.

Ia soedi menerima anak toean ini, dan tiadalah ia akan menjoeroehkoe akan mendjadi orang didapoernja sadja.

   *
  * *

8 Augustus 1903 (VIII).

Tahoekah toean hari ini, apakah? Hari inilah hari jang

HABIS GELAP TEBBITLAH TERANG.

24 370

menjatakan, bahwa kita telah tiga tahoen bersahabat. Tiga tahoen jang telah laloe kita moela-moela bertemoe. Tiga tahoen jang telah laloe, ketika itoelah poela tiga orang anakanak gadis bersoeka raja atas pemberian Toehan kepadanja: sahabat-sahabat jang disoekaï oléh hatinja! Anak-anak gadis itoe sekarang telah mendjadi perempoean besar, keningnja te­lah berkeroet dan hatinjapoen telah seperti keloear dari dalam api. Telah angoes dan mendjadi deboekah hati itoe, atau telah mendjadi soetjikah dia sekarang, karena telah mandi dalam api itoe? ............... Kami tahadi amat bergirang hati, berkeliling médja tempat saja doedoek sekarang; tadi kami berlima doedoek disana sama-sama bekerdja. Justinah, doekoen beranak dan kami berempat. Ia datang kemari tadi pagi dan menoempang disini sampai pekan jang akan datang. Kami sajang sekali kepadanja, sebab ia seorang jang baik dan bagoes. Ia mempergoenakan waktoenja disini dengan sebaik-baiknja, dan beladjar kepada kami mendjahit dan merénda; tahadi ia sedang menekat selop. Tjepat sekali ia beladjar, dengan sebentar sadja telah pandai ia mengerdjakan pekerdjaan itoe. Berapalah besarnja hati dan senang perasaankoe tadi pagi, ketika ia merebahkan kepalanja seperti seorang saudara kandoeng kebahoekoe, ketika saja menerangkan kepadanja kerdja me­rénda dan mendjahit itoe. Sekarang ia merasa seperti diroemahnja sendiri. Saja amat soeka melihat matanja jang selaloe riang dan bertjahaja-tjahaja itoe, dan banjaklah poela berarti. Ia anak orang désa. O, berapalah banjak berkatnja, djika pengadjaran itoe datang dari hati jang penoeh dengan kasih tjinta! Njonja tentoelah akan berbesar hati melihatnja. Ia selaloe berhati gembira mendengarkan kata saja, dan betapa soeka hatinja bertanja-tanjakan apa jang ta' diketahoeinja itoe. Sekiranja toean ada dekat kampoe-ng halaman kami, maoelah saja membawanja kepada toean nanti.

Perempoean itoe telah menolong 48 orang perempoean jang bersalin. Wah, ia masih ketjil, hampir seroepa anak-anak.

Regén Rembang akan datang kemari pada tanggal 17 boelan ini; saja telah meminta kepadanja jang ia akan membawa anak-anaknja sekali; saja soeka benar hendak berkenalan dengan meréka itoe, karena merékalah jang akan mendjadi bahagia bagi kami pada waktoe jang akan datang. Oentoek meréka itoe, djikalau perloe, maoelah saja bekerdja dan hidoep, berperang dan menanggoeng kesengsaraan. Saja berharap jang meréka akan tjinta dan kasih kepadakoe. Itoelah jang saja minta kepada bapanja, jang ia akan memberikan anak-anak itoe sekaliannja kepadakoe. Kenang-kenangan saja: 371

banjak-banjak meréka itoe hendaknja jang akan mendj-adi anak kepadakoe, roepan ja tjita-tjita itoe sekarang akan sampai.

Banjak lagi orang jang hendak memberikan anaknja ke­ padakoe, oemp: assistén collecteur disini, jaïtoe seorang anak regén jang kaja. Ia berkata kepadakoe: „Djadikanlah anak saja boedjang toean, soeroehlah ia menjapoe lantai roemah toean, mengambil air, dan kerdja lain-lain, asal sadja ia boléh tinggal dengan toean." Saja mendengar katanja itoe sambil teisenjoem, tetapi dalam hatikoe saja menangis.

Saja ta' berkata sepatah djoeapoen kepadanja, dan saja ta'maoe berdjandji apa-apa kepadanja, melainkan saja meminta doa moga-moga sekalian anak-anak jang diserahkan orang Kepadakoe itoe, dapatlah saja peloek dalam hatikoe, dapatlah saja pehharakan dengan kasih sajang.

Hanjalah seorang anak ketjil sadja jang akan saja bawa ke Rembang, seorang gadis jang kira-kira ber'oemoer delapan tahoen, jang telah diberikan orang toeanja kepadakoe. Ia anak seorang goeroe dan telah pergi kesekolah. Anak itoe betoel-betoel baik, tadjam pikirannja dan tjakap. Kalau ada ketjakapannja, maka sajapoen hendak menjerahkannja oentoek beladjar soeatoe kepandaian jang disoekaïnja. Sekarang ia lianja mendapat pengadjaran mendjahit dan rnerénda dari pada adik-adikkoe.

Dikeiesicténan Rembang adalah gadis-gadis dan perempoeanpererapoean jang sama peladjarannja dengan kami; dengan mereka itoelah saja hendak berkoempoel bersama-sama.

Iparkoe jang perempoeanpoen, seorang jang telah kena penjakit kesopanan" Eropah, sangatlah menjenangkan hati­ koe. Waktoekoe tinggal diroemah orang toeakoe, ta' berapa lagi; hanjalah tinggal doea boelan sadja, kemoedian datanglah oiang jang akan melindoengïkoe itoe mendjempoet saja. Ia Bersama-sama dengan adiknja, Regén Toeban, baroe-baroe ini datang kemari. Harinja telah ditentoekan pada tanggal 12 boelan November jang akan datang; sekalian itoe akan dilakoekan dengan diam diam, hanjalah kaoem keloearga sadja jang akan menghadirinja, kami kedoeanja tiada akan memakai pakaian pengantin, ia akan berpakaian angkatannja, dan saja akan berpakaian seperti jang biasa toean lihat. Sekalian itoe lalah permintaankoe dan permintaannja. Anak-anaknja sajang ta' dapat datang kemari bersama-sama, meréka masih ketjil dan perdjalanan kemari amat soesah.

*
  • *

372

25 Augustus 1903 (VIII).

Di Rembang nanti banjak dan loeaslah pekerdjaankoe, dan sjoekoerlah saja tiada akan bekerdja seorang diri sadja; ia telah berdjandji akan menolongkoe dengan soenggoeh-soenggoeh. Itoelah kehendak, harapan dan maksoednja: akan menolongkoe jang berkehendak akan berboeat djasa bagi anak Boemipoetera. Ia sendiripoen telah bertahoen-tahoen bekerdja memboeat sedemikian. lapoen berkehendak akan memberi anak-negeri pendidikan dian pengadjaran; oléh sebab ia sendiri ta' dapat memberi, sebab itoelah ia menjoeroeh orang lain mengerdjakannja. Banjaklah kaoem keloearganja jang disoeroehnja beladjar, dan ialah jang memberi meréka belandja pengadjaran.

Jang diharapkannja kepadakoe ialah: jang saja akan mem­beri rahmat kepada anak-anaknja dan anak-anak negerinja.

Moga-moga maksoednja itoe dapat saja sampaikan dan djanganlah ia mendjadi ketjéwa.

Saja mengoetjap lagi karena kaoem keloearganjapoen soeka benar akan pilihannja itoe. Meréka itoe mengharapkan jang saja akan memberi anak-anaknja pendidikan. Dengan beker­dja seperti pendidik, itoelah saja akan datang kesana, dan pekerdjaan jang lain tiadalah saja atjoehkan lagi.

Kadang-kadang loepalah saja, bahwa berboeat seperti sekarang ini banjaklah tjita-tjitakoe jang akan hilang; saja berpikir, bahwa sekarang djalan lainlah jang akan saja toeroet, lain dari pada djalan jang telah saja rentangi dahoeloe. Dan sa japoen memikirkan dan mengenangkan hal itoe selaloe, karena ialah jang memberi saja hati jang sabar dan jang membesarkan hatikoe.

Soeatoepoen ta' adalah jang sempoerna didoenia ini, dan soeatoepoen ta' boléh poela sempoerna benar dalam 'alam ini.

Saja dahoeloe berharap, bermaksoed dan meminta do'a soepaja saja akan mendjadi iboe bagi orang banjak atau men­djadi saudara bagi meréka, dan sekarang Toehan telah memberi saja koernianja itoe, meskipoen koernia itoe sedikit dari maksoedkoe dahoeloe itoe.

lapoen bermaksoed demikian djoega hendak memadjoekan daradjat bangsa kami. Ia soenggoeh amat baik bagi anak Boemipoetera dan pegawai-pegawainja; meréka itoe kasih kepadanja seperti menatang min jak jang penoeh.

Doea hari jang laloe assistén collecteur itoe semalammalaman doedoek dekat bapak memperkatakan anak gadisnja itoe. Ia hendak memberikannja, soepaja dapat beroléh pendi­dikan. Isterinjapoen telah memperkatakan hal itoe poela 373

dengan saja, dan sekarang soeaminja poela jang datang meminta kepada bapak.

Anak-anak jang lain dari sini ada poela jang menoeroet dengan dakoe; ta' tahoelah saja, entah akan saja bawalah anak-anak itoe sekaliannja atau tidak; sedih hatikoe menolak permintaan meréka itoe, dan sajapoen ta' maoe mendjandjikannja. Biarlah kita lihat dahoeloe, bagaimana keadaankoe nanti disana.

Saja sekali-kali tiadalah bermaksoed hendak memboeang-boeang témpoh, oentoek tandang-bertandang. Oentoek keperloean itoe akan kami tentoekan hari-harinja, dan pada hari-hari jang lain tiadalah orang akan saja terima, ketjoeali dalam hal jang perloe. Orang tentoelah akan mema'afkan saja, djika diketahoeinja, bahwa saja berboeat demikian, boekanlah karena sombong saja, melainkan karena waktoe amat bergoena kepadakoe oentoek menolong orang banjak, barangkali djoega oentoek menolong anak-anaknja sendiri.

Oentoenglah negeri Rembang negeri jang soenji; dan betapalah senang hatikoe karena iapoen ta' soeka poela berdjalandjalan seperti saja.

Besar hatikoe lagi karena residén disanapoen soeka poela akan tjita-tjita kami itoe. Tentoelah saja ta' akan tjanggoeng tinggal disana.

Tahoekah toean siapa jang akan saja dapati lagi disana jaïtoe sahabatkoe jang besar sekali: laoet! Laoet disana hanjalah 100 langkah sadja djaoehnja dari roemah kami.

Ketika orang mengatakan kepadanja, bahwa saja amat soe­ka memadjoekan pertoekangan emas dan oekir-mengoekir, maka iapoen berkata, bahwa disanapoen ada poela toekang emas dan toekang oekir, meréka itoe hanjalah menantikan orang jang akan memberi atoerannja sadja. Iapoen pandai poela bertoekang. Kerdja itoe menjéhatkan badan. Dan dengarlah poela soeatoe kabar jang baik...... Barangkali Singowirio pergi bersama-sama; itoelah toekang oekir jang tinggal di Belakang Goenoeng.

Ke Betawi ta' maoe ia menoeroetkan bendoronja itoe, tetapi sekarang karena djalan kami telah beroebah, maoelah ia menoeroetkan saja. Banjaklah maksoed kami jang baik oentoeknja.

Akan memadjoekan perkara pertoekangan, maka haroeslah dahoeloe sedia oeang dan petoendjoek. Bermoela sekali haroes diboeat roemah pertoekangan jang besar dan mempoenjaï toekang banjak-banjak, dan anak-anak jang patoet diadjar oentoek mendjadi toekang; anak-anak itoe haroes diperhatikan selaloe pekerdjaannja, sebab itoelah meréka akan bekerdja dekat roemah kami. Sekiranja adalah oeang oentoek 374

mendirikan roemah pertoekangan itoe, dan oentoek membeli perkakasnja dan membajar orang oepahan, serta memelihara beberapa orang moerid, maka Singo soeka mendjadi kepala pertoekangan itoe.

Pada pikirankoe pokok oentoek mendirikan pertoekangan itoe dalam setahoen, selama-lamanja dalam doea tahoen boléhlah dapat kembali.

Saja dahoeloe hendak mendirikannja disini, tetapi oléh karena maksoed hendak pergi ke Betawi itoe, maka maksoed itoepoen tiadalah mendjadi. Adik-adik kami tentoelah boléh djoega akan mengoeroeskan pertoekangan itoe, tetapi pekerdjaan itoe amat pajah oentoek anak-anak ketjil itoe. Lagi amat besar penanggoengannja. Tetapi sekarang keadaan itoe telah lain. Kami sendiri diapat mengerdjakannja, asal kami dapat mengoempoelkan oeang oentoek mengerdjakannja, dan ten­toelah pertoekangan anak negeri Boemipoetera akan madjoe dan berbahagia.

Baroe-baroe ini kami berdjalan bersama-sama dengan toean Brandes, adik Dr. Brandes; ia soeka sekali mendengar kabar tentang hasil pertoekangan anak negeri. Ketika saja berkata tentang hendak mendirikan seboeah toko ketjil oen­toek hasil pertoekangan anak Boemipoetera itoe di Semarang, maka iapoen soeka poela hendak menolong dengan segera. Toean haroes mengetahoei poela, bahwa orang di Semarang ta' soeka memesan barang-barang ke Betawi, djika barang-barang itoe dapat dibeli di Semarang. Banjak orang hendak mendi­rikan toko itoe dan meminta pertolongan kepada kami, tetapi kami ta' dapat berdjandji, melainkan kami menjoeroeh meréka pergi minta pertolongan kepada perserikatan „Oost en West". Roepanja orang telah mendapat djalan jang baik. Perserikatan „Oost en West" wadjib memboeka seboeah toko di Semarang. Oentoek berboeat sedemikian perloe oeang, dan perserikatan „Oost en West" ta' banjak menaroeh oeang. Ketika saja mengatakan hal itoe kepada toean Brandes, maka iapoen berkata: „Djanganlah toean bersoesah hati tentang perkara oeang itoe. Oeang itoe boléhlah didapat asal toean maoe mengoeroeskan hal jang lain." Sajapoen mendjawab: „Sepatoetnja orang jang haloes perasaannja, jang akan men­dirikan toko di Semarang itoe. Orang jang demikianpoen boléhlah dapat, asal sadja toean soeka menjoeroeh toekang-toekang itoe memperboeat benda-benda jang bagoes."

Saja telah mendapat soerat dari padanja, ia telah memperbintjangkan perkara itoe dengan beberapa orang sahabatnja, dan banjaklah meréka jang soeka menolong pekerdjaan itoe dengan oeang.

Saja katakan djoega kepadanja bermatjam-matjam daja 375

oepaja tentang hendak memadjoekan kepandaian oekir-mengoekir.

Dengan segera ia bertanja berapa banjaknja oeang jang perloe bagi kami oentoek mengerdjakan pekerdjaan itoe. Saja beloem mengatakan kepadanja, berapa oeang bergoena, karena saja haroes bertanja dahoeloe kepada orang pandai-pandai: berapa oepah mendirikan roemah pertoekangan itoe, dan be­rapa harga kajoe, berapa oepah orang mengerdjakannja, dan berapa oepah toekang-toekang oekir itoe dibajar, oentoek meréka itoe bekerdja dalam beberapa boelan.

Roemah pertoekangan itoe moela-moelanja haroeslah sederhana sadja, ta' oesah bagoes. Perkara jang teroetama, ialah oeang mestilah ada sekian banjaknja, sehingga kira-kira lima poeloeh orang toekang dapat bekerdja selaloe; artinja meréka itoe ta' oesah lagi menantikan hasil pekerdjaannja lakoe dahoeloe, maka dapat oepah.

Rembang itoelah tempat jang amat baik oentoek toekang oekir, sebab disitoe banjak toemboeh pohon djati dan pohon sono (sana).

Singopoen menjoekaï maksoed itoe. Sekiranja ada beroeang sekarang! Kalau pekerdjaan itoe baik djalannja, banjaklah orang nanti jang soeka menoeroetkan saja! Sebab itoelah poe­la maka saja mendjadi seorang perempoean kaoem moeda. Sebenarnjalah itoe, bahwa saja akan membawa oeang djoedjoeran jang gandjil.

Regén Rembang kawin dengan seisi kota. Apa poela sebabnja maka ia akan berdiri antara anak Boemipoetera dan isterinja itoe?

Ja, alangkah malangnja saja ini, karena waktoe saja tiba disana nanti dalam waktoe banjak keramaian, poeasa, lebaran dan tahoen baroe. Saja telah katakan bahwa saja ta' maoe, jang orang akan mentjioem kakikoe. Ta' pernah saja mengizinkan orang berboeat demikian kepadakoe. Saja soeka dikasihi oléh meréka itoe dalam hatinja, tetapi ta' soeka hormat-hormat diloear sahadja!

Ta' dapat saja mengenangkan waktoe jang akan datang, kalau tidak bersama-sama dengan Roekmini. Bagaimanakah halkoe djika ia ta' ada, dan bagaimanakah poela halnja nanti kalau tiada saja? Kalau saja mengenangkan hal itoe, maka semalam-malaman mata sajapoen ta' maoe lelap sedikit djoeapoen. 376

19 October 1903 (VIII).

Soedah tahoekah toean? Tanggal jang soesah ditetapkan, sekarang atas permintaannja jang sekeras-kerasnja, telah dilekaskan....... Tidaklah pada 12 hari boelan akan dilangsoengkan, melainkan pada 8 hari boelan November, kira-kira poekoel 5 petang, dan hari Raboe tanggal 11 hari boelan saja­ poen berangkatlah dari roemah.


3 November 1903 (VIII).

Anak njonja telah hidoep kembali, ia hidoep benar-benar. Hatinja gembira dan bergerak kembali. Gerakan itoe boekanlah karena doeka dan sengsara, boekanlah karena kepoetoesan asa jang pedih dan moeram, melainkan karena tjinta jang penoeh dan sedjati, mendesir-desir dalam hatikoe.

Alangkah koerangnja terima kasihkoe atas kekajaan jang sebanjak itoe dalam dirikoe! Tjinta jang sebanjak-banjaknja! Ja, tjinta jang dapat memberi sekaja-kajanja. Saja sebagai anak kekasih Allah boléh memberikan jang ada padakoe, dan sajapoen maoe memberikannja, penoeh dengan tjinta dan sajang kepada sekalian jang mengelilingikoe. Apa jang telah njo­nja dan sahabat-sahabat jang lain berikan kepadakoe, akan saja berikan poela dengan boenganja sekali kepada orang jang lain. O, amat banjak, ja, amat banjak benar orang jang lapar dan haoes kepada tjinta!

Alangkah gandjil dan 'adjaibnja hal keadaan dalam hidoep manoesia. Terang sekali tampaknja, bagaimana lekat hatinja kepada bapakkoe, sedjak meréka itoe moela-moela bertemoe, doea tahoen jang laloe. Semendjak itoe selaloelah ia datang-datang kepada kami, dan achirnja bapakkoe bersahabatlah dengan dia.

Dan kepada isterinja jang malang itoe adalah soeatoe tjita-tjita hendak datang kepada kami, bersama-sama de­ngan soeaminja dan anak-anaknja akan pergi berkenalan dengan kami. Regén Rembang dan isterinja itoe kedoeanja memanggil bapakkoe „bapak" poela. Si isteri jang soeka sekali hendak berkenalan dengan kami itoe, sajang sebeloem ia dapat menjampaikan tjita-tjitanja itoe, maka iapoen berpoelanglah kerahmatoe'llah.

Beberapa hari ia akan berpoelang itoe, dilihat-nja isterinja dalam mimpi: isterinja sedang doedoek tepekoer tengah sembahjang dan meminta dengan soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan jang mahatinggi: „Soepaja Allah mempersahabat- 377

kannja dengan Radén Adjeng Kartini dari doenia sampai keachirat tinggal kekal selama-lamanja." Sedjak itoe maka namakoepoen ta' dapat diloepakannja lagi dari kenang-kenangannja.

Ja, sebetoelnja regén itoe banjaklah penanggoengannja; kematian isteri itoe soeatoe kehilangan jang amat besar kepadanja, ia sangat tjinta dan sajang kepada isterinja itoe.

Pengharapannja jang teroetama oentoek dirinja sendiri ïalah, soepaja bidji mata bapakoe, „wasiat-djati"nja demikianlah saja dinamaï oléh regén itoe akan menolongnja dalam kedoekaan dan kesengsaraannja itoe.

0, ja, berilah saja do'a jang berkat, bila saja pada sebelas hari boelan ïni menaiki roemahkoe jang baroe itoe. Tentoelah do'a itoe akan memberi berkat bagikoe, bila hakékatnja tangan toean jang moelia itoelah membimbing saja masoek kedalam hidoep jang baroe dan beban jang besar itoe!

7 November 1903 (VIII).

Boendakoe jang ditjinta, terimalah salamkoe pada malam jang achir dari anak toean, jang masih gadis ini, sebeloem ia akan dikawinkan. Bésok poekoel setengah enam kawinlah kami. Sajapoen tahoelah siapa pada hari bésok, semata-mata akan mengenangkan saja dalam hatinja jang penjajang itoe.

Wahai kekasihkoe, sampaikanlah djoega salamkoe kepada soeami toean dan sangkakan dalam ingatan toean, jang toean dipeloek dan ditjioem oléh anak kandoeng toean jang sebenarnja. K.


Rembang, 11 Dec.1903 (VIII dan IX).

Sahabat-sahabatkoe jang baik dan ditjinta. Seperti saja ta' tahoe, jang toean mentjintaï kedatangan soeratkoe ini, soerat jang pertama-tama sekali dari roemahkoe jang baroe ini. Sjoekoer kepada Allah, roemah dalam segala hal baik oentoekkoe dan penoeh dengan sekalian jang saja tjintaï, tempat kami sekalian bersama-sama beroentoeng dan berbahagia.

Betapalah sedih hatikoe, jang saja sebab beberapa alangan, baroe sekaranglah dapat menoelis soerat ini kepada toean kedoea. Maafkanlah saja, hai kekasihkoe! Baroe-baroe saja datang amat banjak kerdjakoe, kemoedian anak-anak kami 378

ditimpa oléh penjakit, dan kesoedahannja sekali saja sendiri mendjadi koerang* séhat, karena lelah dan pajah pada waktoe jang soedah-soedah. Saja merasa badankoe koerang senang dan dalam hal itoe saja haroes mendjaga dirikoe baik-baik. Sekarang saja telah segar dan rianglah poela kembali seperti dahoeloe, dan saja lihat waktoe jang akan datang dengan pemandangan jang bersoekatjita. Perloekah djoega hal itoe saja tjeriterakan kepada toean, o kekasihkoe?