Lompat ke isi

Halaman:Tugas Rahasia.pdf/118

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

reka sudah berada didalam mobil itu. Mereka samasekali tidak ambil pusing ketika seorang laki² keluar dari rumah minum itu dan berteriak-teriak minta tolong. Dengan ketjepalan jang tinggi Lynch membawa mobil itu langsung menudju pelabuhan. Dan mengertilah Deane bahwa rekannja itu pasti mau mentjari Teachtown melalui djalan laut jang tentunja bisa dilakukan lebih tjepat daripada melalui rawa.

Tapi alangkah ketjewanja mereka karena begitu mobil itu berhenti dipelabuhan, angin kentjang dengan discrtai kilat jang menjambar_njambar menjambut kedalangan mereka.

„Dengan udara seburuk ini tak mungkin bisa berlajar", gumam Lynch sambil menghela nalas pandjang.

„Djadi?" tanja Deane.

„Tak bisa apa² ketjuali bersabar".

Dengan perasaan ketjewa mereka kembali kehotel dan langsung menudju biliknja. Tjuma beberapa menit kemudian merekapun sudah mendengkur kelelahan.

Hari sudah agak siang ketika Lynch membangunkan Deane dari kelelapan tidurnja.

„Bangun Robby!"

„Berlajar lagi?" tanja Deane sambil menggosok2 matanja.

„Ja", angguk Lynch, terutama kalau keadaan sudah memungkinkan. Tapi betapapun kita harus berusaha. Semenit sadja bagi kita akan tjukup berharga".

Kira² seperempat djam kemudian mereka sudah berada dipelabuhan dan dengan segera pula berhasil mendapatkan sebuah perahu dajung. Sekalipun laut belum tenang benar, namun mereka berangkat djuga. Dan setelah hampir dua djam bergulat dengan gelombang jang sesekali menerdjang perahu jang ketjil itu, merekapun sampai ditempat tudjuannja jakni bagian utara dari rawa Caroni.

Dari situ mereka sudah bisa melihat sebuah batukarang menondjol diatas permukaan air, jang menurut letaknja biasa digunakan untuk berlabuh perahu² motor atau perahu² sedjenis lainnja.

„Berhenti", tiba² sadja Lynch memerintah dengan suara

118