Halaman:Tjinta dan Hawa Nafsoe.pdf/288

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

288

Itoe soedah liwat, beloem lama. Baharoe doea djam. Saja sekarang doedoek menoelis soerat ini kepada Noer, sedang langit dihadapankoe gelap, 'ibarat akan hoedjan.

Apakah jang menjoesahkan hatikoe ini?

Adakah dia itoe disebabkan anak jang tahadi?

Boléh djadi. Perasaan kepada anak soedah lama terbit dalam hatikoe. Bila akoe melihat seorang anak, hatikoe amat soeka. Boekan disebabkan anak itoe manis dan loetjoe dipandang mata. Boekan! Hatikoelah jang tertarik kepada anak itoe. Saja ingin melihat dia. Saja ingin poela mempoenjai jang demikian. Keinginan jang timboel itoe tiada dapat dipenoehi. Itoelah barangkali pangkal doekatjitakoe sekarang ini.

Ja, seringlah jang demikian Noer. Barang jang kita ingini dan tiada kita peroléh, kerap kali menjoesahkan hati. Berapa orang jang hidoep malang, karena harapannja tiada terdjadi.

Kalau adinda Noer kasihan akan dakoe dan Noer soeka soepaja saja hidoep beroentoeng, batjalah soeratkoe jang bertoeroet-toeroet itoe. Djanganlah boeangkan dia, sesoedah dibatja. Simpan dan bila ada waktoe bagaimoe, batja sekali lagi. Adakah Noer mengerti apa jang saja hendak katakan ini? Saja tiada berani berkata doeloean, kalau saja beloem ma'loem akan pikiranmoe tentang maksoed jang koekandoeng dalam dadakoe ini.