Halaman:Tjinta dan Hawa Nafsoe.pdf/289

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

289

20 December


Si Ani hendak tinggal pada hari itoe diroemah menoenggoei sahabatnja itoe. Akan tetapi si sakit berkata soepaja ia pergi kerdja. Karena adalah perasaannja penjakitnja koerang sedikit.

„Air minoem dan roti jang diberikan njonja itoe sahadjalah taroek dimédja ini, soepaja dapat koeambil sendiri. Pergilah engkau kerdja. Sampaikan salamkoe pada njonja itoe dan oetjapkan terima kasihkoe berikoe-riboe kali. Kalau dia izinkan, mintalah bésok tinggal diroemah akan menemani sahadja. Ini hari beloem perloe.”

Demikianlah perkataan Soerdjima, waktoe si Ani memberi tahoe maksoednja itoe.

Si Ani pergi kerdja. Berat rasa kakinja melangkah meninggalkan roemah itoe.

Apabila mata badan kita melihat sesoeatoe hal, kita kerap kali bersoesah hati, karena mata kita hanja melihat hal itoe dari loear.

Pada perasaan rohani kita jang mengatahoei hal itoe dari dalam dan keadaan jang sebenar-benarnja, boekanlah dia soesah dan sengsara. Sebaliknja ia memandang sengsara itoe kegirangan, karena sengsara (pada perasaan badan kita) itoelah jang mengoesahakan soepaja hidoep rohani itoe dapat bertjerai dari badan itoe. Sesoedah itoe