Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/580

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


(2) Rapat yang bersifat tertutup dapat memutuskan bahwa suatu hal yang dibicarakan dan/atau diputuskan dalam rapat itu tidak dimasukkan dalam Risalah, Catatan Rapat, dan/atau Laporan Singkat.

Undangan dan Peninjau

Pasal 120

(1) Undangan ialah:

a. mereka yang bukan Anggota, yang hadir dalam rapat DPR atas undangan Pimpinan DPR;

b. Anggota yang hadir dalam rapat alat kelengkapan DPR atas undangan Pimpinan DPR, yang bukan anggota alat kelengkapan tersebut.

(2) Peninjau ialah mereka yang hadir dalam . rapat DPR tanpa undangan Pimpinan DPR.

(3) Untuk Undangan dan Peninjau disediakan tempat tersendiri,

(4) Undangan dan Peninjau wajib mentaati tata tertib rapat dan/atau ketentuan lain yang diatur oleh DPR.

(5) Undangan dapat berbicara dalam rapat atas persetujuan Ketua Rapat, tetapi tidak mempunyai hak suara; Peninjau tidak mempunyai hak suara, dan tidak boleh menyatakan sesuatu, baik dengan perkataan maupun dengan cara lain.


Pasal 121.

(1) Ketua Rapat menjaga agar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 tetap dipatuhi.

(2) Ketua Rapat dapat meminta agar Undangan dan/atau Peninjau yang mengganggu ketertiban rapat meninggalkan ruang rapat; apabila permintaan itu tidak diindahkan, maka yang bersangkutan dikeluarkan dengan paksa dari ruang rapat atas perintah Ketua Rapat.

(3) Apabila terjadi peristiwa sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Ketua Rapat dapat menutup atau menunda rapat tersebut.

(4) Lama penundaan rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) tidak boleh melebihi dua puluh empat jam.

588