’HIDOEP’
43
Memandeng boelan dan goenoeng,
'Koe poenja hati menang-menoeng,
Memikir alam soenggoeh agoeng,
Tapi manoesia seboetir tepoeng!
Memandeng pada itoe sawa-sawa,
Perasa'ankoe hanjoet terbawa,
Tjipta'an Alam langgeng semoea,
Tapi hidoepkoe tjoema menjewa!
Begitoelah itoe pemoeda loeapken perasa'annja atas kertas dan di atas adalah tjoema sebagian dari perasa'annja jang diloeapken dan diloekisken item atas poetih.
Sebenernja siapakah jang tida merasa ketjil, menampak keindahan dan kebesarannja sang alam jang gaib? Apakah jang manoesia boleh banggaken djika dibanding dengen ini alam jang terbesar ?
Tiong-gie poenja pikiran tambah ngelamoen, pikirannja melajang-lajang seolah-olah aken ikoetin keloeasannja djagad.
Laen sa'at tertampak ia meloekisken laen matjem loekisan pena di atas itoe kertas jang poetih, setelah ia memandeng itoe boekit jang agoeng dan itoe remboelan jàng permei, dengen sepasang matanja tertampak seperti terlapis crystaal jang bening, dan tenggorokannja seperti terkantjing.