Lompat ke isi

Halaman:Hidoep.pdf/46

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
38
TJERITA ROMAN

III.

Memandeng boelan dan goenoeng,
'Koe poenja hati menang-menoeng,
Mikir Alam soenggoeh agoeng,
Tapi manoesia seboetir tepoeng!

MA S K I telah dapet itoe pesenan dari iboenja, toch antara Gwat dan Tiong-gie masih sebagi minjak dan aer, masing-masing memisah dan ambil djalan sendiri.

Doeloe Tiong-gie anggep bahoea penghidoepan itoelah terkarang kembang jang indah, tersaloet mas dan tertaboet inten. Tapi, sekarang, ah, penghidoepan tjoema satoe penggoda'an.

Sikepnja Gwat-iem ada sänget menjakitken hatinja Tiong-gie. lapoenja tambah pendiam dan tambah alim, menerbitken anggepan bahoea kekasih itoe soedah dingin terhadep dirinja.

Achirnja Tiong-gie beranggepan Gwat-iem haroes dikasih itoe kemerdika'an boeat pilih djalannja sendiri, membiarken biarlah ia mendapet koernia kepada iapoenja kepertjaja'an, biarlah ia mendapet berkah dari jang dipoedjanja.

Ia poen soeka jakinken kebatinan, tapi tambah menjimpang dari pada Gwat-iem poenja toedjoean, kerna Tiong-gie dari pada jakinken keagama'an, ia lebih ketarik pada filsafat-filsafat