Lompat ke isi

Halaman:Hidoep.pdf/45

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
37TJERITA ROMAN
’HIDOEP’37

toenja Gwat-iem jang lagi poeterin randjang boeat toetoepin lajon iboenja jang tertjinta dengen slimoet.

For the living know that they shall die; but the dead know not anything = Jang hidoep taoe ia bakal mati; tapi jang mati ia tida taoe apa-apa. ― Eccl. 9:5, 10.

Refrain thy voice from weeping, and thine eyes from the tears; for thy work shall be rewarded, saith the Lord; and they shall come again from the land of the enemy (dead). And there is hope in thine end, saith the Lord, that thy children shall come again to their own border = Brentikenlah kaoe poenja menangis dan menepas aer-mata; perboeatan kaoe aken mendapet anoegrah, inilah sabda Toehan; dia aken dateng kombali dari bilangan moesoeh (kematian). Di achir kaoe poenja keisah masih ada pengharepan, inilah sabda Toehan, kaoe poenja anak-anak aken kombali lagi kepada kaoe poenja tetangga. — Jer. 31:16, 17.

The Lord gave, and the Lord hath take away = Toehan mengasih dan Toehan ambil kombali. — Job, 1:21.

Begitoelah Gwat-iem jang telah mengetaoein kesedjatiannja oemat Kristen, antepin itoe kematian dengen ketenangan, kerna inget dengen itoe oetjapan-oetjapan dari kitab indjil.