Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/79

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Komandan dan wakil Komandan Batalion adalah lulusan dari S.S.K.A.D.

Perwira-pcrwira lainnja adalah lulusan dari Pendidikan Perwira Landjutan I, dan Bintara-bintaranja adalah lulusan dari Sekolah Kader. Para Pradjuritnja adalah lulusan dari Depot Batalion.

Setiap perwira hendaknja dapat berbahasa Inggris, dan segenap anggauta Batalion umumnja, dan para perwira chususnja harus mempunjai kepribadian, tidak penjegan dan sikap jang tangkas.

Sjarat-sjarat kesehatan untuk segenap personil telah disesuaikan dengan keadaan iklim dan keadaan kemungkinan epidemiologie di Mesir jang djauh berlainan dari keadaan di Indonesia.

Batalion Angkatan Darat Republik Indonesia untuk tugas P.B.B. itu dipersendjatai sesuai dengan tugasnja jang tidak hanja tugas kepolisian sadja, tetapi djuga sebagai pasukan bertempur dalam keadaan jang terpaksa. Demikian pengumuman tersebut.

Peristiwa diberbagai tempat di Djawa Tengah dan Djawa Timur jang mendahului saat kedatangan pasukan itu di Ibukota perlu kita tjatat pula:

Dihalaman Staf-Kwartier R.I. 13 Djokjakarta telah dilantik pada tanggal 12-12-1956 sepasukan tentara kita sebesar satu peleron jang segera akan diberangkatkan ke Semarang, dimana akan berkumpul ke 2 kompi dari Divisi Diponegoro, jang akan dikirim ke Mesir.

Demikian pula telah diadakan upatjara pelantikan dihalaman Staf-Kwartier R.I. 14 Salatiga dari kira-kira 2 kompi jang telah ditundjuk untuk turut serta bertugas diluar negeri. Mereka itu segera akan diberangkatkan pula ke Semarang.

Pada tanggal 13-12-1956 kebanjakan pasukan-pasukan dari Djawa Tengah telah berada di Semarang, sebahagian lagi masih berada di Tegal. Mereka itu terdiri dari 80 orang anggauta batalion 431 RI 12 dan akan langsung diangkut ke Djakarta.

Peristiwa keberangkatan dua kompi dari Semarang pada tanggal 21-12-1956 merupakan satu kedjadian jang sangat penting dikota tersebut terhadap peristiwa mana terhadap rakjat memberikan perhatian sepenuhnja, pada pagi hari djam 6.30, Kapten Soekarno, sebagai pimpinan ke 2 kompi itu, menghadap Panglima Divisi, Overste

75