Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/80

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Soeharto, untuk memberitahukan, bahwa pasukan-pasukan sudah siap untuk bertolak ke Djakarta.

Panglima Divisi kemudian memeriksa pasukan-pasukan jang telah berdiri tegap dimuka gedung divisi. Dalam kata-kata perpisahan, beliau mengutjapkan pesanan-pesanan jang antara lain adalah sebagai berikut:

,,Saudara-saudara akan segera meninggalkan Djawa Tengah dan untuk beberapa waktu akan bertugas diluar negeri; Saudara-saudara menghadapi pekerdjaan jang serba istimewa jang memerlukan keuletan serta ketegasan dari Saudara-saudara.

Tidak mudah untuk mewakili Angkatan Darat Indonesia diluar negeri, oleh sebab itu, dalam menunaikan tugasmu, satu hal, satu sila harus tetap berada dalam ingatan Saudara-saudara. jaitu perikemanusiaan. Disamping bertindak sebagai tentara Angkatan Perang Republik Indonesia. pada Saudara-saudara terletak pula kewadjiban-kewadjiban sebagai seorang warga negara Indonesia jang berbudi luhur. Kami mengharap, Saudara-saudara dapat menjelesaikan tugas jang diletakkan atas pundakmu sebaik-baiknja. Peganglah tetap Sapta Marga kita. Pertahankanlah disiplin. Ingatlah dalam mendialankan tugasmu. bahwa Saudara-saudara mentjari sahabat- sahabat, bukannja untuk membuat musuh. Satu kesalahan dari Saudara-saudara dapat merusak seluruh nama T.N.I, pula nama negara.Hal ini harus dihindarkan.

Semoga Tuhan berada ditengah-tengah Saudara serta memberi pimpinan pada Saudara-saudara sekalian".

Selesai upatjara ini, pasukan-pasukan jang bersendjata lengkap itu berbaris menudiu kesetasiun Tawang. diiringi oleh orkes jang membawakan lagu-lagu jang gembira. Panglima Divisi turut pula berdjalan. Dilorong-lorong .jang mereka lalui sudah menunggu berdjedjal-djedal rakjat kota Semarang jang ingin memberi salam perpisahan pada pradjurit-pradjuritnja. pula menghiarapkan dengan seluruh djiwa, agar pasukan-pasukan kita itu dapat tetap mendjundjung tinggi nama bangsa dan negara kita.

Di setasiun Tawang para pembesar lainnja sudah menunggu pula. Diam 8.21 tepat kereta api berangkat menudju ke Djakarta, dengan

76