Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/25

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


2. Industri : Sebagai pembangkit tenaga listrik jang penting sekali artinja bagi perkembangan industri.

Apabila bendungan Aswan ini dapat dibangunkan, maka besar kemungkinan tambahnja perluasan tanah jang dapat ditanami hingga 30%, jang dengan sendirinja akan menaikkan taraf penghidupan rakjat Mesir berlipat tiga.

Belum lagi diperhitungkan naiknja hasil perindustrian. Djuga bahaja bandjir akan dapat dihindarkan, sedang pada musim kemarau tanahtanah akan selalu mendapat air.

Sebagai pembangkit tenaga Iistrik harganja murah sekali djika dibandingkan dengan bahan bakar minjak atau arang batu.

Djumlah tenaga listrik jang besar sekali dari bendungan Aswan itu akan merubah sama sekali negara Mesir mendjadi negara industri. Dan dengan bendungan baru itu penghasilan negara bertambah dengan 23 djuta pound setahun, sedangkan penghasilan nasionalnja akan bertambah dengan 255 djuta pound.

Untuk melaksanakan pembangunan bendungan Aswan tersebut, tertumbuklah Mesir sekarang pada masalah pembeajaan. Perekonomian dalam negeri belum memungkinkan pembeajaan projek Aswan tersebut. Mesir memerlukan bantuan Luar Negeri.

Pada bulan Desember 1956 Amerika dan lnggris menawarkan untuk beaja projek Aswan dalam babak pertama sedjumlah $. 70.000.000. kepada Mesir, dan ada kemungkinan bantuan selandjutnja akan lebih besar. Bahkan Inggris sendiri merentjanakan dari seluruh djumlah bantuannja jang $. 14.000.000. akan merupakan hadiah (grant).

Bank Dunia djuga mengusulkan pindjaman sebesar $. 200.000.000. Menurut rentjana, beaja pembangunan bendungan Aswan memakan waktu 10 tahun dan akan menelan beaja sebesar $. 1.300.000.000.

Tetapi pindjaman jang didjandjikan itu dengan mendadak pada tanggal 19—20 Djuli 1956 dihapuskan, Amerika mentjabut tawaran bantuannja untuk membangun bendungan raksasa Aswan. Tindakan Amerika ini kemudian disusul oleh Inggris dan Bank Duniapun bersikap sama.

Alasan-alasan jang dikemukakan oleh Amerika Serikat berpangkal pada segi-segi ekonomis, jakni bahwa perekonomian Mesir jang masih

22