Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/24

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Farouk dari Mesir jang tetap netral tetapi lebih tjondong kepada Djerman dan Italia, dipaksa oleh Inggris untuk memenuhi kewadjiban dari perdjandjian 1936, jakni pemberian keringanan kebebasan bergerak tentara Inggris di Mesir.

Setelah di Mesir timbul ,,revolusi tak berdarah" dengan digulingkunnja Radja Farouk dari tachta keradjaan, maka pada tahun 1954 tertjapai perdjandjian antara Inggris dengan Republik Mesir. Dari fatsal 2 persetudjuan tahun 1954 dikatakan, bahwa persetudjuan itu akan berlaku selama 7 tahun, dengan ketentuan, bahwa 12 bulan setelah penandtanganan persetudjuan itu kedua belah pihak akan berunding untuk menetapkan peraturan-peraturan apa jang perlu diadakan dan dipandang berguna untuk mengachiri persetudjuan tersebut. Adapun persetudjuan 1954 itu berkisar pada masalah pendudukan Inggris diterusan Suez.

Perkembangan selandjutnja dan seperti apa jang sudah kita saksikan, maka pada 'bulan Djuni 1956 satuan-satuan terachir tentara Inggris telah meninggalkan Suez, dan dengan demikian pertahanan terusan Suez sudah berada ditangan Republik Mesir.

2. Sebab-sebab Mesir menasionalisasikan terusan Suez.

Untuk meninggikan taraf kehidupan Rakjat, pemerintah Mesir selalu berusaha mendjadikan Mesir sebuah negara industri. Sebagaimana diketahui Mesir tidak mempunjai tambang batu bara, sedangkan sumber minjaknja ketjil. Untuk perkembangan industri ia akan kekurangan bahan bakar, sebaliknja bahan mentah untuk perkembangan industri ringan terdapat tjukup didalam negeri.

Dilapangan pertanian Mesir selalu terantjam bahaja bandjir diwaktu musim hudjan, dan bahaja kekurangan air diwaktu kemarau. Salah satu djalan jang ditempuh ialah memperbaiki bendungan Aswan jang telah ada.

Dengan demikian maka rentjana pembangunan bendungan Aswan itu memiliki arti:

1. Pertanian : Memperluas dan menambah hasil pertanian. Mentjegah bahaja bandjir.

21