Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/165

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Latin ini. Suatu bangsa jang berdjumlah kira-kira sama dengan bangsa Indonesia, datang dari daerah tropisch pula sematjam kita dengan tanah air jang tjukup kaja dan berbahasa Portugis. Sangat djarang diantara mereka jang dapat berbahasa lnggris, djuga perwira-pewiranja, Bila di Staf Batalion kita ada terdapat dua orang Majoor, jang rasanja sudah terlalu banjak, maka di Staf Batalion Brasil ini terdapat 6 (enam) Majoor. Kalau kita sudah mengedjek akan kemalasan dan kekotoran kita sendiri, ternjata orang-orang Amerika Selatan ini dalam hal tersebut selalu pangkat dua.

Mereka djuga makan nasi sematjam kita, dan selama induk pasukan kita belum datang, kita mendjadi tamu mereka jang terhormat, Agaknja lidah mereka banjak persamaannja dengan lidah kita, sehingga masakan-masakan jang mereka hidangkan selalu mendapat sambutan hangat. Mereka djuga ,,pamer" tentang senapan serta jeep dan truck jang dibuat di Brazilia sendiri. Tentang kopi dan karetnja, tentang mambo dan sambanja, tentang kapal udara mereka jang datang setiap seminggu sekali dengan membawa bingkisan-bingkisan dan tentang hubungan radio telefonis tiap malam dengan tanah airnja. Mereka adalah tuan rumah jang baik hati selama beberapa hari itu, dan memberi kepada kita madjalah-madjalah jang banjak gambarnja, tetapi jang kita tak sedikit djuga mengerti maksudnja. Madjalah-madjalah jang selalu ada gambarnja pertandingan sepak-bola, dan gambar-gambar pertandingan sepak-bola pula melekat dipapan-papan pengumuman Batalion. Agaknja orang-orang Brasil ini memang kerandjingan sepak-bola.

Pada satu waktu saja pernah ditundjukkan isi gudang-gudang mereka. Masjaallah, penuh dengan bahan-bahan jang mereka bawa dari tanah air mereka sendiri. ,,U.N.E.F." kasih apa sama kita! demikian Perwira logistiknja menerangkan kepada kita, dan ia lupa bahwa Brasil adalah Contingent terachir datang di Mesir.

Mengenai kebersihan, para pembatja jang terhormat, memang benar-benar audzubillah, koprohnja orang-orang tropisch ini. Ditambah lagi dengan gedung-gedung setengah rusak jang mereka tempati, sungguh suatu pemandangan jang menjedihkan, Dan gedung-gedung serta tempat ini nantinja mendjadi pangkalan Batalion kita. Kita telah segera membajangkan, pekerdjaan-pekerdjaan jang ada didepan kita, untuk mengatur agar rumah-rumah setengah puing ini dapat mendjadi menarik untuk kita tempati. Sedang kita tahu, bahwa kita bukan dewa-dewa dari khayangan, djuga bukan tukang sulap. Sedang Brasil dengan kekajaannja, dengan lichtagregaatnja, dengan piringan hitam - pick up - loudspeakernja, dengan bahan-bahan kiriman tanah airnja, masih berupa demikian!

Tetapi kita bukannja orang-orang pessimis, tidak pula tinggal diam. Pekerdjaan pertama, segera membuat ..... W.C. dengan tulisan-tulisan besar ,,Love me" dan ,,Kiss me". Hal ini sudah suatu kemenangan atas Brasil dengan segala materinja, jang buang kotoran..... sesuka hatinja sadja.

161