Halaman:Amerta - Berkala Arkeologi 2.pdf/18

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Candi Singhasari

kejadian: ia sampai ke sebuah pertapaan dan menginsyafkan seorang gadis yang jatuh cinta kepadanya, keesokan harinya ia ditimpa oleh hujan lebat disertai guruh yang dahsyat di dalam hutan: bertemu dengan Dewa Cri yang menambah semangatnya, bertemu dengan Dewa Cinta, Kama, dan permaisurinya Rati dekat sebuah danau, dan ditolong oleh mereka: berperang dengan raksasa Nalamala yang keluar dari danau itu, dan mengalahkannya, setelah ia berubah menjadi Mahadewa (dengan lengkung Kalamerga di atas kepala) sebagai akibat pemujaannya, bertemu dengan pertapa Dwaipayana yang memberi pelajaran kepadanya. Kemudian ia mendaki Gunung Indrakila.

Undak-Undak Ketiga

 Ceritera Arjuna itu dilanjutkan pada lajur undak-undak ketiga ini. Lukisan-lukisan itu mengikuti ceritera Arjunawiwaha, dan mulai pada sudut baratlaut undak-undak itu melalui penampil. Ceritera itu dimulai dengan persiapan para bidadari yang akan menggoda Arjuna yang sedang bertapa, Setelah mencoba berkali-kali tetapi tidak juga berhasil, mereka itu kembali ke kayangan Dewa Indra. Di sana sedang terjadi kegemparan, karena raja raksasa Niwatakawaca telah mengancam akan menyerang dan menghancurkan kayangan itu apabila Dewi Supraba, kepala para bidadari, tidak diberikan kepadanya sebagai istri.

13