Halaman:Adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara.pdf/229

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

rimu. Hal ini berarti pula bila seorang selalu mengingat Tuhan dimana saja ia berada, apakah sedang bergembira atau bersusan, apakah sedang bekerja atau tidur, hendaknya, pasti Tuhan akan tetap bersamanya dan tetap melindunginya.

Setiap orang yang hidup mendapatkan harta kekayaan itu sebenarnya masing-masing sudah ditentukan oleh Tuhan rezekinya. Biar membanting tulang memeras tenaga berusaha mencari rezeki, kalau Tuhan tidak berkenan memberikan rezeki kepadanya, pasti tidak mendapatkannya. Dengan lain perkataan rezeki, kebahagiaan, kesusahan sumuanya ditentukan oleh Tuhan dan diberikannya kepada siapa yang dikehendaki_Nya.

Untuk ini orang Minahasa mempunyai peribahasa seperti ; "Kamang kinaayoan, kinombahan ne Sumesena" Artinya kebahagiaan/rezeki yang diperoleh adalah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Kalau memuai padi di sawah dan hasilnya berlipat ganda, orang-orang Minghasa berkata dengan suatu pepatah : "Kan no lion tana', sinedian ne kekekou" Artinya padi orang-orang yang tidak kelihatan menerima kotoran dari burung Kekekou. Maksud sebenarnya hasil yang berlipat ganda itu mendapat karunia dari Tuhan Maha Murah.

3. Pepatah-pepatah yang berhubungan dengan upacara adat.

Salah satu upacara adat naik rumah baru di Minahasa, sering dilakukan dengan memperdengarkan nyanyian bersama, yang sebenarnya merupakan ungkapan lama (asli). Upacara ini dilakukan pada malam hari dengan memasang lampu (minyak, lilin, obor). Setiap orang datang naik di atas rumah panggung dan ikut menari-nari (merambak) beramai-ra -

218