Halaman:ADH 0008 A. Damhoeri - Pengawal Tambang Emas.pdf/16

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca
                                                                                    • 12


3. D I P O N D O K G A M B I R

  • * *


B E S O K N Y A Sibarani sudab masuk hutan. Ia sendirian saja tidak membawa teman atau sama-sama dengan orang lain. Baginya masuk hutan itu sampai kebahagian manapun juga sudah biasa. Setiap kelok dan liku dalam rimba itu dikenalnya dengan baik. Apalagi perjalanannya seolah-olah mengandung rahasia yang tak boleh sedikitpun diketahui orang lain.

Sibarani memang tidak ada takut atau gentarnya masuk kedalam hutan itu. Sebagai seorang bekas perimba ia kenal betul dengan hutan itu dan sifat-sifatnya. Hutan itu sababat mereka. Utan itu merupakan sumber hidup mereka.

Bukan tak ada bahaya dalam butan itu. Umpamanya gangguan dari binatang buas seperti harimau, babi, beruang atau ular-ular yang ukurannya. Sebesar batang pinang. Tetapi selama dunia terkembang baru empat kali harimau menerkam manusia dalam Rimba Mangkisi itu. Mungkin pula harimau itu harimau pendatang. Artinya harimau yang tidak ertempat tinggal dalam Rimba Mangkisi itu. Atau memang sudah janjian para korban akan mati dalam tangan barimau. Pada umumnya barimau tak mau berjumpa dengan manusia.

Hanya kata orang ular yang tak punya perbitungan. Namun ular itu punya pancaindera yang kurang awas, tidak seperti barimau. Sehingga kalau ada ular orang cept ahu dan menyingkir atau membunuh ular itu. Namun ada juga perimba yang berani menangkap ular. Ular yang ditangkapnya dari jenis ular python yang berukuran sebesar paha manusia dewasa. Bagi ular sebesar itu dengan gampang menelan seekor babi atau seekor anak lembu. Apalagi manusia. Tetapi hal ini jarang terjadi atau belum pernah terjadi.

Demikiadah Sibarani dengan santai dan selela lelanya berjalan da lam hutan pada jalan setapak yang biasa ditempuh orang-orang yang

masuk rimba. Ia kenal dengan solok dan semua biding bukit bukit dalam rimba itu. Ia membawa perbekalan secukupnya sebab belum tahu lagi selama berapa hari ia akan berada dalam hutan itu. Demikian pula tentu saja ia tak lupa