Lompat ke isi

Halaman:ADH 0006 A. Damhoeri - Nakoda Tenggang.pdf/30

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

7. NAKODA MUDA


BINTANG Nakoda Tenggang memuncak terus. Berkali-kali pelayarannya selamat saja. Pada setiap kali pulang dari pelayarannya semakin bertambahlah kekayaannya dan kekayaan mertuanya saudagar Biram. Hartanya sudah bertumpuk-tumpuk tak terkirakan lagi banyaknya. Gedungnya beberapa buah, emas peraknya berpeti-peti, intan bermata berpundi-pundi.

Tetapi inilah sifatnya orang memburu harta. Semakin banyak semakin tak puas. Nafsu duniawi itu rupanya tak ada batasnya. Dan ia merasa tak puas pula dengan masih terkungkung oleh orang lain. Walaupun orang itu adalah mertuanya sendiri. Maka Tenggang pun membeli sebuah kapal baru. Lebih besar dan lebih indah dari Elang Segara. Kapal itu kepunyaannya sendiri. Pimpinan Elang Segara diserahkan kepada orang lain.

Dengan kapalnya sendiri itu dapatlah Nakoda Tenggang berusaha untuk dirinya sendiri saja lagi. Semua keuntungan yang didapat menjadi miliknya sendiri. Namun nafsu serakah mengumpulkan harta sudah menguasai dirinya kini. Tenggang sekarang sudah berbeda dengan Tenggang yang dahulu. Tenggang yang berbudi dan sopan santun sekarang sudah berubah menjadi Nakoda Tenggang yang otaknya saban hari dipenuhi oleh pikiran: Bagaimana menumpuk harta itu sampai tak ada batasnya lagi. Ia memang sudah ahli dalam hal ini. Tabiatnya tegang dan keras. Tetapi karena kekayaannya semua orang merasa segan kepadanya. Anak buahnya pun merasa takut kepadanya, karena sifatnya yang keras dan kaku itu.

28