Lompat ke isi

Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus - Museum Dewantara Kirti Griya.pdf/45

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

serta dapat bernikah dengan seorang puteri bangsawan. Ksatrya Bugis dan puteri Mataram inilah jang kelak menurunkan dr. Wahidin Sudirohusodo. (Tentang Daeng Aru Palaka ditjeriterakan, bahwa kemudian dia dapat dipegang kembali oleh Trunodjojo dan dihukum mati menurut adat-perang).

Hubungan dengan Famili Kahle.

Keterangan tentang asal-usul Dr. Wahidin seperti tertera diatas tadi, ialah jang kami dapat dari Dr.Ra djiman Wedyodiningrat seorang saudara Sepupu Wahidin Sudirohusodo, jang kini masih ada ditengah-tengah kita, hidup sebagai orang-tani di Walikukun anggauta „Dewan Pertimbangan Agung”. Untuk melengkapkan dokumentasi, perlu bagi mereka jang hendak meneruskan penjelidikan tentang Bapak pergerakan nasional itu, maka dibawah ini kami sadjikan sekedar penerangan hal asal-usul Dr. Wahidin, seperti jang kami dapat dalam madjallah „Tanah Air”, No. 3, tahun I bulan Maret 1948, ditulis oleh „Pembantu Istimewa (sdr. Sudarjo Tjokrosisworo?) dan rupa-rupanja sebagai hasil „interview” dengan Dr. Suleman Mangunhusodo, putera sulung Bapak Wahidin, jang kini masih mendjabat tabib dalam Haminte Surakarta.

Menurut interview tersebut, ajah Wahidin adalah seorang „ronggo” didaerah Bagelen, Banjumas. Setamatnja dari Sekolah Djawa di Jogja, Wahidin dipungut oleh tuan Frits Kahle, administrateur-eigenaar onderneming gula di Wonolopo, timur Tasikmadu, daerah Sragen, Surakarta. Frits Kahle tadi adalah ipar ajah Wahidin, karena saudara perempuan Pak Ronggo (djadi bibi Wahidin) menjisihi hidup Frits

46