Reglemen Acara Perdata/Buku Pertama/Bab VII

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
template error: please do not remove empty parameters (see the style guide and template documentation).

BAB VII. PEMERIKSAAN DALAM TINGKAT BANDING TENTANG PERKARA-PERKARA YANG DIADILI OLEH PENGADILAN UNTUK ORANG-ORANG INDONESIA


Pasal 355.

(s.d.u. dg. s. 1908-522.) Pernyataan permohonan banding terhadap perkara yang diputus oleh badan pengadilan untuk orang-orang Indonesia dianggap oleh R.v.J. mengandung pernyataan bahwa dimohonkan banding juga terhadap putusan-putusan yang mendahului putusan pengadilan itu serta penetapan-penetapan, kecuali jika dalam catatan permohonan banding dinyatakan secara tegas sebaliknya. (RO. 96, 109; IR. 188, 192; RBg. 199, 204.)


Pasal 356.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Para pihak berhak untuk menyerahkan penjelasan-penjelasan dan surat-surat di kepaniteraan pengadilan yang lebih tinggi yang mereka anggap perlu asal surat-surat sebelumnya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan perantaraan pengacaranya atau orang lain yang herwenang untuk menyampaikan pemberitahuan, menurut ketentuan dalam H. I. R. atau aturan-aturan yang sama yang mengatur pengadilan untuk daerah luar Jawa dan Madura. Penyerahan surat-surat itu sekali-kati tidak boleh menghambat penyelesaian perkaranya.

Hakim yang lebih tinggi tidak akan memperhatikan surat-surat demikian itu atau yang dahulu sudah disampaikan di kepaniteraan hakim pertama, yang sebelumnya sesuai ketentuan tidak ternyata telah diberitahukan kepada pihak lawan (RQ.. 432; IR. 192 dst., 388 dst.; RBg. 202 dst., 716 dst.)

(s.d.t dg. S. 1908-522.) Dalam tingkat banding tidak boleh diajukan tuntutan baru kecuali yang berhubungan dengan pasal 344 alinea pertama.

(s.d.t. dg. S. 1908-522.) Sebaliknya tergugat boleh mengajukan pembelaan yang baru asal mengenai pokok persoalannya dan belum dikemukakan dalam tingkat pertama; ia dapat dihukum untuk membayar biaya tambahan yang disebabkan pengajuan pembelaan itu, meskipun gugatan pokoknya dapat dikabulkan. (Rv. 344.)


Pasal 357.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Perkara kemudian oleh hakim banding yang bersangkutan tanpa hanyak proses diputus berdasarkan surat-surat saja tetapi ia berwenang sebelum menjatuhkan putusan akhir untuk memberi putusan persiapan atau putusan sela. Pasal 354 berlaku dalam hal ini.

(s.d.t. dg. S. 1914-414.) R.v.J. berhak mengadakan catatan-catatan tentang cara penyelesaian perkara tersebut.


Pasal 358.

Putusan pengadilan banding dibuat dan diucapkan dengan cara biasa. (Rv. 61, 64; IR. 184; RBg. 195.) (s.d.u. dg. S. 1901 -124.) Panitera raad vanjustitie segera mengirimkan turunan otentik putusan dalam bentuk yang dapat ditaksanakan dengan berkas yang bersangkutan kepada hakim pertama serta memberitahukannya kepada penuntut umum tentang putusan asli yang ada di kepaniteraan. Penuntut umum dapat melihatnya dan bila perlu dapat meminta turunannya yang otentik. (Rv. 360, 435, 992; IR. 194; RBg. 205.)


Pasal 359.

(s.d.u. dg. S. 1,937-631.) Semua putusan raad vanjustitie dalam tingkat banding dianggap dijatuhkan atas bantahan. (Rv. 81, 385, 993.)


Pasal 360.

Pelaksanaannya selalu dilakukan oleh hakim yang memutus dalam tingkat pertama. (Rv. 350, 358, 429, 432, 994; IR. 195; RBg. 206.)


Pasal 361.

(s.d.u. dg. S. 1901-24, S. 1937-631.) Panitera raad van justitie mencatat dengan seksama semua perkara yang ada dalam tingkat banding dalam sebuah register yang diperuntukkan untuk itu. Pencatatan itu menyebut nama para pihak dan tanggal putusan yang dimohonkan banding, tentang pernyataan banding, tentang penerimaan berkas perkaranya, tentang putusan yang doatuhkan dalam tingkat banding, dan tentang pengiriman putusan itu kepada hakim pertama. (Rv. 358, 438, 994; IR. 191; RB9. 202.)