Reglemen Acara Perdata/Buku Pertama/Bab II/Bagian 8

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
template error: please do not remove empty parameters (see the style guide and template documentation).

Bagian 8. Keterangan Para Ahli.

Pasal 215.

Jika hakim atas permohonan para pihak atau karena jabatan memandang perlu, maka dengan putusan dapat diperintahkan agar diadakan pemeriksan atau pengamatan oleh ahli-ahli.

putusan itu dengan jelas menyebut obyek yang harus diperiksa atau diamati, berisi pengangkatan tiga ahli.

Akantetapi jika kedua Pihak memohon agar pemeriksaan hanya dilakukan oleh satu orang ahli saja, maka tidak diangkat lebih dari satu orang ahli. (Rv. 48. 150, 154, 162, 216 dst., 241 dst., 349, 963; KUHPerd. 389 dst., 396, 480, 1077 dOL. 1220., 150; IR. 154; RB9. 181; S. 1851-27 pasal 49; S. 1858-15; S. 1866108; S. 1934-683.)

Pasal 216.

Jika Para pihak dalam persidangan bersepakat tentang orangnya atau ketiga orangnya yang dikehendaki sebagai ahli, maka mereka diangkat dalam putusan itu.

(sdu. dg. S. 1908-522.) Jika para pihak tidak memperoleh kesepakatan tentang orangnya, maka dalam putusan diperintahkan agar Para pihak dalam waktu delapan hari menyampaikan nama-nama ahli itu dan jika tidak dapat dipenuhi dikeluarkan Perintah Pengangkatan ahli karena jabatannya dalam putusan yang sama.

Dalam jangka waktu tersebut maka para pihak, jika sudah menyepakati pengangkatan ahli-ahli, menyerahkan Pernyataan kepada kepaniteraan. (Rv. 15, 82, 215, 519.)

Pasal 217.

Dalam putusan yang dimaksud dalam pasal 216 ditetapkan hari dan jam pengambilan sumpah dilakukan. (sdu- dg. S. 1908-522.) Pihak yang paling siap memanggil para ahli dengan Pemntaraan juru sita untuk mengangkat sumpah dengan surat perintah hakim, tetapi dalam hal para pihak di sidang tidak mencapai kesepakatan mengenai siapa diangkat sebagai ahli, tidak sebelum lewat tenggang waktu seperti tersebut kedua pasal 216 atau tidak sebelum memberikan Pernyataan seperti tersebut daiam alinea ketiga pasal itu. panggilan ini dilakukan sedikitnya tiga hari sebelum hari yang ditentukan untuk mengangkat sumpah. Hakim dapat memerintahkan agar sumpah dilakukan di hadapan Kepala Daerah tempat pemeriksaan/pengamatan dilakukan; dalam hal itu pihak yang sudah siap memohon pejabat itu dengan surat untuk menentukan waktu dan tempat dilakukannya sumpah. Ketetapan yang diambil oleh pejabat itu diberitahukan kepada pihak lawan dengan suatu akta lewat pengacaranya kepada pengacara lawan, dan hal itu beriaku sebagai panggilan. Pemanggilan Para ahli dilakukan dengan cara seperti ditentukan dalam alinea yang lain. (Rv. 221 dst., 349, 964; IR. 154; RBg. 181 .)

Pasa 218, Pasal 219, Pasal 220.

Dicabut dengan S. 1925-525.

Pasal 221.

(s. d.u. dg. S. 1,908-522.) Hakim menetapkan dalam berita acara sumpah, tempat, hari dan jam, di mana dan kapan para ahli mulai dengan pemeriksaan dan juga kapan mereka harus menyerahkan keterangan tertulis mereka kepada panitera, dan kapan sidang akan dilanjutkan untuk memeriksa perkara, kesemuanya setelah didengar para ahli dan para pihak yang datang menghadap. (Rv. 966.) Jika ahli yang telah diangkat dan telah disumpah tidak melaksanakan pekerjaan, maka atas permohonan para pihak atau salah satu dari mereka, hakim menentukan hari lain untuk pemeriksaan lanjutan.

Tempat, hari dan jam, di mana dan kapan para ahli mengadakan pemeriksaan serta tenggang waktu yang harus dipenuhi untuk menyampaikan laporan tertulisnya kepada panitera dengan begitu ditentukan oleh Kepala Daerah (Asisten Residen) pada waktu pengambilan sumpah setelah mendengar Para ahli dan pihak-pihak yang hadir, dan dimuat dalam berita acara sumpah. (Rv. 211, 217, 225; IR. 17.)

Pasal 222.

Jika seorang ahli yang telah diangkat menolak pengangkatannya, atau tidak datang menghadap pada hari yang ditentukan, baik untuk melakukan sumpah atau untuk melaksanakan suatu perintah lain, maka para pihak segera mengusahakan kesepakatan untuk mengangkat ahli lain; jika tidak ada, inaka hakim karena jabatan akan mengangkat seorang ahli.

Jika ahli yang telah diangkat dan telah bersumpah tidak melaksanakan pekedaan-pekerjaan yang telah diterimanya, ia dapat dihukum oleh hakim untuk membayar semua biaya yang disebabkan kelalaiannya itu, bahkan sampai membayar kerugian dan bunga, bila ada cukup alasan. (KUHPerd. 1239, 1366, 1817; Rv. 162, 215 dst., 226, 607, 964.)

Pasal 223.

Turunan putusan hakim dan surat-surat yang diperlukan diserahkan kepada para ahli. Dalam penyelidikan oleh Para ahli, para pihak dapat mengajukan dasar-dasr serta permintaan yang diperlukan dan tentang hal itu dicantumkan dalam surat laporan. (Rv. 217, 228, 966 dst.)

Pasal 224.

Para ahli setelah bermusyawarah membuat laporan tertulis dengan suara terbanyak. Dalam hal ada perbedaan pendapat, maka pendapat yang berbeda itu dapat dimasukkan dalam laporan tanpa menyebut siapa-siapa ahli yang mempunyai pendapat tertentu itu.

Laporan diberi tanggal dan ditandatangani semua ahli.

Jika tidak ada di antara Para ahli yang dapat menyusun laporan itu, maka dibuat laporan oleh notaris yang ikut menandatanganiriya. (Rv. 223, 316, 966.)

Pasal 225.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Para ahli wajib menyerahkan laporannya kepada panitera R.V.J. yang telah memerintahkan pemeriksaan dalam waktu yang telah ditentukan dalam pasal 221 dengan ancaman membayar ganti rugi dan bunga; panitera wajib memberikan tanda penyerahan itu.

Upah mereka dianggarkan oleh ketua di bagian bawah turunan asli laporan itu dengan dikeluarkan perintah pelaksanaan atas beban pihak yang memohon pemeriksaan oleh ahli, atau dalam hal perintah diberikan karena jabatan pihak yang menuntutnya. (KUHPerd. 1239; Rv. 188, 316; IR. 154; RBg. 181; S. 1851-27 pasal 49 dst.; S. 1856-15; S. 1866-108; S. 1934-683.)

Pasal 226.

Jika ada penolakan atau hambatan mengenai pelaksanaan apa yang dintentukan dalam alinea pertama pasal yang lalu, maka ahli tersebut oleh pihak yang telah siap lebih dulu dapat dituntut di hadapan hakim yang mengangkatnya, pada akhimya bahkan dapat dihukum dengan paksaan badan (lijfsdwang) agar menyerahkan laporan yang bersangkutan kepada panitera. (Rv. 968.)

(s.d.u.dg.S. 1908-522,)Hakim memutus tanpa didahului adanya surat gugatan setelah mendengar ahli-ahli yang datang menghadap. (Rv. 222, 580-101.)

Pasal 227.

Ditarik kembali dengan S. 1908-522.

Pasal 228.

Jika hakim dalam laporan yang bersangkutan tidak menjumpai keterangan-keterangan yang diperlukan, maka ia dapat mengangkat ahli-ahli baru yang dapat meminta penjelman kepada ahli-ahli yang lama sepanjang dipandang perlu. (Rv. 162, 215, 223 dst.)

Pasal 229.

Hakim sama sekali tidak terikat untuk mengikuti pendapat yang dikemukakan para ahli jika keyakinannya bertentangan dengan itu. (KUHPerd. 1908; Rv. 162, 224; IR. 154; RBg. 181.)