Reglemen Acara Perdata/Buku Pertama/Bab II/Bagian 17

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
template error: please do not remove empty parameters (see the style guide and template documentation).

Bagian Ke 17. Penggabungan Dan Penengahan.


Pasal 279.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Barangsiapa mempunyai kepentingan dalam suatu perkara perdata yang sedang berjalan antara pihak-pihak lain dapat menuntut untuk menggabungkan diri atau campur tangan. (KUHPerd. 188, 1558; F. 118; Rv. 72, 74, 128, 282, 349, 378, 535 dst.)


Pasal 280.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Tindakan-tindakan ini dilakukan dengan surat permohonan pada hari sidang yang telah ditetapkan sebelum atau pada waktu kesimpulan terakhir diambil dalam perkara yang sedang berjalan.

Dalam perkara yang diperiksa t)erdasarkan surat-surat, tindakan itu dilakukan dengan pemberitahuan kepada para pihak disertai pemanggilan mereka untuk menghadap di sidang pengaditan. (Rv. 112-117; 120, 138 dst., 249, 281.)


Pasal 281.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) surat permohonan, yang sekaligus berisi pengangkatan seorang pengacara, memuat nama kecil, nama dan tempat tinggal yang mengajukan permohonan serta dasar alasan permohonan iiu diajukan, semua dengan ancaman batal. Ia dianggap telah memilih tempat tinggal pada pengacaranya, kecuali jika dalam surat permohonannya ia menyatakan memilih tempat tinggal lain. (Rv. 8, 94, 106.)


Pasal 282.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Jika hakim yang memutus permohonan itu memerintahkan para pihak untuk melanjutkan perkaranya, maka dalam putuan yang sama itu ditentukan pula haii mereka harus menghadap di muka persidangan untuk melanjutkan perkaranya itu. (Rv. 241, 243.)