Reglemen Acara Perdata/Buku Ketiga/Bab VI/Bagian 4

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
template error: please do not remove empty parameters (see the style guide and template documentation).

Bagian 4. Kuasa Dari Perempuan yang Kawin.


Pasal 813.

Jika seorang suami ditempatkan di bawah pengampuan, atau berada dalam keadaan tidak mungkin untuk menguasakan isterinya, atau jika ia mempunyai kepentingan yang bertentangan, maka si isteri yang memerlukan kuasa untuk mendapatkannya mengajukan surat permohonan pada raad van justitie yang diputuskan dalam sidang permusyawaratan. (KUHPerd. 21, 108 dst., 114, 125, 451.)


Pasal 814.

Bila si isteri menerangkan bahwa suaminya yang sebenamya dapat memberi kuasa, tetapi menolaknya, maka raad vanjustitie tidak dapat memutuskan atas permohonan itu, kecuali si suami telah didengar atau telah dipanggil dengan cukup. (KUHPerd. 21, 112; Rv. 821.)

(s.d. u. dg. S. 1908-522.) Dalam hal tempat tinggalnya jauh, maka pendengaran si suami dapat diperintahkan pada residentierechter.


Pasal 815.

Bila dalam suatu perkara terhadap seorang perempuan yang kawin, suami dipanggil untuk mewakili isterinya, dan ia tidak datang menghadap, maka hakim memberikan kuasa itu. (KUHPerd. 105, 110 dst.)