Reglemen Acara Perdata/Buku Kedua/Bab VII

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
template error: please do not remove empty parameters (see the style guide and template documentation).

BAB VII. PEMBERIAN JAMINAN


Pasal 611.

Keputusan hakim yang mengandung perintah untuk membelikan jaminan, harus menetapkan jangka waktu, yang di dalamnya jaminan itu harus diberikan dan jangka waktu, yang di dalamnya jaminan itu harus diterima atau ditolak. (KUHPerd. 335, 452, 472, 483, 784, 786, 789, 819, 982, 1035, 1150, 1162, 1171, 1827 dst., 1830; KUHD 167a, 167b, 176, 227a, 227b; Rv. 54 dst., 128 dst., 283, 330, 613, 696, 722.)


Pasal 612.

Jaminan itu harus diajukan dengan suatu akta yang diberitahukan pengacara ke pengacara.

Cara yang sama digunakan juga dalam hal menerima jaminan. (KUHPerd. 24; Rv. 106.)


Pasal 613.

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Bila tidak terdapat kesepakatan tentang cukup tidaknya jaminan itu, maka pihak yang membantah diwajibkan untuk mengajukan perkara itu ke pengadilan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam keputusan hakim dalam bentuk seperti ditentukan dalam pasal di muka. (Rv. 112 dst., 611.)


Pasal 614.

Bila jaminan itu berupa suatu borg, dan borg itu diterima atau disetujui, maka ia harus mengikatkan diri dengan suatu akta di kepaniteraan, akta mana dapat dilaksanakan dengan surat perintah dari ketua raad van justitie yang dibuat dalam bentuk seperti diuraikan dalam pasal 435 (1). (KUHPerd. 117111827 dst., 1832-51; Rv. 55-51.)

(1) Mengenai bunyi pasal 435, lihat catatan kaki pasal 487.