Mekanisme Impeachment & Hukum Acara Mahkamah Konstitusi/BAB II TINJAUAN UMUM IMPEACHMENT/PENERAPAN PROSES IMPEACHMENT DI AMERIKA SERIKAT/Kasus Andrew Johnson

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kesalahan templat: Jangan menghapus parameter yang kosong (lihat pedoman gaya dan dokumentasi templat).
Mekanisme Impeachment & Hukum Acara Mahkamah Konstitusi

BAB II TINJAUAN UMUM IMPEACHMENT
B. PENERAPAN PROSES IMPEACHMENT DI AMERIKA SERIKAT

oleh [[Pengarang:{{{author}}}|{{{author}}}]]

a. Kasus Andrew Johnson

Kasus impeachment terhadap seorang presiden yang pertama kali terjadi di AS adalah pada saat pemerintahan Presiden Andrew Johnson. Pada saat itu Partai Republik menguasai mayoritas kursi Congress dan secara khusus beberapa anggota dari Partai Republik dari sayap radikal (Radical Republicans), mengambil posisi untuk mengontrol keras setiap kebijakan Presiden yang berasal dari partai yang sama ini. Walhasil setiap kebijakan Johnson mendapat perlawanan keras dari Congress, bahkan beberapa anggotanya mulai mengajukan usulan untuk proses impeachment tidak lama setelah Congress menolak veto Presiden atas penolakan melaksanakan UU tentang Masa Jabatan (Tenure of Office Act) dan UU tentang Rekonstruksi Pasca Perang Sipil (Reconstruction Act).

Tindakan Presiden Johnson dalam menanggapi usulan impeachment oleh beberapa anggota Congress ini sangat reaktif dengan langsung memecat salah seorang menterinya yang dikenal sebagai simpatisan Radical Republicans, Secretary of War Edwin Stanton, karena dianggap telah melakukan konspirasi dengan lawan politiknya di Congress.

Namun tindakan pemecatan tersebut justru memicu seluruh anggota House of Representatives untuk menyetujui proses impeachment dengan alasan Presiden telah melanggar ketentuan UU tentang Masa Jabatan (Tenure of Office Act). Dengan demikian pada tanggal 2 Februari 1868, Johnson resmi di-impeach dengan uraian 11 pasal impeachment. Namun pada babak terakhir Presiden Johnson berhasil terselamatkan dengan selisih satu suara.[1]

  1. Lihat The Impeachment Report, Op.Cit., hal. 298-300