Lawah-Lawah Merah/Fatsal 4

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lawah-Lawah Merah  (1875) 
Tertawanja Satoe Anak Dara.

Fatsal Ka IV.
TERTAWANJA SATOE ANAK DARA.

Tatkala pada pagi hari djam poekoel 8, maskipoen orang soeda ada di pengabisan boelan Februarij, maka fadjar akan memboeka harinja jang bagoes pada kotta Canton jang mana lebi beroentoeng dari pada kotta sabela salatan negri Tjina adanja.
Matahari soeda menerangkan tjahjanja pada itoe roema sombahjang Whampoa di tenga-tenga poehoen­poehoen lontar jang amat tinggi jang mengidar1 dia itoe seperti di alangkan dengan lelangse; itoe matahari bertjahja ilang gomilang di gentengnja jang berlapis sapoeloe dari pada porselein dan pandita-pandita jang berpake badjoe pandjang koening warnanja, poekoel kasi boeni gembreng dan tamboer boeat memanggil orang-orang alim akan datang bersombahjang pada pagi hari.

Kali Moetiara itoe jang pinggirannja tertoetoep dengan tebal oewap emboen, atas jang mana kaliatan boekit-boekit jang di sabelanja itoe seperti poeloe jang timboel di atas aer, maka didalam sakedjapan mata itoe kali soeda penoe dengan riboe-riboe praoe ketjil dan besar, jang kaliatan rame dengan dia poenja sombar didalam aer. Sawah-sawah padi jang amat

lebar kaliatan seperti bergerak atas permadani jang berwarna djambroed, dari dalam jang mana soeara-soeara matros menjanji akan mengoesir samoea boeroeng-boeroeng jang misi diam didalam sawah-sawah itoe, sahingga itoe boeroeng di negri Tjina nama Agami, timboelkan kapalanja seperti satoe pendjaga atas samoea bebek-bebek jang kaget mendengar soeara meriam didalam benteng Bocca-Tigris, jang membri hormat kadatangannja satoe kapal dari lain bangsa.
Demikian poen di darat samoea manoesia bangoen dengan kasenangan hati dan karadjinan; ― Kotta Founsi jang ada pada pinggir sabela kanan dari kali itoe, soeda oendjoek ramenja djoega pada pagi hari.
Di djalanan dari roema-roema toekang mas soeda ada penoe dengan manoesia jang pergi datang.
Toekang-toekang pikoel aer soeda berdjalan koeliling sambil bertriak.
Toekang-toekang tjoekoer soedah doedoek di moeka pintoe roemanja.

Toekang-toekang toekar oewang soeda bikin sedia timbangannja, jang dari gading boeat menim bang mas, dan dia-orang poenja besi pengoekir dari wadja boeat taroh tjap atas oewang-oewang jang di toekar itoe.

Soedagar-soedagar soeda berdiri di moeka djandela roema akan bernanti kadatangannja orang-orang jang maoe berbelian.
Maka dengan menaro kira-kira orang jang meliat soedagar-soedagar itoe, terlebi orang-orang asing, sebab dia-orang memboedjoek pada orang masoek didalam tokonja, adjak minoem thee dan isap pipa, kaloe soeda maka dia paksa soeroe beli dia poenja barang-barang sembil bitjara dengan perkataän jang manis basanja sopaija orang djadi soeka berlanganan, maka itoe semoea djadi mendatangkan tertawa kras oleh sekalian orang jang liat itoe dan oleh tetangga-tetangganja.
Komedian dari pada itoe orang liat banjak pandita-pandita jang berdjalan masok ka roema sombahjang Foo, sahingga sama sekali itoe kabanjakan manoesia samoea moendoer kapinggir akan kasi loeas djalanan kapada satoe mantri policie, jang olehnja soeda melaloekan dengan tjamboeknja djikaloe tiada marika itoe maoe memboeka djalan.
Waroeng-waroeng makanan soeda di atoer segala roepa diatas medjanja, disana ada toempoekan djeroek dan pisang, sedikit lebi djaoe ada sarang boeroeng dari poeloe Sadrona dan dendeng-dendeng tjoetjoet dari Bengala, koewé-koewé dan segala apa jang rasanja enak boeat di makan.
Di moeka satoe roema waroeng ada berdiri satoe orang besar dengan badan telandjang. Roepanja ada djelek. Ia itoe toekang potong babi nama Tchou. Soenggoe dia ini poenja badan koeroes tetapi dia ada koeat.
Moekanja boender dan di taboer dengan doea mata jang meletos ka loear, baserta bibirnja jang tebal roepanja seperti orang jang mesem selama-lamanja.
Anak-anak jang ada di djalanan besar tertawakan itoe toekang potong, tetapi dia-orang takoet padanja boekan terbilang, sahingga segala prampoean toekang masak soeka sekali bergoda dan kasi nama padanja Lawah-Lawah merah, maka sasoenggoenja itoe toekang potong djikaloe dia ada dengan pakeannja badjoe mera dan tangannja penoe darah mengangkat daging, kaliatan lebi seperti satoe lawa-lawa dari satoe toekang waroeng jang amat baik hati maoe melajani langanannja.

Itoe toekang potong dari gang toekang mas tiada mendjadi goesar djikaloe orang panggil padanja Lawa-Lawa banja bersoeka amat dan menggoda pada prampoean-prampoean jang panggil padanja sabagitoe. Hatinja Tchou tjinta pada prampoean-prampoean bagoes, maka dia bikin sabole-bole sopaija prampoean-prampoean dapat sajang padanja. Didalam 10 hari satoe kali dia soeroe tjoekoer kapalanja dan goeloeng sapoeter kepala dia poenja koentjir item. Djikaloe kerdjanja itoe soeda abis maka koentjirnja itoe dia kepang dengan benang soetra dan lepas kasi tergantoeng. Biasaja djikaloe dia berdjalan misti bawa pipa, pajoeng dan kipasnja. Itoe barang-barang jang terseboet terlebi itoe kipas, adalah pakean jang biasa pada bangsa tjina, sahingga satoe soldadoe pada sebela pedangnja ada tergantoeng satoe kipas. Dialah jang menoelis ini tjarita, ingat dirinja koetika ada didalam paprangan, soeda meliat satoe soldadoe stablan-tjina memasang mariam dan brenti sabantar boeat mengipas dirinja.

Tchou poenja kasoekaän djikaloe soeda abis kerdja dan toetoep waroengnja, maka dia pergi bermain kartoe ataoe bermain dam didalam satoe dari roema-roema thee dan nonton wajang jang kadang-kadang datang dari Canton main di pangoeng bamboe jang berdiri di tenga-tenga tana lapang Foun-si.

Toeroet orang poenja liat itoe Tchou adalah satoe toeknng waroeng saperti djoega lain orang, dan sebab dia tiada hati serong, dia djoeal daging baik dan tiada kikir pada orang miskin boeat kasi satoe mangkok thee, ma ka dia di hormatkan djoega oleh banjak orang· Maskipoen moekanja bagitoe djelek adanja tetapi dia tjampoer sama orang jang baik-baik.

Begimana saija soeda tjarita, itoe Tchou ada berdiri di moeka pintoenja, maka ingatannja sama sekali djato pada soearanja djendela terboeka diatas lotentg pertama dari satoe roema, jang ada di sabrang roemant:l~

Matanja toekang potong itoe ada terboeka besar dan moekanja kaliatan seperti sa-orang jang ada heiran akan barang apa-apa.

Maka Jang di liatnja itoe adalah satoe barang apa-apa jang mengadakan ka-inginan hati, jang mana membintjanakan pada sekalian manoesia, maskipoen itoe jang kras hati adanja.

Satoe anak dara jang roepa bagoes, kaloear dari roema itoe hendak merawatkan poehoen-poehoeo kembang jang mana di kira olehnja jang tiada satoe manoesia ada meliat padanja.

Pengliatan jang kabimbangan pada prampoean itoe dari djendela boekan boeat mengintip kapada Tchou, tetapi maski bagitoe adanja itoe Tchou soeda dapat liat anak dara itoe dengan njata aekali-kali (liat itoe gambar di pag. 12)

Maskipoen ada satoe mantri dengan kantjing merah di sitoe, dia tiada nanti laloekan matanja dari pada pengliatan itoe.

Maka orang akan bilang djoega jang itoe anak dara adalah bagoes, karna roepanja seperti gambar di apit dengan poehoen-poehoen kembang.

Alisnja prampoean itoe adalab itam aeperti di toelis oleh satoe penjoerat, jang berkeloeng diatas matanja jang besar itoe. Pipinja kaliatan tjahja boenga mawar dan bibirnja jang merah ampir tiada berbeda dengao boengkoel kembang teraté, atas jang mana prampoean itoe mengintip. Ramboetnja jang itam itoe ada terbagi dengan doea bela kepang tebal, jang mana ada berombak-ombak diatas poedaknja dan menjatakan jang dia itoe masi prawan, sebab di negri Tjina poenja biasa djikaloe prampoean jang soeda beroema sendiri itoelah bole berpake konde.

Komedian di oedjoeng djari-djarinja jang aloes itoe jang memegang koetjapi jang enteng, adalah koekoe jang bertjahja merah seperti warnanja boenga mawar.

Samoea itoe adanja apa jang Tchou soeda bole liat dari kabagoesannja prampoean itoe, tetapi dengan itoe djoega soeda sampe boeat bikin bimbang hatinja dan di toeroetkan olehnja dengan ingatan besar atas segala pekerdjaän prampoean itoe; terlebi lagi tatkala satoe tetes aer, jang alamatnja boeat menjiram kembang terpoekoel angin dan djato kabawa, tapertjik didalam matanja Tchou jang kanan maka terpaksa dia boeat meliat katana.

Ampir pada sakedjap mata itoe djoega berboeni satoe soeara tertawa kras, jang bikin Tchou lantas mengangkat mata meliat kaǎtas, tetapi bagimana tjepat djoega dia manengok maka tiada bole terboeroe akan meliat satoe apa lagi, melainken kadengaran satoe tertawa sendiri jang pengabisan dari anak prampoean itoe.

Maka djendela terkontji kombali dan samoea itoe kabagoesan soeda ilang.

Sasoedanja bernanti lagi sedikit, djadi pertjoema, maka dia pergi masok kombali kadalam waroengnja dan pada itoe hari dia lebi di goda oleh prampoean-prampoean jaog datang belandja di waroengnja.

Maskipoen prampoean-prampoean goda dia Lawah-Lawah Merah, dia tiada ambil perdoeli, tetapi tempo soeda sore, dia lekas-lekas kontji waroengn3a, tiada bernanti lagi pada orang jang datang dari blakangnkali dao pergi 1ekas-lekas kapinggir kali.