Lompat ke isi

Halaman:Tugas Rahasia.pdf/86

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

„Agaknja Georgia jang manis itu benar² chawatir kalau² lukamu itu membahajakan. Dan ini berarti pula.........”

„Sudahlah Bert! Kau djangan ngotjeh lagi!”

„Sungguh Robby! Aku pasti kesedihan gadis itu benar² ditjetuskan oleh perasaan remadjanja jang wadjar dan tiada kesimpulan lain bagiku bahwa dia telah djatuh tjinta padamu. Dan ini berarti, bahwa diapun pasti mau menolong kita!"

XXV BEBERAPA saat lamanja kedua orang itu berpandangan didalam gelap. Cassel dan anaknja sudah kembali masuk kedalam bilik masing², sehingga keadaan bungalow itu tampak sepi. Demikian pula lampu jang tadi menjala diserambi sudah padam.

Tiba² terdengar bunji burunghantu dari djurusan bugalow itu.

„He, Robby! Dengar, mungkin tanda dari patjarmu itu! Dia tentu mengerti bahwa bunji burunghantu tadi adalah isjarat dariku. Sekarang dia menirunja untuk kita".

Deane mengangguk. Lantas dengan hati² sekali keduanja merajap dari tempat persembunjiannja menudju serambi. Dan Georgia jang sedang berdiri ditangga rumah segera memberi isjarat agar mereka mendekat. Tanpa ragu keduanja melompat keatas serambi mengiringkan Georgia jang sudah berdjalan masuk kedalam bilik ajahnja.

Begitu masuk pandangan mereka tertumbuk pada major Cassel jang sedang duduk pada sebuah kursi malas. Diatas medja dihadapannja tampak sebatang lilin jang menjala remang². Dengan isjarat Georgia menjilahkan kedua sahabat itu duduk pada kursi jang ada ditentang medja, sedangkan dia sendiri mengambil tempat disisi ajahnja.

„Tuan²”, sahut Cassel dengan suara gugup. „Saja mengharap benar tuan² mendjawab pertanjaan jang akan saja adjukan sekarang ini dengan djudjur. Adakah kedatangan tuan²

86