Lompat ke isi

Halaman:Tugas Rahasia.pdf/36

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Deanepun keluar melalui Lyneh jang masih bersandar lemah. Baru setelah agak lama dia mengikuti Deane dengan terhujung-hujung.

„Memang, ini tjara jang sudah basi Robby! Tapi kadang² masih bisa djuga digunakan. Dengan pisauku tadi aku menusuk karung beras orang Negro itu sedikit. Aku benar² ingin tahu untuk siapa belandjaan sebanjak itu. Dan kalau sampai besok tak ada ajam jang radjin memunguti butir² beras jang tertjetjer dari karung itu, dengan mudah akan bisa mengikuti djedjaknja".

XI MEREKA berdjalan beriringan. Dan ketika djalan jang dilaluinja berachir sampailah mereka dipinggiran rawa jang airnja sudah mentjapai lutut. Tersaruk-saruk keduanja berdjalan terus, dan beberapa menit kemudian sampai pula kepada sepetak tanah kering dimana terdapat sebuah gubug tua.

„Sementara kita tinggal disini", kata Lynch. „Memang djauh dari memuaskan, tapi tak usah menjewa".

Deane tjuma tersenjum dan mengikuti Lynch masuk kedalam gubug itu. Dan tahulah Deane bahwa gubug itu dibikin dari kaju² bekas peti dan benda² rongsokan lainnja. Kamarnja ada satu, satu pintu tapi tanpa djendela. Alat jang ada didalamnja, kalau boleh dinamakan alat2, terdiri dari botol spiritus jang telah kosong dan digunakan sebagai tempat lilin, sebuah peti sabun, setumpukan guntingan kain² bekas dan dua buah selimut diatasnja.

Lynch menghempaskan badannja ditumpukan kain² bekas itu dan bersandar kedinding, diikuti oleh Deane. Sambil memasang kelambu mereka mulai bertjakap-tjakap.

„Bert, apakah ada keistimewaan dalam tjatatan Graham itu?" tanja Deane.

„Ja, dan sangat menarik. Kau tentu masih ingat ketika Lord Benton mengatakan, bahwa djiwanja seolah-olah dalam bahaja".

„Memang, aku masih ingat itu".

„Dan diapun pernah bertjerita tentang Gubernur djendral

36