Lompat ke isi

Halaman:Tjerita dari tangannja mait samboengan Graaf de Monte Christo.pdf/65

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

61

Njonja de Villefort. Allah soeiah, berkaia Benedetto, dia tida boeka lagi itoe pati malahan dia teroes pegi ka peti nommor ampat: Ach Valentine, kasian aekali nona moeda jang tida beraalah, jang berhati poeti bersih, angkau tida oesah membawa perihasan di dalem koeboer, sebab atimoe perihïsan jang paling beharga bagimoe ! Benedetto tida ganggoe itoe peti, dia djalan lebi djaoe, maka di liatnja petinja Eduard. Anak baroe oemoer sembilan taon, jang djoega soedah djadi kor­ ban dari pada bengisnja angkau poenja papa poenja moesoeh. Ja soedara, djangan takoet, angkau poenja kamatiaa nistjaja akoe jang bales. Benedetto berdjalan lebi djaoe, maka ia sampe pada peti papanja. Dengan aigrah ia boeka toetoepnja itoe peti dan kaliatau dalemnja ada satoe mait terboengkoes dengan kaen poeti. Benedetto tinggal pandang bebrapa sa-at abis begitoe ia berkata: „Aoh di moeka toewankoe masih ada tanda jang toewan teramat sanget menanggoeng soesah, koetika toewan liat toewan poenja katjinta-an eatoe persatoe masoek ka dalem koeboer; pertama istri, anak lelaki dan anak perampoewan jang ilang seperti di sapoe angin." Ternjatalah jang papa poenja bibir seperti masih meiigataken pesenan papa jang paling pengabisan. Baiklah, papa, apa jang di kahendaki olehmoe nanti terdjadilah berkata Benedetto sembaring memboeka kadoewa tangan mait itoe. Ja ini tangan jang di waktoc ia masih idoep tida sangoep membales moesoehnja sampe di acherat, adapoen ini tangan mait djoega nanti dateng satronin sama Eiinond Dantes ! Sembaring berkata begini: Benedetto tjaboet piso-