Halaman:Tenun Tradisional Minangkabau.pdf/15

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Dari ciri-ciri yang telah dikemukakan diatas itulah, kita dapat membuat kategori dan kesimpulan, mana tenun yang dapat dimasukkan tradisional dan mana tenun yang bersifat modern. Dan berdasarkan itu, kami berpendapat bahwa tenun yang terdapat di Tanjung-Sungayang ( Kabupaten Tanah Datar) dan tenun yang terdapat di Koto nan Gadang ( Kotamadya Payakumbuh ) merupakan tenun tradisional yang masih terdapat di Minangkabau.

Peralatan tenun tradisional.

Sesuai dengan namanya, tenun tradisional, maka peralatan yang dipergunakan untuk membuat atau menghasilkan tenun itu adalah sangat sederhana sekali. Secara keseluruhan alat ini dinamakan “mesin tenun”, ada juga yang menamakannya “Ponte” atau ada juga yang menyebutnya dengan istilah “Tenun Gedogan”. Peralatan tenun tradisional ini dibuat dari bahan kayu yang sangat sederhana sekali yang diambilkan, diperoleh dari daerah hutan sekitarnya. Pada umumnya tidak mempergunakan bahan dari besi seperti paku dan sebagainya. Sampai sekarangpun, terutama di daerah Tanjung-Sungayang dan Koto nan Gadang, peralatan tenun tersebut amal sederhana sekali, hanya dengan mempergunakan beberapa polong kayu dan alat-alat lainnya, orang sudah dapat bertenun.

Untuk jelasnya peralatan tenun tradisional itu terdiri dari :

  1. Tonggak ponte.
    Tonggak ponte, yang merupakan tiang ulama dari mesin tenun terdiri dari 6 potong kayu. Dua buah yang di tengah agak besar bila dibandingkan dengan dua buah yang terletak di muka dan dua buah di belakang. Fungsi dari tonggak ponte ini adalah untuk pengikat ( penguat ) perlengkapan tenun itu sendiri. Pemasangannya dapat dilakukan dengan mempergunakan pasak dari bambu atau kayu biasa.
  2. Atua ponte.
    Untuk menghubungkan antara tonggak ponte yang dimuka, tengah dan belakang dipergunakan sepotong kayu yang menembus pada tonggak yang terletak di tengah. Kayu penghubung ini dinamakan atua ponte, yang terletak kira-kira 30 cm dari bawah, dan terdiri dari dua bagian, bagian kiri dan bagian kanan. Supaya peralatan tenun itu menjadi kuat, maka atua ponte ini dipasakkan pada tonggak ponte.
14