Halaman:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf/46

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


bapa Kasdam, Hassan boeka latji medja toelisnja dan keloearkan dari sitoe satoe kantong jang berisi oeang ringgitan dan perakan, kemodian ambil djoega segoempoelan oeang kertas dari lain latji, jang ia taroh diatas medja toelisnja.

„Inilah dia anakja bapa Kasdam, toean”, berkata Doel ketika datang kembali bersama seorang desa jang kelihannja amat bodoh.

Hassan awaskan itoe orang jang diadjak oleh Doel dengan teliti, kemoedian berkata, sedang tanganjja boeat main itoe oeang ringgitan dan perakan jang terletak diatas medja toelisnja :

„Kau anaknja bapa Kasdam ?”

„Betoel, toean”, menjahoet itoe orang.

„Itoe kebon jang sekarang dioesahakan oleh Kasimin ada poenjamoe, boekan?” menanja ia lebih djaoeh.

„Doeloean bapa saja poenja, tapi tempo ia maoe meninggal ia pesan sama saja akan kasihkan bang 'Min oesahakan itoe kebon sebegitoe lama bang'Min maoe”, menjahoet Kasdam.

„Apa kau maoe djoeal iteo kebon ?” menanja Hasan sembari mengambil beberapa oeang ringgitan dari medja toelis dan boeat permainkan ditangannja.

„Saja maoe djoeal tapi takoet sama dia, sedang itoe kebon ada poenjamoe”, memboedjoek Hassan. „Dengan mendjoeal itoe kebon kau nanti bisa poenja banjak oeang”.

„Dan kau boleh goenakan itoe oeang boeat kawin dan membeli kerbau beberapa ekor”, Doel tjampoer berkata akan bantoe boedjoek Kasdam. „Djoega kau bisa beli pakaian jang bagoes-bagoes”.

„Kawin saja tidak maoe, ’bang Doel, sebab takoet”, mendjawab Kasdam. „Saja maoe beli kerbau sadja”.

„Djadi kau moefakat akan djoeal itoe kebon padakoe ?” menanja Hassan dengan seoera girang.

44