Halaman:Seri Pahlawan, Abdul Moeis; 1980.pdf/51

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

ABDUL MOEIS SEBAGAI SASTRAWAN

Abdul Moeis tidak hanya dikenal sebagai seorang politikus. Ia dikenal pula sebagai seorang sastrawan. Malahan, di bidang sastra ia dianggap sebagai perintis Pujangga Baru. Banyak buku yang telah dikarangnya. Banyak pula buku berbahasa asing yang diterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

Minat untuk mengarang buku timbul waktu ia hidup dalam pengasingan. Desa Cicangtu adalah desa yang sepi. Udaranya nyaman. Pemandangan alamnya indah. Tempat seperti itu sangat baik bagi orang yang berbakat mengarang. Abdul Moeis ternyata mempunyai bakat itu. Karangan-karangan yang bersifat politik sudah banyak dibuatnya waktu ia aktif di bidang jurnalistik. Rasanya tidak akan berat kalau ia mengarang buku. Lagi pula waktunya banyak yang terluang.

Hidupnya terasa tertekan akibat tindakan Pemerintah Belanda. Rasa tertekan dan hidup di tempat yang sepi, seringkali mengundang orang untuk mengarang sebagai tempat penyaluran kesusahan hati.Begitu pula halnya dengan Abdul Moeis.

Bila ia duduk seorang diri, maka ia teringat kembali kepada perjalanan hidupnya. Terbayang di matanya bagaimana kasih sayang orang tuanya kepadanya. Terbayang pula bagaimana ia bermain-main di waktu kecil dengan kawan-kawannya di

49