Halaman ini tervalidasi
Dari segi adat, kemudian dihubungkan dengan pertalian kekeluargaan dan kekerabatan. Dalihan Na Tolu memegang posisi yang sangat penting. Dalihan Na Tolu tidak hanya dimiliki oleh masyarakat Batak Toba tetapi oleh semua suku-suku Batak yang disadari justru suku-suku Batak itu merupakan serumpun jua adanya. Dalihan Na Tolu pada suku Batak Toba:
Dongan Sabutuha,
Boru, dan
Hula-hula.
Boru, dan
Hula-hula.
Dalihan Na Tolu pada suku Batak Karo (Sangkep nggeluh):
Kalimbubu,
Sembuyak, dan
Anak Beru.
Sembuyak, dan
Anak Beru.
Dalihan Na Tolu pada suku Mandailing:
Kahanggi,
Anak Boru, dan
Mora.
Anak Boru, dan
Mora.
Dalihan Na Tolu pada suku Simalungun:
Senina,
Anak Boru, dan
Tondong.
Anak Boru, dan
Tondong.
Dalihan Na Tolu pada suku Batak Dairi:
Dengan sebeltek,
Berru, dan
Kula-kula.
Berru, dan
Kula-kula.
Demikianlah mengenai kebudayaan nenek moyang suku Batak pada waktu itu dan membudaya terus sampai saat ini terutama dari segi adat-istiadat (hukum adat) yang unggul, utamanya kebudayaan kerohanian dan kebudayaan kemasyarakatan.
Di bidang bangunan dengan hiasannya yang meliputi ornamen (ragam hias)yang terpahat pada dinding-dinding rumah adat tradisional mereka serta, seni patung sebagai perlambang arwah nenek moyang, masih dapat kita lihat sampai saat ini tentunya dalam bentuk yang telah mengalami perubahan.
32