Lompat ke isi

Halaman:Sejarah Kota Banjarmasin.pdf/92

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

82

5.2.6 Upacara Bulan Rajab

Dalam bulan Rajab tahun Hijriyah di Kalimantan Selatan terdapat upacara yang disebut Memhaca Riwayat Isra Mi'raj Nabi Muhammad s.a.w. Sepanjang bulan Rajab ini pada tiap-tiap mesjid dan langgar diadakan upacara untuk menerangkan riwayat jalannya Isra dan Mi'raj yang dilakukan oleh pemuka-pemuka agama seperti alim ulama atau muballigh lainnya. Riwayat Isra dan Mi'raj yang sekalipun pada umumnya sudah dikenal dengan baik oleh penduduk Kalimantan Selatan, khususnya kaum muslimin, selalu dibacakan kembali dengan mempergunakan waktu yang cukup lama. Dalam acara tersebut biasanya selalu diselingi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.

5.3 Seni Budaya

Perkembangan seni budaya cukup pesat, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, seni suara, seni drama, dan seni sastera. Di Kotamadya Banjarmasin memiliki 25 buah organisasi, 40 penari, 27 penabuh, jadi 67 penari dan penabuh.

Umumnya tari-tarian klasik itu diiringi dengan lagu-lagu dari perangkat gamelan yang terdiri atas: babun, gender, dau, gambang, saron, salantang kadenong, salantang besar, kenong ketek, gong besar, gong kecil, kangsi, rantai, rantani unang-unang, suling, paksur, dan rebab. Sedang lagu-lagu yang dimainkan di antaranya adalah: ayakan lima, wani-wani, pancar buang, paksi mandong, paksi muluk, kabur, sumbu gelang, mas gemitir, gunjang ganjing lima, gunjang ganjing babun, kambang muni, ketawang, kembang gayam, lagu kencang, sitru anam, dan sebagainya11).

Di samping gamelan juga dikenal alat-alat musik lainnya seperti: kuriding, kecapi Dayak dan kurung-kurung. Sedangkan orkes-orkes maupun band yang ada di daerah Kalimantan Selatan telah menggunakan alat-alat elektronis misalnya gitar, biola, organ, piano, sello, alat-alat musik tiup, dan sebagainya.