hantam-kromo campuran saja laki-laki dan perempuan mencari kepuasan syahwat satu dengan yang lain. Hantam-kromo saja urusan syahwat itu,-mana yang disukai pada sesuatu saat, itulah yang jadi. Tidak dapat laki-laki di dalam kelompok itu berkata "ini isteriku", tidak dapat pula perempuan menunjukkan seorang laki-laki seraya berkata "ini suamiku". Begitulah pendapat Bachofen. Tetapi ada aliran lain pula mengoreksi teori Bachofen ini, misalnya Eisler, yang berkata: bahwa benar belum ada "pernikahan" di dalam kelompok itu, tetapi pun tidak ada itu promiskuiteit yang hantam-hantaman kromo sama sekali. Menurut Eisler, didalam kelompok tidak ada anarkhi seksuil yang absolut. Laki-laki selalu "berkawin" buat sementara dengan perempuan yang ia senangi. Di dalam kelompok itu bukan "promiskuiteit" yang orang lihat, begitulah kata Eisler, tapi "pasangan-pasangan yang sementara", tijdelijke paring, atau di dalam bahasa Jerman "Zeit-Ehe". Zeit-Ehe ini nanti kalau sudah"bosan", dilepaskan lagi atau ditiadakan lagi, buat menjadi lagi pasangan-pasangan baru dengan laki-laki lain atau perempuan-perempuan lain. Sudahkah tuan pernah perhatikan pasangan sementara di kalangan anjing? Anjing jantan selalu berganti isteri, dan anjing betina selalu berganti suami, tetapi "persuami-isterian" itu bukan hanya buat satu saat beberapa detik saja, melainkan “luku” sampai beberapa minggu lamanya. Anjing selalu "berlaki bini",sungguhpun hanya buat sementara.
Demikianlah pula perlaki-isterian di dalam kelompok manusia. Benar lelaki mengambil isteri mana saja di dalam kelompok itu yang ia sukai, benar perempuanpun berbuat begitu tetapi "pasangan-sementara" selalu ada. Hanya saja "pasangan-sementara" ini tidak membuat nasib orang perempuan itu menjadi ringan. Laki-laki tidak menanggung tanggungan sedikit-pun atas akibat-akibatnya "pasangan sementara" itu, tetapi perempuanlah yang menanggung hamilnya, perempuanlah yang menanggung pemeliharaan anak, perempuanlah yang menanggung segala konsekwensi "pasangan-sementara" itu.
Di dalam periode kelompok sudahlah perempuan sengsara,budak yang pertama- sebagai kata Bebel tadi itu. Hanyalah
41