Halaman:RerumNovarum.djvu/16

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini belum diuji-baca


serta enghamburkan harta warisan yang besar dihindari. Tambahan pula Gereja menjalankan kegiatan langsung untuk membawa kesejahteraan kepada mereka yang tak empunya dengan mendirikan dan mengelola lembaga­lembaga, yang menurut pandangannya akan mendorong mereka mengatasi kemiskinan. 29. Dalam usaha itu Gereja selalu cukup berhasil, sehingga mendapat pujian bahkan dari musuh­-musuhnya. Begitu mendalam umat Kristiani perdana saling mengasihi, sehingga banyak sekali diantara mereka yang berkecukupan mengikhlaskan kekayaan untuk menolong mereka yang berkekurangan: ”Tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka”(Kis 4:34). Para Rasul menetapkan tingkatan para diakon untuk bertugs membagikan setiap hari apa yang dibutuhkan oleh jemaat. Dan kendati beban reksa kegembalaannya terhadap semua gereja S. Paulus tidak ragu­ragu menempuh perjalanan­perjalanan penuh jerih­payah, untuk menghantarkan derma kepada umat Kristiani yang lebih miskin. Jumlah uang yang dikumpulkan oleh umat Kristiani atas mufakat bersama itu oleh Tertullianus disebut ”simpanan kebaikan hati penuh cinta”, karena ”semuanya itu digunakan seutuhnya untuk menghidupi kaum miskin bila masih hidup dan mengubur mereka bila sudah meninggal, untuk memelihara anak yatim­ piatu yang miskin, budak­budak yang sudah tua, dan mereka yang terkena musibah” . 30. Dengan demikian lambat­-laun terbentuklah suatu warisan, yang sebagai milik kaum miskin dikelola oleh Gereja dengan cermat sekali. Selalu Gereja berusaha mengumpulkan dana­-dana untuk menolong mereka, supaya tidak usah mengalami direndahkan karena meminta-­minta. Gereja bertindak sebagai ibu bagi para pemilik upaya­-upaya produksi yang kaya sekaligus juga bagi kaum miskin, dan mengandalkan sumber kaya cinta kasih yang diciptakannya di mana­mana. Didirikannya tarekat­-tarekat religius dan banyak lembaga lain yang bermanfaat, yang dengan begitu baik menjalankan karya mereka, sehingga hampir tiada kebutuhan lagi yang tidak ditanggapi dengan bantuan. Banyak orang sekarang ini mengikuti contoh kaum kafir zaman dulu dan mempersalahkan Gereja karena menunjukkan cintaksih sebesar itu. Mereka mempertahankan, bahwa sebagai gantinya harus disediakan bantuan­bantuan untuk mendukung kesejahteraan negara. Akan tetapi tidak ada upaya manusiawi yang dapat menggantikan cinta kasih Kristiani, yang tidak berpikir lain kecuali memberi pertolongan kapan pun itu dibutuhkan. Hanya Gerejalah yang memiliki keutamaan seperti itu, sebab sumbernya ialah hati Yesus Kristus sendiri. Tiada lainnya. Dan barangsiapa memisahkan diri dari Gereja merantau jauh dari Kristus. 31. Akan tetapi sudah pastilah melakukan apa yang perlu dijalankan meminta segalanya yang ada pada kemampuan manusia. Perlulah semua yang mempunyai peran serta bekerja sekuat tenaga

6 Apologia II, 39.