lahiran Jawa, bahkan ada yang menyebut "Gelatik", semacam pisau. Panjang lunas perahu Galate antara 6 dan 7 M, jadi panjang keseluruhan mencapai 10 M. Perahu Galate sejak sebelum kemerdekaan banyak dibuat oleh orang Madura yang ada di Jawa, seperti di Mlaten-Lekok (Pasuruan) dan Mayangan-Kalibuntu (Probolinggo). Jadi walaupun pusatnya ada di Tanjung Bandaran, di tempat ini tidak ada perusahaan perahu Galate, hanya tukang-tukang perbaikan saja. Secara ekonomsi memang lebih menguntungkan, sebab bahan-bahannya lebih mudah dan murah di Jawa. Bentuk gambarnya sebagai berikut:
| Sebuah gambar seharusnya muncul pada posisi ini dalam naskah. Untuk menggunakan keseluruhan pindaian halaman sebagai penampung, sunting halaman ini dan ganti "{{gambar hilang}}" dengan "{{raw image|Perahu Madura.pdf/109}}". Sebaliknya, jika Anda mampu untuk menyediakan gambarnya, maka lakukanlah. Untuk panduan, lihat Wikisource:Pedoman gambar dan Bantuan:Menambah gambar. |
Gambar 103
Perahu Galate ini sebenarnya merupakan sampan Eder atau jo-jjo yang besar. Oleh karena itu pantas sekali Galate dan Eder berkumpul, bagaikan induk dan anaknya atau bagaikan kakak dan adiknya. Dan suatu "keharusan-harmoni alam", kedua jenis perahu ini hanya berpusat di Tanjung Bandaran.
Ciri perahu Galate antara lain adalah leggi yang lebar tinggi dengan hiasan atau mennoran yang meriah baik berupa jir-gonjir yang menggelantung, kaca ataupun pintalan berwarna-warni, yang biasa pula disebut "sotong". Untuk itu perhatikan saja foto nomer 23, diberi dua contoh lenggi glate.
104