Halaman:Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga.djvu/59

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini belum diuji baca


59 IV. 1.2 Perluasan Makna kata garam yang semula bermakna 'garam dapur' (NaC1) diperluas maknanya sehingga mencakupi semua jenis senyawaan dalam bidang kimia. Kata canggih yang semula bermakna 'banyak cakap, bawel, ceretwet' diperluas maknanyauntuk dipakai di bidang teknik, yang berarti 'kehilangan kesedarhanaan asli (seperti sangat rumit, ruwet, atau terkembang)'. Kata pesawat yang semula bermakna 'alat, perkakas, mesin' diperluas maknanya di bidang teknik menjadi 'kapal terbang'. Kata luah yang berasal dad bahasa Minang, dengan makna '(1) rasa mual; (2) tumpah atau limpah (temang barang cair)', mengalami perluasan makna menjadi 'volume zat cair yang mengalir melalui permukaan per tahun waktu'. Kata pamer yang semula dalam bahasa Jawa bermakna 'beraga, berlagak' bergeser maknanya dalam bahasa Indonesia menjadi 'menunjukkan (mendemonstrasi) sesuatu yang dimiliki kepada orang banyak dengan maksud memperlihatkan kelebihan atau keunggulan'. 4. 2 Istilah Sinonim Dua istilah atau lebih yang maknanya sama atau mirip, tetapi bentuknya berlainan, disebut sinonim. Di antara istilah sinonim itu salah satunya ditentukan sebagai istilah baku atau yang diutamakan. Misalnya : gulma sebagai padanan weed lebih baik daripada tumbuhan pengganggu hutan bakau sebagai padanan mangrove forest lebih balk daripada hutan payau mikro- sebagai padanan micro- dalam hal tertentu lebih baik daripada renik partikel sebagai padanan particle lebih balk daripada bagian kecil atau zarah Meskipun begitu, istilah sinonim dapat dipakai di samping istilah baku yang