Halaman:Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga.djvu/12

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini belum diuji baca


dah dihasilkan ilmuwan dan pandit Indonesia dengan sendirinya mempunyai istilah yang ma- pan. Akan tetapi, sebagian besar konsep ilmu pengetahuan modern yang dipelajari, diguna- kan, dan dikembangkan oleh pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia datang dari luar negeri dan sudah dilambangkan dengan istilah bahasa asing. Di samping itu, ada ke- mungkinan bahwa kegiatan ilmuwan dan pandit indonesia akan mencetuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sama sekali baru sehingga akan diperlukan pencip- taan isfilah baru. II.2Bahan Baku Istilah Indonesia Tidak ada satu bahasa pun yang sudah memiliki kosakata yang lengkap dan tidak memer- lukan ungkapan untuk gagasan, temuan, atau rekacipya yang baru. bahasa inggris yang kini dianggap bahasa internasional utama, misalnya, pernah menyerap kata dan ungkapan dari ba- hasa Yunani, Latin, Prancis, dan bahasa lain, yang jumlahnya hampir tiga perlima dari selu- ruh kosakatanya. Sejalan dengan itu, bahan istilah indonesia diambil dari berbagai sumber, terutama dari riga golongan bahasa yang penting, yakni (1) bahasa indonesia, termasuk unsur serapannya, dan bahasa Melayu, (2) bahasa Nusantara yang serumpun, termasuk bahasa Jawa Kuno, dan (3) bahsa asing, seperti bhasa inggris dan bahasa Arab. II.3Pemantapan Istilah Nusantara isfilah yang mengungkapkan konsep hasil galian ilmuwan dan pandit Indonesia, seperti bhinneka tunggal ika, batik, banjar, sawer, gunungan, dan pamor, telah lama diterima secara luas sehingga dapat dimantapkan dan hasilnya dikodifikasi. II.4Pemadanan Istilah Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia, dan jika perlu ke salah satu bahasa serumpun, dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan pe- nyerapan. Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah inggris yang pe- makaiannya bersifat internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya. Penulisan istilah serapan itu dilakukan dengan atau tanpa penyesuaian ejaannya berdasarkan kaidah fonotaktik, yakni hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa indonesia. 11.4.1 Penerjemahan