ruhlah bala tentera itu pulang kembali kerumah. Umumkanlah perlutjutan sendjata seluruhnja dan persaudaraan diantara semua bangsa-bangsa. Maka segenap umat manusia akan memudji tuanku dan mengangkat tuanku mendjadi jang terbaik diantara semua penduduk muka bumi ini.”
Akan tetapi sahut Radja Iskandar:
„lkutilah aku! Engkau akan kuangkat mendjadi salah seorang dari pada penasehat-penasehatku.” Kemudian baginda menjeberangi sungai jang ketiga dengan segala bala tentaranja. Lalu baginda berdjumpa dengan seorang ksatria dengan perlengkapan sendjata jang berkilau-kilauan, jang berkata kepada baginda:
„Tuanku, Radja Iskandar, kembalilah! Sebab, sedangkan tuanku bergerak terus-menerus dan selalu mena'lukkan keradjaan-keradjaan baru, maka keradjaan tuanku itu terantjam oleh berbagai-bagai persaingan dan pemberontakan. Lebih dahulu tuanku harus mengadakan persatuan dalam batas-batas jang tertentu, sebelumnja tuanku berdjalan terus. Tuanku harus menempatkan seluruh keradjaan dibawah kekuasaan militer dan mempertjajakan pemerintahan kepada panglima-panglima tuanku. Tidak ada negara jang kuat jang tidak mempunjai persatuan. Tidak ada persatuan djika tidak ada kekuasaan pedang. Dalam banjak pertempuran-pertempuran tuanku telah memimpin perwira-perwira tuanku. Dan berkat kegagahan mereka, kemenangan itu tertjapai. Hendaklah kiranja kepada mereka sekarang diberikan djuga kekuasaan dalam keradjaan jang telah dita’lukkan mereka.”
Akan tetapi sahut Radja Iskandar:
„Ikutilah aku! Engkau akan kuangkat mendjadi salah seorang dari pada penasehat-penasehatku.” Dan baginda menjeberangi dengan segala bala tenteranja sungai jang keempat. Setelah itu baginda berdjumpa dengan seorang saudagar kaja, dengan kafilah jang besar. Ia bersudjud dihadapan baginda seraja berkata:
„Duli tuanku, Radja Iskandar, kembalilah! Duli tuanku tidak perlu akan bala tentera untuk mena’lukkan keradjaan-keradjaan lain. Kami akan mengusahakannja bagi tuanku, asal sadja tuanku memberikan kebebasan jang setjukupnja kepada kami. Dengan aman tenteram kami akan pergi kesana kemari dan kami akan membuat keradjaan tuanku kaja dan makmur. Berilah kami hak-hak jang memungkinkan kami untuk pekerdjaan itu dan lindungilah kedudukan kami. Buatlah rakjat tuanku mendjadi bangsa pedagang. Hendaklah politik