Halaman:Kerikil Tadjam Dan Jang Terampas Dan Jang Putus - Chairil Anwar.pdf/26

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


48

PERDJURIT DJAGA MALAM.

Waktu djalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
Pemuda2 jang lintjah jang tua2 keras, bermata tadjam,
Mimpinja kemerdékaan bintang2nja kepastian
ada disisiku selama mendjaga daérah mati ini
Aku suka pada meréka jang berani hidup
Aku suka pada meréka jang masuk menemu malam
Malam jang berwangi mimpi, terlutjut debu......
Waktu djalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!


49

BUAT GADIS RASID.

Antara
daun-daun hidjau
padang lapang dan terang
anak2 ketjil tidak bersalah, baru bisa lari-larian
burung-burung merdu
hudjan segar dan menjubur
bangsa muda mendjadi, baru bisa bilang "aku"
Dan
angin tadjam kering, tanah semata gersang
pasir bangkit mentanduskan, daérah dikosongi
Kita terapit, tjintaku
— mengetjil diri, kadang bisa mengisar setapak —
Mari kita lepas, kita lepas djiwa mentjari djadi merpati
Terbang
mengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat
— the only possible non-stop flight.
Tidak mendapat.