„Waspada” — Medan:
Kehilangan seorang pahlawan bangsa.
|
Laksana petir dihari tjerah, bagi penduduk kota Medan chususnja dan Sumatera Timur umumnja tatkala mendengar berita kemangkatan Djenderal Soedirman, seorang bapak angkatan perang jang ditjintai oleh anak-anaknja. Nama beliau kian harum ketika memimpin gerilja berbulan-bulan lamanja dipegunungan melawan agressi militer Belanda, meskipun beliau itu selalu menderita gering, akan tetapi semangat wadja dan pendirian beliau jang kokoh itu tidak dapat dipatahkan oleh kekuatan sendjata lawan. Sifat-sifat beliau ini tetap akan mendjadi teladan dan pedoman bagi rakjat Indonesia umumnja dan anggauta-anggauta A.P.R.I.S. chususnja. Berhubung dengan hal ini sedjak matahari memantjarkan sinarnja kebumi, kemaren penduduk bangsa Indonesia, kantor-kantor pemerintah
|
dan konsul-konsul luar negeri dikota ini telah mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung atas kemangkatan pahlawan kemerdekaan bangsa Indonesia itu. Demikian pula oleh peradjurit-peradjurit A.P.R.I.S. Komando Tentara & Territorium Sumatera dikota ini kemaren telah diadakan upatjara memperingati kemangkatan bapak tentara itu, walaupun setjara sederhana tetapi tjukup memberikan kesan jang mengharukan. Pada upatjara ini Komandan Tentara & Territorium Sumatera Utara, Kolonel A.E. Kawilarang telah membatjakan perintah hariannja. Seterusnja dapat pula dikabarkan, bahwa kemaren sekolah-sekolah partikelir dikota ini telah menutup sekolahannja sehari itu dan hanja sekolah-sekolah pemerintah N.S.T. jang tidak. |
„Nasional” — Djokja:
Seorang peradjurit meninggal”
