Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/387

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Badan Musyawarah berlaku terus.

Pasal 86.

Dalam keadaan yang memaksa, maka dalam rapat Pleno yang sedang berlangsung dapat diajukan usul perobahan acara oleh:

1. Presiden;

2. Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat;

3. Badan Musyawarah;

4. Salah satu Fraksi.

Undangan dan Peninjau rapat.

Pasal 87.

(1) Undangan ialah seseorang yang bukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam rapat atas undangan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat.

(2) Undangan dapat berbicara atas permintaan Pimpinan rapat.

(3) Undangan tidak mempunyai hak suara.

(4) Undangan wajib mentaati Tata-tertib Dewan Perwakilan Rakyat.

(5) Undangan duduk di tempat yang telah disediakan.

Pasal 88.

(1) Peninjau rapat ialah seseorang bukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang mengikuti rapat-rapat Dewan Perwakilan Rakyat.

(2) Para Peninjau harus mentaati segala ketentuan mengenai ketertiban yang diatur oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

(3) Para Peninjau dilarang menyatakan setuju atau tidak setuju, baik dengan perkataan maupun dengan cara lain.

(4) Para Peninjau duduk di tempat yang telah disediakan.

Pasal 89.

(1) Pimpinan rapat menjaga agar ketentuan dalam pasal 87 dan 88 diperhatikan dan memelihara suasana tertib.

(2) Apabila ketentuan-ketentuan ini dilanggar, maka Pimpinan rapat dapat meminta para Peninaju yang mengganggu ketertiban untuk meninggalkan ruangan rapat.

(3) Pimpinan rapat herhak mengeluarkan dari ruangan rapat dengan paksa Peninjau-peninjau yang tidak mengindahkan permintaan itu, kalau perlu dengan bantuan Alat Negara.

(4) Dalam hal terjadi apa yang dimaksud ayat (2) pasal ini, Pimpinan rapat dapat juga menutup rapat.

395