Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/168

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Pasal 66.

Dewan Perwakilan Rakyat menyerahkan juga kepada Panitia Anggaran laporan Badan Pemeriksa Keuangan, agar Panitia menyampaikan pendapatnya mengenai hal itu.

Pasal 67.

(l) Pendapat Panitia Anggaran terhadap laporan Badan Pemeriksa Keuangan disampaikan kcpada Panitia Musyawarah.

(2) Untuk keperluan pengesahannya oleh Dewan Perwakilan Rakyat, Panitia Musyawarah menerapkan perlu-tidaknya diadakan pemeriksaan-persiapan.

BAB IV

PERSIDANGAN DAN RAPAT PLENO

§ l. Persidangan.

(1) Tahun sidang Dewan Perwakilan Rakyat dirnulai pada tanggal 15 Agustus dan bcrakhir pada tanggal H Agustus tahun bcrikutnva.

(2) Dalarn tiap tahun sidang Dewan Pcrwakilan Rakyat merigadakan sekurang-kurangnya dua persidangan.

(3) Pada permulaan tahun sidang Prcsideu memberikan Amanat~cgara dihadapan Dewan Perwakilan Rakyat.

Pasal 69.

(1) Waktu masa-masa persidangan ditetapkan oleh Panitia Musyawarah.

(2) Sedapat-dapatriya masa persidangan pertama dipcruntukkan terutama buat menyelesaikan rancangan Anggaran Belanja tahun dinas berikutnya dan mas a persidangan tcrakhir diperuntukkan terutam a buat menvelesaik an segala perubahan Anggaran Belanja.

Pasal 70.

(1) Persidangan luar biasa dapat diadakan, jika dikehendaki oleh:

  1. Pemerintah;
  2. Ketua, denga persetujuan Panitia Musyawarah;
  3. Sekurang-kurangnya dua puluh lima orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

(2) Setiap kali diadakan persidangan luar biasa, Ketua memberitahukannya kepada Pemerintah untuk dipertimbangkan.

(3) Dalam hal-hal yang dimaksud pada ayat (1) dan (2), maka

168