Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/111

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Pasal 15.

Kewajiban Ketua dan para Wakil Ketua yang terutama ialah:

a. merancang tugas dan pembagian-kerja Ketua dan Wakil-wakil Ketua,seperti tersebut dalam pasal 14 ayat 1;
b. mengatur pekerjaan Dewan Perwakilan Rakyat;
c. memimpin rapat Dewan Perwakilan Rakyat, dengan : menjaga ketertiban dalam rapat,
menjaga supaya peraturan Tata-Tertib ini diturut dengan seksama,
memberi ijin untuk berbicara,
menyimpulkan persoalan yang akan diputuskan,
menjaga agar pembicara dapat mengucapkan pidatonya dengan tidak terganggu,
memberitahukan hasil pemungutan suara;
d. menjalankan keputusan-keputusan rapat Dewan Perwakilan Rakyat.

Pasal 16.

(1) Selama perundingan Ketua hanya dapat berbicara untuk menunjukkan duduk-perkara yang sebenarnya atau untuk mengembalikan perundingan itu kepada pokok pembicaraan, apabila perundingan itu menyimpang dari pokoknya.

(2) Apabila Ketua hendak turut berbicara tentang soal yang sedang dirundingkan, maka ia untuk sementara meninggalkan tempat duduknya dan ia kembali sesudah habis berbicara; dalam hal demikian jabatan Ketua dalam rapat untuk sementara diatur menurut cara yang dimuat dalam pasal 14 ayat 2.

BAB II
TENTANG BADAN-BADAN
PERLENGKAPAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

I. Panitia Permusyawaratan

Pasal 17

Dewan Perwakilan Rakyat membentuk di antara anggota-anggotanya suatu Panitia Permusyawaratan, yang berkewajiban:

a. menetapkan acara pekerjaan Dewan Perwakilan Rakyat, di mana perlu setelah mendengar Ketua-ketua Komisi, untuk suatu sidang atau sebahagian dari suatu sidang, dengan tidak mengurangi hak Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengubahnya;