Lompat ke isi

Halaman:Hidoep.pdf/79

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca
’HIDOEP’
73

gie, kerna tida ada laen peringetan jang bisa begitoe lengket selaennja ingetin ia........... Ia masoek dalem roemah lagi dengen niatan aken menggodain itoe pemoeda lagi.

Kapan ia tjari Tiong-gie di kamar batja tida ada, ia laloe tjari di kamar tidoernja, di sitoe djoega tida ada, maka ia laloe kombali di kamarnja kerna laloe denger soeara djedjeritan.......

Ia sanget terheran dan tersakit perasa'annja koetika meliat Tiong-gie memeloek maitnja itoe prempoean moeda, dan iapoenja ajah, iboe dan soedara-soedaranja telah pada tetangisan.

„'Nko Tiong-gie, mait siapa kaoe peloek ini ? Kenapa ia?” ia menanja. Tapi ia tida dapet djawaban dari Tiong-gie. Ia menanja dan menanja, dari perkata'an biasa sampe mendjerit-djerit, ta­pi Tiong-gie seperti toeli, menangis dan tida perdoeliken ia. Kemoedian ia menanja kepada papa-mama dan soedara-soedaranja, tapi marika poen tida perdoeliken ia. Achirnja ia samperin Tionggie, gojang-gojang toeboehnja, tapi Tiong-gie seperti tida merasa.

Tjiap sanget penasaran dan terheran, dan tam­bah heran lagi koetika denger bahoea orang-orang jang di sitoe jang pada tetangisan berkali-kali menjeboetken namanja.

„Tjiap ada di sini!” Tjiap bertreak. „Ini mait boekan Tjiap! Tjiap belon mati! Mait ini tentoe--