Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/98

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


(Tuhan bangsa Jahudi) telah menghadiahkan tanah Palestina kepada Ibrahim (Abraham). Abraham adaluh nenek mojang bangsa Jahudi dan Arab-Ismail.

Bangsa Jahudi mengalami kedjajaan diwaktu radja Daud berkuasa kira-kira tahun 1000 S.M. Radja Daud mendjadikan kota Darulsalam (Jerusalem) sebagai ibukotanja. Penggantinja adalah anak radja Daud jakni Salomon. Setelah radja Salomon meninggal, keradjaan itu petjah mendjadi dua, jakni keradjaan Juda dengan ibu-kota Jerusalem, dan Israel dengan ibu-kota Samaria. Pada tahun 700 S.M. keradjaan Israel diduduki oleh Asiria dan kira-kira tahun 586 S.M. Juda direbut oleh keradjaan Babilonia, dan malah sebagian penduduknja diangkut ke Babilon. Baru kira-kira tahun 332 S.M. setelah keradjaan itu direbut oleh Cyrus, Radja Persia, orang-orang Jahudi diperkenankan pulang.

Bangsa-bangsa lain jang pernah menduduki ialah Romawi pada tahun 70 sesudah Masehi hingga kira-kira tahun 637. Ketika bangsa Romawi berhasil merebut Palestina ia bertindak kedjam dan merusak serta membakar kota Jerusalem. Bangsa Jahudi sangat menderita karenanja, dan mulailah mereka berangsur-angsur meninggalkan Palestina, mengembara dinegara-negara seluruh dunia untuk mentjari nafkah. Sebaliknja bangsa Arab berangsur-angsur memasuki Palestina, lebih-lebih setelah Arab berhasil merebutnja dari tangan Romawi kira-kira tahun 637, makin banjak orang Arab jang memasuki dan diam didaerah itu, sehingga Palestina achirnja mendjadi tanah Arab. Dengan demikian, maka bangsa Arab memandang Palestina djuga sebagai tanah air mereka. Palestina terutama kota Darulsalam djuga dipandang sebagai tanah sutji Agama Islam. Kota Darulsalam memiliki arti jang penting, karena menurut kepertjajaan bangsa Arab iapun keturunan Ibrahim.

Palestina sendiri berulang-ulang mendjadi medan pertempuran. Orang-orang Eropa sampai tudjuh kali mengadakan perang-perang salib (kruistochten) untuk membebaskan Darulsalam (Jerusalem) dari orang Arab. Kota ini menurut agama Kristen djuga merupakan tempat sutji untuk berziarah, sedangkan bangsa Arab jang menguasainja melarangnja. Perang Salib jang pertama tahun 1095 hingga jang ketudjuh tahun 1248 tidak membawa hasil sama sekali. Darulsalam tetap berada ditangan orang Islam. Pada tahun 1517−1917 Palestina

94