Lompat ke isi

Halaman:Gandjaran jang pantes.pdf/62

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

60

TJERITA ROMAN

Hok djadi bengong, waktoe ia berpikir begitoe.

Tjintaken Sien Nio!

Itoelah ada satoe hal jang ia tida brani harep, tapi toch sekarang ia mengarti, bahoea pengrasa'an tjinta djoega pada itoe gadis, jang membikin la berkoeatir itoe gadis dikasi bertoendangan pada laen orang.

„Astaga!" begitoe ia menjeboet, tempo soeda terang betoel boeat ia bahoea diam-diam ia tjintaken itoe gadis hartawan. „Tapi apakah ini boleh djadi? Apakah akoe boleh lamar itoe gadis? Apa Sien Nio bisa diadi akoe poenja istri?"

Bebrapa lamanja ia doedoek berpikir dan loepaken bahoea iboenja masi berada di dampingnia. Itoe orang toewa pandang sadja poetranja jang mendadak brentiken pembitjara'an dan achirnja kaloearken itoe perkata'an „Astaga!”

„Kaoe kenapa. Hok?" tanja ia blakangan.

Kombali itoe poetra djadi kaget.

„Iboe, akoe dapet satoe pengrasa'an, satoe doeqa'an jang akoe moesti kasi taoe lantes pada kaoe, tapi sabelonnja akoe bilang apa adanja itoe doega'an, tjobalah kaoe njataken kaoe poenja doega'an padakoe, apa jang mendjadi sebab hingga akoe dioendang ini malem ka roemahnja entjek Tiong Bie? Apa adanja itoe kabar girang jang mendjadi sebab dan itoe oendangan?"

„Di mana akoe bisa taoe.” diawab sang iboe.

„Apa kaoe ada denger-denger, brangkali Sien Nio soeda ada jang lamar.

„Kenapa kaoe menanja begitoe?”

„Brangkali itoe kabar girang ada pertoendangannja Sien Nio."

„Itoe boleh djadi, tapi akoe sendiri tida denger kabar Sien Nio ada jang lamar. Tapi Hok, maskipoen itoe