GANDJARAN JANG PANTES
59
rangan membikin Hok djadi mendapet pengrasa'an sangsi. Ia sendiri tida taoe apa sebabnja, tapi ia mendapet pengrasa'an tida enak, seperti djoega itoe oendangan bakal memoetoesken ia poenja beroentoeng atawa tjilaka.
Roepa-roepa doega'an menggoda padanja.
„Apakah Sien Nio bikin pesta pertoendangan? Apakah brangkali salah satoe dari orang toewa hendak rajahken hari tahon? Tapi apa sebabnja akoe djoega toeroet dioendang, sedeng doeloe-doeloe tida pernah akoe diminta boeat dateng di sana?"
Hok djadi kaget sendiri, waktoe ia dapet kenjata'an bahoea ia berkoeatir Sien Nio dikasi bertoendangan dengen laen orang. Apa sebabnja ia boleh mendapet pengrasa'an begitoe? Ja apa sebabnja?
Seperti soeda dibilang, perhoeboengan antara itoe doea orang moeda semingkin lama djadi semingkin rapet, lantaran Sien Nio sering dateng di roemahnja Hok, di mana itoe gadis boekan djarang minta keterangan tentang pladjaran-pladjaran jang ia tida lekas, mengarti. Diam-diam masing-masing mendapet Pengrasaän soeka dan sajang satoe pada laen dengen tida merasa lagi. Marika sendiri brangkali tida terlaloe perhatiken itoe hal, tapi toch kadang-kadang Hok poenja hati berketik lebih keras, djikaloe di waktoe sore ia denger pintoe roemahnja diketok, la mendoega tentoe Sien Nio dateng dan djikaloe itoe doega'an tida bener, ia djadi merasa djengkel.
Inilah ada tanda-tanda jang tida dimengarti oleh Hok. Tapi sekarang ia sendiri oetjapken itoe perka'an „bertoendangan". Bertoendangan! Bertoendangan djadi permoela'an boeat pernikahan dan dalem pernikahan ada terlibet pengrasa'an tjinta.
Apakah ia tjintaken Sien Nio?