Halaman:ADH 0008 A. Damhoeri - Pengawal Tambang Emas.pdf/39

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca

-35-

lu diikat pula dengan batang puar itu

Kemudian Tu' Layau membuat sebuah unggun. Unggun serba guna.

" Tidakkah nanti mareka mengetahui tempat kita?" tanya Intan Badaring.

" Tidak," jawab Tu' Layau. " Mereka berada diseberalh barat sedang kita disebelah selatan. Apalagi tampak benar oleh mereka tidak akan disangkanya bahwa disini ialah markas musuh yang akan menghancurkan benteng mereka. Andaikata salah seorang dari mereka kesasar sampai disini dengan dah kita akan menjawab bahwa kita akan mencari rotan ke Marayu. Tetapi rasanya kita tak perlu kuatir atau curiga apa-apa."

Maka dibuatlah sebuah unggun.

Dikumpulkan kayu-kayu lalu dibakar. Tak berapa lamanyaa api dan uap mendulang keudara. Timbul juga rasa cemas mereka kala-kalau ketahuan oleh pihak musuh. Tetapi setelah apinya besar asapnya jadi berkurang. ggun api sangat perlu bagi orang yang menginap dalam hutan. Untuk mengusir nyamuk dan mempertakut binatang buas. Namun bagi Sibarani mempunyai kegunaan lain. Apa gunanya dialah yang tahu.

Kemudian salah seorang menanak nasi. Bertanak nasi dalam hutan tidak sama dengan bertanak nasi di desa. Di hutan dengan mempergunakan sepotong bambu paring dan dibuat seperti membuat lemang. Nasi yang ditanah dengan cara begini harum baunya.

Kemudian mereka menuggu dari D-Day mereka dengan sabar....






.///.