tiada lagi ia hidup ditengah-tengah kita, lazimlah djuga orang, mengakui dia sebagai Bapa pergerakan kebangsaan Indonesia. Memang antara lain ta’ dapat disangkal, bahwa „Budi Utomo” adalah ibu-perkumpulan jang melahirkan berdjenis-djenis aliran dalam masjarakat Indonesia. Hal ini tidak sadja dinjatakan oleh kaum „Budi Utomo”, melainkan diakui djuga oleh wakil-wakil pelbagai aliran dan golongan. Dan meskipun „Budi Utomo” tidak dapat memadai segala harapan ataupun idam-idaman, tetaplah orang berpendapat, bahwa terlahirnja pergerakan jang mula-mula bersifat revolusioner-nasionalistis itu adalah peristiwa jang maha-raja, karena kala itulah mulai terdengarnja detik kebangunan dari berdjuta-djuta rakjat yang diperbudak. Lain dari pada itu, meskipun Dr. Wahidin sebenarnja bukan pendiri „Budi Utomo” seperti akan kita ketahui nanti, dialah jang memberi isjarat untuk memulaikan kebangunan nasional.
Pendidikan dan Pengajaran pintu
pembangunan.
Terkenanglah kita akan masa jang belum djauh lampau, lk.50 tahun berselang, tatkala orang belum dapat menjaksikan kegiatan hidup seperti kita alami sekarang ini. Tetapi sebagaimana sering kita djumpai, keadaan jang tenang-tenteram di waktu itu disebabkan belum adanja pengertian serta belum tumbuhnja keinsafan.
Barang tentu diwaktu itu sudah mulai tampak usaha-usaha mengedjar kemadjuan, lebih dari pada jang biasa diperoleh disekolah rakjat atau volksschool. Akan tetapi oleh karena tiap kesempatan untuk melandjutkan peladjaran memerlukan biaja banjak, maka sebenarnja-
29